Waste Water Pumps

Waste Water Pumps ksb

Andal. Efisien. Baru: pompa air limbah generasi berikutnya

 generasi baru: dalam kombinasi dengan impeler yang tidak menyumbat dan motor KSB efisiensi tinggi, seri tipe Amarex KRT dan Sewatec menawarkan efisiensi keseluruhan yang lebih baik.

 Amarex KRT dan Sewatec

Yuema Gear Pump 2CY untuk aplikasi oil transfer, fuel oil, sistem hidrolik, lubrication, dan pemanasan industri.

Pompa air limbah yang efisien energi dan motor untuk efisiensi optimal

 kota, domestik atau industri: pompa motor submersible dari seri tipe Amarex KRT sangat cocok untuk semua kebutuhan transportasi air limbah. Demikian juga pompa air limbah dari seri Sewatec. Mereka juga merupakan pilihan pertama untuk aplikasi air limbah.

Paling tidak karena pompa air limbah KSB yang dikombinasikan dengan motor efisiensi tinggi memungkinkan penghematan energi yang signifikan. Ini berlaku untuk Amarex KRT dan Sewatec.

Untuk informasi teknis mendalam unduh pompa submersible informasi perencanaan brosur Pengetahuan kami

Handal dan efisien: impeller baru yang tidak tersumbat

Efisiensi maksimum dan risiko penyumbatan minimum untuk pompa air limbah KSB disediakan oleh pendorong aliran bebas F-max. Dengan susunan baling-baling yang asimetris, F-max menawarkan lintasan yang besar dan bebas yang memungkinkan benda padat dengan ukuran berbeda lewat tanpa kesulitan. Selain itu, profil hub yang sedikit cembung di tengah impeller secara andal mencegah semua risiko penyumbatan dari bahan berserat panjang seperti tisu kebersihan. Impeller aliran bebas F-max tersedia untuk pompa air limbah submersible dari Amarex KRT dan pompa air limbah yang dipasang kering dari service

Motor hemat energi untuk efisiensi optimal

Kombinasi pompa air limbah KSB dengan motor efisiensi tinggi memungkinkan penghematan energi yang cukup besar. Motor ekonomis terintegrasi dalam set pompa sebagai standar. Set pompa dapat diberikan dengan atau tanpa perlindungan ledakan.

Pompa yang dipasang kering dari seri jenis Sewatec dilengkapi dengan motor KSB SuPremE® IE5 * variabel-kecepatan-variabel, yang sudah melebihi persyaratan ErP yang ditetapkan untuk 2017. Perangkat pompa yang efisien, terdiri dari pompa air limbah dan motor, menjanjikan penghematan maksimum dari energi rendah dan biaya perawatan, keandalan operasi optimal dan data kinerja konstan.

Pompa khusus untuk setiap kebutuhan

Selain impeler yang diadaptasi secara khusus dan motor yang hemat energi, KSB menawarkan berbagai jenis instalasi serta berbagai pilihan material untuk pompa air limbah. Jadi solusi terbaik tersedia untuk setiap aplikasi air limbah – untuk efisiensi dan keandalan operasi yang optimal.

Untuk informasi teknis mendalam unduh pompa submersible informasi perencanaan brosur Pengetahuan kami

  1. Impeler

Impeller yang Dirancang Optimal untuk Berbagai Aplikasi

Dalam sistem pompa air limbah, impeller menentukan kemampuan pompa dalam mengalirkan fluida yang mengandung serat, lumpur, pasir, partikel padat, dan material tersuspensi. Pemilihan desain yang tidak tepat dapat menyebabkan penyumbatan, penurunan kapasitas, getaran, dan peningkatan konsumsi energi.

Oleh karena itu, pemilihan impeller harus mempertimbangkan:

  • Jenis air limbah
  • Ukuran maksimum partikel
  • Kandungan serat
  • Konsentrasi padatan
  • Kebutuhan flow rate
  • Total head
  • Kecepatan putaran
  • Free passage
  • Efisiensi pompa
  • Risiko abrasi
  • Pola operasi pompa

KSB menyediakan berbagai teknologi impeller yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan wastewater transport. Setiap tipe mempunyai karakteristik hydraulic serta kemampuan melewatkan padatan yang berbeda.

