Pengertian thermal oil IDM 1000.000 Kcal- 3000.000 Kcal
Thermal Oil boiler merek idm merupakan alat penghasil panas yang di hasilkan dari system sirkulasi oli (HTO) yang di bakar oleh kompor burner, dan di dorong oleh pompa transfer. Thermal oil boiler ini sangat di butuhkan di berbagai kebutuhan industry seperti, pabrik makanan, aspalt mixing plant, pembangkit listrik dan pabrik lain. Dimana kapasitas thermal oil idm yang sering di gunakan oleh industry-industri di Indonesia adalah kapasitas 1.000.000 Kcal hingga thermal oil 3.000.000 Kcal atau setara 1000 mcal -3000 Mcal.
Kami PT Indira mitra boiler selaku perusahaan yang berkomitmen untuk pengmbang alat mesin boiler dan thermal oil heater yang menggunakan mrek IDM (Indira Mitra Boiler) dan di produksi manufatur PT Indira mitra boiler.selain itu kami juga memberikan layanan diskusi pemilihan jenis dan kapasitas boiler yang tepat sesui kebutuhan pabrik, dimana perushaan kami yang sudah berdiri sejak tahun 2015 dan tenaga ahli yang berpengalaman di badangnya lebih dari puluhan tahun.

Pemilihan Thermal Oil Boiler yang Tepat untuk Industri
Pemilihan thermal oil boiler (thermal oil heater) yang tepat sangat penting untuk mendukung kelancaran proses produksi, menjaga temperatur proses, serta mengoptimalkan konsumsi energi. Sebelum membeli unit, perusahaan perlu memahami kebutuhan panas, kapasitas produksi, bahan bakar, area instalasi, hingga layanan purna jual.
Berikut beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam memilih thermal oil boiler untuk kebutuhan industri.
1. Mengetahui Kebutuhan Kapasitas
Tentukan terlebih dahulu kebutuhan panas dari seluruh peralatan produksi yang akan menggunakan thermal oil. Perhitungan sebaiknya mempertimbangkan:
- Jenis produk yang dipanaskan
- Kapasitas produksi
- Temperatur awal dan temperatur proses
- Waktu pemanasan yang diinginkan
- Jumlah mesin yang beroperasi secara bersamaan
- Heat loss pada sistem
- Pola beban produksi
Kapasitas thermal oil heater sebaiknya ditentukan berdasarkan perhitungan heat load, bukan hanya berdasarkan ukuran mesin produksi.
2. Konsultasi dengan Tenaga Ahli
Konsultasikan kebutuhan sistem dengan manufacturer atau tenaga teknis yang berpengalaman dalam thermal oil heating system. Data proses yang lengkap akan membantu menentukan kapasitas heater, circulation pump, expansion tank, piping, burner, dan perangkat kontrol yang sesuai.
3. Memahami Karakteristik Thermal Oil Heater
Sebelum menentukan produk, tanyakan spesifikasi dan karakteristik unit kepada manufacturer. Beberapa parameter yang perlu diketahui antara lain:
- Heating capacity (kW atau kcal/jam)
- Design dan operating temperature
- Design pressure
- Thermal oil flow rate
- Efficiency
- Burner capacity
- Jenis heating coil
- Sistem kontrol
- Safety interlock
- Kebutuhan daya listrik
Spesifikasi tersebut membantu memastikan unit sesuai dengan kebutuhan proses dan kondisi operasional pabrik.
4. Menentukan Kapasitas Sesuai Produksi
Thermal oil boiler yang terlalu kecil dapat menyebabkan proses pemanasan membutuhkan waktu lebih lama atau tidak mampu mencapai beban puncak. Sebaliknya, kapasitas yang terlalu besar dapat meningkatkan investasi awal dan berpotensi menyebabkan operasi burner kurang optimal pada beban rendah.
Karena itu, kapasitas perlu dihitung berdasarkan total heat demand dan pola operasi aktual, ditambah margin desain yang sesuai hasil perhitungan engineering.
5. Menentukan Jenis Bahan Bakar
Jenis bahan bakar menjadi faktor penting dalam pemilihan burner dan biaya operasional. Thermal oil heater dapat dirancang untuk berbagai sumber energi sesuai model, seperti:
- Natural gas
- LPG
- Solar / diesel
- Heavy fuel oil pada sistem yang sesuai
- Biomassa
- Energi listrik
Pemilihan sebaiknya mempertimbangkan harga energi, ketersediaan bahan bakar, sistem penyimpanan, maintenance, serta persyaratan emisi.
6. Menentukan Ruang dan Layout Boiler
Area instalasi perlu disiapkan berdasarkan dimensi thermal oil heater dan seluruh equipment pendukungnya.
