Jual Thermal Oil Heater

Distributor Pemanas Minyak Termal

Pemanas minyak termal dengan kapasitas 100.000 kkal.Thermal Oil Heater untuk pemanas aspal merupakan mesin penghasil dan penghantar panas yang menggunakan oli sebagai media pemindah panas. Oli dialirkan melalui pipa yang dirancang berliku di dalam tabung atau tangki pemanas, kemudian dipanaskan oleh burner dengan bahan bakar tertentu. Sistem ini mampu menghasilkan suhu lebih dari 300°C sehingga sesuai untuk kebutuhan pemanasan dalam berbagai proses industri, termasuk pemanasan aspal.

Pada industri dengan kebutuhan panas yang besar, penggunaan energi listrik untuk menghasilkan panas membutuhkan biaya konsumsi yang tinggi. Oleh karena itu, thermal oil menjadi salah satu solusi karena penggunaan bahan bakar pada burner dapat lebih sesuai untuk kebutuhan pemanasan berskala industri dibandingkan pemanas berbasis listrik.

Banyak perusahaan yang menggunakan boiler atau ketel uap sebagai sumber panas. Namun, tidak semua proses produksi membutuhkan steam atau uap panas. Boiler menghasilkan uap yang mengandung udara dan umumnya digunakan untuk proses yang memang membutuhkan steam. Sementara itu, thermal oil menghasilkan panas melalui media oli dan dapat mencapai suhu sekitar 300°C atau lebih. Pemilihan sistem pemanas sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan proses produksi.

Thermal oil di desain tersedia dalam desain horizontal maupun vertikal. Desain vertikal dapat menghemat ruang dan cukup efisien, sedangkan desain horizontal lebih memudahkan proses perawatan dan pengoperasian. Untuk kapasitas besar, sistem umumnya menggunakan desain horizontal agar perawatan dan dukungan operasional dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Koil pemanas dibuat dari tabung boiler mulus yang dibentuk menjadi rangkaian pipa berliku secara kontinu. Setiap pemeriksaan diperiksa secara teliti menggunakan Radiography Test, kemudian dilakukan pengujian tekanan akhir hingga 15–30 bar untuk memastikan kekuatan dan keamanan konstruksi.

Oli panas mengalir di dalam coil dengan kecepatan yang telah diperhitungkan secara cermat untuk mencegah overheating. Pengaturan tersebut penting untuk menghindari kerusakan oli akibat suhu berlebihan yang dapat menyebabkan terbentuknya arang atau coking, sehingga menjaga kinerja dan umur pakai sistem.

Keunggulan Thermal Oil Heater (HTO)

Thermal Oil Heater (HTO) merupakan sistem pemanas tidak langsung yang menggunakan thermal oil (fluida pemindah panas) sebagai media penghantar panas. Dibandingkan dengan sistem boiler uap (steam boiler), Thermal Oil Heater mampu menghasilkan suhu tinggi hingga 300–350°C hanya dengan menggunakan tekanan sirkulasi pompa atau tekanan rendah, sehingga lebih aman dan efisien untuk berbagai aplikasi industri.

Thermal oil bersirkulasi dalam sistem tertutup (closed loop) , sehinggatidak habis atau menguap selama sistem beroperasi normal. Penambahan thermal oil umumnya hanya diperlukan apabila terjadi kebocoran pada pipa, flange, valve, pompa, atau komponen lainnya. Setelah kebocoran diperbaiki, volume thermal oil harus dikembalikan sesuai kapasitas sistem agar sirkulasi dan perpindahan panas tetap optimal.

Selain mampu bekerja pada suhu tinggi, Thermal Oil Heater juga menawarkan berbagai keunggulan lainnya, seperti:

  • Bekerja pada tekanan rendah , sehingga tingkat keselamatan lebih tinggi dibandingkan boiler steam.
  • Kontrol suhu yang presisi , cocok untuk proses industri yang membutuhkan kestabilan suhu.
  • Tidak memerlukan water treatment , sehingga mengurangi biaya bahan kimia dan perawatan.
  • Tidak terjadi korosi, kerak (scaling), maupun blowdown , seperti pada sistem boiler uap.
  • Efisiensi perpindahan panas tinggi , sehingga konsumsi bahan bakar lebih hemat.
  • Biaya perawatan lebih rendah , karena sistem lebih sederhana dan minimal komponen yang memerlukan penggantian rutin.
  • Umur thermal oil yang panjang , jika dioperasikan sesuai spesifikasi suhu dan dilakukan inspeksi secara berkala.

