HOT WATER BOILER / BURNER

JUAL HOT WATER BOILER/BURNER

Pada dasarnya tujuan utama dari semua boiler adalah untuk mentransfer panas ke air sama halnya Hot water boiler/ burner. pengoprasian boiler bekerja dengan cara memanaskan air atau menghasilkan uap yang kemudian digunakan untuk memanaskan sebuah benda atau produk .

Sebagian banyak orang di industri boiler lebih mengenal dengan boiler uap , namun tidak tahu banyak tentang boiler hot water (boiler air panas). Kami di sini untuk menghilangkan kebingungan. Boiler steam uap diklasifikasikan sebagai Bagian boiler suhu tinggi, boiler suhu rendah, dan boiler suhu sedang tergantung pada desain Tekanan Kerja Maksimum yang Diizinkan . Sementara itu, Power hot water Boiler produk kami juga dapat dirancang sebagai boiler air panas di mana suhu maksimum di atas 250°F dan/atau di atas 160 PSIG. Selain itu, Boiler Pemanas yang kami buat juga dapat dirancang sebagai boiler air panas di mana suhu maksimum tidak melebihi 250 ° F dan tidak melebihi 160 PSIG.

Memahami klasifikasi boiler uap dan air panas harus diperhitungkan ketika Anda ingin membeli boiler. Dalam beberapa kasus, boiler dapat dibangun untuk digunakan baik sebagai boiler air panas atau steam, dalam hal ini, klasifikasi keseluruhan akan ditentukan oleh operasi yang diinginkan dari salah satu konfigurasi. Misalnya, jika satu konfigurasi mengharuskan desain sesuai dengan ASME bagian 2, maka keseluruhan desain perlu diklasifikasikan sebagai ASME bagian 2 juga .

perlu di ketahuai juga, ketel uap dan sistem ketel air panas memiliki aplikasi yang berbeda. Ketel uap lebih cocok untuk sterilisasi, pelembapan, injeksi langsung, dan penukar panas. Sementara itu, boiler hot water lebih cocok untuk pemanasan kolam air dan pemanasan tidak langsung.Hot Water Boiler Supply and Service oleh PT Indira Mitra Boiler

Kelengkapan Hot Water Boiler

Memahami setiap instrumen hot water boiler dapat membantu operator menjalankan sistem dengan aman, melakukan pemeriksaan rutin, dan mengenali gangguan sejak dini.

Sistem hot water boiler memiliki beberapa komponen, katup, pompa, dan instrumen kontrol yang saling terhubung. Apabila terjadi gangguan, pemeriksaan biasanya dilakukan pada sistem pembakaran, pompa sirkulasi, tangki ekspansi, temperatur air, tekanan sistem, dan aliran air.

Berikut kelengkapan utama yang umum digunakan pada sistem hot water boiler.

1. Thermostat atau Temperature Controller

Thermostat berfungsi membaca dan mengatur temperatur air. Ketika temperatur turun di bawah nilai yang ditentukan, controller memberikan perintah kepada burner untuk beroperasi.

Setelah temperatur mencapai set point, burner akan berhenti atau mengurangi kapasitas pembakaran sesuai dengan sistem kontrol yang digunakan.

2. Aquastat

Aquastat merupakan alat kontrol temperatur yang digunakan pada sistem pemanas air. Instrumen ini dapat berfungsi sebagai:

  • Kontrol temperatur operasi
  • Batas temperatur maksimum
  • Perintah hidup dan mati burner
  • Interlock terhadap pompa sirkulasi
  • Perlindungan dari overheating

Pada instalasi industri, fungsi aquastat dapat digantikan atau dilengkapi dengan temperature controller digital, RTD, thermocouple, dan temperature transmitter.

3. Burner dan Sistem Pembakaran

Burner menghasilkan panas dengan membakar bahan bakar di dalam ruang bakar. Jenis burner dapat disesuaikan dengan bahan bakar yang tersedia, seperti:

  • Natural gas
  • CNG
  • LPG
  • Solar atau light oil
  • Heavy oil
  • Dual fuel

Sistem burner biasanya dilengkapi ignition transformer, flame detector, control box, fan, motor, damper udara, fuel valve, pressure switch, serta perangkat keselamatan lainnya.

4. Pressure Gauge dan Temperature Gauge

Pressure gauge digunakan untuk menunjukkan tekanan air di dalam sistem, sedangkan temperature gauge menunjukkan temperatur air pada boiler.

Kedua instrumen tersebut membantu operator dalam:

  • Memantau kondisi operasi
  • Mengetahui perubahan tekanan
  • Memeriksa temperatur supply dan return
  • Mendeteksi potensi overheating
  • Mengevaluasi kinerja sirkulasi air

Instrumen dapat dibuat terpisah atau menggunakan combination pressure and temperature gauge.

5. Feedwater atau Make-up Water Valve

Katup air pengisi mengontrol masuknya air tambahan ke sistem. Air tambahan diperlukan untuk menggantikan kehilangan air akibat kebocoran, pembuangan, perawatan, atau proses lainnya.

Pada sistem tertutup, kebutuhan air tambahan seharusnya relatif kecil. Penambahan air yang terlalu sering dapat menjadi indikasi adanya kebocoran.

6. Pressure-Reducing Valve

Pressure-reducing valve menurunkan sekaligus menjaga tekanan air pengisi agar sesuai dengan tekanan sistem.

Pada sistem pemanas bangunan bertekanan rendah, tekanan pengisian dapat berada di sekitar 12–15 psi. Namun, angka tersebut tidak dapat diterapkan pada seluruh hot water boiler industri. Tekanan pengisian harus ditentukan berdasarkan:

  • Tekanan desain boiler
  • Ketinggian sistem perpipaan
  • Tekanan kerja
  • Karakteristik pompa
  • Kapasitas tangki ekspansi
  • Rekomendasi produsen

7. Air Vent

Air vent berfungsi mengeluarkan udara yang terperangkap di dalam sistem perpipaan. Udara di dalam sistem dapat menyebabkan suara, korosi, gangguan sirkulasi, dan menurunkan kemampuan perpindahan panas.

Air vent dapat dipasang pada:

  • Bagian atas boiler
  • Air separator
  • Header
  • Titik tertinggi perpipaan
  • Jalur supply dan return tertentu

8. Pressure Relief Valve

Pressure relief valve merupakan perangkat keselamatan yang akan membuka secara otomatis ketika tekanan sistem melebihi nilai yang telah ditentukan.

Katup keselamatan harus dipilih berdasarkan tekanan desain, kapasitas pelepasan, temperatur operasi, ukuran sambungan, dan standar yang berlaku. Jalur pembuangannya harus diarahkan menuju tempat yang aman dan tidak boleh ditutup menggunakan valve selama boiler beroperasi.

9. Expansion Tank

Ketika air dipanaskan, volumenya akan bertambah. Expansion tank menyediakan ruang untuk menampung pemuaian tersebut sehingga tekanan sistem tetap terkendali.

Jenis tangki ekspansi antara lain:

  • Open expansion tank
  • Closed expansion tank
  • Diaphragm expansion tank
  • Bladder expansion tank

Kapasitasnya harus dihitung berdasarkan volume air sistem, temperatur awal dan akhir, tekanan pengisian, serta tekanan kerja maksimum.

10. Flow Control Valve

Flow control valve digunakan untuk mengatur aliran air panas menuju peralatan atau jaringan distribusi. Pengaturan aliran yang tepat membantu menjaga temperatur dan pembagian panas pada setiap cabang sistem.

Jenis valve yang dapat digunakan meliputi:

  • Manual balancing valve
  • Motorized control valve
  • Two-way control valve
  • Three-way control valve
  • Mixing valve

11. Circulation Pump

Pompa sirkulasi mengalirkan air dari boiler menuju peralatan pengguna panas, kemudian mengembalikan air tersebut ke boiler untuk dipanaskan kembali.

Pemilihan pompa harus mempertimbangkan:

  • Kapasitas aliran air
  • Total pressure drop
  • Head pompa
  • Temperatur air
  • Material pompa
  • Sistem kontrol
  • Kebutuhan pompa standby

Pompa yang terlalu kecil dapat menyebabkan aliran tidak mencukupi dan temperatur boiler meningkat terlalu cepat. Sebaliknya, pompa yang terlalu besar dapat meningkatkan konsumsi listrik, kecepatan aliran, getaran, dan erosi pada perpipaan.

12. Drain Valve

 digunakan untuk membuang air dari boiler saat pemeriksaan, pembersihan, perbaikan, atau penggantian komponen.

Drain valve biasanya dipasang pada bagian terendah boiler agar air dan endapan dapat dikeluarkan dengan lebih efektif.

13. Flow Switch

Flow switch memastikan terdapat aliran air sebelum burner diizinkan beroperasi. Apabila aliran berhenti akibat pompa mati, valve tertutup, atau penyumbatan, flow switch akan memberikan sinyal interlock untuk menghentikan burner.

Komponen ini penting untuk membantu mencegah overheating akibat tidak adanya sirkulasi air.

14. Low-Water Protection

Meskipun hot water boiler beroperasi dalam sistem berisi air, perlindungan terhadap kondisi kekurangan air tetap diperlukan. Sistem dapat menggunakan:

  • Low-water cut-off
  • Level electrode
  • Level switch
  • Differential pressure switch
  • Pressure transmitter

Ketika kondisi air tidak aman terdeteksi, burner harus dihentikan secara otomatis.

15. Panel Kontrol dan Safety Interlock

Panel kontrol mengatur operasi burner, pompa sirkulasi, temperatur, alarm, dan perangkat keselamatan. Sistem kontrol dapat dilengkapi:

  • Main circuit breaker
  • Magnetic contactor
  • Overload relay
  • Temperature controller
  • PLC dan HMI
  • Alarm buzzer
  • Emergency stop
  • High-temperature trip
  • Low-flow interlock
  • Low-water protection
  • Burner failure alarm

Seluruh interlock harus diuji secara berkala untuk memastikan boiler berhenti secara aman ketika terjadi kondisi abnormal.

Kesimpulan

Kelengkapan hot water boiler bukan hanya berfungsi mengatur temperatur, tetapi juga menjaga sirkulasi, mengendalikan tekanan, menampung pemuaian air, dan melindungi sistem dari kondisi berbahaya.

Spesifikasi setiap instrumen harus disesuaikan dengan kapasitas boiler, temperatur operasi, tekanan desain, jenis fluida, sistem perpipaan, dan kebutuhan proses. Pemeriksaan berkala terhadap burner, circulation pump, expansion tank, relief valve, flow switch, dan panel kontrol sangat penting untuk mempertahankan keamanan serta efisiensi sistem.

Pemilihan bahan bakar

Seperti yang kami sebutkan di atas, boiler harus terlebih dahulu membuat panas selama apa yang disebut “proses pembakaran bahan bakar” sebelum dapat mentransfer panas ke air. Tetapi boiler yang berbeda menggunakan sumber bahan bakar yang berbeda untuk menghasilkan panas itu. Untuk menghasilkan panas, boiler menggunakan salah satu dari 3 sumber bahan bakar yang berbeda:

  1. Gas
  2. Minyak
  3. Listrik

Hot water boiler gas
Saat menerima panggilan panas dari termostat Anda, Boiler gas menggunakan lampu pilot atau starter listrik untuk menyalakan gas dan oksigen di dalam ruang bakar. Ruang bakar adalah ruang yang aman dan terlindungi di mana gas dibakar untuk menghasilkan panas. Gas yang terbakar itu memanaskan penukar panas jaringan pipa tembaga yang mentransfer panasnya ke air. Ketel gas adalah bentuk ketel yang paling umum dan biasanya lebih murah untuk dipasang dan dioperasikan daripada ketel minyak.

Hot Water Boiler minyak (solar)
Ketel minyak melakukan cara yang sama seperti ketel gas ,minyak terbakar di dalam ruang bakar dan memanaskan penukar panas, yang pada gilirannya memanaskan air. Namun, perbedaan utama antara boiler minyak dan gas adalah bahwa boiler minyak membutuhkan tangki penyimpanan minyak. Minyak harus dikirim ke rumah dan disimpan di tangki sampai dibutuhkan. Ketel minyak tidak ramah lingkungan seperti pembakar gas tetapi terkadang bisa lebih efisien, tergantung pada modelnya. Sementara harga minyak dan gas berfluktuasi, boiler minyak umumnya lebih mahal untuk dioperasikan daripada boiler gas.

Hot Water Boiler listrik
Ketel listrik umumnya digunakan di rumah-rumah di mana gas alam tidak tersedia. Ketel listrik menciptakan panas dengan cara yang sedikit berbeda dari mereka minyak atau gas . seperti membakar bahan bakar, mereka menggunakan tenaga listrik untuk memanaskan elemen. Elemen panas tersebut kemudian mentransfer panas langsung ke air. Sementara boiler listrik membakar lebih bersih, mereka tidak seefisien dan lebih mahal untuk dioperasikan daripada boiler minyak atau gas.

Studi Kasus Instalasi Hot Water Boiler Industri

Sebuah pabrik membutuhkan hot water boiler untuk menyediakan air panas bagi proses pencucian, pemanasan bahan, dan sanitasi peralatan produksi. Sistem harus mampu menghasilkan air panas secara stabil selama kegiatan produksi berlangsung.

Data Kebutuhan Operasional

Data awal dari pengguna adalah sebagai berikut:

ParameterData Operasional
Volume air yang dipanaskan10.000 liter
Temperatur awal air30°C
Temperatur target80°C
Kenaikan temperatur50°C
Waktu pemanasan2 jam
Bahan bakarNatural gas/CNG
Sistem distribusiClosed-loop circulation
Jam operasional8 jam/hari

Menghitung Kebutuhan Panas

Kebutuhan energi untuk memanaskan air dihitung menggunakan rumus:

Keterangan:

  • = kebutuhan panas
  • = massa air
  • = panas jenis air, sekitar 1 kcal/kg°C
  • = kenaikan temperatur

Dengan volume air 10.000 liter, massa air diperkirakan sebesar 10.000 kg.

Apabila temperatur harus dicapai dalam waktu dua jam:

Konversi ke kilowatt:

Dengan menambahkan cadangan sekitar 20% untuk kehilangan panas pada boiler, tangki, dan perpipaan:

Berdasarkan perhitungan awal tersebut, kapasitas minimum yang dibutuhkan adalah sekitar 350 kW.

Untuk memberikan fleksibilitas operasi dan mempercepat proses pemanasan, dipilih hot water boiler berkapasitas 400–500 kW dengan burner modulating.

Perhitungan ini merupakan estimasi awal. Penentuan akhir harus memasukkan kehilangan panas aktual, pola pemakaian air, penambahan air dingin, karakteristik tangki, dan kebutuhan panas selama produksi.

Pemilihan Sistem Hot Water Boiler

Sistem menggunakan hot water boiler dengan sirkulasi tertutup. Air panas dari boiler dialirkan menuju tangki atau heat exchanger, kemudian dikembalikan ke boiler untuk dipanaskan kembali.

Konfigurasi dasarnya adalah:

Hot Water Boiler → Circulation Pump → Process Tank/Heat Exchanger → Return Line → Hot Water Boiler

Sistem ini dipilih karena dapat:

  • Mempertahankan temperatur air secara stabil
  • Mengurangi pembuangan air panas
  • Menghemat penggunaan energi
  • Mengurangi kebutuhan make-up water
  • Mempermudah pengendalian temperatur
  • Mendukung operasi otomatis

Kelengkapan yang Digunakan

Untuk menjaga keamanan dan kestabilan operasi, sistem dilengkapi dengan beberapa komponen berikut.

Burner Modulating

Burner modulating dipilih agar kapasitas pembakaran dapat menyesuaikan kebutuhan panas aktual.

Saat temperatur air masih rendah, burner bekerja pada kapasitas tinggi. Ketika temperatur mendekati set point, kapasitas burner turun secara bertahap agar temperatur tidak melewati batas yang ditentukan.

Circulation Pump

Pompa sirkulasi bertugas menjaga aliran air melalui boiler dan jaringan distribusi. Kapasitas pompa ditentukan berdasarkan kapasitas panas dan perbedaan temperatur supply–return.

Dengan kapasitas boiler 500 kW dan perbedaan temperatur 20°C, estimasi kebutuhan alirannya adalah:

Setelah mempertimbangkan kebutuhan operasional dan pressure loss, pompa dapat dipilih pada kisaran 22–25 m³/jam, dengan head disesuaikan terhadap panjang dan konfigurasi perpipaan.

Expansion Tank

 dipasang untuk menampung pertambahan volume air ketika temperatur meningkat. Tanpa tangki ekspansi yang sesuai, tekanan sistem dapat meningkat dan menyebabkan relief valve sering terbuka.

Kapasitas expansion tank ditentukan berdasarkan:

  • Total volume air
  • Temperatur minimum dan maksimum
  • Tekanan pengisian awal
  • Tekanan operasi
  • Tekanan maksimum sistem

Flow Switch

 dipasang pada jalur sirkulasi. Burner hanya dapat menyala apabila aliran air telah terdeteksi.

Jika pompa berhenti atau aliran terhambat, flow switch akan membuka rangkaian interlock dan menghentikan burner untuk mencegah overheating.

Temperature Controller

Sensor temperatur dipasang pada jalur supply dan return. Temperature controller mengirimkan sinyal kepada burner untuk mempertahankan temperatur air sesuai set point.

Sistem juga dilengkapi high-temperature limit yang bekerja secara terpisah. Apabila temperatur melewati batas keselamatan, burner akan berhenti dan alarm aktif.

Pressure Gauge dan Pressure Switch

membantu operator memantau tekanan sistem secara langsung. Pressure switch memberikan interlock apabila tekanan berada di luar batas operasi yang ditentukan.

Safety  Valve

dipasang sebagai perlindungan terakhir terhadap tekanan berlebih. Tekanan pembukaan valve harus sesuai dengan tekanan desain hot water boiler dan tidak boleh melebihi batas kerja yang diizinkan.

Permasalahan Saat Commissioning

Saat pengujian awal, temperatur air meningkat dengan cepat, tetapi distribusi panas menuju tangki proses tidak merata. Perbedaan temperatur antara supply dan return menjadi terlalu besar.

Hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa penyebab:

  • Udara masih terperangkap di bagian tertinggi perpipaan
  • Beberapa balancing valve belum diatur
  • Arah putaran pompa sirkulasi tidak sesuai
  • Strainer mengalami penyumbatan oleh kotoran dari instalasi baru
  • Setting burner terlalu tinggi pada tahap awal

Tindakan Perbaikan

Tim teknis melakukan tindakan berikut:

  1. Mengeluarkan udara melalui air vent.
  2. Memeriksa dan memperbaiki arah putaran pompa.
  3. Membersihkan strainer pada jalur return.
  4. Melakukan balancing aliran pada setiap cabang.
  5. Mengatur kecepatan pompa menggunakan VFD.
  6. Menyesuaikan set point dan parameter PID.
  7. Melakukan combustion tuning pada burner.
  8. Menguji seluruh safety interlock.

Setelah penyesuaian, aliran air menjadi lebih stabil dan selisih temperatur supply–return berada dalam rentang desain.

Hasil Setelah Commissioning

Setelah proses commissioning dan tuning selesai, sistem memberikan hasil sebagai berikut:

ParameterHasil
Temperatur awal30°C
Temperatur operasi80°C
Waktu pemanasan±2 jam
Temperatur supply80°C
Temperatur return60–65°C
Sistem burnerOtomatis modulating
Kondisi sirkulasiStabil
Safety interlockBerfungsi normal

Hot water boiler dapat mempertahankan temperatur proses tanpa burner terus-menerus beroperasi pada kapasitas maksimum. Setelah temperatur target tercapai, burner menurunkan kapasitas untuk mengimbangi kehilangan panas dan kebutuhan proses.

Kesimpulan Studi Kasus

Studi kasus ini menunjukkan bahwa pemilihan hot water boiler tidak cukup hanya berdasarkan volume air. Perhitungan juga harus mempertimbangkan kenaikan temperatur, waktu pemanasan, kehilangan panas, perubahan beban, dan sistem distribusi.

Kinerja hot water boiler sangat dipengaruhi oleh kesesuaian antara:

  • Kapasitas boiler dan burner
  • Kapasitas serta head circulation pump
  • Ukuran expansion tank
  • Diameter perpipaan
  • Pengaturan flow
  • Sistem kontrol temperatur
  • Safety interlock
  • Kualitas commissioning

Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top