Pengertian dan Cara Kerja Burner
Burner adalah Suatu alat penghasil enegriy panas dari proses pengabutan bahan bakar cair menjadi api, komponen yang mudah terbakar dalam bahan bakar gas atau solar dengan oksigen mereka datang sebagai hasil dari reaksi kimia yang didefinisikan oleh pelepasan panas tersebut. Seperti kita ketahui panas adalah sumber energi. Ketika bahan bakar direaksikan dengan oksigen, pembakaran terjadi dan energi panas dan cahaya dilepaskan. Target utamanya adalah memanaskan setelah konversi energi kimia menjadi energi panas. Ini adalah bentuk energi yang kita butuhkan di banyak bidang dalam kehidupan kita, mulai dari pemanasan, makan, dan produksi.
Sistem Kerja Burner :
Burner suatu alat pembakaran bahan bakar yang dikontrol dan memindahkan panas secara homogen ke saluran yang benar dilakukan dengan ruang bakar. Energi panas yang dihasilkan oleh api ditransfer ke tempat di mana energi dibutuhkan melalui ruang bakar. Motor burner ini ditenagai oleh energi listrik untuk mengoperasikan kipas yang digunakan untuk memasukkan udara pembakaran ke burner. Mesin dalam pembakar bahan bakar cair juga mentransfer bahan bakar ke pompa oli dan bahan bakar cair dipindahkan ke nozzle bahan bakar pada tekanan tinggi.
Bahan bakar disimpan di bawah kendali di pembakar gas dengan bantuan katup solenoid dan regulator. Trafo tegangan tinggi, yang menciptakan percikan yang diperlukan untuk pengapian pertama, juga ikut berperan dengan energi listrik .
Dengan bahan bakar yang berasal dari saluran bahan bakar ke kepala penyalaan, udara yang dihembuskan ke kepala pembakaran dengan bantuan kipas di bagian utama burner bercampur secara homogen melalui sistem turbulensi khusus dan pembakaran terjadi.
Relay Kontrol Pembakaran elektronik mengontrol pre-sweeping, waktu penyalaan, kontrol nyala api, jumlah bahan bakar, operasi on-off atau bertahap atau proporsional dari burner secara aman dalam waktu dan langkah yang tepat.
Dengan mengendalikan campuran bahan bakar dan udara, efisiensi optimal dari campuran diperoleh oleh layanan teknis dengan membuat penyesuaian sensitif dengan peralatan pada burner untuk memastikan pembakaran yang aman dan efisien
Kemajuan elektronik dalam kontrol pembakaran, generasi peralatan baru dan campuran udara bahan bakar pada tingkat optimal sebagai hasil dari sistem turbulensi Uret, telah mengurangi tingkat emisi gas buang menjadi minimum dan jumlah panas yang dihasilkan telah sangat ditingkatkan.
Kata Burner datang ke bahasa kami dari bahasa France dan memiliki arti kombinasi yang besar. Disebut Burner dalam bahasa Inggris, Brenner dalam bahasa Jerman dan Kompor pembekaran dalam bahasa Indonesia.
Burner Riello Type RLS

Riello Burner Type RLS sendiri merupakan burner yang di produksi di negara Italy dan di pasarkan di berbagai negara salah satunya di indonesia. Burner riello sendiri salah satu burner yang memiliki kapasitas cukup besar dan unggul di produknya, dengan memiliki bahan bakar dual fuel atau dua bahan bakar bisa gas dan solar type RLS pengoprasinya sudah modulating .berikut pengoprasian burner riello RLS dual fuel .
Pembakar RLS / M dicirikan oleh struktur monoblok modular yang berarti semua komponen yang diperlukan dapat digabungkan dalam satu unit sehingga membuat instalasi lebih mudah, lebih cepat dan, di atas semua itu, lebih fleksibel. Seri ini mencakup rentang penembakan mulai dari 2500 hingga 11500 kW, dan telah dirancang untuk digunakan dalam boiler air panas, boiler air terlalu panas serta ketel uap.
Pengoperasian dapat “dua tahap progresif” atau sebagai alternatif “memodulasi”, untuk bahan bakar, oli dan gas ringan, dengan pemasangan regulator logika PID.
