Jual Burner weishaupt oil

Burner Weishaupt Light Oil Solar dan Spare Part

Weishaupt Light Oil merupakan burner industri yang menggunakan bahan bakar minyak ringan seperti Solar/HSD (High Speed Diesel). BURNING ini dirancang untuk menghasilkan proses pembakaran yang stabil, efisien, dan mudah dikontrol sesuai kebutuhan pemanasan industri.

Dalam penggunaannya, burner dapat diaplikasikan pada berbagai peralatan pemanas, mulai dari steam boiler, hot water boiler, thermal oil heater, hot air generator, oven industri, furnace, hingga dryer. Selain itu, burner juga dapat digunakan pada berbagai process heating equipment yang membutuhkan sumber panas dari bahan bakar cair.

Kinerja burner sangat dipengaruhi oleh pemilihan kapasitas, sistem suplai bahan bakar, udara pembakaran, serta kondisi ruang bakar. Oleh karena itu, pemilihan burner perlu disesuaikan dengan heat load, temperatur kerja, tekanan ruang bakar, dan karakteristik equipment.

Untuk menjaga performa pembakaran, perawatan dan penggantian komponen juga perlu dilakukan secara berkala. Spare part Burner Weishaupt seperti nozzle, ignition transformer, photocell, oil pump, solenoid valve, control box, motor, dan komponen combustion head perlu diperiksa sesuai kondisi operasional.

Dengan perawatan yang tepat, sistem burner dapat bekerja lebih stabil sekaligus membantu menjaga efisiensi bahan bakar, kestabilan temperatur, dan kontinuitas proses produksi.

Weishaupt light oil L
Weishaupt light oil L

Seri compact oil burner Weishaupt WL5 sampai WL40 tersedia dalam berbagai kapasitas. Dokumentasi Weishaupt mencantumkan rentang aplikasi WL5–WL40 hingga sekitar 570 kW, dengan konfigurasi dan kapasitas berbeda berdasarkan model burner.

Untuk aplikasi industri di Indonesia, burner Weishaupt dapat menggunakan solar/HSD sebagai bahan bakar utama, dengan sistem suplai minyak, atomisasi nozzle, udara pembakaran dari blower, sistem pengapian, flame monitoring, serta combustion control.

Jenis Burner Weishaupt Light Oil

Beberapa kelompok burner minyak Weishaupt antara lain:

SeriJenisAplikasi
WL5Light Oil BurnerBoiler kecil, heater
WL10Light Oil BurnerBoiler, oven, heater
WL20Light Oil BurnerBoiler dan industrial heater
WL30Light Oil BurnerBoiler, thermal oil heater
WL40Light Oil BurnerBoiler dan aplikasi industri
WGLDual Fuel Gas/OilGas + solar/oil

Kapasitas aktual harus ditentukan berdasarkan model lengkap burner, nozzle, tekanan pompa, combustion head, dan setting udara.

Cara Kerja Burner Weishaupt Solar

Sistem pembakaran bekerja melalui beberapa tahap:

Solar → Oil Pump → Solenoid Valve → Nozzle → Atomisasi → Ignition → Flame → Heat

Pada saat burner mendapatkan perintah start, motor menggerakkan sistem blower dan, pada konfigurasi tertentu, oil pump. Udara pembakaran masuk melalui blower, sedangkan solar dipompa menuju nozzle.

Solar kemudian diatomisasi menjadi butiran halus melalui nozzle. Ignition transformer menghasilkan tegangan tinggi untuk ignition electrode sehingga terbentuk percikan api. Setelah api terdeteksi oleh flame sensor, sistem kontrol mempertahankan operasi burner.

Dokumentasi Weishaupt menunjukkan komponen utama seperti oil pump, solenoid valve, ignition unit, flame sensor, burner motor, air damper, ignition electrodes, diffuser, combustion head, dan air intake housing.

Spare Part Burner Weishaupt Light Oil

PT Indira Mitra Boiler menyediakan kebutuhan spare part burner Weishaupt untuk maintenance, overhaul, replacement, maupun troubleshooting burner solar.

Spare part dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian utama.

1. Burner Motor Weishaupt

Motor burner merupakan salah satu komponen utama karena berfungsi menggerakkan blower untuk menyediakan udara pembakaran.

Motor harus dipilih berdasarkan:

  • Model burner
  • Daya motor
  • Voltage
  • Frequency
  • RPM
  • Mounting
  • Shaft
  • Arah putaran
  • Nomor part/OEM
  • Serial number burner

2. Blower / Fan Burner Weishaupt

Blower berfungsi memasok udara pembakaran ke combustion head.

Komponen blower dapat meliputi:

  • Fan wheel / impeller
  • Blower housing
  • Motor
  • Air intake
  • Air damper
  • Damper adjustment
  • Coupling
  • Shaft
  • Bearing, tergantung konstruksi

Kondisi blower sangat memengaruhi kualitas pembakaran. Blower yang kotor atau fan wheel yang mengalami kerusakan dapat menyebabkan:

  • Udara pembakaran berkurang
  • Api tidak stabil
  • Asap hitam
  • CO meningkat
  • Efisiensi turun
  • Burner sering lock-out

3. Oil Pump / Fuel Pump

Oil pump berfungsi mengambil solar dari supply line dan memberikan tekanan yang diperlukan untuk proses atomisasi melalui nozzle.

Pada beberapa model Weishaupt WL, oil pump berada pada burner dan dilengkapi pressure regulating valve serta solenoid valve.

