Jual Burner Olympia bahan Bakar Solar
Burner Light Oil- solar olympia merupakan burner yang banyak di gunakan untuk pabrik industri, dimana burner olympia sendiri berasal dari pabrikan jepang yang di pasarkan di beberpa negara salah satunya indonesia kami pt indira mitra boiler merupakan fabrikator pembuatan mesin boiler yang berkembang sejak awal dan sebagai produsen peralatan pembakaran, untuk memenuhi beragam kebutuhan pelanggan, pengembangan teknologi, upaya manufaktur dan penjualan, kami telah berkembang.
Di era skarang ini, untuk terus hati-hati menggunakan sumber daya yang terbatas, mempromosikan penggunaan energi yang efisien, ditujukan untuk konservasi energi dan perlindungan lingkungan, kami percaya bahwa misi yang dikenakan pada produsen peralatan pembakaran kami, sekarang juga kami akan terus mengebangkan produk dan kinerja pelayanan yang kami sedikan.
Data Teknis Olympia LT Series – Light Oil Burner
Olympia LT Series merupakan rangkaian light oil burner yang dirancang untuk kebutuhan pemanasan dengan kapasitas menengah hingga besar. Seri LT telah digunakan pada berbagai aplikasi pemanasan dan proses industri, termasuk pemanasan, pengeringan, insinerator, serta aplikasi termal lainnya.
Dengan desain yang mendukung proses pemeriksaan dan maintenance, Olympia LT Series menjadi salah satu pilihan oil burner untuk sistem yang membutuhkan pembakaran stabil dan pengoperasian yang ekonomis.
Olympia LT Light Oil Burner
Seri LT dirancang untuk menggunakan light oil sebagai bahan bakar. Modelnya tersedia dalam beberapa kapasitas sehingga pengguna dapat memilih burner berdasarkan kebutuhan panas dari peralatan yang akan dilengkapi.
Pemilihan kapasitas burner perlu disesuaikan dengan kebutuhan aktual sistem, termasuk kapasitas ruang bakar, kebutuhan panas, konsumsi bahan bakar, dan kondisi operasi.
Pembakaran Stabil dan Ekonomis
Salah satu karakteristik utama Olympia LT Series adalah performa pembakaran yang dirancang untuk mendukung proses pemanasan secara efektif.
Burner yang sesuai dapat membantu menghasilkan suplai panas yang stabil sekaligus mendukung penggunaan bahan bakar secara ekonomis. Namun, performa aktual tetap dipengaruhi oleh kondisi burner, kualitas bahan bakar, pengaturan udara, nozzle, ruang bakar, dan sistem kontrol.
Digunakan untuk Berbagai Aplikasi
Olympia LT Series dapat digunakan pada berbagai aplikasi yang membutuhkan sumber panas dari pembakaran light oil, antara lain:
- Heating system
- Drying system
- Industrial heater
- Incinerator
- Boiler
- Furnace
- Peralatan proses termal lainnya
Pemilihan model harus mempertimbangkan kebutuhan kapasitas dan karakteristik peralatan agar burner bekerja sesuai spesifikasi.
Desain untuk Kemudahan Maintenance
Salah satu keunggulan desain Olympia LT Burner adalah konstruksi yang mendukung pemeriksaan dan perawatan.
Burner dapat ditarik keluar dan dibuka menggunakan mekanisme pivot/engsel sehingga memberikan akses yang lebih mudah ke bagian burner. Konfigurasi ini membantu teknisi dalam melakukan:
- Pemeriksaan burner head.
- Pembersihan komponen.
- Pemeriksaan nozzle.
- Pemeriksaan electrode.
- Pemeriksaan flame detector.
- Pemeriksaan sistem udara.
- Perawatan komponen internal.
- Penggantian spare part.
Kemudahan akses komponen dapat membantu mengurangi waktu yang diperlukan untuk pekerjaan maintenance.
Pilihan Model Olympia LT Series
Berdasarkan data teknis yang tersedia, Olympia LT Series memiliki beberapa pilihan model dengan kapasitas berbeda:
| Model | Kapasitas | Konsumsi Fuel | Motor | Power |
|---|---|---|---|---|
| LT 10 | 40–100 kW | 4–9 L/h | 0,15 kW | AC 220/230 V |
| LT 15 | 40–160 kW | 4–6 L/h | 0,15 kW | AC 220/230 V |
| LT 20 | 100–200 kW | 10–20 L/h | 0,25 kW | AC 220/230 V |
| LT 35 W | 150–337 kW | 15–35 L/h | 0,25 kW | AC 220/380 V |
| LT 61 W | 250–581 kW | 25–60 L/h | 0,75 kW | AC 220/380 V |
| LT 81 W | 270–779 kW | 27–80 L/h | 1,00 kW | AC 220/380 V |
Model pada data tersebut menggunakan konfigurasi two stage dengan 2 nozzle.
