THERMAL OIL HEATER/BOILER 1.000.000 KCAL(1000 MCAL)
Desain thermal oil boiler mrek IDM kpasitas 1.000.000 kcal/h yang di produski oleh PT indira mitra boiler merupakan mesin thermal fluid yang digunakan untuk membawa energi panas pada aplikasi industri proces dan juga mesin usaha UMK lain. Thermal oil boiler cocok digunakan pada aplikasi bersuhu tinggi di mana kondisi operasi idealnya berada di antara 70ºC sampai 300ºC. Untuk mesin pemanasan dengan menggunakan Thermal oil IDM ini akan memiliki efisiensi cukup tinggi jika dibandingkan dengan metode pemanasan lain seperti boiler steam (uap), elektrik heater atau direct fired.

Kami selaku perushaan manufature boiler oil di indonesia juga menyedikan jasa konsultasi atau memberikan produk lebih baik demi mengikuti kemajuan teknologi mesin industri yang signifikan. Diantaranya mesin pemanas produksi IDM yang sekarang jauh lebih stabil pada suhu tinggi, tidak beracun dan dapat mencapai suhu yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan pembuat thermal oil yang meneliti dan mengembangkan teknologi thermal oil ini sebagai salah satu bidang bisnis mereka.
Komponen uatama dan spesifikasi Thermal Oil 1.000.000 Kcal/h
Komponen Utama Thermal Oil Heater
Thermal Oil Heater merupakan sistem pemanas yang menggunakan heat transfer oil (HTO) sebagai media pembawa panas. Agar sistem dapat bekerja secara aman dan stabil, setiap komponen utama harus dirancang sesuai kapasitas dan kondisi operasi.
1. Coil Pemanas (Heating Coil)
Heating Coil merupakan komponen utama tempat thermal oil mengalir dan menerima panas dari gas hasil pembakaran.
Coil pemanas dibuat menggunakan seamless boiler tube yang dibentuk dan di-roll secara continuous sesuai desain. Sambungan las diperiksa menggunakan metode inspeksi yang sesuai dengan spesifikasi engineering. Pengujian tekanan akhir juga dilakukan untuk memastikan integritas dan kekuatan sistem.
Aliran thermal oil di dalam coil dirancang dengan kecepatan yang sesuai. Tujuannya adalah menjaga perpindahan panas tetap optimal dan mencegah overheating pada thermal oil. Temperatur film yang terlalu tinggi dapat menyebabkan degradasi thermal oil dan terbentuknya deposit atau carbonization pada permukaan coil.
2. Burner
Burner berfungsi sebagai perangkat pembakaran yang mencampurkan bahan bakar dan udara dalam rasio yang sesuai untuk menghasilkan panas.
Pada saat proses start-up, sistem ignition menghasilkan percikan atau sumber penyalaan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara. Burner kemudian mempertahankan api sesuai kebutuhan panas thermal oil heater.
Burner dapat menggunakan berbagai jenis bahan bakar, seperti:
- Solar atau HSD
- Natural Gas
- LPG
- CNG
- LNG
- Heavy Oil
Pemilihan burner harus disesuaikan dengan kapasitas thermal oil heater, jenis bahan bakar, tekanan bahan bakar, kebutuhan temperatur, dan sistem kontrol.
3. Pompa Sirkulasi Thermal Oil
Circulating Pump merupakan salah satu komponen terpenting dalam sistem thermal oil heater. Pompa ini berfungsi mengalirkan thermal oil secara kontinu dari heater menuju peralatan pengguna panas dan kembali ke heater.
Kapasitas pompa harus disesuaikan dengan kebutuhan flow rate, pressure drop, temperatur operasi, dan karakteristik thermal oil.
Sirkulasi yang stabil sangat penting karena dapat membantu menjaga temperatur thermal oil dan mencegah overheating pada heating coil.
4. Tangki Ekspansi (Expansion Tank)
Thermal oil akan mengalami peningkatan volume ketika temperatur meningkat. Oleh karena itu, sistem thermal oil membutuhkan expansion tank untuk mengakomodasi perubahan volume tersebut.
Ukuran expansion tank harus dihitung berdasarkan volume total thermal oil dalam sistem, temperatur operasi, dan karakteristik ekspansi thermal oil.
Selain itu, expansion tank juga menjadi bagian penting dalam menjaga kestabilan tekanan dan volume thermal oil selama proses pemanasan dan pendinginan.
5. Thermal Oil / Heat Transfer Oil (HTO)
Heat Transfer Oil (HTO) berfungsi sebagai media pembawa panas dari thermal oil heater menuju peralatan proses.
Pemilihan thermal oil harus disesuaikan dengan temperatur operasi dan temperatur film maksimum yang direkomendasikan oleh produsen thermal oil.
Beberapa sistem menggunakan thermal oil untuk temperatur operasi tinggi hingga sekitar 300–350°C, tetapi batas tersebut tidak dapat digeneralisasi untuk semua jenis thermal oil. Karena itu, spesifikasi dari manufacturer HTO harus menjadi acuan utama.
Thermal oil yang sesuai akan membantu menjaga stabilitas temperatur, efisiensi perpindahan panas, dan umur pakai sistem.
6. Panel Kontrol
Control Panel berfungsi sebagai pusat kontrol dan monitoring seluruh sistem thermal oil heater.
Panel kontrol dapat mengatur dan memonitor berbagai komponen, seperti:
- Burner
- Circulating pump
- Expansion system
- Temperatur supply dan return
- Pressure
- Flow
- High temperature protection
- Flame failure protection
- Emergency stop
- Alarm dan interlock system
Dengan sistem kontrol yang tepat, operasi thermal oil heater dapat berlangsung secara otomatis, aman, dan stabil.
Spesifikasi 1 Unit Thermal Oil Heater 1.000.000 kcal/h
Untuk unit Thermal Oil Heater kapasitas 1.000.000 kcal/h, spesifikasi teknis dapat disusun berdasarkan kebutuhan temperatur, jenis thermal oil, bahan bakar, dan kondisi operasi di lapangan.
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Kapasitas Pemanasan | 1.000.000 kcal/h |
| Media Pemanas | Heat Transfer Oil / Thermal Oil |
| Tipe | Thermal Oil Heater |
| Sistem Sirkulasi | Forced Circulation |
| Burner | Automatic Industrial Burner |
| Bahan Bakar | Solar / Gas / LPG / CNG / sesuai desain |
| Heating Coil | Seamless Boiler Tube |
| Circulating Pump | Sesuai kebutuhan flow & pressure |
| Expansion Tank | Sesuai volume thermal oil |
| Control Panel | Automatic Control & Safety Interlock |
| Kontrol Temperatur | Automatic Temperature Control |
| Sistem Pengaman | Flame Failure, High Temperature, Low Flow & Emergency Stop |
Spesifikasi Thermal Oil Heater 1.000.000 kcal/h
Thermal Oil Heater kapasitas 1.000.000 kcal/h (1.000 Mcal/h) dirancang untuk menghasilkan panas secara tidak langsung menggunakan heat transfer oil (thermal oil) sebagai media pembawa panas.
Sistem menggunakan forced circulation sehingga thermal oil bersirkulasi secara kontinu melalui heating coil. Dengan desain tersebut, panas dari proses pembakaran dapat ditransfer secara stabil ke thermal oil sebelum dialirkan menuju peralatan pengguna panas.
Data Teknis Thermal Oil Heater
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Thermal Capacity | 1.000 Mcal/h |
| Quantity | 1 Unit |
| Coil Pipe Heater | Ø 76,1 × 3,2 mm |
| Design Temperature | 300 °C |
| Maximum Thermal Fluid Temperature | 290 °C |
| ΔT Outlet – Inlet | 32 °C |
| Test Pressure Coil | 12 barg |
| Length TOH Only | ±4.000 mm |
| Diameter TOH Only | ±2.150 mm |
| Height TOH Only | ±1.960 mm |
| Thermal Oil Inlet Flange | DN150 |
| Thermal Oil Outlet Flange | DN150 |
| Empty Weight | ±10.000 kg |
| Circulation Pump Flow Rate | 180 m³/h |
| Pump Head | Maks. 60 m |
| Power Consumption | ±60 kW |
| Insulation & Cladding | Stainless Steel |
| Pressure Gauge with Switch | 1 Unit |
| Control Panel | Schneider |
| Temperature Controller | Autonics – 3 Unit |
| Circulation Pump | KSB Etanorm SYT Series |
| Circulation Pump Quantity | 2 Unit |
| Burner | Single Fuel Gas – 1 Set |
| Fuel Tank | Mild Steel Plate 6 mm – 4.000 L |
| Expansion Tank | Mild Steel 6 mm – 1.000 L |
| Expansion Tank Support | Included |
| Collecting Tank | Mild Steel 6 mm – 1.500 L |
| Chimney | Ø380 × 6 mm × 9 m |
Catatan Fuel Burner
Pada data di atas terdapat burner single fuel gas, sedangkan terdapat data konsumsi diesel oil 240 L/jam pada load 85%.
Jika unit yang dimaksud menggunakan gas burner, maka angka 240 L/jam jangan ditampilkan sebagai konsumsi aktual unit gas. Angka tersebut sebaiknya ditulis sebagai:
Konsumsi bahan bakar diesel: ±240 L/jam pada beban 85%, apabila menggunakan konfigurasi diesel burner.
Sedangkan untuk konfigurasi gas, konsumsi harus dinyatakan dalam Nm³/h dan dihitung berdasarkan jenis gas serta nilai kalor bahan bakarnya.
Desain Thermal Oil Heater yang Kompak
Thermal Oil Heater IDM dirancang dengan konstruksi yang kompak dan efisien, sehingga dapat ditempatkan pada area instalasi yang relatif terbatas.
Desain unit juga mempertimbangkan kemudahan inspeksi dan maintenance. Akses pemeriksaan dapat disediakan melalui bagian atas unit untuk membantu proses pemeriksaan, pembersihan ruang bakar, dan inspeksi komponen internal.
Dengan pilihan kapasitas dan konfigurasi yang beragam, Thermal Oil Heater dapat disesuaikan dengan kebutuhan temperatur, kapasitas panas, jenis bahan bakar, serta karakteristik proses pada masing-masing industri.
Sistem Sirkulasi Thermal Oil
Sistem ini menggunakan circulation pump untuk menjaga thermal oil tetap mengalir secara kontinu melalui heating coil dan menuju peralatan pengguna panas.
Dengan flow rate desain 180 m³/h, sistem sirkulasi harus mempertahankan aliran yang cukup untuk menjaga perpindahan panas dan mengurangi risiko overheating pada thermal oil.
Penggunaan 2 unit circulation pump juga dapat dikonfigurasikan sebagai sistem duty dan standby, sehingga kontinuitas operasi dapat lebih terjaga apabila salah satu pompa membutuhkan maintenance.
Aplikasi Thermal Oil Heater
Thermal Oil Heater digunakan untuk menghasilkan panas pada temperatur tinggi dengan menggunakan heat transfer oil sebagai media perpindahan panas.
Berbeda dengan steam boiler, sistem thermal oil tidak menggunakan air sebagai media utama perpindahan panas. Karena itu, pada sistem thermal oil tidak diperlukan proses pembentukan steam seperti pada boiler konvensional.
Salah satu keunggulan sistem ini adalah kemampuan menyediakan temperatur proses yang tinggi dengan sistem sirkulasi thermal oil, tanpa harus mengoperasikan sistem steam pada tekanan tinggi yang diperlukan untuk mencapai temperatur yang sama.
Beberapa aplikasi Thermal Oil Heater antara lain:
- Pemanasan tangki
- Pemanasan vessel dan reactor
- Pemanasan reboiler
- Pemanasan oven industri
- Mesin penggorengan industri
- Pemanasan gas
- Pemanasan jacketed vessel
- Pembangkit steam tidak langsung
- Pemanasan fluida proses
- Pemanasan mold atau heated mold
- Pemanasan crude oil
- Pemanasan calendar roll
- Pemanas gedung
- Industri plastik dan karet
- Industri tekstil dan laundry
- Industri makanan dan minuman
- Industri bahan bangunan
- Industri pengolahan logam
- Industri plywood
- Industri kimia
Keunggulan Thermal Oil Heater
Thermal Oil Heater memiliki beberapa keunggulan untuk aplikasi yang membutuhkan temperatur proses tinggi dan stabil.
1. Temperatur Operasi Tinggi
Thermal oil dapat digunakan sebagai media transfer panas untuk proses dengan temperatur tinggi. Pemilihan jenis thermal oil harus disesuaikan dengan operating temperature dan maximum film temperature yang direkomendasikan oleh produsen HTO.
2. Tidak Membutuhkan Steam sebagai Media Pemanas
Thermal oil berfungsi langsung sebagai media pembawa panas dari heater menuju peralatan proses. Dengan demikian, sistem tidak membutuhkan proses pembentukan steam seperti pada steam boiler.
3. Tidak Membutuhkan Sistem Boiler Water Treatment
Karena media perpindahan panasnya adalah thermal oil, sistem utama tidak menggunakan air boiler sebagai media pemanas. Oleh sebab itu, kebutuhan water treatment yang khusus untuk boiler dapat dikurangi.
Namun, kualitas thermal oil tetap harus dipantau, termasuk viskositas, kondisi oksidasi, degradasi dan umur pakainya.
4. Temperatur Lebih Stabil
Sirkulasi thermal oil yang kontinu memungkinkan panas disalurkan secara stabil ke beberapa peralatan proses. Sistem kontrol burner dan temperatur kemudian dapat mengatur kapasitas pembakaran sesuai kebutuhan beban.
Satu Thermal Oil Heater untuk Beberapa Temperature Loop
Salah satu keuntungan sistem thermal oil adalah satu sumber panas dapat digunakan untuk melayani beberapa kebutuhan proses, selama temperatur maksimum heater, thermal oil, heat exchanger, dan seluruh komponen sistem dirancang sesuai kebutuhan.
Contohnya, satu thermal oil heater dapat menyediakan panas untuk beberapa heat-consuming equipment yang memiliki kebutuhan temperatur berbeda.
Misalnya:
- Loop A: 250°C
- Loop B: 200°C
- Loop C: 70°C
Masing-masing loop dapat memiliki circulation system, control valve, heat exchanger, atau temperature control tersendiri sesuai kebutuhan proses.
Penting: koreksi contoh 350°C
Pada spesifikasi unit yang Anda berikan:
- Design temperature = 300°C
- Maximum thermal fluid temperature = 290°C
Jadi, jangan menulis bahwa unit ini dapat melayani loop 350°C.
Loop 350°C hanya dapat digunakan apabila heater, thermal oil, heating coil, pump, valve, piping, gasket, insulation, dan seluruh komponen sistem memang dirancang untuk temperatur tersebut.
Untuk unit 1.000.000 kcal/h dengan design temperature 300°C, contoh yang lebih aman adalah:
Satu Thermal Oil Heater dapat digunakan untuk beberapa temperature loop, misalnya 250°C, 200°C, dan 70°C, dengan masing-masing loop dikontrol sesuai kebutuhan proses.
Dengan demikian, sistem menjadi lebih fleksibel tanpa harus menyediakan satu heater terpisah untuk setiap kebutuhan temperatur.
Kesimpulan
Thermal Oil Heater 1.000.000 kcal/h merupakan sistem pemanas industri yang dirancang untuk kebutuhan proses dengan temperatur tinggi, perpindahan panas stabil, dan operasi kontinu.
Dengan kapasitas 1.000.000 kcal/h, heating coil Ø76,1 × 3,2 mm, serta circulation flow 180 m³/h, unit dapat digunakan untuk berbagai aplikasi industri. Beberapa di antaranya adalah pemanasan tangki, reactor, oven, fryer, reboiler, industri makanan, kimia, tekstil, plywood, plastik, karet, dan berbagai proses manufaktur lainnya.
Selain itu, pemilihan thermal oil, burner, circulation pump, expansion tank, piping, dan control panel harus disesuaikan dengan kondisi operasi dan kebutuhan proses. Perhitungan yang tepat akan membantu menjaga stabilitas temperatur, efisiensi perpindahan panas, keamanan operasi, dan umur pakai peralatan.
Dengan desain dan konfigurasi yang sesuai, Thermal Oil Heater IDM dapat menjadi solusi pemanasan yang aman, efisien, stabil, dan ekonomis untuk berbagai kebutuhan industri.
Keuntungan Thermal oil IDM
Thermal Oil Heater IDM menawarkan solusi energi yang komprehensif menggunakan teknologi pembakaran fluid bed efisiensi tinggi, penghilangan abu terintegrasi dan sistem kontrol polusi udara. Ini membutuhkan perawatan minimum karena satu-satunya bagian yang bergerak berada di luar zona panas. Ini menggunakan operasi suhu rendah dari pembakar api fluida, yang menghasilkan tingkat NOx terendah yang menawarkan lingkungan yang lebih sehat dan lebih aman untuk industri Anda. beberpa keuntungan lain yang dapat di peroleh:
• Teknologi sistem efisiensi tinggi
• Opsi penyesuaian untuk memenuhi permintaan industri
• Bebas anti kerak atau korosi
• Biaya operasi dan pemeliharaan rendah
• Air besih/ water traitmen tidak diperlukan
• Kontrol sepenuhnya otomatis
• Emisi NOx dan Sox rendah
• Fleksibilitas bahan bakar
• Usia pengoprasian lebih lama
• Bergaransi 1 tahun

Fitur yang di miliki thermal oil IDM
Fitur Thermal Oil Heater IDM
Thermal Oil Heater IDM merupakan sistem pemanas thermal oil yang dirancang untuk kebutuhan pemanasan industri dengan temperatur tinggi. Unit dapat dibuat dalam konfigurasi horizontal maupun vertikal, menggunakan heating coil multi-tube yang ditempatkan di dalam ruang pemanas dan dilengkapi dengan sistem kontrol serta perangkat keselamatan.
1. Kapasitas Thermal Oil Heater Beragam
Thermal Oil Heater IDM tersedia dalam berbagai pilihan kapasitas sesuai kebutuhan proses, mulai dari sekitar 600.000 kcal/h hingga 1.000.000 kcal/h.
Unit dapat dirancang dengan parameter operasi sesuai kebutuhan aplikasi, termasuk tekanan dan temperatur desain. Untuk konfigurasi tertentu, desain dapat mencapai tekanan hingga 10 barg dan temperatur desain hingga 350°C, dengan tetap mengacu pada spesifikasi engineering dan karakteristik thermal oil yang digunakan.
2. Heating Coil dengan Perpindahan Panas Optimal
Salah satu komponen utama Thermal Oil Heater IDM adalah heating coil. Coil dibuat menggunakan pipa yang dibentuk secara presisi untuk menghasilkan jalur aliran thermal oil yang konsisten.
Susunan coil dirancang agar jarak antar tube tetap optimal tanpa penyempitan atau deformasi yang dapat mengganggu aliran thermal oil.
Dengan desain tersebut, perpindahan panas dapat berlangsung secara merata dan stabil, sementara aliran thermal oil tetap terjaga di sepanjang heating coil.
3. Efisiensi Thermal yang Tinggi
Thermal Oil Heater IDM dirancang dengan sistem perpindahan panas bertahap untuk meningkatkan pemanfaatan energi dari gas hasil pembakaran.
Desain aliran thermal oil dan konfigurasi heating coil membantu meningkatkan kecepatan aliran pada area pemanasan yang membutuhkan kontrol temperatur lebih baik. Pada saat yang sama, sistem dirancang untuk menjaga pressure drop tetap sesuai dengan kemampuan circulation pump.
Pada konfigurasi tertentu, sistem dapat dilengkapi dengan air preheater pada sisi gas buang. Perangkat ini memanfaatkan panas gas buang untuk memanaskan udara pembakaran sebelum masuk ke burner.
Penggunaan air preheater dapat membantu meningkatkan efisiensi termal sistem. Nilai efisiensi aktual bergantung pada kapasitas, temperatur operasi, burner, bahan bakar, temperatur gas buang, dan konfigurasi heat recovery.
4. Ruang Bakar yang Dirancang untuk Pembakaran Efisien
Ruang bakar Thermal Oil Heater IDM ditempatkan pada bagian inti sistem pemanasan. Dimensi ruang bakar disesuaikan dengan kapasitas burner dan kebutuhan heat release.
Ruang bakar yang dirancang dengan baik membantu menghasilkan proses pembakaran yang lebih stabil. Selain itu, desain furnace yang sesuai dapat membantu mengoptimalkan perpindahan panas dan mengendalikan temperatur gas pembakaran.
Untuk aplikasi tertentu, burner dapat dipasang sesuai konfigurasi horizontal atau vertikal berdasarkan desain unit dan kondisi instalasi.
5. Insulasi Thermal untuk Mengurangi Heat Loss
Seluruh ruang pemanas dilengkapi dengan sistem insulasi thermal untuk mengurangi kehilangan panas ke lingkungan.
Material insulasi dipilih berdasarkan temperatur operasi sehingga panas dari proses pembakaran dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memanaskan thermal oil.
Bagian luar unit kemudian dilengkapi dengan cladding untuk melindungi lapisan insulasi sekaligus memberikan tampilan yang lebih rapi dan meningkatkan perlindungan terhadap kondisi lingkungan.
6. Sistem Kontrol dan Keselamatan
Thermal Oil Heater IDM dilengkapi dengan sistem kontrol dan perangkat keselamatan yang disesuaikan dengan kebutuhan unit.
Sistem tersebut dapat mencakup:
- Temperature controller
- Pressure monitoring
- Thermal oil flow monitoring
- Burner flame failure protection
- High temperature protection
- Circulation pump interlock
- Emergency stop
- Alarm system
- Burner safety control
- Automatic temperature control
Sistem kontrol tersebut berfungsi menjaga operasi thermal oil heater tetap aman, stabil, dan sesuai dengan parameter proses.
OLYMPIA COMPACT OIL GAS BURNER
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
https://boilermarine.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
