BURNER RIELLO GAS P/M SERIES

JUAL BURNER RIELLO GAS P/M

RIELLO GAS 10 PM

Burner Riello Gas P/M Seperangkat alat yang di rakit untuk pengahil energy panas dengan kapasitas besar dan temperatur tinggi, kami selaku perushaan yang bergerak dalam sektor enegry di indonesia Pt indira mitra boiler juga menyediakan burner riello berbagai tipe dari tipe Riello Gas 3 P/M hingga Riello Gas 10 P/M, burner riello ini sering di gunakan untuk pembakaran industri boiler dan indutri enegry lainya. dimana burner ini di produksi oleh negera eropa barat dan di pasarkan di seluruh wilayah negara salah satunya indonesia.

Riello Seri GAS P/M mencakup jarak tembak dari 80 hingga 4885 kW. Operasi ditampilkan oleh operasi dua tahap progresif atau modulasi penuh, dengan kontrol modulasi tingkat lanjut sistem dan probe. Pembakar seri GAS P/M adalah sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan fleksibilitas kontrol (proses, uap, penyerapan pendingin) di mana variabel keluaran diperlukan. Karena struktur lembaran logamnya, mereka secara khusus cocok untuk aplikasi proses di mana bahan plastik mudah rusak atau berubah bentuk. Sederhana pemeliharaan dicapai dengan batang geser yang memungkinkan akses ke kepala pembakaran tanpa perlu melepas
pembakar dari boiler.

Spesifikasi Burner Riello Gas P/M

Riello Gas P/M Burner – GAS 3 P/M sampai GAS 10 P/M

Riello Gas P/M merupakan seri gas burner progresif dua tahap atau modulating yang dirancang untuk aplikasi pemanasan industri dengan kebutuhan kapasitas mulai dari 80 kW hingga 4.885 kW, tergantung model dan konfigurasi.

Seri ini dapat digunakan pada sistem natural gas dan, dengan konfigurasi serta komponen gas train yang sesuai, aplikasi gas seperti CNG, LNG, LPG, dan gas industri lainnya. Pemilihan burner tidak cukup berdasarkan jenis gas saja, tetapi harus mempertimbangkan tekanan gas, calorific value, Wobbe Index, flow rate, combustion chamber, dan burner configuration.

Kapasitas Riello Gas P/M

ModelMinimum / Low FireIntermediateMaximum
GAS 3 P/M80 kW130 kW350 kW
GAS 4 P/M120 kW180 kW470 kW
GAS 5 P/M155 kW320 kW660 kW
GAS 6 P/M300 kW520 kW1.050 kW
GAS 7 P/M400 kW800 kW1.760 kW
GAS 8 P/M640 kW1.163 kW2.210 kW
GAS 9 P/M870 kW1.744 kW3.488 kW
GAS 10 P/M1.140 kW2.441 kW4.885 kW

Kapasitas aktual harus mengacu pada datasheet dan konfigurasi burner yang digunakan.

Apa Itu Riello Gas P/M?

Riello Gas P/M merupakan seri gas burner progressive two-stage atau modulating yang dirancang untuk aplikasi pemanasan dengan kebutuhan heat input yang berubah-ubah. Seri ini menawarkan pengaturan firing yang lebih fleksibel dibandingkan one-stage gas burner.

Kapasitas aktual setiap model harus selalu mengacu pada datasheet, firing curve, konfigurasi burner, dan kondisi instalasi.

Contoh Aplikasi pada Boiler

Misalnya boiler memiliki kebutuhan heat input yang berubah:

400 kW → 700 kW → 1.000 kW

Burner dapat menyesuaikan firing rate mengikuti kebutuhan tersebut, daripada hanya bekerja dengan pola:

100% ON → OFF → 100% ON → OFF

Pengaturan firing yang lebih fleksibel dapat membantu menjaga stabilitas temperatur atau tekanan dan mengurangi operasi yang tidak diperlukan pada kapasitas maksimum.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Pemilihan Riello Gas P/M tidak hanya berdasarkan kapasitas maksimum. Perlu diperiksa:

  • Minimum firing rate
  • Maximum firing rate
  • Heat load equipment
  • Gas type
  • Gas pressure
  • Gas flow
  • Gas train
  • Combustion chamber
  • Burner control
  • Required modulation range

Dengan demikian, pemilihan burner harus mengikuti:

Heat Load → Required Burner Input → Firing Range → Gas Supply → Combustion Chamber → Control System

Catatan: Progressive two-stage dan modulating bukan istilah yang dapat dipertukarkan begitu saja. Konfigurasi aktual harus mengikuti model burner dan accessory/modulating kit yang digunakan.