Dengan desain yang tepat, penggunaan thermal oil berkualitas, serta pemeliharaan program preventif yang terjadwal, Thermal Oil Heater dapat beroperasi secara Anda selama bertahun-tahun dengan efisiensi tinggi. Hal ini menjadikan HTO sebagai pilihan ideal untuk industri pabrik pencampur aspal, kelapa sawit, kayu lapis, tekstil, makanan dan minuman, kimia, karet, percetakan, hingga manufaktur yang membutuhkan pemanasan stabil dan berkelanjutan.

Pabrikasi Boiler 3 ton

Gas panas

hasil pembakaran pemanasan aliran minyak hangat diruang bakar sebagai radiasi panas dan selanjutnya pemanasan minyak di loop konveksi melalui sela2 antar curl dengan kecepatan tertentu dalam 3 aliran dengan arah berlawanan dengan arah aliran minyak hangat.

Dalam Thermal oil, oli adalah media penghantar panas yang sifatnya tidak menimbulkan kerak atau kotoran di dalam pipa. sehingga tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk membersihkan pipa saluran oli tidak biasa dilakukan pada steam evaporator. antarmuka pemrograman pipa tahan yang digunakan tidak akan mengalami kerusakan karena pipa panas yang dialirkan dengan pompa sirkulasi, hanya saja jangan sampai suhu oli tidak terkontrol dan melewati ambang batas kemampuan pipa dalam menerima panas. Oleh karena itu, framework wellbeing untuk memasok panas dari antarmuka pemrograman burner harus selalu dalam keadaan baik. Pada bagian ini, Thermocontrol pada board control dan termokopel harus terintegrasi dengan baik agar kemungkinan terjadinya overheating tidak terjadi.

Sistem pengontrol pada board control dan control part security pada unit bodywarm oil harus dipastikan kondisi dan fungsinya berjalan normal. semakin kondisi kontrolnya baik, maka semakin rendah pula administrator interim dalam unit pemantauan minyak hangat. Meskipun Thermal oil tidak beroprasi dalam tekanan tinggi, namun spesifikasi pipa harus standar pipa yang digunakan untuk evaporator. Pipa ketel memiliki daya tahan panas dan tekanan tinggi. Dalam hal ini, minyak hangat harus menggunakan pipa yang tahan dengan suhu tinggi. Pipa heater yang lebih tebal, akan lebih mengurangi risiko kerusakan pipa saat menerima panas.

Minyak Termal untuk Pabrik Pencampuran Aspal (AMP)

Pada Asphalt Mixing Plant (AMP) , Thermal Oil Heater berperan sebagai sumber energi panas untuk memanaskan tangki penyimpanan aspal, pipa distribusi, heat exchanger, serta berbagai peralatan proses lainnya. Dibandingkan dengan sistem boiler uap, Thermal Oil Heater mampu menghasilkan suhu tinggi hingga 300–350°C dengan tekanan rendah, sehingga lebih aman, efisien, dan ekonomis untuk aplikasi industri aspal.

Selain menghasilkan panas yang stabil, thermal oil juga memiliki kemampuan menghantarkan panas secara merata. Oleh karena itu, kualitas thermal oil harus selalu dijaga agar proses produksi tetap berjalan dengan optimal dan konsumsi bahan bakar tetap efisien.

Pentingnya Perawatan Thermal Oil

Agar sistem Thermal Oil Heater bekerja secara optimal, diperlukan program inspeksi dan perawatan berkala (preventive maintenance) . Pemeriksaan rutin membantu menjaga kualitas thermal oil, meningkatkan efisiensi perpindahan panas, serta mengurangi risiko kerusakan pada pompa sirkulasi, burner, coil heater, dan komponen penting lainnya.

Selain itu, perawatan yang terjadwal dapat memperpanjang umur pemakaian thermal oil, menekan biaya operasional, mengurangi konsumsi bahan bakar, serta meminimalkan risiko downtime yang dapat menghambat proses produksi Asphalt Mixing Plant.

Pemeriksaan yang Direkomendasikan

Beberapa pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan secara berkala meliputi:

  • Memeriksa kualitas thermal oil.
  • Pengecekan level thermal oil pada tangki ekspansi.
  • Inspeksi pompa sirkulasi dan segel mekanis.
  • Pembersihan pembakar serta penyetelan rasio udara dan bahan bakar.
  • Pemeriksaan suhu dan tekanan sistem.
  • Pengujian sensor, termostat, dan panel kontrol.
  • Pemeriksaan kebocoran pada pipa, valve, flange, dan sambungan.