Komponen pump yang dapat menjadi spare part antara lain:

  • Complete oil pump
  • Pump filter
  • Pump coupling
  • Solenoid valve
  • Solenoid coil
  • Pressure regulating component
  • Oil hose
  • Oil pipe
  • Pump gasket/seal

4. Nozzle Burner Weishaupt Light Oil

Nozle burner merupakan salah satu komponen terpenting dalam sistem pembakaran solar/HSD.berfungsi mengabutkan bahan bakar menjadi partikel-partikel kecil sehingga bahan bakar dapat bercampur dengan udara pembakaran dan terbakar secara optimal.

Kualitas dan ukuran nozzle sangat berpengaruh terhadap kapasitas pembakaran, bentuk api, kestabilan flame, konsumsi bahan bakar, dan efisiensi burner.

Fungsi Nozzle Burner

Nozzle menentukan beberapa parameter utama dalam proses pembakaran, antara lain:

  • Fuel flow / kapasitas bahan bakar
  • Spray angle
  • Spray pattern
  • Distribusi bahan bakar
  • Kualitas atomisasi
  • Karakteristik flame
  • Kesesuaian bahan bakar dengan combustion head

Pemilihan nozzle harus disesuaikan dengan kapasitas burner dan karakteristik ruang bakar. Penggunaan nozzle dengan kapasitas atau spray pattern yang tidak sesuai dapat menyebabkan pembakaran tidak optimal.

Masalah Nozzle Kotor atau Tidak Sesuai

Nozzle yang kotor, aus, tersumbat, atau menggunakan ukuran yang tidak sesuai dapat menyebabkan berbagai gangguan pada burner, seperti:

  • Api terlalu kecil
  • Api terlalu besar
  • Bentuk api tidak sesuai
  • Api berdenyut atau tidak stabil
  • Sulit melakukan ignition
  • Flame failure
  • Asap hitam
  • Pembakaran tidak sempurna
  • Temperatur furnace tidak stabil
  • Konsumsi solar meningkat
  • Terbentuknya jelaga pada ruang bakar
  • Burner sering mengalami trip

Nozzle dan Kualitas Atomisasi

Pada burner berbahan bakar solar/HSD, bahan bakar harus diatomisasi dengan baik agar memiliki luas permukaan yang cukup untuk bercampur dengan udara pembakaran.

Jika atomisasi buruk, tetesan bahan bakar menjadi terlalu besar sehingga proses pencampuran dengan udara menjadi kurang optimal. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna, asap, jelaga, dan peningkatan konsumsi bahan bakar.

Sebaliknya, nozzle yang sesuai dengan desain burner dapat membantu menghasilkan pola semprotan yang tepat terhadap combustion head dan ruang bakar.

Pemeriksaan Nozzle Burner

Dalam kegiatan maintenance, nozzle sebaiknya diperiksa secara berkala. Pemeriksaan dapat meliputi:

  1. Kondisi lubang nozzle.
  2. Kebersihan nozzle.
  3. Kondisi spray pattern.
  4. Kapasitas aliran bahan bakar.
  5. Kondisi nozzle tip.
  6. Tekanan bahan bakar.
  7. Kondisi filter bahan bakar.
  8. Kondisi pompa solar.
  9. Kesesuaian nozzle dengan spesifikasi burner.
  10. Kondisi flame setelah burner kembali beroperasi.

Nozzle yang sudah aus atau mengalami perubahan spray pattern sebaiknya diganti, bukan hanya dibersihkan, karena perubahan karakteristik penyemprotan dapat memengaruhi kualitas pembakaran.

Pemilihan Nozzle untuk Burner Weishaupt

Pemilihan nozzle untuk Weishaupt Light Oil Burner harus berdasarkan data burner yang digunakan. Jangan hanya memilih nozzle berdasarkan ukuran fisik atau kapasitas nominal.

Data yang perlu diperiksa antara lain:

  • Model burner
  • Kapasitas burner
  • Jenis bahan bakar
  • Fuel pressure
  • Kapasitas nozzle
  • Spray angle
  • Spray pattern
  • Combustion head
  • Karakteristik ruang bakar

Dengan nozzle yang tepat, setting fuel-air ratio dapat dilakukan dengan lebih baik sehingga burner dapat menghasilkan api yang stabil dan proses pemanasan menjadi lebih efisien.

Spare Part Nozzle Burner

Untuk kebutuhan maintenance, nozzle merupakan salah satu spare part burner yang perlu disediakan sebagai komponen pengganti. Penggantian nozzle secara tepat dapat membantu mengurangi risiko:

Ignition failure → Flame failure → Asap → Pembakaran tidak sempurna → Konsumsi solar meningkat → Downtime produksi.

Oleh karena itu, sebelum membeli nozzle pengganti, sebaiknya cocokkan model burner, tipe nozzle, kapasitas, spray angle, spray pattern, dan spesifikasi dari burner yang digunakan.

PT Indira Mitra Boiler menyediakan kebutuhan burner industri, nozzle burner, spare part burner, maintenance, dan sistem pembakaran untuk berbagai aplikasi seperti steam boiler, thermal oil heater, hot air generator, furnace, oven, dan rotary dryer.

5. Ignition Transformer

Ignition transformer menghasilkan tegangan tinggi yang digunakan untuk membuat percikan listrik pada ignition electrode.

Spare part ini biasanya diperiksa apabila:

  • Burner tidak menghasilkan spark
  • Ignition gagal
  • Api tidak terbentuk
  • Elektroda tidak mendapatkan tegangan
  • Burner lock-out saat start

Pemeriksaan harus dilakukan bersama:

  • Ignition transformer
  • Ignition cable
  • Ignition electrode
  • Electrode gap
  • Insulator

6. Ignition Electrode

Ignition electrode berfungsi menghasilkan percikan api untuk menyalakan solar yang telah diatomisasi nozzle.

