Thermal Oil Heater Pengertian dan Kegunaanya

Thermal Oil Heater Pengertian dan Kegunaanya

Apa Itu Thermal Oil Heater?

Thermal Oil Heater adalah sistem pemanas industri yang menggunakan Heat Transfer Oil (minyak penghantar panas) sebagai media perpindahan panas untuk menghasilkan temperatur tinggi hingga 350°C dengan tekanan rendah. Berbeda dengan Steam Boiler yang menggunakan air dan uap sebagai media pemanas, Thermal Oil Heater mengalirkan minyak termal melalui sistem pipa tertutup (closed loop system) sehingga panas dapat ditransfer secara efisien ke berbagai peralatan proses industri.

Panas dihasilkan dari pembakaran bahan bakar menggunakan burner gas, solar, heavy oil, maupun dual fuel, atau menggunakan elemen listrik pada tipe Electric Thermal Oil Heater. Thermal oil kemudian dipompa menuju heat exchanger, tangki proses, reaktor, hot press, dryer, oven, maupun mesin produksi lainnya, sebelum kembali ke heater untuk dipanaskan kembali.

Karena bekerja pada tekanan rendah, Thermal Oil Heater menawarkan tingkat keselamatan yang lebih tinggi, efisiensi energi yang lebih baik, serta biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan sistem steam boiler.

Thermal Oil Heater Hemat Bahan Bakar - BEJO Thermal Oil Heater PT Indira Mitra Boiler

BEJO Thermal Oil Heater dirancang dengan efisiensi pembakaran tinggi untuk menghasilkan penghematan bahan bakar, temperatur stabil hingga 350°C, serta biaya operasional yang lebih rendah bagi berbagai aplikasi industri.

thermal oil heater hemat bahan bakar

Cara Kerja Thermal Oil Heater

Prinsip kerja Thermal Oil Heater cukup sederhana, yaitu:

  1. Burner atau elemen listrik menghasilkan energi panas.
  2. Panas dipindahkan ke coil heater yang berisi Heat Transfer Oil.
  3. Thermal oil dipanaskan hingga temperatur yang diinginkan (maksimal sekitar 350°C).
  4. Pompa sirkulasi mengalirkan thermal oil ke mesin atau peralatan proses.
  5. Thermal oil melepaskan panas melalui heat exchanger atau coil pemanas.
  6. Setelah suhu turun, thermal oil kembali ke heater untuk dipanaskan kembali.

Sistem ini bekerja secara tertutup (closed loop) sehingga thermal oil dapat digunakan berulang kali dengan kehilangan energi yang sangat kecil.

Kegunaan Thermal Oil Heater

Thermal Oil Heater digunakan sebagai sumber panas pada berbagai proses industri yang membutuhkan temperatur tinggi dengan kontrol yang presisi.

1. Industri Kelapa Sawit (CPO)

  • Pemanasan Crude Palm Oil (CPO)
  • Storage Tank Heating
  • Heat Exchanger
  • Deodorizer
  • Refinery Process

2. Industri Makanan dan Minuman

  • Frying System
  • Cooking Kettle
  • Heat Exchanger
  • Dryer
  • Bakery Oven
  • Chocolate Processing

3. Industri Kimia dan Petrokimia

  • Reactor Heating
  • Distillation
  • Polymer Process
  • Resin Plant
  • Solvent Heating

4. Industri Farmasi

  • Reactor Vessel
  • Sterilizer
  • Vacuum Dryer
  • Heat Exchanger

5. Industri Kosmetik

  • Wax Melting
  • Mixing Tank
  • Homogenizer
  • Cream Processing

6. Industri Plywood dan Wood Processing

  • Hot Press
  • Veneer Dryer
  • Laminating Machine
  • Wood Dryer

7. Asphalt Mixing Plant (AMP)

  • Bitumen Tank Heating
  • Asphalt Storage Tank
  • Pipeline Heating

8. Industri Kertas (Paper Mill)

  • Dryer Cylinder
  • Coating Process
  • Paper Machine

9. Industri Plastik

  • Extruder
  • Injection Moulding
  • Calendaring
  • Lamination

10. Industri Tekstil

  • Stenter Machine
  • Drying Machine
  • Coating Line

11. Industri Perkapalan (Marine)

  • Cargo Heating
  • Fuel Oil Tank Heating
  • Heavy Oil Heating
  • Cargo Pump Heating

Keunggulan Thermal Oil Heater

Mengapa banyak industri beralih menggunakan Thermal Oil Heater?

  • Temperatur hingga 350°C dengan tekanan rendah.
  • Efisiensi termal tinggi hingga 90–95%.
  • Tidak memerlukan water treatment.
  • Tidak terjadi korosi maupun kerak (scaling) pada sistem pemanas.
  • Kontrol temperatur sangat akurat.
  • Kehilangan panas lebih kecil dibandingkan sistem steam.
  • Biaya operasional dan perawatan lebih rendah.
  • Umur peralatan lebih panjang.
  • Aman untuk operasi 24 jam secara kontinu.
  • Dapat menggunakan berbagai jenis bahan bakar seperti Natural Gas, CNG, LNG, LPG, Solar (HSD), Heavy Fuel Oil (HFO), Medium Fuel Oil (MFO), maupun Dual Fuel (Gas + Solar).

Kesimpulan

Thermal Oil Heater merupakan solusi pemanas industri yang efisien, aman, dan andal untuk menghasilkan temperatur tinggi hingga 350°C tanpa memerlukan tekanan tinggi seperti pada Steam Boiler. Dengan sistem sirkulasi tertutup menggunakan Heat Transfer Oil, Thermal Oil Heater mampu memberikan kontrol temperatur yang presisi, efisiensi energi yang tinggi, serta biaya operasional yang lebih rendah.

Oleh karena itu, Thermal Oil Heater menjadi pilihan utama di berbagai sektor industri seperti kelapa sawit, makanan dan minuman, kimia, farmasi, kosmetik, plywood, kertas, tekstil, plastik, asphalt mixing plant (AMP), perkapalan, dan berbagai industri manufaktur lainnya yang membutuhkan sistem pemanas proses berkinerja tinggi.

Pengertian Thermal Oil Heater

IDM Thermal Oil Heater

Menurut PT.Indira Mitra Boiler: thermal oil heater adalah: mesin pemanas dengan mempergunakan Thermal oil fluid atau oli sebagai media penghantar panas dan dapat bekerja bekerja sampai temperature 300ᵒC atau lebih yaitu :dengan jalan memanaskan oli yang berada didalamnya,dengan gas-gas pemanas dari hasil pembakaran bahan bakar .

Dari pengertian tersebut berarti kita dapat menyimpulkan bahwa thermal oil heater berfungsi sebagai mesin pemanas oli yang bertemperatur tinggi yang dapat digunakan untuk proses / kebutuhan selanjutnya.

Menurut Dewi Kusumawaty, 2019 menulis bahwa : di dalam sistem Thermal Oil Heater, oil sebagai media penerima panas ditempatkan di dalam pipa- pipa spiral yang ditempatkan di dalam tungku pemanas yang dirancang sedemikian rupa, kemudian dipanaskan dengan api yang bersumber dari burner(pemanas) berbahan bakar tertentu. Untuk thermal oil heater berkapasitas kecil cukup menggunakan energi listrik(electrical heater) sebagai pemanas, namun untuk skala besar penggunaan energi listrik tidak lagi efisiensi.Oleh karena itu lebih efektif menggunakan gas,solar atau bahan bakar padat (batu bara atau biomassa)

Tujuan Thermal oil heater dibuat?

Thermal Oil Heater Flace Coil Helical
Thermal Oil Heater Place Coil Helical

Thermal oil heater dibuat adalah: untuk menghasilkan panas dengan jalan memanaskan oli di dalamnya (Furnace Chember) dengan gas panas hasil pembakaran memanaskan aliran oli dicoil dengan panas radiasi. Oleh karena itu panas dari bahan bakar tersebut harus banyak diserap oleh coil guna menghasilkan panas yang maksimal.

Untuk mencapai hal tersebut maka konstruksi dari susunan pipa-pipa atau coil yang memisahkan antara:Oli dengan gas panas yang memanaskan oli tersebut harus diatur sedemikian rupa. Ketika mesin  pemanas ini beroperasi dengan cara otomatis sering terjadi beberapa gangguan-gangguan diantaranya menurunnya temperatur pembakaran.Hal ini sering disebabkan karena kurangnya perawatan pada bagian-bagian dari pada thermal oil heater tersebut.

Untuk mengetahui gangguan-gangguan tersebut maka kita perlu melakukan pengecekan pada bagian-bagian thermal oil heater tersebut, sebelum kita memastikan bagian mana yang akan kita lakukan perbaikan.

Agar thermal oil heater dapat beroperasi dengan lancar dan tidak mengalami kendala pada saat digunakan maka kita perlu seorang supervisor atau operator yang memahami bagaimana cara mengoperasikan dan merawat thermal oil heater. Karena didalam mesin pemanas ini terdapat komponen-komponen yang sangat banyak,maka agar lebih mudah perlu adanya pemahaman dan teori mengenai thermal oil heater.