Jenis Gas yang Digunakan

Riello Gas P/M dapat diaplikasikan pada sistem gas sesuai konfigurasi burner dan gas train.

Jenis gas yang dapat ditemui pada aplikasi industri antara lain:

  • Natural Gas
  • CNG
  • LNG
  • LPG
  • Gas dari jaringan distribusi industri
  • Gas proses tertentu sesuai spesifikasi

Perlu diperhatikan bahwa CNG dan LNG pada dasarnya merupakan bentuk penyimpanan natural gas, sedangkan LPG memiliki karakteristik gas yang berbeda.

Karena itu, burner harus disesuaikan dengan:

Gas Type → Gas Pressure → Gas Flow → Calorific Value → Wobbe Index → Gas Train

Jangan langsung menganggap satu konfigurasi burner natural gas dapat digunakan untuk LPG tanpa pengecekan teknis.

Komponen Riello Gas P/M

Riello Gas P/M dilengkapi berbagai komponen untuk mendukung sistem pembakaran otomatis dan pengaturan firing rate.

1. Air Suction Circuit

Air suction circuit merupakan jalur masuk udara pembakaran dari lingkungan menuju fan burner. Sistem ini memastikan burner mendapatkan suplai udara yang cukup untuk menghasilkan proses pembakaran yang stabil.

Jumlah udara harus disesuaikan dengan gas flow agar diperoleh rasio air-fuel yang tepat.

Secara sederhana:

Gas + Combustion Air → Ignition → Flame → Heat

Jika udara terlalu sedikit, pembakaran dapat menjadi tidak sempurna. Sebaliknya, udara yang terlalu banyak dapat meningkatkan excess air dan heat loss melalui exhaust.

2. Fan dengan Forward-Curved Blades

Fan merupakan komponen yang menghasilkan volume dan tekanan combustion air yang dibutuhkan burner.

Pada Riello Gas P/M, fan menggunakan konfigurasi forward-curved blades untuk menyediakan udara pembakaran pada firing range burner.

Fan harus mampu memberikan:

  • Air volume yang mencukupi
  • Air pressure yang sesuai
  • Stabilitas airflow
  • Suplai udara pada low hingga high firing

Kinerja fan sangat penting karena perubahan gas flow harus diikuti oleh perubahan combustion air.

Prinsip Operasi

Gas Flow ↑
Air Requirement ↑

Gas Flow ↓
Air Requirement ↓

Dengan demikian, fan dan air damper harus bekerja secara terkoordinasi dengan sistem gas regulation.

3. Air Damper

Air damper digunakan untuk mengatur jumlah udara yang masuk ke combustion system.

Pada burner Riello Gas P/M, posisi air damper dikontrol menggunakan servomotor yang bekerja bersama sistem regulasi gas.

Saat burner meningkatkan firing rate, posisi damper dapat berubah untuk menyediakan combustion air yang lebih besar.

Hubungan Gas dan Udara

Gas Flow ↑ → Air Flow ↑

Gas Flow ↓ → Air Flow ↓

Tujuannya adalah mempertahankan kondisi air-fuel ratio yang sesuai sepanjang operating range burner.

Contoh

Pada kondisi low fire:

Gas Flow Rendah → Air Flow Rendah

Pada kondisi high fire:

Gas Flow Tinggi → Air Flow Tinggi

Pengaturan yang tepat membantu menjaga:

  • Flame stability
  • Combustion efficiency
  • Temperatur proses
  • Emisi pembakaran
  • Keamanan operasi burner

Namun, hubungan gas dan udara tidak selalu harus 1:1. Setting aktual harus mengikuti commissioning procedure, burner curve, gas pressure, combustion chamber, dan hasil combustion analysis.

Kesimpulan

Ketiga komponen tersebut bekerja sebagai satu sistem:

Air Suction Circuit → Fan → Air Damper → Combustion Head

Sementara sisi bahan bakar bekerja melalui:

Gas Train → Gas Valve → Gas Flow Regulation → Combustion Head

Keduanya harus diatur secara tepat agar burner menghasilkan pembakaran stabil, heat output sesuai kebutuhan, dan operasi yang aman.

4. Combustion Head

Combustion head dapat disesuaikan berdasarkan required output burner.

