Jual Thermal Oil Heater

Distributor  Thermal Oil Heater

Thermal Oil Heater untuk pemanas asphalt thermal oil adalah mesin penghasil panas atau bisa di sebut sebagai alat penghantar panas dengan mempergunakan media Oli di dalam pipa yang dirancang winding didalam tabung/tangki pemanas yang didesain sedemikian rupa yang kemudian dipanaskan programming interface yang bersumber dari burner dengan bahan bakar tertentu. Nilai kalori yang dihasilkan oleh thermal oil ini bisa mencapai lebih dari 300 °C.

Mesin penghasil panas biasanya didapatkan dari radiator dengan mempergunakan energi listrik. Namun karena penggunaan energi panas untuk jangkauan Industri perusahaan/pabrik yang dibutuhkan sangat besar, maka warm oil menjadi solusi. Hal ini berdasarkan pertimbanhan biaya konsumsi perbandingan antara biaya listrik dan bahan bakar untuk warm oil. Bisa dibayangkan, berapa banyak energi listrik dan biaya yang harus dikeluarkan pabrik untuk PLN jika pemanas mempergunakan listrik.

Thermal oil heater cap 100.000 kcal

Kebanyakan perusahaan yang memanfaatkan energi panas menggunakan mesin Boiler (Ketel Uap/steam). Padahal tidak semua penghasil panas harus bersumber dari evaporator. Banyak perusahaan yang memerlukan mesin penghasil panas menggunakan kettle, padahal tidak memerlukan steam/uap panas dalam compositions produksi mereka. Evaporator menghasilkan uap panas yang mengandung butiran air (soaked steam) dengan suhu mencapai 180°C, sedangkan warm oil hanya menghasilkan udara panas mencapai 300°C bahkan lebih. Hal ini harus menjadi bahan pertimbangan, apakah harus memilih warm oil atau heater.

Thermal oil di desain secara level dan ada juga desain vertical (berdiri). Desain Vertikal menghemat ruangan dan sangat efisien sedangkan desain level memudahkan dalam perawatan dan pengoprasian. Namun, untuk ukuran warm oil yang cukup besar, rata-rata didesain secara level untk mempermudah perawatan/support untuk kedepannya. Warming Coil terbuat dari Seamless Boiler Tube yang dirol secara ceaseless. Setiap sambungan las diperiksa dengan teliti dengan Radiaography Test dan Test tekanan akhir mempergunakan tekanan sampai 15 – 30 Bar. Warm Oil mengalir di dalam curl dengan kecepatan yang dirancang secara cermat untuk menghindarkan overheating yang dapat mengakibatkan kerusakan oil akibat terbentuknya arang (coking).

Keunggulan Thermal Oil Heater (HTO)

Thermal Oil Heater (HTO) merupakan sistem pemanas tidak langsung yang menggunakan thermal oil (heat transfer fluid) sebagai media penghantar panas. Dibandingkan dengan sistem boiler uap (steam boiler), Thermal Oil Heater mampu menghasilkan temperatur tinggi hingga 300–350°C dengan hanya menggunakan tekanan sirkulasi pompa atau tekanan rendah, sehingga lebih aman dan efisien untuk berbagai aplikasi industri.

Thermal oil bersirkulasi dalam sistem tertutup (closed loop), sehingga tidak habis atau menguap selama sistem beroperasi secara normal. Penambahan thermal oil umumnya hanya diperlukan apabila terjadi kebocoran pada pipa, flange, valve, pompa, atau komponen lainnya. Setelah kebocoran diperbaiki, volume thermal oil harus dikembalikan sesuai kapasitas sistem agar sirkulasi dan perpindahan panas tetap optimal.

Selain mampu bekerja pada temperatur tinggi, Thermal Oil Heater juga menawarkan berbagai keunggulan lainnya, seperti:

  • Bekerja pada tekanan rendah, sehingga tingkat keselamatan lebih tinggi dibandingkan boiler steam.
  • Kontrol temperatur yang presisi, cocok untuk proses industri yang membutuhkan kestabilan suhu.
  • Tidak memerlukan water treatment, sehingga mengurangi biaya bahan kimia dan perawatan.
  • Tidak terjadi korosi, kerak (scaling), maupun blowdown, seperti pada sistem boiler uap.
  • Efisiensi perpindahan panas tinggi, sehingga konsumsi bahan bakar lebih hemat.
  • Biaya perawatan lebih rendah, karena sistem lebih sederhana dan minim komponen yang memerlukan penggantian rutin.
  • Umur thermal oil yang panjang, apabila dioperasikan sesuai spesifikasi temperatur dan dilakukan inspeksi berkala.

