BURNER BENTONE BAHAN BAKAR GAS

Dengan era jaman yang semakin berkembang dan persaingan teknologi serta enegriy semakin banyak sebagai industry memilih mesin mereka dengan pemilihan efesiensi dan cost pengeluran sangat di pertahankan bagi mesin mereka, salah satu nya pemilihan bahan bakar untuk burner yang mereka oprasikan atau yang akan di beli, dimana burner bahan bakar gas memiliki efesiensi lebih tinggi dan bersih lingkungan tentu menjadi pertimbangan besar di bandingkan burner bentone dengan bahan bakar minyak solar atau oli bekas, yang mana di Indonesia sendiri untuk minyak solar sudah sulit mendapatknya atau bisa dengan harga lebih tinggi dengan tahun seblumnya, belum untuk perawatan dan kalori panas burner. Burner bentone memberikan solusi untuk burner bahan bakar gas dengan berbagai tipe kapasitas sesuai kebutuhan dengan kualitas yang terjamin dan harga relatif murah namun kualitas tidak murahan.
Gas burner bentone adalah burner pabrikaan Sweden yang memiliki pemasaran di berbagai negara salah satunya Indonesia, burner Benton sering kita jumpai di industry makanan atau rumah sakit pergedungan untuk membantu mesin proses mereka sperti pembakaran incinerator, steam boiler, hot eater boiler, oven, dan mesin lainya. Benton menyediakan burner bahan bakar gas dengan beberpa pilhan Gas LPG, LNG, PGN, CNG, serta lengkapi komponen pendukungnya sperti apa alat nya ,akan kita bahas di artikel ini.
Tipe Gas Burner Bentone
Gas Burner Bentone merupakan burner industri yang dapat digunakan pada boiler, furnace, oven, dan berbagai sistem pemanas sesuai kebutuhan kapasitas dan karakteristik ruang bakar. Berikut perbandingan Bentone STG 146/1 dan Bentone BG300.
Bentone STG 146/1
Bentone STG 146/1 merupakan gas burner berkapasitas relatif kecil dengan sistem operasi one-stage. Model ini dapat dipertimbangkan untuk aplikasi pemanasan yang membutuhkan kontrol pembakaran sederhana.
Spesifikasi:
- Tipe: STG 146
- Kapasitas: 65 kW
- Bahan Bakar: LPG / Natural Gas*
- Konsumsi Bahan Bakar: ±6,5 Nm³/jam*
- Operasi: One-stage
- Motor: 125 W, 0,95 A, 230 V, 50 Hz, 2750 rpm
- Panjang: ±290 mm
- Lebar: ±244 mm
- Brand: Bentone
- Asal: Sweden
Bentone BG300
Bentone BG300 memiliki kapasitas lebih besar dan tersedia dalam konfigurasi kontrol pembakaran sesuai varian model. Dengan kapasitas sekitar 200 kW pada spesifikasi yang disebutkan, burner ini dapat digunakan untuk kebutuhan boiler dan pemanas industri dengan beban panas lebih tinggi.
Spesifikasi:
- Tipe: BG300
- Kapasitas: 200 kW
- Bahan Bakar: LPG / Natural Gas*
- Konsumsi Bahan Bakar: ±20 Nm³/jam*
- Operasi: Two-stage**
- Motor: 250 W, 1,8 A, 230 V, 60 Hz, 2750 rpm
- Panjang: ±590 mm
- Lebar: ±585 mm
- Tinggi: ±340 mm
- Brand: Bentone
- Asal: Sweden
Perbandingan Bentone STG 146 dan BG300
| Spesifikasi | Bentone STG 146/1 | Bentone BG300 |
|---|---|---|
| Kapasitas | 65 kW | 200 kW |
| Operasi | One-stage | Two-stage** |
| Konsumsi gas* | ±6,5 Nm³/jam | ±20 Nm³/jam |
| Motor | 125 W | 250 W |
| Tegangan | 230 V | 230 V |
| Aplikasi | Beban panas kecil | Beban panas lebih besar |
Pemilihan Gas Burner Bentone
STG 146/1 dapat dipertimbangkan ketika kebutuhan output panas relatif kecil dan sistem menggunakan kontrol satu tahap. Untuk kebutuhan output yang lebih tinggi, BG300 menawarkan rentang aplikasi yang lebih besar.
Pemilihan burner tidak boleh hanya berdasarkan kapasitas kW. Parameter seperti jenis dan tekanan gas, nilai kalor bahan bakar, back pressure ruang bakar, combustion head, burner flange, electrical supply, control method, serta kebutuhan emisi juga harus diperhitungkan.
