JASA SERVICE THERMAL OIL BOILER

JASA SERVICE THERMAL OIL BOILER

Boiler oil atau kita biasa mengenal dengan thermal oil heater merupakan salah satu boiler alat mesin pemanas boiler dengan media oli temperatur tunggi dan sistem sirkulasi beda halnya dengan boiler steam. boiler oil standar memiliki kapasitas temperatur hingga 350 drjat dan tidak membutuhkan tekanan terlalu tinggi hanya mendapatkan tekanan dari pompa sirkulasi saja. dengan berkembangnya jaman tentu mesin thermal oil heater atau boiler oil sudah banyak yang mengenal atau memahami bahkan di jaman skarang para pelaku industri tentu tidak sedikit yang  mengunakan boiler oil, selain kita memahami sitem kerja dari mesin tersebut penting juga kita untuk menjaga performa dan perawatan unntuk mesin yang kita oprasikan.

Jasa service burner industri semua merek oleh PT Indira Mitra Boiler
Jasa service burner industri semua merk (1)

Service dan Perawatan Thermal Oil Heater

Desain sistem yang benar, prosedur pengoperasian yang tepat, dan perawatan berkala merupakan langkah utama untuk mencegah gangguan pada Thermal Oil Heater. Kerusakan sering kali tidak hanya disebabkan oleh usia peralatan, tetapi juga oleh flow thermal oil yang tidak mencukupi, pengaturan burner yang tidak tepat, penurunan kualitas thermal oil, serta perangkat keselamatan yang tidak bekerja optimal.

Program service dan perawatan Thermal Oil Heater mencakup pemeriksaan:

  • Kondisi heating coil dan ruang bakar.
  • Kebocoran pada pipa, valve, flange, dan sambungan las.
  • Tekanan dan flow circulation pump.
  • Kebersihan filter serta strainer.
  • Level thermal oil pada expansion tank.
  • Kualitas dan tingkat degradasi thermal oil.
  • Pola nyala dan efisiensi pembakaran burner.
  • Temperatur thermal oil inlet dan outlet.
  • Temperatur gas buang pada chimney.
  • Control panel, alarm, dan safety interlock.
  • Kondisi insulasi dan metal cladding.

Perawatan yang dilakukan secara terencana membantu mendeteksi kebocoran, penipisan pipa, overheating, pembentukan coking, kerusakan pompa, dan penurunan efisiensi sejak dini. Dengan demikian, risiko penghentian produksi secara mendadak dapat dikurangi dan umur operasional Thermal Oil Heater menjadi lebih panjang.

Masalah pada Thermal Oil Heater

Kebakaran akibat keretakan heating coil relatif jarang terjadi. Namun, risiko tersebut tetap harus diperhatikan karena thermal oil panas yang bocor dapat menyala ketika terkena api burner.

Keretakan heating coil dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, antara lain:

  • Thermal cycling yang berlebihan.
  • Overheating pada permukaan coil.
  • Flow thermal oil terlalu rendah.
  • Pembentukan coking di dalam pipa.
  • Kualitas material atau sambungan las yang kurang baik.
  • Coil terlalu dekat dengan lidah api burner.
  • Bentuk dan panjang nyala api tidak sesuai ruang bakar.
  • Perubahan temperatur yang terlalu cepat.

Oleh karena itu, desain ruang bakar dan pemilihan burner harus disesuaikan dengan ukuran heater. Nyala api tidak boleh menyentuh permukaan coil secara langsung karena dapat menimbulkan titik panas dan mempercepat kerusakan pipa.

Indikasi Kebocoran Heating Coil

Apabila heating coil mengalami keretakan, thermal oil dapat masuk ke ruang bakar. Selanjutnya, cairan tersebut akan terbakar dan keluar bersama flue gas.

Salah satu tanda yang mudah dikenali adalah munculnya asap hitam dari cerobong. Selain itu, operator mungkin menemukan beberapa indikasi berikut:

  • Level thermal oil turun secara tidak normal.
  • Tekanan sistem sirkulasi mengalami perubahan.
  • Temperatur gas buang meningkat.
  • Nyala api menjadi tidak stabil.
  • Ruang bakar mengeluarkan suara tidak normal.
  • Konsumsi thermal oil meningkat.
  • Alarm high flue-gas temperature aktif.
  • Terdapat bau thermal oil terbakar.

Jika gejala tersebut muncul, burner harus segera dihentikan menggunakan prosedur keselamatan. Setelah itu, sistem harus diisolasi dan diperiksa oleh teknisi yang berpengalaman.

Fungsi Sensor Temperatur Gas Buang

Sensor temperatur pada jalur flue gas berfungsi memantau temperatur gas hasil pembakaran. Peningkatan temperatur yang tidak normal dapat menunjukkan gangguan pembakaran, permukaan coil kotor, flow thermal oil rendah, atau kebocoran coil.

Selain itu, sistem dapat dilengkapi dengan high flue-gas temperature switch. Perangkat ini akan mengaktifkan alarm atau menghentikan burner ketika temperatur cerobong melewati batas aman.

Meskipun demikian, sensor temperatur bukan satu-satunya perlindungan. Thermal Oil Heater juga harus dilengkapi dengan low-flow switch, high-temperature limiter, flame-failure protection, dan circulation-pump interlock.

Oksidasi Thermal Oil

Thermal oil dalam kondisi panas mudah mengalami oksidasi apabila bersentuhan dengan udara. Oksidasi dapat meningkatkan viskositas, membentuk endapan, dan menurunkan kemampuan perpindahan panas.

Pada dasarnya, Thermal Oil Heater menggunakan sistem sirkulasi tertutup. Oleh karena itu, kontak antara thermal oil dan udara sebagian besar terjadi melalui expansion tank.

Untuk mengurangi oksidasi, temperatur thermal oil pada expansion tank harus dijaga serendah mungkin. Temperatur yang terlalu tinggi akan mempercepat reaksi antara thermal oil dan oksigen.

Perlindungan pada Expansion Tank

Sistem dapat menggunakan deaerator tank dan thermal buffer tank untuk menjaga thermal oil panas agar tidak langsung masuk ke expansion tank. Dengan demikian, lapisan oil yang bersentuhan dengan udara dapat dipertahankan pada temperatur yang lebih rendah.

Sebagai perlindungan tambahan, bagian atas expansion tank dapat diisi dengan gas inert seperti nitrogen. Sistem nitrogen blanketing membantu mengurangi kontak thermal oil dengan oksigen dan kelembapan.

Namun, penggunaan nitrogen harus dilengkapi dengan regulator, pressure control, vent, dan perangkat keselamatan yang sesuai. Desainnya juga harus mempertimbangkan tekanan kerja expansion tank.

Tindakan Pencegahan

Untuk mencegah keretakan coil dan oksidasi thermal oil, beberapa tindakan berikut perlu dilakukan:

  • Mempertahankan minimum flow thermal oil.
  • Memeriksa circulation pump secara berkala.
  • Membersihkan filter dan strainer.
  • Menghindari kenaikan temperatur yang terlalu cepat.
  • Melakukan combustion tuning pada burner.
  • Memastikan nyala api tidak menyentuh coil.
  • Menguji safety interlock secara berkala.
  • Memeriksa ketebalan pipa coil.
  • Menganalisis kualitas thermal oil.
  • Menjaga temperatur expansion tank tetap rendah.
  • Memeriksa sistem deaerator dan thermal buffer tank.
  • Memastikan tidak terdapat kebocoran pada instalasi.

Dengan desain, pengoperasian, dan perawatan yang tepat, risiko kebakaran, kerusakan coil, serta degradasi thermal oil dapat dikurangi. Selain itu, pemeriksaan berkala membantu menjaga efisiensi dan memperpanjang umur operasional Thermal Oil Heater.

Namun apabila kebocoran terjadi ketika sistem tidak beroperasi, thermal fluid akan terus bocor ke ruang bakar akibat tekanan dari tangki ekspansi dan pipa overhead. Dalam kasus yang paling serius, cairan terbentuk di genangan besar di dalam heater selama shutdown yang berkepanjangan. Ketika pemanas dinyalakan kembali, seluruh genangan menyatu dan merusak pemanas. Untuk mencegah thermal cyclic pada bundle tube heater, ukuran pemanas yang oversize harus diturunkan. Thermal cracking pada fluida dapat dideteksi dengan analisa cairan secara rutin. Fouling pada coil sering disebabkan oleh endapan karena oksidasi cairan. Oksidasi dapat terjadi jika tangki ekspansi terbuka ke udara. Reaksi dari thermal oil yang panas dan udara akan menghasilkan semacam tars dan sludge yang membungkus permukaan dan mengurangi efisiensi perpindahan panas. Endapan ini menjadikan titik panas pada heater dan kemudian retak. Oksidasi dapat dicegah dengan dengan analisa thermal fluid secara rutin sesuai rekomendasi produsen biasanya setahun sekali

Pengecekan kebocoran

pengecekan sistem harus dilakukan setiap minggu untuk mengetahui apabila terjadi kebocoran awal pada valve, flange, welding joint, instrument port dan thread fitting. Apabila sistem thermal oil mengeluarkan asap maka sudah menjadi indikasi bahwa terjadi kebocoran pada system.

Pengecekan berkala

pengecekanpompa harus dilakukan secara berkala karena selain burner, pompa adalah komponen yang perlu banyak maintenance. Alignment pompa harus dicek secara berkala. Apabila penggantian mechanical seal sering dilakukan yaitu lebih dari sekali dalam setahun maka alignment harus diperiksa. Apabila ada kebocoran atau suara yang asing muncul dari pompa, maka harus segera dicek. Sistem ventilasi juga harus diperiksa secara teratur. Kabut atau uap yang keluar dari ventilasi dapat menandakan sistem telah terkontaminasi dengan air atau terjadi dekomposisi thermal fluid tersebut. Catch tank yang terletak pada bagian akhir dari relief valve expansion tank atau jalur ventilasi juga harus diperiksa secara teratur. Apabila operasi benar, catch tank harus kosong. Jika sampai terdapat cairan di dalam catch tank harus diadakan investigasi lebih lanjut.

Flow cairan harus dijaga sesuai design dan diperiksa secara berkala. Pressure gauge juga dapat membantu memberikan indikasi apabila terjadi gangguan pada system, misalnya bergerak naik turun secara cepat, atau pressure drop yang lebih tinggi dari kondisi normal. Semua preventive maintenance di atas harus dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya kebakaran.

Penyedia Jasa Service Thermal Oil Heater

PT Indira Mitra Boiler menyediakan jasa inspeksi, perbaikan, modifikasi, dan perawatan berkala untuk berbagai jenis Thermal Oil Heater dan boiler industri. Layanan dapat dilakukan berdasarkan kondisi unit, gangguan operasional, kebutuhan peningkatan kapasitas, maupun perubahan sistem produksi.

Ruang lingkup pekerjaan service meliputi:

  • Penggantian pipa coil Thermal Oil Heater.
  • Perbaikan kebocoran coil.
  • Pembersihan ruang bakar dan permukaan coil.
  • Modifikasi sistem sirkulasi thermal oil.
  • Penggantian circulation pump.
  • Perbaikan expansion tank.
  • Penggantian valve dan instrumentasi.
  • Perbaikan atau penggantian control panel.
  • Penggantian dan penyetelan burner.
  • Combustion tuning.
  • Perbaikan insulasi dan cladding.
  • Pemeriksaan alarm dan safety interlock.
  • Flushing instalasi thermal oil.
  • Penggantian thermal oil berdasarkan hasil analisis.
  • Preventive maintenance berkala.
  • Commissioning dan pelatihan operator.

Selain Thermal Oil Heater, PT Indira Mitra Boiler juga menangani:

  • Steam boiler tipe fire tube.
  • Steam boiler tipe water tube.
  • Once-through boiler.
  • Hot-water boiler.
  • Electric boiler.
  • Gas burner.
  • Oil burner.
  • Dual-fuel burner.
  • Boiler control panel.
  • Sistem pompa dan perpipaan boiler.

Rentang kapasitas unit yang dapat ditangani mulai dari sekitar 100–5.000 kg uap/jam untuk steam boiler serta 100.000–5.000.000 kcal/jam untuk Thermal Oil Heater dan sistem pemanas industri.

Studi Banding Perawatan Preventif dan Perbaikan Darurat

Pemilik Thermal Oil Heater dapat menggunakan sistem perawatan preventif atau menunggu sampai unit mengalami kerusakan. Kedua metode tersebut memiliki dampak biaya dan risiko yang berbeda.

ParameterPreventive MaintenancePerbaikan Darurat
Jadwal pekerjaanDirencanakanTidak dapat diprediksi
Waktu penghentian produksiDapat diaturBerpotensi berlangsung lama
Biaya perbaikanLebih terkendaliDapat meningkat secara tiba-tiba
Kondisi spare partDapat disiapkan sebelumnyaHarus dicari ketika unit rusak
Risiko kerusakan coilDapat dideteksi lebih awalKerusakan sering diketahui setelah bocor
Pemeriksaan thermal oilDilakukan berkalaSering diabaikan
Efisiensi burnerDijaga melalui tuningDapat menurun tanpa terdeteksi
Safety interlockDiuji berkalaBerisiko tidak bekerja saat dibutuhkan
Risiko kehilangan produksiRelatif rendahRelatif tinggi
Umur peralatanLebih terjagaBerpotensi lebih pendek

Preventive maintenance lebih sesuai untuk pabrik yang menggunakan Thermal Oil Heater sebagai bagian penting dari proses produksi. Penghentian unit dapat dijadwalkan pada hari libur atau ketika produksi sedang berhenti.

Studi Kasus Service Thermal Oil Heater

Kondisi Awal

Sebuah pabrik mengalami penurunan kinerja pada Thermal Oil Heater. Burner dapat menyala, tetapi temperatur thermal oil membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai set point.

Operator juga menemukan beberapa kondisi berikut:

  • Temperatur gas buang meningkat.
  • Perbedaan temperatur inlet dan outlet tidak stabil.
  • Tekanan discharge circulation pump menurun.
  • Burner lebih sering menyala dan berhenti.
  • Konsumsi bahan bakar meningkat.
  • Terdapat rembesan thermal oil di sekitar sambungan coil.
  • Alarm low flow beberapa kali aktif.

Unit tidak dapat langsung dioperasikan secara normal karena kebocoran thermal oil di sekitar ruang bakar dapat menimbulkan risiko kebakaran.

Proses Pemeriksaan

Tim teknisi melakukan pemeriksaan secara bertahap, meliputi:

  1. Memeriksa histori operasi dan gangguan unit.
  2. Mematikan serta mengamankan sumber energi.
  3. Memeriksa kondisi burner dan ruang bakar.
  4. Memeriksa coil secara visual.
  5. Memeriksa sambungan las dan bagian yang mengalami kebocoran.
  6. Mengukur tekanan serta flow circulation pump.
  7. Memeriksa filter dan strainer.
  8. Memeriksa kondisi thermal oil.
  9. Menguji temperature controller dan safety interlock.
  10. Memeriksa insulasi, cladding, valve, dan expansion tank.

Hasil inspeksi menunjukkan adanya endapan pada bagian tertentu, penurunan performa circulation pump, serta kebocoran pada salah satu bagian coil.

Analisis Penyebab Gangguan

Kerusakan diperkirakan terjadi akibat kombinasi beberapa faktor:

  • Flow thermal oil berada di bawah kebutuhan minimum.
  • Strainer kotor sehingga menghambat aliran.
  • Circulation pump mengalami penurunan performa.
  • Temperatur permukaan dalam coil terlalu tinggi.
  • Thermal oil mengalami degradasi.
  • Burner tidak lagi menghasilkan pola nyala yang sesuai.
  • Pemeriksaan safety dan instrumentasi tidak dilakukan secara berkala.

Flow yang terlalu rendah dapat menyebabkan thermal oil tidak membawa panas dari permukaan coil dengan cepat. Akibatnya, film temperature meningkat dan thermal oil dapat mengalami thermal cracking serta membentuk carbon atau coking.

Tindakan Perbaikan

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pekerjaan perbaikan yang dilakukan meliputi:

  • Menguras thermal oil dari bagian sistem yang diperbaiki.
  • Membersihkan filter dan strainer.
  • Mengganti pipa coil yang mengalami kerusakan.
  • Melakukan pengelasan menggunakan prosedur yang sesuai.
  • Memeriksa sambungan las.
  • Melaksanakan pressure test.
  • Memperbaiki circulation pump.
  • Mengganti gasket dan valve yang mengalami kebocoran.
  • Membersihkan ruang bakar.
  • Menyetel ulang combustion head burner.
  • Melakukan combustion tuning.
  • Menguji low-flow dan high-temperature interlock.
  • Memperbaiki insulasi serta cladding.
  • Mengisi dan melakukan sirkulasi thermal oil secara bertahap.

Thermal oil lama diperiksa terlebih dahulu. Apabila hasil analisis menunjukkan kondisi yang tidak layak, oil harus diganti atau ditangani sesuai rekomendasi pemasok thermal oil.

Hasil Setelah Service

Setelah pekerjaan perbaikan dan commissioning selesai, unit menunjukkan perbaikan operasional:

  • Sirkulasi thermal oil kembali stabil.
  • Tekanan pompa berada pada kisaran operasi.
  • Temperatur outlet dapat mencapai set point.
  • Frekuensi start-stop burner berkurang.
  • Tidak ditemukan kebocoran pada bagian coil yang diperbaiki.
  • Temperatur gas buang lebih terkendali.
  • Safety interlock bekerja sesuai sequence.
  • Proses produksi dapat kembali dijalankan.

Hasil aktual harus dibuktikan melalui pencatatan temperatur, flow, tekanan, konsumsi bahan bakar, dan analisis gas buang sebelum serta sesudah perbaikan.

Studi Banding Penggantian Coil dan Perbaikan Lokal

Ketika ditemukan kebocoran, pemilik unit perlu menentukan apakah coil cukup diperbaiki secara lokal atau harus diganti.

Kondisi CoilPerbaikan LokalPenggantian Coil
Kebocoran hanya pada satu titikDapat dipertimbangkanBelum tentu diperlukan
Ketebalan pipa masih memenuhi batasDapat dilakukanOpsional
Banyak bagian mengalami penipisanTidak direkomendasikanDirekomendasikan
Kebocoran terjadi berulangSolusi sementaraLebih tepat
Coil mengalami deformasiBerisikoDirekomendasikan
Terdapat coking beratPerlu evaluasi lanjutanDapat diperlukan
Material tidak dapat diidentifikasiPerlu pemeriksaanLebih aman menggunakan material terverifikasi
Umur coil sudah tinggiEfektivitas terbatasPerlu dipertimbangkan

Keputusan tidak boleh hanya berdasarkan jumlah titik kebocoran. Pemeriksaan ketebalan pipa menggunakan Ultrasonic Thickness Measurement diperlukan untuk mengetahui kondisi coil secara menyeluruh.

Rekomendasi Jadwal Perawatan

Pemeriksaan Harian

  • Temperatur inlet dan outlet.
  • Tekanan circulation pump.
  • Level expansion tank.
  • Kondisi burner.
  • Kebocoran thermal oil.
  • Status alarm dan indikator panel.

Bulanan

  • Filter dan strainer.
  • Kondisi coupling serta bearing pompa.
  • Valve dan sambungan flange.
  • Kondisi ruang burner.
  • Fungsi temperature controller.
  • Kondisi panel listrik.

 Enam Bulanan

  • Combustion tuning.
  • Pengujian safety interlock.
  • Pemeriksaan ruang bakar dan coil.
  • Pemeriksaan insulasi.
  • Pembersihan burner.
  • Pemeriksaan expansion tank.

Tahunan

  • Ultrasonic Thickness Measurement pada coil.
  • Pemeriksaan kualitas thermal oil.
  • Pemeriksaan circulation pump secara menyeluruh.
  • Kalibrasi instrumentasi.
  • Pemeriksaan control panel.
  • Pressure atau leak test jika diperlukan.
  • Evaluasi efisiensi dan konsumsi bahan bakar.

Jadwal tersebut harus disesuaikan dengan jam operasi, temperatur kerja, jenis bahan bakar, kondisi lingkungan, dan rekomendasi produsen.

Konsultasi dan Service Boiler

PT Indira Mitra Boiler dapat membantu melakukan survei, pemeriksaan kerusakan, penyusunan metode perbaikan, penyediaan spare part, serta pelaksanaan service di lokasi pelanggan.

Untuk mempercepat analisis awal, pelanggan dapat menyiapkan:

  • Foto nameplate unit.
  • Kapasitas Thermal Oil Heater.
  • Jenis bahan bakar.
  • Temperatur operasi.
  • Foto area yang mengalami kerusakan.
  • Riwayat alarm.
  • Data tekanan dan temperatur.
  • Jenis serta usia thermal oil.
  • Lokasi proyek.
  • Waktu penghentian produksi yang tersedia.

Untuk konsultasi kebutuhan service Thermal Oil Heater dan boiler industri, silakan menghubungi PT Indira Mitra Boiler – Workshop Tangerang, Indonesia melalui WhatsApp +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo) atau melihat dokumentasi pekerjaan melalui kanal Ratman Bejo.

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top