IDM VERTIKAL BOILER

Ketel uap vertikal 750 kg

Steam bolier 100 kg- 750 kg dengan mrek IMB ( Indira Mitra Boiler ) Boiler Lokal, dengan terus mengembangkan inovasi kapasitas Boiler Vertikal dengan berbagai bahan bakar Gas, Diesel/Solar serta bahan Bakar Biomassa. Setelah Boiler Vertikal IDM melalui desain permukaan pemanas unik ketel uap memungkinkan ketel mencapai tingkat output penuh dalam waktu kurang dari 5 menit setelah pembakaran Burner di hidupkan Burner. Sirip pada Tubing transfer panas eksklusif dan perpisahan uap berkinerja tinggi memungkinkan boiler IDM untuk terus-menerus memasok Boiler yang berkualitas di Indonesia.

Mesin boiler IDM dapat mencapai efisiensi lebih dari 91% dengan pemanasan awal umpan udara dengan economizer berkinerja tinggi dengan memanfaatkan sisa Panas yang ada pada Cerobong. Secara otomatis mengukur dan membuang air boiler untuk mempertahankan konsentrasi yang sesuai dan memastikan bahwa konduktivitas tetap dalam toleransi untuk penyediaan penyediaan uap berkualitas tinggi.

IDM Vertikal Boiler 100–750 kg/jam

1. Pengenalan IDM Vertikal Boiler

IDM Vertikal Boiler merupakan produk ketel uap yang diproduksi dengan merek IMB (Indira Mitra Boiler), yaitu boiler lokal yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan uap pada berbagai sektor industri. Boiler ini tersedia dalam kapasitas produksi uap mulai dari 100 kg/jam hingga 750 kg/jam. Dengan kapasitas tersebut, boiler vertikal dapat menjadi pilihan bagi industri yang membutuhkan pasokan uap dalam jumlah tertentu dengan desain mesin yang relatif ringkas.

Indira Mitra Boiler terus mengembangkan inovasi pada produk boiler vertikal melalui penggunaan berbagai jenis bahan bakar, seperti gas, diesel atau solar, serta bahan bakar biomassa. Pilihan bahan bakar tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna dalam menyesuaikan sistem pembakaran dengan kebutuhan operasional dan ketersediaan sumber energi di lokasi industri.

Desain vertikal menjadi salah satu karakteristik utama mesin ini. Susunan komponen pemanas dirancang untuk memanfaatkan ruang secara efisien, sehingga boiler dapat ditempatkan pada area yang relatif terbatas. Selain itu, desain permukaan pemanas yang digunakan bertujuan mendukung perpindahan panas agar proses pembentukan uap dapat berlangsung dengan cepat.

IDM Vertikal Boiler ditujukan untuk mendukung kebutuhan proses produksi yang memerlukan uap secara berkelanjutan. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing fasilitas industri, dengan tetap memperhatikan kapasitas, tekanan kerja, jenis bahan bakar, serta sistem pengamanan yang diperlukan selama pengoperasian.

SISTEM KERJA BOILER VERTIKAL 100 KG – 750 KG

Dalam boiler vertikal ini sederhana , Pembakar gas/Burner alat yang menghasilkan nyala api yang dikendalikan dengan mencampur gas bahan bakar seperti asetilena, gas alam, atau propana dengan oksidator seperti udara sekitar atau oksigen yang disuplai, untuk pembakaran. yang terbakar di ruang bakar boiler untuk menghasilkan gas panas yang diserap oleh tubing air untuk menghasilkan Steam/Uap.

Diameter ketel biasanya 600mm – 1500mm dengan tinggi 1500mm sampai 2000mm. setiap tabung water tube memiliki diameter 38 mm sampai 50,8mm. dengan tekanan boiler mulai dari 7 – 15 barg dengan outlet steam mulai dari DN 25 – DN 800 PN16.

Pembakaran gas mengalir dari tungku dan melewati tabung udara. Gas-gas ini keluar ke atmosfer melalui cerobong asap. Karena sirkulasi alami, udara memanas dan produksi uap dimulai. uap yang dihasilkan sebagai hasil pemanasan udara yang dikumpulkan di ruang uap boiler. uap dikumpulkan sampai tekanan tertentu tercapai dan kemudian uap dikeluarkan untuk digunakan pada pabrik industri dan lainnya.