Dengan desain yang tepat, penggunaan thermal oil berkualitas, serta program preventive maintenance yang terjadwal, Thermal Oil Heater dapat beroperasi secara andal selama bertahun-tahun dengan efisiensi tinggi. Hal ini menjadikan HTO sebagai pilihan ideal untuk industri asphalt mixing plant, kelapa sawit, plywood, tekstil, makanan dan minuman, kimia, karet, percetakan, hingga manufaktur yang membutuhkan pemanasan stabil dan berkelanjutan.

fabrikasi Boiler 3 ton

Gas panas

hasil pembakaran memanaskan aliran warm oil diruang bakar sebagai panas radiasi dan selanjutnya memanaskan oil di loop konveksi melalui sela2 antar curl dengan kecepatan tertentu dalam 3 aliran dengan arah berlawanan dengan arah aliran warm oil.

Dalam Thermal oil, oli adalah media penghantar panas yang sifatnya tidak menimbulkan kerak atau kotoran di dalam pipa. sehingga tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk membersihkan pipa saluran oli tidak yang biasa dilakukan pada evaporator steam. Pipa tahan programming interface yang digunakan tidak akan mengalami kerusakan dikarenakan pipa panas yang dialirkan dengan pompa sirkulasi, hanya saja jangan sampai temperatur oli tidak terkontrol dan melewati ambang batas kemampuan pipa dalam menerima panas. Maka dari itu, framework wellbeing untuk suplai panas dari programming interface burner harus selalu dalam keadaan baik. Dalam hal ini, Thermocontrol di board control dan thermocouple harus terintegrasi dengan baik agar kemungkinan overheating tidak terjadi.

Sistem pengendali pada board control dan control part security pada body warm oil unit harus dipastikan kondisi dan fungsinya berjalan ordinary. semakin kondisi control baik, maka semakin rendah pula interim administrator dalam pemantauan unit warm oil. Meskipun Thermal oil tidak beroprasi dalam tekanan tinggi, namun spesifikasi pipa harus standar pipa yang digunakan untuk evaporator. Pipa kettle memiliki daya tahan panas dan tekanan tinggi. Dalam hal ini, warm oil harus menggunakan pipa yang tahan dengan temperatur tinggi. Pipa heater yang lebih tebal, akan lebih mengurangi resiko kerusakan pipa saat menerima panas.

Thermal Oil untuk Asphalt Mixing Plant (AMP)

Pada Asphalt Mixing Plant (AMP), Thermal Oil Heater berperan sebagai sumber energi panas untuk memanaskan tangki penyimpanan aspal, pipa distribusi, heat exchanger, serta berbagai peralatan proses lainnya. Dibandingkan dengan sistem boiler uap, Thermal Oil Heater mampu menghasilkan temperatur tinggi hingga 300–350°C dengan tekanan rendah, sehingga lebih aman, efisien, dan ekonomis untuk aplikasi industri aspal.

Selain menghasilkan panas yang stabil, thermal oil juga memiliki kemampuan menghantarkan panas secara merata. Oleh karena itu, kualitas thermal oil harus selalu dijaga agar proses produksi tetap berjalan dengan optimal dan konsumsi bahan bakar tetap efisien.

Pentingnya Perawatan Thermal Oil

Agar sistem Thermal Oil Heater bekerja secara optimal, diperlukan program inspeksi dan perawatan berkala (preventive maintenance). Pemeriksaan rutin membantu menjaga kualitas thermal oil, meningkatkan efisiensi perpindahan panas, serta mengurangi risiko kerusakan pada pompa sirkulasi, burner, coil heater, dan komponen penting lainnya.

Selain itu, perawatan yang terjadwal dapat memperpanjang umur pakai thermal oil, menekan biaya operasional, mengurangi konsumsi bahan bakar, serta meminimalkan risiko downtime yang dapat menghambat proses produksi Asphalt Mixing Plant.

Pemeriksaan yang Direkomendasikan

Beberapa pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan secara berkala meliputi:

  • Pemeriksaan kualitas thermal oil.
  • Pengecekan level thermal oil pada expansion tank.
  • Inspeksi pompa sirkulasi dan mechanical seal.
  • Pembersihan burner serta penyetelan rasio udara dan bahan bakar.
  • Pemeriksaan temperatur dan tekanan sistem.
  • Pengujian sensor, thermostat, dan panel kontrol.
  • Pemeriksaan kebocoran pada pipa, valve, flange, dan sambungan.

Selanjutnya, seluruh hasil inspeksi sebaiknya dicatat dalam log sheet maintenance untuk memudahkan evaluasi kondisi sistem dari waktu ke waktu.

Kapan Thermal Oil Harus Diganti?

Thermal oil tidak perlu diganti secara berkala berdasarkan umur saja. Namun, penggantian harus dilakukan apabila hasil analisis menunjukkan adanya oksidasi, pembentukan sludge, peningkatan viskositas, penurunan kemampuan perpindahan panas, atau kontaminasi oleh air maupun partikel asing.

Oleh karena itu, pengujian sampel thermal oil secara berkala sangat disarankan agar keputusan penggantian didasarkan pada kondisi aktual fluida, bukan hanya jam operasi.

Manfaat Preventive Maintenance

Dengan menerapkan program preventive maintenance yang terjadwal, sistem Thermal Oil Heater pada Asphalt Mixing Plant akan beroperasi lebih aman, efisien, dan andal. Selain itu, kualitas pemanasan aspal menjadi lebih stabil, konsumsi bahan bakar lebih hemat, umur thermal oil lebih panjang, serta risiko kerusakan mendadak pada burner, pompa, maupun coil heater dapat diminimalkan.

Pada akhirnya, perawatan yang baik tidak hanya meningkatkan produktivitas Asphalt Mixing Plant, tetapi juga membantu perusahaan mengurangi biaya operasional, memperpanjang umur peralatan, dan menjaga kontinuitas proses produksi dalam jangka panjang.

FAQ Thermal Oil Heater

1. Apa fungsi Thermal Oil Heater?

Thermal Oil Heater berfungsi menghasilkan energi panas dengan menggunakan thermal oil (heat transfer fluid) sebagai media penghantar panas. Sistem ini mampu mencapai temperatur hingga 300–350°C dengan tekanan rendah sehingga lebih aman dibandingkan boiler steam untuk berbagai aplikasi industri.

2. Apa keunggulan Thermal Oil Heater dibandingkan Steam Boiler?

Thermal Oil Heater memiliki beberapa keunggulan, antara lain mampu bekerja pada tekanan rendah, menghasilkan temperatur tinggi, tidak memerlukan water treatment, tidak mengalami scaling seperti boiler uap, serta memiliki biaya perawatan yang lebih rendah.

3. Berapa suhu kerja Thermal Oil Heater?

Sebagian besar Thermal Oil Heater dirancang untuk beroperasi pada suhu 150°C hingga 350°C, tergantung jenis thermal oil, desain heater, dan spesifikasi pabrikan.

4. Kapan thermal oil harus diganti?

Thermal oil perlu diganti apabila kualitasnya menurun akibat oksidasi, terbentuk sludge, viskositas meningkat, atau kemampuan menghantarkan panas berkurang. Penggantian juga disarankan berdasarkan hasil analisis sampel thermal oil atau rekomendasi pabrikan.

5. Apa penyebab thermal oil cepat rusak?

Beberapa penyebab utama kerusakan thermal oil antara lain suhu operasi yang melebihi batas desain, sirkulasi yang kurang baik, kontaminasi air atau udara, kebocoran sistem, serta kurangnya program preventive maintenance.

6. Bagaimana cara merawat Thermal Oil Heater?

Perawatan meliputi pemeriksaan kualitas thermal oil, inspeksi burner, pengecekan pompa sirkulasi, pemeriksaan expansion tank, pembersihan filter, pengecekan instrumen kontrol, serta inspeksi kebocoran pada pipa dan sambungan flange secara berkala.

7. Industri apa saja yang menggunakan Thermal Oil Heater?

Thermal Oil Heater banyak digunakan pada berbagai sektor industri, seperti Asphalt Mixing Plant (AMP), kelapa sawit, plywood, tekstil, makanan dan minuman, kimia, farmasi, percetakan, karet, plastik, powder coating, hingga manufaktur yang membutuhkan pemanasan stabil dan efisien.

Perawatan Thermal Oil Heater yang Direkomendasikan

Agar Thermal Oil Heater (TOH) dapat beroperasi dengan aman, efisien, dan memiliki umur pakai yang panjang, diperlukan program preventive maintenance secara berkala. Selain menjaga kualitas thermal oil, pemeriksaan rutin juga membantu mendeteksi potensi kerusakan sebelum menyebabkan downtime produksi.

1. Lakukan Analisis Thermal Oil Setiap Tahun

Pengujian kualitas thermal oil sebaiknya dilakukan minimal satu kali setiap tahun atau sesuai jam operasi sistem. Pengambilan sampel harus dilakukan pada saat thermal oil berada pada temperatur sekitar 80–110°C (180–230°F) agar hasil analisis lebih akurat.

Gunakan wadah kaca bening yang bersih dan ambil sampel dari titik sirkulasi utama, seperti drain valve pada Y-Strainer atau titik pembuangan terendah pada sistem. Sebelum mengambil sampel, buang terlebih dahulu beberapa liter thermal oil agar sampel benar-benar mewakili kondisi fluida yang sedang bersirkulasi.

Selanjutnya, lakukan pemeriksaan visual terhadap thermal oil untuk mengetahui adanya partikel, lumpur (sludge), perubahan warna, atau indikasi kontaminasi air. Selain itu, lakukan pengujian laboratorium untuk mengetahui viskositas, angka keasaman (TAN), kadar karbon, serta kondisi oksidasi thermal oil.

2. Bersihkan Y-Strainer Secara Berkala

Y-Strainer berfungsi menyaring kotoran dan partikel yang terbawa oleh thermal oil. Apabila filter tersumbat, aliran thermal oil akan berkurang sehingga efisiensi perpindahan panas menurun.

Oleh karena itu, lakukan pembersihan Y-Strainer secara berkala untuk menjaga kelancaran sirkulasi thermal oil, melindungi pompa sirkulasi, serta memperpanjang umur thermal oil.

3. Gunakan Prosedur Start-up dan Shutdown yang Benar

Proses pemanasan dan pendinginan Thermal Oil Heater harus dilakukan secara bertahap agar thermal oil tidak mengalami thermal shock maupun overheating.

Saat start-up, naikkan temperatur outlet heater secara perlahan hingga sekitar 90°C (200°F) sebelum melanjutkan ke temperatur operasi normal.

Sebaliknya, saat shutdown, biarkan blower pembakaran dan pompa sirkulasi tetap beroperasi hingga temperatur thermal oil turun sekitar 90°C (200°F). Prosedur ini membantu mencegah pembentukan karbon (coking) pada coil heater.

4. Periksa Kondisi Isolasi

Lakukan inspeksi terhadap seluruh isolasi pipa dan body heater. Apabila ditemukan isolasi yang basah akibat rembesan thermal oil, segera lakukan perbaikan.

Thermal oil yang meresap ke dalam isolasi dapat meningkatkan risiko kebakaran apabila terkena permukaan bersuhu tinggi. Selain itu, munculnya asap di sekitar pipa atau heater merupakan indikasi adanya kebocoran yang harus segera ditangani.

5. Periksa Low Level Switch

Low Level Switch pada Expansion Tank berfungsi melindungi sistem apabila volume thermal oil berkurang.

Pastikan sakelar level rendah bekerja dengan baik dan tidak terganggu oleh endapan lumpur (sludge) yang dapat menyebabkan pelampung macet. Kerusakan pada komponen ini dapat mengakibatkan sistem tetap beroperasi meskipun volume thermal oil tidak mencukupi sehingga mempercepat degradasi thermal oil dan merusak coil heater.

6. Buang Air dari Expansion Tank

Air yang masuk ke dalam sistem dapat mempercepat oksidasi thermal oil dan menurunkan efisiensi perpindahan panas.

Oleh karena itu, buang secara berkala endapan air melalui drain valve pada bagian bawah Expansion Tank untuk menjaga kualitas thermal oil.

7. Bersihkan Catch Pot atau Buffer Tank

Apabila sistem menggunakan Catch Pot atau Buffer Tank, lakukan pengurasan secara berkala.

Thermal oil yang telah tercampur kotoran atau terkumpul di dalam catch pot tidak disarankan dimasukkan kembali ke dalam sistem karena dapat mengandung kontaminan yang merusak thermal oil utama.

8. Periksa Temperatur Gas Buang

Bandingkan temperatur flue gas (stack temperature) dengan temperatur outlet Thermal Oil Heater.

Apabila temperatur gas buang meningkat secara signifikan dibandingkan kondisi normal, kemungkinan terjadi:

  • Penumpukan jelaga (soot) pada sisi luar coil heater.
  • Penumpukan karbon (coke) pada sisi dalam coil.
  • Efisiensi perpindahan panas menurun.
  • Konsumsi bahan bakar meningkat.

Pembersihan coil secara berkala akan membantu mengembalikan efisiensi Thermal Oil Heater.

Spare Part Thermal Oil Heater yang Paling Sering Diganti

Untuk menjaga performa sistem, berikut adalah spare part yang paling sering diganti selama proses preventive maintenance maupun overhaul:

Spare Part Burner

  • Nozzle Burner
  • Ignition Electrode
  • Flame Sensor (UV Cell/Ionization Probe)
  • Ignition Transformer
  • Burner Control Box
  • Oil Pump
  • Solenoid Valve
  • Blower Motor
  • Servo Motor Modulating
  • Air Pressure Switch

Spare Part Pompa

  • Circulation Pump
  • Mechanical Seal
  • Bearing
  • Shaft
  • Impeller
  • Flexible Coupling
  • O-Ring
  • Gasket

Spare Part Instrumentasi

  • PT100 Sensor
  • Thermocouple
  • Pressure Gauge
  • Temperature Gauge
  • Pressure Switch
  • Temperature Controller
  • Flow Switch
  • Level Switch

Spare Part Valve & Piping

  • Safety Valve
  • Ball Valve
  • Gate Valve
  • Globe Valve
  • Check Valve
  • Y-Strainer
  • Flexible Joint
  • Expansion Joint
  • Spiral Wound Gasket

Spare Part Kelistrikan

  • MCCB
  • Magnetic Contactor
  • Thermal Overload Relay
  • Inverter (VFD)
  • PLC
  • HMI
  • Timer Relay
  • Indicator Lamp
  • Push Button
  • Emergency Stop

Consumable

  • Thermal Oil (Heat Transfer Fluid)
  • Ceramic Fiber
  • Rockwool Insulation
  • Flange Gasket
  • Packing Gland
  • Seal Kit
  • Grease Bearing

PT Indira Mitra Boiler Melayani

PT Indira Mitra Boiler menyediakan spare part Thermal Oil Heater, burner, pompa sirkulasi, panel kontrol, valve, instrumen, thermal oil, serta layanan instalasi, preventive maintenance, overhaul, troubleshooting, flushing system, analisis thermal oil, commissioning, dan penggantian thermal oil untuk berbagai merek seperti IDM, Bejo, Heatec, Garioni Naval, Babcock Wanson, Forbes Marshall, YGL, YY(Q)W, dan merek Thermal Oil Heater lainnya. Tim teknisi kami siap memberikan solusi untuk menjaga sistem pemanas industri Anda tetap aman, efisien, dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.

Spare Part Sistem Pembakaran (Burner)

Sistem pembakaran (burner) merupakan komponen utama pada Thermal Oil Heater yang berfungsi menghasilkan energi panas untuk memanaskan fluida thermal oil. Kinerja burner yang optimal akan menghasilkan pembakaran yang stabil, efisien, aman, serta menghemat konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu, pemeriksaan dan penggantian spare part burner secara berkala sangat penting untuk menjaga keandalan sistem.

1. Nozzle Burner

Nozzle berfungsi mengabutkan bahan bakar solar atau light oil menjadi partikel halus agar mudah bercampur dengan udara dan terbakar secara sempurna.

Tanda-tanda nozzle perlu diganti:

  • Nyala api tidak stabil.
  • Asap hitam berlebihan.
  • Konsumsi bahan bakar meningkat.
  • Kapasitas burner menurun.

2. Ignition Electrode

Ignition electrode menghasilkan percikan tegangan tinggi untuk menyalakan campuran bahan bakar dan udara pada saat proses start-up burner.

Gejala kerusakan:

  • Burner gagal menyala.
  • Percikan api lemah atau tidak muncul.
  • Ujung elektroda aus atau retak.

3. Flame Sensor (Ionization Probe / UV Cell)

Flame sensor mendeteksi keberadaan nyala api selama burner beroperasi. Apabila api padam, sistem kontrol akan segera menghentikan suplai bahan bakar sebagai perlindungan keselamatan.

Indikasi kerusakan:

  • Burner sering mengalami lockout.
  • Alarm “Flame Failure”.
  • Burner mati meskipun api masih menyala.

4. Ignition Transformer

Ignition transformer mengubah tegangan listrik menjadi tegangan tinggi untuk menghasilkan percikan pada ignition electrode.

Gejala kerusakan:

  • Tidak ada percikan api saat start.
  • Burner gagal melakukan proses ignition.
  • Tegangan output tidak stabil.

5. Burner Control Box

Burner control box mengatur seluruh urutan kerja burner, mulai dari pre-purge, ignition, pembukaan katup bahan bakar, pemantauan nyala api, hingga proses shutdown.

Tanda kerusakan:

  • Burner sering lockout.
  • Urutan start tidak berjalan normal.
  • Indikator fault menyala.

6. Solenoid Valve

Solenoid valve membuka dan menutup aliran bahan bakar secara otomatis sesuai perintah burner control.

Kerusakan yang umum terjadi:

  • Katup macet.
  • Coil terbakar.
  • Terjadi kebocoran internal.

7. Oil Pump Burner

Oil pump berfungsi menghisap solar dari tangki dan menaikkan tekanannya menuju nozzle agar proses atomisasi berjalan optimal.

Gejala kerusakan:

  • Tekanan bahan bakar rendah.
  • Burner sulit menyala.
  • Suara pompa kasar.
  • Kebocoran pada shaft seal.

8. Air Damper Actuator / Servo Motor

Servo motor mengatur bukaan damper udara sehingga rasio udara dan bahan bakar tetap ideal pada setiap tingkat pembebanan burner.

9. Blower Motor dan Fan Impeller

Blower menyediakan udara pembakaran yang cukup untuk menghasilkan pembakaran sempurna.

Gejala kerusakan:

  • Udara pembakaran kurang.
  • Api berwarna kuning atau berasap.
  • Motor cepat panas.
  • Getaran dan suara berlebihan.

10. Air Pressure Switch

Air pressure switch memastikan tekanan udara dari blower mencukupi sebelum burner diizinkan menyala.

11. Fuel Filter

Fuel filter menyaring kotoran dan partikel dalam bahan bakar sehingga nozzle, pompa, dan solenoid valve tetap terlindungi.

12. Flexible Fuel Hose

Flexible hose menghubungkan jalur bahan bakar ke burner serta meredam getaran selama operasi.

Jadwal Pemeriksaan dan Penggantian

Spare Part

Pemeriksaan

Penggantian*

Nozzle Burner3 bulan6–12 bulan
Ignition Electrode3 bulan1–2 tahun
Flame Sensor3 bulan2–3 tahun
Ignition Transformer6 bulanSesuai kondisi
Burner Control Box6 bulanSesuai kondisi
Solenoid Valve6 bulan2–5 tahun
Oil Pump6 bulan3–5 tahun
Fuel Filter1–3 bulanSesuai kondisi
Air Pressure Switch6 bulanSesuai kondisi
Blower Motor Bearing6 bulan2–5 tahun

*Interval penggantian bergantung pada jam operasi, kualitas bahan bakar, dan kondisi lingkungan.

PT Indira Mitra Boiler Melayani

PT Indira Mitra Boiler menyediakan berbagai spare part burner untuk Thermal Oil Heater, Steam Boiler, Hot Water Boiler, Rotary Dryer, Oven Industri, dan Furnace, meliputi:

  • Nozzle Burner berbagai kapasitas
  • Ignition Electrode
  • Flame Sensor (Ionization Probe & UV Cell)
  • Ignition Transformer
  • Burner Control Box
  • Oil Pump Burner
  • Solenoid Valve Gas dan Solar
  • Gas Valve Train
  • Air Pressure Switch
  • Servo Motor Modulating
  • Blower Motor
  • Fan Impeller
  • Fuel Filter
  • Flexible Fuel Hose
  • Jasa service, tuning, overhaul, dan commissioning burner

Dengan penggunaan spare part original dan perawatan berkala, sistem pembakaran Thermal Oil Heater akan menghasilkan pembakaran yang lebih efisien, emisi lebih rendah, konsumsi bahan bakar lebih hemat, serta umur peralatan yang lebih panjang.

