Burner riello bahan bakar Gas
Perusahaan kami tokomesinku merupakan perusahaan penyuplay sparepart dan mesin industri di indonesia salah satunya adalah mesin burner riello bahan bakar gas yang sering di cari di bebgai industri dan pergudungan, burner riello senderi adalah mesin kompor alat penghasil panas api yang di produksi di italiy dan di pasarkan di berbagai negara salah satunya di indonesia. burner atau alat penghasil panas ini biasanya di gunakan untuk perindustrian sperti kebutuhan mesin boiler, thermal oil heater, oven, tungku pembakaran sampah dll, sedangkan untuk pergedungan hotel sendri biasa di gunakan untuk pembkaran mesin staem boiler dan sejenisnya. burner riello dengan bahan bakar gas sendri di indonesia memiliki banyak setock dan type di antranya Riello type 40 FS, Gas/2, RS, Gas P/M yang akan kita bahas di bawah ini.

Pengertian Burner riello 40 FS
Seri Riello 40 FS dari pembakar gas satu tahap, adalah rangkaian lengkap produk yang dikembangkan untuk menanggapi permintaan aplikasi industri ringan. Seri Riello 40 FS tersedia dalam lima model berbeda, dengan output mulai dari 11 hingga 220 kW, terbagi dalam empat model berbeda struktur. Semua model menggunakan komponen yang sama yang dirancang oleh Riello untuk seri Riello 40 FS. Tingkat kualitas tinggi menjamin kerja yang aman. Pembakar Riello 40 FS dilengkapi dengan panel kontrol api berbasis mikroprosesor, dengan fungsi diagnostik.
Dalam mengembangkan pembakar ini, perhatian khusus diberikan untuk mengurangi kebisingan, untuk kemudahan instalasi dan penyesuaian, untuk mendapatkan ukuran sekecil mungkin agar sesuai dengan jenis apa pun ketel tersedia di pasar. Semua model disetujui oleh EN 676 European Standard dan sesuai dengan Eropa Arahan untuk EMC, Tegangan Rendah, Mesin dan Efisiensi Boiler. Semua pembakar Riello 40 FS diuji sebelum meninggalkan pabrik.
Riello 40 FS Series – One Stage Gas Burner
Riello 40 FS Series merupakan one-stage gas burner untuk aplikasi pemanasan dengan bahan bakar gas. Seri ini tersedia dalam beberapa model dengan firing range berbeda.
| Model | Kapasitas |
|---|---|
| FS3 | 11–35 kW |
| FS5 | 23–58 kW |
| FS8 | 46–93 kW |
| FS10 | 42–116 kW |
| FS20 | 81–220 kW |
Urutan Kapasitas
FS3 merupakan model dengan kapasitas paling kecil, sedangkan FS20 memiliki kapasitas paling besar hingga 220 kW.
Dalam pemilihan burner, jangan hanya melihat kapasitas maksimum. Perhatikan juga minimum firing rate, karena burner harus mampu mengikuti kebutuhan panas aktual equipment.
Contoh Pemilihan
Jika kebutuhan heat load equipment sekitar 80 kW, beberapa model yang dapat dievaluasi adalah:
- FS8: 46–93 kW
- FS10: 42–116 kW
Keduanya secara firing range mencakup 80 kW. Pemilihan akhir tetap perlu mempertimbangkan combustion chamber, furnace pressure, gas pressure, flame geometry, dan kondisi operasi equipment.
Aplikasi
Riello 40 FS dapat digunakan untuk kebutuhan seperti:
- Hot water boiler
- Small steam boiler
- Heating equipment
- Hot air generator
- Oven
- Furnace
- Process heating
Pengertian Burner Riello Gas/2
GAS / 2 seri burner mencakup rentang penembakan dari 80 hingga 3200 kW dan yang mereka miliki telah dirancang untuk digunakan dalam instalasi sipil dimensi rata – rata, seperti area bangunan dan kelompok apartemen besar atau untuk digunakan dalam aplikasi industri, seperti pabrik kecil atau menengah. Operasi adalah dua tahap; kepala pembakaran, yang dapat diatur berdasarkan yang dibutuhkan output, memungkinkan kinerja optimal memastikan pembakaran yang baik dan mengurangi konsumsi bahan bakar.