Pemilihan Olympia LT Burner
Untuk menentukan model yang tepat, beberapa faktor perlu diperhatikan:
- Kebutuhan kapasitas panas.
- Kapasitas dan jenis peralatan pemanas.
- Konsumsi light oil.
- Tekanan dan sistem suplai bahan bakar.
- Kebutuhan udara pembakaran.
- Kondisi ruang bakar.
- Sistem kelistrikan.
- Kebutuhan kontrol dan maintenance.
Pemilihan burner berdasarkan parameter tersebut membantu memastikan Olympia LT Light Oil Burner sesuai dengan kebutuhan sistem.
Kesimpulan
Olympia LT Series – Light Oil Burner merupakan pilihan burner untuk kebutuhan pemanasan menengah hingga besar dengan berbagai aplikasi, seperti heating, drying, incinerator, boiler, dan sistem proses termal.
Dengan pilihan kapasitas hingga 779 kW serta desain yang mendukung akses pemeriksaan, pembersihan, dan maintenance, Olympia LT Series dapat digunakan pada berbagai kebutuhan industri sesuai spesifikasi model.
Untuk pemilihan Olympia LT Burner, pastikan kapasitas burner, konsumsi bahan bakar, sistem kelistrikan, dan kondisi ruang bakar telah disesuaikan dengan kebutuhan peralatan.
Type Oprational | Rated Output | L/h High – Low | L/h Proporti onal | Phase | Motor kW | |||
| On- | High- | Propor- | kW | kcal/h | ||||
| Off | Low | tional | ||||||
| LT-35 | LT-35W | LTP-35 | 337 | 290,000 | 15-35 | Oct-35 | A | 0,25 |
| LT-61 | LT-61W | LTP-61 | 581 | 500,000 | 30-60 | 20-60 | 3 | 0,75 |
| – | LT-81 | LTP-81 | 779 | 670,000 | 40-80 | 27-80 | 3 | 1 |
| – | LTN-120 | LTP-120 | 1163 | 1,000,000 | 60-120 | 40-120 | 3 | 1,5 |
| – | LTN-150 | LTP-150 | 1453 | 1,250,000 | 70-150 | 50-150 | 3 | 2,2 |
| – | LTN-200 | LTP-200 | 1942 | 1,670,000 | 100-200 | 60-200 | 3 | 3,7 |
| – | LTN-250 | LTP-250 | 2430 | 2,090,000 | 120-250 | 80-250 | 3 | 3,7 |
| – | LTN-350 | LTP-350 | 2907 | 2,500,000 | 150-300 | 100-300 | 3 | 5,5 |
Pembakar Burner Light Oil olympia hadir dalam beragam model untuk memenuhi penggunaan dan kondisi yang berbeda. Pada berbagai pemanas rumah tangga kecil hingga industri besar, pembakar yang paling cocok dapat dipilih sesuai dengan karakteristik pemanas yang akan dilengkapi dengannya dan jenis bahan bakar yang akan digunakan
Perawatan Dan Sevice Burner Olympia
periksa hal-hal berikut sebelum pengoperasian burner.setelah memeriksa ketinggian air boiler, tekanan dan laju umpan bahan bakar, bukakatup antara tangki dan pompa minyak.periksa apakah tegangan kerja dan bahan bakar memenuhi spesifikasi burner.mengeluarkan udara dari sistem pipa bahan bakar.periksa apakah nosel burner sesuai dengan boiler atau tungkukapasitas..pemeliharaan pembakarbersihkan batang pengapian jika terkontaminasi.bersihkan nosel dan adaptor nosel.jika jelaga terakumulasi pada diffuser, burner gagal menyala.menghilangkan jelaga dari diffuser.periksa dan bersihkan filter oli jika diperlukan.periksa dan bersihkan detektor api jika diperlukan
Penyebab Trouble dan Tindakan pada Burner
Troubleshooting burner merupakan bagian penting dalam maintenance oil burner maupun gas burner. Gangguan pada burner dapat berasal dari sistem kelistrikan, motor, suplai bahan bakar, sistem pengapian, flame detector, udara pembakaran, hingga pengaturan burner.