Spare Part Pompa Thermal Oil

Pompa Thermal Oil heater
Pompa Thermal Oil heater

Pompa sirkulasi merupakan salah satu komponen paling penting pada Thermal Oil Heater. Fungsinya adalah mensirkulasikan fluida thermal oil secara terus-menerus dari heater menuju peralatan proses, kemudian mengembalikannya ke heater agar suhu tetap stabil dan distribusi panas merata. Kerusakan pada pompa dapat menyebabkan penurunan efisiensi pemanasan, overheating pada coil heater, hingga penghentian operasi sistem.

1. Mechanical Seal

Mechanical seal berfungsi mencegah kebocoran thermal oil pada poros pompa. Komponen ini dirancang untuk bekerja pada suhu tinggi dan tekanan tertentu sehingga sangat penting untuk menjaga keamanan serta keandalan sistem.

Tanda-tanda kerusakan:

  • Terjadi rembesan atau tetesan thermal oil.
  • Muncul asap akibat thermal oil mengenai permukaan panas.
  • Suara gesekan pada area seal.
  • Penurunan tekanan sistem.

2. Bearing Pompa

Bearing menopang putaran poros pompa agar tetap stabil dan minim gesekan. Pelumasan yang baik akan memperpanjang umur bearing dan mengurangi getaran.

Gejala bearing rusak:

  • Suara kasar atau mendengung.
  • Getaran pompa meningkat.
  • Temperatur housing bearing tinggi.
  • Poros pompa terasa oblak.

3. Shaft (Poros Pompa)

Shaft berfungsi meneruskan putaran motor listrik ke impeller. Poros yang aus atau bengkok akan mengurangi performa pompa dan mempercepat kerusakan mechanical seal maupun bearing.

4. Impeller

Impeller menghasilkan aliran thermal oil melalui gaya sentrifugal. Kinerja impeller sangat menentukan kapasitas aliran dan tekanan pompa.

Kerusakan yang umum terjadi:

  • Korosi atau erosi.
  • Keausan akibat partikel kotoran.
  • Retak atau patah karena kavitasi.

5. Flexible Coupling

Flexible coupling menghubungkan motor dengan pompa sekaligus meredam getaran dan mengompensasi sedikit ketidaksejajaran (misalignment).

Indikasi kerusakan:

  • Bunyi hentakan saat pompa beroperasi.
  • Getaran berlebih.
  • Rubber coupling retak atau aus.

6. Gasket dan O-Ring

Gasket serta O-ring berfungsi menjaga sambungan pompa tetap rapat sehingga tidak terjadi kebocoran thermal oil pada flange maupun housing pompa.

7. Pump Casing

Pump casing merupakan rumah impeller yang menahan tekanan dan mengarahkan aliran thermal oil. Pemeriksaan rutin diperlukan untuk memastikan tidak ada retak, korosi, atau kebocoran.

8. Bearing Housing

Bearing housing menjaga posisi bearing tetap presisi dan melindunginya dari kontaminasi debu maupun kotoran.

9. Wear Ring

Wear ring berfungsi menjaga efisiensi pompa dengan meminimalkan kebocoran internal antara impeller dan casing.

10. Seal Gland dan Sleeve Shaft

Komponen ini melindungi poros dari keausan serta membantu memperpanjang umur mechanical seal.

Jadwal Penggantian yang Disarankan

Spare PartInterval PemeriksaanInterval Penggantian*
Mechanical Seal3–6 bulan1–3 tahun
Bearing6 bulan2–5 tahun
Flexible Coupling6 bulan2–4 tahun
Gasket & O-RingSaat pembongkaranSesuai kondisi
Impeller1 tahunSesuai keausan
Shaft1 tahunBila aus atau bengkok

*Interval penggantian bergantung pada suhu operasi, kualitas thermal oil, jam kerja, dan kondisi lingkungan.

