JUAL BOILER 1 TON- 2.5 TON

Steam Boiler 1 Ton – 2.5 Ton/ Jam

Deangan berkembangnya teknologi sekian banyak industri sudah tidak asing lagi dengan alat steam boiler, kami pt indira mitra boiler juga selaku pabrikasi 1000 kg hingga 2.500 kg/jam selalu berinofasi dan memberikan kualitas maupun pelayanan yang makasimal, selain itu kita bisa meproduksi boiler secara custem dengan model desain dan kapasitas sesuai kebutuhan permintaan. ada pun spesifikasi boiler sebagai berikut:

Spesifikasi Boiler 1 Ton /jam

Spesifikasi Steam Boiler IDM 1000 Kg/Jam

Steam Boiler IDM 1000 merupakan boiler tipe vertical water tube dengan kapasitas produksi uap hingga 1.000 kg/jam. Unit dirancang untuk menghasilkan uap pada tekanan kerja 10 barg dengan dukungan burner berkapasitas termal 420–950 kW.

Steam Boiler Gas BEJO vertical kapasitas 100–2.000 kg/jam untuk kebutuhan industri

Data Teknis

ParameterSpesifikasi
MerekIDM
ModelIDM 1000
Tipe boilerVertical Water Tube
Kapasitas uap1.000 kg/jam
Tekanan kerja10 barg
Kapasitas termal burner420–950 kW
Material pipaBenteler, Germany
Ukuran pipaØ51 × 3,2 mm
Luas permukaan pemanas1,5 m²*
Efisiensi±92%*
Diameter boiler±1.500 mm
Tinggi boiler±2.300 mm
Diameter saluran gas buang380 mm
Diameter outlet uapDN40
Diameter inlet air umpanDN25
Berat kosong±1.600 kg

*Nilai luas pemanasan dan efisiensi perlu dikonfirmasi melalui perhitungan desain serta hasil pengujian.

Kapasitas Produksi Uap

Boiler IDM 1000 dirancang untuk menghasilkan uap sebesar:

Kapasitas aktual dipengaruhi oleh:

  • Temperatur air umpan
  • Tekanan uap
  • Nilai kalor bahan bakar
  • Kapasitas burner
  • Efisiensi perpindahan panas
  • Kondisi permukaan pipa
  • Blowdown
  • Kualitas air
  • Setting pembakaran

Pada tekanan kerja 10 barg, kapasitas termal burner maksimum 950 kW masih berada pada rentang yang wajar untuk kajian awal boiler 1.000 kg/jam. Namun, kapasitas final harus dibuktikan melalui heat balance.

Perhitungan Awal Kebutuhan Panas

Jika air umpan masuk pada temperatur sekitar 80°C dan uap dihasilkan pada tekanan 10 barg, kebutuhan energi spesifik secara pendekatan berada pada kisaran 2.400–2.500 kJ/kg.

Dengan asumsi:

Beban panas yang diterima air:

Jika efisiensi boiler 92%:

Setelah mempertimbangkan blowdown, perubahan temperatur air umpan, dan margin kapasitas, burner dengan rentang 420–950 kW dapat memberikan fleksibilitas operasi yang memadai.

Desain Vertical Water Tube

Pada boiler vertical water tube, air berada di dalam pipa dan menerima panas dari gas hasil pembakaran di bagian luar pipa.

Konfigurasi vertikal memberikan beberapa keunggulan:

  • Membutuhkan area pemasangan lebih kecil
  • Waktu start-up relatif cepat
  • Konstruksi kompak
  • Cocok untuk ruang boiler terbatas
  • Sirkulasi air dapat berlangsung melalui susunan pipa
  • Perawatan dapat direncanakan melalui akses inspeksi

Karena tipe boiler adalah water tube, istilah yang lebih tepat adalah pipa air boiler, bukan pipa api.

Pipa Boiler Benteler Germany

Pipa boiler menggunakan material Benteler Germany dengan ukuran:

Pemilihan pipa harus disertai dokumen material dan verifikasi terhadap:

  • Material grade
  • Tekanan desain
  • Temperatur desain
  • Corrosion allowance
  • Joint efficiency
  • Metode pengelasan
  • Hydrostatic test
  • Kualitas air boiler

Nama produsen pipa tidak menggantikan kebutuhan verifikasi material grade dan material certificate.