Masalah umum:

  • Elektroda aus
  • Ujung elektroda kotor
  • Ceramic insulator retak
  • Jarak elektroda tidak sesuai
  • Kabel ignition rusak

Karena posisinya berada di combustion head, elektroda juga harus diperiksa ketika melakukan cleaning burner.

7. Flame Sensor / Flame Detector

Flame sensor berfungsi mendeteksi keberadaan api.

Sistem kontrol burner akan menggunakan sinyal flame detector untuk menentukan apakah proses pembakaran berlangsung dengan benar.

Apabila api gagal terdeteksi, combustion manager dapat menghentikan suplai bahan bakar dan menyebabkan burner masuk kondisi lock-out.

Komponen flame monitoring dapat berupa sensor dan sistem deteksi yang sesuai dengan model burner.

8. Combustion Manager / Burner Control Box

Combustion manager merupakan bagian penting dari sistem kontrol burner.

Fungsinya mengatur sequence operasi seperti:

  1. Start command
  2. Pre-purge
  3. Ignition
  4. Fuel valve opening
  5. Flame detection
  6. Running
  7. Flame failure protection
  8. Shutdown
  9. Lock-out

Jika control box mengalami kerusakan, burner dapat mengalami berbagai gejala seperti:

  • Tidak start
  • Tidak ignition
  • Tidak membuka solenoid valve
  • Flame failure
  • Lock-out
  • Motor tidak berjalan
  • Sequence abnormal

Penggantian control box harus berdasarkan model burner dan tipe combustion manager, karena tidak semua control box dapat dipertukarkan.

10. Solenoid Valve Solar

Solenoid valve berfungsi mengontrol aliran solar menuju nozzle.

Ketika burner mendapatkan perintah pembakaran, control system mengaktifkan solenoid valve sehingga bahan bakar dapat mengalir ke nozzle.

Spare part dapat berupa:

  • Complete solenoid valve
  • Solenoid coil
  • Valve body
  • Seal
  • Connector

Dokumentasi Weishaupt menunjukkan penggunaan solenoid valve pada sistem oil burner WL, termasuk konfigurasi satu atau dua tahap pada model tertentu.

11. Air Damper / Servo Motor

Air damper mengatur jumlah udara pembakaran yang masuk ke burner.

Pada burner tertentu, pengaturan udara dapat dilakukan secara manual, sedangkan konfigurasi lainnya menggunakan air damper servomotor. Dokumentasi WL10/2-C mencantumkan air damper servomotor sebagai bagian burner.

Kerusakan atau setting damper yang tidak tepat dapat menyebabkan:

  • Excess air terlalu tinggi
  • Excess air terlalu rendah
  • Api tidak stabil
  • Asap hitam
  • Efisiensi pembakaran turun

12. Combustion Head

Combustion head terdiri dari beberapa bagian yang berperan dalam mencampurkan solar yang telah diatomisasi dengan udara pembakaran.

Komponennya dapat mencakup:

  • Diffuser
  • Combustion head
  • Turbulator/head component
  • Nozzle assembly
  • Electrode
  • Adjustment mechanism

Posisi combustion head sangat berpengaruh terhadap bentuk api dan stabilitas pembakaran.

13. Oil Filter

Oil filter berfungsi menyaring kotoran dari solar sebelum masuk ke oil pump dan nozzle.

Filter yang kotor dapat menyebabkan:

  • Tekanan fuel turun
  • Kapasitas burner berkurang
  • Nozzle tersumbat
  • Flame tidak stabil
  • Burner trip

Karena itu, filter solar sebaiknya menjadi salah satu spare part maintenance rutin.

14. Oil Hose dan Fuel Line

Spare part fuel system juga meliputi:

  • Oil hose
  • Flexible hose
  • Copper pipe
  • Oil pipe
  • Fitting
  • Union
  • Seal
  • Gasket

Daftar Spare Part Weishaupt Light Oil

No

Spare Part

Fungsi

1Burner MotorMenggerakkan blower
2Blower/FanMenyuplai udara pembakaran
3Fan WheelMenghasilkan aliran udara
4Oil PumpMenaikkan tekanan solar
5Pump FilterMenyaring solar
6Pump CouplingPenghubung motor/pump
7Solenoid ValveMembuka/menutup solar
8Solenoid CoilMenggerakkan solenoid
9NozzleAtomisasi solar
10Ignition TransformerMenghasilkan tegangan ignition
11Ignition CableMenyalurkan tegangan tinggi
12Ignition ElectrodeMenghasilkan spark
13Flame SensorMendeteksi api
14Combustion ManagerMengontrol sequence burner
15Air DamperMengatur udara
16Servo MotorMenggerakkan damper
17Combustion HeadMembentuk dan menstabilkan api
18DiffuserMembantu pembentukan flame
19Oil HoseSaluran bahan bakar
20Pressure HoseSaluran fuel bertekanan
21GasketSealing
22O-RingSealing
23Filter SetFiltrasi bahan bakar
24ConnectorSambungan komponen
25Burner CoverPelindung burner

Spare Part Motor dan Blower Weishaupt

Untuk permintaan motor + blower Weishaupt, sebaiknya data berikut dikirim terlebih dahulu:

Brand: Weishaupt
Type: WL / WM / WGL / lainnya
Model: contoh WL20/1-C, WL20/2-C, WL30, WL40
Serial Number: sesuai nameplate
Fuel: Solar/HSD
Voltage: 220 V / 380 V
Frequency: 50 Hz
Motor Power: sesuai nameplate
RPM: sesuai nameplate

Hal ini penting karena motor, blower, pump, nozzle dan control component tidak bisa ditentukan hanya dari nama “Weishaupt burner”.

