Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Fixed Grate Steam Boiler

  • Next Post
  • Previous Post
boiler fuel cangkang sawit.

Fixed Grate Steam Boiler

TRAINING MODULE

Water Coolled Fixed Grate Steam Boiler

PT. INDIRA DWI MITRA 

  1. PROSEDUR PENYALAAN AWAL
  1. PERSIAPAN BOILER
  1. Bakar ke ruang bakar (furnace) dengan merubah selector switch feeding screw pada posisi MANUAL, hingga furnace terisi +/- 0,5 m³. Setelah terisi, putar selector switch feeding screw pada posisi AUTO.

Peringatan:    Hoper boiler  harus selalu terisi bahan bakar, pengisian bahan bakar ke furnace sudah diatur otomatis menyesuaikan pemakaian steam ke proses. Jika Hoper tidak terisi bahan bakar memungkinkan asap dari Tungku keluar dari Hoper melalui screw.

  1. MULAI PENYALAAN BOILER
  1. Periksa kembali level air boiler dan jumlah bahan bakar pada furnace.
  1. Setting pressure boiler yang diinginkan pada modulating kontrol RWF

Cara penyettingan RWF 55 (CONTROLLER) 

  1. Nyalakan bahan bakar pada furnace boiler. Gunakan material mudah terbakar untuk membantu penyalaan awal (jika diperlukan, siram bahan bakar dengan minyak secukupnya).
  1. Tunggu beberapa saat guna memastikan bahan bakar telah terbakar, Putar selector switch FD Fan, ID Fan dan Feeding Screw pada posisi on. (pastikan semua switch/selector pada posisi ON).
  1. Pastikan Control RWF pada posisi Manual mode (Tekan tombol ESC selama 5 detik sampai indicator HAND di monitor) lalu masukan nilai load operasi manual 10 %.
  1. Atur Feeding Screw secara manual (menyesuaikan banyaknya bahan bakar yang diperlukan) supaya tidak terlalu menumpuk sampai tekanan Boiler bertekanan (1 -2 Barg) atau indicator temperature furnace mencapai 400 – 600 derajat Celcius.
  1. Setelah Boiler siap , Feeding Screw diatur pada posisi Auto, kemudian Controller (RWF) dapat dioperasikan secara Auto (Tekan ESCselama 5 detik sampai indicator HAND tidak menyala).

Keterangan :  – Pada kondisi Control (RFW) Manual maka FD Fan dan Feeding Screw  akan beroperasi secara konstan sesuai settingan manual Controller (RWF). Artinya Banyaknya Bahan Bakar yang dimasukkan kedalam Tungku hanya terbatas nilai Set point Manual RWF.

  • Pada kondisi Control (RWF) AUTO system akan bekerja modulating. Artinya Banyaknya Bahan Bakar yang dimasukkan kedalam Tungku mengikuti Setpoint Tekanan Boiler. Jika tekanan telah mencapai setpoint maka Bahan Bakar dimasukkan hanya untuk menjaga tekanan boiler tetap pada setpoint tekanan.
  • Karena tekanan boiler masih 0 Barg maka dengan sendirinya boiler akan bekerja pada maksimal load (beban 100%). menjelang tekanan set point tercapai load boiler akan turun menyesuaikan dengan pemakaian steam.
  • Apabila pemakaian steam pada proses lebih sedikit daripada steam yang dihasilkan, maka tekanan boiler akan terus naik dan pada saat tekanan melebihi tekanan setpoint maka boiler akan mati secara otomatis.
  1. INSTRUKSI PADA SAAT OPERASI
  1. BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN
  1. Buka tutup valve secara hati-hati, tidak boleh membuka dan menutup valve secara mendadak. Berikan perhatian khusus pada saat membuka dan menutup saluran steam.
  1. Operator boiler memiliki tugas utama memperhatikan Level air dan Tekanan. Jika terjadi kekurangan air atau tekanan yang berlebihan maka SEGERA MATIKAN BOILER
  1. Blowdown Air Boiler sesuai kebutuhan, kerak yang mengendap akan mengurangi efisiensi dan akan menyebabkan terjadinya overheating pada boiler.
  1. Popping Safety valve secara periodik ( Minimal 1 Bulan ), Tetapi jangan dilakukan pada saat tekanan tinggi.
  1. Isi Hoper secara teratur dan terukur.

Hal-hal yang akan terjadi jika Hoper tidak terisi dengan baik

  1. Tekanan boiler tidak stabil karena feeding screw kadang kala tidak membawa bahan bakar secara normal.
  2. Asap keluar dari Hoper melalui feeding screw dan bahan bakar akan terbakar api dari Tungku.
  3. Operator mengisi Bahan bakar ke Hopper secara terburu-buru, sehingga dapat merusak sling Bucket elevator dan Limit switch.
  1. BOILER SISTEM
  1. WATER SISTEM
  1. Safety Water Level

Safety water level tetap mengikuti sistem existing (lama) yang terdiri dari:

  • LAH      : Level Alarm High , Alarm, BFW OFF
  • LAL   : Level Alarm Low, Alarm
  • LALL    : Level Alarm Low Low, Alarm ,  ID FAN, FD FAN dan  SCREW OFF
  1. Feed Pump

On/Off  pompa diatur dari level air 

  1. PRESSURE SISTEM
  1. Pressure Transmiter (PT)

Berfungsi membaca tekanan yang ada pada Boiler dan mengirimkan dalam bentuk sinyal (4-20 mA) untuk pengotrolan FD Fan dan Feeding Screw (pengaturan Besar /Kecil api (Modulating) ).                       

