Distributor Burner Weishaupt

Burner Weushaupt Gas dan Solar

weishaupt dual fuel

Burner wishaupt merupakan burner yang sudah teruji kualitas dan kemampuanya, dimana burner weshaupt sangat di sukai untuk kalangan sektor enegri atau perusahaan raksa-sa untuk kebutuhan alat mesin kerja mereka. burner weishaupt sendiri tentu banyak peminatnya karna burner yang berlesendi jerman dan di produksi di negaranya burner tersebut memiliki body yang kuat dan instrumen atau desain dari burner yang canggih. perushaan kami juga slah satu toko pemasaran burner weishaupt untuk semua jenis sesuai permintaan. terutama varian yang sering setock di indnesia adalah type WM atau burner dual fuel, burner menggunakan dua bahan bakar, bisa Gas dan solar.

Cara kerja burner weishaupt adalah untuk mengabutkan bahan bakar dan mencampurnya dengan udara kemudian membakar bahan bakar tersebut. Pengabutan bahan bakar Gas LPG dengan menggunakan tekanan tabung gas, sedangkan pengabutan dengan bhan bakar ligt oil solar menggunakan tekanan dari pompa.

Penggunaan Energi panas dalam industri, terutama food manufacture atau pabrik boiler, sudah menjadi kebutuhan dasar. Dalam prakteknya Energi panas didapat dari Electric Main Power, seperti heater, atau Pemanfaatan gas LPG. Dari segi biaya, penggunaan gas LPG menggunakan burner weishaupt masih lebih efisien dibanding Electric Heater, terutama untuk pembebenan panas tinggi.

Weishaupt WM Dual Fuel Burner

Weishaupt WM Dual Fuel merupakan burner modern untuk aplikasi pemanasan dan industri yang membutuhkan fleksibilitas penggunaan bahan bakar. Seri WM tersedia dalam konfigurasi gas, minyak/light oil, dan dual fuel, sehingga dapat digunakan pada berbagai sistem boiler dan industrial heating.

Teknologi konstruksi yang kompak dipadukan dengan digital combustion management membuat burner dapat menghasilkan pembakaran yang presisi dan konsisten. Sistem kontrol elektronik membantu menjaga rasio udara dan bahan bakar sesuai dengan operating point yang telah ditentukan.

Weishaupt WM Dual Fuel untuk Aplikasi Industri

Burner Weishaupt WM Dual Fuel dapat digunakan ketika sistem membutuhkan dua pilihan bahan bakar, misalnya:

Natural Gas / LPG → Main Fuel

Light Oil / Solar → Backup Fuel

Konfigurasi dual fuel memberikan fleksibilitas ketika ketersediaan atau harga bahan bakar berubah. Burner dapat digunakan pada berbagai aplikasi pemanasan, termasuk:

  • Steam boiler
  • Hot water boiler
  • Thermal oil heater
  • Process heating
  • Industrial furnace
  • Food manufacturing
  • Chemical industry
  • General industrial heating

Digital Combustion Management

Salah satu fitur penting Weishaupt WM adalah digital combustion management.

Sistem ini dirancang untuk membantu menghasilkan:

  • Pembakaran yang optimal
  • Reproduksibilitas operating point
  • Pengaturan rasio udara dan bahan bakar yang presisi
  • Pengoperasian burner yang lebih mudah
  • Monitoring parameter burner
  • Diagnosis gangguan
  • Integrasi dengan sistem kontrol eksternal

Dengan kontrol digital, pengaturan burner dapat dilakukan secara lebih terstruktur dibandingkan sistem mekanis konvensional.

Electronic Air-Fuel Ratio Control

Weishaupt WM menggunakan electronic air-fuel ratio control untuk mengatur hubungan antara suplai bahan bakar dan udara pembakaran.