Berikut beberapa kondisi trouble pada burner, kemungkinan penyebab, dan tindakan pemeriksaan yang dapat dilakukan.
A. Motor Burner Tidak Beroperasi
Kemungkinan Penyebab
- Suplai listrik tidak masuk.
- MCB atau fuse mengalami trip.
- Control box tidak memberikan perintah start.
- Motor mengalami kerusakan.
- Wiring atau terminal listrik bermasalah.
- Komponen pengaman berada dalam kondisi trip.
- Kapasitor bermasalah pada model yang menggunakannya.
Tindakan
- Periksa sumber listrik dan tegangan masuk.
- Periksa MCB, fuse, dan perangkat proteksi.
- Periksa control box dan rangkaian interlock.
- Periksa kabel serta terminal motor.
- Periksa kondisi motor dan putaran shaft.
- Pastikan tidak ada komponen mekanis yang menyebabkan motor macet.
B. Motor Beroperasi tetapi Burner Tidak Menyala
Kemungkinan Penyebab
- Tidak terdapat suplai bahan bakar.
- Fuel filter tersumbat.
- Fuel pump tidak menghasilkan tekanan yang sesuai.
- Solenoid valve tidak membuka.
- Nozzle tersumbat atau rusak.
- Ignition electrode tidak menghasilkan percikan.
- Ignition transformer bermasalah.
- Posisi electrode tidak sesuai.
- Sistem kontrol menghentikan proses ignition.
Tindakan
Periksa secara berurutan sistem bahan bakar dan pengapian. Pastikan bahan bakar tersedia, filter bersih, tekanan bahan bakar sesuai, dan nozzle dalam kondisi baik.
Selanjutnya periksa ignition electrode dan ignition transformer. Jangan melakukan pemeriksaan tegangan tinggi tanpa prosedur keselamatan dan teknisi yang kompeten.
C. Burner Menyala tetapi Segera Berhenti
Kondisi burner menyala kemudian langsung berhenti sering berkaitan dengan sistem deteksi api atau suplai bahan bakar.
Kemungkinan Penyebab
- Flame detector tidak mendeteksi api.
- Flame eye atau flame rod kotor.
- Posisi flame detector tidak tepat.
- Nyala api terlalu kecil.
- Tekanan bahan bakar tidak stabil.
- Nozzle bermasalah.
- Control box menerima sinyal flame failure.
- Suplai udara dan bahan bakar tidak seimbang.
Tindakan
Periksa kondisi flame detector, flame rod, atau flame eye. Bersihkan komponen apabila kotor dan pastikan posisinya sesuai dengan spesifikasi burner.
Periksa pula kestabilan suplai bahan bakar, nozzle, tekanan bahan bakar, dan pengaturan udara pembakaran.
D. Pembakaran Tidak Stabil atau Menghasilkan Asap
Pembakaran yang tidak stabil atau munculnya asap dapat menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara bahan bakar dan udara pembakaran.
Kemungkinan Penyebab
- Nozzle kotor atau tidak sesuai.
- Tekanan bahan bakar tidak tepat.
- Suplai udara kurang atau berlebihan.
- Fan atau impeller kotor.
- Damper tidak berada pada posisi yang tepat.
- Diffuser kotor.
- Ruang pembakaran bermasalah.
- Kualitas bahan bakar tidak sesuai.
- Burner tidak sesuai dengan kebutuhan furnace atau boiler.
Tindakan
Periksa dan bersihkan nozzle, diffuser, fan, impeller, serta jalur udara. Periksa tekanan bahan bakar dan lakukan penyesuaian udara pembakaran sesuai spesifikasi burner.
Untuk mendapatkan hasil pembakaran yang tepat, pengaturan sebaiknya dilakukan berdasarkan parameter teknis dan, bila diperlukan, menggunakan alat analisis gas buang.
E. Burner Dapat Beroperasi Manual tetapi Tidak Beroperasi Otomatis
Apabila burner dapat berjalan dalam mode manual tetapi tidak bekerja ketika menggunakan mode otomatis, masalah kemungkinan berkaitan dengan sistem kontrol atau interlock.
Kemungkinan Penyebab
- Sinyal thermostat tidak masuk.