Fitur utama dari pembakar ini adalah keandalannya karena konstruksi yang sederhana dan kuat, yang memungkinkan operasi tanpa intervensi pemeliharaan khusus. Perawatan yang disederhanakan dicapai oleh sistem slide bar, yang memungkinkan akses mudah untuk semua komponen penting dari kepala pembakaran. Semua komponen listrik mudah diakses hanya dengan turun dari panel pelindung, sehingga menjamin cepat dan intervensi sederhana pada komponen.
Riello GAS/2 Two Stage Gas Burner
Riello GAS/2 merupakan seri two-stage gas burner untuk aplikasi komersial dan industri. Sistem two-stage memungkinkan burner bekerja pada kapasitas rendah dan kapasitas tinggi sesuai kebutuhan heat load equipment.
Daftar Kapasitas Riello GAS/2
| Model | Low Fire | High Fire | Kapasitas Maksimum |
|---|---|---|---|
| GAS 3/2 | 80 kW | 130 kW | 350 kW |
| GAS 4/2 | 120 kW | 180 kW | 470 kW |
| GAS 5/2 | 155 kW | 320 kW | 660 kW |
| GAS 6/2 | 300 kW | 520 kW | 1.050 kW |
| GAS 7/2 | 400 kW | 800 kW | 1.760 kW |
| GAS 9/2 | 1.000 kW | 1.750 kW | 3.200 kW |
GAS 3/2
80/130–350 kW
Cocok untuk kebutuhan thermal pada kisaran kapasitas kecil hingga menengah.
GAS 4/2
120/180–470 kW
Memiliki kapasitas maksimum hingga 470 kW.
GAS 5/2
155/320–660 kW
Dapat dipertimbangkan untuk boiler dan industrial heating dengan kebutuhan hingga sekitar 660 kW.
GAS 6/2
300/520–1.050 kW
Masuk ke kelas burner sekitar 1 MW dan dapat digunakan pada aplikasi industri dengan heat load lebih tinggi.
GAS 7/2
400/800–1.760 kW
Dirancang untuk kebutuhan thermal yang lebih besar, termasuk berbagai aplikasi industrial heating.
GAS 9/2
1.000/1.750–3.200 kW
Merupakan model dengan kapasitas terbesar dalam daftar ini, dengan output maksimum 3.200 kW.
Sistem Two Stage
Pada burner GAS/2, sistem pembakaran menggunakan dua tingkat operasi:
Stage 1 – Low Fire
Burner bekerja pada firing rate yang lebih rendah ketika kebutuhan panas equipment belum mencapai kapasitas tinggi.
Stage 2 – High Fire
Ketika kebutuhan panas meningkat, burner berpindah ke firing rate yang lebih tinggi.
Sistem ini membantu menyesuaikan heat input dengan kebutuhan thermal equipment dibandingkan burner one-stage yang hanya memiliki satu tingkat firing.
Aplikasi Riello GAS/2
Riello GAS/2 dapat digunakan pada berbagai aplikasi, antara lain:
- Steam boiler
- Hot water boiler
- Thermal oil heater
- Industrial furnace
- Process oven
- Rotary dryer
- Hot air generator
- Asphalt heating
- Process heating
Pemilihan model harus memperhatikan heat load, firing range, gas pressure, combustion chamber, furnace pressure, flame geometry, dan kebutuhan operasi.
Contoh Pemilihan
Jika equipment membutuhkan sekitar 900 kW, maka GAS 6/2 dapat menjadi salah satu model yang dievaluasi karena kapasitasnya mencapai 1.050 kW.
Jika kebutuhan sekitar 1.500 kW, GAS 7/2 dapat dipertimbangkan karena memiliki kapasitas maksimum 1.760 kW.
Sedangkan untuk kebutuhan sekitar 2.500 kW, GAS 9/2 berada pada kelas kapasitas yang sesuai dengan maksimum 3.200 kW.
Namun, kapasitas maksimum bukan satu-satunya parameter pemilihan. Minimum firing, furnace pressure, gas pressure dan flame geometry harus diperiksa sebelum menentukan model final.
