JASA SERVICE RETUBING BOILER

JASA SERVICE RETUBING PIPA BOILER

Kami selaku perusahaan fabrikasi boiler di indonesia juga menyedikan jasa service/perbaikan boiler, jasa retubing/pengantian pipa tube boiler untuk semua jenis dan kapasitas boiler yang ada, adapun aplikasi boiler yang kita tangani di seluruh industri di indonesia sperti, Pabrik makanan, rumah sakit, Pabrik aspal, pabrik kimia Power plant dan lain sebaginya.

Retubing service Boiler
Retubing service Boiler

Pada mesin bejana tekan steam boiler, merupakan alat yang berfungsi menghasilkan steam uap dengan oprasional tekanan tinggi 0-20 bar tergantung pada desain dan kebutuhan boilernya. pada dasarnya boiler memiliki penanganan khusus sperti yang harus di lakukan untuk boiler yaitu pengoprasian mengikuti prosedur manufatur dan perawatan rutin, fungsinya untuk menjaga kualitas steam yang di hasilkan dan usia mesin lebih panjang sekitar 10-20 tahun masih bisa bekerja secara optial.

Untuk kasus2 sebelumnya ada beberpa pengguna boiler kurang memperhatikan perawatan rutin pada boiler yang menimbulkan sperti boiler tidak efesien, suplai steam tidak mencukupi dan konsumsi bahan bakar yang boros. adapun kendala mengakibatkan pengoprasian boiler menjadi fatal yaitu pipa tube boiler bocor/retak, pada saat kondisi ini tentu boiler tidak bisa di oprasikan lagi sebelum di perbaiki dan di ganti dengan pipa tube baru/ retubing boiler.

Tahap Pekerjaan Repair Boiler

Repair boiler merupakan pekerjaan perbaikan yang dilakukan untuk mengembalikan kondisi dan fungsi boiler setelah mengalami kebocoran, korosi, penurunan performa, atau kerusakan pada komponen tertentu. Salah satu pekerjaan yang sering dilakukan adalah penggantian pipa tube boiler atau retubing.

Sebelum pekerjaan dimulai, kondisi boiler harus diperiksa terlebih dahulu. Dengan demikian, kerusakan dapat diketahui dan metode perbaikan dapat ditentukan secara tepat.

1. Memastikan Boiler dalam Kondisi Off

Pertama, boiler harus dihentikan dan dipastikan sudah tidak beroperasi. Boiler juga perlu diberikan waktu yang cukup untuk mengalami penurunan temperatur.

Selain itu, sumber bahan bakar, listrik, dan tekanan boiler harus diamankan sebelum pekerjaan repair dimulai. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan teknisi selama proses pemeriksaan dan perbaikan.

2. Membuka Shell, Manhole, dan Handhole Boiler

Selanjutnya, manhole, handhole, dan akses shell boiler dibuka untuk memberikan akses menuju bagian dalam boiler.

Pembukaan akses dilakukan agar teknisi dapat memeriksa kondisi tube, tube sheet, furnace, refractory, serta bagian internal boiler lainnya.

3. Thickness Test Tube Boiler

Kemudian dilakukan thickness test untuk mengetahui ketebalan dinding tube.

Pemeriksaan ini dapat membantu mengidentifikasi tube yang mengalami penipisan akibat korosi, erosi, atau kondisi operasi. Hasil pengukuran kemudian digunakan sebagai dasar untuk menentukan tube yang masih layak digunakan dan tube yang perlu diganti.

4. Persiapan Material Pipa Tube

Setelah kondisi tube diketahui, material tube baru disiapkan sesuai spesifikasi boiler.

Ukuran yang perlu diperiksa meliputi:

  • Diameter tube
  • Ketebalan tube
  • Panjang tube
  • Grade material
  • Standard material
  • Kesesuaian dengan tube existing

Untuk pekerjaan retubing boiler, material pengganti sebaiknya memiliki spesifikasi yang sesuai dengan desain dan persyaratan engineering boiler.

