Yuema Gear Pump 2CY – Pompa Roda Gigi untuk Oli, Fuel Oil, dan Sistem Hidrolik
Yuema Gear Pump 2CY merupakan pompa roda gigi atau gear pump yang dirancang untuk memindahkan cairan pelumas non-korosif maupun fluida sejenis yang tidak mengandung partikel padat dan serat. Pompa ini dapat digunakan pada berbagai sistem pemindahan oli dan aplikasi industri yang membutuhkan aliran fluida dengan viskositas tertentu.
Dalam aplikasi industri, gear pump banyak digunakan karena konstruksinya relatif sederhana, mampu menghasilkan aliran yang stabil, serta dapat menangani fluida dengan viskositas lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis pompa lainnya.
Yuema 2CY Gear Pump dapat menjadi salah satu pilihan untuk kebutuhan oil transfer, lubrication system, hydraulic system, fuel oil circulation, thermal oil system, dan berbagai aplikasi pemindahan fluida lainnya, dengan catatan spesifikasi pompa harus disesuaikan dengan karakteristik fluida dan kondisi operasi.

Jual Yuema Gear Pump 2CY Indonesia
Bejo Burner menyediakan kebutuhan Yuema Gear Pump 2CY untuk berbagai aplikasi industri, termasuk kebutuhan pompa oli, fuel oil, lubrication system, burner, boiler, thermal oil heater, dan sistem pemindahan fluida.
Selain supply unit, kebutuhan dapat disesuaikan untuk:
- Replacement gear pump
- Spare part pompa
- Oil transfer system
- Fuel oil system
- Burner fuel supply
- Lubrication system
- Hydraulic system
- Thermal oil circulation
- Industrial heating system
- Retrofit pompa existing
Untuk menentukan tipe Yuema Gear Pump yang tepat, sebaiknya tersedia data jenis fluida, viskositas, temperatur, kapasitas flow, tekanan kerja, RPM, motor penggerak, serta ukuran koneksi pipa.
Apa Itu Yuema Gear Pump 2CY?
Gear pump adalah jenis pompa positive displacement yang menggunakan dua atau lebih roda gigi untuk memindahkan fluida dari sisi inlet menuju outlet.
Pada saat roda gigi berputar, fluida masuk ke area di sekitar gigi dan kemudian dibawa menuju sisi discharge. Fluida tidak dipindahkan melalui bagian tengah gigi, melainkan melalui ruang di antara gigi dan casing pompa.
Secara sederhana, prinsip kerjanya dapat digambarkan:
Inlet → Gear Berputar → Fluida Terperangkap di Celah Gear → Outlet → Discharge
Karena menggunakan prinsip positive displacement, kapasitas aliran gear pump sangat berkaitan dengan displacement pompa dan kecepatan putaran.
Fitur Yuema Gear Pump 2CY
Yuema 2CY memiliki konstruksi yang dirancang untuk aplikasi pemindahan fluida dan pelumasan.
Beberapa bagian utama pompa terdiri dari:
- Gear
- Shaft atau gandar
- Pump body
- Pump cover
- Bearing sleeve
- Shaft-end seal
- Internal flow passage
- Gear chamber
Gear yang mendapatkan perlakuan nitriding memiliki peningkatan kekerasan permukaan dan ketahanan terhadap keausan dibandingkan material yang tidak mendapatkan perlakuan tersebut.
Konstruksi ini membantu gear bekerja dalam kondisi operasi yang membutuhkan ketahanan terhadap gesekan.
Prinsip Kerja Gear Pump 2CY
Ketika motor menggerakkan shaft pompa, gear akan mulai berputar.
Pada sisi inlet, tekanan relatif lebih rendah sehingga fluida masuk ke ruang gear.
Fluida kemudian dibawa oleh ruang di antara gigi dan casing menuju sisi discharge.
Ketika gear bertemu kembali pada sisi outlet, fluida didorong keluar menuju sistem.
Proses ini berlangsung secara kontinu selama pompa berputar.
Alur kerja sederhana
Motor
↓
Shaft
↓
Gear
↓
Fluida masuk melalui inlet
↓
Fluida dipindahkan oleh gear
↓
Fluida keluar melalui discharge
Konstruksi Bearing Yuema 2CY
Salah satu bagian penting pada konstruksi Yuema Gear Pump 2CY adalah bearing sleeve.
Empat bearing sleeve digunakan dalam konstruksi pompa dan berfungsi mendukung shaft/gear selama pompa beroperasi.
Konstruksi bearing harus mampu bekerja sesuai dengan beban dan tekanan sistem.
Pada kondisi operasi tertentu, clearance antara komponen pompa akan berpengaruh terhadap:
- Efisiensi volumetrik
- Leakage internal
- Temperatur pompa
- Kapasitas flow
- Umur komponen
- Kondisi bearing
Karena itu, kondisi bearing sleeve menjadi salah satu bagian yang perlu diperiksa ketika gear pump mengalami penurunan performa.