Dimensi Utama Boiler

Steam Boiler IDM 1000 mempunyai ukuran perkiraan:

  • Diameter: ±1.500 mm
  • Tinggi: ±2.300 mm
  • Berat kosong: ±1.600 kg

Dimensi tersebut belum memasukkan kebutuhan ruang untuk:

  • Burner
  • Panel kontrol
  • Feed-water pump
  • Tangki air umpan
  • Chemical dosing
  • Blowdown tank
  • Cerobong
  • Valve dan instrumentasi
  • Akses maintenance
  • Ruang pembukaan burner

Layout final perlu mempertimbangkan akses operator, jalur evakuasi, ventilasi, fondasi, dan area perawatan.

Sambungan Utama

Outlet uap DN40

Outlet uap menggunakan ukuran DN40. Pemilihan final harus diperiksa berdasarkan:

  • Kapasitas steam
  • Tekanan operasi
  • Kecepatan steam
  • Pressure drop
  • Panjang jalur
  • Jumlah fitting
  • Kebutuhan steam header

Untuk aliran 1.000 kg/jam, DN40 dapat menghasilkan kecepatan uap relatif tinggi. Ukuran tersebut perlu diverifikasi melalui perhitungan diameter pipa steam dan allowable velocity.

Inlet air umpan DN25

Inlet feed water menggunakan DN25. Kapasitas pompa air umpan harus mampu mengatasi:

  • Tekanan boiler
  • Pressure drop valve
  • Pressure drop check valve
  • Perbedaan elevasi
  • Margin tekanan
  • Kebutuhan pengisian maksimum

Pompa sebaiknya mempunyai tekanan discharge yang lebih tinggi daripada tekanan kerja boiler.

Saluran gas buang Ø380 mm

Diameter outlet gas buang sekitar 380 mm. Penentuan diameter dan tinggi cerobong perlu memperhitungkan:

  • Kapasitas burner
  • Debit gas buang
  • Temperatur gas buang
  • Draft
  • Pressure drop
  • Jenis bahan bakar
  • Persyaratan emisi
  • Kondisi lokasi

Catatan Verifikasi Teknis

Sebelum spesifikasi digunakan sebagai datasheet final, beberapa data perlu diperiksa kembali:

  1. Luas pemanasan 1,5 m² terlihat terlalu kecil untuk boiler 1.000 kg/jam dan kemungkinan terdapat kesalahan penulisan.
  2. Outlet steam DN40 perlu diperiksa terhadap kecepatan steam.
  3. Klaim efisiensi ±92% harus mencantumkan dasar pengujian dan apakah menggunakan LHV atau HHV.
  4. Grade material pipa Benteler perlu dicantumkan, misalnya standar dan material certificate.
  5. Tekanan desain dan tekanan hydrotest belum dicantumkan.
  6. Temperatur air umpan perlu ditetapkan untuk menjamin kapasitas 1.000 kg/jam.
  7. Jenis bahan bakar dan model burner perlu dicantumkan.
  8. Konsumsi bahan bakar maksimum perlu dihitung.
  9. Kapasitas water holding dan steam space perlu dijelaskan.
  10. Standar desain dan sertifikasi boiler perlu dicantumkan.

Spesifikasi ini dapat digunakan sebagai data awal penawaran, tetapi belum sebagai dasar fabrikasi atau jaminan performa sebelum seluruh parameter tersebut diverifikasi.

Spesifikasi Steam Boiler 2,5 Ton/Jam

Steam boiler 2,5 ton/jam merupakan ketel uap industri yang dirancang untuk menghasilkan uap hingga 2.500 kg per jam. Unit ini menggunakan konstruksi fire tube boiler dengan tekanan kerja mencapai 10 barg.

Boiler dapat digunakan untuk mendukung proses produksi di pabrik makanan, pengolahan karet, industri kayu, tekstil, aspal, kimia, dan berbagai industri lain yang membutuhkan suplai steam secara stabil.

