JUAL THERMAL OIL PEMANAS MINYAK ASPHALT (AMP)

Thermal Oil heater/ Boiler oil merupakan alat thermal fluid penghantar panas dengan media oli HTO dengan maxsimum kerja temperatur hingga 320 drjat, hasil panas dari thermal oil di mulai dari pembakaran bahan bakar yang memanaskan pipa coil berisi oli kemudian di sirkulasikan menggunakan pompa transfer yang di sesuaikan dengan kebutuhan. thermal oil boiler juga paling banyak di gunakan untuk industri per aspalan (AMP) untuk di memenaskan bahan baku dari pada aspal dengan hasil panas di perlukan setabil dan efesiensi lebih tinggi.
Pada beberapa aplikasi Asphalt mixing plant tidak sedikit kita jumpai proses pengolahan bahan baku aspal masih menggunakan sistem manual, yang mana pembakaran menggunakan burner pembakarn langsung dengan sistem ini tentu efesiensi dan pengoprasian nya lebih extra, kami selaku perushaan manufacture boiler oil memberikan solisi berbagai mesin sperti thermal oil heater untuk aplikasi aspal dengan desain horizontal packet dan sistem oprasi On/Of auto.
Fungsi Thermal Oil Untuk Industri Asphalt

Aspal adalah campuran ba han panas diproduksi di pabrik (AMP) di mana jenis dan ukuran agregat yang perlu dipanaskan menggunakan rotary dreyer hingga suhu yang di tentukan bahan agregat dicampur dengan minyak curah aspal panas suhu 120 drajat, pencampuran agregat dan minyak aspal di masukan dalam suatu wadah tangki mixer dalam proporsi yang benar, thermal oil heater hadir dalam kondisi yang di butuhkan untuk memanaskan campuran aspal dengan efesiensi yang tinggi dan panas yang di perlukan lebih terjamin.
Thermal oil Fluid untuk aplikasi Asphalt mixing plant pada umunya memiliki beberapa kapasitas dan jenis bahan bakar untuk mendukung kebutuhan proses pemanas campuran beraspal:
Thermal Oil Boiler Berdasarkan Kapasitas
PT Indira Mitra Boiler menyediakan Thermal Oil Boiler dengan berbagai kapasitas yang dapat disesuaikan dengan kapasitas produksi Asphalt Mixing Plant (AMP) maupun kebutuhan proses industri lainnya.
| Kapasitas Thermal Oil Boiler | Kapasitas Produksi AMP* |
|---|---|
| 200.000 kcal/jam | Hingga ±10 ton/jam |
| 400.000 kcal/jam | Hingga ±15 ton/jam |
| 600.000 kcal/jam | Hingga ±30 ton/jam |
| 800.000 kcal/jam | Hingga ±45 ton/jam |
| 1.000.000 kcal/jam | Hingga ±60 ton/jam |
Catatan: Kapasitas di atas merupakan estimasi umum. Pemilihan Thermal Oil Boiler yang tepat dipengaruhi oleh desain Asphalt Mixing Plant, jenis burner, efisiensi sistem, temperatur operasi, serta kondisi lingkungan.
Thermal Oil Boiler Berdasarkan Jenis Bahan Bakar
PT Indira Mitra Boiler memproduksi Thermal Oil Boiler dengan berbagai pilihan bahan bakar yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses, biaya operasional, ketersediaan energi, serta target efisiensi pelanggan. Setiap sistem dirancang untuk menghasilkan pembakaran yang stabil, perpindahan panas yang optimal, dan emisi yang memenuhi standar operasional industri.
Thermal Oil Boiler Berbahan Bakar Cair (Liquid Fuel)
Thermal Oil Boiler berbahan bakar cair cocok digunakan pada lokasi yang belum memiliki jaringan gas atau membutuhkan fleksibilitas dalam penyimpanan bahan bakar.
Jenis bahan bakar yang dapat digunakan meliputi:
- Solar (High Speed Diesel/HSD)
- Light Oil (Diesel Oil)
- Industrial Diesel Oil (IDO)
Keunggulan:
- Proses start-up cepat.
- Sistem burner mudah dikendalikan.
- Cocok untuk berbagai kapasitas industri.
- Distribusi bahan bakar mudah di berbagai wilayah.
Thermal Oil Boiler Berbahan Bakar Gas (Gas Fuel)
Sistem burner gas menawarkan pembakaran yang lebih bersih, efisiensi tinggi, dan emisi gas buang yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar cair.
Pilihan bahan bakar gas meliputi:
- LPG (Liquefied Petroleum Gas)
- CNG (Compressed Natural Gas)
- LNG (Liquefied Natural Gas)
- Natural Gas (Gas Alam)
Keunggulan:
- Pembakaran lebih sempurna.
- Emisi asap dan partikulat lebih rendah.