Sebagai contoh, Weishaupt memiliki beberapa konfigurasi WL dengan oil pump yang berbeda. Bahkan pada konfigurasi tertentu, pump dapat menggunakan motor pump terpisah. Manual Weishaupt untuk WL10–40 dengan decoupled pump mencantumkan contoh pump motor ECK03/S-2P 220 V, 50 Hz, 150 W untuk external pump pada konfigurasi tersebut.

Service dan Penggantian Spare Part

Untuk maintenance burner Weishaupt Light Oil, pemeriksaan ideal mencakup:

Motor → Blower → Fan Wheel → Oil Pump → Filter → Solenoid Valve → Nozzle → Ignition → Flame Sensor → Combustion Head → Control Box → Setting Air/Fuel

Setelah penggantian spare part, burner sebaiknya dilakukan commissioning dan combustion tuning menggunakan combustion analyzer. Setting tidak cukup hanya berdasarkan suara api atau warna api.

Parameter yang perlu diperiksa antara lain:

  • O₂
  • CO
  • CO₂
  • Flue gas temperature
  • Draft
  • Oil pressure
  • Flame stability
  • Combustion efficiency

Jual Spare Part Burner Weishaupt Indonesia

PT Indira Mitra Boiler melayani kebutuhan spare part Burner Weishaupt Light Oil / Solar, termasuk:

  • Motor burner
  • Blower/fan
  • Fan wheel
  • Oil pump
  • Pump filter
  • Solenoid valve
  • Solenoid coil
  • Nozzle
  • Ignition transformer
  • Ignition electrode
  • Ignition cable
  • Flame sensor
  • Combustion manager
  • Air damper
  • Servo motor
  • Combustion head
  • Diffuser
  • Oil hose
  • Pressure hose
  • Gasket dan seal

Untuk memastikan spare part yang tepat, kirim foto nameplate burner Weishaupt dan foto komponen yang akan diganti. Dari data tersebut dapat dicocokkan model burner, kapasitas, nomor part/OEM, motor, blower, pump, dan spare part lainnya.

Data teknis

■ Rentang aplikasi 6 – 65 kg / jam (71 – 775 kW)
■ Urutan operasi otomatis
■ Karakteristik kipas yang stabil – bagus hasil pembakaran
■ Pengaturan udara di sisi tekanan
■ Air damper ditutup pada saat burner shutdown
■ Pengoperasian yang tenang
■ Switchgear integral pra-kabel lengkap
■ Selubung pembakar berengsel
■ Kepala pembakaran dapat ditarik ketika pembakar berengsel terbuka
■ Desain pembakar dibuat instalasi, penyesuaian, dan servis mudah

Bahan bakar minyak sulingan dan minyak sedang ke DIN 51 603 dapat dipecat.Viskositas:
Jenis Monarch L dan RL – <6 mm2 / s pada 20 ° C
Jenis Monarch M – ≤ 75 mm2 / s pada 50 ° C

Pada pembakar tipe L dan M, peraturannya minyak dan udara terjadi sebagai berikut:
■ dua tahap, kepala nozzle dengan dua nozel dan motor yang dikendalikan, cepat membuka peredam udara.
■ tiga tahap, dengan tiga nozel dan a motor dikontrol, perlahan membuka udara peredam. Burner RL mengubah kapasitasnya secara perlahan (geser). Bahan bakar dan udara dikendalikan masuk senyawa. Kompor bisa, tergantung pada controller dan servomotor, jadilah
antara:
■ menggeser dua tahap (waktu berjalan 20 detik) atau
■ memodulasi (42 detik waktu berjalan)

Berikut sekilas pembahasan burner bahan bakar ligt oil solar, apa bila ada hal yang ingin di tanyakan atau ingin di konsultasikan bisa hubungi suport pelayanan kami d

Burner Weishaupt Light Oil Solar dan Spare Part

 Weishaupt Light Oil Solar adalah burner industri berbahan bakar minyak ringan seperti Solar/HSD (High Speed Diesel) yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran yang stabil, efisien, dan mudah dikontrol. ni banyak digunakan sebagai sumber energi panas pada berbagai peralatan industri yang membutuhkan temperatur dan proses pembakaran yang terkontrol.

Aplikasi Weishaupt Light Oil Burner antara lain:

  • Steam Boiler
  • Hot Water Boiler
  • Thermal Oil Heater
  • Hot Air Generator
  • Industrial Oven
  • Industrial Furnace
  • Rotary Dryer
  • Drying System
  • Heating Process Industri

Burner Weishaupt tersedia dalam berbagai model dan kapasitas sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan heat load, tekanan ruang bakar, jenis furnace atau boiler, serta karakteristik proses produksi.

Salah satu kelompok burner minyak ringan Weishaupt adalah seri WL, yang mencakup berbagai model dengan kapasitas pembakaran berbeda. Pemilihan burner tidak hanya berdasarkan kapasitas bahan bakar, tetapi juga perlu mempertimbangkan combustion head, burner pressure, furnace back pressure, sistem kontrol, nozzle, pompa bahan bakar, dan kebutuhan udara pembakaran.

Keunggulan Burner Weishaupt Light Oil

Penggunaan burner berkualitas sangat penting untuk mendapatkan proses pembakaran yang stabil. Beberapa keunggulan yang menjadi pertimbangan dalam aplikasi industri antara lain:

1. Pembakaran Stabil

Sistem burner dirancang untuk menghasilkan pencampuran bahan bakar dan udara pembakaran secara optimal sehingga api dapat bekerja secara stabil selama proses pemanasan.

