Distributor Burner Solar Riello

DISTRIBUTOR OIL BURNER RIELLO DI INDONESIA

Riello R40 G Series- solar

Oil Burner Riello / burner bahan bakar solar merupakan alat penghasil panas yang beroprasi dengan cara penggabungan bahan bakar light oil solar dan udara yang menghasilkan pengabutan pembakaran, burner riello solar sendiri memiliki banyak produk dan kapasitas di antaranya, R40 G series, press GW, RL, T/G dan lain sebagainya.

Riello Burner solar yang kami sediakan konsentrasi pada proses industri, dan yang sedang berlangsung investasi dalam penelitian, adalah faktor-faktor yang memungkinkan Riello untuk meningkatkan produktivitas tanamannya, dan mengidentifikasi daerah pengembangan baru. Jika, di satu sisi, tradisional sektor kerja telah mengalami peningkatan dalam kisaran tinggi aplikasi efisiensi (seperti gas dan kondensasi minyak ringan boiler), di sisi lain ada fokus pada teknologi baru menggabungkan efisiensi energi dan pengurangan polusi emisi dengan penggunaan energi terbarukan. Sangat luas berbagai produk sangat meningkatkan perusahaan tingkat daya saing, jadi sekarang dapat memenuhi semua kebutuhan pelanggannya, dari aplikasi domestik hingga sistem komersial dan industri

Type Burner Riello Solar

Seri Riello R40 G

dari pembakar minyak ringan satu tahap, adalah rangkaian lengkap produk yang dikembangkan untuk menanggapi setiap permintaan untuk pemanasan rumah. tersedia dalam sepuluh model berbeda, dengan output mulai dari 12 hingga 240 kW, dibagi menjadi empat struktur yang berbeda. Semua model menggunakan komponen yang sama yang dirancang oleh Riello untuk seri

Riello 40 G – Single Stage Light Oil Burner

Riello 40 G merupakan rangkaian light oil burner satu tahap yang digunakan untuk kebutuhan pemanasan pada berbagai peralatan thermal. Seri ini tersedia dalam beberapa model dengan rentang kapasitas berbeda, sehingga pemilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan heat load peralatan.

Riello 40 G dirancang untuk memberikan operasi pembakaran yang stabil dan aman apabila dipasang, diatur, dan dioperasikan sesuai spesifikasi teknisnya.

Daftar Model Riello 40 G

ModelKapasitas Thermal
R 40 G323,8–35,5 kW
R 40 G3R23,8–35,5 kW
R 40 G3RK15,0–35,0 kW
R 40 G528,0–60,0 kW
R 40 G5R28,0–60,0 kW
R 40 G5RK12,0–60,0 kW
R 40 G729,0–69,0 kW
R 40 G1054,0–120,0 kW
R 40 G2095,0–213,0 kW
R 40 G20S95,0–240,0 kW

Kapasitas di atas mengikuti data yang diberikan. Untuk pemilihan unit aktual, tetap perlu dilakukan pengecekan datasheet, nozzle, pressure, combustion head, dan kondisi equipment.

Riello 40 G3

R 40 G3 memiliki kapasitas 23,8–35,5 kW. Model ini dapat dipertimbangkan untuk aplikasi dengan kebutuhan thermal relatif kecil.

R 40 G3R memiliki rentang kapasitas yang sama, yaitu 23,8–35,5 kW.

Sementara itu, R 40 G3RK memiliki rentang yang lebih rendah pada sisi minimum, yaitu 15,0–35,0 kW.

Perbedaan operating range tersebut penting ketika burner digunakan pada peralatan yang memiliki kebutuhan panas rendah.

Riello 40 G5

Seri berikutnya adalah:

  • R 40 G5: 28,0–60,0 kW
  • R 40 G5R: 28,0–60,0 kW
  • R 40 G5RK: 12,0–60,0 kW

Untuk kebutuhan yang memerlukan firing minimum lebih rendah, R 40 G5RK memiliki rentang minimum yang berbeda dibandingkan G5 dan G5R.

Riello 40 G7

R 40 G7 memiliki kapasitas 29,0–69,0 kW.

Model ini berada pada kelas kapasitas yang lebih tinggi dibandingkan G3 dan G5, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan heat load aktual peralatan.

Riello 40 G10

R 40 G10 memiliki rentang kapasitas:

54,0–120,0 kW

Model ini dapat digunakan untuk kebutuhan thermal yang lebih besar dibandingkan G7, selama combustion chamber dan sistem bahan bakarnya sesuai.

Riello 40 G20 dan G20S

Untuk kebutuhan kapasitas lebih tinggi tersedia:

R 40 G20: 95,0–213,0 kW

R 40 G20S: 95,0–240,0 kW

Kedua model perlu dibandingkan berdasarkan kebutuhan heat load, operating range, dan karakteristik peralatan sebelum menentukan pilihan.

Cara Memilih Riello 40 G

Pemilihan burner tidak hanya berdasarkan kapasitas maksimum.

Misalnya kebutuhan panas equipment adalah 100 kW. Kandidat burner harus diperiksa dari beberapa sisi:

Heat Load

Pastikan kapasitas burner mampu memenuhi kebutuhan panas equipment.

Minimum Firing

Minimum firing juga penting. Burner yang memiliki kapasitas maksimum sesuai tetapi minimum firing terlalu tinggi dapat kurang sesuai untuk proses dengan beban rendah.

Fuel

Pastikan sistem menggunakan light oil/diesel yang sesuai dengan spesifikasi burner.

Combustion Chamber

Periksa dimensi dan karakteristik ruang bakar agar flame dapat berkembang dengan baik.

Fuel Pressure

Tekanan bahan bakar harus sesuai dengan kebutuhan burner dan sistem fuel supply.

Mounting

Untuk replacement, periksa:

  • Burner flange
  • Furnace opening
  • Burner length
  • Combustion head
  • Posisi pemasangan

Studi Kasus Riello 40 G

Sebuah hot water boiler membutuhkan burner dengan heat load sekitar 110 kW.

Beberapa model yang dapat masuk tahap evaluasi adalah R 40 G10 dan model lain yang rentang operasinya mencakup kebutuhan tersebut.

Pemeriksaan dilanjutkan dengan:

  1. Menghitung heat load aktual.
  2. Memeriksa jenis bahan bakar.
  3. Memeriksa fuel pressure.
  4. Memeriksa combustion chamber.
  5. Memeriksa burner mounting.
  6. Memeriksa sistem kontrol.
  7. Memilih burner berdasarkan operating range.
  8. Melakukan commissioning setelah instalasi.

Dengan metode ini, pemilihan burner tidak hanya berdasarkan angka maksimum 120 kW, tetapi berdasarkan kesesuaian keseluruhan sistem.

