Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

IDM Thermal Oil Heaters

  • Next Post
  • Previous Post
HOT OIL BOILER 600 MCAL AMP MAGELANG.8

IDM Thermal Oil Heaters

IDM Thermal Oil Heaters

PENGERTIAN THERMAL OIL HEATER

 

UMUM 

  1. Thermal Oil Heater adalah jenis mesin transfer pemanas dengan mengunakan Thermal Oil Fluid (Oli mineral) sebagai media penghantar panas dan dapat bekerja sampai temperatur 320 °C atau lebih, sesuai spesifikasi Oli nya. Berbeda dengan steam yang mencapai tekanan 70 bar untuk pemakaian temperatur 285 °C, Thermal Oil Heater bekerja hanya pada tekanan pompa sirkulasinya saja sehingga lebih aman dan alat-alat yang membutuhkan pemanasan tidak perlu dirancang dengan konstruksi yang
  2. Umur kerja Thermal Oil Fluid (pada system TOH yang baik) umumnya lebih dari 5 tahun dan tidak diperlukan penambahan selama tidak ada kebocoran pada pipa-pipa atau peralatan pemanas, dan tidak memerlukan pembersihan karena bagian dalam coil pemanas tidak berkerak seperti pada Steam

KEUNGGULAN THERMAL OIL HEATER DIBANDINGKAN BOILER STEAM

 

  1. Beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan kenapa harus memilih thermal oil

  1. Bekerja pada temperatur tinggi dengan tekanan rendah
  1. Temperatur control yang presisi
  1. Tidak memerlukan perawatan Oli
  1. Tidak ada heat losses dari condensate dan blowdown seperti pada steam boiler
  1. Tidak ada korosi pada bagian dalam pipa TOH
  1. Biaya pemeliharaan rendah
  1. Operasional Full Automatic dan mudah sehingga tidak memerlukan operator khusus

DESAIN

 

  1. Thermal Oil bisa disuplai dalam konstruksi Vertikal guna menghemat ruangan dan efisien karena mempergunakan Integrated Beberapa jenis burner di desain bisa menggunakan udara panas dengan menggunakan “Air Pre Heater”, yaitu dengan memanfaatkan gas buang sisa pembakaran sehingga pembakaran bahan bakar (cair) lebih sempurna. Atau Thermal Oil di desain Horizontal, tergantung kebutuhan pengguna.

“Heating Coil” terbuat dari Seamless Boiler Tube yang dirol secara continuous. Setiap sambungan las dikerjakan dengan teliti, dan “Pressure Test” dengan media gas sampai 1,5 kali tekanan operasi. Oli mengalir didalam coil dengan kecepatan tertentu untuk menghindarkan overheating, yang dapat mengakibatkan kerusakan Oli akibat terbentuknya arang.

  1. Gas panas hasil pembakaran memanaskan aliran thermal oil diruang bakar sebagai panas radiasi dan selanjutnya memanaskan oil di coil konveksi melalui sela-sela antar coil dengan kecepatan yang tertentu dalam 3 pass dengan arah berlawanan dengan arah aliran thermal Turbulensi yang dihasilkan oleh gas selama melewati coil menghasilkan meningkatnya effisiensi Heater dan efek pembersihan coil dari jelaga yang mungkin menempel pada bagian luar coil.

INSTRUMENT THERMAL OIL

 

  1. Setiap unit dilengkapi dengan aksesoris, termasuk didalamnya adalah:

  1. Heating Coil/unit TOH lengkap dengan cover
  1. Circulation Pump
  1. Expansion Tank
  1. Collecting Tank
  1. Valve-Valve
  1. Strainer
  1. Differential Pressure Switch atau Pressure Gauge with Switch
  1. Control Panel

“PERHATIAN”

 

  1. Thermal oil heater bisa saja menjadi penyebab kecelakaan serius dan hal itu pernah terjadi. Maka pengguna mesin ini harus menjalankannya sesuai procedure. Operator yang menjalankan harus sudah mengikuti pelatihan operator TOH dan mengikuti petunjuk pengoprasian sesuai user manual yang telah diberikan oleh pembuat

