Jasa Perbaikan Burner

Perushaan jasa perbaikan dan instalasi burner

PT IMB adalah perushaan agen burner di indoneisa juga menyedikan jasa intalasi perbaikan burner dengan semua jenis burner dan kapasitas. perushaan kami yang berkembang sejak thun 2015 juga sepesialist mesin pemanas ketel uap boiler maupun thermal oil heater. kami melayani pangilan atau after sales diskusi mengenai kebutuhan burner dan kBurner oil AMP 100onsultasi untuk kebutuhan pelanggan, kami menyedikan setock sprepart dan burner second yang hanya ada sebagian varian .

Kegunaan burner adalah alat alat pemanas yang memiliki sistem canggih pembakaran bahan bakar dimana bahan bakar di kabutkan dan di bakar oleh burner yang menimbukan hawa panas dengan kapasitas besar dan terukur sesuai kemauan yang di inginkan, sistem pembakaran burner juga di bantu alat control yang canggih yang menghasilkan semburan api cukup panas dan media semburan yang tidak terlalu melebar berbeda dengan api tungku atau pembakaran manual dengan kayu bakar atau batu bara.

Burner sering kita jumpai di kalngan industri maupun pengusaha rumahan untuk kebutuhan pemanasan produk yang di kelola, di antranya tidak bisa jauh dengan burner adalah industri makanan oven, pabrik aspal drayer amp, mesin boiler uap, incinerator pembakaran, dll. burner sendiri yang umum di gunakan ada 3 varian bahan bakar yaitu, bahan bakar Gas, Solar, dan oli bekas dimana ketiga bahan bakar tersebut menyesuaikan lingkungan dan kebutuhan mereka.

Refrensi Service/ PerBaikan Burner

Berbagai merek burner memiliki ke unggulan dan sitem ketahanan yang berbeda namun untuk part dan alur pengoprasian burner hampir stiap burner memiliki dasar yang sama dari separpart dan aksesoris pelengkap sama. burner yang kami tangani di berbagi industri .

Merk Burner :

  • Burner Weishaupt /Germany
  • Burner Rayy /Germany
  • Burner Riello /Italiy
  • Burner FBR /Italiy
  • Burner Baltur/Italiy
  • Burner Miura /Jepang
  • Burner Ecoflame /Italiy
  • Burner olympia /Jepang
  • Burner Benton /eropa
  • Burner beite /Cina

Bahan Bakar :

  • Light Oil/ Solar
  • Gas / LPG, CNG, PGN
  • Heavy Oil/ Oli minyak bekas
  • Dual Fuel/ Gas dan Solar

Perwatan Burner Industri

  • Pastikan listrik untuk pensuplay burner cukup dan setabil
  • Control bahan bakar setabil dan keluar sesuai kebutuhan burner
  • Pengecekan part inti pada burner kondisi baik
  • Cleaning/Bersihkan burner pada lorong mocong, blower dan body secukupnya
  • oprasikan burner sesuai setandar dan kapasitasnya
  • Saat pengecekan atau penanganan di anjurkan dengan mekanik dan tenaga ahli di bidangnya.

Layanan Customer Service

kami mengedepankan kenyamanan dan keamanan produk atau barang yang kita tanganai / jual, dan memberikan pelayan tindakan terbaik, siap tanggap dan renspon diskusi trobel shoting kapan pun .untuk marketing sales bisa hubungi di alamat contact di bwah ini,

Studi Kasus Berbagai Merk Burner untuk Boiler dan Mesin Industri

Dalam sistem boiler, thermal oil heater, hot water boiler, industrial oven, dryer, furnace, dan heating system, burner merupakan salah satu komponen utama yang menentukan proses pembakaran. Pemilihan burner tidak hanya berdasarkan merek, tetapi juga harus disesuaikan dengan kapasitas panas, jenis bahan bakar, tekanan fuel, combustion chamber, sistem kontrol, dan kebutuhan proses.

