JUAL STEAM BOILER 2.5 TON

Steam Boiler Winskettel 2,5 Ton: Boiler Uap Industri 2.500 Kg/Jam

Steam Boiler Winskettel 2,5 Ton merupakan boiler industri yang berfungsi menghasilkan uap hingga 2.500 kg per jam. Uap dari boiler digunakan sebagai media pemanas, sterilisasi, perebusan, pengeringan, pencucian, dan berbagai proses produksi lainnya.

Boiler kapasitas 2,5 ton/jam cocok digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan suplai uap dalam jumlah besar dan stabil. Aplikasinya mencakup:

  • Industri makanan dan minuman
  • Pabrik farmasi
  • Industri kosmetik
  • Hotel dan rumah sakit
  • Laundry industri
  • Industri tekstil dan garmen
  • Pabrik pengolahan kayu
  • Industri kimia
  • Pabrik pakan ternak
  • Industri kertas dan kemasan

PT Indira Mitra Boiler menyediakan Steam Boiler IMB dan Winskettel dengan konfigurasi yang dapat disesuaikan berdasarkan kapasitas uap, tekanan kerja, jenis bahan bakar, serta kebutuhan proses produksi pelanggan.

Pengertian Steam Boiler 2,5 Ton

Steam boiler 2,5 ton adalah mesin pembangkit uap yang mempunyai kapasitas nominal hingga 2.500 kg uap per jam pada kondisi desain. Istilah 2,5 ton pada boiler mengacu pada kapasitas produksi uap per jam, bukan berat fisik unit.

Kapasitas aktual yang dapat dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Tekanan operasi boiler
  • Temperatur air umpan
  • Nilai kalor bahan bakar
  • Efisiensi boiler
  • Kondisi burner
  • Persentase blowdown
  • Kebersihan permukaan pemanas
  • Kualitas air boiler
  • Persentase kondensat yang kembali
  • Pola konsumsi uap pabrik

Oleh karena itu, pemilihan boiler tidak cukup hanya berdasarkan angka kapasitas nominal. Seluruh mesin pengguna uap harus didata agar kapasitas boiler sesuai dengan beban rata-rata dan kebutuhan maksimum.

Boiler Lokal IMB–Winskettel Produksi Indonesia

Steam Boiler IMB merupakan produk boiler lokal yang dirancang dan difabrikasi di Indonesia. Konstruksi boiler dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan proses, kondisi ruang instalasi, jenis bahan bakar, dan tekanan kerja pelanggan.

Proses pengerjaan boiler meliputi beberapa tahapan penting, seperti:

  1. Pengumpulan data kebutuhan uap.
  2. Penyusunan desain dan gambar teknis.
  3. Perhitungan kekuatan material.
  4. Pemilihan pelat dan pipa boiler.
  5. Pemotongan serta pembentukan material.
  6. Pengelasan pressure part.
  7. Pemasangan furnace dan fire tube.
  8. Pemeriksaan sambungan pengelasan.
  9. Hydrostatic test.
  10. Pemasangan burner dan aksesori.
  11. Pemasangan insulation dan cladding.
  12. Pengujian fungsi panel serta sistem keselamatan.
  13. Commissioning di lokasi pelanggan.

Proses fabrikasi dan pengujian harus dilakukan oleh personel yang mempunyai kompetensi sesuai bidang pekerjaannya. Standar desain, dokumen material, metode pemeriksaan, sertifikasi, dan izin pemakaian perlu ditentukan dalam kontrak serta disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Spesifikasi Steam Boiler Winskettel 2,5 Ton

Steam Boiler IDM–Winskettel dirancang untuk memproduksi uap sebanyak 2.500 kg/jam dengan tekanan kerja sekitar 10 kg/cm² atau menyesuaikan kebutuhan proses.

Berikut contoh spesifikasi umumnya:

ParameterSpesifikasi
MerekIMB–Winskettel
Jenis boilerHorizontal fire tube steam boiler
Kapasitas uap2.500 kg/jam
Tekanan kerja10 kg/cm² atau sesuai desain
MediaSaturated steam
Posisi konstruksiHorizontal
Bahan bakarGas, LPG, solar, atau dual fuel
Sistem burnerTwo-stage atau modulating
PengoperasianOtomatis
Sistem kontrolPanel relay, PLC, atau HMI
AplikasiPemanasan dan proses industri
Lokasi fabrikasiIndonesia

Spesifikasi final harus mengacu pada technical data sheet, drawing yang disetujui, serta kebutuhan aktual pelanggan.