Pengertian Burner Riello RS
Seri burner RS mencakup rentang cincin dari 70 hingga 2290 kW, dan telah dirancang untuk digunakan pada suhu rendah atau sedang boiler air panas, boiler udara panas atau uap, boiler minyak diathermic. Operasi adalah “dua tahap progresif”; pembakar dilengkapi dengan panel kontrol mikroprosesor yang memasok indikasi operasi dan diagnosis penyebab kesalahan. Peningkatan kinerja kipas dan kepala pembakaran, menjamin fleksibilitas penggunaan dan kinerja yang sangat baik di semua tingkat suku bunga. Desain eksklusif memastikan dimensi yang dikurangi, penggunaan yang mudah, dan pemeliharaan. Berbagai macam aksesori menjamin peningkatan fleksibilitas kerja.
Riello RS Two Stage Gas Burner
Riello RS Series merupakan two-stage gas burner untuk aplikasi commercial dan industrial heating. Seri ini menawarkan berbagai pilihan kapasitas, mulai dari sekitar 70 kW hingga 2.290 kW, sehingga dapat digunakan pada boiler, thermal oil heater, furnace, oven, dryer, dan process heating.
Kapasitas Riello RS Series
| Model | Minimum | Intermediate | Maximum |
|---|---|---|---|
| RS 34 MZ | 70 kW | 130 kW | 390 kW |
| RS 44 MZ | 101 kW | 203 kW | 550 kW |
| RS 50 | 116 kW | 290 kW | 580 kW |
| RS 64 MZ | 150 kW | 400 kW | 850 kW |
| RS 70 | 192 kW | 465 kW | 814 kW |
| RS 100 | 232 kW | 698 kW | 1.163 kW |
| RS 130 | 372 kW | 930 kW | 1.512 kW |
| RS 190 | 470 kW | 1.279 kW | 2.290 kW |
Format kapasitas di atas mengikuti data yang Anda berikan, yaitu minimum / firing point ÷ maximum.
RS 34 MZ
70/130–390 kW
RS 34 MZ merupakan salah satu model kapasitas lebih kecil dalam keluarga RS dan dapat dipertimbangkan untuk aplikasi boiler dan heating equipment dengan kebutuhan hingga sekitar 390 kW.
RS 44 MZ
101/203–550 kW
RS 44 MZ memiliki kapasitas maksimum 550 kW dan dapat digunakan pada aplikasi dengan kebutuhan thermal menengah.
RS 50
116/290–580 kW
RS 50 memiliki maximum firing rate 580 kW dan dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan panas yang lebih tinggi dibandingkan RS 44.
RS 64 MZ
150/400–850 kW
RS 64 MZ masuk ke kelas burner mendekati 1 MW, dengan kapasitas maksimum 850 kW.
RS 70
192/465–814 kW
RS 70 memiliki firing range hingga 814 kW dan dapat digunakan pada berbagai aplikasi commercial dan industrial heating.
RS 100
232/698–1.163 kW
RS 100 merupakan salah satu model yang populer untuk aplikasi sekitar 1 MW.
Maximum firing rate:
1.163 kW
atau secara pendekatan sekitar:
1.000.000 kcal/h
dengan menggunakan konversi 1 kW ≈ 860 kcal/h.
RS 130
372/930–1.512 kW
RS 130 memiliki kapasitas maksimum sekitar 1.512 kW, sehingga dapat digunakan untuk aplikasi industrial heating dengan kebutuhan panas lebih besar.
RS 190
470/1.279–2.290 kW
RS 190 merupakan model terbesar dalam daftar ini dengan maximum firing rate 2.290 kW.
Model ini dapat dipertimbangkan untuk aplikasi seperti:
- Industrial boiler
- Thermal oil heater
- Large hot water boiler
- Furnace
- Process oven
- Dryer
- Industrial process heating
Studi Kasus Pemilihan Riello RS Two Stage Gas Burner
Riello RS Series menggunakan sistem two-stage operation, sehingga burner dapat bekerja pada tingkat firing yang lebih rendah dan kemudian meningkat ke kapasitas yang lebih tinggi sesuai kebutuhan panas equipment.
Sistem Two Stage
Stage 1 – Low Fire
Pada kondisi kebutuhan panas relatif rendah, burner bekerja pada firing rate tahap pertama.