* Konsumsi gas aktual bergantung pada nilai kalor dan kondisi suplai gas. Istilah LNG dan CNG merujuk pada bentuk penyimpanan/transportasi gas; burner menerima bahan bakar gas setelah sistem suplai mengondisikannya pada tekanan dan kondisi yang sesuai.
** Spesifikasi BG300 dapat berbeda berdasarkan kode/varian lengkap. Verifikasi konfigurasi two-stage, motor, frekuensi, dimensi, dan kapasitas terhadap datasheet Bentone sebelum pembelian atau instalasi.
Komponen Gas burner bentone
Komponen Umum
1. Cover, inspection glass
2. Air pressure switch
3. Air adjustment
4. Inner assembly adjustment (not town gas)
5. Flame cone
6. Connecting pipe
7. Air damper
8. Air intake
9. Ignition electrode
10. Control box
11. Reset button
12. Fan wheel
13. Motor
14. Ionization electrode
15. Transformer
16. Inner assembly
17. Nozzle
18. Brake plate
Komponen Di Area Intalasi Gas
1. Ball valve
2. Filter
3. Pressure regulator
4. Pressure gauge with stop cock (optional extra)
5. Min. gas pressure switch
6. Max. gas pressure switch
7. Main valve, 2-way. For modulating operation, this valve is equipped for ratio control.
8. Safety valve
9. Tightness check *
10. Control motor
11. Air pressure switch
12. Ventilation pipe for releasing gas
Aplikasi Gas burner Bentone
Dari beberpa industri di indoneisa banyak mesin yang mereka jalankan menggunakan gas burner bentone selain kualitas yang bagus harga yang di tawarakan lebih rlatif ekonomis di bandingkan burner setaranya, ada pun aplikasi untuk gas burner bentone:

-Pembakaran mesin Steam boiler
-Thermal Oil Heater
-Incenartor pembakaran sampah
-Rptary drayer
-Hot water Boiler
-Pemanasan tangki direck
-Pemanasan non direct
-Oven dan apilkasi lainya
Petunjuk Umum Gas Burner Bentone
Instalasi Burner
1. Ikuti standar dan instruksi yang berlaku untuk pemasangan kompor gas.
2. Pastikan instalasi listrik dibuat sesuai dengan peraturan yang ada.
3. Periksa apakah asupan udara segar dari ruang ketel cukup berdimensi.
4. Periksa dengan mempelajari pelat data bahwa efisiensi burner disesuaikan dengan output boiler.
5. Periksa apakah pembakar disesuaikan dengan kualitas gas di pertanyaan.
6. Periksa apakah tekanan input gas sudah benar.
7. Periksa apakah peredam boiler terbuka.
8. Periksa apakah ada air dalam sistem.
9. Periksa apakah termostat dll telah disetel dengan benar.
10. Baca petunjuk dan ikuti petunjuk yang diberikan untuk burner untuk memulai dan servis
Perawatan Gas Burner
1. Jaga kebersihan ruang ketel.
2. Pastikan asupan udara segar dari ruang ketel tidak terbatas.
3. Matikan arus dan matikan pasokan gas jika: burner harus ditarik dari boiler.r
4. Jangan gunakan boiler untuk membakar kertas dan limbah jika ada tidak ada pengaturan khusus ( fire room ) untuk ini.
Operasi normal
1. Pastikan pasokan udara ke burner tidak terhalang oleh debu dan kotoran.
2. Minta penginstal melakukan perbaikan instalasi tahunan sehingga keselamatan tidak terancam.
3. Minta penginstal pada perombakan tahunan juga menyesuaikan burner untuk memastikan penghematan pembakaran yang optimal.
4. Periksa secara berkala apakah ada air di dalam sistem ( isi naik jika perlu) dan termostat dll. biasanya disesuaikan.
5. Pastikan tidak ada air atau kelembapan yang bersentuhan dengan pembakar.
Pemberhentian saat slesai oprasi (OF)
1. Tekan tombol reset relai.
2. Matikan arus dengan sakelar utama.
3. Matikan pasokan gas dengan keran pemutus pada pembakar
Studi Kasus Pemilihan Gas Burner Bentone STG 146/1 dan BG300
Latar Belakang
Sebuah fasilitas industri membutuhkan gas burner untuk dua jenis beban pemanasan yang berbeda. Unit pertama membutuhkan kapasitas panas relatif kecil dengan sistem operasi sederhana, sedangkan unit kedua membutuhkan kapasitas lebih besar dan pengaturan pembakaran yang lebih fleksibel.
Untuk kebutuhan tersebut, dilakukan perbandingan antara Bentone STG 146/1 dan Bentone BG300.
Studi Kasus 1 – Bentone STG 146/1 untuk Beban Kecil
Sebuah unit pemanas proses membutuhkan output panas sekitar 50–60 kW. Sistem tidak memerlukan modulasi kapasitas yang kompleks dan beban relatif stabil selama operasi.
Bentone STG 146/1 dengan kapasitas sekitar 65 kW dapat dipertimbangkan karena menggunakan sistem one-stage.
Pada sistem one-stage, burner bekerja dalam kondisi ON/OFF sesuai perintah thermostat, pressure control, atau controller utama.
Hasil Pemilihan
STG 146/1 sesuai untuk aplikasi ini karena:
- Kapasitas burner mendekati kebutuhan panas proses.
- Sistem one-stage lebih sederhana untuk beban relatif stabil.
- Dimensi burner relatif kompak.
- Kebutuhan motor dan daya listrik lebih kecil.
- Cocok untuk boiler, oven, furnace, atau heater berkapasitas kecil yang sesuai dengan combustion chamber burner.
Studi Kasus 2 – Bentone BG300 untuk Beban Lebih Besar
Pada unit kedua, boiler membutuhkan input panas sekitar 150–180 kW dan mengalami perubahan beban selama proses produksi.
Jika burner terlalu sering bekerja ON/OFF, kestabilan temperatur atau tekanan dapat terganggu dan frekuensi startup meningkat.
Bentone BG300 dengan kapasitas sekitar 200 kW dan konfigurasi two-stage pada varian yang sesuai dapat menjadi pilihan.
Cara Kerja Two-Stage
Saat kebutuhan panas rendah, burner dapat bekerja pada tahap pertama. Jika kebutuhan meningkat, kontrol mengaktifkan tahap kedua sehingga output burner naik.
Ketika kebutuhan panas turun, burner kembali ke tahap pertama sebelum akhirnya berhenti apabila setpoint telah tercapai.
Hasil Pemilihan
BG300 memberikan beberapa keuntungan untuk kondisi tersebut:
- Kapasitas lebih sesuai dengan beban panas yang lebih besar.
- Sistem two-stage membantu menyesuaikan output dengan perubahan beban.
- Mengurangi kebutuhan burner bekerja ON/OFF terlalu sering.
- Membantu menjaga temperatur atau tekanan proses lebih stabil.
- Cocok untuk boiler atau sistem pemanas industri dengan demand yang berubah-ubah.
Perbandingan Studi Kasus
| Parameter | STG 146/1 | BG300 |
|---|---|---|
| Contoh kebutuhan panas | 50–60 kW | 150–180 kW |
| Kapasitas burner | ±65 kW | ±200 kW |
| Sistem operasi | One-stage | Two-stage* |
| Pola beban ideal | Relatif stabil | Berubah-ubah |
| Kontrol kapasitas | ON/OFF | Low / High* |
| Aplikasi | Heater atau boiler kecil | Boiler/heater kapasitas lebih besar |
*Bergantung pada kode dan konfigurasi BG300 yang digunakan.
Contoh Perhitungan Sederhana Konsumsi Gas
Jika sebuah burner menghasilkan input panas sekitar 200 kW, konsumsi natural gas secara teoritis dapat diperkirakan dari nilai kalor gas.
Sebagai contoh, jika nilai kalor gas sekitar 10 kWh/Nm³:
Konsumsi teoritis = 200 kW ÷ 10 kWh/Nm³ = ±20 Nm³/jam
Angka tersebut hanya estimasi. Konsumsi aktual dipengaruhi oleh nilai kalor gas, efisiensi pembakaran, tekanan gas, excess air, kondisi burner, dan beban aktual.
Faktor yang Harus Diperiksa Sebelum Memilih Burner
Kapasitas kW tidak boleh menjadi satu-satunya dasar pemilihan. Engineer juga perlu memeriksa:
- Tekanan dan jenis gas.
- Nilai kalor bahan bakar.
- Back pressure ruang bakar.
- Dimensi dan panjang combustion head.
- Burner flange dan mounting.
- Kebutuhan one-stage atau two-stage.
- Tegangan dan frekuensi listrik.
- Gas train dan regulator.
- Flame safeguard dan safety interlock.
- Persyaratan emisi.
Kesimpulan
Untuk aplikasi dengan kebutuhan panas relatif kecil dan stabil, Bentone STG 146/1 dapat menjadi pilihan yang lebih sederhana karena menggunakan sistem one-stage.
Untuk kebutuhan panas lebih besar dan beban yang berubah-ubah, Bentone BG300 dengan konfigurasi two-stage dapat memberikan kontrol kapasitas yang lebih fleksibel.
Pemilihan akhir tetap harus didasarkan pada datasheet varian burner, karakteristik combustion chamber, tekanan gas, kebutuhan proses, dan hasil commissioning, bukan hanya berdasarkan kapasitas nominal burner.
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