Fluida yang Dapat Digunakan
Yuema Gear Pump 2CY ditujukan untuk pelumas non-korosif atau cairan sejenis yang tidak mengandung partikel padat dan serat.
Aplikasi dapat mencakup fluida seperti:
- Lubricating oil
- Industrial oil
- Fuel oil tertentu
- Hydraulic oil
- Gear oil
- Circulation oil
- Thermal oil tertentu sesuai kompatibilitas material dan temperatur
Namun, tidak semua jenis oli otomatis cocok untuk 2CY.
Pemilihan pompa harus mempertimbangkan:
- Viskositas fluida
- Temperatur fluida
- Tekanan suction
- Tekanan discharge
- Flow rate
- Karakteristik kimia fluida
- Kandungan partikel
- Material seal
- Material gear
- Kecepatan putaran pompa
Rentang Viskositas
Data aplikasi Yuema 2CY yang diberikan menunjukkan penggunaan untuk fluida dengan viskositas sekitar 5–1.500 cSt, dengan temperatur fluida di bawah sekitar 80°C untuk konfigurasi aplikasi tersebut.
Nilai aktual harus tetap diverifikasi terhadap model pompa, material seal, RPM, tekanan, dan kondisi operasi.
Hal ini penting karena viskositas sangat berpengaruh terhadap karakteristik gear pump.
Fluida terlalu encer
Jika fluida terlalu encer, internal leakage dapat meningkat sehingga efisiensi volumetrik menurun.
Fluida terlalu kental
Jika fluida terlalu kental, pompa membutuhkan torque lebih besar dan suction condition menjadi lebih kritis.
Karena itu, pemilihan gear pump tidak cukup hanya berdasarkan kapasitas L/min.
Yuema Gear Pump untuk Fuel Oil
Yuema Gear Pump dapat digunakan pada sistem fuel oil karena prinsip kerja positive displacement gear pump sesuai untuk pemindahan berbagai jenis fluida berbasis minyak, termasuk fuel oil dengan viskositas tertentu.
Pada aplikasi oil burner, boiler burner, thermal oil heater, hot oil system, dan industrial furnace, gear pump berfungsi untuk menyediakan aliran fuel dan tekanan yang dibutuhkan oleh sistem pembakaran.
Gear pump tidak bekerja sendiri. Pompa merupakan bagian dari fuel supply system yang harus disesuaikan dengan kapasitas burner, jenis bahan bakar, viskositas, temperatur fuel, tekanan operasi, serta konfigurasi return line.
Yuema Gear Pump untuk Burner
Pada burner oil, pompa fuel merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pembakaran.
Fuel pump harus menyediakan kondisi supply yang sesuai dengan kebutuhan burner.
Kinerja pompa dapat mempengaruhi:
- Fuel pressure
- Fuel flow
- Atomization
- Flame stability
- Burner capacity
- Combustion quality
Karena itu, penggantian pompa burner harus dilakukan berdasarkan data burner dan fuel system existing.
Jangan hanya mengganti pompa berdasarkan ukuran body atau diameter pipa.
Yuema Gear Pump untuk Boiler
Pada boiler berbahan bakar minyak, gear pump dapat digunakan dalam sistem fuel oil supply.
Misalnya pada boiler dengan burner diesel, light oil, atau heavy oil tertentu, sistem fuel dapat membutuhkan pompa untuk memindahkan bahan bakar dari storage tank menuju burner.
Untuk boiler kapasitas besar, sistem fuel oil biasanya memiliki komponen tambahan seperti:
- Fuel storage tank
- Day tank
- Fuel pump
- Strainer
- Filter
- Heater
- Pressure gauge
- Pressure regulator
- Safety valve
- Return line
- Fuel burner
Untuk heavy fuel oil, sistem juga dapat membutuhkan fuel oil heater agar viskositas turun sehingga bahan bakar dapat dipompa dan diatomisasi dengan baik.
Yuema Gear Pump untuk Thermal Oil System
Pada sistem thermal oil, pemilihan pompa harus dilakukan lebih hati-hati karena temperatur fluida dapat jauh lebih tinggi daripada aplikasi oli biasa.
Thermal oil circulation pump umumnya harus dirancang untuk:
- Temperatur tinggi
- Continuous operation
- Flow besar
- Tekanan tertentu
- Thermal expansion
- Mechanical seal sesuai temperatur
Karena itu, Yuema 2CY tidak boleh langsung dianggap sebagai thermal oil circulation pump hanya karena mampu memindahkan oil.
Jika digunakan untuk thermal oil, harus dipastikan model, seal, bearing, temperatur, dan konfigurasi pompa memang sesuai.
Untuk aplikasi thermal oil bertekanan dan temperatur tinggi, biasanya diperlukan pompa yang memang dirancang khusus untuk hot oil circulation.
