Burner Riello Bahan Bakar Gas

Burner Riello adalah alat penghasil energi panas atau semburan api dimana burner riello sendiri produksi di eropa barat tepatnya di negara italiy. burner riello menggunakan bahan bakar gas biasanya di pakai untuk industri makanan, rumah sakit, hotel dan pergedungan. mengapa demikian, karna di burner riello gas ini sangat berpengaruh terhadap lingkungan di antaranya asap pembekaran dari burner riello bisa di gambarkan sangat efesien sisa pembakaran bahan bakar yang di keluarkan tidak menimbulkan asap hitam dan pengap seperti bahan bakar residu dan solar pada umumnya.Selain itu burner gas juga bisa mempertahankan panas api lebih setabil.
juga memiliki harga jual lebih mahal di bandingkan burner solar atau residu, memang beberapa industri tidak semuanya harus menggunakan burner gas karna sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan mereka juga. burner gas bisa di bilang lebih mahal karna mentenence atau sparepartnya juga berbeda dengan burner solar, ada beberpa sprepart yg di burner solar tidak memilikinya, multi block, gas filter, regulator, pgesure guage, presure suwite, dan slenoid. berner riello gas yang tersedia di indonesia ada berbagi type dan kapasitas di antaranya :
Mudulating Gas Burner Riello Gas P/M
Burner Seri P / M GAS mencakup rentang penembakan dari 80 hingga 4885 kW. Operasi ditampilkan oleh operasi dua tahap progresif atau modulasi penuh, dengan sistem kontrol canggih dan probe. Pembakar seri P / M GAS sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan fleksibilitas kontrol (proses, uap, penyerapan pendingin) di mana output variabel diperlukan. Karena struktur lembaran logam mereka, mereka secara khusus cocok untuk aplikasi proses dimana bahan plastik mudah rusak atau cacat. Perawatan yang disederhanakan dicapai dengan menggeser palang yang memungkinkan akses ke
kepala pembakaran tanpa perlu mengeluarkan burner dari boiler.
Riello GAS P/M – Gas Burner 80–4.885 kW
Seri Riello GAS P/M merupakan gas burner dengan rentang kapasitas yang cukup luas, mulai dari 80 kW hingga 4.885 kW berdasarkan data yang diberikan. Seri ini dapat digunakan untuk aplikasi steam boiler, thermal oil heater, hot water boiler, oven, furnace, dryer, dan industrial heating system.
Tabel Kapasitas GAS P/M
| Model | Kapasitas Minimum / Range | Maksimum |
|---|---|---|
| GAS 3 P/M | 80 / 130 kW | 350 kW |
| GAS 4 P/M | 120 / 180 kW | 470 kW |
| GAS 5 P/M | 155 / 320 kW | 660 kW |
| GAS 6 P/M | 300 / 520 kW | 1.050 kW |
| GAS 7 P/M | 400 / 800 kW | 1.760 kW |
| GAS 8 P/M | 640 / 1.162 kW | 2.210 kW |
| GAS 9 P/M | 870 / 1.744 kW | 3.488 kW |
| GAS 10 P/M | 1.140 / 2.441 kW | 4.885 kW |
Catatan: format 80/130, 120/180, dan seterusnya sebaiknya dipertahankan sesuai data katalog karena dapat menunjukkan dua konfigurasi atau dua kondisi minimum operasi. Untuk pemilihan model final, perlu mengacu pada datasheet model yang digunakan.
Burner RS Series Two Stage Progressive
Seri burner RS mencakup rentang cincin dari 70 hingga 2290 kW, dan telah dirancang untuk digunakan pada suhu rendah atau sedang. boiler air panas, boiler udara panas atau uap, boiler minyak diathermic. Operasi adalah “dua tahap progresif”; pembakar dilengkapi dengan panel kontrol mikroprosesor yang memasok indikasi operasi dan diagnosis penyebab kesalahan. Peningkatan kinerja kipas dan kepala pembakaran, menjamin fleksibilitas penggunaan dan kinerja yang sangat baik di semua tingkat suku bunga. Desain eksklusif memastikan dimensi yang dikurangi, penggunaan yang mudah dan pemeliharaan. Berbagai macam aksesori menjamin peningkatan fleksibilitas kerja.
