Prinsip Kerja (Working Principle) Farris 3800 Series

Farris 3800 Process Valve – Pilot Operated Pressure Relief Valve

 

Farris 3800 Process Valve merupakan Pilot Operated Pressure Relief Valve (PORV) yang dirancang untuk melindungi pressure vessel, boiler, heat exchanger, dan sistem perpipaan dari kondisi overpressure. Process valve ini memanfaatkan tekanan fluida proses sebagai sumber tenaga untuk mengoperasikan katup utama sehingga mampu memberikan respons yang cepat, akurat, dan efisien.

Safety valve boiler high pressure untuk pengaman tekanan berlebih pada steam boiler industri oleh PT Indira Mitra Boiler

Cara Kerja Pilot Operated Pressure Relief Valve

Berbeda dengan Spring Loaded Pressure Relief Valve (SRV) yang menggunakan gaya pegas sebagai mekanisme utama, Farris 3800 memanfaatkan pilot valve untuk mengontrol pembukaan dan penutupan main valve. Saat tekanan sistem masih berada di bawah set pressure, pilot valve tetap tertutup sehingga tekanan pada ruang kontrol menjaga main valve tetap rapat.

Ketika tekanan proses mencapai atau melebihi nilai set pressure, pilot valve akan membuka dan melepaskan tekanan dari ruang kontrol. Perbedaan tekanan yang terjadi menyebabkan main valve terbuka sehingga fluida berlebih dapat dialirkan ke sistem pembuangan hingga tekanan kembali ke kondisi aman. Setelah tekanan turun sesuai nilai blowdown, pilot valve kembali menutup dan main valve kembali ke posisi tertutup.

Keunggulan Farris 3800 Series

Penggunaan sistem pilot memberikan berbagai keunggulan dibandingkan pressure relief valve konvensional. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan menjaga tight shut-off, sehingga katup tetap tertutup rapat hingga tekanan mendekati set pressure dan meminimalkan kebocoran selama operasi normal.

Selain itu, Farris 3800 menawarkan kapasitas pelepasan yang lebih besar dibandingkan relief valve tipe pegas dengan ukuran yang sama. Hal ini memungkinkan penggunaan valve berukuran lebih kecil tanpa mengurangi kemampuan pelepasan tekanan. Akurasi set pressure yang tinggi, respon pembukaan yang cepat, serta stabilitas operasi pada tekanan tinggi juga menjadikan seri ini cocok untuk aplikasi industri yang membutuhkan tingkat keandalan tinggi.

Pilihan Mode Operasi

Farris 3800 Series tersedia dalam dua karakteristik operasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.

Snap Acting

Tipe Snap Acting dirancang untuk membuka penuh secara cepat ketika tekanan mencapai nilai set pressure. Mekanisme ini memberikan kapasitas pelepasan maksimum dalam waktu singkat sehingga sangat sesuai untuk aplikasi gas dan uap yang membutuhkan respons cepat terhadap kondisi overpressure.

Modulating

Tipe Modulating membuka secara bertahap mengikuti peningkatan tekanan sistem. Karakteristik ini membantu menjaga tekanan proses tetap stabil, mengurangi kehilangan fluida, serta meminimalkan fluktuasi tekanan. Mode ini umumnya digunakan pada aplikasi cairan atau proses yang memerlukan kontrol tekanan yang lebih halus.

Standar dan Sertifikasi

Farris 3800 Series diproduksi sesuai dengan API 526, yaitu standar internasional yang mengatur dimensi, ukuran orifice, dan karakteristik pressure relief valve sehingga memudahkan proses penggantian maupun integrasi pada sistem yang sudah ada.

Selain itu, katup ini telah memperoleh sertifikasi ASME Section VIII dan National Board (NB). Sertifikasi tersebut menunjukkan bahwa desain, material, proses manufaktur, serta kapasitas pelepasan telah memenuhi persyaratan keselamatan internasional untuk perlindungan bejana tekan dan sistem perpipaan.

Aplikasi Farris 3800 Series

Farris 3800 Series banyak digunakan pada berbagai aplikasi industri yang memerlukan perlindungan terhadap tekanan berlebih, antara lain:

  • Pressure vessel
  • Separator
  • Heat exchanger
  • Boiler
  • Reaktor
  • Sistem perpipaan bertekanan
  • Kompresor
  • Tangki penyimpanan bertekanan
  • Industri minyak dan gas
  • Petrokimia
  • Kilang minyak
  • Pembangkit listrik
  • Industri kimia

Prinsip Kerja (Working Principle) Farris 3800 Series

Farris 3800 Series bekerja menggunakan prinsip pilot operated, yaitu memanfaatkan tekanan fluida proses sebagai sumber tenaga untuk mengoperasikan katup utama (main valve). Berbeda dengan pressure relief valve konvensional yang menggunakan pegas sebagai elemen utama pembuka katup, sistem ini mengandalkan pilot valve untuk mengontrol tekanan pada ruang kontrol (control chamber) di atas piston atau diafragma main valve. Dengan mekanisme tersebut, katup dapat membuka dan menutup secara lebih presisi, memiliki kapasitas pelepasan yang lebih besar, serta mampu beroperasi sangat dekat dengan tekanan set tanpa mengalami kebocoran.

Secara umum, Farris 3800 terdiri dari dua komponen utama, yaitu:

  • Main Valve (Katup Utama), berfungsi sebagai jalur utama pelepasan fluida saat terjadi overpressure.
  • Pilot Valve (Katup Pilot), berfungsi mendeteksi tekanan sistem dan mengendalikan pembukaan maupun penutupan main valve.

Kondisi Normal (Normal Operating Condition)

Pada kondisi operasi normal, tekanan sistem masih berada di bawah set pressure sehingga pilot valve tetap berada pada posisi tertutup. Dalam kondisi ini, tekanan dari sisi inlet dialirkan melalui saluran kecil menuju ruang kontrol di bagian atas piston atau diafragma main valve.

Karena luas permukaan piston bagian atas lebih besar dibandingkan luas permukaan bagian bawah, gaya yang bekerja pada sisi atas menjadi lebih besar meskipun tekanan yang diterima sama. Perbedaan luas area tersebut menghasilkan gaya penutup (closing force) yang cukup besar sehingga main valve tetap tertutup rapat.