2. Kapasitas dan Pengembangan Teknologi Boiler Vertikal

Kapasitas produksi uap IDM Vertikal Boiler berada pada rentang 100–750 kg/jam. Rentang kapasitas ini memungkinkan pengguna mempertimbangkan kebutuhan uap berdasarkan skala proses produksi yang dijalankan. Pemilihan kapasitas perlu disesuaikan dengan jumlah peralatan yang menggunakan uap, kebutuhan tekanan, serta pola pemakaian uap selama kegiatan operasional berlangsung.

Pengembangan teknologi boiler vertikal dilakukan untuk mendukung proses pemanasan yang efektif dan penyediaan uap sesuai kebutuhan. Salah satu karakteristik yang dijelaskan pada produk ini adalah desain permukaan pemanas yang memungkinkan boiler mencapai keluaran penuh dalam waktu kurang dari lima menit setelah burner dinyalakan. Waktu tersebut menggambarkan kemampuan pemanasan cepat yang menjadi salah satu keunggulan desain boiler.

Selain kapasitas produksi, pemanfaatan ruang dan kemudahan penempatan juga menjadi pertimbangan dalam pengembangan boiler vertikal. Bentuknya memungkinkan komponen utama disusun dalam konfigurasi tegak, sehingga kebutuhan area pemasangan dapat ditekan dibandingkan desain yang memerlukan susunan lebih memanjang.

Teknologi boiler tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan uap, tetapi juga mencakup pengendalian pembakaran, pemantauan tekanan, pengaturan air, serta pemeliharaan kondisi operasi. Seluruh unsur tersebut perlu bekerja secara terintegrasi agar proses produksi uap berlangsung stabil. Oleh sebab itu, pemilihan boiler harus mempertimbangkan spesifikasi teknis dan kebutuhan instalasi secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan kapasitas produksi uap yang tercantum.

3. Desain Permukaan Pemanas dan Kecepatan Produksi Uap

Salah satu karakteristik IDM Vertikal Boiler adalah desain permukaan pemanas yang dirancang untuk mendukung perpindahan panas dari hasil pembakaran menuju bagian pemanas boiler. Desain ini berperan dalam mempercepat proses pemanasan sehingga produksi uap dapat dimulai dalam waktu relatif singkat setelah burner dinyalakan.

Berdasarkan uraian produk, permukaan pemanas yang digunakan memungkinkan boiler mencapai tingkat keluaran penuh dalam waktu kurang dari lima menit setelah pembakaran dimulai. Kecepatan tersebut menjadi salah satu kelebihan yang dapat dipertimbangkan oleh industri yang membutuhkan pasokan uap dalam waktu singkat, terutama ketika proses produksi tidak memerlukan pemanasan awal yang panjang.

Selain desain permukaan pemanas, sirip pada tubing transfer panas turut berperan dalam mendukung proses perpindahan panas. Sirip tersebut dirancang untuk membantu pemanfaatan panas dari gas hasil pembakaran. Dengan perpindahan panas yang efektif, energi pembakaran dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembentukan uap di dalam sistem boiler.

Pemisahan uap berkinerja tinggi juga menjadi bagian dari rancangan yang bertujuan mendukung penyediaan uap berkualitas. Proses pemisahan tersebut berkaitan dengan pengelolaan uap yang terbentuk sebelum dialirkan menuju saluran keluaran. Kualitas uap yang dihasilkan menjadi faktor penting karena uap digunakan dalam berbagai kebutuhan proses industri.

Meskipun waktu pemanasan yang cepat menjadi keunggulan, kinerja aktual tetap dipengaruhi oleh kapasitas mesin, kondisi burner, karakteristik bahan bakar, kualitas air umpan, serta kondisi instalasi. Karena itu, pengoperasian sesuai spesifikasi tetap diperlukan agar kemampuan produksi uap dapat dimanfaatkan secara optimal.