Cara Kerja Steam Boiler Fire Tube

Steam Boiler Winskettel 2,5 ton umumnya menggunakan konstruksi horizontal fire tube boiler. Pada desain ini, api dan gas panas hasil pembakaran bergerak melalui furnace serta pipa-pipa api. Air berada di dalam badan boiler dan mengelilingi permukaan luar pipa tersebut.

Proses pembentukan uap berlangsung melalui urutan berikut:

  1. Feed water pump memasukkan air ke dalam boiler.
  2. Water level controller menjaga level air pada batas operasi.
  3. Burner melakukan proses pre-purge.
  4. Sistem ignition menyalakan bahan bakar.
  5. Api terbentuk di dalam furnace.
  6. Gas panas melewati fire tube.
  7. Panas berpindah dari gas pembakaran menuju air.
  8. Air mencapai temperatur saturasi dan berubah menjadi uap.
  9. Uap terkumpul pada steam space.
  10. Uap dialirkan menuju steam header dan mesin produksi.
  11. Gas pembakaran dikeluarkan melalui smoke box serta chimney.

Konstruksi fire tube mempunyai volume air dan ruang uap relatif besar. Karakter ini membantu mempertahankan tekanan ketika kebutuhan uap mengalami perubahan dalam waktu singkat.

Pilihan Bahan Bakar Boiler 2,5 Ton

Boiler berbahan bakar gas

Gas alam menghasilkan pembakaran yang relatif bersih dan mudah dikontrol. Sistemnya harus dilengkapi gas train, pressure regulator, safety shut-off valve, pressure switch, flame detector, serta perangkat pengaman lainnya.

Sebelum memilih burner gas, pelanggan harus menyediakan data:

  • Jenis gas
  • Tekanan gas
  • Debit maksimum
  • Nilai kalor gas
  • Diameter pipa gas
  • Jarak sumber gas ke burner

Boiler berbahan bakar LPG

LPG dapat digunakan pada lokasi yang belum mempunyai jaringan natural gas. Sistem LPG membutuhkan penyimpanan, vaporizer apabila diperlukan, regulator, gas train, dan proteksi keselamatan yang sesuai.

Boiler berbahan bakar solar

Burner solar menggunakan pompa untuk memberikan tekanan bahan bakar ke nozzle. Solar kemudian diatomisasi menjadi butiran halus agar dapat bercampur dengan udara dan terbakar secara stabil.

Sistemnya dapat dilengkapi:

  • Fuel storage tank
  • Daily tank
  • Transfer pump
  • Fuel filter
  • Flexible hose
  • Solenoid valve
  • Oil pump
  • Nozzle
  • Pressure gauge

Boiler dual fuel

Dual fuel burner memungkinkan boiler menggunakan dua pilihan bahan bakar, misalnya natural gas dan solar. Sistem ini memberikan cadangan energi ketika salah satu bahan bakar mengalami gangguan pasokan.

Pemilihan Burner Boiler 2.500 Kg/Jam

Burner untuk boiler 2,5 ton harus mempunyai kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan termal boiler dan karakteristik furnace.

Apabila boiler menghasilkan 2.500 kg uap per jam pada tekanan sekitar 10 barg dengan temperatur air umpan 80°C, kebutuhan input panas burner dapat diperkirakan sekitar 1.900–2.200 kW. Nilai final bergantung pada efisiensi, blowdown, tekanan operasi, dan nilai kalor bahan bakar.

Burner yang terlalu kecil menyebabkan:

  • Tekanan uap sulit tercapai
  • Produksi uap tidak mencapai kapasitas
  • Burner bekerja terus-menerus
  • Proses produksi terganggu

Sebaliknya, burner yang terlalu besar dapat menyebabkan:

  • Burner sering hidup dan mati
  • Tekanan uap berfluktuasi
  • Konsumsi bahan bakar kurang efisien
  • Risiko flame impingement
  • Thermal stress pada furnace
  • Umur komponen lebih pendek

Untuk kapasitas ini, burner modulating lebih direkomendasikan karena mampu mengatur pembakaran mengikuti perubahan permintaan uap.

Komponen Utama Steam Boiler Winskettel

Steam Boiler IMB–Winskettel 2,5 ton dilengkapi komponen utama dan perangkat keselamatan yang bekerja sebagai satu kesatuan.

