IDM Thermal Oil Heater Indonesia untuk Kebutuhan Industri
Thermal Oil Heater
IDM Thermal Oil Heater adalah pembangkit tenaga panas dengan menggunakan oli sebagai media pemanas.IDM Thermal Oil Heater dapat dioperasikan hingga temperatur Maximal 350 oC dengan tekanan yang sangat rendah (kurang dari 5 bar), dibanding jika menggunakan steam evaporator dengan pengoperasian temperatur yang sama maka tekanan yang dibutuhkan melebihi 70– 80 bar.
IDM Thermal dapat digunakan pada industry,Marine tank, yang memerlukan panas.Indira Thermal dirancang dengan ,vertical execution (posisi berdiri) dan Horizontal execution (posisi tidur).
Multi cylindrical curls menjadikan perpindahan panas dalam loop sangat seimbang dan sempurna, sehingga lebih menjamin terhindar dari resiko pembakaran taping oil yang bisa menimbulkan kerak.
Permukaan ignition load additional luas untuk menghindari lidah programming interface yang bisa merusak permukaan coils.Tidak memerlukan water treatment plant dan tidak memerlukan synthetic dosing siphon dalam pengoperasian, sehingga lebih efisien dalam pengoperasian.Penggunaan mineral oil sebagai media exchange tidak menimbulkan endapan kotoran, pengkerakan, tidak korosif dan stabil pada temperatur operasi.

IMB Thermal Oil Heater
dirakit dari serangkaian bahan-bahan komponen import yang sudah dikenal handal dan sangat berkualitas tinggi. Setiap komponen sudah mempunyai perwakilan di Jakarta dan mudah didapatkan dipasaran sehingga tidak ada kekhawatiran tentang suku cadangnya.
Pada setiap expositions pembuatannya dikerjakan sesuai standar prosedur serta Quality Control yang ketat, sehingga menjadikan IDM Thermal Oil Heater,sebagai Oil radiator yang kokoh dan handal.
Penanganan yang sempurna dan ditunjang dengan pelayanan yang baik serta idukung oleh tehnisi yang proficient merupakan jaminan atas kualitas produk ini. Bebas prosedur impor, jadwal penyerahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemesan dengan sistem expositions produksi terpadu. Bergaransi purna jual, bebas biaya comisioning dan start up
.
Konstruksi Thermal
Oil Heater Badan IDM Thermal Oil Heater merupakan inti dari oil radiator. Bagian dalam dibuat multi helical curl sistem dan pada ujung loop tersebut disatukan dalam dua buah header sebagai saluran masuk dan keluar nya oli panas. Konstruksi curl IDM Thermal Oil Heater dibuat dengan menggunakan pipa kettle standar internasional yang diroll dengan pipe twisting mechine tanpa menggunakan pemanasan sehingga tidak merusak komposisi struktur kimia material pipa.
Kettel Thermal
Pada bagian luar badan IDM Thermal Oil Heater di isolasi dengan menggunakan rockwool untuk meningkatkan efisiensi dan dilapisi dengan plat/almunium foil sebagai dinding pada bagian luar. IndiraThermal dilengkapi dengan board kontrol yang berguna untuk memudahkan administrator dalam mengoperasi-kan IDM Thermal Oil Heater.
Expantion Tank Expantion
Tank Expantion Tank merupakan kombinasi dari Deaerator tank, cradle tank dan Expantion tank. Dengan kombi-nasi yang unik antara ketiga tangki ini maka lapisan withering atas dari oli yang berhubungan dengan udara akan selalu lebih dingin sehingga peluang terjadintya oksidasi oli sangat berkurang.
Expantion tank berfungsi untuk menampung pemuaian cairan pemanas, membuang udara yang terkurung dalam Instalasi dan mencegah kapitasi dalam pompa sirkulasi.
KSB Heat Transfer Pump
Pompa sirkulasi berfungsi untuk mengalirkan cairan pemanas dalam instalasi. sesuaiUkuran serta kapasitas pompa disesuaikan dengan structure IDM Thermal.Kapasitas pompa menentukan bentuk aliran cairan pemanas di dalam loop. Aliran didalam IDM Thermal harus turbolent, hal ini berguna untuk menghindarkan kerusakan cairan pemanas dan curl dalam badan Indirat hermal.Pompa sirkulasi dapat beroperasi hingga temperature max 350 oC.
