Indira Thermal Boiler

Indira Thermal Boiler – Thermal Oil Heater untuk Pemanas Industri

Indira Thermal Boiler merupakan sistem Thermal Oil Heater atau Hot Oil Heater yang dirancang sebagai sumber panas untuk berbagai proses industri. Sistem ini menggunakan thermal oil (Heat Transfer Fluid/HTF) sebagai media pembawa panas dari heater menuju mesin atau equipment produksi.

Kami memproduksi Thermal Oil Heater dengan merek Indira Thermal untuk memenuhi kebutuhan pemanasan industri dengan temperatur tinggi. Unit dapat dirancang dalam konfigurasi vertikal maupun horizontal, menyesuaikan kapasitas, layout pabrik, kebutuhan proses, serta kondisi instalasi.

Thermal Oil Heater yang menjalani analisis thermal oil dan preventive maintenance

Apa Itu Indira Thermal Oil Heater?

Indira Thermal Oil Heater bekerja dengan memanaskan thermal oil di dalam heating coil. Thermal oil panas kemudian disirkulasikan menggunakan circulation pump menuju equipment yang membutuhkan panas.

Setelah energi panas ditransfer ke proses, thermal oil kembali menuju heater untuk dipanaskan kembali.

Secara sederhana, sirkulasinya adalah:

Thermal Oil Heater → Circulation Pump → Process Equipment → Return Line → Thermal Oil Heater

Karena bekerja dengan sistem sirkulasi tertutup, thermal oil dapat digunakan secara berulang selama kondisi dan kualitas fluida masih memenuhi persyaratan operasi.

Temperatur Operasi Hingga 350°C

Salah satu keunggulan thermal oil adalah kemampuannya digunakan untuk proses bertemperatur tinggi.

Indira Thermal dapat dirancang untuk kebutuhan temperatur operasi hingga sekitar 350°C, bergantung pada spesifikasi unit dan jenis Heat Transfer Fluid yang digunakan.

Pada temperatur tinggi, sistem thermal oil dapat beroperasi dengan tekanan yang relatif lebih rendah dibandingkan saturated steam pada temperatur yang sama.

Hal ini menjadikan thermal oil menarik untuk proses yang membutuhkan temperatur tinggi tetapi tidak membutuhkan steam sebagai media proses.

Temperatur dan tekanan operasi maksimum harus mengikuti desain heater, spesifikasi thermal oil, equipment terkait, serta ketentuan keselamatan yang berlaku.

Desain Vertikal dan Horizontal

Indira Thermal tersedia dalam dua konfigurasi utama:

Thermal Oil Heater Vertikal

Desain vertikal memiliki kebutuhan luas lantai yang relatif lebih kecil sehingga cocok untuk area instalasi dengan keterbatasan ruang.

Akses operasi dan maintenance tetap harus diperhitungkan dalam layout, termasuk ruang untuk burner, pump, valve, instrumentasi, inspeksi, dan pekerjaan perawatan.

Thermal Oil Heater Horizontal

Desain horizontal membutuhkan area lantai lebih luas, tetapi dapat memberikan konfigurasi akses maintenance yang berbeda sesuai desain instalasi.

Pemilihan vertikal atau horizontal sebaiknya tidak hanya berdasarkan bentuk unit. Kapasitas, layout, akses maintenance, konstruksi coil, burner, chimney, dan sistem piping juga harus diperhitungkan.

Multi Tubular Coil

Heating coil merupakan salah satu bagian penting pada Thermal Oil Heater.

Indira Thermal menggunakan konfigurasi coil yang dirancang untuk menghasilkan perpindahan panas dari combustion chamber menuju thermal oil yang bersirkulasi di dalam sistem.

Desain coil perlu mempertimbangkan:

  • Heat flux
  • Flow velocity thermal oil
  • Pressure drop
  • Film temperature
  • Temperatur inlet dan outlet
  • Kapasitas circulation pump
  • Karakteristik Heat Transfer Fluid

Flow thermal oil yang sesuai sangat penting untuk membantu mencegah overheating lokal dan memperlambat terjadinya degradasi thermal oil.

Combustion Chamber

Combustion chamber dirancang agar sesuai dengan karakteristik burner dan kapasitas heater.

Dimensi ruang bakar, panjang serta diameter nyala api, furnace back pressure, dan posisi heating coil perlu diperhitungkan agar flame tidak memberikan beban panas lokal berlebihan pada permukaan coil.

Karena itu, burner dan thermal oil heater harus dipilih sebagai satu kesatuan sistem, bukan hanya berdasarkan kapasitas maksimum burner.

Tidak Membutuhkan Water Treatment Seperti Steam Boiler

Berbeda dengan steam boiler berbasis air, thermal oil heater tidak membutuhkan boiler feed-water treatment untuk mengendalikan hardness atau pembentukan scale dari air boiler.

Sistem juga tidak membutuhkan steam trap dan condensate return sebagaimana instalasi steam.

Namun, bukan berarti thermal oil bebas maintenance. Kondisi Heat Transfer Fluid tetap perlu diperiksa secara berkala karena dapat mengalami:

  • Thermal degradation
  • Oxidation
  • Kontaminasi
  • Perubahan viskositas
  • Pembentukan sludge atau carbon deposit

Program pemeriksaan thermal oil membantu mempertahankan performa dan umur sistem.

Sistem Safety Indira Thermal

Thermal Oil Heater harus dilengkapi sistem kontrol dan proteksi yang sesuai dengan desain.

Beberapa safety dan interlock yang dapat diterapkan antara lain:

High Temperature Protection
Burner dihentikan apabila temperatur thermal oil melewati batas keselamatan yang ditentukan.

Low Flow Protection
Burner dapat diinterlock apabila sirkulasi thermal oil berada di bawah minimum flow yang dipersyaratkan.

Circulation Pump Interlock
Burner tidak diizinkan bekerja apabila circulation pump utama tidak beroperasi sesuai logic kontrol.

Flame Failure Protection
Burner control mendeteksi kegagalan nyala api dan melakukan safety shutdown.

Expansion Tank Level Monitoring
Level thermal oil pada expansion tank dapat dimonitor untuk memberikan alarm atau interlock sesuai desain.

Emergency Stop
Operator dapat melakukan penghentian sistem dalam kondisi darurat.

Konfigurasi safety aktual harus mengikuti kapasitas unit, jenis burner, desain sistem, dan regulasi yang berlaku.

Pilihan Bahan Bakar

Indira Thermal dapat dikonfigurasikan dengan burner yang sesuai terhadap sumber energi yang tersedia di lokasi.

Pilihan bahan bakar dapat meliputi:

  • Natural Gas
  • LPG
  • Diesel
  • Heavy Fuel Oil pada desain yang sesuai
  • Bahan bakar lain sesuai engineering

Pemilihan burner mempertimbangkan heating capacity, furnace back pressure, tekanan bahan bakar, turndown ratio, kebutuhan emisi, serta karakteristik operasi pabrik.

Aplikasi Indira Thermal

Thermal Oil Heater dapat digunakan sebagai sumber panas tidak langsung pada berbagai sektor industri, antara lain:

  • Asphalt Mixing Plant (AMP)
  • Industri kimia
  • Industri tekstil
  • Industri makanan
  • Industri plastik
  • Industri karet
  • Plywood dan wood processing
  • Palm oil
  • Petrochemical
  • Reactor heating
  • Dryer
  • Heat exchanger
  • Storage tank heating
  • Marine tank heating
  • Hot press
  • Industrial process heating

Setiap aplikasi memiliki karakteristik heat load yang berbeda sehingga kapasitas heater perlu dihitung berdasarkan kondisi proses aktual.

Contoh Studi Kasus

Sebuah pabrik memiliki tiga pengguna panas dengan kebutuhan:

EquipmentHeat Load
Reactor400.000 kcal/jam
Dryer300.000 kcal/jam
Storage Tank150.000 kcal/jam
Total850.000 kcal/jam

Dari perhitungan awal diperoleh kebutuhan sekitar 850.000 kcal/jam.

Kapasitas Thermal Oil Heater kemudian tidak langsung dipilih tepat pada angka tersebut. Engineer perlu mengevaluasi heat loss, heating-up time, temperatur supply-return, pola pemakaian secara bersamaan, flow thermal oil, pressure drop, serta margin desain.

Dari hasil perhitungan tersebut dapat ditentukan kapasitas Indira Thermal Oil Heater, circulation pump, burner, expansion tank, piping, dan sistem kontrol yang sesuai.

Mengapa Memilih Indira Thermal?

Indira Thermal dikembangkan untuk memberikan solusi pemanasan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses industri.

Lingkup penyediaan dapat disesuaikan untuk mencakup:

  • Thermal Oil Heater
  • Burner
  • Circulation pump
  • Expansion tank
  • Control panel
  • Instrumentation
  • Safety system
  • Valve dan accessories
  • Chimney
  • Engineering support
  • Commissioning dan start-up
  • After-sales support

Expantion Tank

Expantion Tank

  • Expantion Tank merupakan kombinasi dari Deaerator tank, buffer tank dan Expantion  tank. Dengan kombi-nasi  yang unik antara  ketiga  tangki ini maka lapisan paling  atas dari oli yang  berhubungan dengan udara akan selalu lebih  dingin sehingga peluang terjadintya oksidasi oli sangat berkurang.
  • Expantion tank berfungsi untuk menampung pemuaian cairan pemanas, membuang udara yang terkurung

dalam  Instalasi  dan  mencegah  kapitasi  dalam pompa sirkulasi.

Circulation Pump

  • Pompa sirkulasi berfungsi untuk mengalirkan cairan pemanas dalam instalasi. sesuaiUkuran serta kapasitas pompa disesuaikan dengan design Indira thermal.
  • Kapasitas pompa menentukan bentuk aliran cairan pemanas di dalam coil. Aliran didalam Indirat hermal harus turbolent, hal ini berguna untuk menghindarkan kerusakan cairan pemanas dan coil dalam badan Indirat hermal.
  • Pompa sirkulasi dapat beroperasi hingga temperature max 350 o

Panel Control

  • Panel control merupakan pusat pengendali IndiraThermal. Pada panel ini terdapat beberapa saklar dan lampu untuk mengoperasi kan burner dan pompa sirkulasi secara otomatis.
  • Pada panel control juga terdapat instrument dan indicator yang berfungsi untuk mengatur, set poin memantau serta mengendalikan Indirat hermal.
  • Panel control dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan operator dalam mengoperasikan IndiraThermal.

Safety Device

  • Digital temperature controls
  • Flow controls switch
  • Automatic burner controls
  • Chimney temperature control
  • Pressure gauge
  • Pilot lamp indicator
  • Alarm

Cara Kerja IndiraThermal

  • Seluruh instalasi harus terisi cairan pemanas hingga level control pada expantion tank.
  • Pompa sirkulasi akan mengalirkan cairan pemanas dari expantion ke badan Indirat hermal kemudian keproses dan kembali lagi ke expantion tank.
  • Setelah aliran sirkulasi cairan pemanas stabil, burner akan menyala dan membakar coil di dalam badan Indirat hermal sehingga cairan pemanas menjadi panas dan panas tersebut di alirkan ke proses.
  • Setelah suhu yang diinginkan tercapai maka secara otomatis burner akan mati dan akan menyala kembali setelah suhu turun.

Studi Kasus Cara Kerja IndiraThermal

Sebuah pabrik menggunakan IndiraThermal Oil Heater untuk memanaskan reactor proses yang membutuhkan temperatur operasi sekitar 180°C. Sistem dirancang menggunakan thermal oil sebagai media pemindah panas dengan sirkulasi tertutup.

Sebelum start-up, seluruh instalasi diisi thermal oil hingga mencapai level operasi yang ditentukan pada expansion tank. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat kebocoran pada piping, valve, pump, maupun sambungan sistem.

Setelah level thermal oil sesuai, circulation pump dijalankan. Thermal oil dialirkan melalui heater menuju reactor, kemudian kembali melalui return line. Flow harus mencapai nilai minimum yang dipersyaratkan sebelum burner diizinkan menyala.

Alur sistem secara sederhana adalah:

Expansion Tank / System → Circulation Pump → IndiraThermal Heater → Reactor → Return Line → Heater

Setelah sirkulasi stabil, burner mulai beroperasi. Energi hasil pembakaran dipindahkan melalui heating coil ke thermal oil yang mengalir di dalam sistem.

Temperatur thermal oil meningkat secara bertahap dan panas kemudian diteruskan menuju reactor melalui coil atau jacket pemanas.

Contoh Kondisi Operasi

ParameterKondisi
Temperatur awal thermal oil30°C
Temperatur target180°C
Media pemanasThermal Oil / HTF
Sistem sirkulasiClosed Loop
Pengguna panasReactor
Kontrol burnerOtomatis berdasarkan temperatur

Ketika temperatur mendekati setpoint 180°C, sistem kontrol burner menurunkan kapasitas atau menghentikan burner sesuai tipe burner dan control logic yang digunakan.

Jika temperatur turun akibat adanya kebutuhan panas dari proses, burner kembali beroperasi untuk mempertahankan temperatur pada rentang yang telah ditentukan.

Pada burner modulating, kontrol dapat mengatur kapasitas pembakaran secara bertahap sehingga tidak selalu bekerja dengan pola ON/OFF penuh.

Contoh Urutan Operasi

1. Pengisian Thermal Oil
Thermal oil diisi hingga level operasi expansion tank sesuai prosedur commissioning.

2. Circulation Pump Start
Pump dijalankan untuk membentuk sirkulasi thermal oil melalui heater dan equipment proses.

3. Flow Verification
Flow switch atau alat monitoring memastikan thermal oil bersirkulasi sesuai batas minimum yang ditentukan.

4. Burner Start
Burner menerima izin operasi setelah seluruh safety interlock terpenuhi.

5. Heating Process
Thermal oil menerima panas dari heater dan mendistribusikannya menuju reactor.

6. Temperature Control
Saat setpoint tercapai, burner dimatikan, berpindah ke low-fire, atau dimodulasikan sesuai control system.

7. Reheating
Ketika temperatur turun, burner kembali meningkatkan heat input untuk menjaga temperatur proses.

Sistem Proteksi

Pada aplikasi industri, operasi burner sebaiknya tidak hanya bergantung pada temperature controller. Sistem juga perlu mempertimbangkan beberapa interlock, seperti:

  • Low thermal oil flow
  • Circulation pump failure
  • High thermal oil temperature
  • Flame failure
  • Expansion tank level
  • Pressure monitoring
  • Emergency stop

Sebagai contoh, apabila circulation pump berhenti ketika burner sedang beroperasi, burner harus menerima perintah safety shutdown untuk membantu mencegah overheating pada heating coil.

Hasil yang Diharapkan

Dengan sistem yang dirancang dan dikontrol dengan tepat, IndiraThermal dapat membantu memberikan:

  • Temperatur proses yang lebih stabil.
  • Distribusi panas yang merata.
  • Pemanasan otomatis berdasarkan setpoint.
  • Sirkulasi thermal oil secara kontinu.
  • Perlindungan terhadap kondisi operasi yang tidak aman.
  • Pengoperasian yang lebih mudah bagi operator.

Kesimpulan

Cara kerja IndiraThermal Oil Heater pada dasarnya adalah memanaskan thermal oil kemudian mensirkulasikan energi panas tersebut menuju equipment proses.

Circulation pump, burner, temperature controller, expansion tank, serta safety interlock bekerja sebagai satu sistem. Burner sebaiknya hanya diizinkan bekerja ketika sirkulasi thermal oil telah memenuhi kondisi aman, sehingga performa dan keselamatan sistem dapat terjaga.

PT Indira Mitra Boiler
Office: (021) 352 95874
WhatsApp: +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
www.indiramitraboiler.co.id
www.burner.co.id
info@indira.co.id
idmratman@gmail.com
Workshop: Tangerang – Indonesia
https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

Scroll to Top