1. Boiler pressure vessel

Pressure vessel merupakan badan utama yang menampung air dan uap bertekanan. Material dan ketebalannya ditentukan berdasarkan tekanan desain, temperatur, corrosion allowance, serta standar konstruksi.

2. Furnace

Furnace merupakan ruang pembakaran burner. Diameter dan panjang furnace harus sesuai dengan dimensi nyala api agar api tidak mengenai dinding furnace secara langsung.

3. Fire tube

Fire tube mengalirkan gas panas dan menjadi permukaan perpindahan panas. Jumlah, ukuran, ketebalan, dan susunannya ditentukan melalui perhitungan desain.

4. Tube plate

Tube plate menopang serta menghubungkan fire tube pada bagian depan dan belakang boiler. Sambungan tube harus dibuat dan diperiksa agar tidak mengalami kebocoran.

5. Front dan rear smoke box

Smoke box mengarahkan gas pembakaran menuju lintasan berikutnya dan chimney. Pintu smoke box memberikan akses untuk pemeriksaan dan pembersihan pipa.

6. Burner

Burner mencampurkan bahan bakar dan udara, melakukan ignition, mendeteksi nyala api, serta mengatur kapasitas pembakaran.

7. Feed water pump

Pompa air umpan memasukkan air menuju boiler pada tekanan yang lebih tinggi daripada tekanan operasi boiler.

8. Feed water tank

Feed water tank menampung air hasil water treatment dan kondensat yang kembali dari proses.

9. Level gauge glass

Level gauge glass memberikan indikasi visual level air kepada operator.

10. Water level controller

Water level controller mengatur pompa air umpan dan menjaga level air tetap berada pada rentang aman.

11. Low-water cut-off

Perangkat ini menghentikan burner secara otomatis apabila level air turun melewati batas keselamatan.

12. Pressure gauge

Pressure gauge menunjukkan tekanan uap aktual di dalam boiler.

13. Pressure switch dan transmitter

Pressure switch mengendalikan batas start-stop, sedangkan pressure transmitter memberikan sinyal kontinu untuk burner modulating atau PLC.

14. Safety valve

Safety valve melepaskan uap ketika tekanan melebihi set pressure. Kapasitas pelepasannya harus mencukupi produksi uap maksimum boiler.

15. Main steam valve

Main steam valve mengatur aliran uap dari boiler menuju steam header atau mesin produksi.

16. Check valve

Check valve mencegah aliran balik pada jalur feed water dan bagian sistem lainnya.

17. Blowdown valve

Blowdown valve membuang endapan dan air dengan konsentrasi zat terlarut tinggi dari dalam boiler.

18. Control panel

Panel mengontrol burner, pompa, tekanan, level air, alarm, dan sistem interlock boiler.

19. Insulation dan cladding

Insulation mengurangi kehilangan panas dari badan boiler. Cladding melindungi insulasi sekaligus merapikan permukaan luar unit.

20. Chimney

Chimney membuang gas pembakaran ke atmosfer. Diameter dan tinggi chimney harus dihitung berdasarkan volume gas buang, kapasitas burner, pressure drop, dan kondisi lokasi.

Sistem Keselamatan Boiler

Steam boiler 2,5 ton harus dilengkapi perangkat pengaman yang berfungsi otomatis, seperti:

  • Safety valve
  • Low-water cut-off
  • High-pressure limit
  • Flame failure protection
  • Air pressure switch
  • Low fuel pressure switch
  • High gas pressure switch
  • Emergency stop
  • Motor overload protection
  • Feed water pump interlock
  • Burner lockout
  • Alarm level air dan tekanan

Seluruh perangkat keselamatan harus diuji ketika commissioning dan diperiksa secara berkala selama boiler digunakan.

Pentingnya Water Treatment

Air umpan yang tidak memenuhi persyaratan dapat menyebabkan kerak dan korosi. Kerak menghambat perpindahan panas sehingga konsumsi bahan bakar meningkat dan temperatur tube menjadi terlalu tinggi.

Sistem water treatment dapat terdiri dari:

  • Sand filter
  • Carbon filter
  • Water softener
  • Reverse osmosis
  • Chemical dosing
  • Feed water tank
  • Deaerator
  • Condensate return

Konfigurasi pengolahan air harus ditentukan berdasarkan hasil analisis air baku dan kondisi air boiler yang disyaratkan.