Layanan PT Indira Mitra Boiler

PT Indira Mitra Boiler menyediakan berbagai spare part pompa Thermal Oil Heater, meliputi:

  • Mechanical Seal suhu tinggi
  • Bearing pompa berbagai ukuran
  • Shaft dan Impeller
  • Flexible Coupling
  • Gasket & O-Ring Kit
  • Circulation Pump lengkap
  • Jasa alignment pompa dan motor
  • Overhaul pompa Thermal Oil Heater
  • Penggantian mechanical seal dan bearing di lokasi (on-site)

Dengan inspeksi dan penggantian spare part secara berkala, pompa sirkulasi Thermal Oil Heater dapat beroperasi lebih efisien, mengurangi risiko downtime, serta memperpanjang umur seluruh sistem pemanas.

  • Circulation Pump
  • Mechanical Seal
  • Pump Shaft
  • Bearing
  • Coupling
  • Coupling Rubber
  • Gasket Pump
  • O-Ring Kit
  • Pump Casing Gasket

Spare Part Instrumentasi

termister temperatur
termister temperatur
  • Pressure Gauge
  • Temperature Gauge
  • Pressure Transmitter
  • Temperature Transmitter
  • PT100 Sensor
  • Thermocouple
  • Digital Temperature Controller
  • High Limit Temperature Controller
  • Pressure Switch
  • Flow Switch
  • Expansion Tank Level Switch

Spare Part Valve & Piping

  • Safety Valve
  • Ball Valve
  • Gate Valve
  • Globe Valve
  • Check Valve
  • Y-Strainer
  • Flexible Joint
  • Expansion Joint
  • Drain Valve
  • Vent Valve
  • Needle Valve

Spare Part Sistem Kelistrikan

  • MCCB
  • MCB
  • Magnetic Contactor
  • Thermal Overload Relay
  • Inverter (VFD)
  • PLC
  • HMI Touchscreen
  • Timer Relay
  • Phase Failure Relay
  • Selector Switch
  • Push Button
  • Indicator Lamp
  • Emergency Stop
  • Terminal Block

Spare Part Tangki Ekspansi

  • Expansion Tank
  • Level Gauge
  • Sight Glass
  • Breather Filter
  • Air Vent
  • Overflow Pipe

Spare Part Body Thermal Oil Heater

  • Ceramic Fiber
  • Rockwool Insulation
  • Refractory Brick
  • Insulation Cover
  • Manhole Gasket
  • Flange Gasket
  • Spiral Wound Gasket
  • Stud Bolt & Nut

Consumable Perawatan

  • Thermal Oil / Heat Transfer Fluid
  • Gasket Set
  • Seal Kit
  • Grease Bearing
  • Filter Element
  • Packing Gland
  • Teflon Tape
  • High Temperature Silicone

Spare Part yang Paling Sering Diganti

  1. Nozzle Burner
  2. Ignition Electrode
  3. Flame Sensor
  4. Oil Pump Burner
  5. Solenoid Valve
  6. Mechanical Seal Pump
  7. Bearing Pompa
  8. Pressure Gauge
  9. Temperature Gauge
  10. PT100 Sensor
  11. Safety Valve
  12. Gasket Flange
  13. Ceramic Fiber
  14. Thermal Oil
  15. Burner Control Box

PT Indira Mitra Boiler Melayani

  • Supply spare part Thermal Oil Heater berbagai merek
  • Overhaul dan perbaikan Thermal Oil Heater
  • Penggantian thermal oil
  • Penggantian coil heater
  • Penggantian pompa sirkulasi
  • Kalibrasi instrumen
  • Service burner gas, solar, dan dual fuel
  • Commissioning dan start-up Thermal Oil Heater

Daftar spare part di atas dapat disesuaikan dengan kapasitas Thermal Oil Heater mulai dari 100.000 kcal/jam hingga 6.000.000 kcal/jam, baik menggunakan burner gas, solar, maupun dual fuel. Untuk identifikasi yang tepat, biasanya diperlukan merek, model, kapasitas heater, serta tipe burner yang digunakan.

Demikian artikel yang dapat saya sampaikan jika ada kebutuhan dan pertanyaan mengenai alat penghantar panas thermal oil bisa hubungi langsung ke marketing yang tersedia contact di bawah ini.
PT Indira Mitra Boiler
📞 Office: (021) 352 95874
📱 WhatsApp: +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
🌐 www.indiramitraboiler.co.id
🌐 www.burner.co.id
📧 info@indira.co.id
📧 idmratman@gmail.com
🏭 Workshop: Tangerang – Indonesia
▶️ Subscribe YouTube:
https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top