Konsep dasarnya:

Fuel Flow

Combustion Air

Electronic Ratio Control

Combustion Head

Stable Flame

Pengaturan rasio udara dan bahan bakar sangat penting karena terlalu banyak udara dapat meningkatkan heat loss melalui flue gas, sedangkan udara yang terlalu sedikit dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna.

Oleh karena itu, sistem kontrol burner harus disesuaikan dengan kondisi aktual boiler atau furnace.

Digital Burner Manager

Digital Burner Manager berfungsi sebagai pusat pengendalian burner.

Sistem ini menangani berbagai fungsi seperti:

  • Burner sequence
  • Ignition sequence
  • Flame monitoring
  • Fuel valve control
  • Air control
  • Safety interlock
  • Fault monitoring
  • Operating status
  • Burner diagnosis

Dengan sistem digital, parameter operasi dapat dipantau dan dikontrol secara lebih konsisten.

Burner Display and Control Unit

Pemrograman dan pengaturan fungsi burner dilakukan melalui display dan control unit.

Operator dapat menggunakan control unit untuk melakukan konfigurasi dan melihat informasi operasi burner.

Informasi yang dapat tersedia tergantung konfigurasi sistem, antara lain:

  • Burner operating status
  • Flame status
  • Operating point
  • Fault indication
  • Safety status
  • Burner operating parameters

Hal ini membantu operator melakukan troubleshooting ketika terjadi gangguan pada sistem pembakaran.

BUS Communication

Control unit burner terhubung dengan Digital Burner Manager melalui BUS system.

Konsep komunikasi:

Control Unit

BUS Communication

Digital Burner Manager

Burner Actuators & Safety System

Sistem komunikasi BUS memungkinkan pertukaran informasi antara perangkat kontrol burner dengan komponen terkait.

Integrasi dengan BMS

Weishaupt WM juga dapat diintegrasikan dengan Building Management System (BMS) atau sistem kontrol industri sesuai konfigurasi komunikasi yang digunakan.

Integrasi BMS memungkinkan data dan perintah tertentu dipertukarkan antara burner dan sistem kontrol utama.

Contoh arsitektur:

BMS / PLC

Communication Interface

Weishaupt Burner Manager

WM Burner

Sistem ini dapat digunakan untuk kebutuhan monitoring, status operasi, alarm dan pengendalian sesuai desain sistem.

Remote Monitoring dan Diagnosis

Untuk aplikasi yang membutuhkan monitoring jarak jauh, sistem dapat dikonfigurasi dengan fasilitas komunikasi tambahan.

Dengan remote monitoring, teknisi dapat memperoleh informasi mengenai kondisi burner tanpa harus selalu berada di lokasi.

Fungsi ini sangat berguna untuk:

  • Industrial boiler
  • Factory heating system
  • Process heating
  • Multiple boiler installation
  • Remote plant monitoring

Remote diagnosis juga dapat membantu mempercepat proses troubleshooting dan maintenance.

ProGraf NT

Untuk kebutuhan kontrol dan manajemen yang lebih lanjut, Weishaupt menyediakan ProGraf NT, yaitu perangkat lunak yang digunakan untuk kebutuhan monitoring dan pengelolaan sistem burner.

Dalam sistem yang terintegrasi, software dan komunikasi digital dapat membantu operator maupun engineer mendapatkan informasi operasi secara lebih terstruktur.

Keuntungan Weishaupt WM Dual Fuel

Beberapa keunggulan utama yang menjadi pertimbangan dalam aplikasi industri:

1. Dual Fuel

Satu sistem burner dapat dikonfigurasi untuk menggunakan gas dan light oil, sehingga memberikan fleksibilitas bahan bakar.

2. Digital Combustion Management

Kontrol digital membantu menjaga operating point burner secara konsisten.

3. Electronic Air-Fuel Ratio Control

Rasio udara dan bahan bakar dikontrol secara elektronik untuk mendapatkan pembakaran yang sesuai dengan operating condition.

4. Compact Design

Konstruksi burner yang kompak memudahkan integrasi pada berbagai aplikasi heating equipment.

5. BMS Integration

Sistem komunikasi memungkinkan burner dihubungkan dengan BMS atau PLC sesuai konfigurasi sistem.

6. Remote Diagnosis

Konfigurasi tertentu memungkinkan monitoring dan diagnosis jarak jauh.

Weishaupt WM untuk Boiler Industri

Pada aplikasi boiler, burner merupakan salah satu komponen utama yang menentukan bagaimana energi bahan bakar diubah menjadi panas.

Contoh sistem:

Gas / Light Oil

Fuel Train

Weishaupt WM Dual Fuel

Combustion Chamber

Boiler

Steam / Hot Water

Untuk mendapatkan hasil optimal, pemilihan burner harus disesuaikan dengan:

  • Kapasitas boiler
  • Heat input
  • Fuel type
  • Fuel pressure
  • Combustion chamber
  • Furnace back pressure
  • Firing range
  • Boiler efficiency
  • Control system
  • Electrical supply

Dengan demikian, Weishaupt WM Dual Fuel bukan hanya dipilih berdasarkan kapasitas kW, tetapi juga berdasarkan karakteristik boiler dan kebutuhan kontrol sistem secara keseluruhan.

Kesimpulan

Weishaupt WM Dual Fuel Burner merupakan solusi burner untuk aplikasi industri yang membutuhkan gas dan light oil/solar, sekaligus membutuhkan sistem kontrol pembakaran modern.

Kombinasi electronic air-fuel ratio control, digital combustion management, BUS communication, BMS integration dan remote diagnostic capability membuat seri WM dapat digunakan untuk sistem heating modern yang membutuhkan kontrol pembakaran presisi dan operasi yang konsisten.

Manfaat penting adalah:
• Tidak ada kontrol burner tambahan diperlukan karena fungsi ini sudah Diurus dengan pembakaran Pengelola. Sekering dan akhirnya saklar dis-koneksi listrik adalah hanya item tambahan yang diperlukan.
• Lebih sedikit pekerjaan instalasi berarti lebih sedikit kesalahan: pembakar diuji sebagai unit lengkap di pabrik.
• Pengambilan dan pekerjaan layanan mengambil lebih sedikit waktu. Pengaturan awal dari pembakar dilakukan di pabrik. Di situs, hanya situs tertentu yang beroperasi poin harus disesuaikan.

Weishaupt WM 30 minyak, gas dan bahan bakar ganda pembakar cocok untuk digunakan untuk berikut:

• Pemasangan pada penukar panas
• Ketel air panas
• Ketel uap dan panas bertekanan tinggi pemanas air
• Pengoperasian yang terputus-putus dan berkelanjutan
• Generator udara panas Udara pembakaran harus bebas dari zat agresif (Halogen, Klorida, Fluorida, dll) dan kontaminasi (debu, bahan bangunan, uap, dll). Untuk banyak kasus udara eksternal saluran ke kompor dianjurkan
sebagai pilihan.

Kondisi sekitar yang diizinkan:

• Temperatur sekitar
-10 hingga +40 ° C (14 hingga 104F)
-15 hingga +40 ° C (5 hingga 104F)
• Kelembaban udara: maks. 80% relatif kelembaban, tanpa kondensasi
• Hanya cocok untuk operasi di dalam ruangan
• Untuk pemasangan di ruangan yang tidak dipanaskan dalam beberapa keadaan khusus solusi diperlukan (kontak Weishaupt)

Perbedaan apa pun dari yang di atas aplikasi yang diuraikan membutuhkan tertulis konfirmasi dari Weishaupt Corporation. Interval perawatan bisa jadi dipersingkat sesuai kondisi di mana pembakar dipasang

Berikut sekilas pembahas terkait burner weishaupt, semoga artikel ini bisa bermanfaat, kami perushaan Indira Mitra Boiler juga menyediakan unit baru maupun jasa service burner semua merek, jika ada kebutuhan atau konsultasi mengenai burner bisa hubungi kami di bawah ini .

Studi Kasus Burner Weishaupt Gas dan Solar untuk Boiler Industri

Penggunaan burner Weishaupt gas dan solar menjadi salah satu solusi untuk industri yang membutuhkan sumber energi panas yang stabil dan fleksibel. Burner dual fuel memungkinkan satu unit burner menggunakan gas sebagai bahan bakar utama dan light oil/solar sebagai bahan bakar alternatif, tergantung kondisi operasional dan ketersediaan bahan bakar.

1 – Boiler Menggunakan LPG sebagai Bahan Bakar Utama

Sebuah pabrik membutuhkan steam untuk proses produksi dan menggunakan boiler dengan kebutuhan panas sekitar 1.000 kW.

Sistem sebelumnya menggunakan electric heater, tetapi konsumsi daya listrik menjadi cukup besar ketika boiler beroperasi dalam waktu panjang.

Kemudian digunakan Weishaupt dual fuel burner dengan konfigurasi:

LPG/Gas → Burner Weishaupt → Boiler → Steam

Pada kondisi normal, burner menggunakan gas sebagai bahan bakar utama.

Prinsip kerjanya:

Gas LPG

Gas Train

Gas Valve

Weishaupt Burner

Mixing Gas + Combustion Air

Ignition

Flame

Boiler

Burner mengatur suplai bahan bakar dan udara pembakaran agar proses pembakaran berlangsung stabil.

 2 – Gas sebagai Main Fuel, Solar sebagai Backup

Salah satu keunggulan burner dual fuel adalah kemampuan menggunakan bahan bakar alternatif.

Misalnya sebuah boiler beroperasi menggunakan gas alam atau LPG, tetapi pada kondisi tertentu suplai gas mengalami gangguan.

Sistem dapat dikonfigurasi dengan:

Main Fuel: Gas
Backup Fuel: Light Oil / Solar

Skemanya:

Natural Gas / LPG

Gas Train

Dual Fuel Burner

Boiler

Sementara jalur alternatif:

Solar Tank

Oil Pump

Oil Filter

Oil Line

Dual Fuel Burner

Dengan konfigurasi tersebut, boiler tidak sepenuhnya bergantung pada satu jenis bahan bakar.

3 – Perbandingan LPG Burner dengan Electric Heater

Misalnya sebuah proses membutuhkan heat input sekitar:

500 kW

Jika menggunakan electric heater, kebutuhan daya listrik secara teoritis sekitar:

500 kW listrik

Belum termasuk losses dan kebutuhan sistem pendukung.

Sedangkan pada burner gas, kebutuhan energi bahan bakar secara teoritis lebih tinggi daripada heat output karena terdapat losses pada proses pembakaran dan boiler.

Sebagai contoh, apabila efisiensi boiler sekitar 85%:

500 ÷ 0,85 = ±588 kW input bahan bakar

Artinya burner perlu menyediakan sekitar 588 kW fuel input untuk menghasilkan sekitar 500 kW useful heat, dengan asumsi efisiensi tersebut.

Untuk sistem dengan beban panas besar dan operasi berjam-jam, perbandingan biaya sebaiknya dilakukan berdasarkan:

  • Harga LPG atau natural gas per kWh
  • Tarif listrik per kWh
  • Efisiensi boiler
  • Jam operasi
  • Kapasitas burner
  • Biaya maintenance
  • Biaya investasi awal

Jadi, burner gas tidak otomatis selalu lebih murah daripada listrik. Keunggulan ekonominya sangat bergantung pada harga energi dan pola pemakaian di lokasi.

4 – Boiler Industri dengan Operasi 10 Jam/Hari

Misalnya sebuah boiler membutuhkan heat input:

1.000 kW

dan beroperasi:

10 jam/hari

Maka kebutuhan energi input teoritis:

1.000 × 10 = 10.000 kWh/hari

Jika efisiensi sistem 85%, useful heat yang diperoleh sekitar:

10.000 × 85% = 8.500 kWh/hari

Dalam kondisi seperti ini, pemilihan burner menjadi penting karena burner harus mampu mengikuti kebutuhan beban boiler.

Untuk aplikasi industri, burner dengan sistem two-stage atau modulating control dapat memberikan pengaturan firing rate yang lebih fleksibel dibandingkan burner yang hanya bekerja ON/OFF.

5 – Food Manufacturing

Pada industri makanan, kebutuhan steam dan hot water dapat berubah mengikuti proses produksi.

Contohnya:

Boiler → Steam → Cooking / Sterilization / Heating Process

Pada saat produksi tinggi, kebutuhan steam meningkat.

Pada saat produksi turun, kebutuhan steam berkurang.

Burner harus mampu menyesuaikan heat input dengan kebutuhan boiler.

Dengan burner dual fuel, perusahaan juga mempunyai fleksibilitas bahan bakar:

Gas → operasi normal

Solar → backup/emergency

Hal ini dapat membantu menjaga kontinuitas operasi ketika terjadi masalah pada suplai gas.

6 – Pemilihan Burner Berdasarkan Kapasitas Boiler

Misalnya sebuah boiler mempunyai kebutuhan heat input:

2.000 kW

Maka pemilihan burner tidak cukup hanya dengan mengatakan “burner 2.000 kW”.

Engineer perlu memeriksa:

  1. Boiler heat load
  2. Firing range burner
  3. Combustion chamber
  4. Furnace back pressure
  5. Fuel pressure
  6. Gas train
  7. Oil pump pressure
  8. Combustion head
  9. Control system
  10. Electrical supply
  11. Chimney dan flue gas system

Contoh konsep:

Boiler Heat Load = 2.000 kW

Maka burner sebaiknya mempunyai firing range yang mencakup kebutuhan tersebut, misalnya:

500–2.200 kW

bukan burner yang hanya mempunyai kapasitas:

1.800–2.000 kW

karena minimum firing rate dan operating range juga penting untuk pengoperasian boiler pada beban rendah.

Keuntungan Burner Weishaupt Dual Fuel

Untuk aplikasi industri, konsep dual fuel memberikan beberapa keuntungan:

  • Dapat menggunakan gas dan light oil/solar
  • Gas dapat digunakan sebagai bahan bakar utama
  • Solar dapat digunakan sebagai backup
  • Memberikan fleksibilitas terhadap ketersediaan bahan bakar
  • Cocok untuk sistem boiler dan industrial heating
  • Dapat dikombinasikan dengan sistem kontrol otomatis
  • Memungkinkan pengaturan kapasitas pembakaran sesuai kebutuhan proses

Kesimpulan Studi Kasus

Pada industri yang membutuhkan energi panas secara kontinu, burner gas dan solar dual fuel dapat menjadi pilihan ketika perusahaan membutuhkan fleksibilitas bahan bakar.

Konsep yang umum digunakan adalah:

Gas → Main Fuel

Solar/Light Oil → Backup Fuel

Namun, pemilihan burner harus dilakukan berdasarkan heat load aktual, firing range, tekanan ruang bakar, spesifikasi boiler dan karakteristik bahan bakar.

Untuk perbandingan biaya antara LPG, natural gas, solar dan electric heater, sebaiknya dilakukan perhitungan berdasarkan Rp/kWh thermal, karena harga per kg atau per liter saja belum cukup untuk menentukan bahan bakar yang paling ekonomis.

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Office: (021) 352 95874
WhatsApp: +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
www.indiramitraboiler.co.id
www.burner.co.id
info@indira.co.id
idmratman@gmail.com
Workshop: Tangerang – Indonesia
https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top