Keunggulan Steam Boiler IMB–Winskettel

Beberapa keunggulannya meliputi:

  • Kapasitas uap hingga 2.500 kg/jam
  • Tekanan kerja dapat disesuaikan
  • Cocok untuk operasi industri berkelanjutan
  • Tekanan uap relatif stabil
  • Pilihan bahan bakar fleksibel
  • Dapat menggunakan burner modulating
  • Panel kontrol otomatis
  • Komponen keselamatan lengkap
  • Dukungan instalasi dan commissioning
  • Perawatan serta spare part lebih mudah
  • Dapat dilengkapi economizer
  • Dukungan teknis dari tim lokal

Kesimpulan

Steam Boiler Winskettel 2,5 Ton merupakan pilihan untuk industri yang membutuhkan suplai uap hingga 2.500 kg/jam. Konstruksi horizontal fire tube memberikan cadangan air dan uap yang cukup besar sehingga tekanan dapat dipertahankan dengan stabil selama proses produksi.

Boiler dapat menggunakan bahan bakar gas, LPG, solar, atau dual fuel. Penggunaan burner modulating membantu kapasitas pembakaran mengikuti perubahan kebutuhan uap sekaligus mengurangi frekuensi start dan stop.

Kapasitas burner, tekanan kerja, konsumsi bahan bakar, material, sistem keselamatan, dan kelengkapan instalasi harus ditentukan berdasarkan data proses pelanggan. Perhitungan yang tepat akan membantu boiler menghasilkan uap secara aman, stabil, dan efisien.

PT Indira Mitra Boiler menyediakan layanan konsultasi, fabrikasi, pengadaan, instalasi, commissioning, perawatan, dan penyediaan spare part untuk Steam Boiler IMB–Winskettel serta berbagai sistem boiler industri.

Komponen Utama Boiler IDM Winsketel

Ada pun beberapa komponen yang harus di miliki saat mengoprasikan boiler IDM– Winsketel 2.500 KG :

Control Panel Boiler :
Panel control ini berfungsi untuk mengendalikan sitem on of dan memberi sinyal dari komponen satu dan lainya. tujuan sistem kontrol pada boiler adalah agar produk steam yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang dikehendaki sambil tetap menjaga agar boiler dapat beroperasi dengan efisien dan aman

Tangki Air harian :
Tangki ini merupan alat penampung air harian untuk boiler dimna saat boiler memerlukan air suplai kontinew tangki harian ini yang backup.

Pompa Air harian :
Pompa air boiler berfungsi untuk meneyedot dan mendorong aliran air harian dari tangki ke dalam boiler

Burner/kompor :
Burner merupakan atal kompor pembakaran yang berfungsi untuk mengabutkan bahan bakar dan mencampurnya dengan udara kemudian hasil dari pebakaran burner untuk memanaskan pipa air di dlam boiler. untuk bahan baku burner bisa menggunakan bahan bakar Gas, solar, Oli bekas.

Water softener:
Softener adalah alat merubah air yang bersifat keras (Hard Water) menjadi Air Lunak (Soft Water), fungsi dari water softener sendiri adalah menurunkan tingkat konsentrasi kalsium, Magnesium, dan ion lainnya yang mempunyai sifat Hard Water,

Chemical dosing Pump :
chemical dosing adalah pompa yang dirancang untuk memompa laju aliran bahan kimia ke dalam aliran air.

Safey Valve :
Safety Valve pada Boiler adalah untuk membuang tekanan uap yang berlebih pada komponen Boiler ( Superheater dan Boiler Steam Drum ) guna mencegah kerusakan pada komponen Boiler.

Lavel Air Glass  :
Water level Glass berfungsi untuk melihat level permukaan air pada proper boiler. Ketika air boiler berkurang dan menambah akan keliatan di permukaan lavel air ini.

Steam Header ;
Alat Ini berfungsi menerima uap dan pembagi uap ke beberpa line untuk tekanan (maksimum 20 bar) boiler dan menahannya dibawah tekanan.

Cerobong/ Chimney :
Cerobong asap adalah struktur untuk ventilasi panas gas buang atau asap dari boiler, kompor, tungku atau perapian ke luar atmosfer.