Menurut PT Indira Mitra Boiler, 2015 : sebuah thermal oil heater harus kuat supaya dapat bekerja selama dibawah tekanan tertentu yang harus dilengkapi dengan pesawat-pesawat atau alat-alat sehingga memungkinkan dapat bekerja dengan aman.

Sebuah mesin pemanas harus mempunyai persyaratan sebagai berikut :

  • Hemat dalam pemakaian bahan bakar.
  • Mendukung sistem control otomatis untuk didapat pengoprasian fleksibel (dapat menyesuaikan naik turunnya beban).
  • Kontruksi ringkas dan sedehana agar mudah dalam pengoperasian dan perawatannya.
  • Hemat dalam pemakaian bahan bakar.
  • Mendukung sistem control otomatis untuk didapat pengoprasian fleksibel (dapat menyesuaikan naik turunnya beban)
  • Kontruksi ringkas dan sedehana agar mudah dalam pengoperasian dan perawatannya.
  • Jumlah panas yang hilang karena radiasi harus sekecil-kecilnya.
  • Dilengkapi peralatan pengaman atau safety device yang memenuhi standar daridinas pengawasan keselamatan kerja Departemen Tenaga Kerja.

 Fungsi Thermal Oil Heater di Sebuah Industri

Thermal oil heater adalah :suatu pesawat bantu yang berfungsi untuk memanaskan oli yang bertekanan dan bertemperatur tinggi. Proses pemanasan oli menjadi oli yang bertekanan dan bertemperatur tinggi terjadi dengan memanaskan bahan bakar yang berada di dalam thermal oil heater dengan  memanfaatkan gas panas dari hasil pembakaran bahan bakar. Pembakaran dilakukan secara kontinyu didalam ruang bakar dengan mengalirkan bahan bakar dan udara dari luar.

Oli panas yang di hasilkan thermal oil heater adalah: oli panas dengan tekanan dan tempratur yang tinggi digunakan untuk keperluan-keperluan antara lain:

Proses destilasi Terpentine menjadi Alphapinene, dehidrasi toluwen dan terpinhydrat menjadi crude terpeniol. Hasil produknya   adalah Alphapinene.

Alphapinene

merupakan hasil pembersihan terhadap residu proses destilasi (penyulingan) uap terhadap Terpentine. Hasil destilasinya sendiri menjadi Alphapinene. Preassure thermal oil heater yang dibutuhkan guna destilasi adalah 4.2 bar –5bar.

Heater

Pengertian heater secara umum adalah :sebuah pesawat atau permesinan bantu di atas kapal yang berfungsi sebagai pemanas air tawar mesin penggerak utama (M/E), jika suhunya terlalu rendah.

Mesin heater di kapal memiliki fungsi untuk memanaskan bahan bakar MFO prinsipnya sama seperti boiler memiliki tekanan tetapi memiliki hasil yang berbeda, yakni boiler menghasilkan steam, sedangkan thermal oil heater menghasilkan oli bertekanan.

Dalam industri heater digunakan untuk kebutuhan produksi pabrik seperti :

Asphalt Mixing Plant.Heat Bitumen,PAO CPO MIKO POME Gasoline Reaktor,destilasi/ penyulingan(penguapan) Rotary Drying Ari Preheater,Printing,Chemical,Painting dll

Komponen-Komponen Thermal Oil Heater

Menurut PTIndira Mitra Boiler, 2015: Komponen-komponen penting pada thermal oil heater meliputi:

  1. Tangki Ekspansi (Expansion Tank)

    thermal oil expansion tank
    thermal oil expansion tank

Sifat fisika Thermal Oil adalah volume nya akan meningkat ketika dipanaskan. Fenomena ini harus dipertimbangkan ketika merancang system thermal oil. Sistem thermal oil yang dirancang dengan baik harus memiliki tangki ekspansi yang ukuranya cukup untuk menampung penambahan volume dari system Pipa Supply Dan Return.

2Forced Draft fan/ Blower

Gas Oil Burner
Gas Oil Burner

Fungsinya untuk menghisap udara dari luar dan kemudian ditekan kedalam ruang bakar guna terjadi proses pembakaran. Forced draft fan digerakkan oleh motor penggerak, dan dilengkapi oleh saringan udara, serta damper yang berfungsi untuk mengatur jumlah udara masuk yang dibutuhkan untuk proses pembakaran diruang bakar dari thermal oil heater.

