Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pemeliharaan Thermal Oil Boiler

  • Next Post
  • Previous Post
pemeliharaan thermal oil heater

Pemeliharaan Thermal Oil Boiler

Spread the love

PENGOPRASIAN DAN PEMELIHARAAN

 

PERSYARATAN KOMPETENSI PERSONAL

  1. Thermal oil heater adalah salah satu type dari mesin transfer panas, harus dioperasikan di bawah pengawasan langsung dari orang yang kompeten yang telah mengikuti pelatihan pengoprasian.

PERSIAPAN SEBELUM MENGOPRASIKAN THERMAL OIL HEATER

 

  1. Prosedur berikut ini harus diikuti sebelum menyalakan unit thermal oil heater:
  1. Baca dengan seksama intruksi pengoprasian thermal oil heater secara
  2. Periksa kondisi TOH, lihat tekanan kerja dan suhu pengoprasian maksimum yang
  3. Periksa TOH dan instrument yang terpasang untuk memastikan masih bisa digunakan dalam kondisi
  4. Periksa sistem bahan bakar termasuk tangki bahan bakar dan valve nya.
  5. Bersihkan filter di selang bahan bakar minyak dan filter Oli (jika diperlukan).
  6. Periksa apakah level oli di tangki ekspansi normal dan semua pipa bebas dari
  7. Periksa apakah sistem elektrik bekerja dengan
  8. Periksa apakah ruang boiler bersih dan berventilasi
  9. Periksa ketersediaan

PROSEDUR MENYALAKAN DENGAN BAHAN NAKAR SOLAR ATAU GAS 

  1. Sebelum burner dinyalakan, ruang bakar harus benar-benar bersih untuk menghindari ledakan dari bahan bakar yang terkumpul dalam ruang Proses pembersihan harus diulang setiap kali pembakaran dimulai.
  2. Waktu yang diperlukan untuk menaikkan suhu Oli dari kondisi dingin menuju suhu operasi yang diperlukan harus mengikuti rekomendasi pembuat thermal.

PEMANTAUAN SELAMA OPERASIONAL

 

  1. Pengamatan berikut harus dilakukan dan dipantau terus-menerus saat mengoperasikan thermal oil
    1. Tekanan, temperature dan flow
    2. Level oli pada expansion
    3. Kondisi pembakaran di ruang bakar (untuk bahan bakar cair dan gas).
    4. Kebisingan dan guncangan pada pipa line yang disebabkan oleh adanya air di dalam
    5. Perbedaan temperature pada inlet dan outlet
    6. Setiap kebocoran yang ada di pipa, level gauge, flanges, dan seal pada pompa
    7. Kondisi jalannya pompa

DATA OPERASIONAL

 

  1. Data berikut ini harus dibaca dan selalu

  1. Temperature inlet dan outlet TOH
  2. Tekanan Oli
  3. Flow rate Oli
  4. Level Oli pada expansion tank
  5. Temperature gas buang

PENCEGAHAN KECELAKAAN SECARA UMUM SAAT OPERASIONAL THERMAL OIL HEATER

 

  1. Operator harus memperhatikan hal-hal berikut ini saat mengoperasikan thermal oil heater:Pemeliharaanag
  1. Jangan membuka segel safety valve atau mencoba mengkalibrasi safety valve (jika terpasang).
  2. Jangan coba menyeting perangkat safety seperti pemutusan/cautout pada temperature tinggi.
  3. Jangan mengoperasikan sistem pada temperature dan tekanan tinggi melebihi tekanan dan temperature yang

  1. Jangan memodifikasi Thermal Oil Heater kecuali setelah mendapatkan persetujuan dari perusahaan
  2. Semua perangkat safety/pengaman otomatis harus diuji secara berkala sebagaimana diatur dalam instruction manual untuk memastikan bahwa perangkat bekerja dalam kondisi yang baik setiap
  3. Thermal oil heater dan instrument penunjang harus dijaga dan dipelihara dengan baik setiap saat. Pekerjaan overhaul harus dilakukan oleh perusahaan teknik dengan reputasi baik di bawah pengawasan seorang Boiler

PROSEDURE MEMATIKAN SISTEM THERMAL OIL

 

  1. Operator harus memperhatikan hal-hal berikut ini saat mematikan/shutting down thermal oil heater:
    1. Setelah mematikan burner, pompa sirkulasi harus tetap beroprasi sampai temperature Oli dibawah 100 °C.
    2. Pendinginan diarahkan ke pompa sirkulasi, itu pun jika ada dan tidak boleh terganggu sampai suhu pompa telah turun selama waktu yang ditetapkan oleh pembuat thermal
    3. Direkomendasikan juga untuk menutup valve bahan bakar dan mengamankan suplai power/electrical jika plant ditutup dahulu untuk periode waktu yang

PERAWATAN RUTIN

 