 

Spesifikasi Boiler 2.5 Ton

Adapun sepesifikasi dan size boiler 2.5 TPH mrek IDM- Winsketel sebagai berikut:

Kapasitas : 2500 kg/jam
Merk : IDM2500
Type : WATER TUBE VERTICAL
Tekanan Kerja : 10 Kg/cm2
Bahan Bakar Boiler : Gas PGN (40-200 Nm3/h)
Water content : 250 L/ 5 menit
Effisiensi : 93% +- Economizer
Total Power : 3 Kw

DIMENSI BOILER 2.5 TON VERTIKAL

Panjang: mm 2200

Diameter: mm 2200

Tinggi H: mm 3300

 

DIMENSI BOILER 2.5 TON HORIZONTAL

Panjang: mm 3900

Lebar : mm 1600

Tinggi : mm 1900

 

DATA TEKNIS UMUM

Koneksi Chimney: OD 480 mm

Otlet Steam : DN 65

Standar Flange otlet : PN 16

koneksi safety valve : DN 32X65

Standar falange safety : PN 16/ 40

Koneksi gas bumi: 2 1/2”G

Saluran masuk air umpan: 1 1/2”G

Total v olume: 2500 L

Diameter pipa tube: OD 60,3 mm

Permukaan pemanas: 24  m2

Berat kosong: 3200 Kg

 

Steam Boiler Winsketel 2,5 Ton/Jam

Steam Boiler Winsketel 2,5 Ton merupakan peralatan bejana tekan yang berfungsi menghasilkan uap hingga 2.500 kg per jam pada kondisi desain. Uap tersebut dapat digunakan sebagai media pemanas, sterilisasi, pengeringan, perebusan, dan berbagai proses produksi industri.

Steam boiler berkapasitas 2,5 ton/jam banyak digunakan pada:

  • Industri makanan dan minuman
  • Pabrik farmasi
  • Industri kosmetik
  • Hotel dan rumah sakit
  • Laundry industri
  • Industri tekstil dan garmen
  • Pabrik pengolahan kayu
  • Industri kimia
  • Industri pakan ternak
  • Pabrik kertas dan kemasan

PT Indira Mitra Boiler menyediakan pilihan IMB Boiler dan Winsketel Boiler untuk memenuhi kebutuhan uap industri. Setiap unit harus dirancang, difabrikasi, diperiksa, dan diuji berdasarkan standar desain serta ketentuan bejana tekan yang digunakan dalam proyek.

Dokumen sertifikat, laporan pengujian, dan izin pemakaian harus disesuaikan dengan lingkup pengadaan serta pemeriksaan instansi berwenang. Detail tersebut perlu dicantumkan dengan jelas dalam penawaran teknis.

Spesifikasi Steam Boiler 2,5 Ton/Jam

Berikut merupakan contoh data teknis awal untuk Steam Boiler IMB–Winsketel kapasitas 2.500 kg/jam:

ParameterSpesifikasi
Kapasitas produksi uap2.500 kg/jam
Tipe boilerHorizontal fire tube
Tekanan kerja10 kg/cm² atau sesuai desain
Bahan bakarGas, LPG, solar, atau dual fuel
Sistem burnerTwo-stage atau modulating
Sistem operasiOtomatis
Posisi boilerHorizontal
AplikasiUap proses industri
Panel kontrolElectrical control panel/PLC
KelengkapanValve, instrumentasi dan sistem keselamatan

Kapasitas 2.500 kg/jam merupakan kapasitas nominal. Produksi uap aktual dipengaruhi oleh tekanan operasi, temperatur air umpan, kualitas bahan bakar, kondisi permukaan pemanas, blowdown, dan efisiensi boiler.

Prinsip Kerja Fire Tube Boiler Winsketel

Pada fire tube boiler, gas panas hasil pembakaran burner mengalir melalui furnace dan pipa-pipa api. Air berada di sekeliling pipa tersebut di dalam badan boiler.

Prosesnya berlangsung sebagai berikut:

  1. Burner melakukan pre-purge pada ruang bakar.
  2. Sistem ignition menyalakan bahan bakar.
  3. Api dan gas panas melewati furnace.
  4. Gas pembakaran mengalir melalui pipa api.
  5. Panas berpindah melalui dinding pipa menuju air.
  6. Air mencapai temperatur saturasi dan berubah menjadi uap.
  7. Uap terkumpul pada steam space.
  8. Uap dialirkan melalui main steam valve menuju proses.
  9. Gas buang dikeluarkan melalui smoke box dan chimney.

Volume air yang relatif besar membuat fire tube boiler mempunyai cadangan energi dan uap yang baik. Karakter ini membantu menjaga tekanan ketika terjadi perubahan kebutuhan uap dalam waktu singkat.

Komponen Utama Boiler IMB–Winsketel 2,5 Ton

1. Boiler pressure vessel

Boiler pressure vessel merupakan badan utama yang menampung air dan uap. Material, ketebalan, sambungan pengelasan, dan konstruksinya harus mengikuti perhitungan desain.

2. Furnace atau corrugated furnace

Furnace menjadi ruang utama pembakaran. Diameternya harus sesuai dengan dimensi nyala api burner agar tidak terjadi flame impingement pada dinding furnace.

Penggunaan corrugated furnace pada desain tertentu membantu meningkatkan fleksibilitas terhadap pemuaian termal serta memperluas permukaan perpindahan panas.

3. Fire tube

Fire tube mengalirkan gas panas melalui badan boiler. Panas dari gas pembakaran dipindahkan menuju air melalui dinding tube.

Jumlah, diameter, panjang, dan ketebalan tube ditentukan berdasarkan perhitungan perpindahan panas dan kekuatan material.

4. Front dan rear smoke box

Smoke box mengarahkan aliran gas pembakaran dari satu jalur menuju jalur berikutnya sebelum dikeluarkan ke chimney.

Pintu smoke box perlu dirancang agar dapat dibuka untuk pemeriksaan dan pembersihan pipa api.

5. Burner

Burner menyediakan panas untuk menghasilkan uap. Pilihannya dapat berupa:

  • Gas burner
  • LPG burner
  • Diesel atau solar burner
  • Dual fuel burner

Untuk boiler 2,5 ton/jam, burner two-stage atau modulating lebih disarankan agar kapasitas pembakaran dapat mengikuti perubahan beban uap.

6. Feed water pump

Pompa air umpan memasukkan air ke boiler. Kapasitas dan discharge pressure pompa harus lebih tinggi daripada kebutuhan produksi uap dan tekanan kerja boiler.

Sistem dapat menggunakan dua pompa dengan konfigurasi satu beroperasi dan satu sebagai cadangan.

7. Water level control

Water level controller menjaga ketinggian air pada batas aman. Sistem ini dapat memberikan perintah start-stop pompa atau mengatur feed water control valve secara kontinu.

8. Level gauge glass

Gauge glass memungkinkan operator melihat level air secara langsung. Valve dan saluran penghubung harus diperiksa serta dibersihkan secara berkala.

9. Pressure gauge dan pressure controller

menunjukkan tekanan aktual. Pressure switch atau pressure transmitter mengendalikan kapasitas burner berdasarkan set point tekanan.

10. Safety valve

Safety valve melepaskan uap secara otomatis apabila tekanan melebihi batas yang telah ditetapkan. Kapasitas pelepasannya harus mencukupi kapasitas produksi uap maksimum boiler.

11. Main steam valve

Main steam valve menghubungkan outlet boiler dengan steam header. Pembukaan valve dilakukan secara bertahap untuk menghindari perubahan tekanan mendadak dan water hammer.

12. Blowdown valve

Bottom blowdown digunakan untuk membuang endapan dari bagian bawah boiler. Surface blowdown dapat digunakan untuk mengendalikan TDS air boiler.

13. Control panel

Panel mengatur burner, pompa, alarm, tekanan, level air, dan seluruh sistem interlock. Panel dapat menggunakan sistem relay, PLC, maupun HMI touchscreen.

14. Chimney

Chimney membuang gas hasil pembakaran. Diameter dan tingginya harus dihitung berdasarkan kapasitas burner, volume gas buang, draft, pressure drop, dan kondisi lokasi.

15. Insulation dan cladding

Insulasi mengurangi kehilangan panas melalui permukaan badan boiler. Lapisan cladding melindungi bahan insulasi dan memberikan tampilan luar yang lebih rapi.

Estimasi Kapasitas Burner Boiler 2,5 Ton

Penentuan burner harus menggunakan neraca energi, bukan hanya berdasarkan kapasitas produksi uap.

Sebagai contoh perhitungan awal:

  • Kapasitas uap: 2.500 kg/jam
  • Tekanan kerja: sekitar 10 barg
  • Temperatur air umpan: 80°C
  • Entalpi uap jenuh: sekitar 2.780 kJ/kg
  • Entalpi air umpan: sekitar 335 kJ/kg
  • Efisiensi boiler: 88%

Kebutuhan panas uap:

Quap=2.500×(2.780−335)Q_{\text{uap}} = 2.500 \times (2.780-335) Quap=6.112.500 kJ/jamQ_{\text{uap}} = 6.112.500\ \text{kJ/jam}

Dalam satuan kW:

Quap=6.112.5003.600=1.698 kWQ_{\text{uap}} = \frac{6.112.500}{3.600} = 1.698\ \text{kW}

Input panas burner:

Qburner=1.6980,88=1.930 kWQ_{\text{burner}} = \frac{1.698}{0,88} = 1.930\ \text{kW}

Dengan mempertimbangkan margin desain dan kondisi operasi, burner dapat dipilih pada kisaran sekitar 2.000–2.200 kW. Angka final harus diverifikasi menggunakan data teknis boiler, tekanan aktual, temperatur air umpan, efisiensi yang dijamin, dan karakteristik bahan bakar.

Estimasi Konsumsi Bahan Bakar

Konsumsi solar

Apabila burner membutuhkan input panas 1.930 kW dan nilai kalor solar diasumsikan sekitar 10 kWh/liter:

Konsumsi solar=1.93010=193 liter/jam\text{Konsumsi solar} = \frac{1.930}{10} = 193\ \text{liter/jam}

Konsumsi awal diperkirakan sekitar 190–210 liter per jam pada beban penuh. Nilai aktual dipengaruhi oleh nilai kalor bahan bakar, efisiensi boiler, temperatur feed water, serta pengaturan burner.

Konsumsi natural gas

Apabila nilai kalor gas diasumsikan sekitar 9,5–10,5 kWh/Nm³, konsumsi dapat diperkirakan:

Konsumsi gas=1.93010=193 Nm3/jam\text{Konsumsi gas} = \frac{1.930}{10} = 193\ \text{Nm}^3/\text{jam}

Estimasi awalnya sekitar 185–205 Nm³/jam pada beban penuh. Perhitungan final harus menggunakan nilai kalor gas dari pemasok.

Studi Banding IMB Boiler dan Winsketel Boiler

Pemilihan boiler tidak sebaiknya hanya berdasarkan nama merek. Pengguna perlu membandingkan konstruksi, material, kapasitas, efisiensi, dukungan teknis, dan kelengkapan dokumennya.

AspekIMB BoilerWinsketel Boiler
Kategori produkBoiler lokal/fabrikasi sesuai pesananBoiler berdasarkan merek dan model yang ditawarkan
KapasitasDapat disesuaikan kebutuhan proyekMengikuti tipe dan spesifikasi unit
DesainVertical water tube atau horizontal fire tubeUmumnya dibandingkan pada fire tube horizontal
Bahan bakarGas, LPG, solar, dan dual fuelMengikuti konfigurasi burner
Sistem burnerOne-stage hingga modulatingMengikuti spesifikasi pengadaan
Sistem kontrolRelay, PLC, atau HMIMengikuti model dan pilihan panel
ModifikasiRelatif fleksibelHarus mengikuti konstruksi unit
Spare partDapat memilih komponen umumBergantung komponen pada unit
Dukungan teknisTim lokal PT Indira Mitra BoilerMelalui penyedia atau teknisi terkait
DokumenMengikuti kontrak dan lingkup pengadaanHarus diverifikasi pada setiap unit
AplikasiDapat dirancang sesuai prosesMengikuti spesifikasi model

Sebelum membeli, pelanggan harus meminta technical data sheet lengkap, drawing, daftar komponen, konsumsi bahan bakar, material certificate, laporan pengujian, serta lingkup sertifikasi yang tersedia.

Studi Banding Fire Tube dan Water Tube 2,5 Ton

Kapasitas 2.500 kg/jam dapat menggunakan konstruksi fire tube atau water tube, tergantung tekanan dan pola operasi.

ParameterHorizontal Fire TubeVertical Water Tube
Volume airLebih besarLebih rendah
Waktu pemanasanRelatif lebih lamaRelatif lebih cepat
Stabilitas tekananSangat baikMemerlukan kontrol responsif
Cadangan uapLebih besarLebih terbatas
Area instalasiMemanjangLebih hemat area lantai
Respons bebanStabilCepat
Sistem modularKurang fleksibelLebih mudah
Kebutuhan kontrol levelPentingSangat kritis
AplikasiBeban kontinuBeban berubah dan ruang terbatas
Perawatan tubeRelatif mudah diaksesBergantung susunan pipa

Untuk pabrik yang beroperasi 24 jam dengan kebutuhan uap relatif stabil, fire tube boiler dapat menjadi pilihan tepat. Untuk fasilitas dengan ruang terbatas, kebutuhan start cepat, atau sistem beberapa boiler paralel, vertical water tube dapat dipertimbangkan.