Data Teknis Boiler 2,5 Ton/Jam

ParameterSpesifikasi
Tipe boilerFire Tube Boiler
Kapasitas uap2.500 kg/jam
Tekanan kerja10 barg
Bahan bakarLight oil
Konsumsi bahan bakar60–140 liter/jam*
Kapasitas termal1,05 MW*
Luas permukaan pemanasan37 m²
Kapasitas air2,4 m³
Material fire tubeBenteler Eropa
Ukuran fire tubeØ 60,3 × 3,2 mm
Total daya listrik5,5 kW
Efisiensi dengan economizer±93%
Panjang keseluruhan3.750 mm
Tinggi keseluruhan2.535 mm
Lebar keseluruhan2.050 mm
Diameter saluran gas buang480 mm
Diameter outlet steamDN 65
Diameter inlet air umpanDN 40
Berat transportasi±4,6 ton

Catatan teknis: Data kapasitas termal 1,05 MW dan konsumsi light oil maksimal 140 liter/jam perlu diverifikasi kembali. Untuk menghasilkan steam sebesar 2.500 kg/jam, kebutuhan input panas biasanya lebih besar, bergantung pada temperatur air umpan, tekanan kerja, kualitas steam, nilai kalor bahan bakar, dan efisiensi boiler.

Aplikasi Steam Boiler 2,5 Ton/Jam

Steam boiler kapasitas 1 ton hingga 2,5 ton per jam banyak digunakan pada berbagai sektor industri di Indonesia, antara lain:

  • Pabrik makanan dan minuman
  • Pabrik pengolahan karet
  • Industri kayu dan plywood
  • Pabrik tekstil dan laundry industri
  • Pabrik aspal
  • Industri kimia
  • Pabrik kelapa sawit
  • Proses sterilisasi dan pemanasan
  • Sistem pengering dan pemanas produksi

Pemilihan kapasitas boiler harus disesuaikan dengan kebutuhan steam aktual, tekanan operasi, jam kerja, jenis bahan bakar, serta kemungkinan penambahan beban produksi pada masa mendatang.

Pilihan Desain Fire Tube dan Water Tube Boiler

Boiler berkapasitas 1.000–2.500 kg/jam dapat dibuat menggunakan desain fire tube maupun water tube. Kedua desain tersebut sama-sama menghasilkan steam, tetapi memiliki konstruksi dan proses perpindahan panas yang berbeda.

Perbedaan utama terletak pada fluida yang mengalir di dalam tube:

  • Pada fire tube boiler, gas panas hasil pembakaran mengalir di dalam tube, sedangkan air berada di sekeliling bagian luar tube.
  • Pada water tube boiler, air mengalir di dalam tube, sedangkan gas panas hasil pembakaran melewati bagian luar tube.

Pengertian Fire Tube Boiler

Fire tube boiler adalah boiler yang mengalirkan api dan gas hasil pembakaran melalui bagian dalam pipa-pipa api. Panas dari gas pembakaran kemudian dipindahkan melalui dinding tube menuju air yang berada di dalam shell boiler.

Air yang menerima panas secara bertahap akan mencapai titik didih dan berubah menjadi steam. Uap selanjutnya terkumpul pada ruang steam sebelum dialirkan menuju proses produksi.

Keunggulan Fire Tube Boiler

Fire tube boiler memiliki beberapa keunggulan untuk kebutuhan industri, yaitu:

  • Konstruksi relatif sederhana
  • Pengoperasian lebih mudah
  • Kapasitas air cukup besar
  • Tekanan steam relatif stabil
  • Cocok untuk kebutuhan steam yang konstan
  • Pemeriksaan dan perawatan relatif mudah
  • Biaya investasi kompetitif untuk kapasitas menengah
  • Dapat menggunakan burner gas, light oil, atau dual fuel

Karena volume airnya relatif besar, fire tube boiler mampu mempertahankan kestabilan tekanan ketika terjadi perubahan beban steam. Namun, waktu pemanasan awal biasanya lebih lama dibandingkan boiler dengan kandungan air yang lebih kecil.

Pengertian Water Tube Boiler

Water tube boiler merupakan boiler yang mengalirkan air melalui bagian dalam pipa. Gas panas hasil pembakaran melewati sisi luar pipa sehingga panas ditransfer menuju air di dalam tube.

Ketika air menerima panas, campuran air dan steam akan bergerak menuju header atau steam drum. Proses ini berlangsung secara alami atau dibantu sistem sirkulasi, tergantung pada desain boiler.

Keunggulan Water Tube Boiler

Water tube boiler memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Waktu pembentukan steam relatif cepat
  • Kandungan air lebih kecil
  • Respons terhadap perubahan beban lebih cepat
  • Cocok untuk tekanan dan kapasitas lebih tinggi
  • Konstruksi dapat dibuat lebih ringkas
  • Potensi risiko akibat volume air tersimpan lebih kecil
  • Cocok untuk proses yang membutuhkan steam dengan cepat

Water tube boiler memerlukan pengendalian kualitas air yang baik. Diameter tube yang relatif kecil membuat pembentukan kerak dapat menghambat sirkulasi dan perpindahan panas apabila water treatment tidak dijalankan dengan benar.

Perbandingan Fire Tube dan Water Tube Boiler

ParameterFire Tube BoilerWater Tube Boiler
Fluida di dalam tubeGas panas pembakaranAir dan steam
Posisi airDi dalam shell, di luar tubeDi dalam tube
Kandungan airRelatif besarRelatif kecil
Waktu pembentukan steamLebih lambatLebih cepat
Respons terhadap bebanStabil, tetapi lebih lambatRelatif cepat
KonstruksiSederhanaLebih kompleks
PerawatanRelatif mudahMembutuhkan tenaga berpengalaman
Kebutuhan kualitas airTetap harus dikontrolLebih ketat
Aplikasi umumKapasitas kecil–menengahKapasitas dan tekanan lebih tinggi

Efisiensi Boiler dengan Economizer

Steam boiler 2,5 ton/jam ini memiliki klaim efisiensi hingga ±93% apabila dilengkapi economizer. Economizer memanfaatkan panas sisa gas buang untuk memanaskan air umpan sebelum masuk ke boiler.

Penggunaan economizer dapat memberikan beberapa manfaat:

  • Mengurangi temperatur gas buang
  • Meningkatkan temperatur feedwater
  • Mengurangi beban pemanasan di ruang bakar
  • Menekan konsumsi bahan bakar
  • Meningkatkan efisiensi sistem boiler
  • Mengurangi biaya operasional

Nilai efisiensi aktual harus dibuktikan melalui combustion analysis atau metode pengujian efisiensi boiler. Hasilnya dipengaruhi oleh excess air, temperatur gas buang, kualitas bahan bakar, kondisi tube, blowdown, serta temperatur air umpan.

Kesimpulan

Pemilihan antara fire tube boiler dan water tube boiler tidak hanya ditentukan oleh kapasitas steam. Pertimbangan juga harus mencakup tekanan kerja, karakteristik beban, waktu pemanasan, kualitas air, ruang instalasi, jenis bahan bakar, serta kebutuhan maintenance.

Untuk kapasitas 2.500 kg steam per jam dengan kebutuhan tekanan yang stabil, fire tube boiler dapat menjadi pilihan yang sesuai. Sementara itu, water tube boiler dapat dipertimbangkan ketika proses membutuhkan pembentukan steam lebih cepat dan respons beban yang lebih dinamis.

Untuk analisis ini, masalah utama adalah efisiensi, respons terhadap beban, kemudahan perawatan dan persyaratan ruang. Nilai dari masing-masing pertimbangan ini akan bervariasi dengan aplikasi, jadi sementara beberapa orang ingin memaksimalkan efisiensi karena biaya bahan bakar yang tinggi, yang lain mungkin didorong oleh ruang terbatas, dengan semua faktor lain menjadi sekunder.

Setiap produk memiliki daftar pro dan kontra sendiri, dan seringkali desain dilakukan untuk memaksimalkan tertentu atribut. Ada pengorbanan mendasar dalam desain boiler, dan Anda dapat menguranginya pada satu item dan memperluas yang lain untuk menawarkan keuntungan dan kinerja yang berbeda. Ini adalah persis apa yang telah terjadi dalam beberapa dekade terakhir, sangat memperluas produk yang tersedia.

Boiler WaterTube Kap. 1 Ton -2.5 Ton

Boiler Water tube ini memiliki banyak variasi dalam desain, sebagian besar karena tabung berdiameter kecil mudah dibuat menjadi banyak bentuk yang berbeda. Ada desain untuk bahan bakar padat, tapak yang lebih kecil, pemasangan truk, biaya lebih rendah, kejutan termal resistensi, startup cepat dan tujuan lainnya.

