Steam Boiler 750 kg Vertikal
Vertikal Steam Boiler 750 kg adalah salah satu jenis boiler yang sering di pakai saat ini, kami selaku perusahaan pembuat mesin boiler juga menyedikan boiler berbagai kapasitas . yang dimana beberapa keunggulan dari boiler jenis ini memiliki efesiensi yang tinggi, hemat air dan bahan bakar, dan memiliki ukuran yang tidak banyak memakan tempat, berikut akan di jelaskan tentang bagaimana cara kerja dan fungsi dari komponen boiler pada umumnya
steam boiler 750 kg pada bagian awal air masuk dari bagian bawah pipa dan menuju kedalam pipa kecil di susun berkeliling membentuk lingkaran. agar boiler dapat menghasilkan uap maka di perlukanya proses untuk memanaskan pipa air, yaitu dengan cara pembakaran bahan bakar melalui burner yang terletak pada bagian tengah pusat body boiler yang di sebut dengan ruang pembakaran. dalam proses pembakaran oleh api pada burner , maka akan bersamaan dengan timbulnya asap yang berasal dari hasil pembakaran. kemudian ketika asap yang di hasilkan menyetuh pipa air maka dapat memanaskan pipa kemudian asap akan keluar dari sela-sela pipa air. dengan desain body boiler yang tertutup , asap tersebut akan terkumpul dan keluar dari cerebong asap yang di sebut chimney gas buang. dengan proses tersebut maka uap yang di hasilkan pada boiler ini akan keluar ke bagian atas boiler melalui lubang kluar uap (steam Outlet)
Data teknis steam boiler 750 kg/h
Kapasitas Boiler : 750 kg/jam
Merk : IMB Bejo BOILER
Type : WATER TUBE BOILER VERTICAL
Tekanan kerja : 10 Kg/cm2
Bahan Bakar : LPG/CNG/Natural Gas
Tehnical Data Burner
- Thermal power min-max 592 kw
- Konsumsi bahan bakar 15 -40 kg /jam
- Motor fan burner 1100 watt
- Power supply Volt. 1/N-230-50Hz
Perlengkapan operasi boiler
- Katup uap / steam outlet valve
- Katup Pembuangan/Manual blowdown valve
- Katup Air umpan/feed water valve
- Katup pengarah Air/feed water check valve
- Katup Pengaman/safety valves
Peralatan operasi boiler
- Penunjuk tekanan digital/pressure transmitter
- Manometer/pressure gauge
- Pengatur tekanan berlebih/pressure switch high
- Pengatur tinggi air boiler/ level probe level control
- Gelas penduga/visual level indicators
- Panel Control dilengkapi dengan Safety Equipment
Perawatan dan Pemeliharaan steam boiler 750 kg
Predictive Maintenance :
(Pemeliharaan Perkiraan)Kegiatan ini merupakan salah satu sistem pemeliharaan yangdidasarkan pada kondisi alat (Condition Base),untuk mengetahui gejala penyimpangan alat secara dini sehingga tidak terjadimesin mati karena rusak (Breakdown) terutama pada alat-alat yangberoperasi secara single run yaitu alat-alat produksi yang penting dan jumlah mesinnya satu.
Routine Maintenance :
(Pemeliharaan Rutin)Kegiatan ini dilakukan terhadap peralatan opersional yang dilakukansetiap hari dengan tujuan untuk memonitor atau mengetahui kondisi alat,sehingga apabila ada gejala kerusakan atau penyimpangan dapatdiketahui secara dini.
Overhaul :
Kegiatan pemeliharaan ini dilakukan dengan cara memeriksabagian internal dan mengganti part tertentu yang penting. Sasaran daritindakan ini adalah mengembalikan kondisi alat ke keadaan semula.Tindakan pemeliharaan ini dilakukan berdasarkan waktu (Time Base). Jadi secara periodik alat dalam kondisi baik maupun tidak dimatikan untukdilakukan Overhaul.
Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan pada Water TubeBoiler (Boiler Pipa Air )adalah :
Pemeliharaan Harian
a)Visual Inspection
b)Pemeriksaan Temperatur
c)Pemeriksaan Pressure2.
Pemeliharaan Mingguan
a)Visual Inspection
b)Pemeriksaan Temperatur
c)Pemeriksaan Pressure
d)Pemeriksaan peralatan dari ketidak normalan dan kondisioperasi sesuai dengan standart operasi
Pemeriksaan Bulanan
a)Visual Inspection
b)Pemeriksaan Temperatur
c)Pemeriksaan Pressure
d)Pemeriksaan peralatan dari ketidak normalan dan kondisioperasi sesuai dengan standart operasi dengan menggunakan peralatan yang sederhana saat operasi.Bagian pemeliharaan harus menentukan metode pemeriksaan dan urutan pelaksanaan pemeriksaan.