Riello RS Series Gas Burner – Kapasitas 70–2.290 kW
Riello RS Series merupakan rangkaian burner gas untuk aplikasi pemanasan dan industri dengan kapasitas dari sekitar 70 kW hingga 2.290 kW, berdasarkan data yang diberikan. Seri ini dapat dipertimbangkan untuk steam boiler, thermal oil heater, hot water boiler, oven, furnace, dan industrial heating system.
Tabel Kapasitas Riello RS Gas Burner
| Model | Kapasitas Thermal |
|---|---|
| RS 34 MZ | 70 / 130 – 390 kW |
| RS 44 MZ | 101 / 203 – 550 kW |
| RS 50 | 116 / 290 – 580 kW |
| RS 64 MZ | 150 / 400 – 850 kW |
| RS 70 | 192 / 465 – 814 kW |
| RS 100 | 232 / 698 – 1.163 kW |
| RS 130 | 372 / 930 – 1.512 kW |
| RS 190 | 470 / 1.279 – 2.290 kW |
Catatan: format dua angka seperti 70/130 atau 232/698 sebaiknya dipertahankan sesuai data katalog karena dapat menunjukkan kondisi minimum/operating point tertentu. Untuk pemilihan final, gunakan datasheet model dan konfigurasi burner yang spesifik.
ONE STAGE GAS Burner R40 FS Series
Seri Riello 40 FS dari pembakar gas satu tahap, adalah rangkaian lengkap produk yang dikembangkan untuk menanggapi permintaan aplikasi industri ringan. Seri Riello 40 FS tersedia dalam lima model berbeda, dengan output mulai dari 11 hingga 220 kW, terbagi dalam empat model berbeda struktur. Semua model menggunakan komponen yang sama yang dirancang oleh Riello untuk seri Riello 40 FS. Tingkat kualitas tinggi menjamin kerja yang aman. Pembakar Riello 40 FS dilengkapi dengan panel kontrol api berbasis mikroprosesor, dengan fungsi diagnostik. Dalam mengembangkan pembakar ini, perhatian khusus diberikan untuk mengurangi kebisingan, untuk kemudahan instalasi dan penyesuaian, untuk mendapatkan ukuran sekecil mungkin agar sesuai dengan jenis apa pun ketel tersedia di pasar.
Riello FS Series – Light Oil Burner 11–220 kW
Riello FS Series merupakan rangkaian burner Riello untuk aplikasi pemanasan dengan kapasitas kecil hingga menengah. Berdasarkan data yang diberikan, tersedia pilihan dari FS3 11 kW hingga FS20 220 kW.
Seri ini dapat dipertimbangkan untuk aplikasi seperti boiler kecil, hot water boiler, thermal oil heater, oven, furnace, dan industrial heating system, dengan pemilihan berdasarkan heat load aktual dan konfigurasi burner.
Tabel Kapasitas Riello FS Series
| Model | Kapasitas | ± Output kcal/h |
|---|---|---|
| FS3 | 11–35 kW | 9.460–30.100 kcal/h |
| FS5 | 23–58 kW | 19.780–49.880 kcal/h |
| FS8 | 46–93 kW | 39.560–79.980 kcal/h |
| FS10 | 42–116 kW | 36.120–99.760 kcal/h |
| FS20 | 81–220 kW | 69.660–189.200 kcal/h |
Keuntungan Menggunakan Riello
Riello berpengalaman bertahun-tahun dalam aplikasi pembakaran industri, memberi kami pengetahuan untuk mengelola tantangan pasar dalam evolusi berkelanjutan, meminta solusi baru, energi penghematan, pengurangan biaya operasi dan penggunaan bahan bakar alternatif baru. Berdasarkan spesifikasi yang diterima, RIELLO mengembangkan sistem pembakaran yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan proses termal industri di mana mereka dipasang, termasuk pencocokan aksesori khusus dan perangkat pelengkap.