Aplikasi Riello 40 G

Riello 40 G dapat dipertimbangkan untuk aplikasi seperti:

  • Hot water boiler
  • Steam boiler kapasitas kecil
  • Thermal oil heater kapasitas kecil
  • Industrial oven
  • Heating system
  • Process heating

Kesesuaian aktual tetap bergantung pada model, kapasitas, fuel system, combustion chamber, dan konfigurasi equipment.

Commissioning Riello 40 G

Setelah pemasangan atau service, commissioning dilakukan untuk memastikan burner bekerja dengan baik.

Tahapan umum:

  1. Installation check
  2. Fuel system check
  3. Electrical check
  4. Safety check
  5. Start burner
  6. Ignition test
  7. Flame establishment
  8. Low firing check
  9. Combustion adjustment
  10. Performance verification

Parameter yang dapat diperiksa meliputi:

  • Fuel pressure
  • Flame stability
  • Combustion air
  • O₂
  • CO
  • Flue gas temperature
  • Motor current
  • Operating temperature

FAQ Riello 40 G

Apa itu Riello 40 G?

Riello 40 G adalah rangkaian burner yang pada data yang diberikan memiliki konfigurasi light oil single stage dengan berbagai rentang kapasitas.

Berapa kapasitas Riello 40 G20?

R 40 G20 memiliki rentang kapasitas 95,0–213,0 kW berdasarkan data yang diberikan.

Berapa kapasitas Riello 40 G20S?

R 40 G20S memiliki rentang kapasitas 95,0–240,0 kW.

Apa perbedaan G5 dan G5RK?

Berdasarkan data yang diberikan, keduanya memiliki maksimum 60 kW, tetapi minimum firing berbeda. G5 = 28 kW, sedangkan G5RK = 12 kW.

Bagaimana Memilih Riello 40 G?

Pemilihan Riello 40 G harus disesuaikan dengan kebutuhan sistem pembakaran dan kondisi equipment yang akan menggunakan burner. Jangan hanya melihat kapasitas maksimum burner, tetapi periksa seluruh parameter teknis agar burner dapat bekerja stabil dan sesuai kebutuhan proses.

Parameter utama yang perlu diperiksa meliputi:

  • Heat load
  • Operating range
  • Jenis bahan bakar
  • Fuel pressure
  • Combustion chamber
  • Burner mounting
  • Sistem kontrol
  • Kapasitas minimum dan maksimum
  • Fuel supply system

Setelah model dipilih, spesifikasi aktual sebaiknya diverifikasi kembali melalui datasheet model terkait sebelum pembelian dan pemasangan.

Specification Riello 40 G

Riello 40 G tersedia dengan konstruksi automatic monobloc light oil burner. Berdasarkan spesifikasi yang diberikan, burner memiliki sistem operasi two-stage untuk mengatur pembakaran pada tingkat firing yang berbeda.

Konfigurasi tersebut membuat burner dapat digunakan pada aplikasi yang membutuhkan pengaturan kapasitas lebih fleksibel dibandingkan burner single-stage.

Fan dengan Forward Curve Blades

Burner dilengkapi fan dengan forward curve blades yang berfungsi menyediakan udara pembakaran.

Udara dari fan digunakan untuk mendukung proses pembakaran bahan bakar di dalam combustion chamber.

Kinerja fan perlu diperhatikan karena jumlah combustion air akan memengaruhi:

  • Flame stability
  • O₂
  • CO
  • Combustion efficiency
  • Flue gas temperature

Cover dengan Sound-Proofing Material

Cover burner dilengkapi material sound-proofing untuk membantu mengurangi tingkat kebisingan selama burner beroperasi.

Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting pada instalasi burner di area produksi yang membutuhkan kondisi operasi lebih nyaman.

Servomotor Air Damper

Riello 40 G dilengkapi servomotor untuk menggerakkan air damper.

Air damper dapat bergerak menuju posisi:

  • Fully closed saat standby
  • Low fire
  • High fire

Pengaturan posisi air damper berhubungan dengan jumlah udara pembakaran yang masuk ke combustion head.

Pada burner two-stage, koordinasi antara firing rate dan combustion air menjadi bagian penting dalam proses commissioning.

Single Phase Electric Motor

Motor burner menggunakan:

230 V, 50 Hz, single phase

Motor berfungsi menggerakkan fan untuk menyediakan combustion air.

Sebelum pemasangan, power supply harus diverifikasi agar sesuai dengan spesifikasi motor dan sistem kelistrikan di lokasi.

Combustion Head

Riello 40 G dilengkapi combustion head yang menjadi bagian penting dalam pembentukan flame.

Komponen yang terdapat pada combustion head meliputi:

Stainless Steel Head Cone

Head cone menggunakan stainless steel yang dirancang untuk menghadapi temperatur tinggi di area combustion.

Ignition Electrodes

Ignition electrodes digunakan untuk menghasilkan percikan listrik yang membantu proses penyalaan bahan bakar.

Flame Stability Disk

Flame stability disk membantu menjaga karakteristik dan kestabilan flame selama proses pembakaran.

Kondisi combustion head perlu diperiksa secara berkala karena kotoran atau perubahan posisi dapat memengaruhi kualitas flame.

Geared Fuel Pump

Riello 40 G menggunakan geared pump untuk sistem suplai light oil.

Pump berfungsi memberikan tekanan bahan bakar menuju nozzle sesuai kebutuhan sistem pembakaran.

Pump dilengkapi dengan:

  • Filter
  • Pressure regulator
  • Connection untuk pressure gauge
  • Connection untuk vacuum meter
  • Internal bypass
  • Fuel feed solenoid valves

Filter Fuel Burner

Filter fuel burner berfungsi menyaring kotoran, partikel, dan kontaminan dari bahan bakar sebelum masuk ke sistem burner. Komponen ini penting untuk menjaga aliran fuel tetap bersih dan membantu melindungi fuel pump, fuel valve, nozzle, serta komponen pembakaran dari penyumbatan atau kerusakan.

Pada sistem oil burner, aliran bahan bakar secara umum melewati:

Fuel Tank → Fuel Line → Filter → Fuel Pump → Pressure Regulator → Oil Valve → Nozzle → Combustion

Fungsi Filter pada Oil Burner

Filter membantu:

  • Menyaring kotoran dari fuel
  • Melindungi fuel pump
  • Mengurangi risiko nozzle tersumbat
  • Menjaga kestabilan aliran bahan bakar
  • Membantu mempertahankan tekanan fuel
  • Mengurangi risiko gangguan pembakaran

Filter yang kotor dapat menyebabkan fuel flow berkurang dan berpengaruh terhadap performa burner.

Pressure Regulator

Pressure regulator digunakan untuk mengatur tekanan fuel sesuai kebutuhan operasi burner.

Tekanan fuel menjadi salah satu parameter penting dalam proses commissioning dan combustion adjustment.

Pressure Gauge dan Vacuum Meter

Pump menyediakan connection untuk pemasangan alat ukur tekanan dan vacuum.

Dengan alat ukur tersebut, teknisi dapat melakukan pemeriksaan kondisi fuel supply dan pump saat troubleshooting.

Internal Bypass

Pump memiliki internal bypass untuk persiapan konfigurasi single-pipe installation sesuai konfigurasi sistem.

Pemasangan fuel system harus mengikuti instruksi dan konfigurasi yang ditentukan untuk model burner.

Fuel Feed Solenoid Valves

Fuel feed solenoid valves terintegrasi pada pump.

Valve ini berperan dalam mengatur aliran bahan bakar sesuai sequence operasi burner.

Sistem valve juga bekerja bersama electronic flame control dan safety system untuk memastikan proses pembakaran berjalan sesuai sequence.

Photocell Flame Detection pada Riello 40 G

Photocell flame detection merupakan salah satu komponen penting pada burner Riello 40 G. Komponen ini berfungsi mendeteksi keberadaan api setelah proses penyalaan berlangsung dan memberikan sinyal kepada sistem kontrol burner.

Flame detector menjadi bagian penting dari sistem keselamatan karena burner harus memastikan bahwa flame benar-benar terbentuk sebelum operasi pembakaran dilanjutkan.

Cara Kerja Photocell Flame Detection

Pada kondisi normal, prosesnya berlangsung secara berurutan:

  1. Ignition dimulai
    Sistem ignition menghasilkan percikan untuk memulai pembakaran light oil.
  2. Flame terbentuk
    Bahan bakar yang telah diatomisasi oleh nozzle bercampur dengan combustion air dan terbakar.
  3. Photocell mendeteksi flame
    Photocell menerima radiasi cahaya dari flame dan menghasilkan sinyal flame detection.
  4. Control menerima flame signal
    Sinyal dari photocell diterima oleh sistem flame control.
  5. Burner melanjutkan operasi
    Jika flame signal sesuai dengan sequence yang ditentukan, burner dapat melanjutkan operasi.
  6. Safety response jika flame gagal
    Apabila flame tidak terdeteksi atau hilang selama operasi, sistem kontrol dapat menghentikan suplai bahan bakar dan menyebabkan burner masuk kondisi lockout, sesuai sequence keselamatan burner.

Mengapa Photocell Penting?

Tanpa flame detection yang bekerja dengan baik, sistem kontrol tidak dapat memastikan apakah proses pembakaran berlangsung sebagaimana mestinya.

Photocell membantu memberikan informasi mengenai:

  • Keberadaan flame
  • Flame failure
  • Flame stability
  • Kondisi ignition
  • Safety operation burner

Karena itu, photocell harus berada dalam kondisi bersih, terpasang dengan benar, dan mampu menerima sinyal flame dengan baik.

Troubleshooting Flame Failure

Jika Riello 40 G mengalami flame failure, jangan langsung menyimpulkan bahwa photocell rusak.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara sistematis.

1. Fuel Supply

Periksa apakah light oil tersedia dan dapat mengalir menuju burner.

2. Fuel Pump Pressure

Periksa tekanan fuel pump sesuai spesifikasi burner.

3. Nozzle

Periksa nozzle dari kemungkinan:

  • Tersumbat
  • Kotor
  • Rusak
  • Tidak sesuai spesifikasi

4. Ignition

Periksa:

  • Ignition electrode
  • Posisi electrode
  • Ignition transformer
  • Percikan api

5. Combustion Air

Periksa fan, air damper, dan suplai udara pembakaran.

6. Photocell

Periksa:

  • Kondisi lensa
  • Posisi photocell
  • Wiring
  • Connector
  • Flame signal

7. Control System

Setelah komponen sebelumnya diperiksa, teknisi dapat melanjutkan pemeriksaan pada flame control dan safety sequence.

Studi Kasus Flame Failure

Sebuah Riello 40 G mengalami flame failure beberapa detik setelah ignition.

Teknisi melakukan pemeriksaan terhadap fuel supply dan menemukan bahwa tekanan pump masih sesuai. Nozzle juga dalam kondisi baik dan ignition menghasilkan percikan.

Pemeriksaan kemudian diarahkan ke photocell. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa permukaan sensor kotor sehingga penerimaan cahaya flame tidak optimal.

Setelah photocell dibersihkan dan posisi sensor diperiksa kembali, burner dapat mendeteksi flame dengan lebih baik.

Kesimpulan: flame failure tidak selalu disebabkan oleh control box. Sistem fuel, nozzle, ignition, combustion air, photocell, wiring, dan control perlu diperiksa secara berurutan.

Maintenance Photocell

Untuk menjaga flame detection tetap optimal, pemeriksaan photocell dapat dimasukkan dalam preventive maintenance burner.

Pemeriksaan meliputi:

  • Membersihkan permukaan sensor
  • Memeriksa posisi sensor
  • Memeriksa kabel
  • Memeriksa connector
  • Memeriksa flame signal
  • Memastikan sensor tidak terhalang kotoran
  • Memeriksa respons flame detector saat commissioning

Electronic Flame Control Equipment

Burner menggunakan electronic flame control equipment untuk mengatur sequence operasi dan pengawasan flame.

Sistem kontrol bekerja bersama beberapa komponen, seperti:

  • Ignition system
  • Fuel valve
  • Photocell
  • Motor
  • Safety interlock

Karena itu, jika terjadi flame failure, pemeriksaan tidak sebaiknya langsung diarahkan pada control equipment. Fuel supply, pump pressure, nozzle, ignition, photocell, dan combustion air juga perlu diperiksa.

Light Oil Nozzle

Burner dilengkapi light oil nozzle untuk melakukan atomisasi bahan bakar.

Nozzle memiliki peranan penting dalam menghasilkan spray pattern yang sesuai.

Nozzle yang kotor atau tidak sesuai dapat menyebabkan:

  • Flame tidak stabil
  • Ignition sulit
  • Smoke meningkat
  • Fuel consumption meningkat
  • Combustion tidak optimal

Pemilihan nozzle harus mengikuti spesifikasi burner dan kebutuhan firing rate.

IP Protection

Spesifikasi yang diberikan mencantumkan tingkat perlindungan:

IP X0D (IP 40)

Perlindungan aktual harus diperhatikan saat menentukan lokasi pemasangan dan kondisi lingkungan kerja burner.

Reduced Output Ignition Mechanism

Riello 40 G memiliki reduced output ignition mechanism yang digunakan pada proses awal penyalaan burner.

Konsep ini membantu proses ignition dimulai pada kondisi firing yang lebih rendah sebelum burner mencapai tingkat operasi berikutnya.

Standard Equipment Riello 40 G

Perlengkapan standar yang diberikan meliputi:

KomponenFungsi
2 Flexible PipesSambungan light oil supply
2 NipplesSambungan ke pump
FlangePemasangan burner
Screws & NutsPengikat flange
Thermal ScreenPerlindungan area pemasangan
7-Pin PlugKoneksi electrical
4-Pin PlugKoneksi electrical/control
External ProbeUntuk versi “I”
Maintenance AssemblyKeperluan maintenance
Instruction HandbookPanduan instalasi dan operasi
Spare Parts CatalogueReferensi spare part

Studi Kasus Pemilihan Riello 40 G

Sebuah boiler membutuhkan light oil burner dengan kebutuhan panas tertentu.

Sebelum menentukan model Riello 40 G, teknisi melakukan pemeriksaan:

 Boiler

  • Boiler capacity
  • Operating pressure
  • Heat load
  • Combustion chamber
  • Fuel type

Fuel System

  • Fuel pressure
  • Fuel line
  • Filter
  • Pump
  • Fuel quality

Burner

  • Minimum firing
  • Maximum firing
  • Two-stage operation
  • Combustion head
  • Nozzle
  • Motor
  • Electrical supply

Setelah data dibandingkan, model Riello 40 G yang operating range-nya sesuai dapat dipilih.

Setelah instalasi, dilakukan commissioning, combustion adjustment, dan performance test.

Maintenance Riello 40 G

Maintenance berkala dapat mencakup pemeriksaan:

Fuel System

  • Fuel filter
  • Fuel pump
  • Pressure regulator
  • Solenoid valve
  • Fuel line
  • Nozzle

Combustion System

  • Combustion head
  • Head cone
  • Flame stability disk
  • Ignition electrodes
  • Air damper
  • Fan

Flame Detection

  • Photocell
  • Wiring
  • Connector
  • Flame signal

Electrical

  • Motor
  • Control equipment
  • 7-pin plug
  • 4-pin plug
  • Electrical connection

Pemeriksaan tersebut membantu menjaga burner tetap berada dalam kondisi operasi yang stabil.

Kesimpulan

Riello 40 G merupakan burner light oil dengan konstruksi automatic monobloc dan konfigurasi two-stage operation berdasarkan spesifikasi yang diberikan.

Komponen utamanya mencakup fan, servomotor air damper, motor 230 V single phase, combustion head, ignition electrodes, flame stability disk, geared fuel pump, solenoid valves, photocell, electronic flame control, dan light oil nozzle.

Dalam memilih Riello 40 G, jangan hanya melihat kapasitas burner. Pastikan heat load, operating range, fuel pressure, combustion chamber, mounting, electrical supply, dan sistem kontrol semuanya kompatibel dengan equipment existing.

Commissioning dan combustion adjustment kemudian diperlukan untuk memastikan burner menghasilkan flame yang stabil dan kondisi pembakaran yang sesuai dengan kebutuhan sistem.

Riello Seri PRESS G

Seri burner PRESS G mencakup jarak tembak 107 hingga 1660 kW dan dirancang untuk digunakan dalam instalasi sipil dengan dimensi rata-rata, seperti area bangunan dan grup apartemen besar atau untuk digunakan dalam aplikasi industri, seperti pabrik kecil atau menengah. Operasi adalah dua tahap; burner dilengkapi dengan kotak kontrol keselamatan burner berbasis mikroprosesor yang memasok indikasi operasi dan diagnosis penyebab kesalahan. Kepala pembakaran, yang dapat diatur berdasarkan output yang dibutuhkan, memungkinkan kinerja optimal memastikan pembakaran yang baik dan mengurangi konsumsi bahan bakar.
PRESS GW 107/178 ÷ 356 kW
PRESS 1G 130/190 ÷ 534 kW
PRESS 2G 214/356 ÷ 712 kW
PRESS 3G 273/534 ÷ 1168 kW

Riello PRESS 4G – Oil Burner 415–1.660 kW

Riello PRESS 4G merupakan monoblock forced draught oil burner dengan sistem operasi two-stage dan fully automatic. Berdasarkan data yang diberikan, model ini memiliki rentang firing 415–1.660 kW, sehingga dapat digunakan untuk aplikasi pemanasan dengan kebutuhan thermal menengah hingga tinggi.

Burner dilengkapi sistem combustion air, high-pressure fuel pump, two-stage oil valves, flame detection, serta microprocessor-based safety control.

Spesifikasi Riello PRESS 4G

ParameterSpesifikasi
ModelPRESS 4G
FuelOil / Light Oil sesuai konfigurasi
Kapasitas415–1.660 kW
OperationTwo Stage
TypeMonoblock Forced Draught
Motor2.800 rpm
Power Supply400 V, 3 Phase + Neutral, 50 Hz
ProtectionIP 44
Flame DetectionPhotocell
Safety ControlMicroprocessor-based
Fuel PumpHigh-pressure geared pump

Air Suction Circuit

PRESS 4G menggunakan air suction circuit yang dilengkapi material peredam suara.

Sistem ini membantu mengurangi noise yang dihasilkan selama fan bekerja dan mendukung pengoperasian burner pada lingkungan industri.

High Performance Fan

Fan menggunakan forward curved blades yang dirancang untuk menghasilkan tekanan dan debit udara pembakaran yang diperlukan.

Kinerja fan harus disesuaikan dengan:

  • Furnace pressure
  • Combustion chamber
  • Flame geometry
  • Burner firing rate

Jumlah combustion air yang tepat sangat penting dalam proses combustion adjustment.

Air Damper dan Hydraulic Ram

PRESS 4G dilengkapi air damper untuk pengaturan combustion air.

Air damper dikontrol menggunakan hydraulic ram.

Pengaturan air damper harus dilakukan bersama dengan pengaturan fuel agar diperoleh rasio udara dan bahan bakar yang sesuai.

Starting Motor

Motor burner memiliki spesifikasi:

2.800 rpm

400 V, three phase + neutral

50 Hz

Sebelum commissioning, teknisi perlu memastikan suplai listrik sesuai dengan spesifikasi burner.

Combustion Head

Combustion head dapat disesuaikan berdasarkan required output.

Komponen combustion head meliputi:

Stainless Steel End Cone

End cone menggunakan stainless steel yang dirancang untuk menghadapi temperatur tinggi dan kondisi pembakaran.

Ignition Electrodes

Ignition electrodes menghasilkan percikan listrik untuk memulai proses pembakaran.

Flame Stability Disk

Flame stability disk membantu mempertahankan kestabilan flame selama burner beroperasi.

Fan Pressure Test Point

PRESS 4G menyediakan fan pressure test point.

Titik pengukuran ini dapat digunakan teknisi untuk memeriksa tekanan udara fan saat:

  • Commissioning
  • Combustion adjustment
  • Troubleshooting
  • Performance testing

High Pressure Fuel Pump

Burner menggunakan geared pump untuk high-pressure fuel supply.

Pump dilengkapi:

  • Filter
  • Pressure regulator
  • Pressure gauge connection
  • Vacuum meter connection
  • Internal bypass

Internal bypass memungkinkan persiapan konfigurasi single-pipe installation, sesuai dengan konfigurasi sistem fuel.

