DISTRIBUTOR OIL BURNER RIELLO DI INDONESIA
Oil Burner Riello / burner bahan bakar solar merupakan alat penghasil panas yang beroprasi dengan cara penggabungan bahan bakar light oil solar dan udara yang menghasilkan pengabutan pembakaran, burner riello solar sendiri memiliki banyak produk dan kapasitas di antaranya, R40 G series, press GW, RL, T/G dan lain sebagainya.
Riello Burner solar yang kami sediakan konsentrasi pada proses industri, dan yang sedang berlangsung investasi dalam penelitian, adalah faktor-faktor yang memungkinkan Riello untuk meningkatkan produktivitas tanamannya, dan mengidentifikasi daerah pengembangan baru. Jika, di satu sisi, tradisional sektor kerja telah mengalami peningkatan dalam kisaran tinggi aplikasi efisiensi (seperti gas dan kondensasi minyak ringan boiler), di sisi lain ada fokus pada teknologi baru menggabungkan efisiensi energi dan pengurangan polusi emisi dengan penggunaan energi terbarukan. Sangat luas berbagai produk sangat meningkatkan perusahaan tingkat daya saing, jadi sekarang dapat memenuhi semua kebutuhan pelanggannya, dari aplikasi domestik hingga sistem komersial dan industri
Type Burner Riello Solar
Seri Riello R40 G
dari pembakar minyak ringan satu tahap, adalah rangkaian lengkap produk yang dikembangkan untuk menanggapi setiap permintaan untuk pemanasan rumah. tersedia dalam sepuluh model berbeda, dengan output mulai dari 12 hingga 240 kW, dibagi menjadi empat struktur yang berbeda. Semua model menggunakan komponen yang sama yang dirancang oleh Riello untuk seri
Riello 40 G – Single Stage Light Oil Burner
Riello 40 G merupakan rangkaian light oil burner satu tahap yang digunakan untuk kebutuhan pemanasan pada berbagai peralatan thermal. Seri ini tersedia dalam beberapa model dengan rentang kapasitas berbeda, sehingga pemilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan heat load peralatan.
Riello 40 G dirancang untuk memberikan operasi pembakaran yang stabil dan aman apabila dipasang, diatur, dan dioperasikan sesuai spesifikasi teknisnya.
Daftar Model Riello 40 G
| Model | Kapasitas Thermal |
|---|---|
| R 40 G3 | 23,8–35,5 kW |
| R 40 G3R | 23,8–35,5 kW |
| R 40 G3RK | 15,0–35,0 kW |
| R 40 G5 | 28,0–60,0 kW |
| R 40 G5R | 28,0–60,0 kW |
| R 40 G5RK | 12,0–60,0 kW |
| R 40 G7 | 29,0–69,0 kW |
| R 40 G10 | 54,0–120,0 kW |
| R 40 G20 | 95,0–213,0 kW |
| R 40 G20S | 95,0–240,0 kW |
Kapasitas di atas mengikuti data yang diberikan. Untuk pemilihan unit aktual, tetap perlu dilakukan pengecekan datasheet, nozzle, pressure, combustion head, dan kondisi equipment.
Riello 40 G3
R 40 G3 memiliki kapasitas 23,8–35,5 kW. Model ini dapat dipertimbangkan untuk aplikasi dengan kebutuhan thermal relatif kecil.
R 40 G3R memiliki rentang kapasitas yang sama, yaitu 23,8–35,5 kW.
Sementara itu, R 40 G3RK memiliki rentang yang lebih rendah pada sisi minimum, yaitu 15,0–35,0 kW.
Perbedaan operating range tersebut penting ketika burner digunakan pada peralatan yang memiliki kebutuhan panas rendah.
Riello 40 G5
Seri berikutnya adalah:
- R 40 G5: 28,0–60,0 kW
- R 40 G5R: 28,0–60,0 kW
- R 40 G5RK: 12,0–60,0 kW
Untuk kebutuhan yang memerlukan firing minimum lebih rendah, R 40 G5RK memiliki rentang minimum yang berbeda dibandingkan G5 dan G5R.
Riello 40 G7
R 40 G7 memiliki kapasitas 29,0–69,0 kW.
Model ini berada pada kelas kapasitas yang lebih tinggi dibandingkan G3 dan G5, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan heat load aktual peralatan.
Riello 40 G10
R 40 G10 memiliki rentang kapasitas:
54,0–120,0 kW
Model ini dapat digunakan untuk kebutuhan thermal yang lebih besar dibandingkan G7, selama combustion chamber dan sistem bahan bakarnya sesuai.
Riello 40 G20 dan G20S
Untuk kebutuhan kapasitas lebih tinggi tersedia:
R 40 G20: 95,0–213,0 kW
R 40 G20S: 95,0–240,0 kW
Kedua model perlu dibandingkan berdasarkan kebutuhan heat load, operating range, dan karakteristik peralatan sebelum menentukan pilihan.
Cara Memilih Riello 40 G
Pemilihan burner tidak hanya berdasarkan kapasitas maksimum.