Selama kondisi ini:

  • Pilot valve tidak membuang tekanan dari ruang kontrol.
  • Tekanan pada ruang kontrol sama dengan tekanan sistem.
  • Main valve tetap tertutup rapat (tight shut-off).
  • Tidak terjadi pelepasan fluida maupun kebocoran yang signifikan.
  • Sistem dapat beroperasi sangat dekat dengan set pressure tanpa menyebabkan valve membuka secara tidak diinginkan.

Karakteristik tight shut-off ini merupakan salah satu keunggulan utama pilot operated relief valve dibandingkan relief valve tipe pegas, terutama pada aplikasi gas dan uap yang memerlukan tingkat kebocoran sangat rendah.

Saat Tekanan Mencapai Set Pressure

Ketika tekanan proses meningkat hingga mencapai set pressure yang telah ditentukan, pilot valve mulai bekerja. Pilot valve akan membuka secara otomatis sehingga tekanan yang berada di ruang kontrol di atas piston dialirkan menuju outlet atau sistem pembuangan.

Pelepasan tekanan dari ruang kontrol menyebabkan tekanan pada bagian atas piston turun secara signifikan. Sementara itu, tekanan proses pada sisi bawah piston tetap berada pada tekanan sistem yang lebih tinggi. Akibat adanya perbedaan tekanan tersebut, gaya yang bekerja dari bawah menjadi lebih besar daripada gaya penutup di bagian atas.

Perbedaan gaya ini menyebabkan main valve mulai membuka.

Bergantung pada jenis pilot yang digunakan, pembukaan katup dapat terjadi dalam dua karakteristik, yaitu:

Snap Acting

Pada tipe Snap Acting, main valve akan terbuka hampir secara penuh dalam waktu yang sangat singkat setelah tekanan mencapai set pressure. Karakteristik ini menghasilkan kapasitas pelepasan maksimum dan sangat sesuai untuk aplikasi gas maupun uap yang membutuhkan respons cepat terhadap kenaikan tekanan.

Modulating

Pada tipe Modulating, pembukaan main valve berlangsung secara bertahap mengikuti besarnya kenaikan tekanan sistem. Semakin tinggi tekanan melebihi set pressure, semakin besar pula bukaan katup. Karakteristik ini membantu menjaga tekanan sistem tetap stabil dan mengurangi kehilangan fluida, sehingga banyak digunakan pada aplikasi cairan.

Setelah main valve terbuka, fluida proses akan dialirkan menuju sistem pembuangan, seperti:

  • Flare system
  • Vent stack
  • Recovery system
  • Atmosfer (sesuai ketentuan keselamatan dan jenis media)

Pelepasan fluida ini berlangsung hingga tekanan sistem kembali turun ke tingkat yang aman.

Setelah Tekanan Turun (Reseating Process)

Setelah tekanan sistem berhasil diturunkan, tekanan akan terus menurun hingga mencapai nilai reseat pressure, yaitu tekanan saat katup mulai menutup kembali. Pada Farris 3800 Series, nilai ini umumnya berada sekitar 3–6% di bawah set pressure, yang dikenal sebagai blowdown.

Sebagai contoh, apabila set pressure katup adalah 100 barg dan blowdown sebesar 5%, maka katup akan mulai menutup kembali pada tekanan sekitar 95 barg.

Saat tekanan mencapai nilai tersebut, pilot valve akan kembali ke posisi tertutup sehingga aliran tekanan menuju ruang kontrol di atas piston kembali terbentuk. Tekanan pada ruang kontrol meningkat dan menghasilkan gaya penutup yang lebih besar daripada gaya angkat dari sisi bawah piston.

Akibatnya:

  • Main valve menutup secara rapat.
  • Pelepasan fluida berhenti.
  • Sistem kembali beroperasi pada kondisi normal.
  • Valve siap merespons kembali apabila terjadi kenaikan tekanan berikutnya.

Ringkasan Siklus Kerja

Secara keseluruhan, siklus kerja Farris 3800 Series terdiri dari tiga tahap utama:

  1. Tekanan di bawah set pressure → Pilot valve tertutup, ruang kontrol bertekanan, dan main valve tetap tertutup rapat.
  2. Tekanan mencapai atau melebihi set pressure → Pilot valve membuka, tekanan ruang kontrol dilepaskan, dan main valve terbuka untuk membuang tekanan berlebih.
  3. Tekanan turun hingga reseat pressure (blowdown 3–6%) → Pilot valve menutup kembali, ruang kontrol terisi tekanan, dan main valve menutup rapat sehingga sistem kembali ke kondisi operasi normal.

Mekanisme ini memungkinkan Farris 3800 Series memberikan akurasi pembukaan yang tinggi, kapasitas pelepasan yang besar, tingkat kebocoran yang sangat rendah, serta operasi yang stabil, sehingga sangat sesuai digunakan sebagai sistem proteksi tekanan pada fasilitas industri bertekanan tinggi.

Jenis Operasi Farris 3800 Series

Farris 3800 Series tersedia dalam dua karakteristik operasi utama, yaitu Snap Acting dan Modulating. Kedua jenis operasi ini menggunakan sistem pilot valve sebagai pengendali pembukaan katup utama, namun memiliki karakteristik respons yang berbeda sesuai dengan kebutuhan aplikasi proses. Pemilihan jenis operasi sangat bergantung pada jenis fluida, karakteristik sistem, serta tujuan pengendalian tekanan.

Snap Acting

Snap Acting merupakan mode operasi di mana main valve membuka secara penuh (full lift) dalam waktu yang sangat singkat setelah tekanan sistem mencapai set pressure. Begitu pilot valve mendeteksi bahwa tekanan telah mencapai nilai yang ditentukan, tekanan pada ruang kontrol di atas piston segera dilepaskan sehingga perbedaan tekanan menyebabkan main valve terbuka secara cepat hingga mencapai bukaan maksimum.

Karakteristik ini memungkinkan valve membuang fluida dalam jumlah besar dalam waktu singkat, sehingga tekanan sistem dapat segera diturunkan ke batas yang aman. Oleh karena itu, tipe Snap Acting sangat efektif digunakan pada sistem yang mengalami kenaikan tekanan secara cepat atau memerlukan kapasitas pelepasan maksimum.

Karakteristik Snap Acting

  • Membuka penuh (full lift) dalam waktu singkat.
  • Respon sangat cepat terhadap kondisi overpressure.
  • Kapasitas pelepasan (relieving capacity) maksimum.
  • Cocok untuk aplikasi dengan laju kenaikan tekanan tinggi.
  • Membantu mencegah kerusakan peralatan akibat lonjakan tekanan mendadak.