Two-Stage Oil Valve

Valve unit dilengkapi dua delivery oil valves pada output circuit.

Konfigurasi tersebut mendukung sistem two-stage operation.

Secara umum:

Stage 1 → firing rendah

Stage 2 → firing tinggi

Dengan demikian burner dapat menyesuaikan firing berdasarkan kebutuhan thermal equipment.

Photocell Flame Detection

PRESS 4G menggunakan photocell untuk flame detection.

Photocell memonitor keberadaan flame setelah ignition.

Jika flame tidak terbentuk atau hilang, sistem safety dapat menghentikan suplai bahan bakar sesuai sequence kontrol burner.

Pemeriksaan flame failure sebaiknya mencakup:

  • Fuel supply
  • Pump pressure
  • Nozzle
  • Ignition
  • Photocell
  • Combustion air
  • Control system

Microprocessor-Based Safety Control

Burner menggunakan microprocessor-based burner safety control box dengan fungsi diagnostik.

Sistem ini membantu mengontrol sequence operasi dan memberikan informasi ketika terjadi gangguan.

Fungsi tersebut berguna dalam:

  • Fault diagnosis
  • Troubleshooting
  • Commissioning
  • Maintenance

Slide Bars

PRESS 4G dilengkapi slide bars untuk memudahkan proses installation dan maintenance.

Teknisi dapat lebih mudah melakukan pemeriksaan dan akses ke combustion head maupun komponen internal burner.

Radio Interference Protection

Burner dilengkapi protection filter against radio interference untuk membantu mengurangi gangguan pada sistem electrical.

Electrical Protection

PRESS 4G memiliki tingkat perlindungan:

IP 44

Kondisi lingkungan instalasi tetap perlu diperiksa agar sesuai dengan persyaratan electrical equipment.

Standard Equipment

Perlengkapan standar PRESS 4G meliputi:

KomponenFungsi
2 Flexible PipesSambungan oil supply
2 GasketsSealing flexible pipe
2 NipplesSambungan pump
4 Fixing ScrewsPemasangan burner flange
Thermal ScreenPerlindungan area pemasangan
Instruction HandbookPanduan instalasi dan operasi
Spare Parts CatalogueReferensi spare part

Aplikasi Riello PRESS 4G

Dengan kapasitas 415–1.660 kW, PRESS 4G dapat dipertimbangkan untuk aplikasi:

  • Steam boiler
  • Hot water boiler
  • Thermal oil heater
  • Industrial heating system
  • Process heating
  • Industrial furnace sesuai karakteristik combustion chamber

Kesesuaian aktual harus diverifikasi berdasarkan heat load dan furnace condition.

Cara Memilih PRESS 4G

Jika akan menggunakan PRESS 4G sebagai burner baru atau replacement, beberapa parameter perlu diperiksa:

Heat Load

Pastikan kebutuhan panas equipment berada dalam operating range burner.

Fuel

Pastikan jenis oil yang digunakan sesuai dengan spesifikasi burner.

Fuel Pressure

Periksa kemampuan fuel supply system dan pressure pump.

Combustion Chamber

Periksa volume furnace, furnace pressure, flame length dan flame diameter.

Mounting

Pastikan burner flange dan furnace opening kompatibel.

Control

Pastikan sistem equipment dapat mendukung operasi two-stage.

Studi Kasus Replacement PRESS 4G

Sebuah boiler industri membutuhkan burner oil dengan heat load sekitar 1.200 kW.

Tahap evaluasi:

  1. Hitung heat load aktual.
  2. Periksa fuel type.
  3. Periksa fuel pressure.
  4. Periksa combustion chamber.
  5. Periksa operating range.
  6. Periksa burner mounting.
  7. Periksa electrical supply.
  8. Periksa control system.

Dengan kapasitas 415–1.660 kW, PRESS 4G dapat masuk tahap evaluasi untuk kebutuhan tersebut.

Setelah pemasangan dilakukan:

Installation Check → Fuel Check → Ignition Test → Flame Detection → Stage 1 Test → Stage 2 Test → Combustion Adjustment → Performance Test

Dengan metode tersebut, teknisi dapat memastikan burner bekerja sesuai kebutuhan boiler.

Maintenance PRESS 4G

Maintenance dapat mencakup pemeriksaan:

Fuel System

  • Fuel filter
  • Fuel pump
  • Pressure regulator
  • Oil valves
  • Nozzle
  • Fuel line

Combustion System

  • Fan
  • Air damper
  • Hydraulic ram
  • Combustion head
  • Ignition electrodes
  • Flame stability disk

Safety System

  • Photocell
  • Safety control
  • Electrical connections
  • Flame signal
  • Interlock

Performance

  • Fuel pressure
  • Air pressure
  • O₂
  • CO
  • Flue gas temperature
  • Flame stability

Kesimpulan

Riello PRESS 4G adalah burner oil two-stage forced draught dengan kapasitas 415–1.660 kW. Burner menggunakan high-performance fan, adjustable combustion head, high-pressure fuel pump, two oil delivery valves, photocell flame detection, dan microprocessor-based safety control.

Untuk aplikasi boiler atau heating equipment, pemilihan PRESS 4G harus berdasarkan heat load, operating range, fuel pressure, combustion chamber, mounting, dan control system, kemudian dilakukan commissioning dan combustion adjustment setelah instalasi.

Seri pembakar RL

Seri pembakar RL mencakup rentang penembakan dari 154 hingga 2700 kW, dan telah dirancang untuk digunakan dalam ketel air panas bersuhu rendah atau menengah, ketel uap udara atau uap panas, ketel minyak diathermic. Operasi adalah “dua tahap”; burner dilengkapi dengan panel kontrol berbasis mikroprosesor, yang memasok indikasi status burner dan penyebab kesalahan. Optimalisasi emisi suara dijamin oleh desain khusus dari sirkuit hisap udara dan oleh bahan kedap suara yang dimasukkan.
RL 34 MZ 97/154 ÷ 395 kW
RL 44 MZ 155/235 ÷ 485 kW
RL 50 148/296 ÷ 593 kW
RL 64 MZ 206/391 ÷ 830 kW
RL 70 255/474 ÷ 830 kW
RL 100 356/711 ÷ 1186 kW
RL 130 486/948 ÷ 1540 kW
RL 190 759/1423 ÷ 2443 kW
RL 250 MZ 600/1250 ÷ 2700 kW

Riello RL Series Oil Burner

Riello RL Series merupakan rangkaian monoblock forced draught oil burner dengan two-stage operation dan sistem operasi otomatis. Seri ini dirancang untuk berbagai aplikasi thermal dengan rentang kapasitas sekitar 154 hingga 2.700 kW, berdasarkan data spesifikasi yang diberikan.

Aplikasi RL Series mencakup hot water boiler suhu rendah dan menengah, steam boiler, serta thermal oil/diathermic oil boiler.

Daftar Model Riello RL

ModelRentang Kapasitas
RL 34 MZ97–154–395 kW
RL 44 MZ155–235–485 kW
RL 50148–296–593 kW
RL 64 MZ206–391–830 kW
RL 70255–474–830 kW
RL 100356–711–1.186 kW
RL 130486–948–1.540 kW
RL 190759–1.423–2.443 kW
RL 250 MZ600–1.250–2.700 kW

Specification Riello RL Series

Riello RL menggunakan konstruksi monoblock forced draught oil burner dengan operasi two stage.

Konfigurasi utama terdiri dari sistem udara pembakaran, combustion head, high-pressure fuel pump, oil valve, flame detection, dan microprocessor-based safety control.

Air Suction Circuit

Saluran udara masuk dilengkapi sound-proofing material.

Desain ini membantu mengoptimalkan tingkat kebisingan burner selama operasi.

Fan

Fan menghasilkan suplai udara pembakaran dengan tekanan dan debit yang diperlukan untuk proses combustion.

Pada kelompok model RL yang lebih besar, terdapat perbedaan konstruksi fan:

  • Reverse curve blades: RL 50, RL 70, RL 100, RL 130
  • Straight blades: RL 64 MZ, RL 190, RL 250 MZ

Pemilihan karakteristik fan berkaitan dengan kebutuhan air delivery dan combustion chamber pressure.

Air Damper

Air damper digunakan untuk mengatur jumlah udara pembakaran.

Pada model tertentu, air damper dikontrol menggunakan adjustable hydraulic ram, sedangkan RL 250 MZ menggunakan servomotor untuk kontrol air damper berdasarkan spesifikasi yang diberikan.

Pengaturan combustion air perlu dilakukan saat commissioning untuk mendapatkan pembakaran yang stabil.

Starting Motor

Motor burner menggunakan:

2.800 rpm

400 V, three phase + neutral, 50 Hz

Sebelum instalasi, power supply di lokasi harus diperiksa dan disesuaikan dengan kebutuhan model burner.

Combustion Head

Combustion head dapat disetel berdasarkan required output.

Komponen utama combustion head meliputi:

Stainless Steel End Cone

End cone menggunakan stainless steel yang dirancang tahan terhadap temperatur tinggi dan korosi.

Ignition Electrodes

Electrode menghasilkan percikan untuk memulai proses ignition.

Flame Stability Disk

Flame stability disk membantu mempertahankan kestabilan flame selama proses pembakaran.

Fan Pressure Test Point

Tersedia fan pressure test point untuk membantu teknisi melakukan pengukuran tekanan udara dari fan.

Parameter ini berguna saat:

  • Commissioning
  • Combustion adjustment
  • Troubleshooting
  • Performance checking

High Pressure Fuel Pump

Riello RL dilengkapi geared pump untuk high-pressure fuel supply.

Pump dilengkapi:

  • Filter
  • Pressure regulator
  • Pressure gauge connection
  • Vacuum meter connection
  • Internal bypass untuk single-pipe installation

Tekanan fuel merupakan parameter penting dalam pengaturan firing dan atomisasi bahan bakar.

Oil Valve Unit

Valve unit memiliki:

  • Oil safety valve
  • Dua oil delivery valves

Dua delivery valves mendukung sistem two-stage operation.

Dengan konfigurasi tersebut, burner dapat bekerja pada tingkat firing rendah dan tinggi sesuai kebutuhan sistem.

Photocell Flame Detection

Photocell digunakan untuk mendeteksi keberadaan flame.

Sequence sederhananya:

Ignition → Flame Establishment → Flame Detection → Burner Operation

Jika flame gagal terbentuk atau hilang selama operasi, sistem safety dapat menghentikan suplai bahan bakar sesuai sequence kontrol.

Microprocessor-Based Safety Control

Riello RL menggunakan microprocessor-based burner safety control box dengan fungsi diagnostik.

Sistem ini memonitor sequence operasi dan dapat memberikan informasi mengenai kondisi atau penyebab gangguan burner.

Fitur ini sangat membantu saat:

  • Troubleshooting
  • Maintenance
  • Commissioning
  • Fault diagnosis

Burner On/Off Switch

Model RL tertentu dilengkapi burner ON/OFF switch untuk pengoperasian unit.

Manual Stage Switch

Tersedia 1st–2nd stage manual switch pada model yang disebutkan.

Fitur ini memungkinkan teknisi melakukan pemeriksaan operasi pada stage pertama dan kedua selama proses commissioning atau troubleshooting.

Flame Inspection Window

Flame inspection window memungkinkan pemeriksaan visual kondisi flame.

Teknisi dapat mengamati:

  • Flame stability
  • Flame shape
  • Flame intensity
  • Kondisi pembakaran

Pemeriksaan visual tetap harus dilakukan dengan memperhatikan prosedur keselamatan.

Slide Bars

Burner dilengkapi slide bars untuk memudahkan:

  • Installation
  • Inspection
  • Maintenance
  • Burner removal

Pada extended head model dan RL 190–250 MZ, tersedia slide bar extensions sesuai konfigurasi yang disebutkan.

Electrical Protection

Riello RL memiliki tingkat perlindungan:

IP 44

Kondisi lingkungan instalasi tetap harus diperhatikan agar sesuai dengan persyaratan electrical equipment.

Standard Equipment Riello RL

Perlengkapan standar meliputi:

KomponenFungsi
2 Flexible PipesSambungan oil supply
2 GasketsSealing flexible pipe
2 NipplesSambungan ke pump
4 Fixing ScrewsPemasangan burner flange
Thermal ScreenPerlindungan area pemasangan
Electrical FairleadsSambungan electrical pada model tertentu
Slide Bar ExtensionsExtended head/RL 190–250 MZ
Instruction HandbookPanduan instalasi dan maintenance
Spare Parts CatalogueReferensi spare part

Aplikasi Riello RL Series

Dengan rentang kapasitas hingga 2.700 kW, RL Series dapat digunakan untuk berbagai aplikasi:

  • Hot water boiler
  • Steam boiler
  • Thermal oil heater
  • Diathermic oil boiler
  • Industrial heating system
  • Process heating

Untuk setiap aplikasi, burner harus disesuaikan dengan heat load dan karakteristik combustion chamber.

Bagaimana Memilih Model Riello RL?

Pemilihan model tidak cukup berdasarkan kapasitas maksimum.

Parameter yang perlu diperiksa:

1. Heat Load

Tentukan kebutuhan panas aktual boiler atau heating equipment.

2. Operating Range

Perhatikan kapasitas minimum dan maksimum.

Burner yang memiliki maksimum besar tetapi minimum firing terlalu tinggi dapat kurang sesuai untuk proses dengan beban rendah.

3. Fuel Pressure

Pastikan sistem fuel supply mampu menyediakan tekanan sesuai kebutuhan burner.