Manufacturer sebaiknya menyediakan layout dan P&ID (Piping & Instrumentation Diagram) sebagai acuan engineering. Area tersebut perlu mempertimbangkan ruang untuk heater, burner, circulation pump, expansion tank, piping, valve, panel kontrol, cerobong, serta akses inspeksi dan maintenance.
7. Membandingkan Harga dan Scope Penawaran
Harga thermal oil boiler sebaiknya tidak dibandingkan hanya berdasarkan harga unit utama. Pastikan setiap quotation memiliki scope of supply yang jelas.
Periksa apakah harga sudah mencakup:
- Thermal oil heater
- Burner
- Circulation pump
- Expansion tank
- Control panel
- Instrumentasi dan safety device
- Valve dan accessories
- Chimney
- Piping tertentu
- Instalasi
- Commissioning
- Training operator
- Dokumentasi teknis
Dengan spesifikasi dan scope yang sama, perbandingan harga antarpenawaran menjadi lebih objektif.
8. Garansi dan After-Sales Service
Garansi dan layanan purna jual perlu menjadi bagian dari pertimbangan investasi. Tanyakan mengenai masa garansi, ketersediaan spare part, dukungan troubleshooting, preventive maintenance, commissioning, dan respons teknis setelah unit beroperasi.
Spesifikasi yang Perlu Dicantumkan Saat Meminta Penawaran
| Parameter | Data yang Dibutuhkan |
|---|---|
| Heating Capacity | kW / kcal/jam |
| Operating Temperature | °C |
| Design Temperature | °C |
| Thermal Oil Flow | m³/jam |
| Fuel | Gas / Oil / Biomass / Electric |
| Burner Capacity | kW |
| Electrical Supply | V / Hz / Phase |
| Circulation Pump | Flow & Head |
| Expansion Tank | Kapasitas |
| Control System | Automatic / PLC sesuai kebutuhan |
| Safety System | Temperature, flow, pressure & level protection |
| Installation | Indoor / Outdoor |
| Scope | Supply only / installation & commissioning |
Kesimpulan
Pemilihan thermal oil boiler yang tepat harus dimulai dari data kebutuhan proses, bukan hanya harga atau kapasitas nominal. Perhitungan heat load, temperatur operasi, thermal oil flow, jenis bahan bakar, layout instalasi, sistem keselamatan, efisiensi, dan dukungan manufacturer perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Spesifikasi yang jelas juga mempermudah perusahaan mendapatkan penawaran harga thermal oil boiler yang dapat dibandingkan secara objektif dan sesuai dengan kebutuhan produksi.
Spesifikasi Thermal Oil 1.000.000 Kcal -3.000.000 Kcal
Selain kita harus mengatahui sistem thermal oil pada umumnya kita juga perlu memperhatikan stiap penanganan sesuai kapasitas dan spesifikasi thermal oil, berikut spesifikasi thermal oil 1000.000 Kcal- 3000.000 kcal :
| No | Description | Qty | Units |
| A | Thermal Oil Heater Cap.1000.000 Kcal/h- 3000.000 Kcal/h | ||
| Spesification /1 unit: | |||
| – Thermal Capacity 1000 Mcal/h- 3000 Mcal/h | 1 | Unit | |
| – Desain temperature | 300 | °C | |
| – Test Pressure Coil | 10 | Barg | |
| – Max. thermal fluid temperature | 280 | °C | |
| – ΔΤ between outlet and inlet temperature | 30 | °C | |
| – Length | 3500- 4500 | mm | |
| – Width | 1900- 2800 | mm | |
| – Height | 1700-2400 | mm | |
| – Thermal oil inlet flange | 40-150 | DN | |
| – Thermal oil outlet flange | 40-150 | DN | |
| – Thermal Oil empty weight | 2200-4400 | Kg | |
| – Circulation Pump Flow Rate | 40-90 | m³/h | |
| – Pump Head max | 50-80 | Mtr | |
| – Power consumption | 15-45 | KW | |
| 1. Burner Riello solar (Italia) | 1 | Unit | |
| 2. Pressure gauge with switch | 1 | Unit | |
| 3. Box panel (schneider) | 1 | Unit | |
| 4. Temperatur Control (Autonic) | 3 | Units | |
| B | Pump oil heater KSB – Etanorm 32-200 | 1 | Unit |
| C | Minya Oli Thermal HTO | 900-2800 | Liter |
| D | Expantion Tank | 1000-3000 | Ltr |
| E | Collecting tank | 800-2700 | Ltr |
| F | Tanki Solar | 1000-3000 | Ltr |
| G | Chimney Ø320- 420 | 7- 9 | Mtr |
| H | Valve PN16 | 100-150 | DN |
| I | Strainer PN16 | 100-150 | DN |
| J | Valve PN16 | 100-150 | DN |
Dari data spesifikasi thermal oil dua kapasitas di atas bisa buat acuan untuk ukuran instrumen dan spesifikasi thermal oil yang akan anda tentukan, selain telah mengetahui spesifiakasi thermal oil penting kita tekankan juga untuk karakteristik thermal oil boiler.
