Burner Control RMO/RMG- Riello
Burner control adalah sperangkat alat atau sparepart burner yang berfungi untuk pengontrolan keseluruhan sistem kerja burner, dimana burner yang beroprasi di berbagai industri saat sekarang pasti mempunyai suatu alat control yaitu control burner, selain mempermudah pengoprsian teknisi dan bisa mempelancar aktifitas pengoprasian burner.
Salah satu pusat toko penjualan sparepart burner di tangerang, kontrol burner berbagai model dan series kami sediakan salah satunya burner control RMO dan RMG dinama control burner di oprasikan untuk mesin burner riello. control box RMO adalah alat untuk mengontrol burner riello abhan bakar solar, dan control RMG untuk riello bahan bakar gas alam.
Control Burner RMO/ RMG For Riello
Kontrol burner dirancang untuk penyalaan dan pengawasan burner draft paksa tunggal atau multistage dalam operasi intermiten. RMO , digunakan dengan paksa draft pembakar minyak, RMG ,untuk pembakar gas draft paksa. Saat menembakkan minyak, nyala api kuning diawasi dengan detektor fotoresistif QRB1B , dan nyala api biru dengan detektor api biru QRC ,Saat menembakkan gas, nyala api diawasi dengan probe ionisasi atau detektor nyala QRA.
Box Riello RMO dan RMG
Riello RMO dan RMG merupakan rangkaian burner control box yang digunakan sebagai bagian dari sistem kontrol dan keselamatan pada burner minyak maupun gas.
Control box berfungsi mengatur program sequence burner, ignition, flame monitoring, safety interlock, fuel control, fault detection, dan burner lockout sesuai dengan konfigurasi sistem.
Dalam aplikasi burner, control box merupakan komponen penting karena burner tidak hanya membutuhkan proses pembakaran, tetapi juga harus memiliki sistem kontrol yang mampu memastikan setiap tahapan operasi berlangsung dalam urutan yang benar dan aman.
Beberapa model control box yang termasuk dalam kelompok ini antara lain:
- RMO 503SE
- RMO 503SE/K2
- RMO 88 62C2
- RMG 508SE
- RMG 508SE/GB
- RMG 509SE
- RMG 509SE/K
- RMG 88 62C2
Pemilihan control box harus disesuaikan dengan jenis burner, fuel, wiring configuration, flame detector, sequence control, dan spesifikasi burner.
Control Box RMO untuk Oil Burner
Seri RMO digunakan pada konfigurasi burner berbahan bakar minyak sesuai dengan model dan sistem kontrolnya.
Pada oil burner, control box memiliki beberapa fungsi khusus yang berkaitan dengan oil preheating, ignition sequence, flame monitoring, dan safety shutdown.
1. Oil Preheating Contact
Beberapa burner minyak membutuhkan proses pemanasan awal bahan bakar sebelum proses pembakaran.
Control box menyediakan contact untuk oil preheating sesuai konfigurasi burner.
Fungsi ini memungkinkan sistem melakukan pemanasan bahan bakar sebelum burner menjalankan sequence pembakaran.
Oil preheating penting terutama pada bahan bakar minyak yang membutuhkan temperatur tertentu agar viskositasnya sesuai untuk proses atomisasi.
2. Oil Preheating Time Monitoring
Control box juga dapat melakukan monitoring waktu preheating oil sesuai dengan sequence burner.
Sistem memastikan bahwa proses pemanasan awal berlangsung sebelum burner melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Apabila kondisi preheating tidak terpenuhi, burner dapat menghentikan atau menahan sequence start sesuai dengan konfigurasi safety.
Hal ini membantu mencegah burner melakukan ignition ketika kondisi fuel belum siap.
3. Limitation of Repetition
Sistem control burner memiliki fungsi limitation of repetition untuk membatasi jumlah pengulangan sequence tertentu.
Fungsi ini penting pada sistem safety karena burner tidak boleh terus-menerus melakukan percobaan ignition tanpa batas ketika terjadi kegagalan.
Jika kondisi fault tetap terjadi, control box dapat masuk ke kondisi lockout sehingga teknisi perlu melakukan pemeriksaan sebelum burner dioperasikan kembali.
Control Box RMG untuk Gas Burner
Seri RMG digunakan pada konfigurasi burner gas sesuai dengan model dan wiring system.
Pada gas burner, salah satu fungsi penting control box adalah monitoring combustion air pressure.