Komponennya mencakup:

  • Stainless steel end cone
  • Ignition electrodes
  • Flame stability disk
  • Adjustable combustion head

Stainless Steel End Cone

End cone menggunakan stainless steel yang dirancang untuk menghadapi kondisi temperatur tinggi dan lingkungan combustion.

Ignition Electrode

Ignition electrode menghasilkan spark untuk menyalakan campuran gas dan udara pada saat ignition.

Flame Stability Disk

Flame stability disk membantu membentuk dan mempertahankan flame pada combustion head.

5. Servomotor Air dan Gas

Salah satu komponen penting seri P/M adalah servomotor untuk mengatur posisi air dan gas.

Servomotor membantu mengoordinasikan:

Gas Flow + Combustion Air

sesuai firing rate yang dibutuhkan.

Pada sistem modulating, pengaturan ini menjadi sangat penting karena burner harus dapat mengikuti perubahan heat load secara lebih fleksibel.

6. Gas Pressure Switch

Sistem burner dilengkapi monitoring tekanan gas.

Terdapat maximum gas pressure switch pada model tertentu dan minimum air pressure switch untuk memastikan kondisi operasi memenuhi persyaratan keselamatan.

Pada beberapa model tertentu, konfigurasi maximum gas pressure switch dapat berbeda sehingga harus mengacu pada datasheet model yang digunakan.

7. Air Pressure Switch

Minimum air pressure switch digunakan untuk memonitor tekanan udara pembakaran.

Jika tekanan udara tidak memenuhi kondisi yang dipersyaratkan, burner control dapat mencegah atau menghentikan sequence pembakaran.

Sistem sederhananya:

Fan Start → Air Pressure Check → Pre-Purge → Ignition

8. Electric Motor

Motor menggerakkan fan burner.

Tergantung model, motor dapat menggunakan konfigurasi single-phase atau three-phase.

Untuk GAS 8 P/M, GAS 9 P/M dan GAS 10 P/M, konfigurasi motor dan starter harus mengikuti spesifikasi unit.

9. Ionization Probe

Ionization probe digunakan untuk mendeteksi keberadaan flame pada gas burner.

Setelah ignition:

Gas Valve Open → Ignition → Flame → Ionization Signal

Jika flame gagal terbentuk atau hilang, burner control menjalankan fungsi safety sesuai sequence.

10. Flame Inspection Window

Flame inspection window memungkinkan operator atau teknisi melakukan pemeriksaan visual terhadap kondisi flame.

Pemeriksaan visual dapat membantu mengetahui:

  • Flame stability
  • Flame shape
  • Warna flame
  • Posisi flame
  • Indikasi combustion abnormal

Namun, pemeriksaan visual sebaiknya dilengkapi dengan combustion analysis untuk mendapatkan data yang lebih akurat.

11. Slide Bars

Slide bars memudahkan proses instalasi dan maintenance.

Dengan mekanisme ini, burner dapat diakses lebih mudah ketika teknisi melakukan:

  • Combustion head cleaning
  • Electrode inspection
  • Flame inspection
  • Maintenance
  • Burner adjustment

12. Radio Interference Protection Filter

Burner dilengkapi protection filter against radio interference untuk membantu mengurangi gangguan elektromagnetik pada sistem electrical.

13. IP Protection

Dokumentasi mencantumkan tingkat perlindungan IP X0D / IP40 sesuai konfigurasi produk.

Kondisi pemasangan tetap harus mengikuti persyaratan lingkungan dan petunjuk instalasi burner.

Peralatan Standar Riello Gas P/M

Paket standar dapat mencakup:

  • 1 gas train flange
  • 1 flange gasket
  • 1 insulation screen
  • 8 burner flange fixing screws
  • 12 screws untuk GAS 8 P/M, GAS 9 P/M dan GAS 10 P/M
  • 4 cable looms untuk electrical connection
  • Star-delta starter untuk GAS 8 P/M, GAS 9 P/M dan GAS 10 P/M
  • 2 wiring looms untuk koneksi star-delta starter
  • Washer sesuai model
  • Head extension rods untuk versi extended head tertentu
  • Instruction handbook
  • Spare parts catalogue

Kelengkapan aktual harus dikonfirmasi berdasarkan model, versi head, dan konfigurasi burner.