Komponen Penting Boiler Vertikal

  • Outlet uap 
  • Saluran bawah atau blowdown
  • Air umpan 
  • Untuk pemeriksaan Tubing Boiler, disediakan lubang tangan.
  • Pembakaran cerobong terletak di bagian belakang bawah.
  • Panel dan kontrol boiler
  • Kolom udara dengan cut off air rendah primer dan kontrol pompa (tipe probe).
  • Kaca level air.
  • Kontrol Saefty Valve untuk tekanan uap berlebih
  • Globe valve untuk mengatur buka tutup alairan di beberpa sistem
  • Kontrol tekanan batas operasi.
  • Pemancar tekanan untuk menyalakan/mematikan dan modulasi burner.
  • Kontrol Gas Train Burner/ Jika menggunakan kompor gas
  • Pengukur tekanan uap.

4. Sistem Efisiensi dan Pemanfaatan Economizer

IDM Vertikal Boiler dijelaskan dapat mencapai efisiensi lebih dari 91% melalui penerapan sistem pemanfaatan panas yang sesuai. Salah satu komponen yang mendukung peningkatan efisiensi adalah economizer berkinerja tinggi. Komponen ini memanfaatkan panas sisa yang masih terdapat pada gas buang cerobong untuk membantu memanaskan air umpan sebelum air tersebut memasuki boiler.

Pemanfaatan panas sisa bertujuan mengurangi energi tambahan yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur air umpan. Dengan temperatur awal air yang lebih tinggi, kebutuhan energi untuk proses pembentukan uap dapat berkurang dibandingkan apabila air umpan masuk dalam kondisi lebih dingin. Hasil akhirnya bergantung pada rancangan peralatan, kondisi pembakaran, kualitas bahan bakar, dan kondisi operasional mesin.

Dalam spesifikasi produk, efisiensi dengan economizer dicantumkan sekitar 93% dengan tanda perkiraan. Angka tersebut menunjukkan sasaran kinerja yang dinyatakan dalam uraian produk, bukan jaminan bahwa nilai yang sama akan selalu tercapai pada setiap kondisi pengoperasian. Pengukuran efisiensi aktual perlu dilakukan berdasarkan metode pengujian yang jelas.

Selain pemanfaatan panas buang, pengendalian proses pembakaran juga berpengaruh terhadap efisiensi boiler. Pengaturan burner yang sesuai membantu menjaga proses pembakaran tetap terkendali, sedangkan pemantauan kondisi air dan tekanan mendukung kestabilan operasi.

Dengan menggabungkan desain permukaan pemanas, pengendalian pembakaran, dan pemanfaatan panas melalui economizer, boiler vertikal dapat dirancang untuk menggunakan energi secara lebih efektif. Pemeliharaan komponen secara berkala juga diperlukan agar kemampuan perpindahan panas tidak menurun akibat penumpukan kotoran atau gangguan pada sistem.

5. Pengaturan Air Boiler dan Kualitas Uap

Pengaturan kualitas air merupakan bagian penting dalam pengoperasian IDM Vertikal Boiler. Dalam uraian produk, sistem otomatis digunakan untuk mengukur dan membuang sebagian air boiler guna mempertahankan konsentrasi zat terlarut pada tingkat yang sesuai. Proses pembuangan terkontrol ini dikenal sebagai blowdown dan bertujuan membantu menjaga kualitas air selama boiler beroperasi.

Air yang digunakan dalam boiler dapat mengandung mineral dan zat terlarut. Ketika air dipanaskan dan sebagian berubah menjadi uap, zat terlarut yang tidak ikut menguap dapat tertinggal di dalam sistem. Apabila konsentrasinya meningkat secara berlebihan, kondisi tersebut dapat mengganggu kinerja boiler dan berkontribusi terhadap pembentukan kerak atau masalah kualitas air.

Pemantauan konduktivitas digunakan untuk membantu menilai konsentrasi zat terlarut dalam air. Berdasarkan nilai pengukuran tersebut, sistem pengendalian dapat mengatur pembuangan air sesuai kebutuhan apabila peralatan memang dirancang untuk menjalankan fungsi otomatis tersebut. Pengaturan yang sesuai membantu menjaga kondisi air dalam rentang operasi yang ditentukan.

Kualitas air juga berhubungan dengan keandalan permukaan pemanas, efisiensi perpindahan panas, dan kebutuhan pemeliharaan. Karena itu, pengoperasian boiler perlu memperhatikan pengolahan air umpan serta pemeriksaan parameter air secara rutin. Pengaturan blowdown yang tepat dapat membantu mengurangi akumulasi zat terlarut tanpa membuang air dan energi secara berlebihan.

Dengan pengendalian kualitas air yang baik, IDM Vertikal Boiler dapat mendukung penyediaan uap untuk kebutuhan industri secara lebih konsisten. Pelaksanaan pengaturan tersebut harus mengikuti rancangan kontrol, prosedur operasi, serta ketentuan kualitas air yang berlaku pada sistem boiler yang digunakan.

SPESIFIKASI BOILER VERTIKAL

  • Kapasitas Uap = 100-750Kg/jam
  • Tekanan desaign = 10 -12 Kg/cm2
  • Burner Riello Buatan Italia = 100 – 700 KW
  • Konsumsi bahan bakar = 10-50 Nm3/jam
  • Pipa bakar boiler Benteler ( Made in Germany) bersetifikat = Ø 38 x 3.2 hingga Ø60,3” x 3,2mm
  • Panel Kotak Boiler Scheneider (Buatan Prancis) IP66 600x400x250mm
  • Sumber Daya = 1000 – 4000 watt
  • Luas pemanasan = 4,5 m2
  • Efisiensi + Economizer = 93 % +/-
  • Diameter = 600 – 1500 mm
  • Tinggi = 1500 – 2000 mm
  • Diameter Saluran keluar Gas/Cerobong = 50 -320 mm
  • Diameter outlet uap Arita DN 25- DN 50
  • Diameter saluran masuk umpan udara Arita DN 25- DN 40
  • Berat Angkut / Berat Operasional = 800 – 2200 Kg

6. Sistem Kerja IDM Vertikal Boiler

Sistem kerja IDM Vertikal Boiler dimulai ketika burner dinyalakan dan menghasilkan nyala api untuk proses pembakaran. Burner merupakan perangkat yang mencampurkan bahan bakar dengan oksidator, biasanya udara, dalam kondisi yang mendukung pembakaran. Jenis bahan bakar yang digunakan bergantung pada konfigurasi boiler, antara lain gas, diesel atau solar, serta bahan bakar biomassa pada sistem yang dirancang untuk menggunakannya.

Pembakaran berlangsung di ruang bakar sehingga menghasilkan gas panas. Panas dari gas hasil pembakaran kemudian dipindahkan melalui permukaan pemanas menuju air di dalam sistem boiler. Ketika air menerima energi panas yang cukup, sebagian air berubah menjadi uap. Uap yang terbentuk kemudian dikumpulkan pada bagian ruang uap sebelum dialirkan melalui saluran keluaran.

Pada prinsipnya, perpindahan panas dari gas hasil pembakaran menuju air menjadi inti proses pembentukan uap. Gas panas bergerak melalui jalur yang telah dirancang di dalam boiler dan kemudian menuju cerobong. Selama proses berlangsung, energi panas yang berpindah digunakan untuk menaikkan temperatur air hingga menghasilkan uap pada kondisi operasi yang ditentukan.

Produksi uap tidak hanya bergantung pada nyala api burner. Jumlah air umpan, kondisi permukaan pemanas, tekanan kerja, dan pengaturan pembakaran turut menentukan kestabilan sistem. Karena itu, boiler dilengkapi dengan instrumen untuk memantau tekanan, ketinggian air, dan kondisi operasi lainnya.

Setelah tekanan dan kondisi uap sesuai dengan kebutuhan proses, uap dapat dialirkan menuju peralatan industri melalui pipa distribusi. Pengoperasian harus mengikuti batas kapasitas dan tekanan yang diizinkan agar penyediaan uap berlangsung dengan aman dan terkendali.

7. Pembakaran dan Jenis Bahan Bakar

Burner merupakan salah satu komponen utama IDM Vertikal Boiler karena berfungsi menghasilkan nyala api yang dibutuhkan untuk memanaskan air. Pada sistem berbahan bakar gas, burner mencampurkan gas dengan udara sebagai oksidator agar pembakaran dapat berlangsung secara terkendali. Jenis gas yang disebutkan dalam uraian awal meliputi gas alam, propana, dan asetilena, sesuai dengan rancangan burner yang digunakan.

Untuk sistem berbahan bakar cair, seperti diesel atau solar, perangkat pembakaran harus sesuai dengan karakteristik bahan bakar tersebut. Sementara itu, penggunaan biomassa memerlukan konfigurasi pembakaran yang dirancang khusus agar karakteristik bahan bakar dapat ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, tidak setiap burner dapat digunakan secara langsung untuk semua jenis bahan bakar tanpa penyesuaian desain.

Pilihan bahan bakar memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mempertimbangkan ketersediaan energi, kebutuhan panas, serta kondisi operasional di lokasi pemasangan. Selain ketersediaan bahan bakar, biaya operasional dan kebutuhan pemeliharaan juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan konfigurasi boiler.

Burner yang bekerja dengan baik membantu menghasilkan panas sesuai kebutuhan sistem. Pengaturan nyala api dan suplai bahan bakar harus disesuaikan dengan kebutuhan produksi uap agar pembakaran berlangsung stabil. Pengawasan terhadap sistem pembakaran juga penting untuk mendeteksi gangguan yang dapat memengaruhi kinerja mesin.

Pada sistem berbahan bakar gas, rangkaian pengendali gas atau gas train menjadi bagian penting untuk mengatur suplai bahan bakar sesuai rancangan. Seluruh perangkat pembakaran harus dipasang, diuji, dan dioperasikan berdasarkan petunjuk produsen serta ketentuan keselamatan yang berlaku.

8. Jalur Gas Panas dan Proses Pembentukan Uap

Setelah pembakaran berlangsung di ruang bakar, gas panas mengalir melalui jalur pemanasan yang dirancang di dalam boiler. Gas tersebut membawa energi panas yang kemudian dipindahkan ke air melalui permukaan pemanas atau tubing. Proses perpindahan panas ini menjadi bagian utama dalam pembentukan uap pada IDM Vertikal Boiler.

Dalam uraian sistem kerja, gas hasil pembakaran bergerak melalui jalur di dalam boiler sebelum keluar menuju atmosfer melalui cerobong. Selama perjalanannya, sebagian panas dimanfaatkan untuk memanaskan air. Panas yang tersisa pada gas buang dapat dimanfaatkan kembali melalui economizer apabila komponen tersebut terpasang pada sistem.

Air yang menerima panas akan mengalami kenaikan temperatur. Ketika mencapai kondisi pendidihan pada tekanan kerja sistem, air mulai berubah menjadi uap. Uap yang terbentuk kemudian dikumpulkan di ruang uap boiler sebelum disalurkan melalui outlet uap menuju jaringan distribusi.

Pada desain boiler vertikal, susunan komponen pemanas mengikuti bentuk ketel yang berdiri tegak. Susunan tersebut bertujuan memanfaatkan ruang pemasangan sekaligus menyediakan jalur bagi proses pembakaran dan perpindahan panas. Kinerja jalur gas panas dipengaruhi oleh rancangan permukaan pemanas, kondisi tubing, serta kelancaran aliran gas buang.

Cerobong memiliki fungsi menyalurkan gas hasil pembakaran keluar dari sistem. Kondisi cerobong dan jalur gas perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak terdapat hambatan yang dapat mengganggu pembakaran. Dengan demikian, proses pemanasan, pembentukan uap, dan pembuangan gas dapat berlangsung sesuai rancangan boiler.

9. Dimensi dan Tekanan Operasional Boiler

IDM Vertikal Boiler memiliki rentang diameter yang disebutkan sekitar 600–1.500 mm dan tinggi sekitar 1.500–2.000 mm. Dimensi tersebut menggambarkan bentuk ketel vertikal yang dirancang untuk menempatkan komponen utama dalam ruang yang relatif ringkas. Ukuran aktual bergantung pada kapasitas, konfigurasi pemanas, serta rancangan unit yang dipilih.

Pada uraian teknis awal, tubing water tube disebut memiliki diameter sekitar 38–50,8 mm. Sementara itu, spesifikasi produk mencantumkan pipa pemanas Benteler dengan ukuran mulai dari Ø38 × 3,2 mm hingga Ø60,3 × 3,2 mm. Rentang tersebut perlu dibaca sesuai jenis komponen dan konfigurasi yang digunakan pada unit tertentu.