4. Air Pressure Monitoring
Pada saat burner gas melakukan startup, control box dapat memonitor tekanan udara pembakaran melalui air pressure switch.
Tekanan udara perlu dipastikan tersedia sebelum burner melanjutkan sequence ignition.
Jika airflow tidak mencukupi, burner dapat menghentikan sequence untuk mencegah operasi dalam kondisi combustion air yang tidak memadai.
5. Functional Check Air Pressure Switch
Selain memonitor tekanan udara, sistem melakukan functional check terhadap air pressure switch selama startup dan operasi sesuai dengan konfigurasi burner.
Fungsi ini memastikan bahwa pressure switch bekerja sesuai kebutuhan sistem safety.
Pemeriksaan tersebut membantu mendeteksi kondisi seperti:
- Fan tidak bekerja
- Airflow tidak mencukupi
- Air pressure switch bermasalah
- Air damper tidak sesuai
- Air pressure tidak mencapai nilai yang diperlukan
Sistem Safety Control Burner
Selain fungsi khusus oil dan gas burner, control box RMO dan RMG memiliki beberapa fungsi umum.
6. Low Voltage Detection
Control box dapat mendeteksi kondisi tegangan listrik rendah sesuai dengan karakteristik sistem kontrol.
Tegangan yang tidak sesuai dapat memengaruhi:
- Control sequence
- Ignition
- Flame detection
- Relay operation
- Safety system
Jika kondisi electrical tidak memenuhi persyaratan, burner dapat masuk ke kondisi fault atau tidak melanjutkan sequence.
7. Digital Signal Processing
Sistem kontrol menggunakan pengolahan sinyal digital untuk menghasilkan program sequence yang akurat dan dapat direproduksi.
Setiap tahapan burner dijalankan berdasarkan sequence yang telah ditentukan.
Secara umum sequence burner dapat mencakup:
- Standby
- Pre-purge
- Ignition
- Fuel valve opening
- Flame detection
- Burner operation
- Shutdown
- Post-operation sequence
Urutan aktual berbeda sesuai dengan model burner dan control box.
8. Accurate Burner Program Sequence
Keakuratan sequence sangat penting pada burner karena setiap tahapan memiliki fungsi safety.
Contohnya, burner harus memastikan bahwa kondisi udara pembakaran telah terpenuhi sebelum fuel valve membuka.
Setelah fuel masuk, flame harus terdeteksi dalam waktu yang ditentukan.
Jika flame tidak terdeteksi, sistem harus menghentikan suplai bahan bakar dan menjalankan safety shutdown.
9. Intermittent Operation after 24 Hours
Pada konfigurasi tertentu, burner control system menerapkan controlled intermittent operation setelah operasi terus-menerus selama 24 jam.
Fungsi ini berkaitan dengan kebutuhan operasi burner secara intermiten dan harus dipahami sesuai dengan spesifikasi control box serta burner yang digunakan.
Operator sebaiknya mengikuti instruction manual dan prosedur pabrikan untuk memastikan burner bekerja sesuai sequence yang ditentukan.
10. Multicolor Fault and Status Display
Salah satu fitur yang membantu operator dan teknisi adalah multicolor display untuk menunjukkan kondisi fault dan status burner.
Informasi status dapat membantu memberikan indikasi mengenai kondisi operasi burner.
Contoh informasi yang dapat digunakan dalam troubleshooting:
- Burner standby
- Burner operating
- Ignition sequence
- Flame failure
- Safety lockout
- Air pressure fault
- Electrical fault
- Fuel-related fault
Dengan adanya indikator status, teknisi dapat melakukan pemeriksaan awal secara lebih cepat.
Studi Kasus Control Box pada Oil Burner
Misalnya sebuah oil burner Riello mengalami kondisi:
Burner tidak dapat melakukan ignition.
Teknisi dapat melakukan pemeriksaan secara sistematis.
Pemeriksaan 1 – Preheating
Periksa apakah oil preheating telah mencapai kondisi yang diperlukan.
Pemeriksaan 2 – Fuel Supply
Periksa:
- Fuel tank
- Filter
- Pump
- Fuel pressure
- Nozzle
Pemeriksaan 3 – Ignition
Periksa:
- Ignition transformer
- Electrode
- Ignition cable
Pemeriksaan 4 – Flame Detection
Periksa:
- Photocell
- Flame signal
- Wiring
- Control box
Pemeriksaan 5 – Lockout
Periksa indikator fault pada control box untuk mengetahui kondisi shutdown.
Dengan pendekatan tersebut, control box menjadi salah satu bagian penting dalam proses troubleshooting.
Studi Kasus Control Box pada Gas Burner
Pada gas burner, misalnya burner mengalami lockout saat startup.
Salah satu pemeriksaan awal adalah sistem combustion air.
Teknisi dapat memeriksa:
- Fan motor
- Fan rotation
- Air damper
- Air pressure switch
- Air pressure
- Wiring pressure switch
- Burner control box
Jika air pressure switch tidak memberikan sinyal yang sesuai, control box dapat mencegah burner melanjutkan sequence ignition.
Hal tersebut merupakan bagian dari sistem safety untuk mencegah fuel masuk ketika combustion air belum tersedia.
Mengapa Control Box Sangat Penting?
Burner control box bukan hanya perangkat untuk menyalakan dan mematikan burner.
Control box berfungsi sebagai burner management dan safety control.
Sistem ini mengatur hubungan antara:
Fan + Ignition + Fuel Valve + Flame Detector + Pressure Switch + Safety Interlock + Burner
Semua komponen tersebut harus bekerja dalam sequence yang benar.
Jika salah satu parameter safety tidak terpenuhi, control box dapat menghentikan burner.
Keuntungan Sistem Control RMO dan RMG
1. Automatic Sequence
Sequence burner dijalankan secara otomatis sesuai program control box.
2. Flame Safety
Flame detection digunakan untuk memastikan keberadaan flame selama operasi.
3. Fault Detection
Sistem dapat memberikan indikasi kondisi abnormal sesuai dengan konfigurasi model.
4. Air Pressure Monitoring
Pada gas burner, tekanan udara pembakaran dapat dimonitor sebagai bagian dari safety system.
5. Digital Control
Pengolahan sinyal digital membantu menghasilkan sequence yang konsisten.
6. Diagnostic Display
Indikator status dan fault membantu teknisi melakukan troubleshooting.
7. Safety Lockout
Ketika kondisi berbahaya atau abnormal terdeteksi, burner dapat masuk ke kondisi lockout sesuai sequence safety.
RMO dan RMG untuk Spare Part Burner
Control box merupakan salah satu spare part yang harus dipilih secara tepat.
Jangan mengganti control box hanya berdasarkan bentuk fisiknya.
Sebelum membeli RMO atau RMG burner control box, sebaiknya periksa:
- Model control box
- Burner model
- Serial number
- Flame detector
- Wiring connector
- Control sequence
- Supply voltage
- Fuel type
- Original part number
Perbedaan satu kode seperti RMG 508SE, RMG 508SE/GB, RMG 509SE, atau RMG 509SE/K dapat menunjukkan perbedaan konfigurasi atau aplikasi.
Karena itu, identifikasi berdasarkan kode lengkap control box sangat penting.
Kesimpulan
RMO dan RMG burner control box merupakan komponen penting dalam sistem kontrol dan safety burner.
Seri RMO digunakan pada konfigurasi oil burner dengan fungsi seperti oil preheating contact, monitoring preheating time, flame sequence, dan limitation of repetition.
Seri RMG digunakan pada konfigurasi gas burner dengan fungsi seperti air pressure monitoring dan functional checking air pressure switch.
Fungsi umum mencakup low-voltage detection, digital signal processing, accurate program sequence, controlled intermittent operation, serta multicolor fault and status indication.
Pemilihan control box harus selalu disesuaikan dengan model burner, fuel type, wiring, flame detector, electrical supply, dan sequence burner.
PT Indira Mitra Boiler dapat membantu kebutuhan control box RMO, RMG, spare part burner Riello, identifikasi control box, troubleshooting, maintenance, dan service burner.
Instalasi Control burner
• Perhatikan panjang kabel detektor yang diizinkan
• Selalu jalankan kabel pengapian tegangan tinggi secara terpisah sambil mengamati yang terbesar kemungkinan jarak ke unit dan kabel lainnya
• Pasang sakelar, sekring, pembumian, dll., Sesuai dengan peraturan setempat
• Pastikan bahwa peringkat arus maksimum yang diizinkan tidak akan terlampaui
• Jangan memasukkan tegangan listrik eksternal ke output kontrol unit. Saat menguji perangkat yang dikontrol oleh kontrol burner (katup bahan bakar, dll.), kontrol burner mungkin tidak akan pernah terhubung
• Konduktor hidup dan netral tidak boleh dipertukarkan
Kontak Marketing :
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

