Jual Hot water Boiler

Jual Mesin Hot Water Boiler

HOT WATER BOILER SUPPLY AND SERVICE BY PT INDIRA MITRA BOILER
HOT WATER BOILER SUPPLY AND SERVICE BY PT INDIRA MITRA BOILER

PT INDIRA MITRA BOILER  adalah toko sprepart boiler yang berlokasi di tangerang utara yang dimana perusahaan kami juga termasuk distributor resmi penjual jenis-jenis mesin boiler di antaranya hot water boiler. tentu dengan adanya pergedungan dan industri maupun suatu pekerjaan yang membutuhkan energi panas dengan kapasitas yang besar di situlah suatu alat mesin boiler berperan penting. memang tidak stiap usaha maupun indutri memahami sistem boiler untuk produk mereka, tapi jangan kawatir di situlah tugas kami untuk membantu kebutuhan anda memberi pelayanan maksimal dan memberi arahan jenis boiler atau kapasitas boiler brapakah yang cocok buat industri mereka .

Fungsi dan jenis Hot Water Boiler

Alat mesin hot water boiler, tidak banyak orang bisa memahami dan tau untuk sitem kerja alat tersebut. seharusnya patut untuk kita ketahui terutama yang sedang bekerja dalam pabrik perusahaan yang sedang menggunakan alat ini. dengan kita memahi dan tau sistem kerja mesin yang kita kerjakan tentu dlam pekerjaan itu akan mendapatkan hasil yang maksimal dan proses kerja mesin menjadi terjaga. kali ini akan saya bahas mengenai sistem kerja hot water boiler dan spesifikasi komponenya.

Hot Water Boiler sebenarnya bukan air “mendidih”. Mereka memanaskan air hingga 140-180 derajat Fahrenheit. Sebuah pompa listrik diperlukan untuk mendorong air panas itu ke seluruh rumah.

Sementara Hot water Boiler dirancang untuk hanya menyediakan pemanas sentral, beberapa boiler dirancang untuk juga berfungsi sebagai pemanas air panas. Boiler yang dirancang untuk memberikan pemanasan dan air panas ada 2 jenis yaitu, Sistem koil tanpa tank dan Sistem tidak langsung berikut perbedaanya.

Sistem koil tanpa tangki menggunakan penukar panas boiler untuk memanaskan air sesuai permintaan. Itu berarti, setiap kali Anda menyalakan keran air panas, air akan mengalir ke penukar panas itu, memanaskannya dan dikirimkan kepada Anda. Metode pemanas air ini sangat efisien di musim dingin karena “membonceng” karena panas yang diciptakan oleh boiler untuk menghangatkan rumah Anda. Di sisi lain, ini menjadi “penambah energi” selama musim panas yang hangat karena boiler tidak digunakan lagi untuk panas tetapi masih dipaksa untuk menyala kapan saja air panas diperlukan.

Sistem tidak langsung juga menggunakan penukar panas untuk memanaskan air tetapi air panas disimpan dalam tangki. Air disimpan panas di dalam tangki penyimpanan dan hanya digunakan saat dibutuhkan. Ini biasanya merupakan bentuk pemanas air yang lebih efisien karena tidak memerlukan ketel untuk menghidupkan dan mematikan setiap kali Anda membutuhkan air panas.

Spesifikasi Hot water Boiler 100.000 kcal Gas

Hot water generator ini dirancang sebagai sistem pemanas air berbahan bakar LPG. Unit dilengkapi burner gas, circulation pump, reservoir tank, panel kontrol, chimney, serta perangkat kontrol dan keselamatan.

A. Spesifikasi Hot Water Generator – 1 Unit

Parameter

Spesifikasi

Tipe unitHot Water Generator
Kapasitas burner100.000 kcal/jam
Konversi kapasitas burner±116 kW
Bahan bakarLPG
Material heater pipeASTM A106 Gr.B/A53
Ukuran heater pipeØ33,4 × 3,9 mm, SCH 40
Jumlah heater pipe1 lot
Tekanan pengujian15 barg
Temperatur air maksimum60°C
Perbedaan temperatur inlet–outlet40°C
Panjang termasuk skid1.100 mm
Lebar termasuk skid900 mm
Tinggi tidak termasuk chimney1.850 mm
Flange inletDN 25
Flange outletDN 25
Berat kosong±850 kg
Konsumsi LPG maksimum15 kg/jam*
Kapasitas circulation pump1 m³/jam
Tekanan operasi pompa5 barg*
Head maksimum pompa100 meter*
Konsumsi listrik maksimum9 kW

B. Pressure Switch – 1 Unit

Pressure switch berfungsi memantau tekanan air atau tekanan sistem sesuai titik pemasangannya.

Apabila tekanan berada di luar batas yang telah ditentukan, pressure switch dapat memberikan sinyal alarm atau menghentikan burner melalui rangkaian safety interlock.

C. Box Panel Schneider – 1 Unit

Panel kontrol menggunakan komponen Schneider atau setara. Panel berfungsi mengatur operasi burner, circulation pump, temperature controller, alarm, dan sistem keselamatan.

Kelengkapan panel dapat mencakup:

  • Main circuit breaker
  • Magnetic contactor
  • Thermal overload relay
  • Auxiliary relay
  • Selector switch
  • Indicating lamp
  • Alarm buzzer
  • Emergency stop
  • Terminal block
  • Burner safety interlock

D. Temperature Controller – 1 Unit

Temperature controller menggunakan merek Autonics atau setara. Instrumen ini menerima sinyal dari sensor temperatur dan mengendalikan operasi burner berdasarkan set point.

Fungsi kontrolnya meliputi:

  • Menghidupkan atau mematikan burner
  • Menjaga temperatur outlet
  • Membatasi temperatur maksimum
  • Memberikan alarm overheating
  • Menghentikan burner saat temperatur melewati batas keselamatan

Untuk meningkatkan keamanan, operating temperature controller sebaiknya dilengkapi independent high-temperature limit switch.

E. Water Circulation Pump Grundfos – 1 Unit

Circulation pump menggunakan merek Grundfos atau setara dengan kapasitas aliran sekitar 1 m³/jam.

Pompa berfungsi mengalirkan air melalui heater menuju reservoir tank atau peralatan pengguna, kemudian mengembalikan air ke hot water generator.

Spesifikasi Pompa

ParameterSpesifikasi
MerekGrundfos atau setara
TipeCirculation pump
Kapasitas aliran1 m³/jam
Tekanan operasi5 barg
Head maksimum100 meter
Jumlah1 unit

Material pompa, mechanical seal, dan kemampuan temperatur harus sesuai dengan temperatur air maksimum 60°C.

F. Gas Burner 100.000 Kcal/Jam – 1 Set

Unit dilengkapi gas burner merek Riello atau setara.

ParameterSpesifikasi
Kapasitas burner100.000 kcal/jam
Konversi kapasitas±116 kW
Bahan bakarLPG
Sistem operasiOtomatis
Jumlah1 set

Burner sebaiknya dilengkapi dengan:

  • Automatic ignition
  • Flame detector
  • Burner control box
  • Air-pressure switch
  • Ignition transformer
  • Gas solenoid valve
  • Gas-pressure switch
  • Air damper
  • Flame failure protection

G. Reservoir Tank – 300 Liter

Reservoir tank berfungsi menyimpan air panas sekaligus membantu menstabilkan temperatur dan aliran air.

ParameterSpesifikasi
Kapasitas tangki300 liter
KelengkapanSupport structure
Jumlah1 set

Tangki sebaiknya dilengkapi dengan:

  • Inlet air
  • Outlet air panas
  • Circulation return
  • Drain connection
  • Vent
  • Level indicator
  • Temperature indicator
  • Insulasi termal
  • Inspection opening

Material dan ketebalan tangki harus disesuaikan dengan tekanan, temperatur, kualitas air, dan sistem terbuka atau tertutup yang digunakan.

H. Chimney – 1 Set

digunakan untuk membuang gas hasil pembakaran ke lokasi yang aman.

ParameterSpesifikasi
Diameter chimneyØ190 mm
Ketebalan material4 mm
Tinggi chimney3 meter
Jumlah1 set

dapat dilengkapi dengan flange, support, inspection hole, drain, rain cap, dan sampling port untuk combustion analysis.

Ketinggian akhir chimney perlu disesuaikan dengan kondisi bangunan dan ketentuan pembuangan emisi di lokasi pemasangan.

I. Globe Valve DN25 – 4 Unit

Globe valve DN25 digunakan untuk mengisolasi atau mengatur aliran air pada jalur inlet, outlet, reservoir tank, atau circulation line.

ParameterSpesifikasi
TipeGlobe valve
UkuranDN25
Jumlah4 unit

J. Strainer DN25 – 1 Unit

Strainer dipasang sebelum pompa atau pada jalur inlet untuk menyaring kotoran agar tidak masuk ke circulation pump dan heater pipe.

ParameterSpesifikasi
TipeY-strainer atau sesuai desain
UkuranDN25*
Jumlah1 unit

*Data awal tertulis DN250. Untuk jalur inlet dan outlet DN25, ukuran tersebut kemungkinan merupakan kesalahan penulisan dan perlu dikonfirmasi sebagai DN25.

K. Globe Valve DN15 PN16 – 1 Unit

Globe valve DN15 PN16 dapat digunakan pada jalur make-up water, drain, bypass, atau instrument connection sesuai desain perpipaan.

ParameterSpesifikasi
TipeGlobe valve
UkuranDN15
Pressure ratingPN16
Jumlah1 unit

L. Flow Switch – 1 Unit

Flow switch digunakan untuk memastikan terdapat sirkulasi air sebelum burner menyala.

Apabila circulation pump berhenti atau aliran air turun di bawah batas aman, flow switch akan:

  1. Mengirimkan sinyal low-flow.
  2. Mengaktifkan alarm.
  3. Menghentikan burner.
  4. Mencegah overheating pada heater pipe.

Flow switch harus dipasang pada jalur lurus dengan orientasi dan panjang pipa sesuai rekomendasi produsen.

M. LPG Gas Header dan Regulator – 1 Lot

Sistem LPG dilengkapi gas header, regulator, dan pipa distribusi menuju burner.

Ruang Lingkup Gas Header

KomponenSpesifikasi
Gas header LPG1 lot
Panjang pipa maksimum12 meter
Regulator LPG3 set
Bahan bakarLPG

Gas train atau gas header sebaiknya dilengkapi dengan:

  • Main shut-off valve
  • Gas filter
  • Pressure regulator
  • Pressure gauge
  • Low-gas pressure switch
  • High-gas pressure switch
  • Double solenoid valve
  • Leak-test point
  • Flexible connection
  • Emergency shut-off valve

Seluruh sambungan LPG harus menjalani leak test sebelum burner dioperasikan.

Estimasi Kapasitas Panas Berdasarkan Debit Air

Kapasitas panas yang dapat dipindahkan oleh air dapat diperiksa menggunakan rumus:

Dengan debit air 1 m³/jam dan perbedaan temperatur 40°C:

Konversi ke kcal/jam:

Artinya, debit 1 m³/jam dengan ΔT 40°C hanya memindahkan panas sekitar 40.000 kcal/jam.

Untuk memindahkan kapasitas penuh sebesar 100.000 kcal/jam dengan ΔT 40°C, debit air yang dibutuhkan adalah:

Dengan demikian, kapasitas circulation pump sebaiknya diperiksa kembali. Untuk memanfaatkan output 100.000 kcal/jam pada ΔT 40°C, kebutuhan aliran teoritisnya sekitar 2,5 m³/jam, sebelum ditambahkan margin desain.