5. Pembongkaran dan Pemasangan Tube

Berikutnya, tube yang rusak dilepas dari posisi existing. Setelah itu, tube baru dipasang sesuai metode konstruksi boiler.

Pekerjaan pembongkaran dan pemasangan tube sebaiknya dilakukan oleh teknisi boiler yang berpengalaman. Dengan demikian, risiko kerusakan pada tube sheet maupun komponen boiler lainnya dapat diminimalkan.

6. NDT atau Non-Destructive Test

Selanjutnya, apabila diperlukan, dilakukan NDT (Non-Destructive Test) untuk memeriksa kondisi material dan hasil pekerjaan tanpa merusak komponen.

Metode NDT dapat dipilih berdasarkan kebutuhan pekerjaan dan persyaratan inspeksi. Pemeriksaan ini membantu memastikan bahwa hasil repair memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan.

7. Hydrostatic Test Boiler

Setelah pekerjaan perbaikan selesai, dilakukan hydrostatic test sesuai prosedur dan persyaratan yang berlaku.

Pengujian ini bertujuan untuk memeriksa integritas bagian bertekanan serta memastikan tidak terdapat kebocoran pada area yang telah diperbaiki.

Tekanan pengujian tidak boleh ditentukan secara umum, tetapi harus mengikuti design pressure, prosedur pengujian, standar yang digunakan, dan persyaratan pemeriksaan boiler.

8. Penggantian Packing dan Pemeriksaan Flange

Setelah proses repair selesai, packing flange, manhole, atau handhole yang sebelumnya dibuka dapat diganti dengan packing baru yang sesuai.

Kemudian flange dipasang kembali dan dikencangkan sesuai prosedur. Selanjutnya, seluruh sambungan diperiksa untuk memastikan tidak terjadi kebocoran.

9. Final Inspection dan Commissioning

Terakhir, dilakukan final inspection terhadap seluruh pekerjaan repair boiler.

Pemeriksaan dapat mencakup:

  • Tube boiler
  • Tube sheet
  • Manhole dan handhole
  • Flange
  • Packing
  • Safety valve
  • Pressure gauge
  • Water level control
  • Burner
  • Control panel
  • Sistem feedwater

Setelah seluruh pemeriksaan dinyatakan memenuhi persyaratan, boiler dapat dipersiapkan untuk commissioning dan pengoperasian kembali.

Kesimpulan Tahap Repair Boiler

Dengan mengikuti tahapan repair secara sistematis, kondisi boiler dapat diperiksa dan diperbaiki dengan lebih terkontrol. Retubing atau penggantian tube boiler juga dapat menjadi alternatif apabila kerusakan terutama terjadi pada bagian tube, sementara komponen utama boiler lainnya masih dalam kondisi layak.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan repair boiler atau membeli boiler baru, sebaiknya dilakukan inspection dan evaluasi engineering terlebih dahulu. Dengan demikian, perusahaan dapat menentukan solusi yang lebih sesuai berdasarkan kondisi aktual boiler, tingkat kerusakan, biaya perbaikan, serta kebutuhan produksi.

Manfaat Di lakukan Retubing pada boiler

Jasa service boiler steam

Pengantian pipa tube boiler / retubing merupakan pekerjaan yang memiliki banyak manfaat terhadap para industri pengguna boiler, dimana pkerjaan retubing adalah salah satu cara untuk merawat dan menambah usia pakai boiler, yang mana pada boiler yang mengalami kebocoran/korosi pada pipa tube boiler biasanya di sebabkan karna usia mesin sudah cukup lama atau perawatan rutin yang kurang di perhatikan, sperti air suplai yang kurang bagus, pengopraisan yang tidak sesuai dan lain sebaginya. beberpa manfaat yang dapat di perolah untuk pkerjaan retubing yang benar ialah:

-Boiler bisa di oprasikan kembali tanpa mengurangi performa boiler dengan catatan di kerjakan pada ahlinya
-Dapat membantu pkerjaan pabrik lebih cepat di bandingkan pengantian unit baru.
-Kost biaya lebih kompetitif di bandingkan unit baru
-Mengetahui kondisi dalam pipa tube dengan di lakukan tickness test
-Memberikan usia dan ketahanan boiler lebih lama

Adanya pkerjaan retubing ini mesin boiler yang tadinya tidak bisa beroprasi dengan maksimal bahkan tidak bisa di oprasikan kembali yang memungkinkan harus mengganti unit baru, sedangkan proses kebutuhan pabrik memerlukan produksi tidak bisa behenti, dengan adanya service pentgian pipa tube yang rusak/bocor boiler bisa di oprasikan kembali.

Studi Kasus dan Studi Banding Retubing Boiler

Retubing boiler atau penggantian pipa tube boiler merupakan salah satu pekerjaan penting dalam maintenance dan perbaikan steam boiler. Retubing dilakukan ketika tube mengalami kebocoran, korosi, erosi, penipisan dinding, deformasi, atau kerusakan lain yang dapat mengganggu keamanan dan kinerja boiler.

Pada boiler yang sudah beroperasi cukup lama, kondisi tube perlu diperiksa secara berkala. Selain pemeriksaan visual, thickness test/ultrasonic thickness measurement (UT) dapat digunakan untuk mengetahui tingkat penipisan dinding tube sebelum menentukan apakah tube masih dapat digunakan atau perlu diganti.

Studi Kasus Retubing Boiler

Sebagai contoh, sebuah perusahaan menggunakan horizontal fire tube boiler untuk kebutuhan steam produksi. Setelah beberapa tahun beroperasi, ditemukan indikasi kebocoran pada beberapa tube.

Kebocoran tersebut menyebabkan:

  • Tekanan steam sulit mencapai kondisi normal.
  • Konsumsi bahan bakar dapat meningkat.
  • Boiler mengalami penurunan performa.
  • Produksi terganggu karena boiler harus dihentikan.
  • Terdapat risiko kerusakan lebih lanjut apabila tetap dioperasikan.

Sebelum memutuskan mengganti seluruh boiler, dilakukan pemeriksaan kondisi unit.

Pemeriksaan dapat meliputi:

  1. Visual inspection.
  2. Pemeriksaan tube yang mengalami kebocoran.
  3. Thickness test pada tube.
  4. Pemeriksaan tube sheet.
  5. Pemeriksaan furnace.
  6. Pemeriksaan shell.
  7. Pemeriksaan refractory.
  8. Pemeriksaan burner.
  9. Pemeriksaan safety valve dan instrumentasi.
  10. Pemeriksaan kualitas air boiler.

Apabila kerusakan hanya terjadi pada sebagian tube dan bagian utama boiler masih memenuhi persyaratan teknis, retubing dapat menjadi salah satu alternatif dibandingkan mengganti seluruh unit boiler.

Tahapan Pekerjaan Retubing Boiler

Secara umum, pekerjaan penggantian tube boiler dapat dilakukan melalui beberapa tahap.

1. Inspection

Boiler diperiksa untuk mengetahui lokasi dan tingkat kerusakan.

2. Thickness Test

Ketebalan dinding tube diukur menggunakan alat ukur yang sesuai untuk mengetahui kondisi material.

3. Penentuan Tube yang Diganti

Tube yang mengalami kebocoran, penipisan berlebihan, korosi atau kerusakan lainnya ditentukan untuk dilakukan replacement.

4. Removal Tube

Tube lama dilepas menggunakan metode yang sesuai dengan konstruksi boiler.

5. Tube Preparation

Tube baru dipotong sesuai panjang yang dibutuhkan dan disiapkan untuk pemasangan.

6. Installation

Tube baru dipasang pada tube sheet sesuai desain.

7. Tube Expansion / Welding

Metode penyambungan tube disesuaikan dengan desain boiler, misalnya tube expansion, seal welding, atau metode lain yang dipersyaratkan.

8. Inspection

Setelah pemasangan, dilakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan.

9. Hydrostatic Test

Apabila dipersyaratkan, dilakukan hydrostatic test untuk memeriksa integritas bagian bertekanan.

10. Commissioning

Setelah pekerjaan selesai dan pemeriksaan dinyatakan memenuhi persyaratan, boiler dapat dipersiapkan untuk kembali beroperasi sesuai prosedur.

Studi Banding: Retubing vs Ganti Boiler Baru

Ketika boiler mengalami kerusakan tube, perusahaan biasanya mempertimbangkan dua pilihan, yaitu melakukan retubing atau mengganti boiler dengan unit baru.

FaktorRetubing BoilerBoiler Baru
Biaya investasiUmumnya lebih rendah jika kerusakan terbatasLebih besar
Waktu pekerjaanDapat lebih cepat, tergantung kondisi unitPengadaan dan instalasi dapat lebih lama
Boiler existingTetap digunakanDiganti
KapasitasDapat mempertahankan kapasitas desain jika sesuaiDapat memilih kapasitas baru
Kondisi komponen lainHarus diperiksaKomponen baru
Upgrade sistemTerbatas pada konfigurasi existingLebih fleksibel
Cocok untukKerusakan tube yang masih terlokalisasiBoiler sudah tua/rusak secara menyeluruh

Retubing bukan selalu pilihan terbaik. Apabila shell, tube sheet, furnace, pressure parts, atau komponen utama lainnya sudah mengalami kerusakan serius, penggantian unit dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.

Studi Kasus: Boiler Bocor tetapi Produksi Harus Berjalan

Dalam industri yang membutuhkan steam secara kontinu, kerusakan boiler dapat menyebabkan terhentinya proses produksi.

Misalnya sebuah pabrik menggunakan boiler untuk:

  • Food processing
  • Textile
  • Laundry
  • Palm oil processing
  • Chemical processing
  • Packaging
  • Rubber processing

Ketika beberapa tube mengalami kebocoran, boiler harus dihentikan untuk pemeriksaan.

Jika hasil inspection menunjukkan bahwa kerusakan hanya terdapat pada tube tertentu, perusahaan dapat mempertimbangkan pekerjaan retubing.

Keuntungan utamanya adalah memperbaiki bagian yang rusak tanpa harus langsung mengganti seluruh unit boiler.

Namun, keputusan tersebut harus berdasarkan hasil pemeriksaan teknis, bukan hanya pertimbangan harga.

Mengapa Tube Boiler Bisa Rusak?

Kerusakan tube dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Kualitas Air Boiler

Air dengan hardness tinggi dapat menyebabkan scale/kerak pada permukaan tube. Scale dapat menghambat perpindahan panas dan menyebabkan temperatur metal tube meningkat.

Korosi

Korosi dapat menyebabkan penipisan dinding tube hingga akhirnya terjadi kebocoran.

Erosi

Aliran fluida atau gas dengan kondisi tertentu dapat menyebabkan erosi pada permukaan tube.

Kualitas Pembakaran

Pembakaran yang tidak sesuai dapat menghasilkan temperatur lokal yang tinggi dan mempercepat kerusakan bagian tertentu.

Pengoperasian Boiler

Operasi yang tidak sesuai dengan parameter desain dapat memberikan beban berlebih pada boiler.

Water Treatment yang Tidak Tepat

Kualitas feedwater dan boiler water perlu dikontrol untuk membantu mencegah scale dan corrosion.

Studi Banding: Tube Lama dan Tube Baru

Dalam pekerjaan retubing, tube baru tidak cukup hanya memiliki diameter yang sama.

Contohnya:

Tube existing:
Ø50,80 × 3,60 × 12.300 mm

Saat replacement, harus diperiksa:

  • Diameter luar
  • Wall thickness
  • Panjang
  • Grade material
  • Standard material
  • Design pressure
  • Design temperature
  • Metode pemasangan
  • Kesesuaian dengan tube sheet

Penggunaan tube dengan diameter sama tetapi grade atau ketebalan berbeda tidak boleh dilakukan tanpa verifikasi engineering.

Manfaat Retubing Boiler

Jika kondisi boiler masih layak untuk diperbaiki, pekerjaan retubing dapat memberikan beberapa manfaat:

1. Memperpanjang Masa Pakai Boiler

Penggantian tube yang rusak dapat membantu memperpanjang masa operasi boiler, dengan catatan komponen utama lainnya masih dalam kondisi layak.

2. Mengurangi Downtime

Retubing dapat menjadi alternatif ketika perusahaan membutuhkan perbaikan tanpa melakukan pengadaan boiler baru.

3. Mempertahankan Sistem Existing

Perusahaan dapat tetap menggunakan sistem boiler existing apabila kapasitas dan konfigurasi masih sesuai kebutuhan.

4. Mengetahui Kondisi Tube

Pemeriksaan thickness dapat memberikan gambaran kondisi tube dan membantu menentukan program maintenance berikutnya.

5. Potensi Lebih Ekonomis

Untuk kerusakan yang terbatas pada tube, biaya perbaikan dapat lebih kompetitif dibandingkan investasi boiler baru.

Kapan Boiler Sebaiknya Diganti?

Retubing sebaiknya tidak dipaksakan apabila hasil inspection menunjukkan kerusakan yang sudah menyeluruh.

Penggantian boiler baru dapat dipertimbangkan apabila:

  • Shell mengalami kerusakan serius.
  • Tube sheet mengalami kerusakan berat.
  • Banyak pressure parts mengalami penipisan.
  • Boiler sudah tidak sesuai kebutuhan kapasitas produksi.
  • Sistem keselamatan sudah tidak memadai.
  • Efisiensi boiler sudah terlalu rendah.
  • Biaya perbaikan mendekati biaya unit baru.
  • Boiler tidak lagi memenuhi persyaratan teknis atau regulasi yang berlaku.

Jadi, keputusan antara retubing atau replacement boiler sebaiknya dilakukan berdasarkan hasil inspection dan evaluasi engineering.

Kesimpulan Studi Kasus dan Studi Banding

Retubing boiler merupakan solusi maintenance yang dapat dipertimbangkan ketika kerusakan utama terdapat pada tube dan komponen utama boiler lainnya masih berada dalam kondisi layak.

Dibandingkan langsung membeli boiler baru, retubing dapat memberikan keuntungan dari sisi biaya dan waktu pada kasus tertentu. Namun, apabila kerusakan telah menyebar ke shell, tube sheet, furnace, atau pressure parts lainnya, maka penggantian unit boiler dapat menjadi pilihan yang lebih aman dan ekonomis dalam jangka panjang.

Karena itu, sebelum menentukan pekerjaan penggantian tube boiler, sebaiknya dilakukan inspection, thickness test, pemeriksaan tube sheet, evaluasi kualitas air, dan pemeriksaan pressure parts.

Boiler yang bocor tidak selalu harus diganti baru. Tetapi boiler juga tidak selalu cukup hanya diretubing. Keputusan terbaik harus berdasarkan kondisi aktual boiler dan hasil pemeriksaan teknis.

Berikut sekilas pembahasan terkait service retubing boiler, kami juga menyediakan jasa konsultasi perbaikan boiler dengan berbagai kapasitas dan mrek. jika ada hal yang ingin di tanyakan bisa hubungi kami di kontak berikut :

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

PT Indira Mitra Boiler


https://hargaboiler.co.id
https://boilermarine.co.id

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top