Tujuan perusahaan menggunakan Preventive Maintenance sebagai berikut :
a)Keamanan Water Tube Boiler dan Operator
b)Kelancaran proses produksi
c)Kualitas produk terjaga
Faktor Pendukung Pemeliharaan Boiler Pipa Air
a) Umur peralatan atau mesin produksi
b) Tingkat kapasitas pemakaian mesin
c) Kesiapan suku cadang
d) Kemampuan tim pemeliharaan untuk bekerja cepat
Demikian artikel kami pemabahasan steam boiler 750 kg dan cara pearwatanya, semoga bermanfaat dan bisa membantu, kami juga merupakan distributor pembauatan steam boiler jika ada kebutuhan atau mau konsultasi mengenai boiler bisa hubungi :
Studi Banding Steam Boiler 750 kg/h untuk Industri
Steam boiler 750 kg/h merupakan salah satu kapasitas boiler yang banyak digunakan untuk kebutuhan steam pada proses industri skala kecil hingga menengah. Dengan kapasitas produksi 750 kg steam per jam dan tekanan kerja hingga 10 kg/cm², boiler ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan proses yang membutuhkan steam secara kontinu.
Pada konfigurasi yang diberikan, IMB Bejo Boiler menggunakan desain Vertical Water Tube Boiler dengan burner berbahan bakar LPG, CNG, atau Natural Gas.
Catatan teknis: pemilihan burner dan konsumsi bahan bakar aktual harus divalidasi berdasarkan nilai kalor bahan bakar, tekanan operasi, efisiensi boiler, kondisi feed water, dan data nameplate burner. Angka 15–40 kg/jam sebaiknya dipahami sebagai rentang konsumsi sesuai kondisi operasi, bukan konsumsi konstan.
Spesifikasi Steam Boiler 750 kg/h
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Kapasitas Boiler | 750 kg/jam |
| Brand | IMB Bejo Boiler |
| Type | Vertical Water Tube Boiler |
| Tekanan Kerja | 10 kg/cm² |
| Bahan Bakar | LPG / CNG / Natural Gas |
| Thermal Power Burner | 592 kW min–max* |
| Konsumsi Fuel | 15–40 kg/jam* |
| Motor Fan Burner | 1.100 Watt |
| Power Supply | 1/N/230 V – 50 Hz |
*Perlu disesuaikan dengan datasheet burner dan jenis bahan bakar yang digunakan.
Studi Banding Boiler 750 kg/h
Dalam memilih boiler 750 kg/h, tidak cukup hanya membandingkan kapasitas produksi steam. Beberapa faktor teknis yang perlu dibandingkan adalah desain boiler, tekanan kerja, jenis bahan bakar, sistem burner, kontrol keselamatan, konsumsi energi, serta kemudahan maintenance.
1. Kapasitas Steam
Boiler memiliki kapasitas:
750 kg steam/jam
Artinya, pada kondisi desain, boiler ditujukan untuk menghasilkan hingga sekitar 750 kg steam setiap jam.
Kapasitas aktual dapat dipengaruhi oleh:
- Temperatur feed water
- Tekanan steam
- Kualitas air
- Beban proses
- Kondisi burner
- Efisiensi pembakaran
- Fouling dan scale
- Kondisi heat transfer surface
2. Tekanan Kerja 10 kg/cm²
Tekanan kerja yang diberikan adalah:
10 kg/cm²
Tekanan ini memungkinkan boiler digunakan untuk proses industri yang membutuhkan steam bertekanan relatif tinggi.
Aplikasi dapat meliputi:
- Food processing
- Textile
- Laundry industrial
- Rubber processing
- Chemical process
- Palm oil processing
- Pharmaceutical
- Heating process
- Sterilization
- Industrial production
Pemilihan tekanan tetap harus mengikuti kebutuhan proses dan batas desain boiler.
3. Vertical Water Tube Boiler
Salah satu karakteristik boiler ini adalah penggunaan desain:
Vertical Water Tube Boiler
Pada water tube boiler, air berada di dalam tube dan menerima panas dari proses pembakaran di furnace.
Secara sederhana:
Feed Water
↓
Water Tube
↓
Heat dari Burner
↓
Water berubah menjadi Steam
↓
Steam Outlet
Konfigurasi vertical dapat memberikan keuntungan dari sisi footprint karena desain boiler dapat dibuat lebih kompak dibandingkan beberapa konfigurasi horizontal dengan kapasitas sejenis.
4. Studi Banding Sistem Bahan Bakar
Boiler 750 kg/h ini dapat dikonfigurasikan menggunakan:
LPG
LPG memiliki keunggulan dari sisi kemudahan penggunaan pada lokasi yang belum memiliki jaringan gas alam.
Namun, biaya operasi perlu dibandingkan dengan harga LPG aktual dan konsumsi burner.
CNG
CNG dapat menjadi alternatif ketika suplai gas tersedia melalui sistem distribusi atau gas transport.
Penggunaan CNG membutuhkan perhatian terhadap:
- Pressure regulation
- CNG skid
- Gas train
- Filter
- Safety shut-off valve
- Gas pressure switch
Natural Gas
Natural gas dapat menjadi pilihan menarik apabila tersedia jaringan gas di lokasi industri.
Burner gas harus disesuaikan dengan:
Gas pressure + gas flow + burner capacity + combustion chamber.
5. Technical Data Burner
Burner memiliki thermal power yang dicantumkan:
592 kW
Dengan konversi energi:
1 kW ≈ 860 kcal/h
Maka:
592 × 860 ≈ 509.000 kcal/h
Sehingga burner berada pada kisaran ±509.000 kcal/h.
Untuk boiler 750 kg/h, kapasitas burner harus dievaluasi terhadap:
- Steam production
- Feed water temperature
- Boiler efficiency
- Operating pressure
- Heat loss
- Turndown burner
- Firing rate
Hal ini penting agar burner tidak terlalu kecil sehingga boiler sulit mencapai kapasitas, tetapi juga tidak terlalu besar sehingga terjadi short cycling atau pembakaran yang kurang efisien.
6. Motor Fan Burner
Motor fan:
1.100 Watt
Power supply:
230 V / 1 Phase / 50 Hz
Motor tersebut digunakan untuk menggerakkan fan combustion air.
Udara pembakaran sangat penting karena pembakaran gas membutuhkan rasio udara dan fuel yang tepat.
Secara sederhana:
Gas + Air → Combustion → Heat → Steam
Jika udara terlalu sedikit:
Incomplete Combustion
Jika udara terlalu banyak:
Excess Air terlalu tinggi → Heat Loss meningkat
Karena itu, setting burner dan combustion air perlu dilakukan dengan benar.
Perlengkapan Operasi Steam Boiler
Steam boiler 750 kg/h perlu dilengkapi dengan berbagai valve dan perangkat operasi untuk mendukung pengoperasian serta keselamatan.
Steam Outlet Valve
Berfungsi mengatur keluarnya steam menuju proses.
Manual Blowdown Valve
Digunakan untuk melakukan blowdown dan membantu mengendalikan konsentrasi dissolved solids dalam boiler water.
Feed Water Valve
Digunakan untuk mengatur suplai air umpan menuju boiler.
Feed Water Check Valve
Berfungsi mencegah aliran balik air dari boiler menuju sistem feed water.
Safety Valve
Safety valve merupakan salah satu perangkat keselamatan penting untuk melindungi boiler dari tekanan berlebih.
Instrumentasi Boiler
Boiler 750 kg/h juga memerlukan sistem monitoring dan safety control.
Pressure Transmitter
Digunakan untuk mengirimkan informasi tekanan kepada sistem kontrol.
Pressure Gauge
Memberikan pembacaan tekanan secara visual.
High Pressure Switch
Digunakan sebagai proteksi ketika tekanan boiler mencapai batas yang ditentukan.
Level Probe
Mendeteksi kondisi level air boiler dan memberikan input kepada sistem kontrol.
Visual Level Indicator
Memungkinkan operator melihat kondisi level air secara langsung.
Control Panel
Panel kontrol mengintegrasikan berbagai fungsi operasi dan safety boiler.
Maintenance Steam Boiler 750 kg/h
Sebuah industri menggunakan boiler 750 kg/h untuk proses produksi selama beberapa jam setiap hari.
Setelah beberapa bulan operasi, operator mulai menemukan:
- Tekanan steam lebih lama mencapai set point.
- Konsumsi bahan bakar meningkat.
- Burner lebih sering start-stop.
- Level water membutuhkan koreksi lebih sering.
- Blowdown menjadi tidak teratur.
Jika kondisi tersebut dibiarkan, performa boiler dapat menurun.
Pemeriksaan harian dapat mencakup:
- Tekanan steam.
- Temperatur.
- Level water.
- Kondisi burner.
- Flame burner.
- Fuel pressure.
- Kebocoran gas.
- Kondisi feed water.
- Blowdown.
- Alarm panel.
- Safety device.
Tujuannya adalah menemukan perubahan kondisi sedini mungkin.
Predictive Maintenance Burner untuk Mencegah Breakdown
Predictive maintenance burner merupakan metode pemeliharaan yang menggunakan kondisi aktual burner sebagai dasar untuk menentukan kapan pemeriksaan, service, atau penggantian komponen perlu dilakukan. Berbeda dengan maintenance berdasarkan jadwal saja, predictive maintenance berfokus pada perubahan kondisi dan performa burner selama beroperasi.