Catatan Verifikasi Teknis

Beberapa data perlu dikonfirmasi sebelum proses fabrikasi:

  • Apakah kapasitas burner 100 Mcal/jam berarti 100.000 kcal/jam.
  • Konsumsi LPG maksimal 15 kg/jam perlu disesuaikan dengan kapasitas burner dan nilai kalor LPG.
  • Debit pompa 1 m³/jam belum sesuai dengan kapasitas 100.000 kcal/jam pada ΔT 40°C.
  • Data tekanan pompa 5 barg dan head maksimum 100 meter perlu diselaraskan karena 100 meter head setara sekitar 9,8 barg.
  • Strainer DN250 kemungkinan seharusnya DN25.
  • Perlu ditentukan apakah reservoir tank menggunakan sistem terbuka atau bertekanan.
  • Tekanan desain hot water generator harus dicantumkan, tidak hanya tekanan pengujian 15 barg.
  • Kapasitas relief valve dan expansion system perlu dihitung.
  • Tinggi chimney 3 meter harus diverifikasi terhadap kondisi bangunan dan persyaratan lokasi.

Studi Kasus Hot Water Generator LPG 100.000 Kcal/Jam

Sebuah fasilitas industri membutuhkan air panas untuk proses pencucian peralatan. Sistem dirancang menggunakan hot water generator berbahan bakar LPG dengan kapasitas burner 100.000 kcal/jam dan reservoir tank 300 liter.

Air panas harus tersedia dengan cepat dan dipertahankan pada temperatur maksimal 60°C selama proses produksi berlangsung.

Data Kebutuhan Operasional

ParameterData
Kapasitas reservoir tank300 liter
Temperatur air awal20°C
Temperatur air target60°C
Kenaikan temperatur40°C
Kapasitas burner100.000 kcal/jam
Bahan bakarLPG
Konsumsi LPG maksimum15 kg/jam
Kapasitas awal circulation pump1 m³/jam
Sistem kontrolOtomatis
Tekanan pengujian unit15 barg

Perhitungan Energi untuk Memanaskan Air

Kebutuhan panas dihitung menggunakan rumus:

Keterangan:

  • = kebutuhan energi dalam kcal
  • = massa air dalam kg
  • = panas jenis air, sekitar 1 kcal/kg°C
  • = kenaikan temperatur

Dengan volume air 300 liter, massa air diperkirakan sebesar 300 kg.

Energi teoritis yang diperlukan untuk menaikkan temperatur 300 liter air dari 20°C menjadi 60°C adalah 12.000 kcal.

Estimasi Waktu Pemanasan

Dengan kapasitas burner 100.000 kcal/jam:

Secara teoritis, waktu pemanasan adalah sekitar 7 menit. Namun, perhitungan tersebut belum memasukkan:

  • Efisiensi pembakaran
  • Kehilangan panas pada body heater
  • Kehilangan panas pada tangki
  • Massa heater pipe dan reservoir tank
  • Kehilangan panas pada perpipaan
  • Waktu sirkulasi dan pencampuran air
  • Pembatasan kapasitas burner selama start-up

Dengan asumsi efisiensi sistem sekitar 80–85%, waktu pemanasan ideal dapat diperkirakan sekitar:

Dalam kondisi instalasi aktual, waktu pemanasan 300 liter air dapat berada pada kisaran 10–20 menit, bergantung pada sistem sirkulasi, insulasi, penggunaan air selama pemanasan, dan kondisi burner.

Analisis Kapasitas Circulation Pump

Data awal menunjukkan circulation pump memiliki kapasitas 1 m³/jam dengan perbedaan temperatur inlet dan outlet sebesar 40°C.

Kapasitas panas yang dapat dipindahkan dihitung menggunakan:

Konversi ke kcal/jam:

Artinya, pompa 1 m³/jam hanya mampu mengalirkan energi sekitar 40.000 kcal/jam pada ΔT 40°C.

Sementara itu, kapasitas burner adalah 100.000 kcal/jam atau sekitar 116 kW. Untuk memindahkan kapasitas panas tersebut pada ΔT 40°C, debit yang dibutuhkan adalah:

Oleh karena itu, kapasitas circulation pump perlu dinaikkan menjadi minimal sekitar 2,5 m³/jam. Dengan penambahan margin desain, pompa dapat dipilih pada kisaran 3–4 m³/jam, sedangkan head aktual harus dihitung berdasarkan pressure loss sistem.

Pemeriksaan Head Pompa

Data awal mencantumkan:

  • Tekanan operasi: 5 barg
  • Head maksimum: 100 meter

Head 100 meter setara dengan tekanan sekitar 9,8 barg. Karena itu, kedua parameter tersebut perlu dikonfirmasi.

Head pompa tidak ditentukan berdasarkan tekanan pengujian hot water generator, melainkan berdasarkan total kehilangan tekanan pada:

  • Heater pipe
  • Globe valve
  • Strainer
  • Elbow dan fitting
  • Jalur supply dan return
  • Reservoir tank
  • Peralatan pengguna
  • Perbedaan elevasi pada sistem terbuka

Pompa sebaiknya dipilih berdasarkan perhitungan total dynamic head, bukan hanya berdasarkan tekanan maksimum unit.

Estimasi Konsumsi LPG

Konsumsi LPG diperkirakan menggunakan kapasitas burner, nilai kalor LPG, dan efisiensi pembakaran.

Dengan asumsi:

  • Kapasitas output: 100.000 kcal/jam
  • Nilai kalor LPG: ±11.000 kcal/kg
  • Efisiensi: 85%

Maka:

Konsumsi LPG pada beban maksimum diperkirakan sekitar 10–12 kg/jam. Data maksimal 15 kg/jam masih dapat digunakan sebagai kapasitas penyediaan bahan bakar dengan mempertimbangkan variasi nilai kalor, efisiensi, dan kebutuhan start-up.

Konsumsi aktual harus diverifikasi menggunakan gas meter atau metode penimbangan LPG selama commissioning.

Perhitungan Konsumsi LPG untuk Satu Kali Pemanasan

Energi yang dibutuhkan untuk memanaskan 300 liter air adalah 12.000 kcal.

Dengan efisiensi 85%:

Kebutuhan LPG:

Secara teoritis, kebutuhan LPG untuk memanaskan 300 liter air dari 20°C menjadi 60°C adalah sekitar 1,3 kg per batch, belum termasuk kehilangan panas selama penyimpanan dan distribusi.

Konfigurasi Sistem

Susunan sistem yang digunakan adalah:

Reservoir Tank → Strainer → Circulation Pump → Hot Water Generator → Reservoir Tank

Air dari reservoir tank dialirkan oleh circulation pump menuju heater. Setelah menerima panas, air kembali ke tangki hingga temperatur mencapai 60°C.

Apabila air panas digunakan untuk proses, air pengganti masuk ke reservoir dan sistem kembali melakukan pemanasan sesuai pembacaan temperature controller.

Sistem Kontrol Operasi

Kondisi Start

Sebelum burner menyala, sistem kontrol memeriksa:

  1. Level air reservoir mencukupi.
  2. Circulation pump telah beroperasi.
  3. Flow switch mendeteksi aliran.
  4. Tekanan air berada dalam batas aman.
  5. Temperatur belum mencapai set point.
  6. Sistem gas LPG berada dalam kondisi normal.
  7. Tidak terdapat alarm atau emergency stop aktif.

Proses Pemanasan

Temperature controller Autonics membaca temperatur air. Jika temperatur berada di bawah set point, controller memberikan perintah kepada burner untuk beroperasi.

Burner memanaskan heater pipe, sedangkan circulation pump mengalirkan air secara terus-menerus melalui unit.

Temperatur Tercapai

Ketika temperatur mencapai 60°C, temperature controller menghentikan burner. Circulation pump dapat tetap beroperasi untuk meratakan temperatur di dalam reservoir tank.

Ketika temperatur turun akibat pemakaian atau kehilangan panas, burner akan menyala kembali secara otomatis.

Permasalahan Saat Commissioning

Pada pengujian awal, burner mengalami trip setelah beroperasi beberapa menit. Temperatur outlet heater meningkat terlalu cepat, sedangkan temperatur reservoir tank belum mencapai target.

Hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa penyebab:

  • Debit pompa hanya 1 m³/jam
  • Flow air tidak cukup untuk menyerap kapasitas burner
  • Strainer mulai tertutup kotoran instalasi
  • Udara terperangkap pada jalur heater
  • Flow switch belum disetel dengan benar
  • Sensor temperatur hanya membaca temperatur outlet yang meningkat cepat

Debit yang terlalu rendah menyebabkan air di dalam heater menerima panas berlebihan sehingga temperatur outlet meningkat lebih cepat dibandingkan temperatur rata-rata di reservoir tank.

Tindakan Perbaikan

Tim teknis melakukan beberapa penyesuaian:

  1. Mengganti atau menyesuaikan pompa menjadi sekitar 3 m³/jam.
  2. Menghitung kembali head berdasarkan pressure loss aktual.
  3. Membersihkan strainer DN25.
  4. Mengeluarkan udara dari jalur sirkulasi.
  5. Membuka globe valve pada posisi operasi yang tepat.
  6. Mengatur flow switch sesuai debit minimum aman.
  7. Memasang sensor temperatur pada outlet heater dan reservoir tank.
  8. Menambahkan high-temperature limit independen.
  9. Melakukan leak test pada gas header LPG.
  10. Melakukan combustion tuning pada burner.

Pengujian Safety Interlock

Setelah perbaikan, seluruh safety interlock diuji.

Kondisi PengujianRespons Sistem
Circulation pump dimatikanFlow switch memerintahkan burner trip
Aliran air diturunkanLow-flow alarm aktif
Temperatur mencapai set pointBurner berhenti normal
Temperatur sangat tinggiHigh-temperature trip aktif
Flame tidak terdeteksiKatup gas menutup dan burner lockout
Tekanan air tidak normalPressure switch menghentikan burner
Emergency stop ditekanBurner dan sistem terkait berhenti
Kebocoran gas disimulasikan*Sistem tidak dioperasikan sampai aman

*Pengujian sistem gas harus mengikuti prosedur keselamatan dan dilakukan oleh teknisi yang kompeten.

Hasil Setelah Commissioning

Setelah kapasitas pompa dan sistem kontrol disesuaikan, diperoleh kondisi operasi berikut:

ParameterHasil
Temperatur awal air20°C
Temperatur akhir60°C
Kapasitas reservoir300 liter
Waktu pemanasan±10–20 menit
Debit sirkulasi±3 m³/jam
Sistem burnerOtomatis
Konsumsi LPG per batch±1,3–2 kg
Flow switchBerfungsi normal
High-temperature protectionBerfungsi normal
Distribusi temperaturLebih merata

Konsumsi dan waktu pemanasan aktual dapat berubah mengikuti temperatur awal, pemakaian air selama proses, kualitas insulasi, serta efisiensi pembakaran.

Kesimpulan Studi Kasus

Hot water generator LPG 100.000 kcal/jam dapat digunakan untuk memanaskan reservoir tank 300 liter hingga 60°C dengan waktu yang relatif cepat.

Namun, kapasitas circulation pump harus sesuai dengan kapasitas panas burner. Debit 1 m³/jam pada ΔT 40°C hanya memindahkan panas sekitar 40.000 kcal/jam. Agar kapasitas burner dapat dimanfaatkan dengan aman, debit pompa sebaiknya berada di sekitar 2,5–4 m³/jam, tergantung desain sistem.

Keberhasilan instalasi dipengaruhi oleh:

  • Kesesuaian burner dan debit pompa
  • Perhitungan head pompa
  • Penempatan temperature sensor
  • Pengaturan flow switch
  • Kelengkapan pressure switch
  • Sistem reservoir tank
  • Keamanan gas header LPG
  • Combustion tuning
  • Pengujian seluruh safety interlock

Dengan perhitungan dan commissioning yang tepat, sistem dapat menghasilkan air panas secara stabil, aman, dan efisien untuk kebutuhan proses industri.

Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

PT Indira Mitra Boiler


https://hargaboiler.co.id

HERO IMB

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top