Boiler “watertube Industri” didefinisikan sebagai unit yang memiliki kapasitas tinggi, tinggi kemampuan tekanan dan kemampuan untuk memberikan panas berlebih. Industri yang Dikemas Ketel pipa air biasanya naik sekitar 300.000 PPH, meskipun boiler yang lebih besar adalah tidak dapat dikirim sebagai unit lengkap.

Kelebihan Boiler waterTube :

  • Kelebihan utama adalah kemampuannya untuk kapasitas yang lebih tinggi, tekanan uap yang lebih tinggi dan uap super panas. Jika Anda memerlukan salah satu atribut ini, Anda memerlukan boiler Watertube.
  • Tungku umumnya jauh lebih besar dalam boiler Watertube, sehingga lebih mudah untuk api. Ini adalah agak diimbangi dengan bentuk yang tidak ideal untuk pembakaran. Tungku Watertube yang khas adalah dua kali ukuran tungku Firetube,
  • Karena uap dan air terkandung dalam tabung dan drum berdiameter relatif kecil, mereka dapat dengan mudah menangani tekanan yang jauh lebih tinggi.
  • Kapasitas air dan uap yang relatif kecil berarti membutuhkan lebih sedikit energi untuk pemanasan boiler, meningkatkan efisiensi dinamis.
  • Sedikitnya jumlah air dan uap di dalam bejana berarti perubahan beban akan terlihat dalam variasi tekanan uap lebih cepat, memungkinkan boiler untuk merespons beban berubah lebih cepat.
  • Jumlah air dan uap yang lebih sedikit dalam boiler Watertube berarti akan ada menjadi lebih sedikit energi untuk dilepaskan jika ada kegagalan kapal, meskipun masalah lain seperti pemeliharaan dan tekanan uap bisa lebih penting

Kekurangan Boiler waterTube :

  • Tabung berdiameter relatif kecil dan dapat mengalami penskalaan. Boiler ini berfungsi tidak memiliki toleransi yang tinggi terhadap penumpukan skala dan membutuhkan air umpan dan blowdown yang baik praktek. Penumpukan kerak selalu merupakan masalah kualitas dan pemeliharaan air, tetapi beberapa jenis boiler dapat menangani lebih banyak penumpukan skala daripada yang lain.
  • Permukaan pemanas boiler Watertube cenderung lebih kecil, sehingga cerobong keluar suhu biasanya lebih tinggi dari Firetube, dengan efisiensi kondisi tunak yang lebih rendah. Dia umum untuk boiler Watertube untuk memiliki economizer untuk meningkatkan efisiensi.
  • Kebanyakan boiler Watertube Industri memerlukan siklus pemanasan yang panjang untuk mencegah pemanasan yang tidak merata. Proses ini bisa memakan waktu berjam-jam. Ini ditentukan oleh pabrikan.
  • Kapasitas air dan uap relatif kecil dan karena fitur ini, dapat sulit untuk mempertahankan ketinggian air, terutama dengan perubahan besar dalam laju pembakaran dan uap laju aliran. Masalah ini lebih buruk pada tekanan yang lebih rendah. Seringkali, kontrol level dilakukan dengan dua atau tiga pengontrol elemen untuk mengelola ketinggian air dengan benar, yang menambah biaya dan kompleksitas

Boiler Firetube Kap. 1 Ton -2.5 Ton

telah menjadi salah satu desain boiler yang dominan selama lebih dari satu abad, dan bahkan hari ini mereka mewakili sebagian besar kapasitas pembangkit uap bertekanan tinggi untuk unit dalam kisaran ukuran normal. Tidak semua boiler Firetube dibuat sama. Secara historis, sebagian besar produsen menawarkan Boiler Scotch Marine Firetube (horizontal multi-pass dengan tungku besar) dengan desain dasar yang sama tetapi bervariasi dalam jumlah lintasan (2, 3 atau 4 passe) atau konstruksi perputaran tungku (basah atau kering). Desain ini memiliki rekam jejak yang baik, umur panjang dengan baik efisiensi dan mudah dioperasikan dengan sifat toleran.