Studi Kasus Pabrik Makanan

Sebuah pabrik makanan mempunyai beberapa pengguna uap:

PeralatanKebutuhan uap
Cooker pertama600 kg/jam
Cooker kedua500 kg/jam
Sterilizer450 kg/jam
Hot water tank300 kg/jam
Cleaning system250 kg/jam
Kehilangan dan margin300 kg/jam
Total2.400 kg/jam

Berdasarkan data tersebut, boiler 2.500 kg/jam berada sangat dekat dengan kebutuhan maksimum. Apabila seluruh mesin dapat beroperasi bersamaan, kapasitas cadangan hanya sekitar 100 kg/jam atau 4%.

Dalam kondisi tersebut, beberapa pilihan dapat dipertimbangkan:

  1. Menggunakan boiler 3.000 kg/jam.
  2. Mengatur jadwal operasi mesin agar tidak seluruhnya bekerja bersamaan.
  3. Menggunakan boiler 2.500 kg/jam ditambah satu boiler kecil sebagai unit trim.
  4. Meningkatkan pengembalian kondensat dan memperbaiki efisiensi distribusi.

Pemilihan final harus mempertimbangkan faktor simultan dan rencana penambahan produksi.

Efisiensi Boiler 2,5 Ton

Efisiensi boiler dipengaruhi oleh:

  • Desain furnace dan fire tube
  • Jumlah pass gas buang
  • Temperatur air umpan
  • Pengembalian kondensat
  • Excess air pembakaran
  • Temperatur gas buang
  • Kebersihan permukaan pemanas
  • Kualitas air boiler
  • Persentase blowdown
  • Kondisi insulasi
  • Pola beban
  • Sistem kontrol burner

Pemasangan economizer dapat meningkatkan efisiensi dengan memanfaatkan panas gas buang untuk memanaskan feed water. Kelayakannya harus dinilai berdasarkan temperatur stack, bahan bakar, risiko kondensasi, dan biaya investasi.

Sistem Keselamatan Steam Boiler

Boiler 2,5 ton harus dilengkapi sistem keselamatan dan interlock yang bekerja otomatis, antara lain:

  • Low-water cut-off
  • High-pressure cut-off
  • Safety valve
  • Flame failure protection
  • Low fuel pressure trip
  • High fuel pressure trip untuk gas
  • Fan failure protection
  • Air pressure switch
  • Emergency stop
  • Feed water pump protection
  • Alarm level air
  • Alarm tekanan
  • Burner lockout

Seluruh fungsi keselamatan harus diuji ketika commissioning serta diperiksa kembali secara berkala.

Data yang Dibutuhkan untuk Penawaran

Untuk menentukan spesifikasi dan harga Steam Boiler Winsketel 2,5 ton, pelanggan perlu memberikan:

  • Jenis industri
  • Kebutuhan uap rata-rata dan maksimum
  • Tekanan kerja
  • Jam operasi per hari
  • Temperatur air umpan
  • Persentase condensate return
  • Jenis bahan bakar
  • Tekanan dan nilai kalor gas
  • Lokasi pemasangan
  • Ukuran ruang boiler
  • Tinggi chimney yang tersedia
  • Lingkup instalasi
  • Kebutuhan sertifikasi
  • Rencana peningkatan produksi

Kesimpulan

Steam Boiler Winsketel 2,5 Ton cocok untuk industri dengan kebutuhan uap hingga 2.500 kg/jam. Konstruksi horizontal fire tube menawarkan cadangan air dan uap yang besar sehingga mampu menjaga tekanan relatif stabil pada proses produksi berkelanjutan.

Untuk tekanan sekitar 10 barg dan temperatur air umpan 80°C, kebutuhan burner diperkirakan sekitar 2.000–2.200 kW, dengan konsumsi awal sekitar 190–210 liter solar per jam atau 185–205 Nm³ natural gas per jam pada beban penuh. Semua angka harus diverifikasi melalui data desain dan kondisi operasi aktual.

Studi banding antara IMB Boiler, Winsketel Boiler, fire tube, dan water tube perlu dilakukan berdasarkan spesifikasi teknis, kualitas material, efisiensi, sistem kontrol, dokumen, pelayanan purnajual, serta total biaya operasi sepanjang umur boiler.

Sekian artikel mengenai pemabahasan spesifikasi Steam Boiler 2.5 ton /jam yang di produksi oleh Pt IDM, Kami juga dapat membuat kapasitas dan jenis Boiler yang sesuai dengan kebutuhan Custemer. Info lebih lanjut dapat menghubungi kami

Kontak Kami :

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top