PENJELASAN SISTEM

  1. Thermal oil heater adalah mesin penghasil panas dengan media Oli yang dipanaskan dalam pipa coil. Umumnya thermal oil memiliki instrument yang terdiri dari burner/mesin pembakar bahan bakar, pompa sirkulasi, tangki ekspansi, tangki penyimpanan oli, pipa-pipa dan panel kontrol.
  2. Coil TOH di desain berbentuk spiral, dipanaskan oleh burner berbahan bakar gas, solar/light oil, heavy oil/residu atau bahan bakar lain yang bertujuan untuk menaikan suhu Oli itu
  3. Oli yang telah bersirkulasi dipanaskan sampai temperatur 300 0C atau sesuai kebutuhan. Oli dipanaskan dalam pipa coil, kemudian ditransfer ke peralatan lain yang membutuhkan panas tersebut. Setela panas diambil/diserap, maka oli dikembalikan ke heater dengan dorongan pompa
  4. Expansion tank diperlukan dalam system untuk mengantisipasi peluapan ketika oli Tangki penyimpanan oli (collecting tank) juga dirangkaian dalam system untuk tempat penyimpanan oli, ketika keadaan darurat atau ketika dilakukan pemeliharaan.

KETENTUAN OLI YANG DISARANKAN

 

  1. Persyaratan utama Oli untuk transfer panas yang ideal adalah:

  1. Titik didih tinggi
  2. Stabilitas panas yang baik
  3. Titik beku rendah
  4. Sifat perpindahan panas yang baik
  5. Tidak mudah teroksidasi
  6. Tidak beracun dan tidak berbau

  1. Contoh sifat-sifat Oli TOH adalah:

  1. Density/kepadatan pada 2000C 760 Kg/m³
  2. Spesific Heat 4 kJ/kgK
  3. Flash Point1800C
  4. Ignition Point/Titik Bakar 3700C
  5. Boiling point/Titik didih 3300C
  6. Pour point/titik tuang -180C
  7. Koefisien Thermal expansion 00076/ 0C

FLUE GAS TEMPERATURE LIMITER

 

  1. Temperature limiter dipasang untuk menghindari panas berlebih pada gas buang yang menggunakan bahan bakar liquid atau gas sebagai bahan bakar. Instrument ini juga berfungsi sebagai pendeteksi kebocoran Oli dalam ruang bakar. Jika hal itu terjadi, maka cairan akan terbakar dan meninggalkan jelaga yang terus menempel dan menumpuk, akhirnya akan menyebabkan panas yang berlebih pada gas

FLAME DETECTOR

 

  1. Ketika terjadi gagal api pada burner dengan bahan bakar cair atau gas, flame detector akan menangkap sinyal bahwa tidak adanya pembakaran di dalam ruang bakar. Maka flame detector akan memerintahkan burner untuk memutuskan suplai bahan bakar, sehingga tidak terjadi penumpukan bahan bakar di ruang
  2. Fungsi dari flame detector harus di periksa setiap hari dan dicatat. Tarik sensor api/flame detector dari soketnya lalu diuji dengan menutupi kaca flame detector tersebut, hanya untuk sebatas melihat fungsi system yang seharusnya bahan bakar tidak tersuplai dan berhenti segera secara

THERMAL OIL FLOW LIMITER

 

  1. Flow limiter adalah peralatan safety untuk membaca aliran dalam coil. Pada umumnya menggunakan “differential pressure switch” yang diinstal pada outlet thermal oil heater. Beberapa pabrikan memasang “pressure gauge with switch” untuk membaca tekanan oli npada coil nya. Apabila tekanan kurang dari yang disarankan atau melebihi tekanan oprasi normal, maka burner akan dimatikan kan secara otomatis. Hal ini terjadi aapabila ditemukan penyumbatan pada pipa Oli atau pompa sirkulasi tidak berjalan

EXPANSION TANK LOW LEVEL

 

  1. Pada expansion tank disarankan dilengkapi dengan pelampung level Oli. Setiap oli panas yang hilang akibat kebocoran ditunjukan dengan matinya Kebocoran ini biasanya ditemukan di pipa boiler, seal pompa sirkulasi, flange dan pipa di line system. Jika kebocoran ini terjadi didalam tungku pemanas, maka akan mengakibatkan ledakan.

KONTROL THERMAL OIL HEATER

 

  1. Parameter utama dari thermal oil heater adalah dari temperature Tekanan tidak begitu berpengaruh karena perbedaan tekanan tidak akan mempengaruhi suhu oprasinya. Tekanan dalam system thermal oil pada dasarnya hanya tekanan pompa sirkulasi saja.
  2. Ketika suhu oli di dalam unit telah mencapai pengaturan batas suhu atas, input panas dari pembakaran burner (atau tungku) akan dihentikan, namun sirkulasi tetap terus Ketika suhu kembali menurun, maka burner akan menyala lagi setelah diperintah nyala oleh temperature controller.

Share the Post

About the Author

Comments

Comments are closed.

  • Next Post
  • Previous Post