Yuema Gear Pump untuk Hydraulic System
Gear pump juga banyak digunakan pada sistem hidrolik.
Pada hydraulic system, pompa harus menghasilkan flow dan pressure sesuai kebutuhan actuator.
Aplikasi dapat ditemukan pada:
- Hydraulic power unit
- Hydraulic press
- Hydraulic lifting system
- Industrial machinery
- Hydraulic control system
Namun, hydraulic application memiliki persyaratan pressure yang berbeda-beda.
Karena itu, pemilihan Yuema 2CY harus berdasarkan pressure rating dan flow requirement, bukan hanya berdasarkan kapasitas nominal pompa.
Keunggulan Gear Pump
Gear pump memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya banyak digunakan pada aplikasi industri.
1. Konstruksi relatif sederhana
Komponen utama gear pump relatif sederhana dibandingkan beberapa jenis pompa lainnya.
Hal ini memudahkan:
- Inspection
- Maintenance
- Replacement
- Troubleshooting
2. Cocok untuk fluida viscous
Gear pump dapat digunakan untuk berbagai fluida dengan viskositas lebih tinggi, selama masih berada dalam batas desain pompa.
3. Flow stabil
Sebagai positive displacement pump, gear pump dapat memberikan aliran yang relatif stabil.
4. Cocok untuk oil transfer
Gear pump sangat umum digunakan pada sistem pemindahan oli dan fuel oil.
5. Dapat digunakan pada sistem industri
Aplikasinya dapat mencakup burner, boiler, hydraulic system, lubrication, oil transfer, dan equipment thermal tertentu.
Kekurangan Gear Pump
Selain keunggulannya, gear pump juga memiliki keterbatasan.
Gear pump tidak cocok untuk semua jenis fluida.
Fluida yang mengandung banyak partikel abrasive dapat mempercepat keausan gear dan bearing.
Fluida yang terlalu korosif juga membutuhkan material khusus.
Selain itu, gear pump membutuhkan perhatian terhadap kondisi suction.
Jika suction terlalu buruk, dapat terjadi:
- Cavitation
- Noise
- Vibration
- Flow reduction
- Seal damage
- Gear damage
Pentingnya Suction pada Gear Pump
Suction merupakan bagian yang sangat penting pada positive displacement pump.
Pipa suction yang terlalu kecil atau terlalu panjang dapat meningkatkan pressure loss.
Hal ini dapat menyebabkan pompa kesulitan menarik fluida.
Untuk aplikasi oli yang viscous, masalah suction dapat menjadi semakin besar.
Beberapa faktor yang perlu diperiksa:
- Diameter suction pipe
- Panjang suction pipe
- Jumlah elbow
- Strainer
- Posisi tank
- Temperatur fluida
- Viskositas
- NPSH condition
Masalah yang Sering Terjadi pada Gear Pump
Beberapa gejala yang sering ditemukan antara lain:
Flow berkurang
Kemungkinan penyebab:
- Internal wear
- Gear aus
- Bearing aus
- Suction tersumbat
- Filter kotor
- Viskositas tidak sesuai
- RPM terlalu rendah
Pressure tidak tercapai
Periksa:
- Relief valve
- Pressure regulator
- Internal clearance
- Gear condition
- Suction condition
- Motor RPM
Pompa berisik
Kemungkinan penyebab:
- Cavitation
- Suction restriction
- Bearing rusak
- Gear damage
- Misalignment
Pompa terlalu panas
Periksa:
- Viskositas fluida
- Discharge pressure
- Bearing
- Mechanical seal
- Internal friction
- Relief valve
Cara Menentukan Kapasitas Yuema Gear Pump
Pemilihan gear pump sebaiknya dimulai dari kebutuhan sistem.
Data minimal yang diperlukan:
1. Flow Rate
Tentukan kebutuhan aliran, misalnya:
10 L/min, 20 L/min, 50 L/min, 100 L/min, atau sesuai kebutuhan equipment.
2. Pressure
Tentukan tekanan discharge yang dibutuhkan.
Misalnya:
3 bar, 5 bar, 10 bar, atau sesuai sistem.
3. Viskositas
Data viskositas sangat penting.
Contoh:
100 cSt, 300 cSt, 500 cSt, 1.000 cSt, dan seterusnya.
4. Temperatur
Temperatur fluida mempengaruhi viskositas dan kemampuan seal.
5. RPM
RPM menentukan kapasitas aktual gear pump.
6. Motor
Motor harus memiliki daya yang cukup untuk menggerakkan pompa pada kondisi operasi tersebut.
Rumus Dasar Daya Pompa
Untuk estimasi sederhana, hydraulic power dapat dihitung berdasarkan:
P = Q × ΔP
Dalam aplikasi nyata, daya motor perlu memperhitungkan efisiensi pompa dan sistem.
Semakin besar:
- Flow
- Pressure
- Viscosity
- RPM
maka kebutuhan torque dan daya motor dapat meningkat.