Keunggulan Snap Acting

  • Menurunkan tekanan sistem dengan sangat cepat.
  • Memberikan perlindungan optimal terhadap kondisi overpressure yang kritis.
  • Menghasilkan kapasitas relief maksimum segera setelah valve membuka.
  • Sangat sesuai untuk aplikasi yang memerlukan respons darurat.

Aplikasi Snap Acting

Mode Snap Acting umumnya digunakan pada media yang bersifat kompresibel, antara lain:

  • Steam (uap)
  • Gas alam (Natural Gas)
  • Udara bertekanan (Compressed Air)
  • Nitrogen
  • Hidrogen
  • Sistem pelepasan ke flare
  • Sistem venting gas
  • Pressure vessel dan separator gas

Karena gas dan uap memiliki sifat mudah mengembang (compressible), pembukaan penuh secara cepat sangat penting untuk mencegah tekanan terus meningkat dan mengurangi risiko kegagalan sistem.

Modulating

Modulating merupakan mode operasi di mana main valve membuka secara bertahap mengikuti kenaikan tekanan sistem di atas set pressure. Berbeda dengan Snap Acting yang langsung mencapai bukaan penuh, pada tipe Modulating besar bukaan valve akan berubah secara proporsional sesuai besarnya tekanan proses.

Apabila tekanan hanya sedikit melebihi set pressure, valve hanya membuka sebagian. Seiring meningkatnya tekanan, bukaan valve akan bertambah hingga mencapai kapasitas pelepasan yang diperlukan. Setelah tekanan mulai turun, bukaan valve juga akan berkurang secara bertahap hingga akhirnya menutup kembali saat mencapai reseat pressure.

Karakteristik ini memungkinkan pelepasan fluida dilakukan sesuai kebutuhan sehingga tekanan sistem dapat dipertahankan lebih stabil tanpa membuang fluida secara berlebihan.

Karakteristik Modulating

  • Membuka secara bertahap mengikuti kenaikan tekanan.
  • Besar bukaan valve proporsional terhadap tekanan sistem.
  • Mengontrol tekanan proses secara lebih halus.
  • Mengurangi fluktuasi tekanan selama operasi.
  • Pelepasan fluida hanya sebesar yang dibutuhkan.

Keunggulan Modulating

  • Menjaga tekanan sistem tetap stabil.
  • Mengurangi kehilangan produk karena valve tidak langsung membuka penuh.
  • Mengurangi risiko hunting atau buka-tutup berulang yang dapat mempercepat keausan valve.
  • Meningkatkan efisiensi operasi pada sistem proses.
  • Sangat sesuai untuk aplikasi cairan yang sensitif terhadap perubahan tekanan.

Aplikasi Modulating

Mode Modulating banyak digunakan pada sistem yang menggunakan fluida tidak mudah mampat (incompressible), seperti:

  • Water (air)
  • Cooling water
  • Process water
  • Chemical liquid
  • Hydrocarbon cair
  • Liquid service
  • Sistem proses kimia
  • Heat exchanger
  • Sistem perpompaan
  • Pressure vessel berisi cairan

Pada aplikasi cairan, pembukaan bertahap memberikan pengendalian tekanan yang lebih baik serta mengurangi potensi water hammer atau lonjakan tekanan akibat perubahan aliran yang terlalu cepat.

Perbandingan Snap Acting dan Modulating

ParameterSnap ActingModulating
Cara membukaLangsung membuka penuhMembuka secara bertahap
Respons terhadap tekananSangat cepatBertahap dan proporsional
Kapasitas pelepasanMaksimum sejak awalMenyesuaikan kebutuhan
Stabilitas tekananBaikSangat baik
Kehilangan fluidaRelatif lebih besarLebih efisien
Risiko huntingLebih tinggi pada aplikasi tertentuLebih rendah
Media yang sesuaiGas dan uapCairan
Aplikasi umumFlare, steam, gas serviceWater, chemical process, liquid service

Pemilihan Jenis Operasi

Pemilihan antara Snap Acting dan Modulating harus disesuaikan dengan karakteristik proses dan media yang digunakan. Untuk sistem gas dan uap, Snap Acting umumnya menjadi pilihan karena mampu memberikan pelepasan tekanan secara cepat dengan kapasitas maksimum. Sebaliknya, untuk aplikasi cairan, Modulating lebih disukai karena mampu mengendalikan tekanan secara bertahap, menjaga kestabilan sistem, serta mengurangi kehilangan fluida dan beban kerja pada peralatan proses. Dengan dua pilihan karakteristik operasi ini, Farris 3800 Series dapat dioptimalkan untuk berbagai kebutuhan proteksi tekanan di industri proses.

Komponen Utama Farris 3800 Series

terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja secara terpadu untuk mendeteksi kenaikan tekanan, mengendalikan pembukaan katup, dan mengembalikan valve ke posisi tertutup setelah tekanan sistem kembali normal. Setiap komponen memiliki fungsi spesifik yang memastikan pressure relief valve dapat bekerja secara akurat, andal, dan aman pada berbagai kondisi operasi.

Main Valve (Katup Utama)

merupakan komponen utama yang berfungsi sebagai jalur pelepasan fluida ketika terjadi kondisi overpressure. Komponen ini menahan tekanan selama operasi normal dan akan membuka ketika menerima sinyal dari pilot valve. Karena seluruh aliran fluida melewati main valve, desainnya dibuat untuk menghasilkan kapasitas pelepasan yang besar dengan kehilangan tekanan (pressure drop) yang minimal.

Main valve tersusun atas beberapa bagian utama berikut.

Body

 merupakan rumah utama (housing) yang menampung seluruh komponen internal valve. Body dirancang untuk menahan tekanan proses serta menghubungkan inlet dan outlet valve dengan sistem perpipaan. Material body umumnya menggunakan carbon steel, stainless steel, atau material khusus sesuai jenis fluida dan kondisi operasi.

Nozzle

adalah bagian tempat fluida pertama kali memasuki main valve. Komponen ini berfungsi sebagai dudukan (seat) bagi disc sekaligus membentuk area aliran saat valve membuka. Ukuran nozzle menentukan kapasitas pelepasan sesuai standar API 526.