Pada burner boiler, thermal oil heater, oven, dryer, dan furnace, perubahan kecil pada motor, fan, tekanan fuel, flame, ignition, dan combustion dapat menjadi indikasi awal adanya masalah.
Dengan monitoring yang konsisten, potensi gangguan dapat diketahui sebelum berkembang menjadi burner lockout, flame failure, konsumsi bahan bakar meningkat, atau breakdown.
Mengapa Predictive Maintenance Burner Penting?
Burner merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pemanasan. Ketika burner mengalami gangguan, proses produksi dapat ikut berhenti.
Contohnya:
Motor fan mulai mengalami vibration
↓
Air supply berubah
↓
Rasio udara dan fuel tidak optimal
↓
Flame berubah
↓
Combustion efficiency menurun
↓
Temperatur proses tidak stabil
↓
Produksi terganggu
Dengan predictive maintenance, perubahan tersebut dapat diketahui lebih awal sehingga teknisi memiliki kesempatan melakukan tindakan sebelum terjadi kerusakan besar.
Parameter Predictive Maintenance Burner
Beberapa parameter utama yang dapat dimonitor antara lain:
1. Motor Current
Arus listrik motor burner dapat menjadi indikator kondisi motor dan beban fan.
Misalnya kondisi normal:
Motor Current = 4,5 A
Kemudian secara bertahap meningkat:
4,5 A → 4,8 A → 5,2 A → 5,8 A
Kenaikan tersebut perlu diperiksa.
Kemungkinan penyebab dapat meliputi:
- Fan mengalami hambatan.
- Bearing mulai aus.
- Impeller kotor.
- Shaft mengalami masalah.
- Airflow berubah.
- Motor mengalami abnormal loading.
Nilai arus tidak boleh dianalisis sendirian. Kondisi aktual motor, tegangan, beban, dan data nameplate juga perlu dibandingkan.
2. Fan Vibration
Fan merupakan bagian penting dari burner karena menyediakan udara pembakaran.
Monitoring vibration dapat membantu mendeteksi:
- Bearing wear.
- Impeller imbalance.
- Shaft misalignment.
- Fan mounting problem.
- Kotoran pada impeller.
- Kerusakan mekanis.
Jika vibration meningkat secara bertahap, teknisi dapat melakukan inspeksi sebelum terjadi kerusakan fan atau motor.
Contoh Kasus Burner Mulai Tidak Stabil
Misalnya boiler awalnya mampu mencapai tekanan operasi dengan normal.
Setelah beberapa waktu:
Start burner
↓
Ignition berhasil
↓
Flame mulai tidak stabil
↓
Burner lockout
↓
Operator reset
Jika kondisi ini berulang, jangan hanya melakukan reset control box.
Pemeriksaan perlu dilakukan terhadap:
- Gas pressure.
- Gas train.
- Flame detector.
- Ignition electrode.
- Combustion air.
- Burner head.
- Control box.
- Safety interlock.
Dengan pendekatan tersebut, penyebab masalah dapat ditemukan lebih sistematis.
Perbandingan Routine dan Predictive Maintenance
| Parameter | Routine Maintenance | Predictive Maintenance |
|---|---|---|
| Dasar pemeriksaan | Jadwal | Kondisi aktual |
| Frekuensi | Harian/berkala | Berdasarkan monitoring |
| Tujuan | Menjaga kondisi | Mendeteksi potensi kerusakan |
| Contoh | Check pressure | Analisis perubahan pressure |
| Burner | Cleaning & inspection | Monitoring flame/performance |
| Motor | Check kondisi | Monitoring vibration/current |
| Safety | Test berkala | Monitoring response |
Keduanya sebaiknya digunakan bersama.
Kesimpulan Studi Banding
Steam Boiler 750 kg/h IMB Bejo Boiler dengan konfigurasi Vertical Water Tube Boiler, tekanan kerja 10 kg/cm², dan burner gas dapat menjadi pilihan untuk aplikasi industri yang membutuhkan steam dengan kapasitas sekitar 750 kg/jam.
Keunggulan sistem tidak hanya ditentukan oleh kapasitas boiler, tetapi juga oleh:
Burner → Combustion → Heat Transfer → Feed Water → Steam Control → Safety System → Maintenance
Untuk mendapatkan performa yang baik, burner harus disetting sesuai dengan boiler dan jenis bahan bakar yang digunakan. Selain itu, routine maintenance dan predictive maintenance diperlukan untuk menjaga reliability, efisiensi, dan keselamatan operasi.
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