Di pasar industri Indonesia terdapat berbagai pilihan merk burner dari Eropa, Jepang, dan Asia. Beberapa brand yang banyak dijumpai dalam aplikasi heating system antara lain Weishaupt, Riello, FBR, Baltur, Miura, Olympia, Ecoflam, serta berbagai burner lainnya.

Sebagai contoh, Weishaupt memiliki rangkaian burner gas, oil, dan dual-fuel untuk berbagai kelas aplikasi, termasuk burner compact hingga medium dan large burner. Riello juga memiliki kategori burner untuk gas, gasoil, dual fuel, serta process burner.

1. Burner Weishaupt – Germany

Weishaupt merupakan salah satu brand burner asal Jerman yang digunakan pada berbagai sistem pemanasan.

Produk Weishaupt mencakup burner:

  • Gas burner
  • Oil burner
  • Dual-fuel burner
  • Compact burner
  • Medium burner
  • Large burner

Weishaupt mencantumkan rentang burner mulai dari kelas compact hingga burner industri berkapasitas besar. Seri WM monarch®, misalnya, berada pada rentang 55–12.000 kW, sedangkan seri WKmono dan WK tersedia untuk kapasitas yang lebih tinggi.

Weishaupt Burner 1.000 kW untuk Boiler Industri

Sebuah perusahaan menggunakan steam boiler industri yang membutuhkan burner gas dengan kapasitas sekitar 1.000 kW. Burner existing mengalami penurunan performa sehingga perusahaan mempertimbangkan replacement atau retrofit burner.

Salah satu kandidat yang dipertimbangkan adalah Weishaupt gas burner dengan operating range yang mencakup kebutuhan sekitar 1.000 kW.

Namun, pemilihan burner tidak dilakukan hanya berdasarkan angka kapasitas. Beberapa parameter teknis harus diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan burner kompatibel dengan boiler existing.

Alur Studi Kasus

Boiler Capacity

Steam Pressure

Heat Load

Gas Pressure

Combustion Chamber

Burner Capacity

Control System

Installation & Commissioning

1. Check Boiler Capacity

Langkah pertama adalah mengetahui kapasitas produksi steam boiler.

Misalnya:

Boiler Capacity = 1.500 kg steam/h

Data tersebut belum secara langsung menentukan kapasitas burner. Kebutuhan panas perlu dihitung dengan mempertimbangkan kondisi feed water, tekanan steam, efisiensi boiler, dan heat loss.

Tujuannya adalah memperoleh actual heat load yang harus disediakan burner.

2. Check Steam Pressure

Tekanan kerja boiler harus diketahui karena semakin tinggi kondisi steam yang dibutuhkan, semakin besar energi yang diperlukan untuk menghasilkan steam.

Contoh:

Steam Pressure = 10 kg/cm²

Parameter ini kemudian digunakan bersama dengan temperatur feed water untuk menghitung kebutuhan energi boiler.

Data yang sebaiknya dikumpulkan:

  • Operating pressure.
  • Design pressure.
  • Steam temperature jika applicable.
  • Feed water temperature.
  • Steam production.

3. Calculate Heat Load

Misalnya hasil perhitungan menunjukkan kebutuhan thermal sekitar:

Q ≈ 1.000 kW

Dalam satuan kcal/h:

1.000 × 860 = 860.000 kcal/h

Sehingga kebutuhan burner berada pada kisaran:

±860.000 kcal/h

Pada tahap pemilihan burner, kapasitas tersebut harus dibandingkan dengan operating range burner Weishaupt.

Yang diperhatikan:

Minimum firing rate

hingga

Maximum firing rate

Bukan hanya maximum capacity.

4. Check Gas Pressure

Burner gas membutuhkan tekanan gas yang sesuai agar dapat mencapai firing rate yang direncanakan.

Sistem gas secara umum:

Gas Supply

Gas Filter

Gas Regulator

Gas Train

Safety Shut-Off Valve

Gas Control Valve

Weishaupt Burner

Tekanan gas aktual di lokasi harus dibandingkan dengan kebutuhan burner.

Jika tekanan gas terlalu rendah, burner mungkin tidak dapat mencapai kapasitas yang dibutuhkan.

Jika terlalu tinggi, diperlukan regulation yang sesuai.

5. Check Combustion Chamber

Kapasitas 1.000 kW bukan satu-satunya parameter yang menentukan keberhasilan replacement.

Burner harus sesuai dengan combustion chamber boiler.

Pemeriksaan meliputi:

  • Furnace dimension.
  • Furnace volume.
  • Burner mounting.
  • Flange diameter.
  • Burner insertion depth.
  • Combustion head.
  • Flame length.
  • Flame diameter.
  • Refractory condition.
  • Burner position.

Hal ini penting karena bentuk dan panjang flame harus sesuai dengan furnace.

Burner yang terlalu besar atau memiliki flame terlalu panjang dapat menyebabkan flame impingement terhadap refractory atau heating surface.

6. Check Burner Capacity

Setelah heat load diketahui:

Required Heat Load = ±1.000 kW

Kemudian operating range Weishaupt diperiksa.

Idealnya:

Burner Minimum < Required Load < Burner Maximum

Dengan demikian burner masih memiliki ruang operasi di bawah dan di atas kebutuhan normal.

Sebagai contoh konseptual:

Low Fire → 400 kW

Normal Operation → 1.000 kW

High Fire → 1.200 kW

Angka di atas hanya ilustrasi prinsip operating range, bukan spesifikasi model tertentu.

7. Check Control System

Boiler existing harus dapat berkomunikasi dengan burner replacement.

Sistem kontrol dapat melibatkan:

Steam Pressure Transmitter

Boiler Controller

Burner Management System

Gas Control Valve

Burner Firing Rate

Untuk boiler dengan beban berubah-ubah, burner modulating dapat menjadi pilihan yang menarik karena firing rate dapat disesuaikan dengan kebutuhan steam.

Dibandingkan sistem ON-OFF, modulating burner dapat memberikan kontrol kapasitas yang lebih fleksibel.

8. Check Safety System

Sebelum burner dioperasikan, safety interlock harus diperiksa.

Beberapa parameter penting:

  • Gas pressure low.
  • Gas pressure high.
  • Fan operation.
  • Air pressure.
  • Flame detection.
  • Ignition sequence.
  • High steam pressure.
  • Low water level.
  • Emergency stop.
  • Gas train safety.
  • Burner lockout.

Safety system harus terintegrasi dengan sistem boiler sehingga burner tidak melakukan firing apabila kondisi operasi tidak memenuhi persyaratan.

9. Installation Weishaupt Burner

Setelah pemeriksaan teknis selesai dan burner dinyatakan kompatibel, proses pemasangan dapat dilakukan.

Remove Existing Burner

Inspect Mounting

Check Furnace

Install Weishaupt Burner

Connect Gas Train

Connect Electrical

Connect Control

Check Safety Interlock

Initial Start-up

Combustion Adjustment

Test Running

10. Combustion Commissioning

Setelah burner berhasil menyala, dilakukan commissioning untuk mendapatkan pembakaran yang sesuai.

Parameter yang dapat diperiksa:

  • O₂
  • CO
  • CO₂
  • Flue gas temperature
  • Excess air
  • Gas pressure
  • Burner firing rate
  • Flame stability
  • Steam pressure

Combustion analyzer digunakan untuk membantu melakukan adjustment secara objektif.

Tujuan commissioning:

Stable Flame

  • Correct Air-Fuel Ratio
  • Acceptable Emission
  • Stable Steam Pressure
  • Efficient Combustion

Contoh Hasil Studi Kasus

Setelah pemeriksaan diperoleh:

ParameterHasil
BoilerIndustrial Steam Boiler
Burner FuelNatural Gas
Required Heat Load±1.000 kW
Gas PressureSesuai
Combustion ChamberSesuai
Burner CapacitySesuai
MountingSesuai
ControlCompatible
Safety InterlockCompatible

Burner Weishaupt kemudian dapat dipertimbangkan untuk replacement atau retrofit, dengan catatan model spesifiknya telah diverifikasi terhadap data teknis boiler dan burner.

2. Burner Riello – Italy

Riello merupakan brand burner asal Italia dengan berbagai solusi pembakaran untuk aplikasi heating dan industri.

Riello memiliki produk untuk:

  • Gas
  • Gasoil
  • Dual fuel
  • Low NOx
  • Modulating burner
  • Process burner

Katalog Riello juga mencakup burner industri dan process burner untuk furnace.

Studi Kasus Riello

Sebuah thermal oil heater membutuhkan burner sekitar 600 kW.

Kebutuhan:

Heat Load = 600 kW

Teknisi kemudian mencocokkan:

  • Burner capacity
  • Fuel type
  • Gas/oil pressure
  • Combustion head
  • Furnace dimension
  • Control mode

Untuk proses yang memiliki perubahan beban panas, burner dengan two-stage atau modulating control dapat dipertimbangkan dibandingkan burner ON-OFF.

Riello juga memiliki solusi burner dengan active combustion control pada beberapa range di atas 750 kW.

3. Burner FBR – Italy

F.B.R. Bruciatori merupakan produsen burner asal Italia yang telah mengembangkan dan memproduksi burner sejak 1969. Produk FBR mencakup burner untuk light oil, heavy oil, gas, low-NOx gas, dan dual fuel.

FBR menyatakan produknya dibuat di Italia dan menggunakan komponen dari produsen Eropa.

Studi Kasus FBR

Sebuah industri memiliki boiler yang sebelumnya menggunakan burner oil dan ingin melakukan retrofit menjadi burner gas.

Tahapan:

Boiler Existing

Hitung Heat Load

Periksa Combustion Chamber

Tentukan Gas Burner

Check Gas Pressure

Check Gas Train

Test Combustion

FBR menyediakan kategori gas burner maupun dual-fuel sehingga dapat dipertimbangkan untuk konfigurasi yang membutuhkan bahan bakar gas atau kombinasi fuel tertentu.

4. Burner Baltur – Italy

Baltur merupakan brand Italia yang bergerak pada teknologi pembakaran dan memiliki burner untuk aplikasi residential maupun industrial.

Baltur menyebutkan bahwa teknologi burner mereka mencakup aplikasi industri dan residential, termasuk solusi dengan perhatian terhadap emisi NOx dan CO.

Studi Kasus Baltur

Sebuah industrial oven membutuhkan burner gas untuk mempertahankan temperatur proses.

Parameter yang diperiksa:

  • Oven volume
  • Heat load
  • Operating temperature
  • Gas pressure
  • Burner capacity
  • Combustion air
  • Control system

Burner dipilih berdasarkan kebutuhan panas aktual, bukan hanya berdasarkan kapasitas maksimum burner.

Burner Miura – Japan untuk Steam Boiler

Miura merupakan brand asal Jepang yang dikenal dalam bidang boiler dan steam system. Pada sistem boiler, burner merupakan salah satu bagian penting dari rangkaian pembakaran yang bekerja bersama dengan fuel system, combustion chamber, heat transfer surface, dan steam generation.

Pada saat melakukan replacement burner pada boiler Miura, teknisi tidak cukup hanya mencocokkan kapasitas burner. Kompatibilitas antara burner replacement dan boiler existing harus diperiksa secara menyeluruh.

Alur Sistem Pembakaran Boiler

Fuel System

Burner

Combustion Chamber

Heat Transfer

Steam Generation

Steam Outlet

Jika salah satu bagian tidak sesuai, performa keseluruhan sistem dapat terganggu.

Studi Kasus Replacement Burner Miura

Sebuah perusahaan menggunakan steam boiler Miura untuk kebutuhan proses produksi. Setelah beroperasi dalam waktu lama, burner mengalami penurunan performa dan perusahaan mempertimbangkan penggantian burner.

Sebelum menentukan burner replacement, teknisi melakukan beberapa pemeriksaan.

1. Check Boiler Capacity

Data boiler existing harus diketahui terlebih dahulu:

  • Kapasitas steam.
  • Tekanan kerja.
  • Temperatur feed water.
  • Jenis boiler.
  • Kondisi combustion chamber.

Misalnya boiler memiliki kapasitas:

1.000 kg steam/jam

Maka kebutuhan thermal burner tidak otomatis sama dengan kapasitas steam tersebut. Heat load harus dihitung berdasarkan kondisi operasi boiler.

2. Check Fuel Type

Jenis bahan bakar juga harus dipastikan.

Contohnya:

  • Natural Gas
  • LPG
  • CNG
  • Diesel
  • Light Oil

Burner replacement harus mempunyai konfigurasi fuel yang sesuai dengan sistem boiler.

Gas burner tidak dapat langsung menggantikan oil burner tanpa mempertimbangkan perubahan fuel system, combustion setup, gas train, kontrol, dan safety system.

3. Check Burner Capacity

Setelah heat load diketahui, kapasitas burner replacement dibandingkan dengan kebutuhan boiler.

Contoh kebutuhan:

350 kW

Maka burner harus memiliki operating range yang mencakup kebutuhan tersebut.

Yang diperiksa bukan hanya:

Maximum Capacity

tetapi juga:

Minimum Capacity → Maximum Capacity

Operating range yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat memengaruhi pengendalian beban boiler.

4. Check Combustion Chamber

Ini merupakan salah satu pemeriksaan penting.

Burner harus sesuai dengan ruang bakar boiler Miura existing.

Parameter yang diperiksa:

  • Furnace dimension.
  • Burner mounting.
  • Flange.
  • Burner head.
  • Flame length.
  • Flame diameter.
  • Insertion depth.
  • Refractory.
  • Posisi burner.

Studi Kasus Miura

Jika sebuah boiler membutuhkan burner replacement, teknisi perlu mengecek:

  • Model boiler
  • Kapasitas steam
  • Fuel type
  • Burner mounting
  • Combustion chamber
  • Control panel
  • Safety interlock
  • Fuel pressure

Tidak semua burner dengan kapasitas yang sama dapat langsung dipasang pada boiler yang sama.

6. Burner Olympia – Japan

Burner Olympia dapat ditemukan pada berbagai aplikasi heating dan burner system.

Pada penggunaan burner second atau replacement, kondisi aktual unit menjadi faktor penting.

Pemeriksaan meliputi:

  • Motor
  • Fan
  • Fuel pump
  • Nozzle
  • Ignition transformer
  • Electrode
  • Flame detector
  • Control box
  • Burner head

Studi Kasus Olympia Burner – Troubleshooting Flame Failure

Sebuah Olympia oil burner yang digunakan pada sistem pemanasan industri mengalami masalah flame failure. Burner dapat melakukan proses start, tetapi api tidak bertahan atau sistem kontrol mendeteksi bahwa flame tidak terbentuk dengan baik sehingga burner masuk ke kondisi lockout.

Pada kondisi seperti ini, teknisi tidak sebaiknya langsung mengganti control box. Flame failure dapat disebabkan oleh beberapa bagian dalam sistem pembakaran, mulai dari suplai bahan bakar hingga sistem deteksi api.

Alur Troubleshooting

Fuel Supply

Pump Pressure

Nozzle

Ignition System

Flame Detector

Combustion Air

Test Running

1. Pemeriksaan Fuel Supply

Tahap pertama adalah memastikan bahan bakar benar-benar tersedia dan dapat mengalir menuju burner.

Yang diperiksa:

  • Level fuel tank.
  • Kondisi fuel line.
  • Filter fuel.
  • Strainer.
  • Valve.
  • Kebocoran pada piping.
  • Kondisi suction line.

Jika suplai fuel terganggu, burner dapat mengalami kondisi:

Fuel tidak cukup → Atomisasi buruk → Flame tidak terbentuk → Flame Failure

2. Pemeriksaan Pump Pressure

Jika fuel supply normal, pemeriksaan dilanjutkan ke oil pump.

Pompa harus menghasilkan tekanan sesuai kebutuhan burner.

Tekanan yang terlalu rendah dapat menyebabkan aliran fuel menuju nozzle tidak sesuai sehingga spray menjadi tidak optimal.

Pemeriksaan dapat meliputi:

  • Pump pressure.
  • Kondisi pump.
  • Filter pump.
  • Pressure regulator.
  • Coupling.
  • Kebocoran.

Jika tekanan pump tidak sesuai, teknisi perlu menentukan apakah penyebabnya berasal dari pump, filter, regulator, atau fuel supply.

3. Pemeriksaan Nozzle

Nozzle merupakan komponen penting dalam proses atomisasi fuel.

Nozzle yang:

  • Tersumbat.
  • Kotor.
  • Aus.
  • Salah ukuran.
  • Memiliki spray pattern yang tidak sesuai.

7. Burner Ecoflam – Italy

Ecoflam merupakan salah satu nama yang dikenal dalam kategori burner.

Pada pemilihan burner Ecoflam, data yang harus diperiksa meliputi:

  • Burner model
  • Heat capacity
  • Fuel type
  • Fuel pressure
  • Combustion head
  • Control system
  • Motor
  • Electrical supply

Studi Kasus Ecoflam

Sebuah boiler membutuhkan burner sekitar 400 kW.

Teknisi membandingkan:

Required Heat Load

dengan

Burner Operating Range

Bukan hanya melihat angka maximum capacity.

Idealnya, kebutuhan operasi berada dalam operating range burner agar proses pembakaran dapat dikontrol dengan baik.

8. Burner Beite / BAITE – China

Beite/BAITE merupakan salah satu pilihan burner yang dapat ditemukan pada pasar burner industri dan replacement.

Burner jenis ini dapat digunakan pada aplikasi tertentu dengan syarat kapasitas dan konfigurasi sesuai.

Parameter yang perlu diperiksa:

  • Capacity
  • Fuel type
  • Motor power
  • Control mode
  • Fuel pressure
  • Burner head
  • Mounting dimension
  • Electrical supply

BAITE Burner 300 kW untuk Thermal Oil Heater

Sebuah perusahaan industri menggunakan thermal oil heater untuk menyediakan panas pada proses produksi. Setelah beroperasi dalam waktu tertentu, burner existing mengalami penurunan performa dan membutuhkan penggantian.

Berdasarkan perhitungan kebutuhan panas, thermal oil heater membutuhkan burner dengan kapasitas sekitar 300 kW. Salah satu kandidat replacement yang dipertimbangkan adalah BAITE Burner.

Pemilihan burner tidak dilakukan hanya berdasarkan kapasitas 300 kW, tetapi melalui pemeriksaan teknis secara menyeluruh.

1. Check Heat Load

Langkah pertama adalah menentukan kebutuhan panas thermal oil heater.

Jika kebutuhan sistem:

300 kW

Maka dalam satuan kcal/h:

300 × 860 = 258.000 kcal/h

Sehingga kebutuhan panas berada pada kisaran:

±258.000 kcal/h

Kapasitas burner kemudian harus dibandingkan dengan operating range, bukan hanya melihat kapasitas maksimum.

2. Check Fuel

Jenis bahan bakar harus dipastikan terlebih dahulu.

Contohnya:

  • Natural Gas
  • LPG
  • CNG
  • Diesel
  • Light Oil
  • Heavy Oil

Jika thermal oil heater menggunakan diesel/light oil, maka burner BAITE yang dipilih harus memiliki konfigurasi untuk liquid fuel.

Jika menggunakan gas, maka burner harus menggunakan konfigurasi gas yang sesuai.

Heat load sama tidak berarti burner-nya sama, karena jenis fuel akan memengaruhi sistem fuel train, pressure, nozzle atau gas valve, dan combustion setup.

3. Check Furnace

Burner 300 kW harus kompatibel dengan combustion chamber thermal oil heater.

Pemeriksaan dapat meliputi:

  • Diameter mounting burner
  • Panjang combustion head
  • Diameter flame tube
  • Furnace dimension
  • Combustion chamber volume
  • Posisi burner
  • Arah flame
  • Material refractory

Hal ini penting karena burner dengan kapasitas sama belum tentu menghasilkan bentuk flame yang sesuai dengan furnace.

4. Check Burner Capacity

Setelah heat load diketahui, operating range burner diperiksa.

Kebutuhan:

±300 kW

Idealnya burner memiliki operating range yang dapat mencakup kebutuhan tersebut.

Jika burner memiliki kapasitas maksimum jauh di bawah kebutuhan, burner akan bekerja terlalu berat dan thermal oil heater berpotensi tidak mencapai temperatur yang diinginkan.

Sebaliknya, burner yang terlalu besar juga perlu diperhatikan karena dapat menyebabkan:

  • Short cycling
  • Temperatur naik terlalu cepat
  • Kontrol temperatur lebih sulit
  • Efisiensi operasi kurang optimal

5. Check Fuel Pressure

Tekanan fuel merupakan parameter penting.

Untuk oil burner:

Fuel Tank

Filter

Oil Pump

Pressure Regulation

Nozzle

Combustion Chamber

Untuk gas burner:

Gas Supply

Filter

Regulator

Gas Train

Gas Valve

Burner Head

Tekanan fuel yang tersedia di lokasi harus sesuai dengan kebutuhan burner BAITE yang dipilih.

6. Check Control System

Sistem kontrol juga harus diperiksa.

Contohnya:

ON-OFF

Burner bekerja pada kondisi nyala atau mati.

Two Stage

Burner dapat bekerja pada tingkat firing rendah dan tinggi.

Modulating

Kapasitas firing dapat disesuaikan secara lebih kontinu terhadap kebutuhan panas.

Untuk thermal oil heater, sistem two stage atau modulating dapat menjadi pertimbangan ketika beban panas berubah-ubah selama proses produksi.

7. Installation dan Integration BAITE Burner

Setelah BAITE Burner dinyatakan sesuai dengan kapasitas thermal oil heater, jenis bahan bakar, combustion chamber, dan sistem kontrol, tahap berikutnya adalah installation dan integration dengan sistem existing.

Pemasangan burner tidak hanya memasang unit pada flange furnace. Sistem fuel, electrical, control, combustion air, dan safety interlock harus terintegrasi dengan benar sebelum burner dioperasikan.

Tahapan Installation

Remove Existing Burner

Check Mounting & Flange

Install BAITE Burner

Connect Fuel System

Connect Electrical System

Connect Control System

Check Safety Interlock

Initial Start-up

Test Running & Combustion Setting

Remove Existing Burner

Burner lama dilepas dari mounting thermal oil heater setelah sistem dipastikan dalam kondisi aman dan tidak bertekanan.

Sebelum pelepasan, teknisi dapat melakukan dokumentasi:

  • Posisi kabel.
  • Posisi fuel line.
  • Posisi control cable.
  • Ukuran flange.
  • Posisi burner head.
  • Arah pemasangan.
  • Setting awal burner.

Dokumentasi ini membantu proses pemasangan burner replacement.


Check Mounting & Flange

Setelah burner lama dilepas, dilakukan pemeriksaan pada mounting.

Yang diperiksa antara lain:

  • Diameter flange.
  • Bolt hole.
  • Center position.
  • Burner insertion depth.
  • Diameter combustion head.
  • Posisi terhadap furnace.
  • Kondisi refractory.

Jika mounting BAITE tidak sama dengan burner lama, dapat diperlukan adapter plate atau modifikasi mounting yang sesuai desain.

Install BAITE Burner

Burner kemudian dipasang pada mounting thermal oil heater.

Posisi burner harus benar terhadap combustion chamber agar flame dapat berkembang sesuai desain furnace.

Kesalahan posisi dapat menyebabkan:

  • Flame impingement.
  • Pembakaran tidak sempurna.
  • Refractory terlalu panas.
  • Heat distribution tidak merata.
  • Temperatur furnace tidak stabil.

Karena itu, burner head dan flame geometry harus diperhatikan.

8. Test Running

Burner kemudian dilakukan test running.

Parameter yang diperiksa antara lain:

  • Start sequence
  • Ignition
  • Flame stability
  • Fuel pressure
  • Combustion air
  • Burner motor
  • Flame detector
  • Safety interlock
  • Temperature thermal oil
  • Flue gas condition

Untuk pengujian pembakaran, penggunaan combustion analyzer sangat membantu untuk memeriksa parameter seperti O₂, CO, CO₂, temperatur flue gas, dan excess air.

Hasil Studi Kasus

Setelah dilakukan:

Check Heat Load
Check Fuel
Check Furnace
Check Burner Capacity
Check Fuel Pressure
Check Control System
Installation
Test Running

BAITE Burner dapat dipertimbangkan sebagai replacement burner apabila seluruh parameter teknis sesuai.

Pendekatan ini membantu mengurangi risiko salah kapasitas, salah jenis fuel, masalah mounting, flame tidak sesuai furnace, dan kegagalan operasi setelah installation.

Kesimpulan

Dalam penggantian burner untuk thermal oil heater 300 kW, pemilihan BAITE tidak cukup hanya berdasarkan tulisan “300 kW” pada spesifikasi. Yang lebih penting adalah memastikan heat load, fuel, operating range, combustion chamber, fuel pressure, control system, dan safety system semuanya kompatibel.

Perbandingan Merk Burner

BrandNegara/Asal BrandAplikasi Umum
WeishauptJermanBoiler, heating, industrial burner
RielloItaliaBoiler, oven, heating, process
FBRItaliaGas, oil, heavy oil, dual fuel
BalturItaliaHeating dan industrial burner
MiuraJepangBoiler dan steam system
OlympiaJepangOil burner dan heating system
EcoflamItaliaBoiler dan heating
Beite/BAITEChinaIndustrial burner dan replacement

Untuk FBR, data resmi menyebutkan kategori light oil, heavy oil, gas, low-NOx gas, serta dual fuel.

Bagaimana Memilih Merk Burner?

Pemilihan burner sebaiknya menggunakan pendekatan teknis.

Langkah 1 – Tentukan Heat Load

Misalnya:

300.000 kcal/h

Konversi:

300.000 ÷ 860 ≈ 349 kW

Maka kebutuhan thermal power berada di sekitar:

±350 kW

2 – Tentukan Fuel

Misalnya:

  • Natural Gas
  • CNG
  • LPG
  • Diesel
  • Light Oil
  • Heavy Oil

3 – Tentukan Control

  • ON-OFF
  • Two Stage
  • Mechanical Modulating
  • Electronic Modulating

4 – Periksa Combustion Chamber

Burner harus kompatibel dengan furnace atau combustion chamber.

 5 – Periksa Fuel Pressure

Kapasitas burner saja tidak cukup. Fuel pressure harus tersedia sesuai kebutuhan burner.

 6 – Periksa Safety

Pastikan sistem burner memiliki safety control yang sesuai, seperti:

  • Flame detector
  • Pressure switch
  • Safety valve
  • Gas train
  • Ignition control
  • Interlock

Replacement Burner

Salah satu kasus yang sering ditemukan di industri adalah boiler atau heater masih dalam kondisi baik, tetapi burner sudah mengalami kerusakan.

Daripada mengganti seluruh mesin:

Existing Boiler

Existing Burner Inspection

Jika masih repairable:

Service / Overhaul

Jika tidak ekonomis:

Replacement Burner

Capacity Matching

Fuel Matching

Mechanical Installation

Electrical & Control Integration

Combustion Testing

Dengan metode ini, burner replacement dapat dilakukan tanpa mengganti seluruh sistem heating.

Kesimpulan

Pemilihan merk burner untuk boiler dan mesin industri harus mempertimbangkan lebih dari sekadar brand. Kapasitas, bahan bakar, pressure, combustion chamber, control system, dan safety system harus menjadi dasar utama pemilihan.

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top