Disc

merupakan elemen penutup yang menempel pada nozzle selama kondisi normal. Saat tekanan mencapai set pressure, disc akan terangkat sehingga memungkinkan fluida mengalir menuju outlet. Permukaan disc dibuat dengan tingkat presisi tinggi untuk menghasilkan tight shut-off dan meminimalkan kebocoran.

Piston

 berfungsi sebagai aktuator utama yang menggerakkan disc. Tekanan pada ruang kontrol di atas piston akan menentukan apakah main valve tetap tertutup atau mulai membuka. Luas permukaan piston yang lebih besar dibandingkan sisi bawah menghasilkan gaya penutup yang kuat selama operasi normal.

Guide

berfungsi menjaga pergerakan piston dan disc tetap berada pada jalur yang benar. Komponen ini mengurangi gesekan, mencegah pergeseran posisi, serta membantu menghasilkan pembukaan dan penutupan valve yang stabil.

Cover

 merupakan penutup bagian atas main valve yang membentuk ruang kontrol (control chamber). Komponen ini juga melindungi bagian internal valve dari kontaminasi sekaligus menjadi tempat terhubungnya saluran tekanan menuju pilot valve.

Pilot Valve (Katup Pilot)

 merupakan komponen pengendali utama pada Pilot Operated Pressure Relief Valve (PORV) yang berfungsi mengatur kapan main valve harus membuka dan menutup. Berbeda dengan main valve yang menangani aliran fluida berkapasitas besar, pilot valve hanya mengontrol tekanan pada ruang kontrol (control chamber) di atas piston atau diafragma. Meskipun berukuran relatif kecil, pilot valve memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan akurasi pembukaan, kestabilan operasi, serta kemampuan valve untuk menutup rapat tanpa kebocoran.

Selama kondisi operasi normal, pilot valve menerima tekanan sistem melalui sense line dan tetap berada dalam posisi tertutup. Tekanan tersebut mengisi ruang kontrol di atas piston sehingga menghasilkan gaya penutup yang menjaga main valve tetap tertutup rapat. Ketika tekanan proses mencapai set pressure, pilot valve akan membuka secara otomatis dan membuang tekanan dari ruang kontrol menuju outlet. Perbedaan tekanan yang terjadi menyebabkan main valve terbuka sehingga fluida berlebih dapat dilepaskan dengan aman.

Setelah tekanan sistem turun hingga mencapai reseat pressure (sesuai nilai blowdown), pilot valve kembali menutup. Tekanan kemudian mengisi kembali ruang kontrol sehingga main valve kembali ke posisi tertutup dan sistem dapat beroperasi secara normal.

Karena hanya mengendalikan tekanan kontrol, pilot valve mampu memberikan akurasi set pressure yang tinggi, respons yang cepat, serta meminimalkan kebocoran dibandingkan pressure relief valve tipe pegas konvensional.

Pilot Body

merupakan rumah bagi seluruh komponen internal pilot valve. Bagian ini mengatur jalur aliran tekanan dari sistem menuju ruang kontrol serta ke saluran pembuangan.

Spring

berfungsi menentukan set pressure valve. Besarnya gaya pegas diatur sehingga pilot valve hanya akan membuka ketika tekanan sistem mencapai nilai yang telah ditentukan.

Adjusting Screw

digunakan untuk melakukan penyetelan gaya pegas sehingga nilai set pressure dapat disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi. Proses penyetelan biasanya dilakukan pada saat kalibrasi atau pengujian.

Seat

Seat merupakan permukaan dudukan bagi disc pilot valve. Permukaan seat harus memiliki tingkat kehalusan tinggi agar pilot valve dapat menutup rapat dan mencegah kebocoran.

Disc

Disc pada pilot valve berfungsi membuka dan menutup jalur pelepasan tekanan dari ruang kontrol. Pergerakan disc inilah yang mengendalikan operasi main valve secara keseluruhan.

Piston Assembly

Piston Assembly merupakan mekanisme aktuator yang mengubah perbedaan tekanan menjadi gerakan mekanis untuk membuka atau menutup main valve.

Berbeda dengan actuator pneumatik, hidrolik, maupun elektrik, piston assembly pada Farris 3800 memanfaatkan tekanan fluida proses itu sendiri sebagai sumber energi. Oleh karena itu, valve tidak memerlukan suplai listrik, udara tekan, maupun sumber tenaga eksternal untuk beroperasi.

Fungsi Piston Assembly

  • Mengubah tekanan fluida menjadi gaya mekanis.
  • Menggerakkan main valve saat terjadi overpressure.
  • Menutup kembali valve setelah tekanan turun.
  • Menjaga stabilitas pembukaan dan penutupan valve.
  • Mengurangi konsumsi energi karena tidak memerlukan aktuator eksternal.

Penggunaan tekanan sistem sebagai tenaga penggerak membuat Farris 3800 tetap dapat beroperasi secara andal meskipun terjadi kegagalan pasokan listrik pada fasilitas industri.

Sense Line

Sense Line merupakan pipa berdiameter kecil yang menghubungkan tekanan proses dari sistem menuju pilot valve. Komponen ini berfungsi sebagai jalur pengukuran tekanan sehingga pilot valve dapat mendeteksi perubahan tekanan secara akurat.

Karena pilot valve bekerja berdasarkan tekanan yang diterima melalui sense line, pemasangan pipa ini harus mengikuti praktik instalasi yang benar agar respons valve tetap cepat dan akurat.

Persyaratan Pemasangan Sense Line

Agar sistem bekerja optimal, sense line sebaiknya memenuhi ketentuan berikut:

  • Dipasang dengan panjang sesingkat mungkin untuk mengurangi keterlambatan respons.
  • Memiliki jalur yang lurus dengan jumlah belokan seminimal mungkin.
  • Selalu bersih dari kotoran, kerak, atau endapan yang dapat menghambat aliran tekanan.
  • Tidak tersumbat maupun mengalami kebocoran.
  • Terlindungi dari kerusakan mekanis dan getaran berlebihan.
  • Dipasang pada titik pengambilan tekanan yang mewakili kondisi tekanan aktual sistem.