Kondisi ini dapat terjadi ketika:
- Boiler baru mulai menerima beban
- Steam demand sedang rendah
- Thermal oil sudah mendekati temperatur setting
- Hot water demand menurun
- Process load sedang rendah
2 – High Fire
Ketika kebutuhan panas meningkat, burner berpindah ke firing rate tahap kedua untuk memberikan heat input yang lebih besar.
Dengan sistem ini, burner tidak harus selalu bekerja pada kapasitas maksimum.
1 – Heat Load 500 kW
Misalnya sebuah boiler membutuhkan:
Heat Load = 500 kW
Model Riello RS yang dapat dievaluasi:
| Model | Kapasitas Maksimum |
|---|---|
| RS 44 MZ | 550 kW |
| RS 50 | 580 kW |
| RS 64 MZ | 850 kW |
Evaluasi
RS 44 MZ dapat menjadi kandidat karena maximum firing mencapai 550 kW.
RS 50 juga dapat dipertimbangkan dengan maximum firing 580 kW.
Sementara RS 64 MZ memiliki kapasitas hingga 850 kW, tetapi kapasitas yang lebih besar tidak otomatis berarti lebih baik.
Minimum firing, furnace pressure, flame geometry dan combustion chamber tetap harus diperiksa.
Prinsipnya: pilih kapasitas yang cukup, bukan kapasitas terbesar.
2 – Heat Load 1.000 kW
Misalnya sebuah thermal oil heater membutuhkan:
Maximum Heat Load = 1.000 kW
Model yang dapat dievaluasi:
Riello RS 100
232/698–1.163 kW
Dengan maximum firing 1.163 kW, RS 100 berada pada kelas kapasitas yang relevan untuk kebutuhan sekitar 1 MW.
Namun perlu diperiksa apakah minimum firing 232 kW sesuai dengan minimum heat load thermal oil heater.
Jika equipment sering bekerja pada load sangat rendah, parameter minimum firing menjadi penting.
3 – Heat Load 1.400 kW
Misalnya sebuah industrial furnace membutuhkan:
Maximum Heat Load = 1.400 kW
Model:
Riello RS 130
372/930–1.512 kW
Maximum firing 1.512 kW mencukupi kebutuhan 1.400 kW.
RS 130 dapat menjadi kandidat yang relevan, dengan catatan:
- Furnace pressure sesuai
- Gas pressure mencukupi
- Flame length sesuai
- Combustion chamber sesuai
- Minimum firing sesuai dengan minimum heat load
4 – Heat Load 2.000 kW
Misalnya sebuah industrial boiler membutuhkan:
Maximum Heat Load = 2.000 kW
Model:
Riello RS 190
470/1.279–2.290 kW
Maximum firing 2.290 kW berada di atas kebutuhan 2.000 kW.
RS 190 dapat dievaluasi untuk aplikasi seperti:
- Industrial steam boiler
- Large hot water boiler
- Thermal oil heater
- Industrial furnace
- Process heating
- Dryer
Untuk aplikasi kapasitas besar, pemeriksaan boiler back pressure dan flame geometry menjadi semakin penting.
Tabel Studi Kasus
| Kebutuhan Heat Load | Model yang Dapat Dievaluasi | Maximum Firing |
|---|---|---|
| 500 kW | RS 44 MZ | 550 kW |
| 500 kW | RS 50 | 580 kW |
| 500 kW | RS 64 MZ | 850 kW |
| 1.000 kW | RS 100 | 1.163 kW |
| 1.400 kW | RS 130 | 1.512 kW |
| 2.000 kW | RS 190 | 2.290 kW |
Mengapa Minimum Firing Penting?
Kesalahan yang sering terjadi adalah memilih burner hanya berdasarkan:
Maximum Capacity
Contohnya equipment membutuhkan:
200–500 kW
Memilih burner dengan kapasitas:
100–1.000 kW
belum tentu menjadi pilihan terbaik.
Walaupun maximum capacity mencukupi, minimum firing yang terlalu tinggi dapat menyebabkan burner sulit mengikuti kebutuhan panas rendah.
Karena itu, pemilihan harus melihat minimum dan maximum firing range.
Faktor Lain yang Harus Diperiksa
Selain heat load, pemilihan Riello RS perlu mempertimbangkan:
Gas Pressure
Tekanan gas harus sesuai dengan kebutuhan burner dan gas train.
Furnace Pressure
Fan burner harus mampu mengatasi pressure loss dan back pressure combustion chamber.
Flame Geometry
Panjang dan diameter flame harus sesuai dengan ruang bakar.
Combustion Chamber
Dimensi furnace harus sesuai dengan combustion head burner.
Gas Train
Sistem gas harus mencakup komponen safety dan control yang sesuai dengan burner.
Operating Profile
Perlu diketahui apakah equipment:
- Selalu bekerja mendekati full load
- Sering partial load
- Memiliki perubahan beban cepat
- Membutuhkan temperatur yang stabil
Kesimpulan
Riello RS Two Stage Gas Burner cocok dipertimbangkan untuk aplikasi yang membutuhkan dua tingkat firing, yaitu low fire dan high fire.
Sebagai contoh:
500 kW
dapat mengevaluasi RS 44 MZ atau RS 50.
1.000 kW
RS 100 menjadi kandidat yang relevan.
1.400 kW
RS 130 dapat dievaluasi.
2.000 kW
RS 190 dapat dipertimbangkan.
Namun burner dengan kapasitas terbesar bukan selalu pilihan terbaik. Burner harus memiliki firing range yang sesuai dengan kebutuhan minimum dan maksimum equipment serta kompatibel dengan combustion chamber, gas pressure, furnace pressure dan flame geometry.
Untuk kebutuhan yang memiliki perubahan heat load sangat besar, selain Riello RS Two Stage, dapat dilakukan studi banding dengan Riello GAS P/M atau RS/M Modulating Burner.
Faktor Penting dalam Pemilihan RS Burner
Pemilihan burner tidak cukup berdasarkan maximum kW. Periksa juga:
- Heat load
- Minimum firing rate
- Gas pressure
- Gas consumption
- Combustion chamber
- Furnace pressure
- Flame length
- Flame diameter
- Operating profile
- Boiler back pressure
- Gas train
- Combustion control
Pengertian Burner Riello Gas P/M
Seri P / M GAS mencakup rentang penembakan dari 80 hingga 4885 kW. Operasi ditampilkan oleh operasi dua tahap progresif atau modulasi penuh, dengan sistem kontrol canggih dan probe. Pembakar seri P / M GAS sangat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan fleksibilitas kontrol (proses, uap, penyerapan pendingin) di mana output variabel diperlukan. Karena struktur lembaran logam mereka, mereka secara khusus cocok untuk aplikasi proses dimana bahan plastik mudah rusak atau cacat. Perawatan yang disederhanakan dicapai dengan menggeser palang yang memungkinkan akses ke kepala pembakaran tanpa perlu mengeluarkan burner dari boiler,
Riello GAS P/M Modulating Gas Burner
Riello GAS P/M Series merupakan modulating gas burner yang dirancang untuk aplikasi komersial dan industri dengan kebutuhan heat load yang berubah-ubah. Sistem modulasi memungkinkan firing rate burner disesuaikan secara lebih kontinu dengan kebutuhan panas equipment.
Kapasitas Riello GAS P/M
| Model | Minimum | Firing Point | Maximum |
|---|---|---|---|
| GAS 3 P/M | 80 kW | 130 kW | 350 kW |
| GAS 4 P/M | 120 kW | 180 kW | 470 kW |
| GAS 5 P/M | 155 kW | 320 kW | 660 kW |
| GAS 6 P/M | 300 kW | 520 kW | 1.050 kW |
| GAS 7 P/M | 400 kW | 800 kW | 1.760 kW |
| GAS 8 P/M | 640 kW | 1.162 kW | 2.210 kW |
| GAS 9 P/M | 870 kW | 1.744 kW | 3.488 kW |
| GAS 10 P/M | 1.140 kW | 2.441 kW | 4.885 kW |
Apa Itu GAS P/M?
Huruf P/M menunjukkan konfigurasi burner progressive/modulating, yang memungkinkan output burner dikontrol mengikuti kebutuhan thermal equipment.
Berbeda dengan burner two-stage yang bekerja pada dua tingkat firing, sistem modulating dapat mengatur firing rate pada rentang yang lebih luas.
Contohnya pada kebutuhan panas yang berubah:
Low Load
Burner bekerja pada firing rate rendah.
Medium Load
Output burner meningkat mengikuti kebutuhan panas.
High Load
Burner dapat mencapai firing rate yang lebih tinggi.
Hal ini sangat berguna pada equipment yang memiliki perubahan beban thermal secara signifikan.
GAS 3 P/M
80/130–350 kW
GAS 3 P/M merupakan model dengan kapasitas paling kecil dalam daftar ini.
Maximum firing:
350 kW
Dapat dipertimbangkan untuk boiler dan process heating dengan kebutuhan thermal kecil hingga menengah.
GAS 4 P/M
120/180–470 kW
Maximum firing:
470 kW
Model ini dapat digunakan pada aplikasi commercial heating dan industrial heating dengan kebutuhan panas hingga sekitar 470 kW.
GAS 5 P/M
155/320–660 kW
Maximum firing:
660 kW
Dapat dipertimbangkan untuk boiler dan process equipment dengan kebutuhan thermal menengah.
GAS 6 P/M
300/520–1.050 kW
Maximum firing:
1.050 kW
GAS 6 P/M masuk ke kelas burner sekitar 1 MW dan dapat digunakan untuk berbagai aplikasi industrial heating.
GAS 7 P/M
400/800–1.760 kW
Maximum firing:
1.760 kW
Model ini cocok untuk kebutuhan thermal yang lebih besar dan dapat digunakan pada boiler, furnace, dryer dan process heating.
GAS 8 P/M
640/1.162–2.210 kW
Maximum firing:
2.210 kW
GAS 8 P/M dapat menjadi kandidat untuk aplikasi dengan heat load sekitar 2 MW.
GAS 9 P/M
870/1.744–3.488 kW
Maximum firing:
3.488 kW
Model ini berada pada kelas industrial burner dengan kapasitas beberapa MW.
GAS 10 P/M
1.140/2.441–4.885 kW
Maximum firing:
4.885 kW
GAS 10 P/M merupakan model terbesar dalam daftar ini dan dapat digunakan untuk aplikasi industrial heating dengan kebutuhan thermal hampir 5 MW.
Keuntungan Modulating Gas Burner
Sistem modulating dapat memberikan beberapa keuntungan pada equipment dengan perubahan beban:
1. Heat Input Lebih Fleksibel
Output burner dapat mengikuti kebutuhan panas equipment.
2. Cocok untuk Partial Load
Burner dapat bekerja pada firing rate yang lebih rendah ketika kebutuhan panas turun.
3. Temperatur Lebih Stabil
Pengaturan heat input yang lebih kontinu dapat membantu mengurangi fluktuasi temperatur pada proses tertentu.
4. Mengurangi Cycling
Pada aplikasi tertentu, modulasi dapat mengurangi frekuensi burner start-stop dibandingkan sistem yang hanya menggunakan on/off control.
5. Cocok untuk Beban Thermal yang Berubah
Sangat relevan untuk:
- Steam boiler
- Hot water boiler
- Thermal oil heater
- Process oven
- Furnace
- Rotary dryer
- Asphalt heating
- Industrial process heating
Contoh Pemilihan GAS P/M
Misalnya sebuah thermal oil heater membutuhkan:
Heat Load = 1.500 kW
Model yang dapat dievaluasi:
GAS 7 P/M: 400–1.760 kW
Secara firing range, 1.500 kW berada dalam rentang GAS 7 P/M.
Jika kebutuhan sekitar:
2.000 kW
maka dapat dievaluasi:
GAS 8 P/M: 640–2.210 kW
Untuk kebutuhan:
3.000 kW
GAS 9 P/M dapat dipertimbangkan:
870–3.488 kW
Sedangkan kebutuhan sekitar:
4.000 kW
dapat dievaluasi menggunakan:
GAS 10 P/M: 1.140–4.885 kW
Tetapi angka tersebut baru merupakan screening berdasarkan firing range. Pemilihan final tetap harus memeriksa combustion chamber, furnace pressure, gas pressure, flame geometry dan operating conditions.
GAS P/M vs GAS/2
| Parameter | GAS/2 | GAS P/M |
|---|---|---|
| Sistem | Two Stage | Modulating |
| Firing | Dua tingkat | Rentang lebih kontinu |
| Partial Load | Terbatas | Lebih fleksibel |
| Kontrol heat input | Low/High | Mengikuti kebutuhan |
| Cocok untuk | Beban relatif stabil | Beban sering berubah |
| Kontrol temperatur | Baik | Lebih fleksibel |
| Aplikasi | Boiler & heating | Boiler & process heating |
Studi Kasus Pemilihan Riello GAS P/M untuk Equipment Industri
Pemilihan modulating gas burner sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan panas aktual equipment, bukan hanya berdasarkan kapasitas maksimum burner. Salah satu pertimbangan utama adalah pola perubahan beban selama proses produksi.
1 – Thermal Oil Heater 1.500 kW
Sebuah thermal oil heater membutuhkan heat input maksimum sekitar 1.500 kW.
Equipment bekerja dengan kondisi:
- Minimum heat load: 500 kW
- Normal heat load: 1.000 kW
- Maximum heat load: 1.500 kW
- Fuel: Natural Gas
- Operating load berubah mengikuti kebutuhan proses
Evaluasi Burner
GAS 7 P/M
Kapasitas:
400–800–1.760 kW
Kebutuhan maksimum 1.500 kW masih berada dalam firing range burner.
Dengan sistem modulating, burner dapat menyesuaikan firing rate dengan perubahan kebutuhan thermal equipment.
Hasil Evaluasi
GAS 7 P/M menjadi kandidat yang relevan karena:
- Maximum capacity mencukupi
- Minimum firing berada di bawah kebutuhan minimum equipment
- Memiliki fleksibilitas untuk partial load
- Sesuai untuk equipment dengan perubahan heat load
2 – Steam Boiler 2.000 kW
Sebuah steam boiler memiliki kebutuhan panas yang berubah mengikuti konsumsi steam.
Data operasi:
| Kondisi | Heat Load |
|---|---|
| Minimum | 700 kW |
| Normal | 1.400 kW |
| Maximum | 2.000 kW |
Fuel yang digunakan adalah Natural Gas.
Evaluasi
Dua model yang dapat dibandingkan:
GAS 7 P/M
400–1.760 kW
GAS 8 P/M
640–2.210 kW
Karena kebutuhan maksimum mencapai 2.000 kW, GAS 7 P/M tidak mencukupi kapasitas maksimum.
GAS 8 P/M lebih sesuai untuk dievaluasi karena memiliki maximum firing 2.210 kW.
Minimum firing 640 kW juga berada di bawah minimum heat load 700 kW.
3 – Rotary Dryer 3.000 kW
Sebuah rotary dryer membutuhkan:
- Minimum heat load: 1.000 kW
- Normal heat load: 2.200 kW
- Maximum heat load: 3.000 kW
- Fuel: Natural Gas
Evaluasi Burner
GAS 9 P/M
Kapasitas:
870–1.744–3.488 kW
Maximum firing 3.488 kW mencukupi kebutuhan maksimum 3.000 kW.
Minimum firing 870 kW juga masih berada di bawah kebutuhan minimum 1.000 kW.
Karena rotary dryer dapat mengalami perubahan produksi dan moisture content, sistem modulating menjadi menarik untuk dievaluasi.
4 – Furnace 4.000 kW
Sebuah industrial furnace membutuhkan:
Minimum: 1.500 kW
Normal: 3.000 kW
Maximum: 4.000 kW
Model yang dapat dievaluasi:
GAS 10 P/M
Kapasitas:
1.140–2.441–4.885 kW
Maximum firing 4.885 kW memberikan kapasitas yang cukup untuk kebutuhan 4.000 kW.
Minimum firing 1.140 kW juga berada di bawah kebutuhan minimum 1.500 kW.
Untuk furnace dengan perubahan heat load yang besar, kemampuan modulasi menjadi salah satu faktor penting dalam pemilihan.
5 – Two Stage vs Modulating
Misalnya sebuah boiler membutuhkan:
Minimum: 800 kW
Normal: 1.400 kW
Maximum: 1.700 kW
Dua pilihan dapat dibandingkan.