Selanjutnya, seluruh hasil inspeksi sebaiknya dicatat dalam log sheet pemeliharaan untuk memudahkan evaluasi kondisi sistem dari waktu ke waktu.

Kapan Thermal Oil Harus Diganti?

Thermal oil tidak perlu diganti secara berkala berdasarkan umur saja. Namun, penggantian harus dilakukan apabila hasil analisis menunjukkan adanya oksidasi , pembentukan lumpur , peningkatan viskositas, penurunan kemampuan perpindahan panas, atau kontaminasi oleh udara maupun partikel asing.

Oleh karena itu, pengujian thermal oil secara berkala sangat disarankan agar keputusan penggantian didasarkan pada kondisi aktual fluida, bukan hanya jam operasi.

Manfaat Pemeliharaan Preventif

Dengan menerapkan program pemeliharaan preventif yang terjadwal, sistem Thermal Oil Heater pada Asphalt Mixing Plant akan beroperasi lebih aman, efisien, dan andal. Selain itu, kualitas pemanasan aspal menjadi lebih stabil, konsumsi bahan bakar lebih hemat, umur thermal oil lebih panjang, serta risiko kerusakan mendadak pada burner, pompa, maupun coil heater dapat diminimalkan.

Pada akhirnya, perawatan yang baik tidak hanya meningkatkan produktivitas Asphalt Mixing Plant, tetapi juga membantu perusahaan mengurangi biaya operasional, memperpanjang umur peralatan, dan menjaga kontinuitas proses produksi dalam jangka panjang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Pemanas Minyak Termal

1. Apa fungsi Thermal Oil Heater?

Thermal Oil Heater berfungsi menghasilkan energi panas dengan menggunakan thermal oil (fluida pemindah panas) sebagai media penghantar panas. Sistem ini mampu mencapai suhu hingga 300–350°C dengan tekanan rendah sehingga lebih aman dibandingkan boiler steam untuk berbagai aplikasi industri.

2. Apa keunggulan Thermal Oil Heater dibandingkan Steam Boiler?

Thermal Oil Heater memiliki beberapa keunggulan, antara lain mampu bekerja pada tekanan rendah, menghasilkan suhu tinggi, tidak memerlukan pengolahan udara, tidak mengalami scaling seperti boiler uap, serta memiliki biaya perawatan yang lebih rendah.

3. Berapa suhu kerja Thermal Oil Heater?

Sebagian besar Thermal Oil Heater dirancang untuk beroperasi pada suhu 150°C hingga 350°C , tergantung jenis thermal oil, desain heater, dan spesifikasi pabrikan.

4. Kapan thermal oil harus diganti?

Thermal oil perlu diganti jika kualitasnya menurun akibat oksidasi, terbentuk lumpur, viskositas meningkat, atau kemampuan menghantarkan panas berkurang. Penggantian juga disarankan berdasarkan hasil analisis sampel thermal oil atau rekomendasi pabrikan.

5. Apa penyebab thermal oil cepat rusak?

Beberapa penyebab utama kerusakan thermal oil antara lain suhu operasi yang melebihi batas desain, sirkulasi yang kurang baik, kontaminasi udara atau udara, kebocoran sistem, serta kurangnya program pemeliharaan preventif.

6. Bagaimana cara merawat Thermal Oil Heater?

Perawatan meliputi pemeriksaan kualitas thermal oil, pemeriksaan burner, pemeriksaan pompa sirkulasi, pemeriksaan tangki ekspansi, pembersihan filter, pemeriksaan instrumen kontrol, serta pemeriksaan kebocoran pada pipa dan penyambungan flange secara berkala.

7. Industri apa saja yang menggunakan Thermal Oil Heater?

Thermal Oil Heater banyak digunakan pada berbagai sektor industri, seperti Asphalt Mixing Plant (AMP), kelapa sawit, kayu lapis, tekstil, makanan dan minuman, kimia, percetakan, percetakan, karet, plastik, powder coating, hingga manufaktur yang membutuhkan pemanasan yang stabil dan efisien.

Perawatan Thermal Oil Heater yang Direkomendasikan

Agar Thermal Oil Heater (TOH) dapat beroperasi dengan aman, efisien, dan memiliki umur pakai yang panjang, diperlukan program pemeliharaan preventif secara berkala. Selain menjaga kualitas thermal oil, pemeriksaan rutin juga membantu mendeteksi potensi kerusakan sebelum menyebabkan downtime produksi.