2. Efisiensi Pembakaran

Pengaturan udara dan bahan bakar yang tepat membantu meningkatkan efisiensi pembakaran serta mengurangi pemborosan bahan bakar.

3. Kontrol Pembakaran

Burner dapat dikombinasikan dengan sistem kontrol seperti temperature controller, pressure controller, flame safeguard, dan automatic burner control sesuai kebutuhan instalasi.

4. Banyak Digunakan pada Peralatan Industri

Burner light oil dapat diaplikasikan pada berbagai sistem pemanas, mulai dari boiler hingga furnace dan dryer.

5. Ketersediaan Spare Part

Untuk menjaga burner tetap bekerja optimal, diperlukan pemeriksaan dan penggantian komponen secara berkala. Spare part burner Weishaupt tersedia untuk berbagai kebutuhan maintenance dan perbaikan.

Spare Part Burner Weishaupt Light Oil

Komponen burner merupakan bagian penting dalam menjaga kestabilan pembakaran. Beberapa spare part yang umum diperiksa atau diganti antara lain:

  • Nozzle Burner
  • Ignition Electrode
  • Ignition Transformer
  • Oil Pump
  • Oil Filter
  • Solenoid Valve
  • Flame Detector / Photocell
  • Control Box
  • Burner Motor
  • Fan Wheel
  • Combustion Head
  • Diffuser Disc
  • Air Damper
  • Coupling
  • Gasket
  • O-Ring
  • Flexible Oil Hose
  • Pressure Switch
  • Air Pressure Switch
  • Oil Pressure Switch

Pemilihan spare part harus disesuaikan dengan model burner, serial number, tipe komponen, dan spesifikasi unit untuk memastikan kompatibilitas.

Perawatan Burner Weishaupt

Perawatan burner secara berkala diperlukan untuk mempertahankan performa pembakaran dan mencegah gangguan operasional. Pemeriksaan dapat meliputi:

  1. Pemeriksaan dan pembersihan combustion head.
  2. Pemeriksaan kondisi nozzle.
  3. Pemeriksaan electrode dan ignition system.
  4. Pemeriksaan flame detector.
  5. Pemeriksaan tekanan bahan bakar.
  6. Pemeriksaan fan dan motor burner.
  7. Pemeriksaan air damper.
  8. Pemeriksaan filter dan jalur bahan bakar.
  9. Pemeriksaan sistem kontrol dan safety interlock.
  10. Pemeriksaan kondisi api dan parameter pembakaran.

Untuk mendapatkan hasil pembakaran yang optimal, setting burner sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi aktual equipment, termasuk draft, furnace pressure, temperatur kerja, kebutuhan panas, dan karakteristik bahan bakar.

Aplikasi Burner Weishaupt Solar/HSD

Burner Weishaupt Solar/HSD dapat digunakan pada berbagai industri yang membutuhkan sumber panas dari bahan bakar cair. Dengan pemilihan kapasitas burner dan sistem pembakaran yang tepat, burner dapat digunakan untuk proses pemanasan, pengeringan, pembakaran, maupun produksi steam.

Berikut beberapa aplikasi Burner Weishaupt Light Oil di berbagai sektor industri:

1. Industri Makanan

Pada industri makanan, burner Solar/HSD dapat digunakan sebagai sumber panas untuk berbagai proses produksi. Contohnya adalah:

  • Steam boiler untuk menghasilkan uap proses.
  • Oven industri untuk proses pemanggangan dan pemanasan.
  • Cooker untuk proses memasak atau pemanasan bahan.
  • Dryer untuk mengurangi kadar air produk.
  • Sistem pemanas untuk proses produksi makanan lainnya.

Dengan kontrol temperatur yang baik, panas dari burner dapat digunakan untuk menjaga proses produksi tetap stabil.

2. Industri Kimia

Industri kimia membutuhkan sistem pemanasan dengan kontrol temperatur yang akurat. Karena itu, burner light oil dapat digunakan pada beberapa peralatan seperti:

  • Thermal oil heater
  • Reactor heating
  • Industrial furnace
  • Process heater
  • Sistem pemanas tangki dan proses produksi

Selain itu, burner dapat dikombinasikan dengan temperature controller, pressure controller, dan sistem safety burner sesuai kebutuhan proses.

3. Industri Pengeringan

Pada proses pengeringan, burner digunakan untuk menghasilkan udara panas yang kemudian dialirkan ke material. Sistem ini dapat digunakan pada:

  • Rotary dryer
  • Chamber dryer
  • Hot air generator
  • Drying oven
  • Sistem pengeringan produk pertanian dan industri

Pemilihan kapasitas burner harus disesuaikan dengan jumlah material, kadar air awal, temperatur pengeringan, waktu proses, serta heat loss pada sistem.

4. Industri Aspal

Burner Solar/HSD juga digunakan pada industri asphalt mixing plant (AMP) sebagai sumber panas untuk proses pemanasan agregat.

Pada aplikasi ini, burner harus mampu menghasilkan panas yang stabil karena temperatur agregat sangat berpengaruh terhadap proses produksi aspal. Oleh sebab itu, pemilihan kapasitas burner, combustion head, dan sistem kontrol harus disesuaikan dengan kapasitas AMP.

5. Industri Manufaktur

Di sektor manufaktur, burner light oil dapat digunakan untuk berbagai proses thermal. Beberapa contohnya meliputi:

  • Industrial furnace
  • Oven painting
  • Curing oven
  • Heating oven
  • Hot air generator
  • Proses pemanasan komponen industri

Untuk aplikasi oven dan furnace, bentuk api serta distribusi panas perlu diperhatikan. Dengan demikian, burner dapat menghasilkan panas yang sesuai tanpa mengganggu kualitas produk.

Pemilihan Burner Berdasarkan Aplikasi

Setiap aplikasi memiliki kebutuhan panas yang berbeda. Oleh karena itu, Burner Weishaupt Solar/HSD tidak sebaiknya dipilih hanya berdasarkan kapasitas bahan bakar.

Beberapa data yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Kapasitas panas yang dibutuhkan
  • Temperatur kerja
  • Jenis equipment
  • Jenis bahan bakar
  • Tekanan ruang bakar
  • Ukuran ruang bakar
  • Sistem kontrol burner
  • Kebutuhan modulasi api
  • Kondisi operasi peralatan

Dengan data tersebut, pemilihan burner dapat dilakukan secara lebih tepat sehingga sistem pembakaran dapat bekerja stabil, aman, dan efisien.

Burner Weishaupt untuk Berbagai Kebutuhan Industri

Secara umum, Burner Weishaupt Light Oil Solar/HSD dapat menjadi pilihan untuk berbagai sistem pemanas industri yang menggunakan bahan bakar cair.

Aplikasi tersebut mencakup steam boiler, thermal oil heater, hot air generator, furnace, oven, rotary dryer, asphalt mixing plant, dan berbagai process heating equipment.

Untuk menentukan tipe burner yang sesuai, siapkan data kapasitas equipment, temperatur atau tekanan kerja, jenis bahan bakar, dan kebutuhan panas. Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan kapasitas burner serta konfigurasi pembakaran yang sesuai.

Konsultasi Burner dan Spare Part

Pemilihan burner sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan panas aktual, bukan hanya berdasarkan ukuran boiler atau kapasitas equipment. Data yang diperlukan dapat meliputi:

  • Kapasitas boiler atau heater
  • Kebutuhan steam atau thermal load
  • Temperatur kerja
  • Tekanan operasi
  • Jenis bahan bakar
  • Konsumsi bahan bakar
  • Furnace back pressure
  • Dimensi ruang bakar
  • Tegangan listrik
  • Sistem kontrol yang digunakan

PT Indira Mitra Boiler menyediakan solusi burner industri, termasuk burner light oil Solar/HSD, burner gas, spare part burner, sistem kontrol burner, serta kebutuhan instalasi dan maintenance burner.

Untuk menentukan tipe burner yang sesuai, kirimkan kapasitas boiler/heater, jenis bahan bakar, tekanan atau temperatur kerja, serta foto/nameplate burner. Data tersebut dapat digunakan sebagai dasar pemilihan burner dan spare part yang tepat.

Jenis Burner Weishaupt Light Oil

Beberapa kelompok burner minyak Weishaupt antara lain:

SeriJenisAplikasi
WL5Light Oil BurnerBoiler kecil, heater
WL10Light Oil BurnerBoiler, oven, heater
WL20Light Oil BurnerBoiler dan industrial heater
WL30Light Oil BurnerBoiler, thermal oil heater
WL40Light Oil BurnerBoiler dan aplikasi industri
WGLDual Fuel Gas/OilGas + solar/oil

Kapasitas aktual harus ditentukan berdasarkan model lengkap burner, nozzle, tekanan pompa, combustion head, dan setting udara.

Cara Kerja Burner Weishaupt Solar

Sistem pembakaran bekerja melalui beberapa tahap:

Solar → Oil Pump → Solenoid Valve → Nozzle → Atomisasi → Ignition → Flame → Heat

Pada saat burner mendapatkan perintah start, motor menggerakkan sistem blower dan, pada konfigurasi tertentu, oil pump. Udara pembakaran masuk melalui blower, sedangkan solar dipompa menuju nozzle.

Solar kemudian diatomisasi menjadi butiran halus melalui nozzle. Ignition transformer menghasilkan tegangan tinggi untuk ignition electrode sehingga terbentuk percikan api. Setelah api terdeteksi oleh flame sensor, sistem kontrol mempertahankan operasi burner.

Dokumentasi Weishaupt menunjukkan komponen utama seperti oil pump, solenoid valve, ignition unit, flame sensor, burner motor, air damper, ignition electrodes, diffuser, combustion head, dan air intake housing.

Spare Part Burner Weishaupt Light Oil

PT Indira Mitra Boiler menyediakan kebutuhan spare part burner Weishaupt untuk maintenance, overhaul, replacement, maupun troubleshooting burner solar.

Spare part dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian utama.

1. Burner Motor Weishaupt

Motor burner merupakan salah satu komponen utama karena berfungsi menggerakkan blower untuk menyediakan udara pembakaran.

Motor harus dipilih berdasarkan:

  • Model burner
  • Daya motor
  • Voltage
  • Frequency
  • RPM
  • Mounting
  • Shaft
  • Arah putaran
  • Nomor part/OEM
  • Serial number burner

Jangan menentukan motor hanya berdasarkan ukuran fisik. Untuk penggantian motor Weishaupt, sebaiknya mencocokkan model burner dan data nameplate.

Pada sistem Weishaupt tertentu, motor juga berhubungan langsung dengan sistem penggerak oil pump.

2. Blower / Fan Burner Weishaupt

Blower berfungsi memasok udara pembakaran ke combustion head.

Komponen blower dapat meliputi:

  • Fan wheel / impeller
  • Blower housing
  • Motor
  • Air intake
  • Air damper
  • Damper adjustment
  • Coupling
  • Shaft
  • Bearing, tergantung konstruksi

Kondisi blower sangat memengaruhi kualitas pembakaran. Blower yang kotor atau fan wheel yang mengalami kerusakan dapat menyebabkan:

  • Udara pembakaran berkurang
  • Api tidak stabil
  • Asap hitam
  • CO meningkat
  • Efisiensi turun
  • Burner sering lock-out

Karena itu, saat melakukan service burner, blower dan fan wheel perlu diperiksa sekaligus dengan combustion head dan nozzle.

3. Oil Pump / Fuel Pump

Oil pump berfungsi mengambil solar dari supply line dan memberikan tekanan yang diperlukan untuk proses atomisasi melalui nozzle.

Pada beberapa model Weishaupt WL, oil pump berada pada burner dan dilengkapi pressure regulating valve serta solenoid valve.

Komponen pump yang dapat menjadi spare part antara lain:

  • Complete oil pump
  • Pump filter
  • Pump coupling
  • Solenoid valve
  • Solenoid coil
  • Pressure regulating component
  • Oil hose
  • Oil pipe
  • Pump gasket/seal

Sebagai contoh, dokumentasi Weishaupt WL20/2-C mencantumkan ALEV 30C pump, filter set, solenoid coil T80 Suntec, plug coupling, oil line, pressure hose, dan komponen terkait lainnya.

4. Nozzle Burner

merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pembakaran solar.

menentukan:

  • Kapasitas fuel
  • Spray angle
  • Spray pattern
  • Distribusi bahan bakar
  • Kualitas atomisasi

Nozzle yang kotor atau salah ukuran dapat menyebabkan:

  • Api terlalu kecil
  • Api terlalu besar
  • Api berdenyut
  • Sulit ignition
  • Asap hitam
  • Flame failure
  • Konsumsi solar meningkat

Penggantian nozzle harus mengikuti spesifikasi burner dan combustion head, bukan hanya berdasarkan perkiraan kapasitas.

5. Ignition Transformer

Ignition transformer menghasilkan tegangan tinggi yang digunakan untuk membuat percikan listrik pada ignition electrode.

Spare part ini biasanya diperiksa apabila:

  • Burner tidak menghasilkan spark
  • Ignition gagal
  • Api tidak terbentuk
  • Elektroda tidak mendapatkan tegangan
  • Burner lock-out saat start

Pemeriksaan harus dilakukan bersama:

  • Ignition transformer
  • Ignition cable
  • Ignition electrode
  • Electrode gap
  • Insulator

6. Ignition Electrode

Ignition electrode berfungsi menghasilkan percikan api untuk menyalakan solar yang telah diatomisasi nozzle.

Masalah umum:

  • Elektroda aus
  • Ujung elektroda kotor
  • Ceramic insulator retak
  • Jarak elektroda tidak sesuai
  • Kabel ignition rusak

Karena posisinya berada di combustion head, elektroda juga harus diperiksa ketika melakukan cleaning burner.

7. Flame Sensor / Flame Detector

Flame sensor berfungsi mendeteksi keberadaan api.

Sistem kontrol burner akan menggunakan sinyal flame detector untuk menentukan apakah proses pembakaran berlangsung dengan benar.

Apabila api gagal terdeteksi, combustion manager dapat menghentikan suplai bahan bakar dan menyebabkan burner masuk kondisi lock-out.

Komponen flame monitoring dapat berupa sensor dan sistem deteksi yang sesuai dengan model burner.

8. Combustion Manager / Burner Control Box

Combustion manager merupakan bagian penting dari sistem kontrol burner.

Fungsinya mengatur sequence operasi seperti:

  1. Start command
  2. Pre-purge
  3. Ignition
  4. Fuel valve opening
  5. Flame detection
  6. Running
  7. Flame failure protection
  8. Shutdown
  9. Lock-out

Jika control box mengalami kerusakan, burner dapat mengalami berbagai gejala seperti:

  • Tidak start
  • Tidak ignition
  • Tidak membuka solenoid valve
  • Flame failure
  • Lock-out
  • Motor tidak berjalan
  • Sequence abnormal

Penggantian control box harus berdasarkan model burner dan tipe combustion manager, karena tidak semua control box dapat dipertukarkan.

10. Solenoid Valve Solar

Solenoid valve berfungsi mengontrol aliran solar menuju nozzle.

Ketika burner mendapatkan perintah pembakaran, control system mengaktifkan solenoid valve sehingga bahan bakar dapat mengalir ke nozzle.

Spare part dapat berupa:

  • Complete solenoid valve
  • Solenoid coil
  • Valve body
  • Seal
  • Connector

Dokumentasi Weishaupt menunjukkan penggunaan solenoid valve pada sistem oil burner WL, termasuk konfigurasi satu atau dua tahap pada model tertentu.

11. Air Damper / Servo Motor

Air damper mengatur jumlah udara pembakaran yang masuk ke burner.

Pada burner tertentu, pengaturan udara dapat dilakukan secara manual, sedangkan konfigurasi lainnya menggunakan air damper servomotor. Dokumentasi WL10/2-C mencantumkan air damper servomotor sebagai bagian burner.

Kerusakan atau setting damper yang tidak tepat dapat menyebabkan:

  • Excess air terlalu tinggi
  • Excess air terlalu rendah
  • Api tidak stabil
  • Asap hitam
  • Efisiensi pembakaran turun

12. Combustion Head

Combustion head terdiri dari beberapa bagian yang berperan dalam mencampurkan solar yang telah diatomisasi dengan udara pembakaran.

