jasa cleaning thermal oil

Pemanas therml oil minyak panas konduksi

adalah jenis baru, menghemat energi, aman dan efisien tungku industri khusus, Thermal Oil boiler adalah pemanas yang menggunakan Thermal Oil Fluid sebagai media penghantar panas dan dapat bekerja sampai temperatur 350 derajat Celcius atau lebih. Umur kerja dari Thermal Oil Fluid yang dipergunakan umumnya lebih dari 10 tahun dan tidak diperlukan penambahan apapun selama tidak ada kebocoran pada pipa-pipa atau peralatan pemanas, dan selama itu tidak diperlukan pembersihan karena bagian dalam coil pemanas tidak berkerak seperti pada Steam Boiler. Beberapa Unit Thermal Oil heater kami masih bekerja baik pada usia 20 tahun lebih.

Jasa service cleaning maintenance thermal oil boiler adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang dalam, atau memperbaikinya sampai suatu kondisi yang optimal. Kata service diambil dari kata lain pemeliharaan/ perbaikan, menjaga teroteknology. Tujuan service cleaning yang utama dapat didefinisikan dengan jelas sebagai berikut: Untuk memperpanjang usia kegunaan asset (yaitu setiap bagian dari suatu tempat kerja, bangunan, dan isinya). Hal ini terutama penting di negara berkembang karena kurangnya sumber daya modal untuk penggantian Untuk menjamin ketersediaan

 

jasa cleaning thermal oil

optimum peralatan yang dipasang untuk produksi (jasa) dan mendapatkan laba investsai maksimum yang mungkin sebagai penjamin kesiapan operasional dari seluruh peralatan yang diperlukan dalam keadaan darurat setiap waktu misalnya, Unit cadangan, unit pemadam kebakaran, dan penyelamatan lainya. berikut pengrtian prosedur yang harus kita kethaui untuk perawatanya :

  • Pertama periksa kontrol listrik harus menghindari menjatuhkan, sering dengan pembersihan udara, untuk memastikan baik kontak listrik.
  • heat transfer oil heater boiler oli penghantar panas tidak b
    oleh melebihi suhu diijinkan maksimum. Umumnya dalam menggunakan enam bulan setelah setiap 2 untuk 3 bulan, minyak termal sampel uji sekali, dan memperhatikan berbeda minyak tidak campuran.
  • panas minyak pemanas boiler harus selalu memeriksa suhu instrumen pengukuran, dan pengukuran biasa, untuk mencegah suhu junction suhu resistansi meningkatkan, mengakibatkan suhu tidak diperbolehkan untuk penyalahgunaan.
  • instalasi pipa sirkulasi untuk memudahkan penghapusan pipa gas. jika sirkulasi pipa, harus dihentikan dalam waktu untuk menjalankan, diperbaiki sebelum digunakan.
  • jika thermal oil heater boiler ditemukan dalam pengoperasian kenaikan suhu miny
    ak sulit, harus segera memeriksa apakah pipa halus, katup salah, filter diblokir dan sebagainya, yang akan dikeluarkan sebelum digunakan, filter harus dilakukan secara teratur mencuci dan mencuci.
  • pengguna harus menyesuaikan rinci prosedur operasi dan sistem perawatan berkala, operator harus sangat akrab dengan dan menguasai pengoperasian perangkat penting.
  • harus selalu memeriksa kontak tabung listrik, sekering, meter, pengukur tekanan kontak listrik, dan relay.
  • karena thermal oil heater boiler menggunakan instrumen presisi, sehingga transportasi pemasangan ketat dilarang getaran yang parah.
  • Melakukan perawatan dan pemeliharaan heat transfer oil heater dapat memperpanjang umur peralatan dan memaksimalkan efisiensi kerja sehingga seluruh proses produksi aman dan stabil.
  • penggunaan jangka panjang pengguna, penggantian komponen listrik, kabel harus dapat diandalkan, pemanas bocor, untuk mencegah kebocoran minyak panas, kawat buruk, hubungi api yang disebabkan oleh api.

Beberapa Penyebab kerusakan Nya

Banyak kemungkinan penyebab terjadinya kerusakan, namun pada umumnya disebabkan pada Pengaruh keadaan cuaca matahari, hujan, angin, sebagai contoh dapat disebutkan kerusakan pada isolasi kabel listrik, panas atau temperatur yang tinggi menyebabkan cepatnya kerusakan pada kabel-kabel listrik tersebut Proses pemakaian yang terus-menerus menimbulkan getaran-getaran, gesekangesekan ataupun kotoran-kotoran yang dapat mengakibatkan kerusakan pada bagian mesin tersebut Kelalaian, kesalahan yang dilakukan oleh pemilik hot oil boiler dalam penggunaan, ataupun pemasangan dan memperbaiki mesin serta bagian lain dari hot oil boiler Pengaruh kerusakan kecil pada salah satu bagian mesin yang dapat menjadi penyebab kerusakan yang lebih besar pada bagian mesin yang lainnya Pengaruh dari debu walaupun sangat halus, sering menyebabkan aus pada bagianbagian yang di dalam mesin Terlalu berlebihan dalam penggunaan atau kelebihan beban yang dapat menyebabakan over houl. Kerusakan-kerusakan yang terjadi pada hot oil boiler akan menimbulkan berbagai macam dampak yang merugikan, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

Kecelakaan, jika terjadi over houl dan terjadi ledakan atau hancurnya hot oil boiler yang dapat mengakibatkan jatuhnya korban jiwa Kebakaran , kabel listrik yang memijar atau terjadi arus pendek yang mengakibatkan terbakarnya kendaraan Performa mesin menurun akselerasi mesin yang makin turun mengakibatkan hot oil boiler kurang maksimal dalam menghasilkan thermal oil Evolusi Konsep Dunia Maintenance Dalam kurun waktu lebih dari dua puluh tahun, dunia maintenance telah mengalami lebih banyak perubahan dibandingkan bidang manajemen lainnya. Perubahan ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah dan jenis asset fisik (pabrik, peralatan, dan gedung) yang harus dipelihara, desain yang lebih rumit, teknologi maintenance yang baru, dan perubahan pandangan di dalam thermal oil.

Selain perushaan kami melayani jasa kontrak mantenance thermal oil atau jasa service cleaning boiler oil kami juga merupakan perusahaan distributor sekaligus fabrikasi thermal oil heater di indonesia dengan berbagai jenis dan kpasitas sesuai kebutuhan pelanggan, fabrikasi yang kami sediakan mulai dari kapasitas 200.00 kcal/h sampai 4.000.000 kcal/h dengan berbagai model. untuk info lebih lanjut bisa dikusi atau hubungi di nomor wa.

 

Studi Banding Penyebab Kerusakan Thermal Oil Boiler

Kerusakan pada Thermal Oil Boiler atau Thermal Oil Heater dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan, pengoperasian, instalasi, kualitas thermal oil, serta kurangnya perawatan. Gangguan kecil yang tidak segera ditangani juga dapat berkembang menjadi kerusakan besar.

Studi banding berikut membantu mengidentifikasi penyebab, gejala, dampak, dan tindakan pencegahannya.

Perbandingan Penyebab Kerusakan Thermal Oil Heater

Penyebab kerusakan

Contoh kondisi

Dampak pada peralatan

Tindakan pencegahan

Cuaca dan lingkunganPanas matahari, hujan, kelembapan, dan anginKorosi, kerusakan kabel, dan panel lembapGunakan pelindung, ventilasi, dan panel dengan IP rating sesuai
Temperatur tinggiKabel dan instrumen terlalu dekat dengan heaterIsolasi kabel mengeras, retak, atau terbakarGunakan kabel tahan panas dan atur jalur kabel
Getaran mesinPompa, fan, dan burner beroperasi terus-menerusBaut kendur, coupling tidak sejajar, dan bearing ausLakukan alignment dan pemeriksaan getaran
Debu dan kotoranDebu masuk ke burner, fan, motor, dan panelKomponen cepat aus dan pendinginan tergangguBersihkan filter, fan, motor, dan panel secara berkala
Kesalahan operatorUrutan start-up dan shutdown tidak sesuaiOverheating, alarm, dan kerusakan thermal oilTerapkan SOP dan pelatihan operator
Kesalahan pemasanganArah pompa salah atau diameter pipa terlalu kecilFlow rendah dan pressure drop tinggiLakukan pemeriksaan desain serta commissioning
Kurang perawatanStrainer kotor dan burner tidak pernah dituningEfisiensi turun dan temperatur tidak stabilTerapkan preventive maintenance
Beban berlebihanHeater dipaksa melampaui kapasitas desainOverheating dan kerusakan coilSesuaikan beban proses dengan kapasitas unit
Kerusakan komponen kecilSensor atau valve bermasalah tetapi tetap digunakanMenyebabkan gangguan pada komponen lainLakukan perbaikan sejak gejala awal
Thermal oil rusakOil mengalami oksidasi atau thermal crackingViskositas naik, endapan, dan cokingLakukan analisis thermal oil secara berkala

Pengaruh Cuaca dan Kondisi Lingkungan

Unit yang dipasang di luar ruangan dapat terkena sinar matahari, hujan, kelembapan, debu, dan angin. Kondisi tersebut dapat mempercepat kerusakan panel listrik, kabel, motor, burner, serta permukaan logam.

Sebagai contoh, temperatur lingkungan yang tinggi dapat mempercepat penuaan isolasi kabel. Sementara itu, air hujan yang masuk ke dalam panel dapat menyebabkan korosi, hubungan arus pendek, atau kegagalan komponen kontrol.

Oleh karena itu, unit outdoor harus dilengkapi dengan atap pelindung, drainase, ventilasi, serta panel listrik dengan tingkat perlindungan yang sesuai.

Pengaruh Temperatur Tinggi pada Komponen Listrik

Kabel yang dipasang terlalu dekat dengan body heater atau jalur gas buang dapat mengalami paparan panas berlebihan. Akibatnya, isolasi kabel menjadi keras, retak, dan kehilangan kemampuan perlindungannya.

Selain itu, panas yang terperangkap di dalam panel dapat merusak contactor, relay, inverter, PLC, dan temperature controller. Karena itu, posisi panel dan jalur kabel harus mempertimbangkan temperatur lingkungan.

Penggunaan kabel tahan panas, cable tray, pelindung tambahan, dan ventilasi panel dapat membantu memperpanjang umur komponen.

Kerusakan Akibat Operasi Terus-Menerus

Circulation pump, burner fan, motor, dan komponen mekanis lainnya bekerja secara terus-menerus. Kondisi ini dapat menimbulkan getaran, gesekan, dan kenaikan temperatur.

Jika tidak dipantau, getaran dapat menyebabkan:

  • Baut dan terminal listrik kendur.
  • Coupling mengalami misalignment.
  • Bearing cepat aus.
  • Mechanical seal mengalami kebocoran.
  • Sambungan pipa menerima beban tambahan.
  • Kabel dan instrumentasi terlepas.

Pemeriksaan getaran, alignment, bearing, dan coupling perlu dimasukkan ke dalam jadwal preventive maintenance.

Pengaruh Debu dan Kotoran

Debu halus dapat masuk ke dalam burner, fan, motor, serta control panel. Penumpukan debu dapat mengganggu aliran udara pendingin dan mempercepat keausan komponen.

Pada burner, kotoran dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna. Gejalanya dapat berupa asap hitam, nyala tidak stabil, konsumsi bahan bakar meningkat, dan temperatur gas buang terlalu tinggi.

Sementara itu, strainer yang kotor dapat mengurangi flow thermal oil. Flow yang terlalu rendah berisiko meningkatkan film temperature serta menyebabkan overheating dan coking di dalam coil.

Kesalahan Pengoperasian

Kelalaian operator merupakan salah satu penyebab umum gangguan Thermal Oil Heater. Kesalahan tersebut dapat terjadi ketika start-up, operasi normal, maupun shutdown.

Contohnya meliputi:

  • Burner dinyalakan sebelum circulation pump bekerja.
  • Temperatur dinaikkan terlalu cepat.
  • Alarm terus di-reset tanpa pemeriksaan.
  • Unit tetap digunakan ketika flow menurun.
  • Expansion tank diisi terlalu penuh.
  • Pompa dihentikan segera setelah burner mati.
  • Thermal oil ditambahkan tanpa memeriksa kompatibilitas.
  • Safety interlock dinonaktifkan.

Untuk mencegahnya, perusahaan perlu menyediakan SOP, checklist, log sheet, dan pelatihan rutin bagi operator.

Kesalahan Instalasi dan Perbaikan

Kesalahan pemasangan dapat menyebabkan Thermal Oil Heater tidak bekerja sesuai desain. Misalnya, diameter pipa terlalu kecil dapat menghasilkan pressure drop yang tinggi.

Kesalahan instalasi lainnya meliputi:

  • Arah putaran circulation pump terbalik.
  • Expansion tank dipasang pada posisi yang tidak tepat.
  • Tidak tersedia jalur venting.
  • Pipa tidak memiliki expansion loop.
  • Support pipa tidak memadai.
  • Sensor temperatur dipasang pada posisi yang salah.
  • Minimum flow tidak tercapai.
  • Burner tidak sesuai dengan ruang bakar.
  • Nyala api menyentuh permukaan coil.

Selain itu, perbaikan coil harus menggunakan material dan prosedur pengelasan yang sesuai. Pemeriksaan serta pressure test perlu dilakukan sebelum unit kembali dioperasikan.

Dampak Kerusakan Kecil terhadap Sistem

Kerusakan kecil dapat berkembang menjadi gangguan besar apabila tidak segera diperbaiki. Sebagai contoh, strainer yang mulai tersumbat dapat menurunkan flow thermal oil.

Flow yang rendah kemudian meningkatkan temperatur permukaan coil. Selanjutnya, thermal oil dapat mengalami degradasi, membentuk coking, menyumbat coil, dan akhirnya menyebabkan pipa mengalami overheating.

Urutan kerusakan tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan sederhana dapat mencegah biaya overhaul yang lebih besar.

Pengaruh Kelebihan Beban

Thermal Oil Heater yang digunakan melebihi kapasitas desain akan bekerja terus-menerus pada beban maksimum. Namun, temperatur proses mungkin tetap tidak mencapai set point.

Kondisi beban berlebihan dapat menyebabkan:

  • Burner atau heating element terus bekerja.
  • Temperatur gas buang meningkat.
  • Konsumsi energi bertambah.
  • Coil menerima beban panas berlebihan.
  • Thermal oil lebih cepat terdegradasi.
  • Umur circulation pump berkurang.
  • Kapasitas proses tidak tercapai.

Oleh sebab itu, kapasitas heater harus dihitung berdasarkan kebutuhan panas produk, waktu pemanasan, heat loss, dan beban puncak.

Dampak Kerusakan Thermal Oil Heater

Kerusakan Thermal Oil Heater dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap keselamatan dan proses produksi.

Risiko Kebakaran

Kebocoran thermal oil panas yang mengenai api burner atau permukaan bersuhu tinggi dapat menimbulkan kebakaran. Hubungan arus pendek pada kabel dan panel juga dapat menjadi sumber penyalaan.

Risiko Kecelakaan Kerja

Kebocoran fluida panas dapat menyebabkan luka bakar. Selain itu, kegagalan pipa, valve, atau equipment bertekanan dapat membahayakan operator di sekitar unit.

Penurunan Performa

Heater yang mengalami masalah memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai temperatur. Akibatnya, kapasitas produksi menurun dan konsumsi energi meningkat.

Penghentian Produksi

Kebocoran coil, kerusakan pompa, atau kegagalan burner dapat menghentikan seluruh proses produksi. Kerugiannya dapat lebih besar daripada biaya preventive maintenance.

Kerusakan Thermal Oil

Overheating dan oksidasi dapat mengubah karakteristik thermal oil. Oil menjadi lebih kental, membentuk endapan, dan kehilangan kemampuan perpindahan panas.

Studi Banding Reactive dan Preventive Maintenance

ParameterReactive MaintenancePreventive Maintenance
Waktu perbaikanSetelah terjadi kerusakanBerdasarkan jadwal
Penghentian produksiTidak terencanaDapat dijadwalkan
Biaya spare partSulit diperkirakanLebih terkendali
Risiko kerusakan besarTinggiLebih rendah
Pemeriksaan safetyDilakukan setelah gangguanDilakukan secara rutin
Kesiapan teknisiBersifat daruratDapat direncanakan
Umur peralatanCenderung lebih pendekLebih terjaga
Keandalan produksiRendahLebih tinggi
Data kondisi mesinTerbatasDicatat secara berkala
Potensi kecelakaanLebih tinggiLebih terkendali

Reactive maintenance mungkin terlihat lebih murah karena pekerjaan dilakukan hanya ketika unit rusak. Namun, metode tersebut dapat menimbulkan biaya besar akibat penghentian produksi dan kerusakan lanjutan.

Sebaliknya, preventive maintenance membutuhkan biaya rutin. Meskipun demikian, kondisi equipment dapat dipantau dan gangguan berpotensi ditemukan sebelum menyebabkan shutdown.

Perkembangan Konsep Maintenance

Konsep maintenance telah berkembang dari perbaikan setelah kerusakan menjadi pengelolaan keandalan peralatan. Perubahan ini terjadi karena desain mesin semakin rumit dan proses produksi semakin bergantung pada kontinuitas operasi.

Beberapa pendekatan yang dapat digunakan antara lain:

  • Reactive maintenance: perbaikan setelah kerusakan.
  • Preventive maintenance: perawatan berdasarkan jadwal.
  • Predictive maintenance: perawatan berdasarkan data kondisi.
  • Condition-based maintenance: tindakan dilakukan ketika indikator menunjukkan penurunan performa.
  • Reliability-centered maintenance: strategi ditentukan berdasarkan fungsi, risiko, dan tingkat kritis equipment.

Untuk Thermal Oil Heater, kombinasi preventive dan condition-based maintenance umumnya lebih efektif.

Rekomendasi Pemeriksaan Berkala

Program perawatan dapat mencakup:

  • Pemeriksaan kebocoran setiap hari.
  • Pencatatan temperatur inlet dan outlet.
  • Pencatatan tekanan circulation pump.
  • Pembersihan strainer.
  • Pemeriksaan level expansion tank.
  • Pemeriksaan burner dan pola api.
  • Pengujian alarm serta safety interlock.
  • Pemeriksaan bearing dan mechanical seal.
  • Combustion tuning.
  • Ultrasonic Thickness Measurement pada coil.
  • Analisis kualitas thermal oil.
  • Kalibrasi sensor temperatur dan tekanan.
  • Pemeriksaan panel, kabel, dan terminal listrik.
  • Pemeriksaan insulasi serta cladding.

Frekuensi pemeriksaan harus disesuaikan dengan jam operasi, temperatur kerja, lingkungan pabrik, jenis bahan bakar, dan tingkat kritis unit.

Jasa Kontrak Maintenance Thermal Oil Heater

PT Indira Mitra Boiler menyediakan layanan kontrak maintenance, service, cleaning, perbaikan coil, modifikasi sistem, dan commissioning Thermal Oil Heater.

Selain memberikan layanan perawatan, PT Indira Mitra Boiler juga menyediakan fabrikasi Thermal Oil Heater dengan kapasitas sekitar 200.000 hingga 4.000.000 kcal/jam. Kapasitas dan model unit dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses pelanggan.

Layanan yang tersedia meliputi:

  • Survei dan inspeksi unit.
  • Penyusunan laporan kondisi.
  • Preventive maintenance.
  • Cleaning coil dan ruang bakar.
  • Perbaikan serta penggantian coil.
  • Service circulation pump.
  • Service dan tuning burner.
  • Perbaikan control panel.
  • Penggantian instrumentasi.
  • Pengujian safety interlock.
  • Analisis masalah operasional.
  • Commissioning dan pelatihan operator.

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

PT Indira Mitra Boiler


https://hargaboiler.co.id

HERO IMB

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top