4. Combustion Chamber

Periksa:

  • Furnace volume
  • Furnace pressure
  • Flame length
  • Flame diameter
  • Burner throat

5. Control System

RL menggunakan konfigurasi two-stage, sehingga sistem kontrol equipment harus kompatibel.

6. Mounting

Periksa:

  • Burner flange
  • Furnace opening
  • Burner length
  • Combustion head
  • Mounting position

Riello PRESS T/G Series – High Capacity Oil Burner

Riello PRESS T/G Series merupakan rangkaian burner kapasitas besar yang dirancang untuk aplikasi boiler bertekanan, heating system skala besar, dan proses industri. Berdasarkan data yang diberikan, seri ini memiliki rentang kapasitas hingga 5.340 kW.

Burner tersedia dalam beberapa model dengan kapasitas berbeda sehingga pemilihan dapat disesuaikan dengan heat load, combustion chamber, dan kebutuhan thermal equipment.

Spesifikasi Riello PRESS T/G

ModelRentang Kapasitas
P 140 T/G380–830 hingga 1.660 kW
P 200 T/G557–1.186 hingga 2.372 kW
P 300 T/G712–1.779 hingga 3.560 kW
P 450 T/G890–2.670 hingga 5.340 kW

P140 T/G

P 140 T/G memiliki rentang kapasitas yang dimulai dari sekitar 380 kW dan dapat mencapai 1.660 kW.

Model ini dapat dipertimbangkan untuk aplikasi dengan kebutuhan thermal menengah hingga tinggi, dengan catatan kapasitas aktual harus disesuaikan dengan heat load boiler.

P200 T/G

P 200 T/G memiliki rentang kapasitas sekitar 557–2.372 kW.

Model ini berada di atas P 140 T/G dari sisi kapasitas sehingga dapat digunakan pada equipment dengan kebutuhan panas yang lebih besar.

P300 T/G

P 300 T/G memiliki rentang kapasitas sekitar 712–3.560 kW.

Dengan kapasitas maksimum yang lebih tinggi, model ini dapat dipertimbangkan untuk boiler dan sistem pemanasan industri dengan heat load yang besar.

P450 T/G

P 450 T/G merupakan model terbesar dalam seri yang diberikan.

Rentang kapasitasnya mencapai sekitar:

890–5.340 kW

Model ini dapat dipertimbangkan untuk aplikasi dengan kebutuhan thermal sangat tinggi, termasuk boiler industri berkapasitas besar.

Aplikasi Riello PRESS T/G

Riello PRESS T/G dapat dipertimbangkan untuk:

  • Industrial steam boiler
  • Pressurized boiler
  • Hot water boiler
  • Large heating system
  • Industrial process heating
  • Domestic heating skala besar
  • Aplikasi dengan beban thermal berulang dan dapat diprediksi

Untuk aplikasi industri, pemilihan burner harus mempertimbangkan karakteristik proses dan bukan hanya kapasitas maksimum.

Bagaimana Memilih PRESS T/G?

Pemilihan model dapat dilakukan dengan membandingkan heat load equipment terhadap operating range burner.

Contohnya, jika kebutuhan panas berada pada kisaran 2.000 kW, beberapa model perlu dievaluasi berdasarkan operating range dan kondisi furnace.

Pemeriksaan meliputi:

  • Heat load
  • Minimum firing
  • Maximum firing
  • Fuel type
  • Fuel pressure
  • Combustion chamber
  • Boiler back pressure
  • Flame dimension
  • Burner mounting
  • Control system
  • Electrical supply

Burner dengan kapasitas maksimum lebih tinggi tidak otomatis menjadi pilihan terbaik. Minimum firing rate dan karakteristik combustion chamber juga harus sesuai.

Studi Kasus Replacement Burner

Specification Riello R SO Oil Burner

Riello R SO merupakan monoblock forced draught oil burner dengan three-stage operation dan sistem operasi otomatis. Burner ini dirancang untuk aplikasi pembakaran light oil dengan kebutuhan kapasitas dan kontrol firing yang lebih tinggi.

Konfigurasi burner mencakup sistem suplai udara, combustion head, high-pressure fuel pump, oil valve unit, flame detection, serta microprocessor-based safety control.

Air Suction Circuit

Saluran udara masuk dilengkapi sound-proofing material untuk membantu mengurangi kebisingan selama burner beroperasi.

High Performance Fan

Burner menggunakan fan dengan forward curved blades yang dirancang untuk menghasilkan tekanan udara pembakaran yang sesuai dengan kebutuhan sistem.

Kinerja fan sangat berpengaruh terhadap:

  • Combustion air
  • Flame stability
  • O₂
  • CO
  • Combustion efficiency

Three-Stage Air Damper

Pengaturan udara dilakukan melalui air damper yang dikontrol oleh three-stage hydraulic ram.

Konfigurasi ini memungkinkan burner bekerja pada beberapa tingkat firing sehingga suplai udara dapat disesuaikan dengan operating stage burner.

Starting Motor

R SO menggunakan motor:

  • Speed: 2.850 rpm
  • Power supply: 400 V
  • Phase: Three phase
  • Frequency: 50 Hz
  • Neutral: Available

Sistem kelistrikan harus diperiksa sebelum commissioning untuk memastikan sesuai dengan konfigurasi motor burner.

Combustion Head

Combustion head dapat disesuaikan berdasarkan combustion output.

Komponen combustion head meliputi:

Stainless Steel End Cone

End cone menggunakan stainless steel yang dirancang tahan terhadap:

  • Temperatur tinggi
  • Korosi
  • Kondisi operasi pembakaran

Ignition Electrodes

Ignition electrodes menghasilkan percikan untuk membantu proses penyalaan bahan bakar.

Flame Stability Disk

Flame stability disk membantu menjaga kestabilan flame selama burner beroperasi.

High Pressure Fuel Pump

Pump dilengkapi dengan:

  • Filter
  • Pressure regulator
  • Pressure gauge connection
  • Vacuum meter connection
  • Internal bypass

Internal bypass memungkinkan konfigurasi pump dipersiapkan untuk single-pipe installation, sesuai dengan konfigurasi sistem fuel yang digunakan.

Oil Valve Unit

Valve unit terdiri dari:

  • Oil safety valve
  • Three oil delivery valves

Ketiga oil delivery valves mendukung konfigurasi three-stage operation.

Sistem valve bekerja bersama control burner untuk mengatur suplai fuel sesuai firing stage.

Photocell Flame Detection

 merupakan komponen penting dalam sistem keselamatan burner yang berfungsi mendeteksi keberadaan api setelah proses ignition. Sensor ini memastikan sistem kontrol menerima konfirmasi bahwa pembakaran telah berhasil sebelum burner melanjutkan operasi.

Pada burner oil, proses pembakaran harus berlangsung dalam sequence yang terkontrol. Photocell menjadi bagian dari flame monitoring system untuk membantu mencegah suplai bahan bakar terus berlangsung ketika flame tidak terbentuk.

Cara Kerja Photocell

Secara umum, sequence flame detection berlangsung sebagai berikut:

Fuel Supply → Ignition → Flame Formation → Photocell Detection → Flame Signal → Burner Operation

Setelah ignition menghasilkan percikan dan bahan bakar mulai terbakar, photocell mendeteksi cahaya dari flame. Sinyal tersebut kemudian diteruskan ke microprocessor-based burner safety control box.

Jika flame terdeteksi sesuai sequence, burner dapat melanjutkan operasi.

Sebaliknya, apabila flame tidak terbentuk atau hilang selama operasi, sistem kontrol dapat menjalankan safety sequence, termasuk menghentikan suplai bahan bakar dan membawa burner ke kondisi fault atau lockout sesuai konfigurasi sistem.

Fungsi Photocell pada Oil Burner

Photocell memiliki beberapa fungsi penting:

  • Mendeteksi keberadaan flame
  • Memberikan flame signal kepada control box
  • Membantu mendeteksi flame failure
  • Mendukung sistem keselamatan pembakaran
  • Membantu proses troubleshooting burner
  • Memastikan burner tidak terus menyuplai fuel tanpa flame

Karena itu, kondisi photocell perlu diperhatikan dalam preventive maintenance dan commissioning 

Troubleshooting Flame Failure

Apabila burner mengalami flame failure, pemeriksaan sebaiknya tidak langsung diarahkan pada photocell.

Teknisi dapat memeriksa beberapa bagian secara berurutan:

1. Fuel Supply

Pastikan bahan bakar tersedia dan dapat mengalir menuju burner.

2. Fuel Pump

Periksa tekanan fuel pump, filter, pressure regulator, dan kondisi fuel line.

3. Nozzle

Nozzle yang kotor atau tersumbat dapat menyebabkan atomisasi fuel tidak sempurna sehingga flame sulit terbentuk.

4. Ignition System

Periksa ignition electrode, ignition transformer, posisi electrode, dan kualitas percikan.

5. Combustion Air

Periksa fan, air damper, dan suplai udara pembakaran.

6. Photocell

Periksa:

  • Kondisi permukaan sensor
  • Posisi photocell
  • Kabel dan connector
  • Flame signal
  • Kondisi sensor terhadap cahaya flame

7. Safety Control

Jika komponen pembakaran dalam kondisi baik, pemeriksaan dapat dilanjutkan ke burner safety control box dan sequence control.

 Photocell Riello

Teknisi melakukan pemeriksaan:

Fuel Supply → Pump Pressure → Nozzle → Ignition → Combustion Air → Photocell → Control

Fuel supply dan ignition ditemukan normal. Pemeriksaan berikutnya dilakukan pada photocell. Sensor kemudian diperiksa dari sisi kebersihan, posisi, wiring, dan flame signal.

Pendekatan ini membantu teknisi menemukan root cause secara sistematis tanpa langsung mengganti control box.

Maintenance Photocell

Photocell sebaiknya diperiksa saat melakukan maintenance burner, terutama apabila muncul gejala:

  • Burner sulit start
  • Flame failure
  • Burner masuk lockout
  • Flame signal tidak stabil
  • Burner mati setelah ignition

Pemeriksaan rutin dapat membantu menjaga keandalan flame detection system.

Microprocessor Burner Safety Control Box

Burner menggunakan microprocessor-based burner safety control box yang dilengkapi fungsi diagnostik.

Sistem ini berfungsi mengatur dan memonitor sequence operasi burner serta safety interlock.

Fungsi diagnostik dapat membantu teknisi dalam proses:

  • Troubleshooting
  • Fault identification
  • Maintenance
  • Commissioning

Burner On/Off Switch

Burner dilengkapi on/off switch untuk pengoperasian unit.

Pengoperasian tetap harus mengikuti prosedur keselamatan dan sequence kontrol burner.

Flame Inspection Window

Tersedia flame inspection window yang memungkinkan operator atau teknisi melakukan pemeriksaan visual terhadap kondisi flame.

Pemeriksaan visual dapat menjadi bagian dari commissioning dan combustion adjustment.

Slide Bars

  • Installation
  • Inspection
  • Maintenance
  • Burner removal

Fitur ini membantu teknisi ketika burner perlu ditarik atau diposisikan kembali pada boiler.

Radio Interference Protection Filter

Burner dilengkapi protection filter against radio interference untuk membantu mengurangi gangguan elektromagnetik/radio interference pada sistem electrical.

Electrical Protection

Tingkat perlindungan electrical yang tercantum dalam spesifikasi adalah:

IP X0D (IP 40)

Kondisi lingkungan instalasi tetap perlu diperhatikan agar sesuai dengan persyaratan equipment.

Standard Equipment

Perlengkapan standar yang tercantum meliputi:

KomponenFungsi
2 Flexible PipesSambungan oil supply
2 NipplesSambungan ke pump
4 Wiring Loom FittingsElectrical connection
4 Fixing ScrewsPemasangan burner flange
2 Slide Bar ExtensionsUntuk extended model tertentu
Flange GasketSealing antara flange burner dan boiler
Star Delta StarterPada model yang disediakan
Diffuser DiskUntuk P450 T/G
Instruction HandbookPanduan instalasi dan operasi
Spare Parts CatalogueReferensi spare part

Keunggulan Konfigurasi Riello RSO

Dengan konfigurasi three-stage operation, burner dapat menyesuaikan firing berdasarkan kebutuhan thermal equipment pada beberapa tingkat operasi.

Sistem ini dapat memberikan kontrol yang lebih fleksibel dibandingkan burner single-stage, terutama pada aplikasi dengan perubahan kebutuhan panas.

Namun, pemilihan burner tetap harus berdasarkan:

  • Heat load
  • Minimum firing
  • Maximum firing
  • Fuel type
  • Fuel pressure
  • Combustion chamber
  • Flame geometry
  • Boiler back pressure
  • Electrical supply
  • Control system
  • Burner mounting

Kesimpulan

Riello  memiliki konfigurasi automatic monoblock forced draught oil burner dengan three-stage operation. Sistemnya mencakup high-performance fan, three-stage air damper, combustion head adjustable, high-pressure fuel pump, three oil delivery valves, photocell flame detection, serta microprocessor-based safety control box.

Untuk aplikasi boiler dan heating system industri, pemilihan model harus tetap mempertimbangkan heat load, operating range, fuel pressure, combustion chamber, dan sistem kontrol agar performa burner sesuai dengan kebutuhan equipment.

PT Indira Mitra Boiler
Office: (021) 352 95874
WhatsApp: +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
www.indiramitraboiler.co.id
www.burner.co.id
info@indira.co.id
idmratman@gmail.com
Workshop: Tangerang – Indonesia
https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top