Perangkat regulasi cam mekanis memungkinkan untuk mengejar rasio modulasi tinggi pada semua kisaran laju tembak. Itu pembakar dapat, dengan demikian, memasok dengan presisi daya yang diminta, menjamin tingkat sistem efisiensi tinggi dan pengaturan stabilitas, memperoleh konsumsi bahan bakar dan pengurangan biaya operasi. Kepala pembakaran menjamin pengurangan emisi polusi (NOx <80 mg / kWh pada operasi gas). Eksklusif desain menjamin emisi suara rendah, konsumsi listrik rendah, mudah digunakan dan perawatan.
Riello Burner RLS – Dual Fuel, Two Stage, Modulating & Heavy Duty Burner
Riello RLS Burner merupakan rangkaian dual fuel burner yang dirancang untuk aplikasi boiler dan sistem pemanasan industri dengan kebutuhan kapasitas thermal mulai dari ratusan kW hingga lebih dari 11.500 kW.
Seri RLS tersedia dalam beberapa konfigurasi, mulai dari two-stage dual fuel burner hingga modulating dual fuel burner untuk aplikasi dengan kebutuhan heat input tinggi.
Burner dual fuel memungkinkan sistem dirancang untuk menggunakan gas dan light oil sebagai bahan bakar, sehingga memberikan fleksibilitas pada instalasi yang membutuhkan alternatif fuel.
Catatan: pemilihan model Riello RLS harus berdasarkan heat load aktual, fuel type, gas pressure, oil pressure, furnace pressure, combustion chamber, dan karakteristik boiler. Angka kapasitas maksimum bukan satu-satunya parameter pemilihan burner.
Riello RLS Two Stage Burner
Seri Riello RLS Two Stage tersedia dalam beberapa model dengan kapasitas berbeda.
| Model | Kapasitas |
|---|---|
| RLS 28 | 100/163 – 325 kW |
| RLS 38 | 116/232 – 442 kW |
| RLS 50 | 145/290 – 581 kW |
| RLS 70 | 232/465 – 814 kW |
| RLS 100 | 349/698 – 1.163 kW |
| RLS 130 | 465/930 – 1.395 kW |
Sistem two-stage memungkinkan burner bekerja pada dua tingkat firing sesuai kebutuhan thermal equipment.
Stage 1 – Low Fire
Burner beroperasi pada tingkat kapasitas lebih rendah.
Stage 2 – High Fire
Burner meningkatkan heat input ketika kebutuhan panas meningkat.
Sistem ini dapat membantu menyesuaikan heat input dengan variasi beban boiler atau equipment.
Riello RLS 100
Riello RLS 100 merupakan salah satu model yang banyak dipertimbangkan untuk aplikasi boiler dan industrial heating dengan kebutuhan kapasitas hingga sekitar:
1.163 kW
atau sekitar:
1.000.000 kcal/h
RLS 100 memiliki konfigurasi dual fuel sehingga dapat digunakan pada sistem yang membutuhkan fleksibilitas antara gas dan light oil, sesuai konfigurasi unit dan fuel system yang dipasang.
Aplikasi RLS 100 dapat meliputi:
- Steam boiler
- Hot water boiler
- Thermal oil heater
- Industrial furnace
- Oven
- Process heating
Riello RLS Modulating Burner
Untuk aplikasi dengan kebutuhan kapasitas jauh lebih besar, Riello RLS tersedia dalam konfigurasi modulating burner.
Model yang dicantumkan antara lain:
| Model | Kapasitas |
|---|---|
| RLS 500/M MX | 1.120/2.500 – 5.050 kW |
| RLS 650/M MX | 1.430/3.000 – 6.550 kW |
| RLS 800/M MX | 1.750/3.500 – 8.000 kW |
| RLS 1000/M MX | 1.200/3.750 – 10.600 kW |
| RLS 1200/M MX | 1.500/5.500 – 11.500 kW |
Dengan kapasitas tersebut, seri RLS/M MX dapat dipertimbangkan untuk aplikasi large industrial boiler, steam boiler, process heating, furnace, dan thermal systems dengan kebutuhan heat input tinggi.