- Efisiensi pembakaran tinggi.
- Biaya perawatan burner lebih rendah.
- Ramah lingkungan.
Thermal Oil Boiler Berbahan Bakar Biomassa (Solid Fuel)
Untuk industri yang memiliki limbah biomassa atau ingin mengurangi biaya energi, PT Indira Mitra Boiler juga menyediakan Thermal Oil Boiler Biomassa dengan sistem tungku (furnace) yang dirancang sesuai karakteristik bahan bakar padat.
Jenis bahan bakar biomassa yang dapat digunakan antara lain:
- Kayu Bakar
- Batu Bara
- Cangkang Kelapa Sawit (Palm Kernel Shell/PKS)
- Serbuk Kayu (Sawdust)
- Wood Pellet
- Sekam Padi
- Tongkol Jagung
- Biomassa lainnya
Keunggulan:
- Biaya bahan bakar lebih ekonomis.
- Memanfaatkan limbah hasil produksi.
- Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
- Cocok untuk operasi jangka panjang dengan kebutuhan panas besar.
Konsultasi Pemilihan Bahan Bakar
Pemilihan jenis bahan bakar sebaiknya mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain:
- Ketersediaan bahan bakar di lokasi.
- Biaya operasional.
- Kapasitas Thermal Oil Boiler.
- Target efisiensi energi.
- Standar emisi lingkungan.
- Investasi awal sistem pembakaran.
Tim engineering PT Indira Mitra Boiler siap membantu menentukan jenis bahan bakar dan konfigurasi Thermal Oil Boiler yang paling sesuai dengan kebutuhan proses industri, sehingga diperoleh sistem pemanas yang efisien, aman, andal, dan ekonomis.
Konsultasi Pemilihan Kapasitas Thermal Oil Boiler
Pemilihan kapasitas Thermal Oil Boiler tidak hanya didasarkan pada kapasitas produksi AMP, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan beban panas, temperatur operasi, jenis fluida yang dipanaskan, efisiensi sistem, serta jenis bahan bakar yang digunakan.
Tim engineering PT Indira Mitra Boiler siap membantu melakukan perhitungan kebutuhan panas (heat load calculation) dan merekomendasikan kapasitas Thermal Oil Boiler yang paling sesuai agar sistem bekerja lebih efisien, hemat energi, dan memiliki umur pakai yang panjang. Dengan perencanaan yang tepat, investasi yang dilakukan akan lebih optimal dan mampu mendukung kelancaran proses produksi industri.
Jensi-Jenis Pabrik AMP Asphalt
Pabrik aspal umumnya terbagi dalam dua kategori: AMP batch dan AMP drum. Batch plant membuat aspal satu batch (truckload) sekaligus sedangkan drum plant dapat membuat aspal terus menerus dan menyimpannya sampai dibutuhkan.
Aspahlt Back Plant:
AMP Batch plant tipikal terdiri dari cold-feed bins, drum pengering yang dilengkapi dengan pengumpul debu, dan menara batch. Di menara batch, agregat panas disimpan dalam kotak timbang dengan proporsi yang tepat untuk mereproduksi gradasi campuran pekerjaan untuk satu batch. Agregat kemudian dijatuhkan ke dalam mixer dimana semen aspal cair ditambahkan dan dicampur. Campuran aspal beton yang sudah jadi kemudian dijatuhkan ke dalam dump truck yang menunggu atau dikirim ke silo penyimpanan yang dipanaskan sampai dibutuhkan.
Asphalt drum Plant :
AMP drum plant menggabungkan pengering dan menara pencampur menjadi satu drum yang mengeringkan agregat, memanaskannya hingga mencapai suhu pencampuran, menambahkan semen aspal, mencampurnya dengan agregat, kemudian menyimpan produk jadi ke konveyor yang membawanya ke silo penyimpanan. Dan itu semua itu terus menerus.
Karakteristik Thermal Oil Heater untuk Asphalt Mixing Plant (AMP)
Thermal Oil Heater pada Asphalt Mixing Plant (AMP) dirancang untuk menyediakan sumber panas yang stabil dan efisien dalam proses pemanasan aspal (bitumen). Dengan menggunakan sistem pemanasan tidak langsung, temperatur aspal dapat dipertahankan secara konsisten sehingga kualitas campuran aspal tetap optimal selama proses produksi.
Beberapa karakteristik utama Thermal Oil Heater untuk AMP antara lain:
1. Efisiensi Termal Tinggi
Thermal Oil Heater memiliki efisiensi perpindahan panas yang tinggi sehingga mampu memanaskan tangki aspal dan sistem perpipaan secara cepat dengan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.
2. Desain Kompak
Unit dirancang dengan konstruksi yang ringkas (compact design) sehingga membutuhkan ruang instalasi yang lebih kecil dibandingkan sistem pemanas konvensional. Desain ini memudahkan pemasangan pada Asphalt Mixing Plant dengan area terbatas maupun tata letak yang kompleks.
3. Sistem Pembakaran Efisien
Thermal Oil Heater dapat menggunakan burner berteknologi modern dengan kontrol otomatis yang menghasilkan pembakaran lebih sempurna, efisiensi tinggi, emisi lebih rendah, serta mampu beroperasi menggunakan berbagai jenis bahan bakar seperti Solar, LPG, CNG, LNG, maupun Gas Alam.
4. Operasi Stabil dan Andal
Sistem dirancang untuk bekerja secara kontinu dengan temperatur yang stabil, sehingga mampu menjaga kualitas pemanasan aspal selama proses produksi berlangsung tanpa fluktuasi temperatur yang signifikan.
5. Produktivitas Produksi Lebih Tinggi
Distribusi panas yang merata membantu mempercepat proses pemanasan aspal sehingga waktu pemanasan menjadi lebih singkat dan kapasitas produksi Asphalt Mixing Plant dapat meningkat dibandingkan sistem pemanas konvensional.
6. Kontrol Temperatur Presisi
Thermal Oil Heater dilengkapi dengan sensor temperatur dan sistem kontrol otomatis berbasis PID Controller atau PLC sehingga temperatur thermal oil dapat dipantau dan dikendalikan secara akurat sesuai kebutuhan proses.
7. Komponen Berkualitas dan Umur Pakai Panjang
Komponen utama seperti coil heater, pompa sirkulasi, burner, expansion tank, valve, dan instrumen kontrol menggunakan material berkualitas tinggi sehingga memiliki umur pakai yang panjang dan biaya perawatan yang lebih rendah.
8. Perawatan Mudah
Desain sistem memungkinkan proses inspeksi, pembersihan, dan penggantian komponen dilakukan dengan lebih cepat sehingga mengurangi waktu penghentian produksi (downtime).
9. Biaya Operasional Lebih Rendah
Dengan efisiensi pembakaran yang tinggi, kontrol temperatur yang akurat, serta kebutuhan perawatan yang relatif rendah, Thermal Oil Heater mampu membantu mengurangi konsumsi bahan bakar dan biaya operasional Asphalt Mixing Plant dalam jangka panjang.
10. Sistem Aman dan Ramah Lingkungan
Thermal Oil Heater dilengkapi berbagai perangkat keselamatan seperti High Temperature Cut-Out, Flow Switch, Safety Valve, Expansion Tank, Low Level Switch, dan sistem interlock burner untuk menjaga operasi tetap aman. Selain itu, pembakaran yang efisien juga membantu menurunkan emisi gas buang sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.
Keunggulan Thermal Oil Heater untuk AMP
- Efisiensi perpindahan panas tinggi.
- Desain kompak dan hemat ruang.
- Temperatur stabil hingga 300–350°C.
- Pembakaran lebih efisien dan hemat bahan bakar.
- Produktivitas Asphalt Mixing Plant meningkat.
- Kontrol suhu otomatis dan presisi.
- Mudah dioperasikan dan dirawat.
- Umur pakai komponen lebih panjang.
- Biaya operasional lebih ekonomis.
- Sistem keselamatan lengkap sesuai kebutuhan industri.
Dengan karakteristik tersebut, Thermal Oil Heater menjadi solusi pemanas yang andal untuk Asphalt Mixing Plant (AMP), mampu menjaga kualitas pemanasan aspal, meningkatkan efisiensi produksi, serta menekan biaya operasional secara keseluruhan.
Studi Kasus Thermal Oil Heater untuk Asphalt Mixing Plant (AMP) Kapasitas 60 Ton/Jam
Latar Belakang
Sebuah perusahaan konstruksi berencana membangun Asphalt Mixing Plant (AMP) dengan kapasitas produksi 60 ton/jam. Sistem pemanas aspal menggunakan Thermal Oil Heater untuk menjaga temperatur Bitumen (Aspal) pada kisaran 150–170°C sehingga viskositas tetap stabil selama proses pencampuran.
Agar proses produksi berjalan secara kontinu, diperlukan kapasitas Thermal Oil Heater yang mampu memasok energi panas secara stabil dengan efisiensi tinggi.
Data Proyek
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Jenis Industri | Asphalt Mixing Plant |
| Kapasitas Produksi | 60 Ton/Jam |
| Media Pemanas | Thermal Oil |
| Fluida Dipanaskan | Aspal (Bitumen) |
| Temperatur Thermal Oil | 180–250°C |
| Sistem Pemanas | Indirect Heating |
| Operasi | 24 Jam |
Analisis Kebutuhan Kapasitas
Berdasarkan pengalaman lapangan dan kebutuhan pemanasan Asphalt Mixing Plant, kapasitas Thermal Oil Heater umumnya disesuaikan dengan kapasitas produksi plant.
| Kapasitas AMP | Kapasitas Thermal Oil Heater |
|---|---|
| 10 Ton/Jam | 200.000 kcal/jam |
| 15 Ton/Jam | 400.000 kcal/jam |
| 30 Ton/Jam | 600.000 kcal/jam |
| 45 Ton/Jam | 800.000 kcal/jam |
| 60 Ton/Jam | 1.000.000 kcal/jam |
Untuk proyek ini dipilih Thermal Oil Heater 1.000.000 kcal/jam karena mampu menyediakan panas yang cukup untuk menjaga temperatur aspal secara stabil selama proses produksi berlangsung.
Konfigurasi Sistem
Sistem Thermal Oil Heater terdiri dari:
- Thermal Oil Heater 1.000.000 kcal/jam
- Burner Gas atau Solar
- Thermal Oil Circulation Pump
- Expansion Tank
- Panel Kontrol PLC
- PID Temperature Controller
- PT100 Temperature Sensor
- Pressure Gauge
- Temperature Gauge
- Safety Valve
- Flow Switch
- Pipa Thermal Oil Supply dan Return
- Tangki Bitumen
- Coil Pemanas Bitumen
Perhitungan Konsumsi Bahan Bakar
Apabila menggunakan burner dengan efisiensi sekitar 90%, maka kebutuhan bahan bakar diperkirakan sebagai berikut.
Menggunakan Solar (HSD)
Nilai kalor Solar ≈ 8.600 kcal/liter
Konsumsi:
1.000.000 ÷ (8.600 × 90%)
≈ 129 liter/jam
Menggunakan Natural Gas
Nilai kalor gas ≈ 8.500 kcal/Nm³
Konsumsi:
1.000.000 ÷ (8.500 × 90%)
≈ 131 Nm³/jam
Menggunakan LPG
Nilai kalor LPG ≈ 11.000 kcal/kg
Konsumsi:
1.000.000 ÷ (11.000 × 90%)
≈ 101 kg/jam
Keuntungan Menggunakan Thermal Oil Heater
Dengan menggunakan Thermal Oil Heater, Asphalt Mixing Plant memperoleh beberapa keuntungan, antara lain:
- Temperatur bitumen lebih stabil.
- Pemanasan berlangsung merata.
- Konsumsi bahan bakar lebih efisien.
- Tidak memerlukan tekanan tinggi seperti boiler uap.
- Biaya perawatan lebih rendah.
- Umur burner dan pompa lebih panjang.
- Produksi dapat berlangsung secara kontinu.
Rekomendasi PT Indira Mitra Boiler
Untuk Asphalt Mixing Plant 60 ton/jam, PT Indira Mitra Boiler merekomendasikan:
- Thermal Oil Heater : 1.000.000 kcal/jam
- Burner Modulating Gas atau Dual Fuel
- Pompa Sirkulasi High Temperature
- Panel PLC + HMI Touch Screen
- Expansion Tank dengan kapasitas sesuai volume thermal oil
- Sistem kontrol temperatur otomatis
- Pipa thermal oil berinsulasi Rockwool 50–75 mm
Konfigurasi tersebut membantu menjaga temperatur bitumen tetap stabil, mengurangi kehilangan panas, dan meningkatkan efisiensi energi.
Hasil yang Diperoleh
Setelah sistem Thermal Oil Heater beroperasi:
- Temperatur bitumen stabil pada 160–170°C.
- Waktu pemanasan tangki lebih singkat.
- Konsumsi bahan bakar lebih efisien karena burner bekerja secara otomatis sesuai kebutuhan panas.
- Produksi AMP berjalan lebih stabil dengan kualitas campuran aspal yang konsisten.
- Downtime akibat gangguan sistem pemanas berkurang berkat kontrol otomatis dan program preventive maintenance.
Kesimpulan
Pada Asphalt Mixing Plant berkapasitas 60 ton/jam, penggunaan Thermal Oil Heater 1.000.000 kcal/jam merupakan pilihan yang sesuai untuk menjaga temperatur bitumen secara stabil dan mendukung proses produksi yang berkesinambungan. Dengan desain sistem yang tepat, pemilihan burner yang sesuai, serta pemeliharaan berkala, Thermal Oil Heater mampu meningkatkan efisiensi energi, menjaga kualitas campuran aspal, dan memperpanjang umur peralatan, sehingga memberikan biaya operasional yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.
Catatan: Kapasitas Thermal Oil Heater pada AMP merupakan panduan umum. Untuk proyek baru atau modifikasi plant, sebaiknya dilakukan perhitungan beban panas (heat load calculation) berdasarkan kapasitas tangki bitumen, panjang pipa, temperatur operasi, waktu pemanasan yang diinginkan, dan kondisi lingkungan agar kapasitas yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
Info kontak kami :
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