  1. Burner

Burner merupakan komponen pengabutan bahan bakar, bahan bakar akan menyemprotkan penghantar kesuatu proses pembakaran,dan pada saat bersamaan. Ignition memercikkan api listrik yang akan mengakibatkan terbakarnya bahan bakar.

  1. Nozzle pipe

Nozzle Burner
Nozzle Burner

Merupakan tempat jalannya bahan bakar menuju nozzle tip, dimana terdiri dari 3 (tiga) pipa yaitu: untuk pembakaran tinggi, pembakaran rendah, dan untuk sirkulasi. Pada ujung pipa dipasang 3 (tiga) nozzle tip digunakan untuk pembakaran tinggi, dan 1 (satu) nozzle tip untuk pembakaran rendah.  

  1. Nozzle ; Fungsi sebagai tempat untuk mengabutkan bahan bakar, alat ini di pasang pada ujung nozzle pipe yang dilengkapi dengan saringan.
  1. Oil Pump (F. O booster pump)

Fuel oil pump di putar oleh motor (3600 rpm) pompa mengirim bahan bakar keburner, pompa bahan bakar merupakan tipe roda gigi.Dan berfungsi untuk mentransfer MFO untuk dialirkan ke burner.

  1. Pompa bahan bakar (fuel pump)

Suntec_Oil Pump Burner
Suntec_Oil Pump Burner

Pompa bahan bakar (fuel pump) berfungsi untuk mentransfer bahan bakar

(MFO) ke oil pump dan juga untuk mendorong MFO dengan tekanan kuat

yang dialirkan ke filter supaya bahan bakar menjadi bersih sehingga

pembakaran maksimal.

  1. Electric Heater

Electric Heater berfungsi sebagai pemanas bahan bakar (MFO) sebelum masuk ke dalam nozzle.

  1. Coil Pemanas atau Pipa-pipa oli (Heating Coil)

IDM Thermal Oil Heater
IDM Thermal Oil Heater

Coil Pemanas (Heating Coil) berfungsi sebagai media oli yang dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran. Coil pemanas terbuat dari Seamless Boiler Tube yang diroll secara continuous. Setiap sambungan las diperiksa dengan teliti dengan Radiography Test dan Test tekanan akhir mempergunakan

tekanan sampai 30 bar.

Oli mengalir didalam coil dengan kecepatan yang dirancang secara cermat untuk enghindarkan overheating yang dapat mengakibatkan kerusakan coil akibat terbentuknya arang.

  1. Manometer.

Manometer IDM ThermalManometer adalah alat pengukur tekanan. Alat ini digunakan sebagai alat untuk menunjukan tekanan bahan bakar pada thermal oil heater. Pemasangan manometer ini di tujukan agar besar kecilnya tekanan di dalam thermal oil heater dapat di ketahui sehingga memudahkan untuk mengontrolnya.

  1. Gelas Penduga (Sight Glass).

Gelas Penduga Bejana IDM

Gelas penduga dipasang pada samping tangki bahan bakar dan tangki ekspansi yang berfungsi untuk mengetahui ketinggian bahan bakar atau oli di dalam tangki. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengontrolan ketinggian bahan bakar atau oli dalam tangki selama thermal oil heater sedang beroperasi. Gelas penduga ini harus dicuci secara berkala untuk menghindari terjadinya penyumbatan yang membuat level oli atau bahan bakar tidak dapat dibaca.

 

  1. Pompa Sirkulasi (Circulating Pump)

IDM Thermal Oil PumpPompa Sirkulasi (Circulating Pump) adalah bagian terpenting dari sistem thermal oil heater karena akan menentukan kelancaran thermal oil heater sistem.

 Gambar 12 Pompa sirkulasi (Circulating Pump)

  1. Emergency Stop

IDM Emergency -stop-buttonEmergency Stop ini digunakan untuk melindungi thermal oil heater, karena apabila burner terus bekerja ketika aliran berkurang / tidak ada aliran, maka oli didalam pipa akan mengalami akan mengalami overheating yang akan menyebabkan terjadinya oil coking atau pengarangan.

 

  1. Flow Control

IDM differential pressure
IDM differential pressure

Untuk menghindari semua insiden diatas, yang mungkin terjadi karena problem tidak ada aliran, maka harus dibuatkan interlock low flow shutdown pada burner safety. Sistem yang paling efektif adalah pressure sensor karena sudah terbukti menjadi sistem yang dapat diandalkan untuk jangka Panjang.

Untuk memberikan indikasi dari keadaan no flow, pabrik dapat memasang pressure

sensor. Ada beberapa cara pemasangan flow control:

1) Mechanical flow switch pada aliran utama oli.

2) Differential pressure flow switch.

3) High Pressure Regulating Valve antara line suction dan discharge pompa.

  1. Panel Kontrol Listrik

Panel Control IDM Boiler
Panel Control IDM Boiler

Panel Kontrol Listrik fungsi yang paling utama ialah sebagai sumber distribusi

listrik dan sebagai pengontrol utama dari semua komponen unit thermal oil

heater.

Gambar 14 Panel Kontrol Listrik

  1. Filter bahan bakar

Filter Solar Oil Burner
Filter Solar Oil Burner

Filter berfungsi Sebagai penyaring bahan bakar (MFO) dari kotoran-kotoran

yang terkandung didalam bakar sebelum dialirkan ke burner.

  1. MFO Daily Tank

MFO Daily Tank berfungsi sebagai penampung bahan bakar sebelum ditransfer

oleh pompa bahan bakar menuju ke burner dan sebelum menuju ke burner

MFO dipanaskan menggunakan steam.

 Gambar 16 MFO Daily Tank

Temperatur pada Thermal Oil Heater

PengertianNya

Temperatur adalah besaran fisika yang menunjukkan tingkat panas atau dinginnya suatu benda. Dalam sistem Thermal Oil Heater, temperatur merupakan parameter utama yang menentukan efektivitas perpindahan panas dari Heat Transfer Oil ke peralatan proses industri.

Secara ilmiah, temperatur berkaitan dengan energi kinetik rata-rata molekul. Semakin tinggi temperatur suatu fluida, semakin besar energi kinetik molekulnya sehingga kemampuan fluida tersebut untuk mentransfer panas juga semakin tinggi.

Dalam aplikasi industri, satuan temperatur yang paling umum digunakan adalah derajat Celsius (°C). Thermal Oil Heater umumnya beroperasi pada temperatur 150°C hingga 350°C, tergantung jenis fluida termal, spesifikasi peralatan, dan kebutuhan proses produksi.

Penyebab Temperatur Menurun pada Thermal Oil Heater

Penurunan temperatur pada Thermal Oil Heater dapat mengurangi efisiensi sistem dan memengaruhi kualitas proses produksi. Penyebabnya tidak hanya berasal dari burner, tetapi juga dari kondisi perpindahan panas, sirkulasi fluida, dan sistem pembakaran.

Beberapa penyebab yang paling umum antara lain:

1. Endapan Jelaga pada Coil Pemanas

Jelaga (soot) yang menempel pada permukaan coil menghambat perpindahan panas dari gas hasil pembakaran ke thermal oil. Semakin tebal lapisan jelaga, semakin rendah efisiensi pemanasan sehingga temperatur outlet thermal oil akan menurun.

Solusi:

  • Membersihkan coil secara berkala.
  • Menyetel rasio udara dan bahan bakar agar pembakaran lebih sempurna.
  • Melakukan inspeksi ruang bakar secara rutin.

2. Pembakaran Burner Tidak Sempurna

Pembakaran yang tidak sempurna menyebabkan panas yang dihasilkan burner tidak maksimal. Penyebabnya dapat berupa tekanan bahan bakar yang tidak sesuai, pengaturan udara yang kurang tepat, atau nozzle burner yang aus maupun tersumbat.

Solusi:

  • Kalibrasi burner secara berkala.
  • Membersihkan atau mengganti nozzle.
  • Mengatur rasio udara dan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan.

3. Filter Bahan Bakar Kotor

Filter yang tersumbat akan mengurangi aliran bahan bakar menuju burner sehingga nyala api menjadi tidak stabil dan kapasitas panas menurun.

Solusi:

  • Membersihkan atau mengganti filter secara berkala.
  • Memastikan kualitas bahan bakar tetap baik.

4. Debit Sirkulasi Thermal Oil Tidak Mencukupi

Pompa sirkulasi yang mengalami penurunan performa atau adanya penyumbatan pada jalur pipa dapat mengurangi aliran thermal oil. Akibatnya distribusi panas menjadi tidak merata dan temperatur proses turun.

Solusi:

  • Memeriksa kondisi pompa dan impeller.
  • Membersihkan strainer serta jalur pipa.
  • Memastikan kapasitas aliran sesuai desain.

5. Heat Transfer Oil Mengalami Degradasi

Thermal oil yang telah digunakan dalam waktu lama dapat mengalami oksidasi atau degradasi akibat temperatur tinggi. Kondisi ini menurunkan kemampuan fluida dalam menghantarkan panas.

Solusi:

  • Melakukan analisis kualitas thermal oil secara berkala.
  • Mengganti thermal oil apabila sifat fisiknya sudah tidak memenuhi spesifikasi.

6. Kehilangan Panas pada Sistem

Isolasi yang rusak atau tidak memadai pada pipa, valve, dan tangki akan meningkatkan kehilangan panas ke lingkungan sehingga temperatur thermal oil menurun sebelum mencapai titik proses.

Solusi:

  • Memperbaiki atau mengganti material insulasi.
  • Memeriksa kebocoran panas pada seluruh jaringan pipa.

7. Beban Proses Melebihi Kapasitas Heater

Jika kebutuhan panas proses lebih besar daripada kapasitas Thermal Oil Heater, temperatur sistem akan sulit mencapai set point yang diinginkan.

Solusi:

  • Menghitung kembali kebutuhan beban panas (heat load).
  • Menggunakan Thermal Oil Heater dengan kapasitas yang sesuai.

Dampak Penurunan Temperatur

Apabila temperatur Thermal Oil Heater tidak mencapai nilai yang dirancang, beberapa dampak yang dapat terjadi adalah:

  • Waktu pemanasan menjadi lebih lama.
  • Kapasitas produksi menurun.
  • Konsumsi bahan bakar meningkat.
  • Kualitas produk tidak konsisten.
  • Burner bekerja lebih lama sehingga mempercepat keausan komponen.
  • Biaya operasional menjadi lebih tinggi.

Cara Menjaga Temperatur Tetap Stabil

Agar Thermal Oil Heater bekerja secara optimal, lakukan langkah-langkah berikut:

  • Membersihkan ruang bakar dan coil secara berkala.
  • Melakukan tuning burner untuk memperoleh pembakaran yang efisien.
  • Mengganti filter bahan bakar sesuai jadwal perawatan.
  • Memeriksa performa pompa sirkulasi dan laju aliran thermal oil.
  • Menguji kualitas thermal oil secara berkala dan menggantinya bila diperlukan.
  • Memastikan insulasi pipa dan tangki tetap dalam kondisi baik.
  • Melakukan kalibrasi sensor temperatur dan instrumen kontrol secara rutin.

Penanganan Temperatur Menurun pada Thermal Oil Heater

Penurunan temperatur pada Thermal Oil Heater dapat menyebabkan proses produksi menjadi tidak optimal, meningkatkan konsumsi bahan bakar, serta menurunkan efisiensi perpindahan panas. Oleh karena itu, setiap penyebab harus segera diidentifikasi dan ditangani dengan prosedur perawatan yang tepat agar sistem kembali bekerja pada kondisi normal.

1. Endapan Jelaga pada Coil Pemanas

Selama proses pembakaran, abu dan jelaga (soot) dapat menempel pada permukaan coil pemanas. Lapisan jelaga ini bertindak sebagai isolator sehingga menghambat perpindahan panas dari gas hasil pembakaran ke Heat Transfer Oil. Akibatnya, temperatur thermal oil menurun meskipun burner bekerja pada kapasitas yang sama.

Penanganan

Lakukan pembersihan (cleaning) pada ruang bakar dan permukaan coil secara berkala dengan langkah-langkah berikut:

  • Matikan Thermal Oil Heater dan pastikan unit telah dingin.
  • Lepaskan burner dari ruang bakar.
  • Buka akses ruang pembakaran sesuai prosedur.
  • Bersihkan permukaan coil menggunakan sikat kawat (wire brush) atau peralatan pembersih yang sesuai.
  • Gunakan kompresor udara bertekanan untuk menghilangkan sisa abu dan debu.
  • Periksa kondisi coil terhadap retak, korosi, atau deformasi sebelum burner dipasang kembali.

Pembersihan rutin akan meningkatkan efisiensi perpindahan panas dan menurunkan konsumsi bahan bakar.

2. Pengabutan Bahan Bakar Tidak Sempurna

Pengabutan (atomization) yang tidak sempurna menyebabkan pembakaran menjadi tidak optimal sehingga panas yang dihasilkan burner berkurang. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh nozzle yang kotor, elektroda pengapian tidak sesuai, atau adanya endapan pada burner.

Penanganan

Lakukan pemeriksaan dan perawatan burner secara berkala, meliputi:

  • Membersihkan Nozzle Tip dan Nozzle Pipe.
  • Mengganti nozzle apabila sudah aus atau mengalami kerusakan.
  • Membersihkan ruang burner dari kerak dan endapan karbon.
  • Memeriksa serta menyetel jarak elektroda (ignition electrode) sesuai rekomendasi pabrikan.
  • Memastikan tekanan bahan bakar sesuai spesifikasi burner.
  • Membersihkan filter bahan bakar sebelum masuk ke burner.

Burner yang bersih dan terkalibrasi dengan baik akan menghasilkan nyala api yang stabil dan efisiensi pembakaran yang tinggi.

3. Filter Bahan Bakar Kotor

Filter bahan bakar berfungsi menyaring kotoran sebelum bahan bakar masuk ke burner. Filter yang tersumbat akan mengurangi debit bahan bakar sehingga pembakaran menjadi tidak stabil dan temperatur Thermal Oil Heater menurun.

Penanganan

Lakukan pembersihan filter secara berkala, minimal setiap satu bulan atau menyesuaikan kondisi operasi.

Langkah-langkahnya:

  1. Matikan sistem dan lepaskan filter dari rumah filter.
  2. Rendam filter menggunakan solar atau cairan pembersih selama 30–60 menit.
  3. Bersihkan filter menggunakan udara bertekanan (compressed air) dari arah berlawanan dengan aliran bahan bakar.
  4. Pastikan seluruh kerak dan kotoran telah hilang.
  5. Pasang kembali filter dan lakukan pemeriksaan kebocoran sebelum sistem dioperasikan.

Apabila filter sudah rusak atau tidak dapat dibersihkan secara maksimal, sebaiknya dilakukan penggantian dengan filter baru.

Pengertian Sistem Perawatan (Maintenance)

Perawatan (maintenance) merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan menjaga agar mesin dan peralatan tetap bekerja sesuai dengan kapasitas desainnya, mencegah kerusakan mendadak, serta memperpanjang umur pakai peralatan.

Dalam sistem Thermal Oil Heater, program perawatan yang terencana akan meningkatkan efisiensi pembakaran, menjaga kestabilan temperatur, mengurangi konsumsi bahan bakar, serta meminimalkan risiko downtime produksi.

Tujuan Maintenance Thermal Oil Heater

Program pemeliharaan yang baik bertujuan untuk:

  • Menjaga efisiensi perpindahan panas.
  • Memastikan burner bekerja secara optimal.
  • Mempertahankan temperatur proses sesuai kebutuhan.
  • Mengurangi konsumsi bahan bakar.
  • Memperpanjang umur Thermal Oil Heater.
  • Mengurangi biaya perbaikan akibat kerusakan besar.
  • Meningkatkan keselamatan operasi.

Jenis Perawatan Thermal Oil Heater

1. Preventive Maintenance

Perawatan yang dilakukan secara terjadwal sebelum terjadi kerusakan, seperti:

  • Membersihkan burner.
  • Membersihkan coil pemanas.
  • Membersihkan filter bahan bakar.
  • Memeriksa pompa sirkulasi.
  • Memeriksa kualitas Heat Transfer Oil.
  • Kalibrasi sensor temperatur.
  • Pemeriksaan sistem kontrol.

2. Corrective Maintenance

Perawatan yang dilakukan apabila ditemukan gangguan atau kerusakan, antara lain:

  • Penggantian nozzle burner.
  • Penggantian pompa sirkulasi.
  • Perbaikan panel kontrol.
  • Penggantian thermal oil yang telah mengalami degradasi.
  • Perbaikan kebocoran pipa atau flange.

3. Predictive Maintenance

Perawatan berdasarkan hasil inspeksi dan pemantauan kondisi peralatan menggunakan data operasional, seperti:

  • Analisis kualitas thermal oil.
  • Monitoring temperatur inlet dan outlet.
  • Monitoring tekanan pompa.
  • Analisis getaran pompa.
  • Pemeriksaan emisi gas buang.
  • Pengukuran efisiensi pembakaran burner.

Jadwal Perawatan yang Disarankan

KegiatanFrekuensi
Pemeriksaan burnerHarian
Pemeriksaan temperatur dan tekananHarian
Membersihkan filter bahan bakarBulanan
Membersihkan ruang bakar dan coil3–6 bulan
Pemeriksaan pompa sirkulasi6 bulan
Analisis kualitas thermal oil6–12 bulan
Kalibrasi instrumen kontrolTahunan
Pemeriksaan menyeluruh (Overhaul)1–2 tahun

Fungsi Perawatan (Maintenance) pada Thermal Oil Heater

Berdasarkan berbagai konsep pemeliharaan, dapat disimpulkan bahwa maintenance merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menjaga, merawat, dan memperbaiki peralatan agar selalu berada dalam kondisi operasi yang optimal. Tujuan utamanya adalah memastikan proses produksi dapat berjalan secara efektif, efisien, aman, dan menghasilkan produk dengan kualitas yang konsisten.

Pada Thermal Oil Heater, program maintenance yang terencana sangat penting untuk menjaga kestabilan temperatur, meningkatkan efisiensi pembakaran, memperpanjang umur komponen, serta mengurangi risiko kerusakan yang dapat menyebabkan penghentian proses produksi (downtime).

Fungsi Perawatan Thermal Oil Heater

Pelaksanaan maintenance secara rutin memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Memperpanjang umur ekonomis Thermal Oil Heater dan seluruh komponennya.
  • Menjaga efisiensi perpindahan panas sehingga konsumsi bahan bakar tetap optimal.
  • Memastikan burner, pompa sirkulasi, panel kontrol, dan sistem keselamatan selalu berfungsi dengan baik.
  • Mengurangi risiko kerusakan mendadak yang dapat menghentikan proses produksi.
  • Menjaga temperatur proses tetap stabil sesuai kebutuhan produksi.
  • Menekan biaya operasional dan biaya perbaikan akibat kerusakan besar.
  • Meningkatkan keselamatan operator serta keandalan sistem secara keseluruhan.
  • Mendukung kontinuitas produksi dengan meminimalkan downtime.

Jenis-Jenis Perawatan Thermal Oil Heater

Secara umum, sistem perawatan Thermal Oil Heater dapat dibagi menjadi dua kategori utama.

1. Preventive Maintenance (Perawatan Pencegahan)

Preventive Maintenance merupakan kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara terjadwal untuk mencegah terjadinya kerusakan atau penurunan performa peralatan. Tujuannya adalah menjaga seluruh komponen tetap bekerja sesuai spesifikasi sebelum terjadi gangguan.

Contoh Preventive Maintenance pada Thermal Oil Heater meliputi:

  • Membersihkan burner dan ruang bakar.
  • Membersihkan coil dari endapan jelaga.
  • Membersihkan atau mengganti filter bahan bakar.
  • Memeriksa kondisi nozzle dan elektroda pengapian.
  • Memeriksa pompa sirkulasi thermal oil.
  • Menguji kualitas Heat Transfer Oil.
  • Memeriksa expansion tank dan level thermal oil.
  • Mengkalibrasi sensor temperatur dan pressure gauge.
  • Memeriksa sistem kontrol, panel listrik, dan perangkat keselamatan.

Keuntungan Preventive Maintenance

  • Mengurangi risiko kerusakan mendadak.
  • Mempertahankan efisiensi pembakaran.
  • Menjaga temperatur proses tetap stabil.
  • Menghemat konsumsi bahan bakar.
  • Memperpanjang umur peralatan.
  • Mengurangi biaya perbaikan.

2. Corrective Maintenance (Perawatan Korektif)

Corrective Maintenance adalah kegiatan perbaikan yang dilakukan setelah terjadi kerusakan atau ketika suatu komponen tidak lagi berfungsi sesuai spesifikasi.

Contoh Corrective Maintenance pada Thermal Oil Heater meliputi:

  • Penggantian nozzle burner yang aus.
  • Perbaikan atau penggantian pompa sirkulasi.
  • Penggantian sensor temperatur yang rusak.
  • Perbaikan panel kontrol.
  • Penggantian gasket atau flange yang bocor.
  • Penggantian Heat Transfer Oil yang telah mengalami degradasi.
  • Perbaikan sistem perpipaan atau sambungan yang mengalami kebocoran.

Corrective Maintenance bertujuan mengembalikan peralatan ke kondisi operasi normal secepat mungkin agar proses produksi dapat berjalan kembali.

Pentingnya Program Maintenance

Pelaksanaan maintenance secara berkala memberikan dampak positif terhadap kinerja Thermal Oil Heater, antara lain:

Sebelum MaintenanceSetelah Maintenance
Temperatur tidak stabilTemperatur stabil
Konsumsi bahan bakar tinggiLebih hemat energi
Burner sering mengalami gangguanPembakaran optimal
Efisiensi perpindahan panas menurunEfisiensi meningkat
Risiko downtime tinggiOperasi lebih andal
Biaya perbaikan besarBiaya operasional lebih rendah

PT Indira Mitra Boiler
Industrial Heating System Specialist
Office:Emerald Residence Sepatan Ruko 8i, Kosambi Tangerang
Phone: (021) 352 95874
WhatsApp : +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
Workshop : Tangerang – Indonesia
Website : www.indiramitraboiler.co.id
Website : www.burner.co.id
Email : info@indira.co.id | idmratman@gmail.com
YouTube : https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

Scroll to Top