Boiler Firetube 1 ton- 2.5 ton/jam dibuat dari cangkang silinder yang memiliki tungku mengandung pembakaran dan banyak tabung yang digunakan untuk mengekstrak panas pembakaran. Ruang turnaround digunakan untuk membalikkan gas pembakaran dari tungku ke tabung, dan beberapa perputaran dapat digunakan untuk menghasilkan banyak lintasan. Firetube Khas boiler dapat memiliki apa saja mulai dari satu lintasan (tanpa tungku) hingga 4 passe.

Kelebihan Boiler FireTube :

  • Sebagian besar boiler ini dibangun dengan banyak permukaan pemanas, biasanya panas 5 kaki persegi permukaan transfer per boiler HP. Ini memberikan efisiensi kondisi tunak yang lebih tinggi dan resistensi terhadap fouling. Boiler Watertube biasanya memiliki permukaan perpindahan panas yang lebih sedikit, tetapi sering menambahkan economizers untuk mengatasi perbedaan ini. Inilah sebabnya mengapa boiler Firetube biasanya memiliki efisiensi kondisi tunak terbaik.
  • Karena cangkang berdiameter besar berisi air dan uap, boiler ini memiliki besar dada uap dan area pelepasan yang memberikan kualitas uap yang baik tanpa tambahan dari pemisahan mekanis.
  • Tungku dapat dibuat cukup besar untuk mendukung berbagai bahan bakar dan persyaratan emisi.
  • Ruang cangkang yang besar memungkinkan akumulasi sedimen dalam jumlah yang cukup tanpa menyakiti kapal, memberikan lebih banyak fleksibilitas dalam pengolahan air dan pemeliharaan blow down. Ini itulah sebabnya boiler Firetube dianggap lebih pemaaf.
  • Kandungan air yang besar membuat pengelolaan ketinggian air lebih mudah dikendalikan, seringkali hanya dengan kontrol on-off atau kontrol level modulasi sederhana, menambah “lebih” konsep memaafkan.
  • Ketel memiliki kandungan energi yang besar (kombinasi uap dan air pada kondisi jenuh) suhu) yang memungkinkannya menghasilkan laju aliran uap yang lebih tinggi untuk waktu yang singkat dengan variasi tekanan uap minimal. Aplikasi dengan laju aliran instan yang besar dapat gunakan keuntungan ini, tetapi ada batasan seberapa banyak yang bisa dilakukan tanpa menyakiti boiler atau menciptakan masalah kualitas uap, yang ditentukan oleh pabrikan.
  • Sebagian besar boiler memiliki air atau uap di bagian dalam cangkang, yang jauh lebih dingin daripada gas buang yang ada di bagian dalam boiler Watertube. Dalam banyak kasus, ini bisa mengurangi kehilangan panas cangkang, yang didefinisikan sebagai kerugian “Radiasi dan Konveksi”.

Kekurangan Boiler FireTube :

  • Kebanyakan Firetube Boiler 1 ton -2.5 ton memerlukan siklus pemanasan yang lambat yang dapat memakan waktu beberapa jam. Beberapa boiler lulus tunduk pada “Kejutan Panas”, dan jika siklus pemanasannya tidak dilakukan dengan benar, kegagalan akan terjadi seiring waktu. Semakin besar (panjang) boiler, semakin besar masalah, karena perbedaan pertumbuhan antara tungku, tabung dan shell akan menjadi lebih besar.
  • Siklus pemanasan yang lebih lama seringkali membutuhkan boiler cadangan agar tetap panas agar lebih cepat tanggapan. Ini menambah biaya dan mempersulit pengoperasian pabrik.
  • Karena tekanan uap dikandung oleh cangkang berdiameter besar, ia memiliki batasan kapasitas tekanan, biasanya sekitar 300 PSI.
  • Kandungan uap dan air yang besar berarti dibutuhkan lebih banyak energi untuk membawa satuan secara online. Jika boiler jarang beroperasi, energi itu (atau sebagian dari startup itu energi) akan hilang dalam waktu mati, yang tercermin dalam efisiensi dinamis yang lebih rendah.

Demikaian artikel tentang steam boiler 1 ton-2.5 ton menurut desain watertube dan firetube, jika ada pertanyaan atau kebutuhan terkait boiler bisa hubungi kami dengan kontak di bawah ini, slam.

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top