- Pressure switch bermasalah.
- Sensor temperatur tidak bekerja.
- Interlock eksternal belum terpenuhi.
- Control box mengalami gangguan.
- Wiring kontrol terputus.
- Program atau parameter kontrol tidak sesuai.
Tindakan
Periksa seluruh rangkaian kontrol mulai dari thermostat, pressure switch, sensor, interlock, wiring, hingga control box.
Pastikan seluruh kondisi pengaman terpenuhi sebelum burner dioperasikan dalam mode otomatis.
F. Api Berwarna Merah
Warna api dapat memberikan indikasi awal mengenai kondisi pembakaran, tetapi warna api saja tidak cukup untuk menentukan penyebab gangguan.
Kemungkinan Penyebab
- Rasio udara dan bahan bakar tidak sesuai.
- Udara pembakaran kurang.
- Nozzle kotor.
- Tekanan bahan bakar terlalu tinggi atau rendah.
- Kualitas bahan bakar kurang baik.
- Diffuser atau burner head kotor.
- Ruang pembakaran memiliki kondisi yang tidak sesuai.
Tindakan
Periksa nozzle, tekanan bahan bakar, suplai udara, diffuser, dan kondisi burner head. Lakukan penyetelan sesuai spesifikasi burner.
Untuk memastikan kualitas pembakaran, pengukuran menggunakan combustion analyzer lebih akurat dibandingkan hanya mengandalkan warna api.
G. Api Berwarna Biru dan Putih
Api berwarna biru atau putih dapat muncul pada kondisi pembakaran tertentu dan tidak selalu menunjukkan masalah. Interpretasinya harus mempertimbangkan jenis burner, jenis bahan bakar, desain ruang bakar, dan pengaturan udara.
Kemungkinan Penyebab Kondisi Tidak Normal
- Udara pembakaran terlalu banyak.
- Tekanan bahan bakar tidak sesuai.
- Posisi nozzle atau electrode tidak tepat.
- Burner head atau diffuser tidak sesuai.
- Kondisi ruang pembakaran tidak sesuai.
- Setting burner belum optimal.
Tindakan
Periksa keseimbangan bahan bakar dan udara pembakaran, kemudian verifikasi tekanan bahan bakar serta posisi nozzle dan komponen burner head.
Jika diperlukan, lakukan analisis gas buang untuk mengetahui parameter seperti O₂, CO₂, dan CO sehingga penyetelan burner dapat dilakukan berdasarkan data.
Tabel Troubleshooting Burner
| Kondisi Trouble | Kemungkinan Penyebab | Tindakan Utama |
|---|---|---|
| Motor tidak beroperasi | Listrik, motor, control box | Periksa power, wiring, motor, dan control |
| Motor beroperasi tetapi tidak menyala | Fuel, nozzle, ignition | Periksa fuel supply, nozzle, electrode |
| Api langsung mati | Flame detector, fuel, ignition | Periksa flame detector dan suplai bahan bakar |
| Api tidak stabil/asap | Rasio udara dan bahan bakar | Periksa nozzle, damper, fan, diffuser |
| Manual bisa, otomatis tidak | Control/interlock | Periksa thermostat, sensor, pressure switch |
| Api merah | Udara/bahan bakar tidak seimbang | Periksa combustion setting |
| Api biru/putih | Setting udara/bahan bakar | Verifikasi dengan combustion analyzer |
Pentingnya Troubleshooting Burner yang Tepat
Troubleshooting sebaiknya dilakukan secara sistematis. Jangan langsung mengganti komponen tanpa mengetahui sumber masalah karena satu gejala dapat disebabkan oleh beberapa faktor.
Untuk oil burner, pemeriksaan biasanya mencakup sistem bahan bakar, fuel pump, filter, nozzle, ignition, flame detector, fan, damper, dan control system.
Untuk gas burner, pemeriksaan juga perlu memperhatikan gas pressure, gas valve, gas pressure switch, gas nozzle/tip, flame detector, serta sistem safety.
Kesimpulan
Gangguan pada burner dapat berasal dari berbagai komponen dan sistem. Mulai dari motor tidak beroperasi, burner gagal ignition, api langsung padam, pembakaran tidak stabil, hingga perubahan karakteristik api.
Identifikasi penyebab secara sistematis membantu menentukan tindakan perbaikan yang tepat dan mencegah penggantian spare part yang tidak diperlukan.