Komponennya dapat mencakup:

  • Diffuser
  • Combustion head
  • Turbulator/head component
  • Nozzle assembly
  • Electrode
  • Adjustment mechanism

Posisi combustion head sangat berpengaruh terhadap bentuk api dan stabilitas pembakaran.

13. Oil Filter

Oil filter berfungsi menyaring kotoran dari solar sebelum masuk ke oil pump dan nozzle.

Filter yang kotor dapat menyebabkan:

  • Tekanan fuel turun
  • Kapasitas burner berkurang
  • Nozzle tersumbat
  • Flame tidak stabil
  • Burner trip

Karena itu, filter solar sebaiknya menjadi salah satu spare part maintenance rutin.

14. Oil Hose dan Fuel Line

Spare part fuel system juga meliputi:

  • Oil hose
  • Flexible hose
  • Copper pipe
  • Oil pipe
  • Fitting
  • Union
  • Seal
  • Gasket

Dokumentasi Weishaupt WL20/2-C mencantumkan beberapa oil line dan pressure hose sebagai bagian spare part.

Daftar Spare Part Weishaupt Light Oil

NoSpare PartFungsi
1Burner MotorMenggerakkan blower
2Blower/FanMenyuplai udara pembakaran
3Fan WheelMenghasilkan aliran udara
4Oil PumpMenaikkan tekanan solar
5Pump FilterMenyaring solar
6Pump CouplingPenghubung motor/pump
7Solenoid ValveMembuka/menutup solar
8Solenoid CoilMenggerakkan solenoid
9NozzleAtomisasi solar
10Ignition TransformerMenghasilkan tegangan ignition
11Ignition CableMenyalurkan tegangan tinggi
12Ignition ElectrodeMenghasilkan spark
13Flame SensorMendeteksi api
14Combustion ManagerMengontrol sequence burner
15Air DamperMengatur udara
16Servo MotorMenggerakkan damper
17Combustion HeadMembentuk dan menstabilkan api
18DiffuserMembantu pembentukan flame
19Oil HoseSaluran bahan bakar
20Pressure HoseSaluran fuel bertekanan
21GasketSealing
22O-RingSealing
23Filter SetFiltrasi bahan bakar
24ConnectorSambungan komponen
25Burner CoverPelindung burner

Spare Part Motor dan Blower Weishaupt

Untuk permintaan motor + blower Weishaupt, sebaiknya data berikut dikirim terlebih dahulu:

Brand: Weishaupt
Type: WL / WM / WGL / lainnya
Model: contoh WL20/1-C, WL20/2-C, WL30, WL40
Serial Number: sesuai nameplate
Fuel: Solar/HSD
Voltage: 220 V / 380 V
Frequency: 50 Hz
Motor Power: sesuai nameplate
RPM: sesuai nameplate

Hal ini penting karena motor, blower, pump, nozzle dan control component tidak bisa ditentukan hanya dari nama “Weishaupt burner”.

Sebagai contoh, Weishaupt memiliki beberapa konfigurasi WL dengan oil pump yang berbeda. Bahkan pada konfigurasi tertentu, pump dapat menggunakan motor pump terpisah. Manual Weishaupt untuk WL10–40 dengan decoupled pump mencantumkan contoh pump motor ECK03/S-2P 220 V, 50 Hz, 150 W untuk external pump pada konfigurasi tersebut.

Service dan Penggantian Spare Part

Untuk maintenance burner Weishaupt Light Oil, pemeriksaan ideal mencakup:

Motor → Blower → Fan Wheel → Oil Pump → Filter → Solenoid Valve → Nozzle → Ignition → Flame Sensor → Combustion Head → Control Box → Setting Air/Fuel

Setelah penggantian spare part, burner sebaiknya dilakukan commissioning dan combustion tuning menggunakan combustion analyzer. Setting tidak cukup hanya berdasarkan suara api atau warna api.

Parameter yang perlu diperiksa antara lain:

  • O₂
  • CO
  • CO₂
  • Flue gas temperature
  • Draft
  • Oil pressure
  • Flame stability
  • Combustion efficiency

Jual Spare Part Burner Weishaupt Indonesia

PT Indira Mitra Boiler melayani kebutuhan spare part Burner Weishaupt Light Oil / Solar, termasuk:

  • Motor burner
  • Blower/fan
  • Fan wheel
  • Oil pump
  • Pump filter
  • Solenoid valve
  • Solenoid coil
  • Nozzle
  • Ignition transformer
  • Ignition electrode
  • Ignition cable
  • Flame sensor
  • Combustion manager
  • Air damper
  • Servo motor
  • Combustion head
  • Diffuser
  • Oil hose
  • Pressure hose
  • Gasket dan seal

Untuk memastikan spare part yang tepat, kirim foto nameplate burner Weishaupt dan foto komponen yang akan diganti. Dari data tersebut dapat dicocokkan model burner, kapasitas, nomor part/OEM, motor, blower, pump, dan spare part lainnya.

Kesimpulan

Burner Weishaupt Light Oil merupakan sistem pembakaran yang terdiri dari beberapa subsistem utama: motor dan blower untuk udara pembakaran, oil pump untuk bahan bakar, nozzle untuk atomisasi, ignition system untuk penyalaan, flame detector untuk keamanan, serta combustion manager untuk mengontrol seluruh sequence burner.

Karena setiap tipe WL memiliki konfigurasi berbeda, pemilihan spare part harus mengacu pada model dan serial number burner, bukan hanya berdasarkan merek. Dokumentasi OEM Weishaupt sendiri menyediakan daftar spare part dan nomor order untuk model-model tertentu.

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

PT Indira Mitra Boiler


https://hargaboiler.co.id
https://boilermarine.co.id

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top