  1. Pressure Switch

Pressure Switch difungsikan sebagai safety pressure.jika terjadi over prssure maka FD FAN dan FEEDING SCREW OFF.

  1. Pressure Indicator (PI)   

           Pressure indicator atau pressure gauge ini berfungsi untuk mengetahui tekanan pada boiler.

BOILER AKSESORIS 

  1. Safety Valve

Berfungsi untuk membuang pressure lebih boiler sesuai dengan settingan safety valve tersebut.

  1. Blow Down Valve

Untuk membuang air endapan di dalam boiler. Tujuannya mengurangi kandungan kerak air.

  1. LEVEL GLASS

Level Glass berfungsi untuk mengetahui level air secara manual.

  1. EMERGENCY 
  1. Electrical Brake out

Jika terjadi mati listrik secara keseluruhan (tidak ada power) dalam jangka waktu lama, matikan semua breaker panel. Jika sudah nyala kembali mulai start sesuai prosedur penyalaan awal.

  1. Emergency shut down /Emergency stop

Emergency shut down dapat dilakukan tergantung kondisi emergency, Tekan tombol Emergency Boiler jika emergency shut down diperlukan untuk boiler tertentu.

  1. PERAWATAN BOILER (MAINTENANCE)

 

  1. BUCKET ELEVATOR DAN FEEDING SCREW

      Berikan pelumas berupa Gemuk/Grease pada Roda/Rolling Bucket Elevator secara berkala. Jaga kebersihan pada Rel Roda/Rolling. Pastikan Bucket Elevator dapat naik turun dengan mudah.

Operasikan Bucket Elevator secara perlahan-lahan dan hati-hati agar tidak memutuskan sling dan merusak Roda/rolling Bucket elevator.

      Peringatan : Limit switch pada bucket elevator hanya sebagai tambahan pengaman pengisian Hoper.  Jika operator tidak hati-hati maka limit switch akan cepat mengalami  kerusakan.

      Periksa Bahan Bakar yang dimasukkan kedalam Bucket Elevator, Jika terbawa benda yang keras seperti Batu, Besi, kayu dll, akan merusak Feeding Screw.

 

  1. FURNACE / TUNGKU 

      Periksa ruang bakar / Tungku. Bersihkan kerak sisa-sisa pembakaran pada furnace pada saat Boiler tidak dioperasikan, jangan sampai terjadi pengkristalan (bahan bakar tidak terbakar habis) karena dapat menyumbat lubang angin./ pori-pori udara ke ruang bakar.

      Pastikan Supply udara dari FD Fan harus sesuai dengan kebutuhan bahan bakar yang dimasukan kedalam tungku. Apabila terjadi penyumbatan pada lubang angin/pori-pori furnace/tungku, maka pembakaran tidak sempurna dan terjadi pemborosan bahan bakar.

 

  1. MOTOR DAN BLOWER
  1. Pastikan kebersihan pada sekitar Motor dan Blower. Lakukan preventive maintenance dengan menjaga kondisi peralatan yang bergerak seperti bearing, shaft, Impeller Blower screw feeder dll.
  1. Cek Oli pada Gear Box secara berkala, pastikan oli terjaga dan terisi dengan baik.
  1. Lakukan pelumasan seperti standar peralatan yang lain, agar peralatan yang bergerak tidak mengalami karat dan aus.
  2. Periksa Amper motor secara berkala ( min. 1 Minggu) agar kerusakan motor dapat diprediksi secara dini.
  1. Selalu perhatikan Perubahan Suara perputaran Blower dan panas motor sebagai tanda adanya kelainan pada motor dan blower.
  1. TEMPERATUR GAS BUANG

Pada bahan bakar padat seperti Cangkang, Batubara, kayu dan lain lain , pembakaran akan menimbulkan sisa sisa karbon atau Jelaga yang kemungkinan besar akan menutup sisi luar pipa Furnace /tungku dan sisi dalam Pipa Boiler (Fire Tube). Maka jika kotor akan menyebabkan temperature gas buang naik.

Setiap kenaikan gas buang 20 derajat maka efisiensi bahan bakar akan turun sebesar 1 %. Oleh karena itu pencatatan temperatur gas buang akan memudahkan mengontrol kondisi kotoran karbon didalam furnace dan boiler.

Jika dibiarkan maka kapasitas boiler menjadi turun, untuk menghindarinya lakukan pembersihan sekurang-kurangnya 6 Bulan sekali.

Share the Post

About the Author

Comments

Comments are closed.

  • Next Post
  • Previous Post