Sense line yang terlalu panjang, tersumbat, atau mengalami kebocoran dapat menyebabkan pilot valve menerima sinyal tekanan yang tidak akurat. Akibatnya, pressure relief valve dapat membuka terlambat, membuka terlalu cepat, atau bekerja tidak stabil sehingga mengurangi efektivitas perlindungan terhadap kondisi overpressure

Desain Nozzle

Farris 3800 Series tersedia dengan dua pilihan desain nozzle, yaitu Semi Full Port dan Full Port. Pemilihan desain nozzle berpengaruh terhadap kapasitas pelepasan (relieving capacity), kecepatan aliran fluida, serta efisiensi kerja pressure relief valve. Pemilihan tipe nozzle harus disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas sistem, karakteristik fluida, dan persyaratan desain instalasi.

Semi Full Port

Semi Full Port merupakan desain nozzle dengan diameter aliran yang lebih kecil dibandingkan ukuran inlet valve. Desain ini dirancang untuk aplikasi yang tidak memerlukan kapasitas pelepasan maksimum, tetapi tetap memberikan performa perlindungan tekanan yang andal.

Karena luas penampang alirannya lebih kecil, kapasitas relief yang dihasilkan berada pada tingkat sedang sehingga cocok untuk berbagai aplikasi industri umum. Selain itu, ukuran internal yang lebih kecil membuat biaya pengadaan menjadi lebih ekonomis dibandingkan tipe Full Port.

Karakteristik Semi Full Port

  • Diameter nozzle lebih kecil dari ukuran inlet.
  • Kapasitas pelepasan sedang.
  • Kecepatan aliran tetap memenuhi kebutuhan aplikasi standar.
  • Ukuran valve relatif lebih ringkas.
  • Biaya investasi lebih ekonomis.

Keunggulan Semi Full Port

  • Harga lebih kompetitif.
  • Cocok untuk aplikasi dengan kapasitas relief sedang.
  • Mengurangi biaya sistem tanpa mengurangi fungsi proteksi.
  • Sesuai untuk sebagian besar aplikasi proses industri.

Aplikasi Semi Full Port

Desain Semi Full Port umumnya digunakan pada:

  • Pressure vessel berkapasitas kecil hingga menengah.
  • Sistem perpipaan proses.
  • Heat exchanger.
  • Tangki bertekanan.
  • Sistem utilitas industri.
  • Aplikasi air, uap, maupun gas dengan kebutuhan kapasitas standar.

Full Port

Full Port merupakan desain nozzle dengan diameter aliran maksimum sehingga memungkinkan fluida mengalir melalui valve dengan hambatan yang lebih kecil. Luas penampang yang lebih besar menghasilkan kapasitas pelepasan yang lebih tinggi dibandingkan Semi Full Port.

Desain ini sangat sesuai untuk aplikasi yang memerlukan debit pelepasan besar atau memiliki potensi kenaikan tekanan secara cepat, terutama pada media gas dan uap yang membutuhkan kapasitas relief tinggi.

Karakteristik Full Port

  • Diameter nozzle maksimum.
  • Jalur aliran lebih besar.
  • Hambatan aliran (flow restriction) lebih kecil.
  • Kapasitas pelepasan maksimum.
  • Efisiensi aliran lebih tinggi.

Keunggulan Full Port

  • Kapasitas relief lebih besar.
  • Pressure drop lebih rendah selama proses pelepasan.
  • Meningkatkan efisiensi pelepasan tekanan.
  • Sangat baik untuk aplikasi gas berkapasitas tinggi.
  • Memenuhi kebutuhan sistem dengan laju aliran besar.

Aplikasi Full Port

Desain Full Port banyak digunakan pada:

  • Industri minyak dan gas.
  • Sistem flare.
  • Kompresor gas.
  • Separator gas.
  • Kilang minyak.
  • Pembangkit listrik.
  • Steam service.
  • Sistem proses dengan volume gas tinggi.

Perbandingan Semi Full Port dan Full Port

ParameterSemi Full PortFull Port
Diameter nozzleLebih kecilMaksimum
Kapasitas reliefSedangSangat besar
Pressure dropLebih tinggiLebih rendah
BiayaLebih ekonomisLebih tinggi
AplikasiUmumKapasitas tinggi
Media yang sesuaiAir, cairan, gas standarGas, uap, dan debit besar

Standar API 526

Farris 3800 Series diproduksi sesuai dengan API Standard 526, yaitu standar internasional yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) untuk pressure relief valve berflensa (flanged steel pressure relief valves). Standar ini bertujuan untuk menyeragamkan dimensi, ukuran orifice, kapasitas minimum, dan konfigurasi pemasangan sehingga valve dari berbagai produsen dapat dipertukarkan (interchangeable) tanpa memerlukan modifikasi besar pada sistem perpipaan.

Penerapan API 526 memberikan kemudahan dalam proses desain, instalasi, penggantian, maupun pemeliharaan pressure relief valve di fasilitas industri.

Dimensi Inlet dan Outlet

API 526 menetapkan ukuran standar untuk sambungan inlet dan outlet valve.

Standarisasi ini memastikan bahwa pressure relief valve dapat dipasang pada sistem perpipaan yang telah dirancang sesuai standar tanpa memerlukan adaptor atau perubahan dimensi flange.

Beberapa ukuran inlet dan outlet yang umum digunakan antara lain:

  • Inlet 1″ hingga 8″
  • Outlet 2″ hingga 10″

Ukuran yang dipilih bergantung pada kapasitas pelepasan dan ukuran orifice valve.

Orifice Letter

Salah satu ketentuan penting dalam API Standard 526 adalah penggunaan Orifice Letter, yaitu sistem pengkodean ukuran orifice (lubang aliran) pada pressure relief valve menggunakan huruf alfabet. Setiap huruf merepresentasikan effective discharge area atau luas penampang aliran efektif yang telah distandarisasi. Standarisasi ini memudahkan proses pemilihan valve berdasarkan kapasitas pelepasan yang dibutuhkan, sekaligus memastikan kesesuaian dimensi antarprodusen yang mengikuti API 526.

Semakin besar ukuran Orifice Letter, semakin besar pula luas penampang aliran dan kapasitas pelepasan (relieving capacity) yang dapat dicapai oleh pressure relief valve. Oleh karena itu, pemilihan orifice harus didasarkan pada hasil perhitungan kapasitas relief sesuai kondisi operasi, jenis fluida, tekanan kerja, temperatur, dan skenario overpressure.

Berikut adalah daftar Orifice Letter yang ditetapkan dalam API 526 beserta effective discharge area-nya.