Control Panel Oil Boiler
Board Control Panel control merupakan pusat pengendali IDM Thermal. Pada board ini terdapat beberapa saklar dan lampu untuk mengoperasi kan burner dan pompa sirkulasi secara otomatis. Pada board control juga terdapat instrument dan marker yang berfungsi untuk mengatur, set poin memantau serta mengendalikan Indirat hermal.Panel control di IDM Thermal.
Wellbeing Device Digital temperature controls.,low controls switch,Automatic burner controls Chimney temperature ontrol,Pressure gauge,Pilot light indicator,Alarm Cara Kerja IDM Thermal Seluruh instalasi harus terisi cairan pemanas hingga level control pada expantion tank.
KSB Pompa Sirkulasi
KSB Pompa sirkulasi akan mengalirkan cairan pemanas dari expantion ke badan IDM Thermal kemudian keproses dan kembali lagi ke expantion tank.Setelah aliran sirkulasi cairan pemanas stabil, burner akan menyala dan membakar loop di dalam badan IDM Thermal sehingga cairan pemanas menjadi panas dan panas tersebut di alirkan ke proses.Setelah suhu yang diinginkan tercapai maka secara otomatis burner akan mati dan akan menyala kembali setelah suhu turun.
Studi Kasus IDM Thermal Oil Heater untuk Industri
Sebagai ilustrasi penerapan, sebuah perusahaan manufaktur membutuhkan Thermal Oil Heater untuk menyediakan panas secara kontinu pada proses produksi. Sistem sebelumnya mengalami ketidakstabilan temperatur ketika beban produksi meningkat sehingga diperlukan sistem heating yang mampu menjaga temperatur proses sekaligus mempertahankan sirkulasi thermal oil.
Kebutuhan proyek tidak hanya ditentukan berdasarkan kapasitas heater. Tim engineering juga perlu mempertimbangkan temperatur operasi, flow thermal oil, jenis bahan bakar, layout instalasi, pompa sirkulasi, expansion tank, perpipaan, serta sistem kontrol dan keselamatan.
Permasalahan Sistem Heating
Beberapa kebutuhan yang menjadi dasar evaluasi antara lain:
- temperatur proses harus stabil;
- kebutuhan panas berubah mengikuti kapasitas produksi;
- waktu heat-up perlu dikendalikan;
- sirkulasi thermal oil harus tetap stabil;
- area instalasi memiliki keterbatasan;
- konsumsi bahan bakar perlu dipantau; dan
- sistem harus mudah dioperasikan serta dipelihara.
Berdasarkan kondisi tersebut, Thermal Oil Heater perlu dipilih berdasarkan kebutuhan proses aktual, bukan hanya berdasarkan kapasitas nominal.
Pemilihan Thermal Oil Heater
IDM Thermal Oil Heater dapat dikonfigurasikan dalam desain vertical maupun horizontal sesuai kebutuhan engineering dan kondisi lokasi instalasi.
Untuk menentukan konfigurasi yang sesuai, beberapa parameter utama perlu dianalisis, seperti:
Heat duty
Menentukan kebutuhan energi panas yang harus disediakan heater untuk proses.
Temperatur inlet dan outlet
Digunakan untuk menentukan kondisi thermal oil sebelum dan setelah melewati heater.
Flow thermal oil
Sirkulasi harus sesuai dengan desain agar energi panas dapat dipindahkan secara efektif sekaligus menjaga kondisi operasi heater.
Jenis thermal oil
Pemilihan fluida mempertimbangkan temperatur kerja serta karakteristik fisik dan termalnya.
Bahan bakar
Sistem dapat dirancang berdasarkan bahan bakar yang tersedia dan sesuai dengan desain, seperti natural gas, diesel oil, MFO/residu, biomassa, atau batubara.
Integrasi Sistem Thermal Oil Heater
Thermal Oil Heater merupakan bagian dari satu sistem heating yang saling berhubungan.
oil yang telah dipanaskan dialirkan oleh pompa sirkulasi menuju pengguna panas seperti reactor, heat exchanger, dryer, oven, tank heating, atau peralatan proses lainnya.
Setelah energi panas digunakan, thermal oil kembali menuju heater untuk dipanaskan kembali.
Dalam sistem tersebut, expansion tank digunakan untuk mengakomodasi perubahan volume thermal oil akibat perubahan temperatur. Sistem perpipaan juga perlu dirancang untuk mendukung sirkulasi, venting, degassing, dan kebutuhan maintenance.