Pentingnya Free Passage pada Pompa Air Limbah

Free passage merupakan ukuran jalur terbuka minimum yang dapat dilewati partikel di dalam pompa. Semakin besar free passage, semakin besar pula ukuran padatan yang dapat melewati impeller tanpa tersangkut.

Namun, free passage yang besar tidak otomatis menghasilkan efisiensi tertinggi. Desain impeller harus menyeimbangkan kemampuan melewatkan padatan dengan performa hydraulic.

Beberapa material yang sering menyebabkan penyumbatan adalah:

  • Kain
  • Tisu basah
  • Plastik
  • Benang
  • Rambut
  • Serat tekstil
  • Material organik
  • Lumpur kental
  • Partikel padat
  • Lemak dan minyak

Oleh sebab itu, data mengenai karakter air limbah harus tersedia sebelum pompa dipilih.

Jenis Impeller Pompa Air Limbah

Vortex Impeller

Vortex impeller berada relatif jauh dari jalur utama aliran. Putaran impeller membentuk pusaran yang membawa fluida dan padatan menuju discharge.

Keunggulannya meliputi:

  • Risiko penyumbatan relatif rendah
  • Jalur padatan lebih terbuka
  • Sesuai untuk fluida berserat
  • Keausan impeller dapat lebih rendah pada kondisi tertentu
  • Cocok untuk air limbah dengan material tidak beraturan

Namun, efisiensi vortex impeller umumnya lebih rendah dibandingkan channel impeller pada titik kerja yang sebanding.

Single-Channel Impeller

Single-channel impeller memiliki satu saluran aliran besar. Desain tersebut memberikan free passage yang baik sekaligus mempertahankan efisiensi hydraulic.

Tipe ini dapat digunakan untuk:

  • Municipal wastewater
  • Sewage
  • Sludge
  • Air limbah industri
  • Fluida dengan padatan
  • Fecal matter

Agar operasinya stabil, impeller harus diseimbangkan dengan baik karena distribusi massanya tidak simetris seperti multi-channel impeller.

Multi-Channel Impeller

Multi-channel impeller menggunakan dua atau lebih saluran aliran. Desain tersebut dapat menghasilkan efisiensi yang tinggi untuk air limbah dengan karakter padatan yang sesuai.

Keunggulannya meliputi:

  • Efisiensi hydraulic yang baik
  • Aliran relatif stabil
  • Cocok untuk kapasitas besar
  • Getaran dapat dikendalikan
  • Sesuai untuk sistem dengan operasi kontinu

Namun, jalur yang lebih sempit dapat meningkatkan risiko penyumbatan jika fluida mengandung kain atau serat panjang.

Open atau Semi-Open Impeller

Open dan semi-open impeller memiliki konstruksi lebih terbuka daripada closed impeller. Tipe ini dapat menangani fluida dengan partikel tertentu dan lebih mudah dibersihkan.

Akan tetapi, clearance antara impeller dan casing harus dijaga. Jika celah membesar akibat keausan, kapasitas, head, dan efisiensi dapat menurun.

Cutter atau Grinder System

Pada aplikasi tertentu, pompa dilengkapi cutter atau grinder untuk memotong material padat sebelum melewati jalur pompa.

Sistem ini dapat digunakan untuk:

  • Domestic sewage
  • Tisu dan material organik
  • Pipa discharge berdiameter kecil
  • Aplikasi tekanan tinggi dengan flow lebih rendah

Namun, cutter membutuhkan pemeriksaan serta pemeliharaan karena bagian pemotong dapat aus atau tersumbat oleh material keras.

Studi Kasus Pemilihan Impeller Pompa Air Limbah

Sebuah pabrik tekstil menggunakan pompa submersible untuk memindahkan air limbah dari collection pit menuju instalasi pengolahan air limbah.