Apa Itu Dual Fuel Burner?
Dual fuel burner adalah burner yang dirancang untuk menggunakan dua jenis bahan bakar.
Pada seri Riello RLS, konfigurasi dapat menggunakan:
Gas
dan
Light Oil
Keuntungan utama dual fuel adalah fuel flexibility.
Contohnya, gas dapat digunakan sebagai fuel utama, sementara light oil dapat disiapkan sebagai bahan bakar alternatif apabila sistem fuel supply memungkinkan.
Namun, penggunaan bahan bakar kedua membutuhkan sistem pendukung yang lengkap.
Untuk gas diperlukan:
- Gas train
- Gas filter
- Gas regulator
- Gas pressure switch
- Safety gas valve
- Gas piping
Untuk light oil diperlukan:
- Fuel tank
- Oil pump
- Oil filter
- Oil piping
- Fuel pressure control
- Oil safety valve
Keuntungan Sistem Dual Fuel
1. Fuel Flexibility
Pengguna memiliki pilihan bahan bakar sesuai kondisi operasional dan ketersediaan fuel.
2. Continuity of Operation
Pada industri yang membutuhkan operasi boiler secara berkelanjutan, konfigurasi dual fuel dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk menyediakan alternatif fuel.
3. Mengurangi Ketergantungan pada Satu Fuel
Apabila sistem dirancang dengan benar, boiler tidak sepenuhnya bergantung pada satu jenis bahan bakar.
4. Cocok untuk Industri
Dual fuel banyak dipertimbangkan pada sistem yang memiliki kebutuhan panas tinggi dan membutuhkan fleksibilitas operasi.
Riello RLS untuk Steam Boiler
Pada aplikasi steam boiler, burner berfungsi menghasilkan heat input yang digunakan untuk mengubah feedwater menjadi steam.
Pemilihan RLS harus mempertimbangkan:
- Steam capacity
- Steam pressure
- Feedwater temperature
- Boiler efficiency
- Furnace pressure
- Burner capacity
- Gas pressure
- Oil pressure
- Fuel consumption
Sebagai contoh, apabila boiler membutuhkan heat input sekitar 900 kW, RLS 100 dapat menjadi salah satu kandidat karena firing range-nya mencakup kebutuhan tersebut.
Namun, verifikasi tetap diperlukan terhadap furnace pressure dan combustion chamber.
Riello RLS untuk Thermal Oil Heater
Riello RLS juga dapat dipertimbangkan untuk thermal oil heater dengan kebutuhan kapasitas yang sesuai.
Pada thermal oil heater, burner menghasilkan panas yang ditransfer ke thermal oil melalui heating coil.
Parameter penting meliputi:
- Thermal oil capacity
- Required outlet temperature
- Heat load
- Heater efficiency
- Furnace pressure
- Coil design
- Burner flame dimension
- Fuel availability
Untuk thermal oil heater berkapasitas besar, pemilihan burner harus mempertimbangkan flame length dan furnace geometry.
Riello RLS untuk Industrial Furnace
Pada industrial furnace, burner selection harus memperhatikan karakteristik combustion chamber.
Parameter yang harus diperiksa:
- Furnace volume
- Furnace temperature
- Furnace pressure
- Flame length
- Flame diameter
- Heat release rate
- Fuel pressure
- Air requirement
Burner dengan kapasitas besar tidak otomatis cocok apabila flame dimension tidak sesuai dengan furnace.
Two Stage vs Modulating Riello RLS
Perbedaan utama dapat dilihat dari cara burner menyesuaikan heat input.
| Sistem | Karakteristik |
|---|---|
| Two Stage | Dua tingkat kapasitas |
| Modulating | Output dapat disesuaikan secara lebih kontinu |
| Dual Fuel | Dapat menggunakan gas dan light oil sesuai konfigurasi |
| Heavy Duty | Ditujukan untuk aplikasi dengan heat load tinggi |
Untuk boiler yang memiliki perubahan beban cukup besar, sistem modulating dapat memberikan kontrol heat input yang lebih fleksibel dibandingkan burner two-stage.