1. Lakukan Analisis Thermal Oil Setiap Tahun

Pengujian kualitas thermal oil sebaiknya dilakukan minimal satu kali setiap tahun atau sesuai jam sistem operasi. Pengambilan sampel harus dilakukan pada saat thermal oil berada pada suhu sekitar 80–110°C (180–230°F) agar hasil analisis lebih akurat.

Gunakan ambil wadah kaca bening yang bersih dan sampel dari titik sirkulasi utama, seperti drain valve pada Y-Strainer atau titik pembuangan terendah pada sistem. Sebelum mengambil sampel, buang terlebih dahulu beberapa liter sampel thermal oil agar benar-benar mewakili kondisi fluida yang sedang bersirkulasi.

Selanjutnya, lakukan pemeriksaan visual terhadap thermal oil untuk mengetahui adanya partikel, lumpur (sludge), perubahan warna, atau kontaminasi udara. Selain itu, dilakukan pengukuran laboratorium untuk mengetahui viskositas, angka keasaman (TAN), kadar karbon, serta kondisi oksidasi thermal oil.

2. Bersihkan Y-Strainer Secara Berkala

Y-Strainer berfungsi menyaring kotoran dan partikel yang terbawa oleh thermal oil. Apabila filter tersumbat, aliran thermal oil akan berkurang sehingga efisiensi pembuangan panas menurun.

Oleh karena itu, lakukan pembersihan Y-Strainer secara berkala untuk menjaga kelancaran sirkulasi thermal oil, melindungi sirkulasi pompa, serta memperpanjang umur thermal oil.

3. Gunakan Prosedur Start-up dan Shutdown yang Benar

Proses pemanasan dan pendinginan Thermal Oil Heater harus dilakukan secara bertahap agar thermal oil tidak mengalami thermal shock maupun overheating.

Saat pengaktifan , naikkan suhu outlet pemanas secara perlahan hingga sekitar 90°C (200°F) sebelum melanjutkan pengoperasian ke suhu normal.

Sebaliknya, saat dimatikan , biarkan blower pembakaran dan pompa sirkulasi tetap beroperasi hingga suhu thermal oil turun sekitar 90°C (200°F) . Prosedur ini membantu mencegah pembentukan karbon (coking) pada coil heater.

4. Periksa Kondisi Isolasi

Lakukan inspeksi terhadap seluruh isolasi pipa dan body heater. Apabila ditemukan isolasi yang basah akibat rembesan thermal oil, segera lakukan perbaikan.

Thermal oil yang meresap ke dalam isolasi dapat meningkatkan risiko kebakaran jika terkena permukaan bersuhu tinggi. Selain itu, munculnya asap di sekitar pipa atau heater merupakan indikasi adanya kebocoran yang harus segera ditangani.

5. Saklar Level Rendah

Low Level Switch pada Expansion Tank berfungsi melindungi sistem apabila volume thermal oil berkurang.

Pastikan saklar level rendah bekerja dengan baik dan tidak mengganggu pengendapan lumpur (sludge) yang dapat menyebabkan pelampung macet. Kerusakan pada komponen ini dapat mengakibatkan sistem tetap beroperasi meskipun volume thermal oil tidak mencukupi sehingga mempercepat degradasi thermal oil dan merusak coil heater.

6. Buang Air dari Tangki Ekspansi

Udara yang masuk ke dalam sistem dapat mempercepat oksidasi thermal oil dan menurunkan efisiensi mempercepat panas.

Oleh karena itu, buang secara berkala pemberian udara melalui drain valve pada bagian bawah Expansion Tank untuk menjaga kualitas thermal oil.

7. Bersihkan Pot Tangkap atau Tangki Penyangga

Apabila sistem menggunakan Catch Pot atau Buffer Tank , lakukan pengurasan secara berkala.

Thermal oil yang telah tercampur kotoran atau terkumpul di dalam catch pot tidak disarankan dimasukkan kembali ke dalam sistem karena dapat mengandung kontaminan yang merusak thermal oil utama.

8.Perika Suhu Gas Buang

Bandingkan suhu gas buang (suhu tumpukan) dengan suhu outlet Thermal Oil Heater.

Apabila suhu gas buang meningkat secara signifikan dibandingkan kondisi normal, kemungkinan terjadi:

  • Penumpukan jelaga (jelaga) pada sisi luar koil pemanas.
  • Penumpukan karbon (coke) pada sisi dalam coil.
  • Efisiensi menghadapi musim panas menurun.
  • Konsumsi bahan bakar meningkat.