Air limbah tersebut mengandung serat kain, benang, lumpur, dan sejumlah kecil plastik. Pompa existing menggunakan impeller dengan jalur sempit yang lebih sesuai untuk air bersih.

Akibatnya, pompa sering tersumbat dan harus diangkat dari pit untuk dibersihkan.

Parameter

Data

Jenis fluidaAir limbah industri tekstil
KandunganSerat, benang, lumpur, dan plastik
Flow yang dibutuhkan80 m³/jam
Total head18 meter
Temperatur35–45°C
Jam operasi16 jam/hari
Jumlah pompa2 unit
Sistem operasiDuty dan standby
Masalah utamaImpeller sering tersumbat
InstalasiWet-installed submersible

Data tersebut merupakan contoh studi kasus. Pemilihan aktual membutuhkan pump curve, sump layout, solids analysis, dan data sistem yang lengkap.

Permasalahan Pompa Existing

Operator mencatat beberapa gangguan berikut:

  • Flow turun secara bertahap.
  • Arus motor meningkat.
  • Pompa sering mengalami overload.
  • Benang melilit pada impeller.
  • Lumpur menumpuk di sekitar suction.
  • Level air di pit tidak cepat turun.
  • Pompa harus sering diangkat untuk dibersihkan.
  • Produksi terganggu karena collection pit hampir meluap.
  • Konsumsi listrik meningkat.
  • Umur mechanical seal menurun.

Pemeriksaan menunjukkan bahwa impeller memiliki free passage yang tidak memadai untuk material berserat.

Analisis Jenis Impeller

Tim engineering membandingkan tiga pilihan impeller.

Tipe ImpellerKetahanan terhadap PenyumbatanEfisiensiKesesuaian
Multi-channelSedangTinggiKurang sesuai untuk serat panjang
Single-channelBaikBaikSesuai untuk padatan dan sebagian serat
VortexSangat baikSedangSesuai untuk material berserat dan tidak beraturan

Karena frekuensi penyumbatan menjadi masalah utama, vortex impeller dipertimbangkan. Meskipun efisiensinya lebih rendah, desain tersebut memberikan jalur padatan yang lebih terbuka.

Namun, single-channel impeller juga dievaluasi karena menawarkan keseimbangan antara free passage dan efisiensi.

Pemilihan Pompa

Setelah karakter air limbah diperiksa, dipilih pompa dengan single-channel impeller berukuran free passage yang sesuai. Strainer kasar pada inlet tidak dibuat terlalu rapat agar tidak menjadi sumber penyumbatan baru.

Pemilihan pompa juga mempertimbangkan:

  • Duty point 80 m³/jam pada head 18 meter
  • Diameter maksimum partikel
  • Kandungan serat
  • Kecepatan aliran dalam discharge pipe
  • Motor rating
  • Starting method
  • Material impeller
  • Ketahanan abrasi
  • Mechanical seal
  • Cable protection
  • Cooling method
  • Minimum sump level

Titik operasi diverifikasi menggunakan kurva pompa agar berada dekat area efisiensi terbaik.

Perbaikan Sump dan Piping

Penggantian impeller saja belum tentu menyelesaikan seluruh masalah. Oleh sebab itu, sump dan piping juga diperiksa.

Beberapa perbaikan yang dilakukan adalah:

  • Menghilangkan area dead zone pada pit.
  • Memperbaiki posisi inlet.
  • Menyesuaikan level start dan stop.
  • Mengurangi frekuensi start-stop.
  • Memastikan kecepatan aliran dalam pipa mencukupi.
  • Memeriksa check valve.
  • Membersihkan endapan pada sump.
  • Mengatur pergantian duty dan standby pump.
  • Menambahkan alarm high level.

Perubahan tersebut membantu mencegah sedimentasi dan mengurangi material yang menumpuk di sekitar pompa.

Pengujian Setelah Instalasi

Setelah pompa baru terpasang, dilakukan pengujian berikut:

  • Pemeriksaan arah putaran
  • Pengukuran flow
  • Pengukuran discharge pressure
  • Pengukuran arus motor
  • Pemeriksaan getaran
  • Pengujian level switch
  • Pengujian duty-standby
  • Simulasi high-level alarm
  • Pengamatan kemampuan melewatkan padatan
  • Pemeriksaan kebocoran mechanical seal

Pompa kemudian dioperasikan dalam beberapa kondisi level untuk memastikan tidak terjadi vortex berlebihan atau masuknya udara.

Hasil Setelah Penggantian Impeller

Setelah pompa dengan impeller yang sesuai digunakan, frekuensi penyumbatan menurun. Flow juga menjadi lebih stabil selama periode operasi.

Hasil yang diperoleh meliputi:

  • Serat lebih mudah melewati pompa.
  • Frekuensi overload motor berkurang.
  • Pompa tidak perlu sering diangkat.
  • Waktu maintenance menurun.
  • Level collection pit lebih stabil.
  • Risiko overflow berkurang.
  • Sistem duty-standby bekerja lebih baik.
  • Konsumsi energi lebih mudah dikendalikan.
  • Umur komponen dapat ditingkatkan.

Meskipun demikian, inspeksi rutin tetap diperlukan karena jenis dan jumlah material dalam air limbah dapat berubah mengikuti proses produksi.

Efisiensi Energi dan Keandalan

Impeller dengan efisiensi tertinggi belum tentu menghasilkan biaya operasi terendah apabila sering tersumbat. Setiap penyumbatan menyebabkan downtime, tenaga pembersihan, dan risiko kerusakan motor.

Oleh sebab itu, pemilihan harus mempertimbangkan total life-cycle cost, yang mencakup:

  • Harga pompa
  • Konsumsi listrik
  • Biaya maintenance
  • Frekuensi penyumbatan
  • Waktu penghentian sistem
  • Harga spare part
  • Umur impeller
  • Risiko overflow
  • Biaya pengangkatan pompa

Pada air limbah berserat, impeller dengan efisiensi sedikit lebih rendah dapat menjadi lebih ekonomis apabila keandalannya jauh lebih baik.

Tindakan Pencegahan

Untuk menjaga kinerja pompa air limbah, lakukan beberapa tindakan berikut:

  • Catat tekanan, flow, dan arus motor.
  • Bersihkan sump secara berkala.
  • Periksa impeller dari lilitan serat.
  • Periksa clearance wear ring.
  • Periksa mechanical seal.
  • Pantau getaran bearing.
  • Uji level switch.
  • Lakukan pergantian duty dan standby.
  • Hindari operasi dry running.
  • Jangan mengoperasikan pompa terlalu jauh dari duty point.
  • Evaluasi perubahan karakter air limbah.

Kesimpulan Studi Kasus

Pemilihan impeller mempunyai pengaruh besar terhadap keandalan pompa air limbah. Vortex impeller menawarkan ketahanan tinggi terhadap penyumbatan, sedangkan single-channel impeller memberikan keseimbangan antara free passage dan efisiensi. Multi-channel impeller dapat menghasilkan efisiensi tinggi, tetapi lebih sensitif terhadap material berserat pada kondisi tertentu.

Pada studi kasus pabrik tekstil, impeller existing tidak memiliki free passage yang sesuai. Setelah pompa dengan single-channel impeller dipasang dan layout sump diperbaiki, frekuensi penyumbatan menurun serta operasi sistem menjadi lebih stabil.

Catatan teknis: Jenis impeller harus dipilih berdasarkan analisis fluida, ukuran padatan, kandungan serat, duty point, sump design, dan kurva pompa. Nama teknologi serta ketersediaan impeller KSB harus dikonfirmasi berdasarkan seri pompa yang ditawarkan.

PT Indira Mitra Boiler
Office: (021) 352 95874
WhatsApp: +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
www.indiramitraboiler.co.id
www.burner.co.id
info@indira.co.id
idmratman@gmail.com
Workshop: Tangerang – Indonesia
https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

Scroll to Top