Misalnya kebutuhan panas equipment adalah 100 kW. Kandidat burner harus diperiksa dari beberapa sisi:
Heat Load
Pastikan kapasitas burner mampu memenuhi kebutuhan panas equipment.
Minimum Firing
Minimum firing juga penting. Burner yang memiliki kapasitas maksimum sesuai tetapi minimum firing terlalu tinggi dapat kurang sesuai untuk proses dengan beban rendah.
Fuel
Pastikan sistem menggunakan light oil/diesel yang sesuai dengan spesifikasi burner.
Combustion Chamber
Periksa dimensi dan karakteristik ruang bakar agar flame dapat berkembang dengan baik.
Fuel Pressure
Tekanan bahan bakar harus sesuai dengan kebutuhan burner dan sistem fuel supply.
Mounting
Untuk replacement, periksa:
- Burner flange
- Furnace opening
- Burner length
- Combustion head
- Posisi pemasangan
Studi Kasus Riello 40 G
Sebuah hot water boiler membutuhkan burner dengan heat load sekitar 110 kW.
Beberapa model yang dapat masuk tahap evaluasi adalah R 40 G10 dan model lain yang rentang operasinya mencakup kebutuhan tersebut.
Pemeriksaan dilanjutkan dengan:
- Menghitung heat load aktual.
- Memeriksa jenis bahan bakar.
- Memeriksa fuel pressure.
- Memeriksa combustion chamber.
- Memeriksa burner mounting.
- Memeriksa sistem kontrol.
- Memilih burner berdasarkan operating range.
- Melakukan commissioning setelah instalasi.
Dengan metode ini, pemilihan burner tidak hanya berdasarkan angka maksimum 120 kW, tetapi berdasarkan kesesuaian keseluruhan sistem.
Aplikasi Riello 40 G
Riello 40 G dapat dipertimbangkan untuk aplikasi seperti:
- Hot water boiler
- Steam boiler kapasitas kecil
- Thermal oil heater kapasitas kecil
- Industrial oven
- Heating system
- Process heating
Kesesuaian aktual tetap bergantung pada model, kapasitas, fuel system, combustion chamber, dan konfigurasi equipment.
Commissioning Riello 40 G
Setelah pemasangan atau service, commissioning dilakukan untuk memastikan burner bekerja dengan baik.
Tahapan umum:
- Installation check
- Fuel system check
- Electrical check
- Safety check
- Start burner
- Ignition test
- Flame establishment
- Low firing check
- Combustion adjustment
- Performance verification
Parameter yang dapat diperiksa meliputi:
- Fuel pressure
- Flame stability
- Combustion air
- O₂
- CO
- Flue gas temperature
- Motor current
- Operating temperature
FAQ Riello 40 G
Apa itu Riello 40 G?
Riello 40 G adalah rangkaian burner yang pada data yang diberikan memiliki konfigurasi light oil single stage dengan berbagai rentang kapasitas.
Berapa kapasitas Riello 40 G20?
R 40 G20 memiliki rentang kapasitas 95,0–213,0 kW berdasarkan data yang diberikan.
Berapa kapasitas Riello 40 G20S?
R 40 G20S memiliki rentang kapasitas 95,0–240,0 kW.
Apa perbedaan G5 dan G5RK?
Berdasarkan data yang diberikan, keduanya memiliki maksimum 60 kW, tetapi minimum firing berbeda. G5 = 28 kW, sedangkan G5RK = 12 kW.
Riello Seri PRESS G
Seri burner PRESS G mencakup jarak tembak 107 hingga 1660 kW dan dirancang untuk digunakan dalam instalasi sipil dengan dimensi rata-rata, seperti area bangunan dan grup apartemen besar atau untuk digunakan dalam aplikasi industri, seperti pabrik kecil atau menengah. Operasi adalah dua tahap; burner dilengkapi dengan kotak kontrol keselamatan burner berbasis mikroprosesor yang memasok indikasi operasi dan diagnosis penyebab kesalahan. Kepala pembakaran, yang dapat diatur berdasarkan output yang dibutuhkan, memungkinkan kinerja optimal memastikan pembakaran yang baik dan mengurangi konsumsi bahan bakar.
PRESS GW 107/178 ÷ 356 kW
PRESS 1G 130/190 ÷ 534 kW
PRESS 2G 214/356 ÷ 712 kW
PRESS 3G 273/534 ÷ 1168 kW
Riello PRESS 4G – Oil Burner 415–1.660 kW
Riello PRESS 4G merupakan monoblock forced draught oil burner dengan sistem operasi two-stage dan fully automatic. Berdasarkan data yang diberikan, model ini memiliki rentang firing 415–1.660 kW, sehingga dapat digunakan untuk aplikasi pemanasan dengan kebutuhan thermal menengah hingga tinggi.
Burner dilengkapi sistem combustion air, high-pressure fuel pump, two-stage oil valves, flame detection, serta microprocessor-based safety control.
Spesifikasi Riello PRESS 4G
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Model | PRESS 4G |
| Fuel | Oil / Light Oil sesuai konfigurasi |
| Kapasitas | 415–1.660 kW |
| Operation | Two Stage |
| Type | Monoblock Forced Draught |
| Motor | 2.800 rpm |
| Power Supply | 400 V, 3 Phase + Neutral, 50 Hz |
| Protection | IP 44 |
| Flame Detection | Photocell |
| Safety Control | Microprocessor-based |
| Fuel Pump | High-pressure geared pump |
Air Suction Circuit
PRESS 4G menggunakan air suction circuit yang dilengkapi material peredam suara.
Sistem ini membantu mengurangi noise yang dihasilkan selama fan bekerja dan mendukung pengoperasian burner pada lingkungan industri.
High Performance Fan
Fan menggunakan forward curved blades yang dirancang untuk menghasilkan tekanan dan debit udara pembakaran yang diperlukan.
Kinerja fan harus disesuaikan dengan:
- Furnace pressure
- Combustion chamber
- Flame geometry
- Burner firing rate
Jumlah combustion air yang tepat sangat penting dalam proses combustion adjustment.
Air Damper dan Hydraulic Ram
PRESS 4G dilengkapi air damper untuk pengaturan combustion air.
Air damper dikontrol menggunakan hydraulic ram.
Pengaturan air damper harus dilakukan bersama dengan pengaturan fuel agar diperoleh rasio udara dan bahan bakar yang sesuai.
Starting Motor
Motor burner memiliki spesifikasi:
2.800 rpm
400 V, three phase + neutral
50 Hz
Sebelum commissioning, teknisi perlu memastikan suplai listrik sesuai dengan spesifikasi burner.
Combustion Head
Combustion head dapat disesuaikan berdasarkan required output.
Komponen combustion head meliputi:
Stainless Steel End Cone
End cone menggunakan stainless steel yang dirancang untuk menghadapi temperatur tinggi dan kondisi pembakaran.
Ignition Electrodes
Ignition electrodes menghasilkan percikan listrik untuk memulai proses pembakaran.
Flame Stability Disk
Flame stability disk membantu mempertahankan kestabilan flame selama burner beroperasi.
Fan Pressure Test Point
PRESS 4G menyediakan fan pressure test point.
Titik pengukuran ini dapat digunakan teknisi untuk memeriksa tekanan udara fan saat:
- Commissioning
- Combustion adjustment
- Troubleshooting
- Performance testing
High Pressure Fuel Pump
Burner menggunakan geared pump untuk high-pressure fuel supply.
Pump dilengkapi:
- Filter
- Pressure regulator
- Pressure gauge connection
- Vacuum meter connection
- Internal bypass
Internal bypass memungkinkan persiapan konfigurasi single-pipe installation, sesuai dengan konfigurasi sistem fuel.
Two-Stage Oil Valve
Valve unit dilengkapi dua delivery oil valves pada output circuit.
Konfigurasi tersebut mendukung sistem two-stage operation.
Secara umum:
Stage 1 → firing rendah
Stage 2 → firing tinggi
Dengan demikian burner dapat menyesuaikan firing berdasarkan kebutuhan thermal equipment.
Photocell Flame Detection
PRESS 4G menggunakan photocell untuk flame detection.
Photocell memonitor keberadaan flame setelah ignition.
Jika flame tidak terbentuk atau hilang, sistem safety dapat menghentikan suplai bahan bakar sesuai sequence kontrol burner.
Pemeriksaan flame failure sebaiknya mencakup:
- Fuel supply
- Pump pressure
- Nozzle
- Ignition
- Photocell
- Combustion air
- Control system
Microprocessor-Based Safety Control
Burner menggunakan microprocessor-based burner safety control box dengan fungsi diagnostik.
Sistem ini membantu mengontrol sequence operasi dan memberikan informasi ketika terjadi gangguan.
Fungsi tersebut berguna dalam:
- Fault diagnosis
- Troubleshooting
- Commissioning
- Maintenance
Slide Bars
PRESS 4G dilengkapi slide bars untuk memudahkan proses installation dan maintenance.
Teknisi dapat lebih mudah melakukan pemeriksaan dan akses ke combustion head maupun komponen internal burner.
Radio Interference Protection
Burner dilengkapi protection filter against radio interference untuk membantu mengurangi gangguan pada sistem electrical.
Electrical Protection
PRESS 4G memiliki tingkat perlindungan:
IP 44
Kondisi lingkungan instalasi tetap perlu diperiksa agar sesuai dengan persyaratan electrical equipment.
Standard Equipment
Perlengkapan standar PRESS 4G meliputi:
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| 2 Flexible Pipes | Sambungan oil supply |
| 2 Gaskets | Sealing flexible pipe |
| 2 Nipples | Sambungan pump |
| 4 Fixing Screws | Pemasangan burner flange |
| Thermal Screen | Perlindungan area pemasangan |
| Instruction Handbook | Panduan instalasi dan operasi |
| Spare Parts Catalogue | Referensi spare part |
Aplikasi Riello PRESS 4G
Dengan kapasitas 415–1.660 kW, PRESS 4G dapat dipertimbangkan untuk aplikasi:
- Steam boiler
- Hot water boiler
- Thermal oil heater
- Industrial heating system
- Process heating
- Industrial furnace sesuai karakteristik combustion chamber
Kesesuaian aktual harus diverifikasi berdasarkan heat load dan furnace condition.
Cara Memilih PRESS 4G
Jika akan menggunakan PRESS 4G sebagai burner baru atau replacement, beberapa parameter perlu diperiksa:
Heat Load
Pastikan kebutuhan panas equipment berada dalam operating range burner.
Fuel
Pastikan jenis oil yang digunakan sesuai dengan spesifikasi burner.
Fuel Pressure
Periksa kemampuan fuel supply system dan pressure pump.
Combustion Chamber
Periksa volume furnace, furnace pressure, flame length dan flame diameter.
Mounting
Pastikan burner flange dan furnace opening kompatibel.
Control
Pastikan sistem equipment dapat mendukung operasi two-stage.
Studi Kasus Replacement PRESS 4G
Sebuah boiler industri membutuhkan burner oil dengan heat load sekitar 1.200 kW.
Tahap evaluasi:
- Hitung heat load aktual.
- Periksa fuel type.
- Periksa fuel pressure.
- Periksa combustion chamber.
- Periksa operating range.
- Periksa burner mounting.
- Periksa electrical supply.
- Periksa control system.
Dengan kapasitas 415–1.660 kW, PRESS 4G dapat masuk tahap evaluasi untuk kebutuhan tersebut.
Setelah pemasangan dilakukan:
Installation Check → Fuel Check → Ignition Test → Flame Detection → Stage 1 Test → Stage 2 Test → Combustion Adjustment → Performance Test
Dengan metode tersebut, teknisi dapat memastikan burner bekerja sesuai kebutuhan boiler.
Maintenance PRESS 4G
Maintenance dapat mencakup pemeriksaan:
Fuel System
- Fuel filter
- Fuel pump
- Pressure regulator
- Oil valves
- Nozzle
- Fuel line
Combustion System
- Fan
- Air damper
- Hydraulic ram
- Combustion head
- Ignition electrodes
- Flame stability disk
Safety System
- Photocell
- Safety control
- Electrical connections
- Flame signal
- Interlock
Performance
- Fuel pressure
- Air pressure
- O₂
- CO
- Flue gas temperature
- Flame stability
Kesimpulan
Riello PRESS 4G adalah burner oil two-stage forced draught dengan kapasitas 415–1.660 kW. Burner menggunakan high-performance fan, adjustable combustion head, high-pressure fuel pump, two oil delivery valves, photocell flame detection, dan microprocessor-based safety control.
Untuk aplikasi boiler atau heating equipment, pemilihan PRESS 4G harus berdasarkan heat load, operating range, fuel pressure, combustion chamber, mounting, dan control system, kemudian dilakukan commissioning dan combustion adjustment setelah instalasi.
Seri pembakar RL
Seri pembakar RL mencakup rentang penembakan dari 154 hingga 2700 kW, dan telah dirancang untuk digunakan dalam ketel air panas bersuhu rendah atau menengah, ketel uap udara atau uap panas, ketel minyak diathermic. Operasi adalah “dua tahap”; burner dilengkapi dengan panel kontrol berbasis mikroprosesor, yang memasok indikasi status burner dan penyebab kesalahan. Optimalisasi emisi suara dijamin oleh desain khusus dari sirkuit hisap udara dan oleh bahan kedap suara yang dimasukkan.
RL 34 MZ 97/154 ÷ 395 kW
RL 44 MZ 155/235 ÷ 485 kW
RL 50 148/296 ÷ 593 kW
RL 64 MZ 206/391 ÷ 830 kW
RL 70 255/474 ÷ 830 kW
RL 100 356/711 ÷ 1186 kW
RL 130 486/948 ÷ 1540 kW
RL 190 759/1423 ÷ 2443 kW
RL 250 MZ 600/1250 ÷ 2700 kW
Riello RL Series Oil Burner
Riello RL Series merupakan rangkaian monoblock forced draught oil burner dengan two-stage operation dan sistem operasi otomatis. Seri ini dirancang untuk berbagai aplikasi thermal dengan rentang kapasitas sekitar 154 hingga 2.700 kW, berdasarkan data spesifikasi yang diberikan.
Aplikasi RL Series mencakup hot water boiler suhu rendah dan menengah, steam boiler, serta thermal oil/diathermic oil boiler.
Daftar Model Riello RL
| Model | Rentang Kapasitas |
|---|---|
| RL 34 MZ | 97–154–395 kW |
| RL 44 MZ | 155–235–485 kW |
| RL 50 | 148–296–593 kW |
| RL 64 MZ | 206–391–830 kW |
| RL 70 | 255–474–830 kW |
| RL 100 | 356–711–1.186 kW |
| RL 130 | 486–948–1.540 kW |
| RL 190 | 759–1.423–2.443 kW |
| RL 250 MZ | 600–1.250–2.700 kW |
Specification Riello RL Series
Riello RL menggunakan konstruksi monoblock forced draught oil burner dengan operasi two stage.
Konfigurasi utama terdiri dari sistem udara pembakaran, combustion head, high-pressure fuel pump, oil valve, flame detection, dan microprocessor-based safety control.
Air Suction Circuit
Saluran udara masuk dilengkapi sound-proofing material.
Desain ini membantu mengoptimalkan tingkat kebisingan burner selama operasi.
Fan
Fan menghasilkan suplai udara pembakaran dengan tekanan dan debit yang diperlukan untuk proses combustion.
Pada kelompok model RL yang lebih besar, terdapat perbedaan konstruksi fan:
- Reverse curve blades: RL 50, RL 70, RL 100, RL 130
- Straight blades: RL 64 MZ, RL 190, RL 250 MZ
Pemilihan karakteristik fan berkaitan dengan kebutuhan air delivery dan combustion chamber pressure.
Air Damper
Air damper digunakan untuk mengatur jumlah udara pembakaran.
Pada model tertentu, air damper dikontrol menggunakan adjustable hydraulic ram, sedangkan RL 250 MZ menggunakan servomotor untuk kontrol air damper berdasarkan spesifikasi yang diberikan.
Pengaturan combustion air perlu dilakukan saat commissioning untuk mendapatkan pembakaran yang stabil.
Starting Motor
Motor burner menggunakan:
2.800 rpm
400 V, three phase + neutral, 50 Hz
Sebelum instalasi, power supply di lokasi harus diperiksa dan disesuaikan dengan kebutuhan model burner.
Combustion Head
Combustion head dapat disetel berdasarkan required output.
Komponen utama combustion head meliputi:
Stainless Steel End Cone
End cone menggunakan stainless steel yang dirancang tahan terhadap temperatur tinggi dan korosi.
Ignition Electrodes
Electrode menghasilkan percikan untuk memulai proses ignition.
Flame Stability Disk
Flame stability disk membantu mempertahankan kestabilan flame selama proses pembakaran.
Fan Pressure Test Point
Tersedia fan pressure test point untuk membantu teknisi melakukan pengukuran tekanan udara dari fan.
Parameter ini berguna saat:
- Commissioning
- Combustion adjustment
- Troubleshooting
- Performance checking
High Pressure Fuel Pump
Riello RL dilengkapi geared pump untuk high-pressure fuel supply.
Pump dilengkapi:
- Filter
- Pressure regulator
- Pressure gauge connection
- Vacuum meter connection
- Internal bypass untuk single-pipe installation
Tekanan fuel merupakan parameter penting dalam pengaturan firing dan atomisasi bahan bakar.
Oil Valve Unit
Valve unit memiliki:
- Oil safety valve
- Dua oil delivery valves
Dua delivery valves mendukung sistem two-stage operation.
Dengan konfigurasi tersebut, burner dapat bekerja pada tingkat firing rendah dan tinggi sesuai kebutuhan sistem.
Photocell Flame Detection
Photocell digunakan untuk mendeteksi keberadaan flame.
Sequence sederhananya:
Ignition → Flame Establishment → Flame Detection → Burner Operation
Jika flame gagal terbentuk atau hilang selama operasi, sistem safety dapat menghentikan suplai bahan bakar sesuai sequence kontrol.
Microprocessor-Based Safety Control
Riello RL menggunakan microprocessor-based burner safety control box dengan fungsi diagnostik.
Sistem ini memonitor sequence operasi dan dapat memberikan informasi mengenai kondisi atau penyebab gangguan burner.
Fitur ini sangat membantu saat:
- Troubleshooting
- Maintenance
- Commissioning
- Fault diagnosis
Burner On/Off Switch
Model RL tertentu dilengkapi burner ON/OFF switch untuk pengoperasian unit.
Manual Stage Switch
Tersedia 1st–2nd stage manual switch pada model yang disebutkan.
Fitur ini memungkinkan teknisi melakukan pemeriksaan operasi pada stage pertama dan kedua selama proses commissioning atau troubleshooting.
Flame Inspection Window
Flame inspection window memungkinkan pemeriksaan visual kondisi flame.
Teknisi dapat mengamati:
- Flame stability
- Flame shape
- Flame intensity
- Kondisi pembakaran
Pemeriksaan visual tetap harus dilakukan dengan memperhatikan prosedur keselamatan.
Slide Bars
Burner dilengkapi slide bars untuk memudahkan:
- Installation
- Inspection
- Maintenance
- Burner removal
Pada extended head model dan RL 190–250 MZ, tersedia slide bar extensions sesuai konfigurasi yang disebutkan.
Electrical Protection
Riello RL memiliki tingkat perlindungan:
IP 44
Kondisi lingkungan instalasi tetap harus diperhatikan agar sesuai dengan persyaratan electrical equipment.