Pemantauan Setelah Thermal Oil Heater Beroperasi
Setelah sistem beroperasi, performa tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan mencapai temperatur target.
Operator perlu memonitor beberapa parameter penting, antara lain:
- temperatur inlet dan outlet;
- tekanan sistem;
- flow thermal oil;
- level expansion tank;
- kondisi pembakaran burner;
- suara dan vibrasi pompa;
- kondisi mechanical seal;
- indikasi kebocoran thermal oil; dan
- temperatur serta kebutuhan panas pada peralatan proses.
Studi Kasus Gangguan Temperatur dan Flow
Dalam ilustrasi operasional, operator menemukan temperatur outlet mulai berfluktuasi dan perbedaan temperatur inlet-outlet berubah dibandingkan kondisi normal.
Pemeriksaan tidak langsung difokuskan pada burner. Tim terlebih dahulu mengevaluasi flow thermal oil, tekanan suction dan discharge pompa, kondisi expansion tank, temperatur, serta kemungkinan adanya udara atau gas di dalam sistem.
Setelah penyebab gangguan diidentifikasi dan tindakan korektif dilakukan sesuai prosedur, sirkulasi kembali stabil dan temperatur proses dapat dipertahankan pada kondisi operasi yang dibutuhkan.
Kasus ini menunjukkan pentingnya melihat Thermal Oil Heater sebagai sebuah sistem, bukan hanya sebagai unit pemanas.
Pemilihan Bahan Bakar Thermal Oil Heater
Lokasi industri juga dapat memengaruhi pemilihan bahan bakar.
Pada kawasan industri yang memiliki infrastruktur gas, Gas Fired Thermal Oil Heater dapat menjadi salah satu opsi yang dievaluasi. Sementara itu, fasilitas yang memiliki akses terhadap biomassa dapat mempertimbangkan Biomass Thermal Oil Heater, sepanjang karakteristik bahan bakar dan sistem pembakarannya sesuai.
Pemilihan tidak seharusnya hanya berdasarkan harga bahan bakar. Analisis juga perlu mempertimbangkan:
- kontinuitas pasokan;
- nilai kalor;
- kebutuhan penyimpanan;
- sistem handling;
- biaya maintenance;
- karakteristik pembakaran;
- pengendalian emisi; dan
- total biaya operasional.
Dengan demikian, konfigurasi Thermal Oil Heater untuk satu fasilitas belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk fasilitas lainnya.
Layanan Thermal Oil Heater Indonesia untuk Berbagai Wilayah
Thermal Oil Heater Indonesia digunakan untuk memenuhi kebutuhan pemanasan proses di berbagai sektor industri. IDM melayani kebutuhan Thermal Oil Heater untuk proyek di Jakarta, Cikarang, Karawang, Bekasi, Tangerang, Cilegon, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya, serta berbagai kawasan industri lainnya di Indonesia.
Layanan juga dapat disesuaikan untuk kebutuhan proyek di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Setiap unit Thermal Oil Heater perlu ditentukan berdasarkan kebutuhan panas, temperatur operasi, flow thermal oil, jenis bahan bakar, dan karakteristik proses di lokasi proyek.
Kondisi setiap lokasi dapat berbeda. Oleh karena itu, proses engineering perlu mempertimbangkan ketersediaan bahan bakar, utilitas, kondisi lingkungan, layout area, akses transportasi, instalasi, serta kebutuhan operasional dan maintenance.
Mengapa Memilih Thermal Oil Heater yang Sesuai?
Pemilihan IDM Thermal Oil Heater membutuhkan analisis teknis yang menyeluruh agar sistem sesuai dengan kebutuhan proses industri.
Beberapa parameter penting yang perlu diperhitungkan meliputi kapasitas pemanasan, temperatur kerja, flow thermal oil, jenis fluida, serta pemilihan konfigurasi vertical atau horizontal.
Selain heater, komponen pendukung seperti pompa sirkulasi, expansion tank, perpipaan, burner, instrumentasi, sistem kontrol, dan perangkat keselamatan juga harus direncanakan sebagai satu sistem yang terintegrasi.
PT Indira Mitra Boiler
Office: (021) 352 95874
WhatsApp: +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
www.indiramitraboiler.co.id
www.burner.co.id
info@indira.co.id
idmratman@gmail.com
Workshop: Tangerang – Indonesia
https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia
