Fitur Thermal Oil Boiler 200.000 Kcal- 800.000 Kcal

Thermal oil heater (boiler Oil) 200.000 Kcal- 800.000 Kcal paling sering digunakan sebagai pengganti boiler uap dan boiler air panas suhu tinggi, dengan minyak sebagai fluida pembawa panas. Secara umum, suhu yang lebih tinggi level dicapai pada tekanan operasi cukup rendah. Sistem thermal oil ini memiliki sistem tarnsfer oil bekerja dengan tekanan rendah, suhu naik 100 sampai 320° C hanya membutuhkan tekanan pompa saja. untuk perawatan dan pengoprasianya pun lebih simpel tidak membutuhkan air bersih saat proses pemanasanya dan tidak memiliki kerak atau jelaga di dalam pipa selama oli transfer TOH terjaga .
Kami PT indira mitra boiler merupakan perusahaan terkemuka yang bergerak dalam bidang fabrikasi boiler dan thermal oil hetaer dengan kapasitas standar 200.000 Kcal- 800.000 Kcal maupun kapasitas di atasnya. thermal oil kami memiliki desain flas coil dengan struktur horizontal dan di lengkapi dengan beberpa komponen yang memiliki kualitas unggulan sperti pipa coil kami menggunakan pipa tube boiler grade SA192/P235GH, Pompa transfer KSB produksi jerman, Kompor burner lesensi italia, main valve Zatkama/setra dan instrumen lain.
Kompnen utama Thermal Oil 200.000 Kcal- 800.000 Kcal
Dibandingkan dengan pembangkit konvensional yang menggunakan air panas atau uap, thermal oil heater kapasitas 200.000 Kcal- 800.000 Kcal menawarkan keuntungan yang dapat dipanaskan hampir tanpa tekanan sampai mencapai suhu 320 °C. Dengan oli sintetis, bahkan suhu hingga 400 °C dapat dicapai. Untuk alasan ini, dalam sebagian besar proses industri, pabrik minyak perpindahan panas memiliki akhirnya mencapai dominasi dalam penyediaan energi proses. terjadinya kelancaran sistem thermal oil heater juga tidak jauh dari pendukung matrial dan komponen utama yang membantu sistem kerja thermal oil, beberpa matrial/ komponen utama thermal oil hetaer sebagai berikut :
- Body Thermal oil Heater terbentuk dari plat kapal
- Pipa Coil berbentuk sepiral menggunakan pipa tube lesensi eropa
- Kompor pembakaran- burner lesensi itali Riello/Setara
- Pompa transfer Oil- KSB jerman/setara
- Tangki Expation Plat baja di rakit berbentuk silender
- Control Panel schnaider
- Main Valve, Zatkama polandia/ setara
Dari beberpa komponen utama thermal oil heater sangat membantu sistem kerja lebih maksimal dan usia mesin lebih panjang dengan catatan di oprasikan sesuai SOP manufatur dan oprator mahir di bidangnya.
Spesifikasi Thermal Oil haeter
Di masa skarang ini kami mengembangkan MesinThermal Oil Heater/Boiler dengan Kapasitas standar yaitu 200.0000 Kcal – 800.000 Kcal/jam, sudah banyak kemajuan signifikan dalam teknologi thermal oil. yang sekarang jauh lebih stabil pada suhu tinggi, tidak beracun dan dapat mencapai suhu yang lebih tinggi daripada sebelumnya.
HTO IDM 200.000 Kcal

No | Description | Qty | Units |
| A | 1.Thermal Oil Heater Cap.200.000 Kcal/h | ||
| Spesification /1 unit: | |||
| – Thermal Capacity 200 Mcal/h | 1 | Unit | |
| – Desain temperature | 300 | °C | |
| – Test Pressure Coil | 10 | Barg | |
| – Max. thermal fluid temperature | 280 | °C | |
| – Length | 2200 | mm | |
| – widht | 970 | mm | |
| – Height | 1250 | mm | |
| – Thermal oil inlet flange | 40 | DN | |
| – Thermal oil outlet flange | 40 | DN | |
| – Thermal Oil empty weight | 750 | Kg | |
| – Circulation Pump Flow Rate | 25 | m³/h | |
| – Pump Head max | 20 | Mtr | |
| – Power consumption | 7 | KW | |
| 1 Gas Burner riello/ setra (italia) | 1 | Unit | |
| 2. Pressure gauge with switch | 1 | Unit | |
| 3. Box panel (schneider) | 1 | Unit | |
| 4. Temperatur Control (Autonic) | 3 | Units | |
| B | Pump oil heater /Transfer oil | 1 | Unit |
| C | Expantion Tank | 200 | Ltr |
| D | Collecting tank | 200 | Ltr |
| E | Gas Hader + aksesoris main valve | 1 | Lot |
| F | Chimney Ø220 | 7 | Mtr |
| G | Valve PN16 | 3 | Pcs |
| H | Strainer PN16 | 1 | Pcs |
Oil Thermal IDM 800.000 Kcal

No | Description | Qty | Units |
| A | 1.Thermal Oil Heater Cap.800.000 Kcal/h | ||
| Spesification /1 unit: | |||
| – Thermal Capacity 800 Mcal/h | 1 | Unit | |
| – Desain temperature | 320 | °C | |
| – Test Pressure Coil | 10 | Barg | |
| – Max. thermal fluid temperature | 300 | °C | |
| – Length | 3200 | mm | |
| – widht | 1900 | mm | |
| – Height | 1700 | mm | |
| – Thermal oil inlet flange | 65 | DN | |
| – Thermal oil outlet flange | 65 | DN | |
| – Thermal Oil empty weight | 2200 | Kg | |
| – Circulation Pump Flow Rate | 50 | m³/h | |
| – Pump Head max | 40 | Mtr | |
| – Power consumption | 22 | KW | |
| 1 Gas Burner riello/ setra (italia) | 1 | Unit | |
| 2. Pressure gauge with switch | 1 | Unit | |
| 3. Box panel (schneider) | 1 | Unit | |
| 4. Temperatur Control (Autonic) | 3 | Units | |
| B | Pump oil heater /Transfer oil | 1 | Unit |
| C | Expantion Tank | 800 | Ltr |
| D | Collecting tank | 600 | Ltr |
| E | Gas Hader + aksesoris main valve | 1 | Lot |
| F | Chimney Ø320 | 9 | Mtr |
| G | Valve PN16 | 3 | Pcs |
| H | Strainer PN16 | 1 | Pcs |
Studi Kasus Sistem Safety Thermal Oil Boiler IMB
Latar Belakang
Pada sistem pemanas industri, thermal oil boiler (thermal oil heater) digunakan untuk menghasilkan temperatur proses tinggi dengan media perpindahan panas berupa thermal oil. Salah satu keunggulan sistem ini adalah kemampuan mencapai temperatur tinggi tanpa harus bekerja pada tekanan setinggi sistem steam untuk kondisi proses tertentu.
Meskipun demikian, thermal oil tetap dapat mengalami overheating, degradasi, dan kerusakan apabila terjadi kegagalan sirkulasi atau kontrol temperatur. Oleh karena itu, Thermal Oil Boiler IMB dilengkapi dengan beberapa lapisan proteksi untuk menjaga burner, pompa sirkulasi, thermal oil, dan keseluruhan instalasi.
Studi Kasus: Gangguan Sirkulasi Thermal Oil
Sebuah pabrik menggunakan Thermal Oil Boiler IMB untuk memasok panas ke mesin produksi. Saat unit beroperasi, terjadi gangguan pada pompa sirkulasi sehingga debit thermal oil yang melewati heating coil turun secara signifikan.
Apabila burner tetap menyala pada kondisi tersebut, thermal oil di dalam coil berisiko mengalami kenaikan temperatur lokal secara cepat. Kondisi ini dapat mempercepat degradasi thermal oil dan meningkatkan risiko kerusakan pada sistem.
Respons Sistem Safety
1. Flow Control Mendeteksi Penurunan Aliran
Perangkat pengawasan aliran memonitor minimum flow thermal oil yang melewati heating coil. Ketika aliran berada di bawah batas aman, sistem memberikan sinyal interlock ke burner control.
2. Burner Melakukan Safety Shutdown
Ketika pompa berhenti atau minimum flow tidak terpenuhi, burner dihentikan sehingga suplai panas ke heating coil terputus. Proteksi ini membantu mencegah thermal oil mengalami overheating akibat tidak adanya sirkulasi yang memadai.
3. High Temperature Protection
Temperatur thermal oil pada sisi outlet terus diawasi. Jika temperatur melewati batas keselamatan yang telah ditentukan, sistem memerintahkan burner berhenti.
Temperatur gas buang juga dapat dipantau sebagai proteksi tambahan untuk mendeteksi kondisi operasi yang tidak normal.
4. Proteksi Saat Cold Start
Pada saat thermal oil masih dingin, sistem tidak langsung mengoperasikan burner pada kapasitas maksimum. Kapasitas pembakaran dikontrol selama proses pemanasan awal dan kemudian ditingkatkan sesuai control sequence hingga temperatur mendekati setpoint.
Strategi ini membantu mengendalikan kenaikan temperatur dan mempertahankan kondisi sirkulasi sesuai rancangan sistem.
5. Monitoring Expansion Tank
Level thermal oil pada expansion tank diawasi menggunakan level switch atau perangkat pengawasan level yang sesuai. Jika level turun melewati batas minimum yang ditentukan, sistem menghasilkan alarm dan melakukan shutdown sesuai safety logic.
Proteksi ini membantu mencegah sistem beroperasi dengan volume thermal oil yang tidak mencukupi.
6. Post-Circulation Setelah Burner Berhenti
Setelah burner dimatikan secara normal, pompa sirkulasi tidak harus langsung berhenti. Sistem dapat mempertahankan sirkulasi untuk periode tertentu sesuai desain agar panas residual pada heater dapat dipindahkan dari heating coil.
Hal ini membantu mencegah terjadinya heat soak dan temperatur lokal berlebihan setelah proses pembakaran dihentikan.
Safety Interlock Thermal Oil Boiler IMB
| Kondisi | Sistem Proteksi | Respons |
|---|---|---|
| Outlet oil temperature terlalu tinggi | High temperature limit | Burner shutdown |
| Flue gas temperature terlalu tinggi | Temperature monitoring | Alarm / burner shutdown sesuai logic |
| Thermal oil flow terlalu rendah | Flow switch / flow controller | Burner shutdown |
| Pompa sirkulasi gagal | Pump/flow interlock | Burner shutdown |
| Level expansion tank terlalu rendah | Level switch | Alarm / system shutdown |
| Cold start | Burner capacity control | Output burner dibatasi dan ditingkatkan bertahap |
| Burner berhenti | Post-circulation | Pompa tetap bersirkulasi sesuai waktu yang ditentukan |
Hasil dan Manfaat
Penerapan beberapa lapisan safety interlock membuat kegagalan pada satu bagian sistem dapat terdeteksi sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Sistem tidak hanya mengandalkan pengaturan temperatur, tetapi juga mengawasi flow, pump operation, oil level, outlet temperature, dan kondisi operasi burner.
Dengan desain, commissioning, inspeksi, dan perawatan yang benar, sistem proteksi tersebut membantu:
- Mengurangi risiko overheating pada thermal oil.
- Melindungi heating coil dari temperatur berlebih.
- Mengurangi risiko degradasi thermal oil akibat overheating.
- Menghentikan burner ketika sirkulasi thermal oil tidak memenuhi kondisi aman.
- Mengendalikan proses cold start.
- Membuang panas residual melalui post-circulation.
- Meningkatkan keandalan dan keselamatan operasi thermal oil heater.
Kesimpulan
Studi kasus kegagalan pompa menunjukkan bahwa safety Thermal Oil Boiler IMB sebaiknya dirancang sebagai sistem proteksi berlapis. Ketika aliran thermal oil tidak memenuhi batas minimum, interlock menghentikan burner. Proteksi temperatur, level expansion tank, cold-start control, dan post-circulation memberikan lapisan pengamanan tambahan.
Setpoint, konfigurasi interlock, perangkat proteksi, dan urutan shutdown harus ditentukan berdasarkan desain unit, karakteristik thermal oil, kebutuhan proses, standar yang berlaku, serta hasil commissioning. Perangkat safety tidak boleh dibypass selama pengoperasian normal.
Info lebih lanjut terkait kebutuhan atau diskusi seputar thermal oil boiler bisa hubungi kami
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