Studi Kasus Pemilihan Riello RLS
Misalnya sebuah steam boiler membutuhkan heat input:
1.000 kW
Pilihan yang dapat dievaluasi adalah:
Riello RLS 100
dengan kapasitas maksimum sekitar:
1.163 kW
Secara kapasitas, burner memiliki margin terhadap kebutuhan 1.000 kW.
Namun, teknisi harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap:
- Minimum firing rate
- Gas pressure
- Oil pressure
- Furnace pressure
- Flame dimension
- Combustion chamber
- Gas train
- Oil supply system
Jika semua parameter sesuai, RLS 100 dapat menjadi kandidat yang sesuai.
Riello RLS 500/M MX
Untuk aplikasi industrial boiler dengan kebutuhan heat input sekitar:
4.000 kW
dapat dilakukan evaluasi terhadap RLS 500/M MX, yang memiliki firing range hingga sekitar 5.050 kW berdasarkan data yang digunakan.
Karena sistem ini memiliki kapasitas besar dan operasi modulating, evaluasi harus lebih detail.
Perlu diperiksa:
- Boiler heat load
- Minimum load
- Maximum load
- Gas pressure
- Oil pressure
- Gas flow
- Oil flow
- Furnace pressure
- Flame dimension
- Combustion chamber
- Control system
Untuk burner di atas beberapa MW, combustion engineering dan commissioning menjadi sangat penting.
Cara Memilih Riello RLS yang Tepat
Gunakan langkah berikut.
1. Tentukan Heat Load
Hitung kebutuhan panas equipment dalam kW atau kcal/h.
2. Tentukan Fuel
Tentukan apakah sistem menggunakan:
- Natural gas
- LPG
- Light oil
- Dual fuel
3. Periksa Fuel Pressure
Tekanan gas dan oil harus tersedia sesuai kebutuhan burner.
4. Periksa Combustion Chamber
Pastikan furnace mampu menerima flame dari burner.
5. Tentukan Sistem Kontrol
Pilih:
- Two stage
- Modulating
berdasarkan operating profile equipment.
6. Tentukan Gas Train dan Oil System
Sistem fuel supply harus sesuai dengan kapasitas burner.
Mengapa Memilih Riello RLS?
Beberapa alasan seri RLS menjadi pertimbangan pada aplikasi industri adalah:
Dual Fuel
Memberikan fleksibilitas penggunaan gas dan light oil pada konfigurasi yang sesuai.
Range Kapasitas Luas
Tersedia dari ratusan kW hingga lebih dari 11 MW pada model tertentu.
Two Stage
Cocok untuk aplikasi yang membutuhkan dua tingkat firing.
Modulating
Model tertentu tersedia dengan sistem modulating untuk kontrol heat input yang lebih fleksibel.
Aplikasi Industri
Dapat digunakan untuk boiler dan berbagai sistem industrial heating sesuai spesifikasi.
Kesimpulan
Riello RLS merupakan keluarga dual fuel burner yang tersedia dalam konfigurasi two-stage dan modulating dengan rentang kapasitas yang luas.
Model RLS 28 hingga RLS 130 berada pada kelas kapasitas hingga sekitar 1.395 kW, sedangkan seri RLS 500/M MX hingga RLS 1200/M MX mencakup kebutuhan heat input hingga sekitar 11.500 kW berdasarkan data kapasitas yang digunakan.
Salah satu model yang populer untuk aplikasi kapasitas menengah hingga besar adalah Riello RLS 100, dengan kapasitas hingga sekitar 1.163 kW atau 1.000.000 kcal/h.
Untuk aplikasi kapasitas sangat besar, seri RLS/M MX dapat dipertimbangkan dengan sistem modulating dan konfigurasi dual fuel.
Pemilihan burner tetap harus berdasarkan heat load, minimum dan maximum firing rate, gas pressure, oil pressure, combustion chamber, furnace pressure, flame dimension, gas train, oil supply system, serta operating profile equipment.
PT Indira Mitra Boiler menyediakan solusi Riello RLS burner, dual fuel burner, gas train, oil fuel system, installation, commissioning, combustion adjustment, maintenance, troubleshooting, dan spare part untuk kebutuhan boiler dan industri di Indonesia
Studi Banding Riello RLS Burner
Riello RLS merupakan keluarga dual fuel burner yang dirancang untuk menggunakan light oil dan gas pada konfigurasi yang sesuai. Seri ini tersedia dalam beberapa kelas kapasitas dan sistem kontrol, mulai dari two-stage progressive hingga modulating.