Pembersihan coil secara berkala akan membantu mengembalikan efisiensi Thermal Oil Heater.

Spare Part Thermal Oil Heater yang Paling Sering Diganti

Untuk menjaga kinerja sistem, berikut adalah spare part yang paling sering diganti selama proses preventif maintenance maupun overhaul :

Pembakar Suku Cadang

  • Pembakar Nosel
  • Elektroda Pengapian
  • Sensor Api (Sel UV/Probe Ionisasi)
  • Transformator Pengapian
  • Kotak Kontrol Pembakar
  • Pompa Oli
  • Katup Solenoid
  • Motor Blower
  • Modulasi Motor Servo
  • Saklar Tekanan Udara

Pompa Suku Cadang

  • Pompa Sirkulasi
  • Segel Mekanis
  • Ini
  • Batang
  • Impeller
  • Kopling Fleksibel
  • Cincin O
  • Pengemasan

Instrumen Suku Cadang

  • Sensor PT100
  • Termokopel
  • Alat pengukur tekanan
  • Pengukur Suhu
  • Saklar Tekanan
  • Suhu
  • Saklar Aliran
  • Tingkat Saklar

Katup & Pipa Suku Cadang

  • Katup Pengaman
  • Katup Bola
  • Katup Gerbang
  • Katup Bola
  • Katup
  • Saringan berbentuk Y
  • Sambungan Fleksibel
  • Sambungan Ekspansi
  • Gasket Berbentuk Spiral

Suku Cadang Kelistrikan

  • MCCB
  • Kontaktor Magnetik
  • Relai Beban Lebih Termal
  • Inverter (VFD)
  • PLC
  • HMI
  • Relai Pengatur Waktu
  • Lampu Indikator
  • Tekan Tombol
  • Berhenti Darurat

Barang habis pakai

  • Minyak Termal (Cairan Transfer Panas)
  • Serat Keramik
  • Isolasi Wol Batu
  • Gasket Flensa
  • Kelenjar Pengemas
  • Kit Segel
  • Bantalan Gemuk

PT Indira Mitra Boiler Melayani

PT Indira Mitra Boiler menyediakan spare part Thermal Oil Heater , burner, pompa sirkulasi, panel kontrol, valve, instrumen, thermal oil, serta layanan instalasi, preventif maintenance, overhaul, Troubleshooting, Flushing system, analisis thermal oil, commissioning, dan penggantian thermal oil untuk berbagai merek seperti IDM, Bejo, Heatec, Garioni Naval, Babcock Wanson, Forbes Marshall, YGL, YY(Q)W , dan merek Thermal Oil Heater lainnya. Tim teknisi kami siap memberikan solusi untuk menjaga sistem pemanas industri Anda tetap aman, efisien, dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.

Spare Part Sistem Pembakaran (Burner)

Sistem pembakaran ( burner ) merupakan komponen utama pada Thermal Oil Heater yang berfungsi menghasilkan energi panas untuk memanaskan fluida thermal oil. Kinerja burner yang optimal akan menghasilkan pembakaran yang stabil, efisien, aman, serta menghemat konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu, pemeriksaan dan penggantian spare part burner secara berkala sangat penting untuk menjaga efisiensi sistem.

1. Pembakar Nosel

Nozzle berfungsi mengabutkan bahan bakar solar atau light oil menjadi partikel halus agar mudah bercampur dengan udara dan terbakar secara sempurna.

Tanda-tanda nozzle perlu diganti:

  • Nyala api tidak stabil.
  • Asap hitam berlebihan.
  • Konsumsi bahan bakar meningkat.
  • Kapasitas burner menurun.

2. Elektroda Pengapian

Elektroda menghasilkan percikan tegangan tinggi untuk menyalakan campuran bahan bakar dan udara pada saat proses start-up burner.

Gejala kerusakan:

  • Pembakar gagal menyala.
  • Percikan api lemah atau tidak muncul.
  • Ujung elektroda aus atau retak.

3. Sensor Api (Probe Ionisasi / Sel UV)

Sensor api mendeteksi keberadaan api selama burner beroperasi. Jika api padam, sistem kontrol akan segera menghentikan pasokan bahan bakar sebagai perlindungan keselamatan.

Indikasi kerusakan:

  • Burner sering mengalami lockout.
  • Alarm “Kegagalan Nyala Api”.
  • Burner mati meskipun api masih menyala.

4. Transformator Pengapian

Trafo pengapian mengubah tegangan listrik menjadi tegangan tinggi untuk menghasilkan percikan pada pengapian elektroda.

Gejala kerusakan:

  • Tidak ada percikan api saat start.
  • Burner gagal melakukan proses pengapian.
  • Tegangan keluaran tidak stabil.

5. Kotak Kontrol Pembakar

Burner control box mengatur seluruh urutan kerja burner, mulai dari pre-purge, ignition, pembukaan katup bahan bakar, pemantauan nyala api, hingga proses shutdown.

Tanda kerusakan:

  • Penguncian burner sering terjadi.
  • Urutan mulai tidak berjalan normal.
  • Indikator kerusakan menyala.

6. Katup Solenoid

Katup solenoid membuka dan menutup aliran bahan bakar secara otomatis sesuai perintah kontrol burner.

Kerusakan yang umum terjadi:

  • Katup macet.
  • Kumparan terbakar.
  • Terjadi kebocoran internal.

7. Pembakar Pompa Minyak

Oil pump berfungsi menghisap solar dari tangki dan menaikkan tekanannya menuju nozzle agar proses atomisasi berjalan optimal.

Gejala kerusakan:

  • Tekanan bahan bakar rendah.
  • Pembakar sulit menyala.
  • Suara pompa kasar.
  • Kebocoran pada shaft seal.

8. Aktuator Peredam Udara / Motor Servo

Motor servo mengatur peredam udara sehingga rasio udara dan bahan bakar tetap ideal pada setiap tingkat pembakar pembakar.

9. Motor Blower dan Impeller Kipas

Blower menyediakan udara pembakaran yang cukup untuk menghasilkan pembakaran sempurna.

Gejala kerusakan:

  • Udara terbakar kurang.
  • Api berwarna kuning atau berasap.
  • Motor cepat panas.
  • Getaran dan suara berlebihan.

10. Sakelar Tekanan Udara

Pastikan tekanan udara memastikan tekanan udara dari blower mencukupi sebelum burner menyala.

11. Filter Bahan Bakar

Filter bahan bakar menyaring kotoran dan partikel dalam bahan bakar sehingga nozzle, pompa, dan solenoid valve tetap terlindungi.

12. Selang Bahan Bakar Fleksibel

Selang fleksibel menghubungkan jalur bahan bakar ke burner serta mengurangi getaran selama pengoperasian.

Jadwal Pemeriksaan dan Penggantian

Suku Cadang

Pemeriksaan

Penggantian*

Pembakar Nosel3 bulan6–12 bulan
Elektroda Pengapian3 bulan1–2 tahun
Sensor API 3 bulan2–3 tahun
Transformator Pengapian6 bulanSesuai kondisi
Kotak Kontrol Pembakar6 bulanSesuai kondisi
Katup Solenoid6 bulan2–5 tahun
Pompa Oli6 bulan3–5 tahun
Filter Bahan Bakar1–3 bulanSesuai kondisi
Saklar Tekanan Udara6 bulanSesuai kondisi
Bantalan Motor Blower6 bulan2–5 tahun</span> </span>

*Interval penggantian bergantung pada jam operasi, kualitas bahan bakar, dan kondisi lingkungan.

PT Indira Mitra Boiler Melayani

PT Indira Mitra Boiler menyediakan berbagai spare part burner untuk Thermal Oil Heater, Steam Boiler, Hot Water Boiler, Rotary Dryer, Oven Industri, dan Furnace, meliputi :

  • Nozzle Burner berbagai kapasitas
  • Elektroda Pengapian
  • Sensor Api (Probe Ionisasi & Sel UV)
  • Transformator Pengapian
  • Kotak Kontrol Pembakar
  • Pembakar Pompa Minyak
  • Katup Solenoid Gas dan Surya
  • Rangkaian Katup Gas
  • Saklar Tekanan Udara
  • Modulasi Motor Servo
  • Motor Blower
  • Impeller Kipas
  • Filter Bahan Bakar
  • Selang Bahan Bakar Fleksibel
  • Jasa service, tuning, overhaul, dan commissioning burner

Dengan penggunaan spare part original dan perawatan berkala, sistem pembakaran Thermal Oil Heater akan menghasilkan pembakaran yang lebih efisien, emisi lebih rendah, konsumsi bahan bakar lebih hemat, serta umur peralatan yang lebih panjang.

Suku Cadang Pompa Oli Termal

Pemanas Minyak Termal Pompa
Pemanas Minyak Termal Pompa

Pompa sirkulasi merupakan salah satu komponen paling penting pada Thermal Oil Heater . Fungsinya adalah mensirkulasikan fluida thermal oil secara terus-menerus dari heater menuju peralatan proses, kemudian mengembalikannya ke heater agar suhu tetap stabil dan mendistribusikan panas secara merata. Kerusakan pada pompa dapat menyebabkan penurunan efisiensi pemanasan, panas berlebih pada koil pemanas, hingga pemadaman sistem operasi.

1. Segel Mekanis

Mechanical seal berfungsi mencegah kebocoran thermal oil pada poros pompa. Komponen ini dirancang untuk bekerja pada suhu tinggi dan tekanan tertentu sehingga sangat penting untuk menjaga keamanan dan privasi sistem.

Tanda-tanda kerusakan:

  • Terjadi rembesan atau tetesan thermal oil.
  • Muncul asap akibat thermal oil pada permukaan panas.
  • Suara dibunuh pada segel area.
  • Penurunan tekanan sistem.

2. Bantalan Pompa

Bearing menopang putaran poros pompa agar tetap stabil dan meminimalkan sirkulasi. Pelumasan yang baik akan memperpanjang umur bantalan dan mengurangi getaran.

Gejala-gejalanya rusak:

  • Suara kasar atau mendengung.
  • Getaran pompa meningkat.
  • Perumahan bersuhu tinggi.
  • Poros pompa terasa oblak.

3. Poros Pompa

Berfungsi meneruskan putaran motor listrik ke impeller. yang aus atau bengkok akan mengurangi kinerja dan mempercepat kerusakan Mechanical Seal maupun Bearing.

Impeller menghasilkan aliran minyak termal melalui gaya sentrifugal. Kinerja impeller sangat menentukan kapasitas aliran dan tekanan pompa.

Kerusakan yang umum terjadi:

  • Korosi atau erosi.
  • Keausan akibat partikel kotoran.
  • Retak atau patah karena kavitasi.

5. Kopling Fleksibel

Kopling fleksibel menghubungkan motor dengan pompa sekaligus meredam getaran dan mengompensasi sedikit ketidaksejajaran (misalignment).

Indikasi kerusakan:

  • Bunyi hentakan saat pompa beroperasi.
  • Getaran berlebih.
  • Kopling karet retak atau aus.

6. Gasket dan O-Ring

Gasket serta O-ring berfungsi menjaga sambungan pompa tetap rapat sehingga tidak terjadi kebocoran thermal oil pada flange maupun housing pompa.

7. Casing Pompa

Casing pompa merupakan rumah impeller yang menahan tekanan dan mengalirkan aliran minyak termal. Pemeriksaan rutin diperlukan untuk memastikan tidak ada retak, korosi, atau kebocoran.

8. Rumah Bantalan

Bearing housing menjaga posisi bearing tetap presisi dan melindunginya dari kontaminasi debu maupun kotoran.

9. Kenakan Cincin

Wear ring berfungsi menjaga efisiensi pompa dengan meminimalkan kebocoran internal antara impeller dan casing.

10. Seal Gland dan Sleeve Shaft

Komponen ini melindungi poros dari keausan serta membantu memperpanjang umur segel mekanis.

Jadwal Penggantian yang Disarankan

Suku CadangPemeriksaan BerkalaPenggantian Interval*
Segel Mekanis3–6 bulan1–3 tahun
Ini6 bulan2–5 tahun
Kopling Fleksibel6 bulan2–4 tahun
Gasket & O-RingSaatSesuai kondisi
Impeller1 tahunSesuai dengan peraturan
Batang1 tahunBila aus atau bengkok

*Interval penggantian bergantung pada suhu operasi, kualitas thermal oil, jam kerja, dan kondisi lingkungan.

Layanan PT Indira Mitra Boiler

PT Indira Mitra Boiler menyediakan berbagai spare part pompa Thermal Oil Heater , meliputi :

  • Segel mekanis suhu tinggi
  • Bantalan pompa berbagai ukuran
  • Poros dan Impeller
  • Kopling Fleksibel
  • Kit Gasket & O-Ring
  • Pompa Sirkulasi lengkap
  • Jasa penyelarasan pompa dan motor
  • Perbaikan menyeluruh pompa pemanas oli termal
  • Penggantian segel mekanis dan bantalan di lokasi (on-site)

Dengan pemeriksaan dan penempatan suku cadang secara berkala, pompa sirkulasi Thermal Oil Heater dapat beroperasi lebih efisien, mengurangi risiko downtime, serta memperpanjang umur seluruh sistem pemanas.

  • Pompa Sirkulasi
  • Segel Mekanis
  • Poros Pompa
  • Ini
  • Kopel
  • Karet Kopling
  • Gasket Pompa
  • Kit O-Ring
  • Gasket Casing Pompa

Instrumen Suku Cadang

suhu termal
suhu termal
  • Alat pengukur tekanan
  • Pengukur Suhu
  • Pemancar Tekanan
  • Pemancar Suhu
  • Sensor PT100
  • Termokopel
  • Pengangkatan Suhu Digital
  • Suhu Batas Tinggi
  • Saklar Tekanan
  • Saklar Aliran
  • Saklar Level Tangki Ekspansi

Katup & Pipa Suku Cadang

  • Katup Pengaman
  • Katup Bola
  • Katup Gerbang
  • Katup Bola
  • Katup
  • Saringan berbentuk Y
  • Sambungan Fleksibel
  • Sambungan Ekspansi
  • Katup Pembuangan
  • Katup Ventilasi
  • Katup Jarum

Sistem Kelistrikan Spare Part

  • MCCB
  • MCB
  • Kontaktor Magnetik
  • Relai Beban Lebih Termal
  • Inverter (VFD)
  • PLC
  • Layar Sentuh HMI
  • Relai Pengatur Waktu
  • Relai Kegagalan Fase
  • Saklar Pemilih
  • Tekan Tombol
  • Lampu Indikator
  • Berhenti Darurat
  • Blok Terminal

Suku Cadang Tangki Ekspansi

  • Tangki Ekspansi
  • Tingkat Pengukur
  • Kaca Pengintai
  • Filter Pernapasan
  • Ventilasi Udara
  • Pipa Luapan

Bodi Cadangan Suku Cadang Pemanas Minyak Termal

  • Serat Keramik
  • Isolasi Wol Batu
  • Batu Bata Tahan Api
  • Penutup Isolasi
  • Gasket Lubang Manhole
  • Gasket Flensa
  • Gasket Berbentuk Spiral
  • Baut dan Mur

Perawatan Habis Pakai

  • Minyak Termal / Cairan Perpindahan Panas
  • Set Gasket
  • Kit Segel
  • Bantalan Gemuk
  • Elemen Filter
  • Kelenjar Pengemas
  • Pita Teflon
  • Silikon Suhu Tinggi

Spare Part yang Paling Sering Diganti

  • Pembakar Nosel
  • Elektroda Pengapian
  • API Sensor
  • Pembakar Pompa Minyak
  • Katup Solenoid
  • Pompa Segel Mekanis
  • Pompa Bantalan
  • Alat pengukur tekanan
  • Pengukur Suhu
  • Sensor PT100
  • Katup Pengaman
  • Gasket Flensa
  • Serat Keramik
  • Minyak Termal
  • Kotak Kontrol Pembakar

PT Indira Mitra Boiler Melayani

  • Menyediakan spare part Thermal Oil Heater berbagai merek
  • Overhaul dan perbaikan Thermal Oil Heater
  • Penggantian minyak termal
  • Penggantian pemanas koil
  • Penggantian pompa sirkulasi
  • Instrumen Kalibrasi
  • Service burner gas, solar, dan dualfuel
  • Pengoperasian dan pengaktifan awal Pemanasan Minyak Termal

Daftar spare part di atas dapat disesuaikan dengan kapasitas Thermal Oil Heater mulai dari 100.000 kcal/jam hingga 6.000.000 kcal/jam , baik menggunakan burner gas, solar, maupun dualfuel. Untuk mengenali yang tepat, biasanya diperlukan merek, model, kapasitas pemanas, serta tipe burner yang digunakan.

Demikian artikel yang dapat saya sampaikan jika ada kebutuhan dan pertanyaan mengenai alat penghantar panas thermal oil bisa hubungi langsung ke marketing yang tersedia kontak di bawah ini.
PT Indira Mitra Boiler
📞 Kantor : (021) 352 95874
📱 WhatsApp : +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
🌐 www.indiramitraboiler.co.id
🌐 www.burner.co.id
📧 info@indira.co.id
📧 idmratman@gmail.com
🏭 Workshop : Tangerang – Indonesia
▶️ Subscribe YouTube :
https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top