Krakteristik Thermal oil Boiler
Thermal oil boiler ini harus memiliki karakteristik khusus untuk dapat menjalankan fungsinya sebagai pengangkut energi dengan kemampuan teknis dan dengan biaya yang ringan. Di antaranya adalah:
- Harus memiliki sifat perpindahan panas yang baik
- Memiliki stabilitas termal yang baik yang memungkinkan pengoperasian dalam waktu lama dengan kemudahan servis yang stabil
- Viskositas rendah di seluruh rentang kerja, terutama dalam kondisi start-up, menghindari konsumsi listrik yang tinggi
- Suhu pemadatan rendah memungkinkan penghentian berkepanjangan yang aman
- Korosi rendah pada elemen yang termasuk dalam sistem
- Secara teknis cocok untuk memenuhi karakteristik individu dan spesifik yang terlibat dalam setiap proses dan terutama suhu operasi yang diperlukan jika ini tinggi.
- Harus memiliki toksisitas rendah dan ramah lingkungan, sehingga memudahkan pembuangannya setelah siklus kerjanya selesai
- Biaya akuisisi dan pemeliharaan sedang
- Risiko rendah untuk personel dan mesin, memastikan keselamatan dan menghindari biaya tinggi jika terjadi kebocoran
Fluida perpindahan panas yang dapat memenuhi semua kondisi dengan sempurna tidak ada tetapi, namun bisa mendekati, yang dikenal sebagai thermal fluid atau minyak perpindahan panas, secara sempurna memenuhi sebagian besar persyaratan di atas dan melampaui fluida perpindahan panas lainnya seperti boiler uap.
Dengan demikian, kinerja teknisnya yang tinggi, seperti suhu operasi yang tinggi, presisi tinggi dan keseragaman dalam suhu produk akhir dan keserbagunaan dan fleksibilitas yang tinggi bersama dengan tingkat keamanan yang tinggi, tidak adanya korosi dan biaya perawatan yang rendah, menjadikan fluida perpindahan panas sebagai media perpindahan panas. Sangat efektif, di semua sektor industri dan untuk semua jenis aplikasi.
Studi Kasus Pemilihan Thermal Oil Boiler untuk Pabrik
Latar Belakang
Sebuah pabrik membutuhkan thermal oil boiler sebagai sumber panas untuk proses produksi. Sistem harus mampu mempertahankan temperatur proses secara stabil, mempercepat waktu pemanasan, serta melayani beberapa mesin produksi tanpa mengganggu kontinuitas operasional.
Sebelum menentukan kapasitas dan membeli unit, dilakukan studi kebutuhan panas agar thermal oil heater tidak mengalami undersizing maupun oversizing.
Kondisi dan Kebutuhan Pabrik
Sebagai contoh, pabrik memiliki dua tangki proses yang menggunakan thermal oil melalui heating jacket.
| Parameter | Tangki A | Tangki B |
|---|---|---|
| Kapasitas produk | 3.000 kg | 2.000 kg |
| Temperatur awal | 30°C | 30°C |
| Temperatur proses | 150°C | 150°C |
| Waktu pemanasan | 2 jam | 2 jam |
| Sistem pemanas | Jacket | Jacket |
Kedua tangki dapat beroperasi secara bersamaan sehingga thermal oil heater harus mampu memenuhi total kebutuhan panas pada kondisi beban maksimum.
Analisis Kebutuhan Panas
Perhitungan awal dilakukan menggunakan persamaan:
Q = m × Cp × ΔT
dengan:
- Q = kebutuhan energi panas
- m = massa produk
- Cp = specific heat produk
- ΔT = kenaikan temperatur
Misalnya nilai specific heat rata-rata produk diasumsikan 2,0 kJ/kg·°C.
Untuk Tangki A:
Q = 3.000 × 2,0 × (150 − 30)
Q = 720.000 kJ
Karena proses pemanasan ditargetkan selesai dalam 2 jam:
Heating load ≈ 100 kW
Untuk Tangki B:
Q = 2.000 × 2,0 × (150 − 30)
Q = 480.000 kJ
Dalam waktu 2 jam:
Heating load ≈ 66,7 kW
Total kebutuhan dasar menjadi sekitar:
100 + 66,7 = 166,7 kW
Nilai tersebut belum memperhitungkan kehilangan panas pada tangki, piping, heat exchanger, serta kebutuhan mempertahankan temperatur setelah produk mencapai setpoint.
Penentuan Kapasitas Thermal Oil Heater
Setelah memperhitungkan heat loss, pola operasi, dan margin engineering yang sesuai, kebutuhan heater dapat berada di atas 166,7 kW.
Sebagai ilustrasi, apabila hasil perhitungan engineering akhir menunjukkan kebutuhan sekitar 200 kW, maka manufacturer dapat mengevaluasi thermal oil heater dengan kapasitas nominal yang sesuai atau sedikit di atas kebutuhan tersebut.
Pemilihan tidak disarankan sekadar mengambil kapasitas terbesar karena heater yang terlalu besar juga dapat meningkatkan investasi dan menyebabkan burner lebih sering cycling pada beban rendah.
Pemilihan Temperatur Thermal Oil
Karena temperatur produk ditargetkan mencapai 150°C, temperatur supply thermal oil harus lebih tinggi agar terjadi perpindahan panas.
Namun, temperatur operasi tidak boleh ditentukan sembarangan. Engineer harus mempertimbangkan:
- Maximum bulk temperature thermal oil
- Maximum film temperature
- Karakteristik produk
- Heat-transfer area
- Flow rate thermal oil
- Pressure drop
- Spesifikasi heater dan piping
Jenis thermal oil kemudian dipilih berdasarkan temperatur kerja serta rekomendasi produsennya.
Pemilihan Bahan Bakar
Pabrik memiliki akses terhadap natural gas dan diesel. Setelah membandingkan ketersediaan, harga energi, burner, penyimpanan bahan bakar, maintenance, dan persyaratan emisi, perusahaan memilih natural gas.
Gas burner kemudian dipilih berdasarkan kebutuhan input panas heater, tekanan gas tersedia, turndown, karakteristik combustion chamber, serta sistem kontrol.
Sistem Sirkulasi
Circulation pump tidak dipilih hanya berdasarkan kapasitas heater. Flow dan head pump dihitung berdasarkan kebutuhan perpindahan panas dan total pressure drop pada:
heater → supply header → equipment produksi → return header → heater.
Minimum thermal oil flow menjadi parameter penting karena heating coil harus tetap memperoleh sirkulasi yang cukup selama burner beroperasi.
Safety System
Thermal oil heater dilengkapi sistem interlock untuk membantu melindungi instalasi. Proteksi yang dievaluasi meliputi:
- High oil temperature shutdown
- Minimum-flow interlock
- Circulation pump interlock
- Expansion tank level monitoring
- Burner flame failure protection
- High flue-gas temperature protection sesuai desain
- Pressure monitoring
- Emergency stop
- Alarm dan safety shutdown
Jika circulation pump gagal dan flow turun di bawah batas aman, interlock akan menghentikan burner untuk mengurangi risiko overheating thermal oil di dalam heating coil.
Layout Instalasi
Manufacturer menyiapkan layout dan P&ID sebagai dasar instalasi. Penempatan heater, expansion tank, circulation pump, chimney, piping, valve, instrumentasi, dan control panel direncanakan dengan mempertimbangkan operasi, keselamatan, inspeksi, serta akses maintenance.
Hasil Studi Kasus
Setelah seluruh data dievaluasi, spesifikasi konseptual sistem menjadi:
| Parameter | Contoh Hasil |
|---|---|
| Kebutuhan panas dasar | ±166,7 kW |
| Design heating load | Ditentukan setelah heat-loss calculation |
| Kapasitas heater | ±200 kW sebagai ilustrasi |
| Temperatur produk | 150°C |
| Heat-transfer medium | Thermal oil |
| Bahan bakar | Natural gas |
| Sistem kontrol | Automatic |
| Circulation | Forced circulation |
| Safety | Temperature, flow, pump, flame & level interlock |
Kesimpulan
Studi kasus menunjukkan bahwa pemilihan thermal oil boiler tidak cukup hanya berdasarkan kapasitas produksi pabrik atau harga unit. Kapasitas heater harus ditentukan melalui perhitungan kebutuhan panas, waktu pemanasan, temperatur proses, karakteristik produk, heat loss, dan pola pemakaian.
Selain heater, pemilihan thermal oil, burner, circulation pump, expansion tank, piping, instrumentasi, control system, dan safety interlock merupakan bagian dari satu sistem yang harus dirancang secara terpadu.
Dengan data proses yang lengkap, manufacturer dapat memberikan spesifikasi dan penawaran thermal oil boiler yang lebih tepat untuk kebutuhan pabrik.
Pilihan akhir akan menjadi yang paling sesuai dengan persyaratan teknis dan fungsional dari proses produksi, mencapai tidak hanya kinerja teknis yang tinggi dengan biaya ekonomi yang baik, tetapi juga masa manfaat yang panjang untuk muatan fluida perpindahan panas.
Sekian artikel mengenai thermal oil boiler semoga bermanfaat..
Info Kontak Kami
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