Riello menyebut RLS 28–130 untuk aplikasi seperti hot water boiler, hot air/steam generator, dan diathermic oil boiler, dengan firing range seri tersebut hingga sekitar 1.395 kW.
Untuk kapasitas yang jauh lebih besar, seri RLS/M MX mencapai sekitar 11.500 kW dan tersedia dengan operasi two-stage progressive atau modulating pada kedua bahan bakar, gas dan light oil.
1. RLS Two Stage vs RLS Modulating
| Parameter | RLS Two Stage | RLS Modulating |
|---|---|---|
| Bahan bakar | Gas + Light Oil | Gas + Light Oil |
| Sistem operasi | Two Stage | Modulating |
| Kontrol kapasitas | Tahap rendah & tinggi | Dapat mengikuti kebutuhan beban secara lebih kontinu |
| Aplikasi | Boiler dan heating umum | Boiler dengan beban berubah-ubah |
| Kontrol temperatur | Baik | Lebih presisi |
| Investasi sistem | Relatif lebih sederhana | Lebih kompleks |
| Cocok untuk | Beban relatif stabil | Beban sangat fluktuatif |
| Kapasitas | Kecil–besar | Menengah hingga sangat besar |
Pada sistem two-stage progressive, burner menyesuaikan output antara tingkat kapasitas yang telah ditentukan. Riello menjelaskan bahwa RLS dapat mengikuti kebutuhan beban dengan dua level output dan rasio modulasi tertentu.
Pada sistem modulating, burner dapat mempertahankan operasi pada berbagai tingkat output di antara minimum dan maksimum. Untuk konfigurasi tertentu diperlukan regulator dan probe tambahan.
2. Studi Banding RLS 28 sampai RLS 130
Untuk aplikasi kapasitas menengah, seri RLS dapat dibandingkan berdasarkan firing range.
| Model | Minimum | Intermediate | Maximum |
|---|---|---|---|
| RLS 28 | 100 kW | 163 kW | 325 kW |
| RLS 38 | 116 kW | 232 kW | 442 kW |
| RLS 50 | 145 kW | 290 kW | 581 kW |
| RLS 70 | 232 kW | 465 kW | 814 kW |
| RLS 100 | 349 kW | 698 kW | 1.163 kW |
| RLS 130 | 465 kW | 930 kW | 1.395 kW |
Data firing range dapat berbeda menurut versi produk, pasar, dan konfigurasi burner, sehingga datasheet model yang akan dibeli harus menjadi acuan final. Riello secara resmi mencantumkan RLS 70–130 dengan rentang seri hingga 1.395 kW.
3. RLS 28 vs RLS 38
RLS 28
Cocok dipertimbangkan untuk kebutuhan heat load hingga sekitar 325 kW.
RLS 38
Memiliki kapasitas lebih besar hingga sekitar 442 kW.
Jika kebutuhan boiler berada di sekitar 300–350 kW, kedua model dapat menjadi kandidat, tetapi minimum firing rate dan furnace pressure harus dibandingkan.
4. RLS 50 vs RLS 70
RLS 50
Kapasitas maksimum sekitar:
581 kW
RLS 70
Kapasitas maksimum sekitar:
814 kW
Untuk kebutuhan sekitar 500 kW, RLS 50 dapat menjadi pilihan yang lebih dekat dengan heat load. Namun apabila boiler membutuhkan kapasitas mendekati 700–800 kW, RLS 70 lebih relevan.
5. RLS 100 vs RLS 130
RLS 100
Maximum:
1.163 kW
atau sekitar:
1.000.000 kcal/h
RLS 130
Maximum:
1.395 kW
atau sekitar:
1.200.000 kcal/h
Untuk boiler sekitar 1 MW, RLS 100 menjadi kandidat yang sangat relevan.
Jika kebutuhan mendekati 1,2–1,3 MW, RLS 130 dapat dievaluasi.