Two Stage Burner
Burner bekerja dengan dua tingkat firing:
Low Fire
dan
High Fire
Sistem ini lebih sederhana dan dapat sesuai jika beban boiler relatif stabil dengan variasi yang tidak terlalu besar.
Modulating Burner
Burner dapat menyesuaikan firing rate mengikuti kebutuhan panas.
Pada kondisi:
800 kW
burner dapat bekerja pada firing rendah.
Ketika kebutuhan meningkat menjadi:
1.400 kW
firing rate meningkat.
Ketika boiler membutuhkan:
1.700 kW
burner dapat menuju firing rate yang lebih tinggi.
Untuk boiler yang memiliki perubahan steam demand yang besar, konfigurasi modulating layak dipertimbangkan.
Perbandingan Berdasarkan Aplikasi
| Aplikasi | Kondisi Beban | Pilihan yang Dapat Dievaluasi |
|---|---|---|
| Hot Water Boiler | Relatif stabil | Two Stage |
| Steam Boiler | Berubah-ubah | Modulating |
| Thermal Oil Heater | Berubah mengikuti proses | Modulating |
| Rotary Dryer | Berubah mengikuti produksi/moisture | Modulating |
| Furnace | Sering berubah | Modulating |
| Process Oven | Relatif stabil | Two Stage / Modulating |
| Asphalt Heater | Relatif stabil | Two Stage |
| Process Heating | Variatif | Modulating |
Hal yang Harus Diperiksa Sebelum Membeli
Walaupun firing range sudah sesuai, burner belum tentu langsung cocok dengan equipment.
Beberapa data teknis yang perlu diperiksa:
1. Heat Load
Pastikan kebutuhan panas aktual sudah dihitung.
2. Furnace Pressure
Back pressure furnace harus sesuai dengan kemampuan fan burner.
3. Gas Pressure
Tekanan gas yang tersedia harus memenuhi kebutuhan burner dan gas train.
4. Combustion Chamber
Dimensi furnace harus sesuai dengan flame geometry.
5. Flame Length
Panjang flame tidak boleh menyebabkan flame impingement pada refractory atau tube.
6. Gas Consumption
Perlu dihitung berdasarkan maximum firing rate dan heating value gas.
7. Turndown
Minimum firing harus sesuai dengan minimum heat load equipment.
Kesimpulan Studi Kasus
Untuk equipment dengan kebutuhan panas relatif stabil, two-stage burner dapat menjadi solusi yang sederhana dan efektif.
Untuk equipment dengan perubahan heat load yang besar, modulating burner lebih menarik untuk dievaluasi karena firing rate dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses.
Pada seri Riello GAS P/M, pilihan kapasitas berdasarkan data yang diberikan adalah:
- GAS 3 P/M: hingga 350 kW
- GAS 4 P/M: hingga 470 kW
- GAS 5 P/M: hingga 660 kW
- GAS 6 P/M: hingga 1.050 kW
- GAS 7 P/M: hingga 1.760 kW
- GAS 8 P/M: hingga 2.210 kW
- GAS 9 P/M: hingga 3.488 kW
- GAS 10 P/M: hingga 4.885 kW
Prinsip pemilihannya sederhana: kapasitas minimum harus mampu mengikuti minimum load, sedangkan kapasitas maksimum harus mampu memenuhi maximum heat load. Setelah itu baru diperiksa gas pressure, furnace pressure, flame geometry, gas train, combustion chamber, dan sistem kontrol.
Dengan pendekatan tersebut, pemilihan burner tidak sekadar mencari burner terbesar, tetapi mencari burner yang paling sesuai dengan karakteristik equipment dan proses produks
Seri ini dapat dipertimbangkan untuk boiler, thermal oil heater, furnace, dryer, oven, asphalt heating dan berbagai process heating equipment yang membutuhkan pengaturan heat input secara fleksibel
berikut pembahasan artikel mengenai burner riello bahan bakar gas yang bisa saya sampaikan, apabila ada kebutuhan dan pertanyaan mengenai burner gas bisa hubungi kami kembali di contact marketing
Zaenal Arifin (WA) 081385776935