Tekanan kerja merupakan parameter penting dalam menentukan kemampuan boiler menghasilkan uap untuk kebutuhan industri. Uraian awal menyebutkan rentang tekanan 7–15 barg, sedangkan spesifikasi mencantumkan tekanan desain 10–12 kg/cm². Tekanan desain dan tekanan operasi merupakan parameter yang berbeda, sehingga keduanya perlu diperiksa berdasarkan dokumen teknis unit yang dipilih.

Diameter outlet uap dan sambungan perpipaan juga memengaruhi proses pemasangan serta penyaluran uap menuju peralatan pengguna. Ukuran sambungan perlu disesuaikan dengan kapasitas aliran, tekanan, dan kebutuhan instalasi.

Dimensi dan tekanan tidak dapat dinilai secara terpisah dari kapasitas produksi uap. Pemilihan unit harus mempertimbangkan kesesuaian seluruh parameter teknis agar boiler dapat ditempatkan dan dioperasikan sesuai kebutuhan fasilitas. Sebelum pemasangan, data pada lembar spesifikasi dan dokumen desain perlu diverifikasi dengan pemasok atau produsen.

10. Komponen Penting IDM Vertikal Boiler

IDM Vertikal Boiler dilengkapi sejumlah komponen yang mendukung proses pembentukan uap, pengendalian operasi, dan keselamatan. Salah satu komponen utamanya adalah outlet uap, yaitu saluran yang digunakan untuk mengalirkan uap dari boiler menuju sistem distribusi. Saluran bawah atau blowdown berfungsi membuang air dari boiler sesuai kebutuhan pengendalian kualitas air dan pemeliharaan.

Saluran air umpan digunakan untuk memasukkan air ke dalam sistem. Ketersediaan air umpan yang sesuai membantu mempertahankan kondisi operasi dan mendukung proses pembentukan uap. Untuk kebutuhan pemeriksaan bagian dalam, boiler juga dilengkapi lubang tangan atau handhole yang memungkinkan pemeriksaan pada area tertentu sesuai desainnya.

Cerobong berfungsi mengalirkan gas hasil pembakaran keluar dari boiler. Sementara itu, panel dan sistem kontrol digunakan untuk memantau serta mengatur fungsi operasional. Kolom atau sistem pemantauan level air dilengkapi perangkat pengendali untuk membantu mencegah kondisi air terlalu rendah dan mengatur kerja pompa sesuai rancangan.

Kaca level air membantu operator melihat ketinggian air di dalam boiler. Pengukur tekanan uap menunjukkan tekanan yang sedang terjadi, sedangkan pemancar tekanan mengirimkan informasi kepada sistem pengendali untuk mengatur penyalaan, penghentian, atau modulasi burner sesuai konfigurasi.

Komponen lain meliputi safety valve untuk melindungi sistem dari tekanan berlebih, globe valve untuk mengatur aliran pada bagian tertentu, serta kontrol tekanan batas operasi. Pada unit berbahan bakar gas, gas train menjadi bagian dari sistem pembakaran.

Seluruh komponen harus berfungsi sesuai desain. Pemeriksaan dan pemeliharaan berkala diperlukan untuk menjaga keandalan alat ukur, katup, sistem kontrol, dan perangkat pengaman selama boiler digunakan.

Kelebihan Boiler Vertikal 

  • Pasokan uap cepat dalam 5 menit.
  • Desain hemat-ruang dengan pemasangan permukaan boiler yang dekat.
  • Aman meledak karena kadar airnya kecil.
  • Kehilangan panas yang kecil mencapai efisiensi layanan yang tinggi.
  • Pemasangan dan pekerjaan perpipaan yang mudah.
  • Hemat waktu untuk pemeriksaan (dan pemeriksaan pemeliharaan lainnya).
  • Dapat digunakan dengan beberapa jenis bahan bakar : solar, bahan bakar minyak, LPG, dan NG.

Kekurangan Boiler Vertikal 

  • Desain vertikal membatasi pekerjaan di banyak tempat
  • Karena area parut yang terbatas, produksi uap terbatas
  • Tabung boiler harus dibuat pendek untuk meminimalkan ketinggian. Akibatnya, banyak panas yang tersedia hilang melalui cerobong asap, karena terlalu sedikit waktu untuk memanaskan tabung.

Spesifikasi Teknis IDM Vertikal Boiler

Spesifikasi IDM Vertikal Boiler mencakup kapasitas produksi uap, tekanan desain, jenis burner, konsumsi bahan bakar, dimensi, komponen pemanas, serta kebutuhan daya listrik. Kapasitas uap yang dicantumkan berada pada rentang 100–750 kg/jam. Tekanan desain disebutkan sebesar 10–12 kg/cm², sedangkan rentang tekanan 7–15 barg tercantum pada uraian sistem kerja.

Burner Riello buatan Italia dicantumkan dengan kapasitas 100–700 kW. Konsumsi bahan bakar pada spesifikasi awal berada pada rentang 10–50 Nm³/jam. Satuan Nm³/jam umumnya digunakan untuk menyatakan aliran gas pada kondisi acuan, sehingga angka tersebut perlu dikonfirmasi berdasarkan jenis bahan bakar dan kapasitas unit yang dipilih.

Pipa pemanas Benteler buatan Jerman dicantumkan dengan ukuran Ø38 × 3,2 mm hingga Ø60,3 × 3,2 mm. Panel kontrol menggunakan kotak Schneider buatan Prancis dengan tingkat perlindungan IP66 dan ukuran 600 × 400 × 250 mm. Kebutuhan daya listrik disebutkan sebesar 1.000–4.000 watt, sedangkan luas pemanasan tercantum sebesar 4,5 m².

Efisiensi dengan economizer dicantumkan sekitar 93% dengan tanda perkiraan. Diameter ketel berada pada rentang 600–1.500 mm dan tingginya 1.500–2.000 mm. Diameter saluran keluar gas atau cerobong dicantumkan 50–320 mm, sedangkan outlet uap Arita berada pada rentang DN25–DN50 dan saluran masuk air umpan Arita DN25–DN40.

Berat angkut atau berat operasional disebutkan sebesar 800–2.200 kg. Seluruh data tersebut merupakan spesifikasi dalam uraian produk dan perlu dicocokkan dengan lembar data unit aktual sebelum pembelian, pemasangan, atau pengoperasian.

Kesimpulan IDM Vertikal Boiler IMB

IDM Vertikal Boiler dengan merek IMB (Indira Mitra Boiler) merupakan ketel uap lokal berkapasitas 100–750 kg/jam yang dikembangkan untuk mendukung kebutuhan uap pada berbagai kegiatan industri. Desain vertikal, permukaan pemanas, sistem burner, dan pilihan bahan bakar menjadi bagian penting dari karakteristik produk ini.

Berdasarkan uraian yang diberikan, boiler memiliki kemampuan mencapai keluaran penuh dalam waktu kurang dari lima menit setelah burner dinyalakan. Selain itu, pemanfaatan economizer ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dengan menggunakan panas sisa dari cerobong untuk membantu memanaskan air umpan. Spesifikasi produk mencantumkan efisiensi sekitar 93% dengan economizer, sementara hasil aktual tetap bergantung pada kondisi dan metode pengujian.

Komponen seperti outlet uap, saluran blowdown, sistem air umpan, kaca level air, pengukur tekanan, panel kontrol, safety valve, dan perangkat pengendali burner mendukung fungsi operasional boiler. Pengawasan kualitas air, pemeriksaan tubing, dan pemeliharaan komponen menjadi bagian penting dalam menjaga kinerja sistem.

Di sisi lain, desain vertikal memiliki keterbatasan yang perlu diperhatikan, termasuk kebutuhan ruang pemasangan, kapasitas yang dipengaruhi rancangan ruang pembakaran, dan potensi kehilangan panas melalui gas buang. Pertimbangan tersebut perlu disesuaikan dengan kebutuhan aktual pengguna.

Secara keseluruhan, IDM Vertikal Boiler dapat menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan apabila kapasitas, tekanan, bahan bakar, dimensi, dan sistem pengamanannya sesuai dengan kebutuhan industri. Sebelum menentukan pilihan, seluruh spesifikasi perlu diverifikasi melalui dokumen teknis resmi agar kesesuaian unit dapat dipastikan.

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tanggerang, Banten – 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

Situs web saya : 
https://indira.co.id
https://idmboiler.co.id
https://hargaboiler.co.id
https://boilermarine.co.id

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top