Orifice Letter

Effective Discharge Area (in²)

Effective Discharge Area (mm²)

D0.11071
E0.196126
F0.307198
G0.503324
H0.785506
J1.287830
K1.8381.186
L2.8531.840
M3.6002.323
N4.3402.800
P6.3804.116
Q11.0507.129
R16.00010.323
T26.00016.774

Fungsi Orifice Letter

Penetapan ukuran orifice memiliki beberapa fungsi penting dalam perancangan sistem proteksi tekanan, antara lain:

  • Menentukan kapasitas pelepasan fluida yang dapat dicapai oleh pressure relief valve.
  • Memudahkan proses sizing dan pemilihan valve sesuai hasil perhitungan relief load.
  • Menjamin keseragaman dimensi dan kapasitas antarproduk yang memenuhi API 526.
  • Mempermudah penggantian valve tanpa mengubah konfigurasi sistem perpipaan.
  • Mendukung kepatuhan terhadap standar internasional dalam desain sistem keselamatan.

Sebagai contoh, apabila hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan kapasitas pelepasan sekitar 800 mm², maka Orifice J dengan effective discharge area 830 mm² dapat dipilih karena memenuhi kebutuhan kapasitas tersebut. Sebaliknya, untuk aplikasi dengan debit pelepasan yang jauh lebih besar, dapat digunakan orifice seperti P, Q, R, atau T, yang memiliki luas penampang lebih besar sehingga mampu mengalirkan fluida dalam jumlah lebih tinggi. Pemilihan ukuran orifice tetap harus didasarkan pada hasil perhitungan yang mengacu pada standar seperti API 520, sedangkan dimensi fisik dan kode orifice mengacu pada API 526.

Semakin besar ukuran orifice, semakin besar pula kapasitas pelepasan fluida yang dapat dicapai oleh valve.

Kapasitas Minimum

API 526 menentukan kapasitas minimum yang harus mampu dicapai oleh setiap ukuran orifice berdasarkan hasil pengujian dan perhitungan sesuai standar internasional.

Standarisasi ini memastikan bahwa valve memiliki kemampuan pelepasan tekanan yang memadai untuk melindungi peralatan dari kondisi overpressure.

Face-to-Face Dimension

Standar API 526 juga mengatur face-to-face dimension, yaitu jarak antara permukaan flange inlet dan flange outlet valve.

Standarisasi dimensi ini memberikan beberapa keuntungan, antara lain:

  • Memudahkan proses pemasangan.
  • Mempermudah penggantian valve tanpa mengubah tata letak perpipaan.
  • Mengurangi waktu penghentian operasi (downtime) saat perawatan.
  • Menjamin kompatibilitas antarproduk yang memenuhi standar API 526.

Manfaat Menggunakan Valve Sesuai API 526

Penggunaan Farris 3800 Series yang memenuhi standar API 526 memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Dimensi valve sesuai dengan standar internasional.
  • Memudahkan proses desain dan integrasi ke dalam sistem perpipaan.
  • Memungkinkan penggantian valve dengan produk lain yang juga memenuhi API 526 tanpa modifikasi besar.
  • Menjamin keseragaman ukuran orifice dan kapasitas relief.
  • Mendukung keandalan sistem proteksi tekanan pada fasilitas industri sesuai praktik rekayasa yang berlaku.
SPESIFIKASI UMUM :
Ukuran1” x 2” hingga 12” x 16”
Area Lubang APID (0,15 sq2) ke T (26,0 sq2)
Area Lubang Non-APIA, 1-8 (45,66 sq2)
Tetapkan Rentang Tekanan15 hingga 6170 psig (1,0 hingga 425 barg)
Kisaran Suhu-320 hingga 500°F (-195 hingga 260°C)
Kelas Flange150# – 2500#
Cocok untukLayanan Udara, Gas, Uap, Uap & Cairan
Bahan KonstruksiBaja Karbon
Baja Tahan Karat
Baja Paduan Suhu Rendah/Tinggi
Monel
Hastelloy C
Duplex
Bahan Sesuai NACE
AksesoriDual Pilot
Reverse Flow Preventer
Field Test Connection
Remote Depressurizing
Auxiliary Filter
Lihat Katalog untuk aksesori tambahan

Sertifikasi

  • ASME/NB Bagian VIII dan III untuk Udara, Uap, dan Air
  • CSA B51 (CRN Kanada)
  • ISO 9001- 2008
  • PED 97/23/EC (Petunjuk Peralatan Tekanan Eropa)
  • ATEX 94/9/EC (Atmosfer Berpotensi Ledakan Eropa)
  • CSQL (Cina)
  • GOST-R (Rusia)
  • Penjaga Pantai AS
  • Nuklir – 10 CRF 50 Lampiran B, NCA-4000, NQA-1 N285.0
  • Penilaian Poin Pertama Terbatas

PRODUK

  • Katup kupu-kupu
  • Katup Pergantian
  • Periksa Katup
  • Katup Kontrol
  • Katup Kontrol Arah
  • Layanan Rekayasa
  • Perangkat Lunak Rekayasa
  • Katup Gerbang: Katup Gerbang Batang Naik & Non-Naik
  • Katup Globe
  • Pasang Katup
  • Katup Pelepas Tekanan
  • Saringan
  • Peralatan Instrumentasi
PERTANYAAN PRODUK>>

Katup Pelepas Tekanan Udara: Tujuan & fungsi.

Katup pelepas tekanan adalah jenis katup pengaman yang dirancang untuk mengontrol tekanan dalam bejana. Ini melindungi sistem dan membuat orang mengoperasikan perangkat dengan aman jika terjadi tekanan berlebih atau kegagalan peralatan.

Bagaimana cara kerja katup pelepas tekanan?

Katup pelepas tekanan dirancang untuk menahan tekanan kerja maksimum yang diijinkan (MAWP). Setelah peristiwa tekanan berlebih terjadi dalam sistem, katup pelepas tekanan mendeteksi tekanan di luar kemampuan yang ditentukan desainnya. Katup pelepas tekanan kemudian akan melepaskan cairan atau gas bertekanan untuk mengalir dari saluran tambahan keluar dari sistem.

Di bawah ini adalah contoh dari salah satu katup pelepas tekanan yang dioperasikan oleh pilot kami; cutaway menunjukkan saat tekanan tinggi dilepaskan dari sistem.