Riello GAS 3 P/M

GAS 3 P/M memiliki kapasitas sekitar:

80–350 kW

Model ini dapat digunakan untuk aplikasi seperti:

  • Small/medium boiler
  • Hot water boiler
  • Industrial oven
  • Small furnace
  • Process heater

Riello GAS 4 P/M

GAS 4 P/M: 120–470 kW

Dapat dipertimbangkan untuk:

  • Steam boiler
  • Hot water boiler
  • Thermal oil heater
  • Industrial heating system

Riello GAS 5 P/M

GAS 5 P/M: 155–660 kW

Model ini berada pada kelas kapasitas menengah dan dapat digunakan pada boiler serta berbagai process heating equipment.

Riello GAS 6 P/M

GAS 6 P/M: 300–1.050 kW

Dengan kapasitas hingga sekitar 1 MW, model ini dapat digunakan pada:

  • Medium steam boiler
  • Thermal oil heater
  • Industrial furnace
  • Dryer
  • Process heater

Riello GAS 7 P/M

GAS 7 P/M: 400–1.760 kW

Cocok dipertimbangkan untuk aplikasi dengan kebutuhan heat input besar seperti:

  • Large boiler
  • Thermal oil heater
  • Industrial furnace
  • Dryer
  • Process heating

Riello GAS 8 P/M

GAS 8 P/M: 640–2.210 kW

Model ini masuk dalam kategori kapasitas besar dan menggunakan konfigurasi electrical yang lebih kompleks, termasuk star-delta starter sesuai spesifikasi unit.

Riello GAS 9 P/M

GAS 9 P/M: 870–3.488 kW

Dapat digunakan untuk industrial heating dengan heat load tinggi, termasuk boiler besar, furnace, thermal oil heater dan process heater.

Riello GAS 10 P/M

GAS 10 P/M: 1.140–4.885 kW

GAS 10 P/M merupakan salah satu model berkapasitas terbesar dalam seri ini.

Kapasitas maksimum:

4.885 kW × 860 ≈ 4.201.000 kcal/h

Model ini dapat dipertimbangkan untuk:

  • Large steam boiler
  • Large thermal oil heater
  • Industrial furnace
  • High-capacity dryer
  • Process heating system

Cara Memilih Riello Gas P/M

Pemilihan burner harus dimulai dari heat load, bukan hanya ukuran pipa gas.

Data yang perlu disiapkan:

Heat Load

Gas Type

Gas Pressure

Minimum Gas Flow

Maximum Gas Flow

Combustion Chamber

Required Firing Range

Contoh sederhana:

Jika equipment membutuhkan 1.000 kW, maka GAS 6 P/M dengan range 300–1.050 kW dapat dipertimbangkan.

Tetapi jika 1.000 kW merupakan equipment output, bukan burner input, maka efficiency equipment harus dimasukkan terlebih dahulu.

Aplikasi Riello Gas P/M

Seri Riello Gas P/M dapat digunakan pada:

  • Steam boiler
  • Hot water boiler
  • Thermal oil heater
  • Furnace
  • Industrial oven
  • Rotary dryer
  • Process heater
  • Heating chamber
  • Asphalt heating system
  • Industrial manufacturing
  • Food processing
  • Chemical industry

Kesimpulan

Riello Gas P/M merupakan seri progressive two-stage atau modulating gas burner yang dirancang untuk aplikasi pemanasan industri dengan kapasitas sekitar 80 kW hingga 4.885 kW, tergantung model dan konfigurasi burner.

Pilihan Model Riello Gas P/M

  • GAS 3 P/M → 80–350 kW
  • GAS 4 P/M → 120–470 kW
  • GAS 5 P/M → 155–660 kW
  • GAS 6 P/M → 300–1.050 kW
  • GAS 7 P/M → 400–1.760 kW
  • GAS 8 P/M → 640–2.210 kW
  • GAS 9 P/M → 870–3.488 kW
  • GAS 10 P/M → 1.140–4.885 kW

Pemilihan model tidak hanya berdasarkan kapasitas maksimum burner. Data yang perlu diperiksa meliputi heat load equipment, minimum–maximum firing rate, jenis gas, gas pressure, gas flow, combustion chamber, gas train, dan sistem kontrol.

Untuk aplikasi Natural Gas, CNG, LNG, LPG, maupun gas lainnya, konfigurasi burner dan gas train harus disesuaikan dengan karakteristik gas aktual, termasuk calorific value, density, Wobbe Index, pressure, dan flow rate.

Catatan Keselamatan

Jangan melakukan konversi jenis fuel gas hanya dengan mengganti regulator atau nozzle. Perubahan dari natural gas ke LPG, CNG, LNG, atau gas lainnya memerlukan pemeriksaan burner, gas train, pressure, combustion setting, safety interlock, dan kebutuhan engineering.

Dengan pemilihan dan commissioning yang tepat, Riello Gas P/M dapat digunakan sebagai solusi pembakaran gas untuk steam boiler, hot water boiler, thermal oil heater, furnace, oven, dryer, dan berbagai proses pemanasan industri.

Pemilihan Suplai Bahan Bakar Gas dan Gas Train

Pemilihan suplai bahan bakar gas merupakan bagian penting dalam instalasi gas burner. Tekanan gas yang tersedia di gas meter belum tentu sama dengan tekanan yang diterima oleh gas train dan burner, karena sepanjang pipa terdapat pressure drop.

Perhitungan pressure drop diperlukan untuk:

  • Memeriksa instalasi pipa gas existing.
  • Menentukan diameter pipa gas.
  • Menentukan panjang pipa yang masih sesuai.
  • Menentukan kapasitas gas train.
  • Memastikan tekanan gas yang tersedia cukup untuk burner.
  • Memeriksa pengaruh combustion chamber back pressure terhadap gas train.

Prinsip Perhitungan

Diagram pressure drop menggunakan methane sebagai gas referensi. Apabila digunakan gas lain seperti G25, LPG, atau gas dengan karakteristik berbeda, flow rate harus dikonversi menjadi equivalent methane flow menggunakan koefisien konversi sesuai diagram/datasheet.

Rumus dasarnya:

Equivalent Methane Flow = Actual Gas Flow ÷ Conversion Coefficient

Setelah equivalent flow diperoleh, nilai tersebut digunakan untuk menentukan pressure drop berdasarkan:

Flow Rate + Pipe Diameter + Pipe Length → Pressure Drop

Contoh Perhitungan Gas G25

Diketahui:

  • Jenis gas: G25
  • Gas flow: 9,51 m³/h
  • Tekanan pada gas meter: 20 mbar
  • Panjang pipa: 15 m
  • Diameter pipa: 1¼ inch
  • Conversion coefficient: 0,62

1. Hitung Equivalent Methane Flow

Rumus:

Equivalent Methane Flow = 9,51 ÷ 0,62

Hasil:

= 15,34 m³/h

Jadi flow G25 sebesar 9,51 m³/h dianggap setara dengan sekitar 15,34 m³/h methane untuk keperluan pembacaan diagram pressure drop.

2. Tentukan Diameter Pipa

Pada diagram, gunakan nilai:

15,34 m³/h

Kemudian bergerak secara vertikal sampai berpotongan dengan garis diameter pipa:

1¼ inch

Dari titik tersebut, bergerak horizontal menuju garis panjang pipa:

15 meter

3. Tentukan Pressure Drop

Berdasarkan contoh diagram, pressure drop yang diperoleh adalah sekitar:

ΔP = 1,4 mbar

Artinya, dari gas meter menuju gas train terdapat kehilangan tekanan sekitar 1,4 mbar.

4. Hitung Tekanan Aktual di Gas Train

Tekanan pada gas meter:

20 mbar

Pressure drop:

1,4 mbar

Maka:

P Gas Train = 20 − 1,4

P Gas Train = 18,6 mbar

Jadi tekanan yang tersedia setelah memperhitungkan pressure drop pipa adalah sekitar:

18,6 mbar

Nilai inilah yang harus dibandingkan dengan minimum required gas pressure burner/gas train.

Diagram Sistem Suplai Gas

Secara sederhana:

Gas Supply

Gas Meter

Gas Pipeline

Gas Filter

Gas Regulator

Gas Safety Shut-Off Valve

Gas Pressure Switch

Gas Burner

Tekanan gas harus diperiksa pada titik yang tepat sesuai desain sistem.

Faktor yang Mempengaruhi Pressure Drop

Pressure drop pada gas line dipengaruhi oleh beberapa faktor:

1. Gas Flow

Semakin besar flow gas, semakin besar kemungkinan pressure drop.

2. Diameter Pipa

Pipa yang lebih kecil menghasilkan resistance lebih tinggi.

Sebaliknya, diameter yang lebih besar umumnya menghasilkan pressure drop yang lebih rendah.

3. Panjang Pipa

Semakin panjang pipa, semakin besar pressure drop.

4. Jenis Gas

G25, natural gas, LPG, CNG, dan gas lainnya memiliki karakteristik berbeda.

Karena itu, flow rate tidak selalu dapat dibandingkan secara langsung tanpa mempertimbangkan density dan gas properties.

5. Fittings

Pressure drop bukan hanya berasal dari pipa lurus.

Komponen seperti:

  • Elbow
  • Tee
  • Valve
  • Filter
  • Regulator
  • Gas meter
  • Flexible connection

juga memberikan resistance.

Untuk desain engineering, equivalent pipe length atau pressure loss masing-masing component perlu diperhitungkan.

Pengaruh Back Pressure Combustion Chamber

Hal penting dalam pemilihan gas train adalah combustion chamber back pressure.

Burner tidak hanya menghadapi pressure loss pada gas pipeline, tetapi juga harus mengatasi tekanan yang berkaitan dengan kondisi ruang bakar.

Secara sederhana:

Gas Supply Pressure

harus cukup untuk memenuhi:

Gas Train Pressure Loss + Burner Pressure Requirement + Combustion Chamber Back Pressure

Karena itu, tekanan gas di gas meter tidak boleh langsung digunakan sebagai tekanan yang tersedia di burner.

Contoh Aplikasi Riello Gas Burner

Misalnya digunakan Riello Gas P/M pada steam boiler.

Data:

Gas Flow = 100 m³/h

Gas Meter Pressure = 100 mbar

Pipeline Length = 30 m

Pipe Diameter = 2 inch

Maka langkahnya:

1. Tentukan jenis gas

2. Konversi flow menjadi equivalent methane flow jika diperlukan

3. Tentukan diameter pipa

4. Tentukan panjang pipa

5. Tentukan pressure drop

6. Kurangi pressure drop dari pressure gas meter

7. Bandingkan pressure tersedia dengan required pressure gas train/burner

Jika pressure tersedia lebih rendah daripada kebutuhan burner, maka sistem perlu dievaluasi, misalnya dengan:

  • Memperbesar diameter pipa.
  • Mengurangi pressure drop.
  • Menggunakan konfigurasi gas train yang sesuai.
  • Memeriksa regulator.
  • Memeriksa kapasitas gas supply.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Menggunakan Tekanan Gas Meter sebagai Tekanan Burner

Contoh:

Gas meter = 20 mbar

Tidak berarti burner pasti mendapatkan 20 mbar.

Jika pressure drop pipa adalah 1,4 mbar:

20 − 1,4 = 18,6 mbar

Dan masih terdapat pressure loss pada komponen lain serta kebutuhan pressure burner.

Memilih Pipa Hanya Berdasarkan Ukuran Burner

Diameter pipa tidak boleh dipilih hanya dari diameter koneksi burner.

Yang perlu dihitung adalah:

Gas Flow + Gas Type + Pipe Length + Pipe Diameter + Fittings + Pressure Requirement

Kesimpulan

Pemilihan gas supply line dan gas train harus dilakukan berdasarkan perhitungan pressure drop.

Pada contoh G25:

Gas Flow = 9,51 m³/h

Equivalent Methane = 15,34 m³/h

Pipe = 1¼ inch

Length = 15 m

Pressure Drop = 1,4 mbar

Gas Meter Pressure = 20 mbar

Maka:

Available Pressure = 18,6 mbar

Nilai tersebut kemudian digunakan untuk menentukan apakah tekanan yang tersedia mencukupi kebutuhan gas train dan Riello gas burner.

Untuk instalasi aktual, perhitungan harus menggunakan datasheet gas train, karakteristik gas aktual, pressure regulator, gas valve, filter, fittings, burner pressure requirement, dan combustion chamber back pressure

Pembakar dilengkapi dengan katup kupu-kupu untuk mengatur bahan bakar, dikendalikan oleh servomotor cam profil variabel. Bahan bakar dapat disuplai baik dari sisi kanan atau kiri, berdasarkan aplikasi persyaratan. Sakelar tekanan gas maksimum menghentikan pembakar jika terjadi kelebihan tekanan di saluran bahan bakar. Kereta gas dapat dipilih untuk memenuhi persyaratan sistem yang paling sesuai tergantung pada output bahan bakar dan tekanan di jalur suplai. Kereta gas dapat berupa tipe “Multiblok” (berisi utama komponen dalam satu unit) atau tipe “Tersusun” (perakitan) dari komponen tunggal).

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

PT Indira Mitra Boiler


https://hargaboiler.co.id

HERO IMB

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top