Namun jangan memilih RLS 130 hanya karena kapasitas maksimumnya lebih besar. Minimum firing rate juga harus sesuai dengan minimum load boiler.
6. Studi Banding RLS 100 dengan RLS 130
| Parameter | RLS 100 | RLS 130 |
|---|---|---|
| Max. Output | 1.163 kW | 1.395 kW |
| Kelas | Medium–large | Large |
| Aplikasi | Boiler, thermal oil, heating | Boiler, thermal oil, heating |
| Fuel | Gas + Light Oil | Gas + Light Oil |
| Operation | Two Stage* | Two Stage* |
| Cocok untuk | ±1 MW | ±1,2–1,4 MW |
*Tergantung konfigurasi/model yang digunakan.
7. RLS/M MX untuk Kapasitas Besar
Jika kebutuhan heat load sudah mencapai beberapa MW, kelas burner berubah.
Contoh:
| Model | Maximum Output |
|---|---|
| RLS 500/M MX | 5.050 kW |
| RLS 650/M MX | 6.550 kW |
| RLS 800/M MX | 8.000 kW |
| RLS 1000/M MX | 10.600 kW |
| RLS 1200/M MX | 11.500 kW |
Seri RLS 1000–1200/M MX secara resmi mencakup firing range hingga 11.500 kW dan dirancang untuk hot water boiler, overheated water boiler, serta steam boiler.
8. Studi Kasus Boiler 5 MW
Misalnya sebuah steam boiler membutuhkan:
Heat Load = 5.000 kW
Maka burner yang dapat dievaluasi adalah:
RLS 500/M MX
dengan kapasitas maksimum sekitar 5.050 kW berdasarkan data yang digunakan.
Tetapi margin 50 kW sangat kecil.
Dalam praktik engineering, perlu diperiksa kembali:
- Boiler efficiency
- Heat loss
- Fuel pressure
- Furnace pressure
- Minimum load
- Flame dimension
- Combustion chamber
- Gas train
- Oil supply system
Jika kebutuhan aktual boiler benar-benar 5.000 kW, pemilihan burner sebaiknya tidak hanya mengejar angka maksimum burner.
9. Studi Kasus Boiler 8 MW
Untuk boiler dengan kebutuhan sekitar:
8.000 kW
dapat dievaluasi:
RLS 800/M MX
Maximum sekitar:
8.000 kW
Namun prinsipnya sama: kapasitas maksimum burner sebaiknya tidak digunakan sebagai satu-satunya dasar pemilihan.
Perlu disediakan margin engineering sesuai desain equipment dan operating condition.
10. Two Stage atau Modulating?
Ini merupakan salah satu pertanyaan paling penting ketika memilih Riello RLS.
Gunakan Two Stage apabila:
- Beban boiler relatif stabil
- Sistem tidak membutuhkan kontrol heat input sangat presisi
- Sistem operasi lebih sederhana
- Perubahan beban tidak terlalu ekstrem
- Investasi awal ingin lebih sederhana
Gunakan Modulating apabila:
- Beban boiler berubah-ubah
- Boiler sering bekerja pada partial load
- Temperatur atau pressure harus lebih stabil
- Dibutuhkan penyesuaian heat input secara kontinu
- Efisiensi pada partial load menjadi perhatian utama
Riello menjelaskan bahwa operasi modulating memungkinkan burner bekerja dalam waktu lama pada intermediate output, sedangkan two-stage bekerja antara level output yang telah ditentukan.
11. Studi Banding Konsumsi Bahan Bakar
Efisiensi tidak boleh dinilai hanya dari merek burner.
Misalnya dua burner memiliki kapasitas:
1.000 kW
Tetapi boiler hanya membutuhkan rata-rata:
500 kW
Burner yang mampu mengikuti partial load dengan lebih baik berpotensi memberikan keuntungan operasional dibandingkan sistem yang sering bekerja secara kasar antara low dan high fire.
Namun konsumsi aktual harus dibuktikan melalui:
- Fuel flow measurement
- O₂
- CO₂
- CO
- Flue gas temperature
- Excess air
- Boiler efficiency
- Operating hours
Jadi istilah “hemat bahan bakar” harus berdasarkan hasil commissioning dan pengukuran lapangan, bukan hanya kapasitas burner.