Catatan keselamatan: pemeriksaan burner melibatkan listrik, bahan bakar minyak/gas, tekanan, dan temperatur tinggi. Pekerjaan diagnosis, penyetelan, atau perbaikan sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang kompeten dengan mengikuti manual burner dan prosedur keselamatan yang berlaku.
A. Motor Burner Tidak Beroperasi
Apabila motor oil burner tidak beroperasi, burner biasanya tidak dapat melanjutkan ke tahap pengapian dan pembakaran. Pemeriksaan perlu dilakukan mulai dari sistem safety, kontrol listrik, motor, hingga pompa bahan bakar.
A-1. Flame Sensor Mendeteksi Kondisi Abnormal
Penyebab:
Flame sensor mendeteksi kondisi yang dianggap tidak aman atau membaca adanya sinyal api yang tidak sesuai dengan urutan start burner. Sistem proteksi kemudian menghentikan operasi burner.
Tindakan:
Periksa kondisi flame sensor dan cari sumber gangguan terlebih dahulu. Setelah penyebab masalah diatasi, lakukan reset burner sesuai prosedur operasi.
A-2. Relay Proteksi Rusak
Penyebab:
Relay proteksi mengalami kerusakan atau tidak bekerja sebagaimana mestinya sehingga rangkaian kontrol tidak memberikan perintah operasi kepada burner.
Tindakan:
Periksa relay, terminal, dan rangkaian kontrol. Jika relay terbukti rusak, lakukan perbaikan atau penggantian dengan komponen yang sesuai spesifikasi burner.
A-3. Motor Burner Rusak
Penyebab:
Motor dapat mengalami gangguan akibat masalah kelistrikan, keausan, beban mekanis, atau kerusakan internal. Kondisi tersebut menyebabkan motor tidak dapat menjalankan kipas dan komponen penggerak burner.
Tindakan:
Periksa tegangan listrik, kabel, terminal, kondisi mekanis, dan putaran motor. Jika motor mengalami kerusakan, lakukan perbaikan atau penggantian motor sesuai spesifikasi.
A-4. Gear Pump Rusak
Penyebab:
Gear pump yang mengalami kerusakan dapat mengganggu sistem suplai bahan bakar. Akibatnya, burner tidak mendapatkan tekanan atau aliran bahan bakar yang diperlukan untuk proses pembakaran.
Tindakan:
Periksa kondisi gear pump, sambungan, serta sistem suplai bahan bakar. Pastikan pompa menghasilkan tekanan dan debit sesuai kebutuhan burner. Jika mengalami kerusakan, lakukan perbaikan atau penggantian gear pump dengan tipe yang sesuai.
Checklist Pemeriksaan
| Komponen | Pemeriksaan |
|---|---|
| Flame Sensor | Kondisi sensor dan sinyal deteksi |
| Relay Proteksi | Fungsi relay dan rangkaian kontrol |
| Motor | Tegangan, terminal, dan putaran |
| Gear Pump | Tekanan, aliran, dan kondisi mekanis |
| Control Box | Sinyal start dan safety interlock |
| Wiring | Kabel, terminal, dan koneksi |
Catatan keselamatan: pemeriksaan burner melibatkan listrik dan sistem bahan bakar. Diagnosis dan perbaikan sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang kompeten dengan mengikuti manual burner dan prosedur keselamatan yang berlaku.B. Motor Beroperasi tetapi Burner Tidak Menyala
Kondisi ini umumnya berkaitan dengan sistem ignition, bahan bakar, nozzle, tekanan pompa, atau udara pembakaran.
B-1. Ignition Bar Tidak Tepat atau Rusak
Penyebab:
Posisi ignition bar tidak sesuai atau komponen mengalami kerusakan.
Tindakan:
Periksa dan sesuaikan posisi ignition electrode/bar. Jika rusak, lakukan penggantian.
B-2. Ignition Transformer atau Kabel Rusak
Penyebab:
Transformer pengapian atau kabel tegangan tinggi mengalami kerusakan.
Tindakan:
Periksa sistem ignition dan ganti atau perbaiki komponen yang bermasalah.
B-3. Tekanan Pompa Tidak Sesuai
Penyebab:
Tekanan pelepasan pompa tidak mencukupi atau terdapat gangguan pada sistem suplai bahan bakar.
Tindakan:
Periksa sistem pompa dan sesuaikan debit atau tekanan bahan bakar berdasarkan spesifikasi burner.
B-4. Bahan Bakar Tidak Tersedot
Penyebab:
Tidak terdapat aliran bahan bakar menuju pompa atau burner.
Tindakan:
Periksa jalur bahan bakar dan lakukan air bleeding/pelepasan udara dari sistem apabila terdapat udara yang menghambat aliran.
B-5. Katup Solenoid/Elektronik Tersumbat atau Bermasalah
Penyebab:
Katup tidak membuka dengan benar atau terdapat kotoran pada sistem valve.
Tindakan:
Periksa valve, bersihkan filter, dan pastikan katup dapat bekerja sesuai fungsinya.
B-6. Aliran Udara Pembakaran Tidak Sesuai
Penyebab:
Udara pembakaran terlalu banyak atau terlalu sedikit.
Tindakan:
Periksa dan sesuaikan damper untuk mendapatkan suplai udara yang sesuai dengan kondisi pembakaran.
B-7. Nozzle Tersumbat
Penyebab:
Kotoran atau endapan bahan bakar menyumbat nozzle.
Tindakan:
Periksa nozzle dan bersihkan atau ganti dengan oil nozzle yang sesuai spesifikasi.
B-8. Pipa Saluran Masuk Rusak
Penyebab:
Pipa inlet atau jalur masuk bahan bakar mengalami kerusakan, kebocoran, atau gangguan aliran.
Tindakan:
Periksa jalur inlet dan lakukan perbaikan atau penggantian apabila diperlukan.
B-9. Coupling Bermasalah
Penyebab:
Coupling mengalami keausan atau kerusakan sehingga transfer putaran dari motor tidak berjalan dengan baik.
Tindakan:
Periksa coupling dan lakukan penggantian atau perbaikan.
C. Burner Menyala tetapi Segera Berhenti
Jika burner berhasil menyala tetapi kemudian berhenti, flame sensor dan relay proteksi menjadi komponen yang perlu diperiksa.
C-1. Flame Sensor Terkontaminasi
Penyebab:
Sensor api kotor sehingga tidak dapat membaca nyala api secara tepat.
Tindakan:
Bersihkan flame sensor dan periksa kembali fungsinya.
C-2. Flame Sensor Rusak
Penyebab:
Sensor api tidak dapat mendeteksi nyala api dengan benar.
Tindakan:
Periksa sensor dan ganti jika mengalami kerusakan.
C-3. Relay Proteksi Rusak
Penyebab:
Relay proteksi mengalami gangguan sehingga burner menerima perintah penghentian.
Tindakan:
Periksa relay proteksi dan lakukan penggantian jika diperlukan.
D. Pembakaran Tidak Stabil atau Menghasilkan Asap
Pembakaran yang tidak stabil dapat disebabkan oleh tekanan bahan bakar, kondisi nozzle, atau ketidakseimbangan udara pembakaran.
D-1. Tekanan Bahan Bakar Tidak Sesuai
Penyebab:
Tekanan bahan bakar untuk proses atomisasi tidak berada pada kondisi yang sesuai.
Tindakan:
Periksa tekanan pompa dan sesuaikan dengan spesifikasi burner.
D-2. Nozzle Tersumbat
Penyebab:
Nozzle mengalami penyumbatan sehingga pola semprotan bahan bakar tidak optimal.
Tindakan:
Periksa dan bersihkan nozzle atau ganti jika kondisinya sudah tidak layak.
D-3. Aliran Udara Pembakaran Tidak Sesuai
Penyebab:
Udara pembakaran terlalu banyak atau terlalu sedikit.
Tindakan:
Lakukan penyesuaian damper dan verifikasi hasil pembakaran. Untuk penyetelan yang akurat, gunakan alat analisis gas buang apabila tersedia.
E. Burner Tidak Beroperasi Otomatis
Apabila burner dapat bekerja pada kondisi tertentu tetapi tidak berjalan secara otomatis, sistem relay, reset, dan sensor perlu diperiksa.
E-1. Relay Proteksi Bermasalah
Penyebab:
Relay proteksi mengalami gangguan atau berada dalam kondisi trip.
Tindakan:
Periksa kondisi relay dan lakukan reset sesuai prosedur.
E-2. Protection Relay dalam Kondisi Reset/Trip
Penyebab:
Tombol reset atau sistem proteksi masih berada pada kondisi yang menghentikan operasi.