Standard Equipment Riello RL
Perlengkapan standar meliputi:
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| 2 Flexible Pipes | Sambungan oil supply |
| 2 Gaskets | Sealing flexible pipe |
| 2 Nipples | Sambungan ke pump |
| 4 Fixing Screws | Pemasangan burner flange |
| Thermal Screen | Perlindungan area pemasangan |
| Electrical Fairleads | Sambungan electrical pada model tertentu |
| Slide Bar Extensions | Extended head/RL 190–250 MZ |
| Instruction Handbook | Panduan instalasi dan maintenance |
| Spare Parts Catalogue | Referensi spare part |
Aplikasi Riello RL Series
Dengan rentang kapasitas hingga 2.700 kW, RL Series dapat digunakan untuk berbagai aplikasi:
- Hot water boiler
- Steam boiler
- Thermal oil heater
- Diathermic oil boiler
- Industrial heating system
- Process heating
Untuk setiap aplikasi, burner harus disesuaikan dengan heat load dan karakteristik combustion chamber.
Bagaimana Memilih Model Riello RL?
Pemilihan model tidak cukup berdasarkan kapasitas maksimum.
Parameter yang perlu diperiksa:
1. Heat Load
Tentukan kebutuhan panas aktual boiler atau heating equipment.
2. Operating Range
Perhatikan kapasitas minimum dan maksimum.
Burner yang memiliki maksimum besar tetapi minimum firing terlalu tinggi dapat kurang sesuai untuk proses dengan beban rendah.
3. Fuel Pressure
Pastikan sistem fuel supply mampu menyediakan tekanan sesuai kebutuhan burner.
4. Combustion Chamber
Periksa:
- Furnace volume
- Furnace pressure
- Flame length
- Flame diameter
- Burner throat
5. Control System
RL menggunakan konfigurasi two-stage, sehingga sistem kontrol equipment harus kompatibel.
6. Mounting
Periksa:
- Burner flange
- Furnace opening
- Burner length
- Combustion head
- Mounting position
Riello PRESS T/G Series – High Capacity Oil Burner
Riello PRESS T/G Series merupakan rangkaian burner kapasitas besar yang dirancang untuk aplikasi boiler bertekanan, heating system skala besar, dan proses industri. Berdasarkan data yang diberikan, seri ini memiliki rentang kapasitas hingga 5.340 kW.
Burner tersedia dalam beberapa model dengan kapasitas berbeda sehingga pemilihan dapat disesuaikan dengan heat load, combustion chamber, dan kebutuhan thermal equipment.
Spesifikasi Riello PRESS T/G
| Model | Rentang Kapasitas |
|---|---|
| P 140 T/G | 380–830 hingga 1.660 kW |
| P 200 T/G | 557–1.186 hingga 2.372 kW |
| P 300 T/G | 712–1.779 hingga 3.560 kW |
| P 450 T/G | 890–2.670 hingga 5.340 kW |
P140 T/G
P 140 T/G memiliki rentang kapasitas yang dimulai dari sekitar 380 kW dan dapat mencapai 1.660 kW.
Model ini dapat dipertimbangkan untuk aplikasi dengan kebutuhan thermal menengah hingga tinggi, dengan catatan kapasitas aktual harus disesuaikan dengan heat load boiler.
P200 T/G
P 200 T/G memiliki rentang kapasitas sekitar 557–2.372 kW.
Model ini berada di atas P 140 T/G dari sisi kapasitas sehingga dapat digunakan pada equipment dengan kebutuhan panas yang lebih besar.
P300 T/G
P 300 T/G memiliki rentang kapasitas sekitar 712–3.560 kW.
Dengan kapasitas maksimum yang lebih tinggi, model ini dapat dipertimbangkan untuk boiler dan sistem pemanasan industri dengan heat load yang besar.
P450 T/G
P 450 T/G merupakan model terbesar dalam seri yang diberikan.
Rentang kapasitasnya mencapai sekitar:
890–5.340 kW
Model ini dapat dipertimbangkan untuk aplikasi dengan kebutuhan thermal sangat tinggi, termasuk boiler industri berkapasitas besar.
Aplikasi Riello PRESS T/G
Riello PRESS T/G dapat dipertimbangkan untuk:
- Industrial steam boiler
- Pressurized boiler
- Hot water boiler
- Large heating system
- Industrial process heating
- Domestic heating skala besar
- Aplikasi dengan beban thermal berulang dan dapat diprediksi
Untuk aplikasi industri, pemilihan burner harus mempertimbangkan karakteristik proses dan bukan hanya kapasitas maksimum.
Bagaimana Memilih PRESS T/G?
Pemilihan model dapat dilakukan dengan membandingkan heat load equipment terhadap operating range burner.
Contohnya, jika kebutuhan panas berada pada kisaran 2.000 kW, beberapa model perlu dievaluasi berdasarkan operating range dan kondisi furnace.
Pemeriksaan meliputi:
- Heat load
- Minimum firing
- Maximum firing
- Fuel type
- Fuel pressure
- Combustion chamber
- Boiler back pressure
- Flame dimension
- Burner mounting
- Control system
- Electrical supply
Burner dengan kapasitas maksimum lebih tinggi tidak otomatis menjadi pilihan terbaik. Minimum firing rate dan karakteristik combustion chamber juga harus sesuai.
Studi Kasus Replacement Burner
Specification Riello R SO Oil Burner
Riello R SO merupakan monoblock forced draught oil burner dengan three-stage operation dan sistem operasi otomatis. Burner ini dirancang untuk aplikasi pembakaran light oil dengan kebutuhan kapasitas dan kontrol firing yang lebih tinggi.
Konfigurasi burner mencakup sistem suplai udara, combustion head, high-pressure fuel pump, oil valve unit, flame detection, serta microprocessor-based safety control.
Air Suction Circuit
Saluran udara masuk dilengkapi sound-proofing material untuk membantu mengurangi kebisingan selama burner beroperasi.
High Performance Fan
Burner menggunakan fan dengan forward curved blades yang dirancang untuk menghasilkan tekanan udara pembakaran yang sesuai dengan kebutuhan sistem.
Kinerja fan sangat berpengaruh terhadap:
- Combustion air
- Flame stability
- O₂
- CO
- Combustion efficiency
Three-Stage Air Damper
Pengaturan udara dilakukan melalui air damper yang dikontrol oleh three-stage hydraulic ram.
Konfigurasi ini memungkinkan burner bekerja pada beberapa tingkat firing sehingga suplai udara dapat disesuaikan dengan operating stage burner.
Starting Motor
R SO menggunakan motor:
- Speed: 2.850 rpm
- Power supply: 400 V
- Phase: Three phase
- Frequency: 50 Hz
- Neutral: Available
Sistem kelistrikan harus diperiksa sebelum commissioning untuk memastikan sesuai dengan konfigurasi motor burner.
Combustion Head
Combustion head dapat disesuaikan berdasarkan combustion output.
Komponen combustion head meliputi:
Stainless Steel End Cone
End cone menggunakan stainless steel yang dirancang tahan terhadap:
- Temperatur tinggi
- Korosi
- Kondisi operasi pembakaran
Ignition Electrodes
Ignition electrodes menghasilkan percikan untuk membantu proses penyalaan bahan bakar.
Flame Stability Disk
Flame stability disk membantu menjaga kestabilan flame selama burner beroperasi.
High Pressure Fuel Pump
Pump dilengkapi dengan:
- Filter
- Pressure regulator
- Pressure gauge connection
- Vacuum meter connection
- Internal bypass
Internal bypass memungkinkan konfigurasi pump dipersiapkan untuk single-pipe installation, sesuai dengan konfigurasi sistem fuel yang digunakan.
Oil Valve Unit
Valve unit terdiri dari:
- Oil safety valve
- Three oil delivery valves
Ketiga oil delivery valves mendukung konfigurasi three-stage operation.
Sistem valve bekerja bersama control burner untuk mengatur suplai fuel sesuai firing stage.
Photocell Flame Detection
merupakan komponen penting dalam sistem keselamatan burner yang berfungsi mendeteksi keberadaan api setelah proses ignition. Sensor ini memastikan sistem kontrol menerima konfirmasi bahwa pembakaran telah berhasil sebelum burner melanjutkan operasi.
Pada burner oil, proses pembakaran harus berlangsung dalam sequence yang terkontrol. Photocell menjadi bagian dari flame monitoring system untuk membantu mencegah suplai bahan bakar terus berlangsung ketika flame tidak terbentuk.
Cara Kerja Photocell
Secara umum, sequence flame detection berlangsung sebagai berikut:
Fuel Supply → Ignition → Flame Formation → Photocell Detection → Flame Signal → Burner Operation
Setelah ignition menghasilkan percikan dan bahan bakar mulai terbakar, photocell mendeteksi cahaya dari flame. Sinyal tersebut kemudian diteruskan ke microprocessor-based burner safety control box.
Jika flame terdeteksi sesuai sequence, burner dapat melanjutkan operasi.
Sebaliknya, apabila flame tidak terbentuk atau hilang selama operasi, sistem kontrol dapat menjalankan safety sequence, termasuk menghentikan suplai bahan bakar dan membawa burner ke kondisi fault atau lockout sesuai konfigurasi sistem.
Fungsi Photocell pada Oil Burner
Photocell memiliki beberapa fungsi penting:
- Mendeteksi keberadaan flame
- Memberikan flame signal kepada control box
- Membantu mendeteksi flame failure
- Mendukung sistem keselamatan pembakaran
- Membantu proses troubleshooting burner
- Memastikan burner tidak terus menyuplai fuel tanpa flame
Karena itu, kondisi photocell perlu diperhatikan dalam preventive maintenance dan commissioning
Troubleshooting Flame Failure
Apabila burner mengalami flame failure, pemeriksaan sebaiknya tidak langsung diarahkan pada photocell.
Teknisi dapat memeriksa beberapa bagian secara berurutan:
1. Fuel Supply
Pastikan bahan bakar tersedia dan dapat mengalir menuju burner.
2. Fuel Pump
Periksa tekanan fuel pump, filter, pressure regulator, dan kondisi fuel line.
3. Nozzle
Nozzle yang kotor atau tersumbat dapat menyebabkan atomisasi fuel tidak sempurna sehingga flame sulit terbentuk.
4. Ignition System
Periksa ignition electrode, ignition transformer, posisi electrode, dan kualitas percikan.
5. Combustion Air
Periksa fan, air damper, dan suplai udara pembakaran.
6. Photocell
Periksa:
- Kondisi permukaan sensor
- Posisi photocell
- Kabel dan connector
- Flame signal
- Kondisi sensor terhadap cahaya flame
7. Safety Control
Jika komponen pembakaran dalam kondisi baik, pemeriksaan dapat dilanjutkan ke burner safety control box dan sequence control.
Photocell Riello
Teknisi melakukan pemeriksaan:
Fuel Supply → Pump Pressure → Nozzle → Ignition → Combustion Air → Photocell → Control
Fuel supply dan ignition ditemukan normal. Pemeriksaan berikutnya dilakukan pada photocell. Sensor kemudian diperiksa dari sisi kebersihan, posisi, wiring, dan flame signal.
Pendekatan ini membantu teknisi menemukan root cause secara sistematis tanpa langsung mengganti control box.
Maintenance Photocell
Photocell sebaiknya diperiksa saat melakukan maintenance burner, terutama apabila muncul gejala:
- Burner sulit start
- Flame failure
- Burner masuk lockout
- Flame signal tidak stabil
- Burner mati setelah ignition
Pemeriksaan rutin dapat membantu menjaga keandalan flame detection system.
Microprocessor Burner Safety Control Box
Burner menggunakan microprocessor-based burner safety control box yang dilengkapi fungsi diagnostik.
Sistem ini berfungsi mengatur dan memonitor sequence operasi burner serta safety interlock.
Fungsi diagnostik dapat membantu teknisi dalam proses:
- Troubleshooting
- Fault identification
- Maintenance
- Commissioning
Burner On/Off Switch
Burner dilengkapi on/off switch untuk pengoperasian unit.
Pengoperasian tetap harus mengikuti prosedur keselamatan dan sequence kontrol burner.
Flame Inspection Window
Tersedia flame inspection window yang memungkinkan operator atau teknisi melakukan pemeriksaan visual terhadap kondisi flame.
Pemeriksaan visual dapat menjadi bagian dari commissioning dan combustion adjustment.
Slide Bars
- Installation
- Inspection
- Maintenance
- Burner removal
Fitur ini membantu teknisi ketika burner perlu ditarik atau diposisikan kembali pada boiler.
Radio Interference Protection Filter
Burner dilengkapi protection filter against radio interference untuk membantu mengurangi gangguan elektromagnetik/radio interference pada sistem electrical.
Electrical Protection
Tingkat perlindungan electrical yang tercantum dalam spesifikasi adalah:
IP X0D (IP 40)
Kondisi lingkungan instalasi tetap perlu diperhatikan agar sesuai dengan persyaratan equipment.
Standard Equipment
Perlengkapan standar yang tercantum meliputi:
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| 2 Flexible Pipes | Sambungan oil supply |
| 2 Nipples | Sambungan ke pump |
| 4 Wiring Loom Fittings | Electrical connection |
| 4 Fixing Screws | Pemasangan burner flange |
| 2 Slide Bar Extensions | Untuk extended model tertentu |
| Flange Gasket | Sealing antara flange burner dan boiler |
| Star Delta Starter | Pada model yang disediakan |
| Diffuser Disk | Untuk P450 T/G |
| Instruction Handbook | Panduan instalasi dan operasi |
| Spare Parts Catalogue | Referensi spare part |
Keunggulan Konfigurasi Riello RSO
Dengan konfigurasi three-stage operation, burner dapat menyesuaikan firing berdasarkan kebutuhan thermal equipment pada beberapa tingkat operasi.
Sistem ini dapat memberikan kontrol yang lebih fleksibel dibandingkan burner single-stage, terutama pada aplikasi dengan perubahan kebutuhan panas.
Namun, pemilihan burner tetap harus berdasarkan:
- Heat load
- Minimum firing
- Maximum firing
- Fuel type
- Fuel pressure
- Combustion chamber
- Flame geometry
- Boiler back pressure
- Electrical supply
- Control system
- Burner mounting
Kesimpulan
Riello memiliki konfigurasi automatic monoblock forced draught oil burner dengan three-stage operation. Sistemnya mencakup high-performance fan, three-stage air damper, combustion head adjustable, high-pressure fuel pump, three oil delivery valves, photocell flame detection, serta microprocessor-based safety control box.
Untuk aplikasi boiler dan heating system industri, pemilihan model harus tetap mempertimbangkan heat load, operating range, fuel pressure, combustion chamber, dan sistem kontrol agar performa burner sesuai dengan kebutuhan equipment.
PT Indira Mitra Boiler
Office: (021) 352 95874
WhatsApp: +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
www.indiramitraboiler.co.id
www.burner.co.id
info@indira.co.id
idmratman@gmail.com
Workshop: Tangerang – Indonesia
https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