12. Studi Banding Gas dan Light Oil
Keunggulan utama RLS adalah fleksibilitas dual fuel.
Saat menggunakan Gas
Sistem membutuhkan:
- Gas train
- Gas filter
- Gas regulator
- Gas pressure switch
- Safety gas valve
Saat menggunakan Light Oil
Sistem membutuhkan:
- Fuel tank
- Oil pump
- Oil filter
- Oil piping
- Fuel pressure control
- Oil nozzle
Riello menjelaskan bahwa pada RLS two-stage, pengaturan output berbeda dilakukan melalui sistem nozzle pada sisi oil dan gas train two-stage pada sisi gas, dengan udara disesuaikan melalui servomotor.
13. Keunggulan RLS untuk Industri
Beberapa alasan RLS menjadi kandidat untuk aplikasi industrial heating:
Dual Fuel
Gas dan light oil dalam satu sistem burner sesuai konfigurasi.
Two Stage
Memberikan dua tingkat operasi untuk menyesuaikan kebutuhan thermal.
Modulating
Pada model tertentu dapat digunakan sistem modulating dengan regulator dan probe.
Kapasitas Luas
Dari ratusan kW hingga lebih dari 11 MW.
Aplikasi Beragam
Dapat digunakan pada:
- Steam boiler
- Hot water boiler
- Thermal oil boiler
- Hot air generator
- Furnace
- Industrial heating
Riello mencantumkan RLS sebagai burner untuk aplikasi hot water, steam dan diathermic oil pada kelas model terkait.
Kesimpulan Studi Banding Riello RLS Burner
Berdasarkan studi banding Riello RLS Burner, pemilihan burner sebaiknya tidak hanya berdasarkan kapasitas maksimum, tetapi juga mempertimbangkan firing range, kebutuhan heat load, sistem kontrol, jenis bahan bakar, tekanan fuel, combustion chamber, dan pola operasi boiler.
Untuk kebutuhan kapasitas hingga sekitar 1,4 MW, seri Riello RLS 28 sampai RLS 130 dapat menjadi kelompok burner yang perlu dievaluasi.
- RLS 100 dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan heat load sekitar 1 MW.
- RLS 130 dapat dievaluasi untuk kebutuhan sekitar 1,2–1,4 MW.
- Untuk kebutuhan beberapa MW, dapat dipertimbangkan seri RLS/M MX, dengan kapasitas hingga sekitar 11.500 kW pada RLS 1200/M MX.
Two Stage vs Modulating
Dari sisi sistem kontrol, Riello RLS Two Stage cocok untuk aplikasi yang memiliki beban relatif stabil dan tidak membutuhkan perubahan heat input secara kontinu.
Sementara itu, Riello RLS Modulating lebih sesuai untuk boiler atau industrial heating system yang sering bekerja pada partial load dan membutuhkan pengaturan kapasitas pembakaran yang lebih fleksibel.
Sistem modulating dapat membantu burner menyesuaikan heat input dengan kebutuhan aktual equipment, terutama ketika beban thermal berubah secara signifikan.
Burner yang Tepat Tidak Selalu Burner Terbesar
Pemilihan Riello RLS Burner yang tepat harus berdasarkan kesesuaian antara kapasitas burner dan kebutuhan equipment.
Parameter yang perlu diperhatikan meliputi:
- Heat load
- Minimum dan maximum firing rate
- Fuel type
- Gas pressure
- Oil pressure
- Fuel consumption
- Furnace pressure
- Combustion chamber
- Flame dimension
- Gas train
- Oil fuel system
- Operating profile
- Control system
Dengan demikian, burner terbaik bukan selalu burner dengan kapasitas terbesar, tetapi burner yang memiliki firing range, sistem kontrol, fuel system, dan karakteristik pembakaran yang paling sesuai dengan kondisi operasional boiler atau equipment.
Untuk aplikasi industri, pemilihan akhir sebaiknya dilanjutkan dengan burner sizing, combustion calculation, gas train sizing, fuel system calculation, serta commissioning dan combustion adjustment.
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