  1. Untuk mempertahankan fungsi thermal oil agar tetap baik, point-point berikut ini harus diperhatikan:
    1. Sampel oli thermal oil harus diawasi inspector boiler, kemudian dibawa ke laboratorium untuk tujuan analisa rutinitas servis berkala. Hasil spesifikasi analisa di simpan dan dijadikan referensi
    2. Buku catatan referensi data thermal oil harus disimpan baik-baik oleh orang yang bertanggung jawab untuk dijadikan catatan dengan dicantumkan
    3. Pemeriksaan berkala thermal oil heater harus dilakukan dengan alat bantu keselamatan dan dilakukan secara

  1. Perangkat safety unit di TOH harus diperiksa secara berkala:

  • Setingan safety valve (jika dipasang)
  • Alarm aliran terendah (Low Flow)
  • Alarm aliran tertinggi (Hi Flow)
  • Alarm maximal high temperature yang diizinkan
  • Sirkulasi pompa/burner interlock
  • Alarm low level pada expansion tank
  • Alarm gagal pembakaran
  • Alarm high temperature flue gas/gas buang

KESALAHAN UMUM PADA PENGOPRASIAN THERMAL OIL HEATER

 

  1. Over pressure/tekanan berlebih

Penyebab: 

  1. Penyumbatan di pipa
  1. Valve utama kondisi tertutup
  1. Kesalahan fungsi sirkulasi PRV (Pump Relieve Valve jika ada)

Perbaikan: 

  1. Periksa valve-valve dan pipa
  1. Periksa reliefe valve

  1. Laju aliran Oli rendah

Penyebab: 

  1. Filter kotor
  1. Performa pompa yang mengalami penurunan
  1. Valve utama sengaja dimatikan

Perbaikan: 

  1. Bersihkan filter
  1. Periksa putaran pompa dan motornya
  1. Check valve utama

  1. Temperature oli tinggi

Penyebab: 

  1. temperature control tidak berfungsi dengan baik
  1. flow rate/aliran Oli rendah
  1. kesalahan kalibrasi pada temperature controller

perbaikan: 

  1. check temperature control dan kalibrasikan dengan thermometer dengan akurat
  1. check pompa sirkulasi

  1. Low level pada expansion tank

Penyebab: 

  1. Kerusakan pada level controller
  1. Terjadi kebocoran pada system

Perbaikan: 

  1. Check level controller
  1. Check kebocoran di keseluruhan sistem

  1. Gagal penyalaan burner

Penyebab: 

  1. Filter tertutup atau ada air di bahan bakar
  1. Pompa bahan bakar rusak
  1. Kerusakan burner
  1. Flame detector/photo cell rusak

Perbaikan: 

  1. Bersihkan semua filter dan keluarkan air dari system
  1. Check system bahan bakar dan flame detector
  1. Temperature gas buang tinggi

Penyebab: 

  1. Kebocoran di pipa coil
  1. Ruang bakar kotor dan ada penyerapan bahan bakar
  1. Kesalahan rasio bahan bakar dan udara (komposisi bahan bakar dan udara tidak tepat)
  1. Filter udara tertutup

Perbaikan: 

  1. Bersihkan ruang bakar/chamber
  1. Bersihkan filter udara
  1. Periksa setiap kebocoran di pipa coil

  1. Differensial pressure tidak normal

Penyebab: 

Penyebab utamanya adalah aliran yang lambat

Perbaikan: 

  1. Bersihkan filter
  1. Periksa kecepatan pompa dan motor penggerak nya
  1. Check valve utama

  1. Kebisingan dan getaran

Penyebab: 

  1. Terdapat gas/udara atau air didalam system/pipa oli
  1. Buruk nya pipa Oli
  1. Ada air di dalam pipa system

Perbaikan:

 

  1. Buang kandungan air di expansion tank

  1. Chek ventilasi udara
  1. Periksa seal pada pompa sirkulasi

  1. Catatan penting:

  1. Ketika thermal oil dimatikan karena kondisi abnormal ataupun karena sengaja dimatikan, maka pompa sirkulasi harus tetap dijalankan sekitar 15 menit atau lebih lama lagi sesuai dengan yang di anjurkan oleh pembuat thermaloil heater. Semua kondisi kerusakan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum thermal oil hendak dinyalakan
  2. Sebelum dilakukan perbaikan pada bagian/parts yang bertekanan, maka hal itu harus dilakukan di bawah pengawasan inspector boiler atau pabrik
  3. Pipa coil di thermal oil tidak boleh dikosongkang selama kondisi unit mesin thermal oil masih dalam keadaan panas, karena kemungkinan terjadinya kebakaran akan cenderung terjadi. Setiap kegiatan hot work seperti pengelasan ketika perbaikan akan menyebabkan situasi berbahaya seperti terjadinya
  4. Ketika suhu oli panas telah diturunkan, bagian dari mesin dapat diisolasi dan dikosongkan sampai kering kemudian dibilas untuk mencegah pembentukan campuran yang dapat meledak. gas inert juga dapat dimasukkan ke bagian yang diperbaiki selama proses hotwork.

Share the Post

About the Author

Comments

Comments are closed.

  • Next Post
  • Previous Post