Farris 3880 Pilot Dioperasikan Katup Pelepas Tekanan:

Pilot-Operated-Pressure-Relief-Valve-Operating-Mechanism-Cutaway.gif

Aplikasi Katup Pelepas Tekanan

Katup pelepas tekanan udara dapat diterapkan ke berbagai lingkungan dan peralatan. Katup pelepas tekanan adalah katup pengaman yang digunakan untuk menjaga keamanan peralatan dan operator. Mereka berperan penting dalam aplikasi di mana tingkat tekanan yang tepat sangat penting untuk pengoperasian yang benar dan aman. Seperti minyak dan gas, pembangkit listrik seperti sistem pemanas sentral, dan aplikasi multifase dalam penyulingan dan pemrosesan bahan kimia.

Jenis PRV

Di Curtiss-Wright, kami menyediakan serangkaian katup pelepas tekanan yang berbeda berdasarkan dua operasi utama – dengan beban pegas dan dioperasikan dengan pilot. Katup pegas dapat berupa pegas konvensional atau pegas seimbang.

PRV bermuatan pegas

Katup pegas diprogram untuk membuka dan menutup melalui mekanisme pegas. Mereka terbuka ketika tekanan mencapai tingkat yang tidak dapat diterima untuk melepaskan material di dalam bejana. Ini menutup secara otomatis saat tekanan dilepaskan, dan kembali ke tingkat pengoperasian rata-rata. Katup pengaman pegas bergantung pada gaya penutupan yang diterapkan oleh pegas ke area tempat duduk utama. Mereka juga dapat dikontrol dengan berbagai cara, seperti remote, panel kontrol, dan program komputer.

MANFAAT:

  • Beroperasi pada tekanan set yang lebih tinggi daripada katup pelepas yang dioperasikan pilot
  • Kisaran kompatibilitas kimia yang luas
  • Beroperasi pada suhu tinggi

KATUP PELEPAS TEKANAN YANG DIOPERASIKAN PILOT

Katup pelepas yang dioperasikan pilot beroperasi dengan menggabungkan perangkat pelepas primer (katup utama) dengan katup pelepas tekanan tambahan yang digerakkan sendiri, juga dikenal sebagai kontrol pilot. Kontrol pilot ini menentukan pembukaan dan penutupan katup utama dan merespons tekanan sistem. Tekanan sistem diumpankan dari saluran masuk ke dan melalui kontrol pilot dan akhirnya ke kubah katup utama. Dalam kondisi pengoperasian normal, tekanan sistem akan mencegah katup utama terbuka.

Katup memungkinkan media mengalir dari saluran tambahan dan keluar dari sistem setelah tekanan absolut tercapai, apakah itu level maksimum atau minimum.

Ketika tekanan berada di bawah jumlah maksimum, perbedaan tekanan sedikit positif pada ukuran kubah piston, yang menjaga katup utama dalam posisi tertutup. Saat tekanan sistem naik dan mencapai titik setel, pilot akan memutus aliran ke kubah, menyebabkan depresurisasi di sisi kubah piston. Perbedaan tekanan telah terbalik, dan piston akan naik, membuka katup utama, mengurangi tekanan.

Ketika tekanan proses turun ke tekanan tertentu, pilot menutup, kubah diberi tekanan ulang, dan katup utama menutup. Perbedaan utama antara PRV pegas dan yang dioperasikan pilot adalah bahwa katup pengaman yang dioperasikan pilot menggunakan tekanan untuk menjaga agar katup tetap tertutup.

Katup pelepas yang dioperasikan pilot dikendalikan dengan tangan dan biasanya sering dibuka melalui roda atau komponen serupa. Pengguna membuka katup saat pengukur menandakan bahwa tekanan sistem berada pada level yang tidak aman; setelah katup dibuka dan tekanan dilepaskan, operator dapat menutupnya kembali dengan tangan.

Keuntungan Katup yang Dioperasikan Pilot:

  • Modulasi PORV kontrol meminimalkan pelepasan media
  • Meningkatkan tekanan membantu menjaga segel pilot. Setelah setpoint tercapai, katup terbuka. Hal ini mengurangi kebocoran dan emisi buronan.
  • Desain lebih kecil dari katup pegas dan ukuran pipa lebih besar
  • Beroperasi pada tekanan yang sangat dekat dengan setpoint
  • PORV tidak terpengaruh oleh tekanan balik
  • PORV dengan opsi penginderaan jauh adalah solusi hemat biaya untuk instalasi PRV yang mengalami kehilangan tekanan saluran masuk
  • Lebih banyak opsi untuk kontrol
  • Dapat digunakan di mesin
  • Segel lebih rapat saat tekanan sistem mendekat

Kerugian Katup yang Dioperasikan Pilot

  • Lebih kompleks
  • Lebih mahal dengan ukuran lebih kecil
  • Bagian kecil di katup pilot peka terhadap partikel kontaminan.
  • Barang lunak yang biasanya dipasang di katup pilot tidak dapat menahan cairan bersuhu lebih tinggi.

Mode Fungsi Katup Dioperasikan Pilot

Ada dua mode fungsi:

Akting jepret 

Pada tekanan yang disetel, katup terkunci hingga pengangkatan penuh. Ini bisa sangat keras pada pipa besar dengan tekanan yang signifikan. Tekanan harus turun di bawah tekanan yang disetel agar piston dapat duduk kembali.

Modulasi 

Pilot dirancang untuk membuka secara bertahap, sehingga lebih sedikit cairan sistem yang hilang selama setiap kejadian bantuan. Piston terangkat sebanding dengan tekanan berlebih.

PRODUK TERKAIT:  SERI 3800 – KATUP PROSES ,

VIDEO:

Produk Tambahan: SmartPRV yang dipantau secara nirkabel

Di Curtiss-Wright kami juga menyediakan solusi untuk pemantauan katup pelepas tekanan. Secara historis, katup pelepas tekanan sulit atau tidak mungkin dipantau. SmartPRV kami menampilkan katup pelepas tekanan Seri 2600 yang dilengkapi dengan monitor posisi nirkabel yang memberi tahu operator pabrik selama peristiwa tekanan berlebih, termasuk waktu dan durasinya.

CARI TAHU LEBIH LANJUT DI SINI :  INFORMASI SMARTPRV

FAQ:

Apa yang menyebabkan peristiwa tekanan berlebih?

Ada banyak penyebab tekanan berlebih, tetapi yang paling umum biasanya adalah pembuangan yang tersumbat dalam sistem, hembusan gas, dan kebakaran. Bahkan pemeriksaan dan perawatan yang tepat tidak akan menghilangkan terjadinya kebocoran. Katup pelepas tekanan udara adalah satu-satunya cara untuk memastikan lingkungan yang aman bagi perangkat, sekelilingnya, dan operator.

Apa Perbedaan antara PRV dan PSV?

Pressure Relief Valve (PRV) dan Pressure Safety Valve (PSV) sama-sama berfungsi melindungi sistem dari kondisi overpressure (tekanan berlebih). Meskipun sering dianggap sama dan dalam beberapa aplikasi istilahnya digunakan secara bergantian, keduanya memiliki perbedaan pada cara kerja dan jenis aplikasi.

Pressure Relief Valve (PRV)

Pressure Relief Valve (PRV) dirancang untuk membuka secara bertahap (modulating) ketika tekanan sistem meningkat melewati nilai yang telah ditentukan. Bukaan katup akan menyesuaikan besarnya tekanan sehingga hanya fluida yang diperlukan saja yang dilepaskan. Setelah tekanan kembali normal, valve akan menutup secara perlahan.

Karakteristik ini membuat PRV sangat cocok digunakan pada sistem yang menangani cairan (liquid service), seperti sistem air, minyak, maupun fluida proses lainnya. Selain melindungi peralatan, PRV juga membantu menjaga tekanan tetap stabil dan mengurangi kehilangan fluida.

Pressure Safety Valve (PSV)

Sebaliknya, Pressure Safety Valve (PSV) bekerja dengan mekanisme pop action atau snap acting. Ketika tekanan mencapai set pressure, katup akan membuka secara penuh dalam waktu yang sangat singkat untuk membuang tekanan berlebih secepat mungkin. Setelah tekanan turun hingga nilai reseat, PSV akan menutup kembali secara otomatis.

Karena responsnya sangat cepat, PSV lebih banyak digunakan pada sistem yang mengalirkan gas, udara bertekanan, dan uap (steam). Jenis valve ini memberikan perlindungan maksimal terhadap lonjakan tekanan yang dapat membahayakan peralatan maupun keselamatan operasi.

Perbandingan PRV dan PSV

AspekPRV (Pressure Relief Valve)PSV (Pressure Safety Valve)
Cara membukaBertahap (Modulating)Langsung membuka penuh (Pop Action/Snap Acting)
Jenis fluidaCairan (Liquid)Gas, udara, dan uap (Steam)
Respons terhadap tekananBertahapSangat cepat
Fungsi utamaMengendalikan tekanan sistemMelindungi sistem dari overpressure secara cepat
AplikasiSistem air, minyak, dan fluida prosesBoiler, pressure vessel, kompresor, dan sistem uap

Kesimpulan

Meskipun PRV dan PSV memiliki tujuan yang sama, yaitu melindungi sistem dari tekanan berlebih, cara kerjanya berbeda. PRV membuka secara bertahap sehingga lebih sesuai untuk aplikasi cairan yang membutuhkan pengendalian tekanan yang stabil. Sementara itu, PSV membuka penuh secara cepat ketika tekanan mencapai set point sehingga ideal untuk sistem gas dan uap yang memerlukan respons segera terhadap kondisi overpressure.

Catatan: Pada beberapa standar, seperti ASME Section VIII, istilah Pressure Relief Valve digunakan sebagai istilah umum yang mencakup berbagai jenis relief valve, termasuk Pressure Safety Valve. Oleh karena itu, penyebutan PRV dan PSV di lapangan terkadang berbeda tergantung standar, industri, atau produsen yang digunakan.

Seberapa sering saya harus menguji katup pelepas tekanan udara?

Katup pelepas tekanan harus menjalani tes tahunan, satu per tahun. Operator bertanggung jawab untuk melakukan pengujian, yang harus dilakukan dengan menggunakan kompresor udara. Sangat penting untuk memastikan katup pelepas tekanan mempertahankan keefektifannya dari waktu ke waktu dan diperiksa untuk tanda-tanda korosi dan hilangnya fungsionalitas. Katup pelepas tekanan udara juga harus diperiksa sebelum pemasangannya, setelah setiap kejadian kebakaran, dan secara teratur sesuai keputusan operator.

Apa itu katup yang dioperasikan pilot?

Katup yang dioperasikan pilot adalah katup pelepas darurat yang berfungsi selama peristiwa tekanan berlebih.

Apa perbedaan antara dioperasikan pilot dan dioperasikan langsung?

Katup solenoida kerja langsung memiliki hubungan langsung dengan angker pembuka dan penutup, sedangkan katup yang dioperasikan pilot menggunakan cairan proses untuk membantu mengemudikan pengoperasian katup.

Pemantauan Katup Kontrol

Bagaimana cara kerja katup kontrol?

Katup kontrol bekerja dengan memvariasikan laju cairan yang melewati katup itu sendiri. Saat batang katup bergerak, itu mengubah ukuran saluran dan menambah, mengurangi atau menahan aliran. Pembukaan dan penutupan katup diubah setiap kali parameter proses yang dikontrol tidak mencapai titik setel.

Di manakah letak katup kontrol?

Katup kontrol biasanya berada di lantai atau mudah diakses melalui platform. Mereka juga ditempatkan pada peralatan atau pipa yang sama dengan pengukuran dan pengukuran hilir atau aliran.

Apa tiga jenis katup pelepas industri?

Tiga tipe dasar katup pelepas industri adalah beban pegas konvensional, beban pegas seimbang, dan dioperasikan pilot.

Apa tujuan dari katup pelepas?

Katup pelepas industri dirancang untuk mengontrol atau membatasi lonjakan tekanan dalam suatu sistem, paling sering pada katup sistem fluida atau udara bertekanan. Itu dilakukan sebagai bentuk perlindungan untuk sistem dan pertahanan terhadap kegagalan instrumen atau peralatan. Mereka biasanya hadir dalam industri air bersih.

Apa itu PSV dalam industri?

PRV sering disebut sebagai katup pelepas tekanan, yang juga dikenal sebagai PSV atau katup pengaman tekanan. Mereka digunakan secara bergantian di seluruh industri tergantung pada standar perusahaan.

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

PT Indira Mitra Boiler


https://hargaboiler.co.id
https://boilermarine.co.id

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

Scroll to Top