Untuk aplikasi aktual, perhitungan harus dilakukan berdasarkan kurva dan data teknis model pompa yang dipilih.
Pemilihan Motor untuk Yuema Gear Pump
Motor penggerak harus disesuaikan dengan kebutuhan torque pompa.
Parameter motor:
- Power
- Voltage
- Frequency
- RPM
- Starting torque
- Protection
- Mounting
Motor yang terlalu kecil dapat mengalami:
- Overload
- Overheating
- Trip
- Low RPM
Sedangkan motor yang lebih besar tidak otomatis membuat pompa lebih baik. Yang terpenting adalah pump duty point sesuai dengan kebutuhan sistem.
Yuema Gear Pump KCB
Selain Yuema Gear Pump 2CY, terdapat seri Yuema KCB yang banyak dikenal untuk aplikasi pemindahan oli dan fuel oil.
KCB dapat digunakan pada berbagai sistem oil transfer sesuai dengan model dan spesifikasinya.
Aplikasi dapat mencakup:
- Fuel oil transfer
- Lubricating oil
- Oil circulation
- Industrial oil
- Fuel supply system
Pemilihan KCB tetap harus berdasarkan flow, pressure, viscosity, temperature, dan RPM.
Yuema Gear Pump YCB
Yuema YCB Gear Pump merupakan jenis gear pump lainnya untuk aplikasi pemindahan fluida.
Dalam sistem industri, model YCB dapat digunakan sesuai konfigurasi dan spesifikasi model.
Untuk kebutuhan replacement, pemeriksaan nameplate pompa existing sangat dianjurkan.
Yuema Helical Gear
Selain gear pump, Yuema juga memiliki berbagai produk transmisi dan gear reducer.
Beberapa model yang dapat menjadi bagian dari lini produk Yuema antara lain:
- Yuema Helical Bevel Gear TK
- Yuema Helical Gear TR
- Yuema Helical Hypoid Gear TKM
- Yuema Helical-Worm Gear TS
- Yuema Mini Helical Gear CHC
- Yuema Mini Helical Gear G3
- Yuema Parallel Shaft Helical Gear TF
- Yuema Single Stage Helical Gear TRX
- Yuema Worm Gear MRV
- Yuema Worm Gear MWM
Produk-produk tersebut berbeda fungsi dengan 2CY Gear Pump.
Gear pump digunakan untuk memindahkan fluida, sedangkan gear reducer digunakan untuk transmisi torque dan pengurangan kecepatan.
Daftar Produk Yuema
Beberapa produk Yuema yang dapat dicari berdasarkan kebutuhan aplikasi antara lain:
- Yuema Gear Pump 2CY
- Yuema Gear Pump KCB
- Yuema Gear Pump YCB
- Yuema Helical Bevel Gear TK
- Yuema Helical Gear TR
- Yuema Helical Hypoid Gear TKM
- Yuema Helical-Worm Gear TS
- Yuema Mini Helical Gear CHC
- Yuema Mini Helical Gear G3
- Yuema Parallel Shaft Helical Gear TF
- Yuema Vortex Pump
- Yuema XA
- Yuema Y
- Yuema Y3
- Yuema Y3A
- Yuema YAB
- Yuema YAL
- Yuema YBA
- Yuema YBD
- Yuema YU
- Yuema UDL Speed Variator
- Yuema Worm Gear MRV
- Yuema Worm Gear MWM
Yuema Gear Pump vs Centrifugal Pump
Gear pump dan centrifugal pump memiliki prinsip kerja yang berbeda.
| Parameter | Gear Pump | Centrifugal Pump |
|---|---|---|
| Prinsip | Positive displacement | Dynamic pump |
| Cocok untuk | Oil/viscous fluid | Water/fluid encer |
| Flow | Relatif stabil | Bergantung sistem |
| Viskositas tinggi | Lebih sesuai | Terbatas |
| Pressure | Sesuai displacement | Bergantung impeller |
| Self-priming | Tergantung desain | Umumnya perlu perhatian suction |
| Aplikasi oil | Sangat umum | Tergantung viskositas |
Untuk oli dengan viskositas tinggi, gear pump sering lebih sesuai dibandingkan centrifugal pump.
Namun untuk air atau fluida dengan viskositas rendah dan kebutuhan flow besar, centrifugal pump sering menjadi pilihan yang lebih ekonomis.
Yuema Gear Pump 2CY untuk Sistem Burner Oil Industri
Yuema Gear Pump 2CY merupakan pompa roda gigi yang dapat digunakan untuk sistem pemindahan, transfer, boosting, dan suplai bahan bakar minyak pada berbagai aplikasi industri. Pada sistem burner oil, gear pump berfungsi menyediakan aliran fuel dengan tekanan yang sesuai sehingga bahan bakar dapat disuplai secara stabil menuju sistem burner.
Pemilihan pompa fuel oil tidak cukup hanya berdasarkan kapasitas aliran. Sistem harus mempertimbangkan jenis fuel, viskositas, temperatur, tekanan kerja, panjang pipa, ukuran nozzle, sistem return, serta kebutuhan burner.
Yuema 2CY dapat digunakan sebagai bagian dari fuel oil supply system, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan pemompaan fluida dengan karakteristik viskositas tertentu. Data aplikasi 2CY yang tersedia menyebutkan penggunaan untuk transfer/booster pump pada oil delivery system serta fuel pump untuk delivery, pressurization, dan injection pada fuel supply system.
Sistem Yuema Gear Pump pada Burner Oil
Pada aplikasi burner oil, pompa sebaiknya tidak dipandang sebagai komponen yang berdiri sendiri. Gear pump merupakan salah satu bagian dari keseluruhan sistem suplai bahan bakar.
Contoh konfigurasi dasar:
Fuel Tank
↓
Fuel Strainer
↓
Yuema Gear Pump
↓
Fuel Filter
↓
Pressure Regulator / Relief Valve
↓
Solenoid Valve
↓
Burner
↓
Return Line
↓
Fuel Tank / Return Header
Konfigurasi aktual dapat berbeda sesuai desain burner, jenis bahan bakar, kapasitas burner, tekanan fuel, dan sistem sirkulasi yang digunakan.
Pada oil burner, sistem pompa umumnya bekerja bersama pressure regulator sehingga tekanan fuel dapat dikendalikan dan kelebihan fuel dapat dikembalikan melalui jalur bypass atau return.
Fungsi Gear Pump pada Sistem Burner
1. Memindahkan Fuel Oil
Fungsi utama gear pump adalah memindahkan fuel dari tank menuju sistem burner.
Gear pump menggunakan dua roda gigi yang berputar untuk menghasilkan perpindahan fluida dari sisi suction menuju sisi discharge.
Karena prinsip kerjanya merupakan positive displacement, gear pump cocok digunakan untuk fluida minyak dan fuel oil yang membutuhkan aliran relatif stabil.
2. Meningkatkan Tekanan Fuel
Selain memindahkan bahan bakar, gear pump dapat digunakan untuk memberikan tekanan pada sistem fuel.
Tekanan aktual yang dibutuhkan tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan kemampuan maksimum pompa. Tekanan harus disesuaikan dengan:
- burner
- fuel nozzle
- control valve
- pressure regulator
- sistem piping
- jenis fuel
- kebutuhan atomisasi
Dengan demikian, pump pressure harus mengikuti desain fuel system, bukan sekadar menggunakan tekanan maksimum pompa.
3. Menyuplai Fuel Secara Stabil
Stabilitas suplai fuel sangat penting pada burner.
Jika tekanan fuel berubah terlalu besar, beberapa masalah dapat muncul, seperti:
- flame tidak stabil
- kapasitas pembakaran berubah
- atomisasi tidak optimal
- pembakaran menjadi tidak sempurna
- burner mengalami trip
- temperatur proses tidak stabil
Karena itu, gear pump perlu dikombinasikan dengan pressure control dan sistem return yang tepat.
Yuema 2CY untuk Light Oil dan Heavy Oil
Kebutuhan pompa berbeda antara light oil dan heavy oil.
Light Oil / Diesel
Pada light oil atau diesel, viskositas relatif rendah sehingga fuel biasanya lebih mudah dipompa.
Sistem dapat menggunakan konfigurasi:
Tank → Strainer → Gear Pump → Filter → Pressure Control → Burner
Pada beberapa aplikasi, kebutuhan pemanasan fuel relatif kecil atau bahkan tidak diperlukan, tergantung spesifikasi fuel dan burner.
Heavy Oil
Pada heavy oil, desain sistem menjadi lebih kompleks.
Heavy oil memiliki viskositas lebih tinggi sehingga temperatur fuel harus dikendalikan agar fuel dapat mengalir dan diproses dengan baik.
Konfigurasi yang umum:
Fuel Tank
↓
Strainer
↓
Fuel Pump
↓
Fuel Heater
↓
Fine Filter
↓
Pressure Regulating Valve
↓
Viscosity / Temperature Control
↓
Burner
↓
Return Line
Sistem heavy fuel oil pada industri umumnya menggunakan pompa dan fuel heater secara bersamaan karena kondisi viskositas harus dijaga agar sesuai dengan kebutuhan sistem pembakaran.
Mengapa Temperatur Fuel Penting?
Pada heavy oil, temperatur mempunyai pengaruh langsung terhadap viskositas.
Ketika temperatur fuel meningkat, viskositas umumnya turun sehingga fuel menjadi lebih mudah dialirkan.
Sebaliknya, ketika temperatur terlalu rendah:
- fuel menjadi lebih kental
- suction pump menjadi lebih berat
- pressure drop meningkat
- flow dapat menurun
- filter lebih mudah mengalami restriction
- atomisasi nozzle dapat terganggu
Karena itu, pada sistem heavy oil dapat digunakan:
Fuel Heater → Temperature Controller → Viscosity Control → Burner
Tujuannya bukan sekadar membuat fuel panas, tetapi menjaga kondisi fuel tetap berada pada range yang sesuai dengan sistem burner.
Kelebihan Yuema Gear Pump 2CY
Beberapa karakteristik yang membuat gear pump tipe 2CY menarik untuk aplikasi oil system antara lain:
Positive Displacement Pump
Gear pump bekerja berdasarkan prinsip positive displacement sehingga dapat memberikan perpindahan fluida yang stabil.
Cocok untuk Fluida Minyak
Seri 2CY dirancang untuk berbagai aplikasi oil delivery, lubrication, fuel supply, dan hydraulic applications.
Rentang Viskositas
Data Yuema 2CY yang tersedia mencantumkan aplikasi untuk fluida dengan viskositas sekitar 5–1500 cSt, sehingga perlu dilakukan pengecekan kondisi aktual fuel sebelum pemilihan model.
Tersedia Berbagai Kapasitas
Seri 2CY tersedia dalam beberapa pilihan kapasitas.
Salah satu data 2CY yang tersedia mencantumkan model seperti:
| Model | Kapasitas | Tekanan |
|---|---|---|
| 2CY-1.08/2.5 | 1,08 m³/h | 2,5 MPa |
| 2CY-2.1/2.5 | 2,1 m³/h | 2,5 MPa |
| 2CY-3/2.5 | 3 m³/h | 2,5 MPa |
| 2CY-4.2/2.5 | 4,2 m³/h | 2,5 MPa |
| 2CY-7.5/2.5 | 7,5 m³/h | 2,5 MPa |
| 2CY-12/2.5 | 12 m³/h | 2,5 MPa |
Data tersebut merupakan parameter katalog untuk konfigurasi 2CY tertentu; pemilihan final harus mengacu pada datasheet model Yuema yang akan digunakan.
Cara Memilih Yuema Gear Pump untuk Burner
Pemilihan gear pump sebaiknya dilakukan berdasarkan data sistem, bukan hanya berdasarkan ukuran inlet dan outlet.
1. Tentukan Jenis Fuel
Pertama tentukan fuel yang digunakan:
- Diesel
- Light Oil
- HFO
- MFO
- Fuel Oil
- Used Oil tertentu
- Oil dengan viskositas tinggi
Karakteristik masing-masing fuel berbeda.
2. Tentukan Viskositas
Viskositas merupakan salah satu parameter paling penting.
Contohnya, data Yuema 2CY yang tersedia mencantumkan rentang 5–1500 cSt untuk aplikasi tertentu.
Untuk heavy oil, viskositas harus dilihat pada temperatur operasi, bukan hanya kondisi temperatur ruang.
3. Tentukan Flow Rate
Kapasitas pompa harus dihitung berdasarkan kebutuhan burner.
Sebagai contoh:
Jika burner membutuhkan 100 L/h, jangan langsung memilih pompa 100 L/h.
Pada sistem circulating fuel, kapasitas pompa bisa jauh lebih besar karena sebagian fuel akan dikembalikan melalui return line.
Dengan demikian:
Pump Flow ≠ Burner Consumption
pada sistem yang menggunakan fuel circulation.
Contoh Konsep Sizing Burner Oil
Misalnya sebuah burner mempunyai konsumsi:
Fuel Consumption = 150 kg/h
Sistem menggunakan circulating fuel dengan return.
Maka pompa tidak otomatis harus berkapasitas hanya 150 kg/h.
Kapasitas pompa harus mempertimbangkan:
- kebutuhan burner
- return flow
- pressure requirement
- piping loss
- filter pressure drop
- heater pressure drop
- control valve
- operating margin
Karena itu, sizing harus dilakukan berdasarkan fuel flow diagram dan operating pressure.
Fuel Strainer Sebelum Gear Pump
Pemasangan strainer pada sisi suction sangat penting.
Fungsinya untuk mencegah:
- serpihan logam
- kotoran
- kerak
- partikel dari tank
- kontaminan fuel
masuk ke dalam gear pump.
Kotoran pada suction dapat menyebabkan restriction dan meningkatkan vacuum pada inlet pump.
Hal tersebut dapat menyebabkan:
- flow turun
- suara pompa meningkat
- cavitation
- overheating
- kerusakan gear dan bearing
Pada sistem oil pump, suction strainer memang merupakan bagian penting untuk melindungi pompa dari kontaminasi.
Fuel Filter Setelah Pump
Selain suction strainer, sistem dapat menggunakan filter pada sisi discharge.
Filter ini berfungsi menjaga kualitas fuel sebelum masuk ke komponen burner.
Filter yang terlalu kotor dapat menyebabkan pressure drop tinggi.
Karena itu, differential pressure filter perlu diperhatikan terutama pada sistem heavy oil.
Pressure Regulator dan Return Line
Gear pump menghasilkan flow dan pressure sesuai karakteristik sistem.
Pressure regulator digunakan untuk mengontrol tekanan fuel.
Jika kebutuhan burner lebih kecil daripada flow pompa, kelebihan fuel dapat dialirkan melalui return/bypass.
Konsepnya:
Pump → Pressure Control → Burner
dan
Excess Fuel → Return → Tank
Sistem return membantu menjaga kondisi fuel supply tetap stabil.
Pada sistem oil burner, regulator/bypass dapat digunakan untuk mempertahankan tekanan dan mengembalikan kelebihan fuel.
Sistem Fuel Heater untuk Heavy Oil
Untuk heavy oil, fuel heater dapat ditempatkan sebelum burner.
Contoh:
Gear Pump
↓
Fuel Heater
↓
Temperature Controller
↓
Fine Filter
↓
Pressure Regulator
↓
Burner
Fuel heater menaikkan temperatur fuel sehingga viskositas turun.
Temperature controller kemudian menjaga temperatur agar tidak terlalu rendah maupun terlalu tinggi.
Dalam sistem heavy fuel oil, heater merupakan bagian penting dari fuel preparation system.
Masalah yang Sering Terjadi pada Gear Pump Burner
Pompa Tidak Mengalirkan Fuel
Kemungkinan penyebab:
- tank kosong
- suction valve tertutup
- strainer tersumbat
- udara masuk pada suction line
- arah putaran salah
- pompa belum terisi fuel
- fuel terlalu kental
- coupling bermasalah
Pressure Fuel Tidak Stabil
Kemungkinan penyebab:
- suction restriction
- filter kotor
- udara masuk
- pressure regulator bermasalah
- return line terlalu kecil
- fuel viscosity berubah
- gear pump mengalami wear
Gear Pump Berisik
Suara abnormal dapat disebabkan oleh:
- vacuum suction terlalu tinggi
- suction piping terlalu kecil
- fuel terlalu kental
- filter/strainer tersumbat
- udara masuk
- alignment motor dan pump tidak tepat
Perawatan Yuema Gear Pump
Untuk menjaga umur pompa, lakukan pemeriksaan secara berkala.
Pemeriksaan Harian
Periksa:
- kebocoran fuel
- suara pompa
- pressure gauge
- temperatur fuel
- kondisi motor
- kondisi coupling
Pemeriksaan Berkala
Periksa:
- suction strainer
- fuel filter
- mechanical seal
- shaft seal
- coupling
- bearing
- pressure regulator
- return line
Untuk heavy oil, pemeriksaan heater dan temperatur fuel juga sangat penting.
Yuema Gear Pump untuk Sistem Burner Bejo
Dalam sistem Bejo Burner, gear pump dapat menjadi bagian dari fuel oil supply system untuk aplikasi burner berbahan bakar minyak.
Konfigurasi sistem dapat dirancang berdasarkan:
- kapasitas burner
- jenis fuel
- konsumsi fuel
- tekanan burner
- temperatur fuel
- viskositas
- panjang piping
- sistem return
- kebutuhan fuel heater
Untuk aplikasi light oil, sistem dapat dibuat lebih sederhana.
Sedangkan untuk heavy oil, sistem biasanya membutuhkan:
Fuel Tank + Strainer + Gear Pump + Heater + Filter + Pressure Control + Viscosity/Temperature Control + Burner + Return Line
Dengan konfigurasi yang tepat, suplai fuel menjadi lebih stabil dan burner dapat bekerja dengan kondisi pembakaran yang lebih konsisten.
Spesifikasi Yuema Gear Pump 2CY
Beberapa model Yuema 2CY tersedia dalam range kapasitas sekitar 1,08 hingga 12 m³/h pada konfigurasi katalog tertentu, dengan model yang berbeda memiliki kapasitas, pressure rating, rpm, dan kebutuhan motor yang berbeda.
| Parameter | Keterangan |
|---|---|
| Type | Gear Pump |
| Series | Yuema 2CY |
| Application | Oil / Fuel Oil / Lubrication |
| Prinsip Kerja | Positive Displacement |
| Viskositas aplikasi tertentu | 5–1500 cSt |
| Kapasitas | Tergantung model |
| Pressure | Tergantung model |
| Drive | Electric Motor |
| Fuel System | Transfer / Booster / Fuel Supply |
| Instalasi | Suction & Discharge |
| Heavy Oil | Memerlukan evaluasi temperatur & viskositas |
Catatan: angka pressure, kapasitas, temperatur, dan viskositas harus disesuaikan dengan model pump yang dipilih. Jangan menggunakan rating maksimum katalog sebagai tekanan operasi normal.
Kesimpulan
Yuema Gear Pump 2CY dapat digunakan sebagai salah satu komponen pada sistem suplai fuel oil untuk burner industri. Fungsinya bukan hanya memindahkan bahan bakar, tetapi menjadi bagian dari sistem yang terdiri dari tank, strainer, pump, filter, pressure control, heater, burner, dan return line.
Untuk light oil, sistem dapat dibuat relatif sederhana. Sementara untuk heavy oil, pemilihan pompa harus mempertimbangkan viskositas pada temperatur operasi, fuel heating, pressure control, filter, dan circulation system.
Dengan demikian, pemilihan Yuema Gear Pump sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan burner dan desain keseluruhan fuel system, bukan hanya berdasarkan kapasitas pompa.
PT Indira Mitra Boiler / Bejo Burner dapat membantu pemilihan gear pump berdasarkan kapasitas burner, jenis fuel, konsumsi fuel, tekanan kerja, dan kebutuhan sistem return.
Maintenance Yuema Gear Pump
Maintenance secara rutin dapat membantu menjaga performa pompa.
Pemeriksaan dapat mencakup:
- Kebocoran seal
- Kondisi bearing
- Kondisi shaft
- Kondisi gear
- Pressure discharge
- Flow rate
- Motor current
- Suara pompa
- Vibrasi
- Kondisi suction filter
- Kondisi discharge filter
Jika flow mulai turun, jangan langsung mengganti pompa.
Periksa terlebih dahulu apakah penyebabnya berasal dari suction, filter, valve, pressure regulator, viscosity, RPM, atau wear internal.
Kapan Gear Pump Harus Diganti?
Replacement dapat dipertimbangkan apabila:
- Gear sudah mengalami keausan berat
- Shaft aus
- Bearing rusak
- Housing mengalami kerusakan
- Leakage internal tinggi
- Pressure tidak dapat dicapai
- Flow jauh menurun
- Mechanical seal rusak berulang
- Biaya repair lebih tinggi dibandingkan replacement
Untuk menentukan apakah pompa masih dapat diperbaiki, diperlukan pemeriksaan kondisi komponen internal.
Tips Membeli Yuema Gear Pump
Sebelum membeli, siapkan informasi:
1. Model pompa existing
Contoh: 2CY, KCB, YCB.
2. Flow requirement
Berapa L/min atau m³/h.
3. Pressure requirement
Berapa bar.
4. Jenis fluida
Diesel, fuel oil, hydraulic oil, lubricating oil, thermal oil, dan sebagainya.
5. Viskositas
Dalam cSt.
6. Temperatur
7. RPM
8. Motor power
9. Diameter inlet dan outlet
10. Foto nameplate
Data tersebut sangat membantu dalam menentukan pompa replacement.
Bejo Burner – Supplier Gear Pump dan Spare Part Burner
Bejo Burner menyediakan kebutuhan gear pump, burner pump, spare part burner, fuel oil system, dan komponen combustion equipment untuk berbagai aplikasi industri.
Produk dan layanan dapat digunakan untuk kebutuhan:
- Steam boiler
- Hot water boiler
- Thermal oil heater
- Oil burner
- Gas burner
- Furnace
- Oven
- Dryer
- Heating system
- Fuel oil transfer
- Lubrication system
- Hydraulic system
Selain supply pompa, Bejo Burner juga dapat membantu kebutuhan replacement, troubleshooting, instalasi, setting burner, commissioning, dan modifikasi fuel system sesuai kebutuhan proyek.
Kesimpulan
Yuema Gear Pump 2CY merupakan gear pump yang ditujukan untuk pemindahan oli dan fluida non-korosif dengan karakteristik yang sesuai dengan batas desain pompa. Konstruksi gear, shaft, bearing sleeve, pump body, dan shaft seal menjadi bagian penting dalam menentukan keandalan pompa.
Untuk aplikasi burner, boiler, oil transfer, lubrication, hydraulic system, dan industrial heating, pemilihan pompa harus dilakukan berdasarkan flow, pressure, viscosity, temperature, RPM, jenis fluida, dan kondisi suction.
Jangan memilih pompa hanya berdasarkan ukuran pipa atau kapasitas nominal. Untuk replacement, foto nameplate pompa dan data motor existing sangat membantu memastikan model yang sesuai.
Data yang Bisa Dikirim untuk Pemilihan Yuema Gear Pump
Silakan kirim:
- Foto nameplate pompa
- Foto pompa existing
- Jenis fluida
- Flow yang dibutuhkan
- Tekanan kerja
- Temperatur fluida
- Viskositas
- RPM
- Power motor
- Ukuran inlet/outlet
Dengan data tersebut, Yuema Gear Pump 2CY, KCB, YCB, atau tipe lainnya dapat dibandingkan berdasarkan kebutuhan aktual sistem.
Catalogue
brosur-yuema-helical-bevel-tk
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
https://boilermarine.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
