Jual Thermal Oil AMP Aspalt

Pengertian Thermal Oil AMP

Thermal Oil AMP adalah sistem pemanas yang menggunakan thermal oil atau Heat Transfer Fluid (HTF) sebagai media penghantar panas pada Asphalt Mixing Plant (AMP). Sistem ini berfungsi menyediakan dan mendistribusikan panas ke berbagai peralatan yang membutuhkan temperatur terkontrol, terutama tangki penyimpanan aspal, jalur pipa, dan equipment proses terkait.

Berbeda dengan steam boiler yang menggunakan air dan menghasilkan uap, thermal oil heater AMP memanaskan fluida thermal oil kemudian mensirkulasikannya menggunakan circulation pump dalam sistem tertutup (closed-loop).

BEJO Thermal Oil Heater 2.000.000 kcal – Solusi Pemanas Industri di Indonesia
BEJO Thermal Oil Heater 2.000.000 kcal – Solusi Pemanas Industri di Indonesia

Cara Kerja Thermal Oil pada Asphalt Mixing Plant

Thermal oil dipanaskan di dalam heater menggunakan burner berbahan bakar gas, diesel, atau bahan bakar lain sesuai desain. Setelah mencapai temperatur yang ditentukan, circulation pump mengalirkan thermal oil panas menuju equipment AMP.

Panas kemudian ditransfer secara tidak langsung melalui heating coil atau jacket untuk mempertahankan temperatur aspal. Setelah melepaskan sebagian energinya, thermal oil kembali menuju heater untuk dipanaskan kembali.

Siklus sederhananya adalah:

Thermal Oil Heater → Circulation Pump → Asphalt Tank/Heating Coil → Return Line → Thermal Oil Heater

 

Fungsi Thermal Oil AMP

Pada Asphalt Mixing Plant, thermal oil system dapat digunakan untuk:

  • Memanaskan dan mempertahankan temperatur aspal di dalam storage tank.
  • Memanaskan jalur perpipaan aspal melalui sistem tracing atau jacket.
  • Menjaga viskositas aspal agar sesuai untuk proses pemompaan dan produksi.
  • Menyuplai panas ke equipment lain yang dirancang menggunakan thermal oil.
  • Menjaga temperatur proses lebih stabil sesuai setpoint operasi.

Komponen Utama

Sistem Thermal Oil AMP umumnya terdiri dari thermal oil heater, burner, circulation pump, expansion tank, piping, valve, temperature controller, instrumentasi, dan safety interlock.

Kapasitas heater harus dihitung berdasarkan volume aspal, temperatur awal dan target, waktu pemanasan, heat loss tangki dan piping, serta jumlah equipment yang menggunakan panas secara bersamaan.

Keunggulan Thermal Oil untuk AMP

Salah satu alasan thermal oil banyak digunakan pada aplikasi pemanasan aspal adalah kemampuannya menyediakan temperatur tinggi dengan tekanan sistem yang relatif rendah dibandingkan saturated steam pada temperatur yang sama.

Selain itu, sistem closed-loop memungkinkan thermal oil digunakan secara berulang sebagai media transfer panas dan memberikan kontrol temperatur yang sesuai untuk proses pemanasan aspal.

Kesimpulan

Thermal Oil AMP merupakan sistem pemanas pada Asphalt Mixing Plant yang menggunakan Heat Transfer Fluid sebagai media transfer panas. Sistem ini terutama digunakan untuk menjaga aspal dan jalur distribusinya pada temperatur yang dibutuhkan agar proses penyimpanan, pemompaan, dan produksi dapat berlangsung dengan baik.

Pemilihan kapasitas Thermal Oil Heater AMP harus mempertimbangkan heating load, temperatur operasi, jenis thermal oil, flow rate, circulation pump, burner, expansion tank, piping, serta sistem keselamatan sesuai desain instalasi.

Thermal oil Heater  AMP adalah mesin penghasil panas dan lebih berfungsi sebagai penghantar panas dengan mempergunakan media Oli di dalam pipa yang dirancang winding didalam tabung/tangki pemanas yang didesain sedemikian rupa yang kemudian dipanaskan programming interface yang bersumber dari burner dengan bahan bakar tertentu. Nilai kalori yang dihasilkan oleh Panas thermal oil bisa mencapai hingga 300 °C. dimana hasil kalori panasnya sangat efektif untuk pengolahan pemanas matrial aplikasi asplat mixing plant (AMP)

Mesin penghasil panas biasanya didapatkan dari warmer dengan mempergunakan energi listrik. Namun karena penggunaan energi panas untuk jangkauan Industri perusahaan/pabrik yang dibutuhkan sangat besar, maka warm oil menjadi solusi. Hal ini berdasarkan pertimbanhan biaya konsumsi perbandingan antara biaya listrik dan bahan bakar untuk warm oil. Bisa dibayangkan, berapa banyak energi listrik dan biaya yang harus dikeluarkan pabrik untuk PLN jika pemanas mempergunakan listrik.

Kebanyakan perusahaan yang memanfaatkan energi panas menggunakan mesin Boiler (Ketel Uap/steam). Padahal tidak semua penghasil panas harus bersumber dari heater. Banyak perusahaan yang memerlukan mesin penghasil panas menggunakan heater, padahal tidak memerlukan steam/uap panas dalam compositions produksi mereka. Heater menghasilkan uap panas yang mengandung butiran air (soaked steam) dengan suhu mencapai 180°C, sedangkan warm oil hanya menghasilkan udara panas mencapai 300°C bahkan lebih. Hal ini harus menjadi bahan pertimbangan, apakah harus memilih warm oil atau heater.

 

Pengertian Aspal Mixing Plant (AMP)

Aspalt miking palnt

Peralatan produksi campuran beraspal panas atau Asphalt Mixing Plant (AMP) adalah seperangkat peralatan yang mempunyai fungsi untuk memproduksi bahan pelapisan permukaan jalan lentur yaitu campuran beraspal panas.

Fungsi Asphalt Mixing Plant Atau yang biasa di sebut AMP Merupakan sebuah mesin produksi aspal beton (hot blend) yang terdiri dari rangkaian komponen alat-alat/mesin untuk memproses material batuan (total) pasir dan black-top menjadi produk hot blend yang bervariasi jenisnya, sesuai occupation blend, dengan desain sesuai kebutuhan dari jenis pekerjaan pengerasan jalan.

Dengan compositions blending agregat berupa pasir, batu setelah melalui expositions pemanasan dan penimbangan dengan campuran tertentu, untuk kemudian di campur aspal sampai dihasilkan hot blend atau aspal beton yang siap di muat ke dalam dump truck, untuk selanjutnya dikirim ke lapangan.

Komponen aspalt miking plant

  1. Aggregate supply unit atau Bin Agregat Dingin (Cold Aggregate Feeder);
  2. Unit Screen atau ayakan (Screening Unit);
  3. Hot Bin atau Bin Agregat (Graded Aggregate Bins);
  4. Mixer atau Pugmill;
  5. Unit Pengontrol Aspal (Asphalt Cement Control Unit;)
  6. Unit Burner;
  7. Dryer atau Unit Pengering;
  8. Dry Dust Collector;
  9. Dust Colector Wet Cyclone;
  10. Unit Asphalt supply;
  11. Thermal Oil Heater.
AMP (Asphalt Mixing Plant) apabila dilihat dari mobilitasnya, pada umumnya dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu :
  1. AMP yang permanen, dengan beberapa jenis cara produksinya;
  2. AMP yang portable (mudah dipindah- pindah) dan dapat dipasang di dekat lokasi proyek untuk menghasilkan campuran asphalt.
AMP Jika dilihat dari jenis produksinya maka secara umum AMP dapat dibagi menjadi tiga tipe, yaitu :
  1. AMP tipe batch (timbangan;)
  2. AMP tipe menerus (continous);
  3. AMP Tipe drum-mix. al.

Manfaaat Asplat Mixing Plant AMP

Dalam setiap pelaksanaan konstruksi jalan dan jembatan, selalu membutuhkan campuran beraspal, yang terdiri dari bahan jalan agregat dan aspal. Agregat yang dipergunakan harus dengan ukuran-ukuran tertentu, secara teknis memenuhi persyaratan spesifikasi untuk dipakai pada jenis konstruksi jalan dan jembatan, demikian juga dengan jenis aspalnya. Untuk memperoleh bahan jalan campuran

Studi Kasus BEJO Thermal Oil Heater 2.000.000 Kcal/Jam

Latar Belakang

Sebuah pabrik membutuhkan sumber panas untuk proses produksi dengan temperatur tinggi dan beban operasi yang relatif besar. Sistem lama menggunakan metode pemanasan yang kurang efisien dan membutuhkan waktu lama untuk mencapai temperatur proses.

Untuk meningkatkan kestabilan temperatur dan kapasitas pemanasan, perusahaan mempertimbangkan penggunaan BEJO Thermal Oil Heater 2.000.000 kcal/jam sebagai sumber panas utama.

Kebutuhan Proses

Pabrik memiliki beberapa equipment yang membutuhkan panas secara bersamaan, antara lain:

  • Reactor
  • Mixing tank
  • Heat exchanger
  • Dryer
  • Storage tank
  • Piping heating system

Total kebutuhan panas proses mendekati kapasitas besar sehingga diperlukan thermal oil heater dengan output sekitar 2.000.000 kcal/jam.

Secara konversi, kapasitas tersebut setara kira-kira dengan:

2.000.000 kcal/jam × 1,163 W = ±2.326 kW

atau sekitar 2,3 MW thermal.

Permasalahan Sebelum Instalasi

Sebelum menggunakan thermal oil heater, beberapa kendala yang dihadapi adalah:

  • Temperatur proses tidak stabil.
  • Waktu pemanasan terlalu lama.
  • Heat loss pada piping cukup besar.
  • Beberapa mesin membutuhkan panas secara bersamaan.
  • Kontrol temperatur belum terintegrasi dengan baik.
  • Kapasitas pemanas lama tidak cukup untuk peak load.

Solusi dengan BEJO Thermal Oil Heater

BEJO Thermal Oil Heater digunakan sebagai sumber panas utama dengan sistem sirkulasi thermal oil tertutup.

Thermal oil dipanaskan di dalam heater kemudian dialirkan oleh circulation pump menuju equipment proses. Setelah melepaskan panas, thermal oil kembali ke heater untuk dipanaskan ulang.

Alur sederhana sistem:

Thermal Oil Heater → Circulation Pump → Process Equipment → Return Line → Thermal Oil Heater

Contoh Distribusi Beban Panas

EquipmentKebutuhan Panas
Reactor A600.000 kcal/jam
Reactor B450.000 kcal/jam
Dryer350.000 kcal/jam
Storage Tank200.000 kcal/jam
Piping & Heat Loss150.000 kcal/jam
Total1.750.000 kcal/jam

Dengan total kebutuhan sekitar 1.750.000 kcal/jam, unit 2.000.000 kcal/jam dapat dievaluasi sebagai pilihan yang memberikan margin terhadap perubahan beban.

Namun kapasitas akhir harus tetap ditentukan berdasarkan heat balance aktual, bukan hanya estimasi sederhana.

Hasil Penerapan

Setelah sistem dioperasikan, beberapa hasil yang diharapkan antara lain:

  • Temperatur proses lebih stabil.
  • Waktu heating-up lebih terkontrol.
  • Beberapa equipment dapat dilayani dalam satu sistem.
  • Distribusi panas menjadi lebih konsisten.
  • Thermal oil dapat digunakan berulang dalam closed-loop system.
  • Pengaturan burner dapat disesuaikan terhadap kebutuhan beban.

Safety System

Untuk kapasitas besar seperti 2.000.000 kcal/jam, sistem keselamatan menjadi bagian penting dari desain.

Proteksi yang umumnya dipertimbangkan meliputi:

  • High oil temperature shutdown
  • Low flow interlock
  • Circulation pump interlock
  • Expansion tank level monitoring
  • Burner flame failure protection
  • High flue gas temperature alarm
  • Pressure monitoring
  • Emergency stop
  • Burner control sequence

Jika circulation pump gagal dan aliran thermal oil turun di bawah batas aman, burner harus dihentikan untuk membantu mencegah overheating pada heating coil.

Pentingnya Pemilihan Circulation Pump

Circulation pump harus mampu menghasilkan flow yang cukup untuk membawa energi panas dari heater menuju seluruh pengguna.

Pemilihan pump mempertimbangkan:

  • Flow rate
  • Total dynamic head
  • Pressure drop heater
  • Pressure drop piping
  • Valve dan fitting
  • Heat exchanger
  • Temperatur thermal oil
  • Viskositas fluida

Flow yang terlalu rendah dapat meningkatkan film temperature pada heating coil dan mempercepat degradasi thermal oil.

Pemilihan Burner

Burner harus disesuaikan dengan kapasitas heater dan jenis bahan bakar yang tersedia, seperti:

  • Natural Gas
  • LPG
  • Diesel
  • Heavy Oil sesuai desain

Burner tidak dipilih hanya berdasarkan kapasitas nominal. Engineer juga perlu memperhitungkan furnace back pressure, combustion chamber, fuel pressure, turndown ratio, excess air, dan emission requirement.

Aplikasi Industri

BEJO Thermal Oil Heater 2.000.000 kcal/jam dapat digunakan pada berbagai industri, seperti:

  • Asphalt Mixing Plant
  • Chemical plant
  • Food processing
  • Textile
  • Plywood
  • Rubber
  • Plastic
  • Palm oil
  • Petrochemical
  • Dryer system
  • Reactor heating
  • Tank heating

Kesimpulan

BEJO Thermal Oil Heater 2.000.000 kcal/jam dapat menjadi solusi untuk industri dengan kebutuhan pemanasan besar dan temperatur tinggi.

Dengan kapasitas sekitar 2,3 MW thermal, unit ini dapat melayani beberapa equipment sekaligus jika sistem dirancang berdasarkan heat load aktual.

Keberhasilan sistem sangat bergantung pada perhitungan heating capacity, thermal oil flow, circulation pump, burner, expansion tank, piping, control system, dan safety interlock.

Pemilihan unit sebaiknya dilakukan berdasarkan studi engineering agar thermal oil heater bekerja stabil, efisien, dan sesuai kebutuhan produksi.

Demikaian pembahasan mengenai aspalt miking plant dan thermal thermal oil haeter, kami juga menyediakan dan memberi theknikal suport untuk thermal oil buat AMP yang anda kelola. info lebih lanjut bisa hubungi di,

Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

PT Indira Mitra Boiler


https://hargaboiler.co.id

HERO IMB

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top