Tindakan:
Hilangkan terlebih dahulu penyebab gangguan, kemudian lakukan reset.
E-3. Flame Sensor Menerima Cahaya dari Luar
Penyebab:
Sensor api menerima cahaya eksternal sehingga pembacaan sensor menjadi tidak sesuai.
Tindakan:
Hilangkan sumber cahaya eksternal dan lakukan reset setelah kondisi kembali normal.
F. Api Berwarna Merah atau Pembakaran Kekurangan Udara
F-1. Kekurangan Udara Pembakaran
Penyebab:
Jumlah udara yang masuk ke ruang pembakaran terlalu sedikit sehingga rasio udara dan bahan bakar tidak seimbang.
Tindakan:
Periksa sistem udara dan buka damper secara bertahap sesuai prosedur penyetelan burner.
Jangan membuka damper secara berlebihan karena udara yang terlalu banyak juga dapat memengaruhi karakteristik pembakaran.
G. Aliran Udara Pembakaran Terlalu Banyak
G-1. Udara Pembakaran Berlebihan
Penyebab:
Debit udara pembakaran terlalu tinggi dibandingkan kebutuhan bahan bakar.
Tindakan:
Tutup atau kurangi bukaan damper secara bertahap sesuai spesifikasi dan hasil pengukuran pembakaran.
Tabel Troubleshooting Oil Burner
Kondisi | Penyebab | Tindakan |
|---|---|---|
| Motor tidak beroperasi | Flame sensor mendeteksi abnormal | Hilangkan penyebab, lalu reset |
| Motor tidak beroperasi | Relay proteksi rusak | Perbaiki/ganti relay |
| Motor tidak beroperasi | Motor rusak | Periksa dan ganti/perbaiki |
| Motor tidak beroperasi | Gear pump rusak | Perbaiki/ganti pump |
| Motor hidup, api tidak menyala | Ignition bar bermasalah | Atur posisi/ganti |
| Motor hidup, api tidak menyala | Transformer/kabel rusak | Periksa dan ganti |
| Motor hidup, api tidak menyala | Tekanan pompa tidak sesuai | Periksa dan sesuaikan |
| Motor hidup, api tidak menyala | Bahan bakar tidak tersedot | Periksa jalur dan lakukan bleeding |
| Motor hidup, api tidak menyala | Valve bermasalah | Periksa dan bersihkan |
| Motor hidup, api tidak menyala | Udara tidak sesuai | Atur damper |
| Motor hidup, api tidak menyala | Nozzle tersumbat | Bersihkan/ganti nozzle |
| Api langsung berhenti | Flame sensor kotor | Bersihkan |
| Api langsung berhenti | Flame sensor rusak | Ganti sensor |
| Api/asap tidak stabil | Tekanan bahan bakar tidak sesuai | Sesuaikan tekanan |
| Api/asap tidak stabil | Nozzle tersumbat | Bersihkan/ganti |
| Api/asap tidak stabil | Udara tidak sesuai | Sesuaikan damper |
| Auto tidak bekerja | Relay proteksi | Reset/periksa relay |
| Auto tidak bekerja | Sensor terkena cahaya luar | Hilangkan sumber cahaya/reset |
| Api kekurangan udara | Airflow rendah | Buka damper bertahap |
| Airflow terlalu tinggi | Damper terlalu terbuka | Kurangi bukaan damper |
Pentingnya Pemeriksaan Burner
Troubleshooting sebaiknya dilakukan secara sistematis dan tidak hanya berdasarkan gejala. Oil burner memiliki sistem kelistrikan, bahan bakar, pengapian, udara pembakaran, dan safety control yang saling berkaitan.
Sebelum melakukan penggantian komponen, periksa terlebih dahulu sumber masalah. Penggantian flame sensor, relay, motor, gear pump, ignition transformer, nozzle, valve, atau komponen lainnya harus menggunakan spesifikasi yang sesuai dengan model burner.
Untuk masalah yang berkaitan dengan bahan bakar bertekanan, listrik, ignition tegangan tinggi, atau sistem gas, pekerjaan sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang kompeten dan mengikuti manual serta prosedur keselamatan.
Info Kontak kami :
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
JAM BUKA KERJA
Informasi Kantor
Senin-Jumaat : 08:00 -17:00 WIB
Informasi Personal
Senin-Minggu : 06:00 -22:00 WIB