Setiap produk Riello adalah dunia. Anda akan menemukan di dalamnya ringkasan dari saat ini dan visi kami masa depan yang lebih baik. Apa yang membuat perusahaan kami pemimpin dunia dalam industri ini adalah kemampuannya untuk mengantisipasi kebutuhan masa depan dan mempercepat langkah menuju definitif transisi ke energi berkelanjutan menggunakan. Kompetitif yang dihasilkan kemampuan adalah nilai pasar yang membuat Riello dapat dipasarkan dan merek terkenal di seluruh dunia.
• saran pemasangan
• komisioning dan penyesuaian
• pemeriksaan kinerja
• Memeriksa O2
• perawatan rutin
• intervensi berdasarkan permintaan
• rencana pemeliharaan dan perbaikan
• komisioning, penyesuaian, dan inisial paket perawatan rutin
Riello telah mengembangkan berbagai layanan yang memungkinkan pelanggan untuk manfaatkan teknik khusus dukungan di setiap tahap bisnis mereka, mulai dari pemasangan produk dan sepanjang masa kerja sistem. Satu tujuan bersama: konstanta kinerja dari waktu ke waktu, memaksimalkan efisiensi energi dan meminimalkan dampak lingkungan, untuk seluruh kehidupan siklus produk.
Studi Kasus After Service Riello Burner pada Boiler Industri
Riello memiliki pengalaman dalam teknologi pembakaran untuk berbagai aplikasi pemanasan dan proses industri. Dalam penggunaan burner, performa tidak hanya ditentukan oleh pemilihan kapasitas burner, tetapi juga oleh installation, commissioning, combustion adjustment, maintenance, dan monitoring selama masa operasi.
Karena itu, after service Riello burner menjadi bagian penting untuk menjaga burner tetap bekerja sesuai kebutuhan sistem.
Optimasi Performa Riello Burner
Sebuah perusahaan menggunakan Riello burner pada sistem boiler industri. Setelah beroperasi dalam periode tertentu, operator menemukan beberapa perubahan pada performa burner.
Gejala yang ditemukan:
- Flame kurang stabil.
- Konsumsi bahan bakar meningkat.
- Waktu mencapai tekanan steam lebih lama.
- Temperatur flue gas meningkat.
- Burner beberapa kali mengalami lockout.
- Hasil pembakaran tidak lagi seperti kondisi awal.
Daripada langsung mengganti burner, dilakukan service dan combustion assessment secara sistematis.
Alur After Service
Inspection
↓
Fuel System Check
↓
Burner Check
↓
Electrical & Control Check
↓
Combustion Test
↓
O₂ Measurement
↓
Adjustment
↓
Performance Test
↓
Maintenance Recommendation
1. Saran Pemasangan Riello Burner
Tahap pertama adalah memastikan burner terpasang dengan benar.
Pemeriksaan meliputi:
- Burner mounting.
- Burner flange.
- Combustion head.
- Posisi burner terhadap furnace.
- Fuel connection.
- Electrical connection.
- Air damper.
- Control system.
Kesalahan pemasangan dapat memengaruhi flame geometry dan combustion stability.
Pada burner yang digunakan sebagai replacement, kompatibilitas dengan boiler existing juga harus diperiksa.
2. Commissioning dan Adjustment Riello Burner
Commissioning dan adjustment Riello burner merupakan tahap penting setelah pemasangan, overhaul, replacement, atau service burner. Tujuannya adalah memastikan burner dapat bekerja sesuai kapasitas, sistem kontrol, kebutuhan bahan bakar, dan kondisi combustion chamber.
Commissioning tidak hanya memastikan burner dapat menyala, tetapi juga memastikan proses pembakaran berjalan stabil, aman, dan sesuai parameter operasi.
Alur Commissioning Riello Burner
Pre-Check
↓
Start Burner
↓
Ignition
↓
Flame Establishment
↓
Low Fire
↓
Increase Firing
↓
High Fire
↓
Combustion Adjustment
↓
Performance Verification
1. Pre-Check
Sebelum burner dinyalakan, teknisi melakukan pemeriksaan awal terhadap seluruh sistem.
Mechanical Check
Periksa:
- Mounting burner.
- Burner flange.
- Combustion head.
- Fan.
- Air damper.
- Combustion chamber.
- Kondisi gasket.
- Fuel connection.
3. Pemeriksaan Fuel System
Fuel system merupakan bagian penting dalam performa burner.
Untuk oil burner, pemeriksaan dapat meliputi:
- Fuel pressure.
- Oil pump.
- Filter.
- Strainer.
- Nozzle.
- Fuel valve.
- Flexible hose.
- Fuel piping.
Sedangkan pada gas burner:
- Gas pressure.
- Gas filter.
- Regulator.
- Gas train.
- Safety valve.
- Gas control valve.
Jika tekanan atau suplai fuel tidak sesuai, burner dapat mengalami flame instability, ignition failure, atau kapasitas tidak tercapai.
4. Pemeriksaan O₂
Salah satu bagian penting dalam combustion tuning adalah pemeriksaan kadar oksigen pada flue gas.
Secara sederhana:
Fuel
Combustion Air
↓
Combustion
↓
Flue Gas
↓
O₂ Measurement
Hasil pengukuran digunakan sebagai salah satu parameter untuk menentukan apakah air-fuel ratio perlu disesuaikan.
Pengaturan yang terlalu banyak udara dapat menyebabkan excess air berlebihan dan meningkatkan heat loss melalui flue gas.
Sebaliknya, udara pembakaran yang tidak mencukupi dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna dan meningkatkan risiko emisi CO.
Karena itu, adjustment sebaiknya dilakukan menggunakan combustion analyzer, bukan hanya berdasarkan warna flame.
5. Pemeriksaan Performance
Setelah adjustment dilakukan, performa burner dibandingkan dengan kondisi operasi sebelumnya.
Parameter yang dapat dicatat:
| Parameter | Sebelum Service | Setelah Adjustment |
|---|---|---|
| Flame Stability | Tidak stabil | Stabil |
| O₂ | Perlu adjustment | Disesuaikan |
| Flue Gas Temperature | Tinggi | Dievaluasi |
| Fuel Pressure | Diperiksa | Sesuai |
| Burner Lockout | Terjadi | Diminimalkan |
| Steam Pressure | Kurang stabil | Lebih stabil |
Tabel tersebut merupakan contoh format studi kasus, bukan hasil pengukuran proyek tertentu.
6. Perawatan Rutin Riello Burner
Setelah commissioning, burner memerlukan routine maintenance.
Pemeriksaan dapat meliputi:
Burner
- Cleaning burner.
- Cleaning combustion head.
- Pemeriksaan fan.
- Pemeriksaan motor.
- Pemeriksaan air damper.
Oil System
- Cleaning filter.
- Pemeriksaan pump.
- Pemeriksaan nozzle.
- Pemeriksaan fuel pressure.
Gas System
- Pemeriksaan gas train.
- Pemeriksaan regulator.
- Pemeriksaan gas pressure.
- Pemeriksaan safety valve.
Electrical
- Control box.
- Wiring.
- Ignition transformer.
- Flame detector.
- Terminal connection.
7. Pemeriksaan Flame Detector pada Riello Burner
Flame detector merupakan bagian penting dari sistem keselamatan burner. Komponen ini berfungsi mendeteksi keberadaan flame setelah proses ignition. Jika sistem tidak menerima indikasi flame sesuai sequence yang ditentukan, burner dapat masuk kondisi flame failure atau lockout.
Karena itu, ketika Riello burner mengalami flame failure, pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara sistematis dan tidak langsung menyimpulkan bahwa control box mengalami kerusakan.
Alur Troubleshooting Flame Failure
Fuel Supply
↓
Pump / Gas Pressure
↓
Nozzle / Gas Valve
↓
Ignition
↓
Flame Detector
↓
Combustion Air
↓
Control System
↓
Test Running
1. Check Fuel Supply
Pastikan bahan bakar tersedia dan dapat mencapai burner.
Untuk oil burner, periksa:
- Level fuel tank.
- Filter.
- Strainer.
- Fuel line.
- Oil pump.
- Fuel pressure.
Untuk gas burner:
- Gas supply.
- Gas pressure.
- Filter.
- Regulator.
- Gas train.
- Gas valve.
Jika fuel tidak tersedia dengan baik, flame tidak akan terbentuk secara stabil meskipun ignition system bekerja normal.
8. Intervensi Berdasarkan Permintaan pada Riello Burner
Intervensi berdasarkan permintaan merupakan layanan service yang dilakukan ketika burner mengalami gejala tertentu atau performanya berubah dari kondisi normal. Pendekatan ini berbeda dengan routine maintenance, karena tindakan dilakukan berdasarkan masalah aktual yang ditemukan saat operasi.
Tujuan utamanya adalah menemukan root cause sebelum melakukan penggantian komponen.
Alur Troubleshooting
Keluhan Operator
↓
Initial Inspection
↓
Data & Condition Check
↓
Troubleshooting
↓
Root Cause Analysis
↓
Corrective Action
↓
Test Running
↓
Performance Verification
9. Maintenance dan Repair Plan
Setelah pemeriksaan, teknisi dapat membuat rekomendasi maintenance.
Contoh:
Immediate Action
- Cleaning burner.
- Check nozzle.
- Check fuel pressure.
- Check ignition.
- Check flame detector.
Scheduled Maintenance
- Filter replacement.
- Nozzle replacement.
- Pump inspection.
- Fan inspection.
- Electrical inspection.
Performance Monitoring
- O₂ monitoring.
- Flue gas temperature.
- Fuel consumption.
- Burner operating hours.
- Lockout history.
Dengan pencatatan tersebut, kondisi burner dapat dibandingkan dari waktu ke waktu.
10. Initial Package Maintenance Riello Burner
Initial Package Maintenance merupakan tahap awal setelah Riello burner selesai dipasang, dilakukan overhaul, atau selesai menjalani perbaikan besar. Tujuannya bukan hanya memastikan burner dapat menyala, tetapi membangun baseline kondisi operasi yang dapat digunakan sebagai acuan untuk maintenance berikutnya.
Alur Initial Package Maintenance
Installation Check
↓
Commissioning
↓
Combustion Adjustment
↓
Performance Check
↓
Operator Guidance
↓
Maintenance Schedule
↓
Baseline Record
1. Installation Check
Sebelum burner dioperasikan, teknisi melakukan pemeriksaan instalasi.
Mechanical
- Posisi burner dan mounting.
- Flange dan burner head.
- Kondisi combustion chamber.
- Fan dan air damper.
- Fuel connection.
Fuel System
Untuk oil burner:
Tank → Filter → Pump → Pressure Regulation → Nozzle → Burner
Untuk gas burner:
Gas Supply → Filter → Regulator → Gas Train → Burner
Seluruh sambungan harus diperiksa sebelum commissioning.
Electrical
- Power supply.
- Motor.
- Wiring.
- Control box.
- Flame detector.
- Ignition system.
- Safety interlock.
3. Combustion Adjustment
Setelah flame terbentuk, dilakukan combustion tuning.
Parameter yang dapat diperiksa:
- O₂.
- CO.
- CO₂.
- Flue gas temperature.
- Fuel pressure.
- Air pressure.
- Flame stability.
Pengaturan air-fuel ratio sebaiknya dilakukan menggunakan combustion analyzer.
Tujuannya mendapatkan pembakaran yang stabil dengan kondisi operasi yang sesuai.
4. Performance Check
Setelah adjustment, performa burner diuji pada beberapa kondisi operasi.
Contohnya:
Low Fire
Memastikan burner tetap stabil pada kapasitas rendah.
Normal Operation
Memastikan burner dapat memenuhi kebutuhan thermal normal.
High Fire
Memastikan burner dapat mencapai kapasitas yang dibutuhkan.
Parameter yang dicatat dapat meliputi:
| Parameter | Baseline |
|---|---|
| Burner Model | Riello |
| Fuel Type | Gas / Oil |
| Firing Rate | ___ kW |
| Fuel Pressure | ___ |
| O₂ | ___ % |
| CO | ___ ppm |
| Flue Gas Temperature | ___ °C |
| Motor Current | ___ A |
| Steam Pressure / Process Temperature | ___ |
| Flame Condition | Normal |
Data tersebut menjadi baseline performance.
5. Operator Guidance
Operator diberikan pemahaman mengenai kondisi normal burner.
- Cara start burner.
- Cara stop burner.
- Indikator normal.
- Arti alarm.
- Kondisi lockout.
- Pemeriksaan harian.
- Pemeriksaan fuel pressure.
- Pemeriksaan flame.
- Kapan harus menghubungi teknisi.
6. Maintenance Schedule
Setelah baseline diperoleh, dibuat jadwal maintenance.
Daily Check
- Kondisi flame.
- Alarm.
- Fuel pressure.
- Abnormal noise.
- Kebocoran.
- Kondisi operasi boiler/heater.
Periodic Check
- Cleaning burner.
- Fan inspection.
- Nozzle inspection untuk oil burner.
- Filter inspection.
- Ignition inspection.
- Flame detector inspection.
- Electrical connection.
Contoh Studi Kasus
Misalnya sebuah boiler menggunakan Riello gas burner dan membutuhkan kapasitas sekitar:
1.000 kW
Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan bahwa:
- Burner secara kapasitas masih sesuai.
- Gas supply tersedia.
- Gas pressure perlu diperiksa.
- Combustion air belum optimal.
- O₂ flue gas perlu diukur.
- Flame masih dapat terbentuk tetapi kurang stabil.
Teknisi kemudian melakukan:
Gas Pressure Check
↓
Fan & Air Damper Check
↓
Flame Detector Check
↓
Combustion Analyzer Test
↓
Air-Fuel Adjustment
↓
Low Fire Test
↓
High Fire Test
↓
Performance Verification
Dengan demikian, permasalahan tidak langsung disimpulkan sebagai kerusakan burner. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan fuel, air, ignition, flame detection, control, dan combustion performance.
Manfaat After Service Riello Burner
After service yang dilakukan secara sistematis dapat membantu:
- Menjaga kestabilan flame.
- Mempertahankan performa burner.
- Mengidentifikasi masalah lebih awal.
- Mengurangi risiko unplanned shutdown.
- Membantu mengontrol konsumsi bahan bakar.
- Menjaga combustion system tetap optimal.
- Mendukung efisiensi operasi boiler.
- Memperpanjang usia komponen melalui maintenance yang tepat.
Kesimpulan
After Service Riello Burner bukan hanya kegiatan memperbaiki burner ketika terjadi kerusakan. Service sebaiknya mencakup installation support, commissioning, combustion adjustment, performance inspection, O₂ measurement, routine maintenance, troubleshooting, dan maintenance planning.
PT Indira Mitra Boiler
Office: (021) 352 95874
WhatsApp: +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
www.indiramitraboiler.co.id
www.burner.co.id
info@indira.co.id
idmratman@gmail.com
Workshop: Tangerang – Indonesia
https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia
