Agen Oli HTO Pana Oil (Heat Transfer Oil)
Suatu pabrik industri yang di dalam nya menggunakan mesin pasti tidak jauh dari oli pelumas atau oli transfer, biasanya mesin yang sangat sering kita jumpai di industri adalah mesin boiler oil /thermal oil heater, dimana mesin berfungsi untuk penghantar panas ke suatu produk atau instrumen lain yang di perlukan di pabrik, oli transfer adalah media utama dari thermal oil boiler yang bekerja menghantarkan hawa panas dengan sistem sirkualsi menggunakan media oli HTO yang mampu menahan hawa panas 320 drajat selsius dari suhu normal.
Tokomesinku adalah perusahaan company yang memegang, mengembangkan, dan memasarkan oli HTO PanaOIL, pelumas otomotif dan industri. Tidak hanya itu, perusahaan kami juga memiliki suplai base oil terbaik dan aditif kelas dunia seperti Infineum, Lubrizol, dan Oronite untuk PanaOIL, sehingga mudah bagi kami untuk menyediakan produk berkualitas terbaik dalam kuantitas yang besar. dalam pelaksanaan produksi dan pengembangan produknya, PanaOIL bekerja sama dengan salah satu Lube Oil Blending Plant (LOBP) terbesar di Indonesia.
Heat Transfer Oil PanaOIL HITERM 300 Oli Thermal untuk Thermal Oil Heater Industri
PanaOIL HITERM 300 adalah mineral oil based heat transfer fluid yang diformulasikan untuk sistem perpindahan panas tertutup (closed-loop heat transfer system) yang menggunakan oli mineral sebagai media penghantar panas.
HITERM 300 dirancang dengan base oil pilihan dan memiliki karakteristik stabilitas oksidasi yang baik untuk berbagai kebutuhan viskositas dan kondisi temperatur operasi. PanaOIL sendiri mencantumkan HITERM 300 dalam kategori Heat Transfer Oil pada produk industri mereka.
Untuk aplikasi Thermal Oil Heater, pemilihan oli transfer panas harus disesuaikan dengan temperatur operasi, desain heater, laju sirkulasi, temperatur film, serta rekomendasi teknis dari produsen thermal oil.
Spesifikasi dan Karakteristik PanaOIL HITERM 300
HITERM 300 memiliki beberapa karakteristik yang penting untuk sistem thermal oil, antara lain:
- Mineral oil based heat transfer fluid
- Good oxidation stability
- Cocok untuk sistem perpindahan panas tertutup
- Perlindungan terhadap karat dan korosi
- Kemampuan filtrasi yang baik
- Membantu mengurangi kecenderungan pembentukan sludge
- Low foaming characteristic
- Cocok untuk aplikasi thermal oil dengan temperatur tinggi
PanaOIL menyediakan Technical Data Sheet (TDS) untuk HITERM 300 sebagai acuan teknis produk. Karena itu, pemilihan dan penggunaan oli sebaiknya tetap mengacu pada TDS serta kondisi aktual sistem Thermal Oil Heater.
Temperatur Operasi HITERM 300
Untuk aplikasi HITERM 300, terdapat dua parameter temperatur yang penting dibedakan:
Maximum Outlet Temperature
300°C
Maximum Boiler Wall Temperature
320°C
Kedua angka tersebut tidak boleh dianggap sama dengan temperatur operasi normal sistem.
Dalam desain Thermal Oil Heater, temperatur bulk/outlet oil dan temperatur film atau wall temperature merupakan parameter yang berbeda.
Temperatur dinding heating coil dapat lebih tinggi daripada temperatur thermal oil yang terbaca pada outlet.
Oleh karena itu, burner, heating coil, flow rate, dan sistem kontrol temperatur harus dirancang agar temperatur film tetap berada dalam batas yang aman untuk thermal oil.
Prinsip Kerja Heat Transfer Oil pada Thermal Oil Heater
Sistem Thermal Oil Heater bekerja menggunakan sirkulasi tertutup.
Aliran sederhananya:
Thermal Oil Heater → Hot Oil → Thermal Oil Pump → Heat User → Return Oil → Thermal Oil Heater
Pertama, HITERM 300 di dalam sistem dipanaskan oleh burner.
Setelah mencapai temperatur yang diperlukan, thermal oil dipompa menuju equipment proses.
Panas kemudian ditransfer dari thermal oil menuju produk atau equipment.
Setelah panas digunakan, thermal oil kembali menuju heater untuk dipanaskan kembali.
Proses ini berlangsung secara kontinu.
Keuntungan Sistem Thermal Oil Menggunakan HTO
Penggunaan Heat Transfer Oil memberikan beberapa keuntungan untuk proses industri yang membutuhkan temperatur tinggi.
1. Sistem Closed Loop
Thermal oil bersirkulasi dalam sistem tertutup sehingga media panas dapat digunakan secara berulang.
2. Temperatur Tinggi
Thermal oil dapat digunakan untuk proses pemanasan temperatur tinggi tanpa menggunakan sistem steam bertekanan tinggi seperti pada boiler uap.
3. Kontrol Temperatur
Temperatur proses dapat dikontrol melalui kombinasi:
- Burner
- Temperature controller
- Thermal oil pump
- Flow control
- Expansion tank
- Control valve
4. Cocok untuk Proses Continuous
Sistem thermal oil banyak digunakan pada proses industri yang membutuhkan suplai panas secara kontinu.
Aplikasi PanaOIL HITERM 300
HITERM 300 dapat dipertimbangkan untuk berbagai aplikasi Heat Transfer Oil System, dengan catatan temperatur dan kondisi operasi harus sesuai dengan spesifikasi teknis produk.
Beberapa contoh aplikasi:
- Thermal Oil Heater
- Asphalt Mixing Plant
- Asphalt Storage Tank
- Bitumen Tank
- Heat Exchanger
- Industrial Dryer
- Industrial Oven
- Food Processing
- Cooking Oil Processing
- Chemical Processing
- Resin Plant
- Textile Industry
- Wood Processing
- Plywood Industry
- Rubber Industry
- Paint Industry
Untuk setiap aplikasi, perlu dilakukan pengecekan terhadap temperatur operasi, volume sistem, flow rate, jenis equipment, dan kondisi thermal oil.
Studi Kasus PanaOIL HITERM 300 pada Thermal Oil Heater
Sebagai contoh, sebuah pabrik menggunakan:
Thermal Oil Heater: 1.000.000 kcal/jam
Sistem digunakan untuk memanaskan proses produksi pada temperatur:
250°C
Thermal oil bersirkulasi melalui:
Heater → Pump → Process Equipment → Return Line → Heater
Dalam kondisi tersebut, thermal oil bekerja secara kontinu dan mengalami siklus pemanasan berulang.
Hal yang harus diperhatikan bukan hanya temperatur outlet, tetapi juga:
- Temperatur return oil
- Temperatur outlet oil
- Temperatur film
- Flow rate
- Pressure
- Expansion tank
- Kondisi heating coil
- Kondisi thermal oil
- Kondisi burner
Mengapa Temperatur Film Penting?
Salah satu kesalahan dalam pengoperasian Thermal Oil Heater adalah hanya melihat temperatur pada thermometer outlet.
Sebagai contoh:
Outlet thermal oil = 250°C
Namun temperatur permukaan heating coil dapat lebih tinggi.
Jika sirkulasi thermal oil tidak mencukupi, panas yang diterima permukaan coil dapat menjadi terlalu tinggi.
Akibatnya thermal oil dapat mengalami percepatan degradasi.
Karena itu:
Heat transfer oil + burner + circulation pump + heating coil
harus dianggap sebagai satu sistem.
Bukan sebagai komponen yang berdiri sendiri.
Perlindungan Terhadap Oksidasi
Thermal oil bekerja pada temperatur tinggi dan dapat mengalami oksidasi apabila bersentuhan dengan oksigen, terutama pada bagian sistem yang memungkinkan kontak dengan udara.
Oksidasi dapat menghasilkan produk degradasi yang berpotensi memengaruhi performa thermal oil.
Karena itu desain sistem harus memperhatikan:
- Expansion tank
- Head space
- Temperatur
- Sirkulasi
- Venting
- Kondisi thermal oil
HITERM 300 sendiri dipasarkan PanaOIL dengan karakteristik good oxidation stability.
Perlindungan Karat dan Korosi
Korosi pada sistem thermal oil dapat menyebabkan masalah pada:
- Piping
- Heating coil
- Heat exchanger
- Tank
- Pump
- Valve
Karena itu karakteristik perlindungan terhadap karat dan korosi merupakan salah satu pertimbangan dalam pemilihan thermal oil.
Namun kondisi sistem tetap harus dijaga karena kontaminasi air, udara, atau material asing dapat mempengaruhi kondisi fluida dan equipment.
Kemampuan Filtrasi dan Pengendalian Sludge
Sistem thermal oil dapat menggunakan filter untuk membantu menjaga kebersihan fluida.
Kemampuan filtrasi yang baik membantu proses maintenance dan menjaga kebersihan sistem.
Selain itu, pengendalian pembentukan sludge penting karena deposit dapat menempel pada permukaan heating coil.
Deposit yang berlebihan dapat meningkatkan thermal resistance.
Akibatnya:
Burner bekerja lebih lama → konsumsi bahan bakar meningkat → heat transfer menurun.
Karena itu, kondisi thermal oil perlu dipantau secara berkala.
PanaOIL HITERM 300 vs Oli Mesin Biasa
HTO tidak sama dengan oli pelumas mesin.
| Parameter | HTO HITERM 300 | Oli Mesin |
|---|---|---|
| Fungsi utama | Transfer panas | Lubrikasi |
| Sistem | Closed-loop thermal system | Engine/mechanical system |
| Fokus desain | Heat transfer & thermal stability | Wear protection |
| Aplikasi | Thermal Oil Heater | Engine |
| Temperatur operasi | Dirancang untuk aplikasi thermal | Tergantung spesifikasi |
| Sirkulasi | Thermal oil pump | Oil pump |
| Tujuan utama | Memindahkan panas | Mengurangi friction/wear |
Karena fungsi dan karakteristiknya berbeda, oli mesin tidak boleh dipilih sebagai pengganti Heat Transfer Oil hanya berdasarkan viskositasnya.
Cara Menentukan Kebutuhan Oli Thermal
Jumlah HTO yang dibutuhkan tidak dapat ditentukan hanya dari kapasitas burner.
Yang harus diketahui adalah volume seluruh sistem.
Contohnya:
| Komponen | Volume |
|---|---|
| Heating Coil | 150 L |
| Piping | 200 L |
| Heat Exchanger | 250 L |
| Process Equipment | 300 L |
| Pump & Accessories | 50 L |
| Total | 950 L |
Maka volume internal sistem sekitar:
950 liter
Namun volume pembelian dan filling aktual harus ditentukan berdasarkan desain sistem, expansion tank, prosedur pengisian, dan rekomendasi teknis.
Maintenance PanaOIL HITERM 300
Untuk menjaga performa thermal oil, lakukan pemeriksaan secara berkala.
Pemeriksaan Harian
- Temperatur supply
- Temperatur return
- Pressure
- Flow
- Level expansion tank
- Kondisi pump
- Kondisi burner
- Kebocoran piping
Pemeriksaan Berkala
- Filter
- Thermal oil pump
- Expansion tank
- Heating coil
- Burner combustion
- Control panel
- Temperature sensor
- Pressure gauge
Oil Analysis
Analisis thermal oil dapat digunakan untuk memantau kondisi fluida.
Parameter yang dapat diperiksa antara lain:
- Viscosity
- Acid number
- Flash point
- Water content
- Insoluble
- Carbon residue
- Low-boiling components
- High-boiling components
Hasil analisis dapat digunakan untuk menentukan apakah thermal oil masih layak digunakan atau memerlukan tindakan maintenance.
Kapan Thermal Oil Harus Diganti?
Jangan menentukan penggantian HTO hanya berdasarkan warna oli.
Thermal oil yang berwarna gelap belum tentu langsung harus diganti.
Sebaliknya, thermal oil yang terlihat masih baik juga belum tentu berada dalam kondisi optimal.
Keputusan penggantian sebaiknya mempertimbangkan:
Oil Analysis + Operating Temperature + Performance + Deposit + Viscosity + Acid Number + Flash Point
Jika hasil analisis menunjukkan degradasi signifikan, maka dapat dilakukan evaluasi untuk:
- Partial replacement.
- Full drain.
- System flushing.
- Cleaning.
- Pengisian HTO baru.
Supplier dan Agen Heat Transfer Oil PanaOIL
PT Indira Mitra Boiler / Tokomesinku dapat melayani kebutuhan Heat Transfer Oil PanaOIL HITERM 300 untuk aplikasi industri.
Kebutuhan dapat disesuaikan dengan:
- Kapasitas Thermal Oil Heater
- Volume sistem
- Temperatur operasi
- Jenis proses
- Jenis burner
- Kapasitas thermal oil pump
- Jumlah piping
- Heat exchanger
- Process equipment
| Color | L 0.5 | ASTM D 1500 | |
| Density @ 15 °C | kg/L | 0.8687 | ASTM D 4052 |
| Kinematic Viscosity @ 40 °C | cSt | 32.5 | ASTM D 445 |
| Kinematic Viscosity @ 100 °C | 5.65 | ||
| Viscosity Index | 114 | ASTM D 2270 | |
| Flash Point (COC) | °C | 228 | ASTM D 92 |
| Pour Point | °C | -15 | ASTM D 97 |
| Sequence I : 24 °C | mL | 0/0 | ASTM D 892 |
| Sequence II : 93.5 °C | 10/0 | ||
| Sequence III : 24 °C after 93.5 °C | 0/0 | ||
| Total Acid Number | mg KOH/g | 0.03 | ASTM D 974 |
| Conradson Carbon Residue | %wt | 0.03 | ASTM D 189 |
| Distillation Range : |
°C |
ASTM D 1160 | |
| Initial Boiling Point | 366.8 | ||
| 5% Distilled | 402.0 | ||
| 10% Distilled | 435.3 | ||
| 95% Distilled | 490.7 | ||
| Final Boiling Point | 501.1 |
Kami percaya bahwa keberhasilan akan lebih mudah dicapai ketika segalanya dilakukan dengan lebih efisien, khususnya dengan menyediakan solusi yang tepat sasaran serta mengimplementasikan manajemen aset dan produktivitas yang baik. Kepuasan maksimum Anda adalah kebanggan kami. Oleh sebab itu, kami akan selalu menyediakan produk dan layanan berkualitas tinggi, tanpa kompromi.
Di PanaOIL, kami semua adalah keluarga. Kami senantiasa menghargai dan membantu satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama karena kami percaya kerja sama yang baik mampu menghasilkan pencapaian yang luar biasa. bagi kami, bekerja dengan tulus, jujur, dan etis adalah hal yang prinsip untuk memastikan segalanya dapat terus-menerus berjalan dengan baik. kami peduli dan berempati dalam mendengarkan dan menyelesaikan permasalahan pelumasan Anda karena kepuasan Anda merupakan sumber semangat kami.
Agen Oli HTO PanaOIL (Heat Transfer Oil) untuk Thermal Oil Heater
Dalam sistem pemanasan industri, pemilihan Heat Transfer Oil (HTO) atau oli transfer panas merupakan salah satu faktor penting yang menentukan stabilitas temperatur, efisiensi perpindahan panas, dan umur operasi Thermal Oil Heater (TOH).
Thermal Oil Heater menggunakan fluida thermal sebagai media penghantar panas. Oli dipanaskan di dalam heater kemudian disirkulasikan menggunakan thermal oil pump menuju equipment atau proses yang membutuhkan panas.
Berbeda dengan sistem steam boiler, sistem thermal oil dapat bekerja pada temperatur tinggi tanpa harus menggunakan tekanan uap yang tinggi. Karena itu, kualitas HTO atau Heat Transfer Oil harus disesuaikan dengan temperatur operasi dan desain sistem.
PanaOIL Heat Transfer Oil dapat digunakan sebagai salah satu pilihan oli transfer panas untuk aplikasi industri yang membutuhkan media thermal dengan temperatur operasi tinggi.
Apa Itu Heat Transfer Oil?
Heat Transfer Oil (HTO) adalah fluida khusus yang dirancang untuk memindahkan energi panas dari heater menuju equipment proses.
Prinsip kerjanya:
Thermal Oil Heater → HTO panas → Thermal Oil Pump → Heat Exchanger/Process Equipment → HTO kembali → Heater
Dalam sistem closed-loop, oli terus bersirkulasi sehingga panas dapat dipindahkan secara kontinu.
Aplikasi thermal oil antara lain:
- Asphalt plant
- Asphalt storage tank
- Bitumen tank
- CPO processing
- Cooking oil processing
- Food processing
- Chemical industry
- Textile industry
- Rubber industry
- Wood processing
- Plywood industry
- Paint industry
- Resin production
- Reactor
- Heat exchanger
- Dryer
- Industrial oven
Studi Kasus Penggunaan HTO pada Thermal Oil Heater
Sebagai contoh, sebuah pabrik menggunakan Thermal Oil Heater kapasitas 1.000.000 kcal/jam untuk memanaskan proses produksi.
Sistem bekerja selama:
10 jam/hari
Temperatur operasi thermal oil:
250°C
Sistem menggunakan:
- Thermal Oil Heater
- Thermal oil pump
- Expansion tank
- Piping
- Heat exchanger
- Control panel
- Heat transfer oil
Dalam kondisi seperti ini, oli thermal tidak hanya harus mampu menghantarkan panas, tetapi juga harus memiliki karakteristik yang sesuai dengan temperatur operasi.
Hal yang harus diperhatikan adalah:
- Temperatur bulk oil.
- Temperatur film oil.
- Kecepatan sirkulasi.
- Pressure drop sistem.
- Kondisi heater coil.
- Expansion tank.
- Kualitas oli.
- Kontaminasi.
- Oksidasi.
- Umur pemakaian thermal oil.
Mengapa Pemilihan HTO Penting?
Thermal oil mengalami siklus pemanasan dan pendinginan secara berulang.
Apabila temperatur operasi terlalu tinggi atau oli tidak sesuai dengan kondisi sistem, dapat terjadi degradasi thermal oil.
Degradasi dapat menyebabkan terbentuknya:
- Sludge
- Carbon deposit
- Oxidation products
- Varnish
- Low-boiling components
- High-boiling components
Deposit pada permukaan heating coil dapat menjadi masalah serius karena menghambat perpindahan panas.
Akibatnya burner harus bekerja lebih lama untuk mencapai temperatur proses yang sama.
Studi Kasus: HTO Lama vs HTO Baru
Misalnya sebuah Thermal Oil Heater mengalami penurunan performa.
Kondisi awal
Temperatur proses yang dibutuhkan:
240°C
Namun operator mulai menemukan:
- Heating time semakin lama.
- Temperatur oil naik lebih lambat.
- Konsumsi bahan bakar meningkat.
- Differential temperature meningkat.
- Thermal oil berwarna semakin gelap.
- Filter lebih cepat kotor.
- Pompa mengalami beban lebih tinggi.
Kondisi tersebut tidak otomatis berarti thermal oil harus langsung diganti.
Perlu dilakukan pemeriksaan terhadap seluruh sistem.
Pemeriksaan Sistem Thermal Oil
Sebelum melakukan penggantian HTO, lakukan pemeriksaan:
1. Thermal Oil Analysis
Sampel oli dapat dianalisis untuk mengetahui kondisi fluida.
Parameter yang dapat diperiksa antara lain:
- Viscosity
- Flash point
- Acid number
- Carbon residue
- Water content
- Insolubles
- Low-boiling fraction
- High-boiling fraction
Hasil analisis digunakan untuk menentukan apakah oli masih layak digunakan atau sudah membutuhkan tindakan lebih lanjut.
2. Pemeriksaan Heating Coil
Deposit pada coil dapat menyebabkan thermal resistance meningkat.
Semakin tebal deposit, semakin sulit panas dari flame diteruskan ke thermal oil.
3. Pemeriksaan Thermal Oil Pump
Sirkulasi harus sesuai dengan desain sistem.
Jika flow terlalu rendah, temperatur film pada coil dapat meningkat walaupun temperatur bulk oil masih terlihat normal.
4. Pemeriksaan Expansion Tank
Expansion tank berfungsi memberikan ruang untuk ekspansi volume thermal oil ketika temperatur meningkat.
Kondisi expansion tank dan level oli harus diperiksa secara berkala.
Studi Banding HTO dengan Media Pemanas Lain
Pemilihan media pemanas harus disesuaikan dengan kebutuhan proses.
| Parameter | Thermal Oil | Steam | Electric Heater |
|---|---|---|---|
| Media | Heat Transfer Oil | Air/Uap | Listrik |
| Sistem | Closed Loop | Boiler + Steam System | Electrical |
| Temperatur tinggi | Sangat sesuai | Sesuai dengan tekanan | Sangat sesuai |
| Tekanan tinggi | Relatif rendah dibanding steam | Tinggi | Tidak menggunakan tekanan fluida |
| Heat transfer | Stabil | Sangat baik | Langsung |
| Kebutuhan boiler | Tidak | Ya | Tidak |
| Pompa sirkulasi | Ya | Tidak untuk steam distribution | Tidak selalu |
| Cocok untuk proses continuous | Sangat cocok | Sangat cocok | Cocok |
| Maintenance | Oil + pump + heater | Boiler + water treatment | Electrical system |
Thermal oil menjadi menarik untuk proses yang membutuhkan temperatur tinggi dan pemanasan tidak langsung dengan sistem sirkulasi tertutup.
Studi Banding PanaOIL dengan HTO Lain
Dalam memilih produk Heat Transfer Oil, sebaiknya tidak hanya membandingkan harga per drum.
Perbandingan harus mempertimbangkan:
- Maximum operating temperature
- Film temperature
- Viscosity
- Thermal stability
- Oxidation stability
- Specific heat
- Thermal conductivity
- Flash point
- Pour point
- Service life
- Availability
- Technical support
- Hasil oil analysis
Dengan demikian, harga pembelian awal bukan satu-satunya indikator biaya sebenarnya.
HTO yang murah tetapi cepat terdegradasi dapat meningkatkan biaya maintenance dan downtime.
Sebaliknya, thermal oil dengan kualitas dan stabilitas yang sesuai dapat membantu memperpanjang interval penggantian dan menjaga performa sistem.
PanaOIL Heat Transfer Oil
PanaOIL merupakan salah satu produk pelumas yang dapat digunakan pada berbagai kebutuhan industri.
Dalam pengembangan produknya, PanaOIL didukung oleh fasilitas blending dan penggunaan base oil serta additive technology yang ditujukan untuk menghasilkan produk pelumas dengan karakteristik yang konsisten.
Untuk aplikasi Heat Transfer Oil, pemilihan grade harus tetap mengacu pada:
Temperatur operasi + temperatur film + desain sistem + rekomendasi technical data sheet.
Jangan menentukan HTO hanya berdasarkan klaim temperatur maksimum.
Contoh Perhitungan Volume HTO
Misalnya sebuah sistem Thermal Oil Heater mempunyai:
- Volume heater coil: 100 liter
- Piping: 150 liter
- Heat exchanger: 200 liter
- Expansion system: 100 liter
- Equipment: 250 liter
Maka estimasi volume sistem:
100 + 150 + 200 + 100 + 250 = 800 liter
Volume pengisian aktual tidak selalu sama dengan volume total maksimum sistem karena expansion tank harus menyediakan ruang ekspansi.
Oleh karena itu, jumlah HTO yang dibutuhkan harus ditentukan berdasarkan:
Volume sistem + expansion allowance + filling requirement
Pengisian sebaiknya dilakukan sesuai prosedur commissioning Thermal Oil Heater.
Studi Kasus Penggantian HTO
Misalnya sebuah pabrik menggunakan thermal oil yang sudah beroperasi selama beberapa tahun.
Hasil pemeriksaan menunjukkan:
- Viscosity berubah signifikan.
- Acid number meningkat.
- Terjadi pembentukan deposit.
- Fraksi ringan meningkat.
- Heat transfer mulai menurun.
Pada kondisi tersebut, perusahaan dapat mempertimbangkan:
Opsi 1 – Tetap Menggunakan Oli Lama
Keuntungan:
- Tidak ada biaya penggantian langsung.
Kekurangan:
- Risiko degradasi berlanjut.
- Efisiensi thermal dapat turun.
- Risiko deposit meningkat.
Opsi 2 – Partial Drain dan Refill
Sebagian oli lama dikeluarkan dan diganti dengan HTO baru.
Metode ini harus mempertimbangkan kompatibilitas dan hasil analisis oli.
Opsi 3 – Full Drain dan Cleaning
Oli lama dikeluarkan, sistem dibersihkan, kemudian diisi dengan thermal oil baru.
Opsi ini dapat dipertimbangkan apabila oli sudah mengalami degradasi berat atau sistem memiliki deposit yang signifikan.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Penggunaan HTO
Beberapa kesalahan yang sering terjadi pada sistem thermal oil antara lain:
1. Menggunakan Oli Biasa sebagai Thermal Oil
Oli mesin biasa tidak otomatis dapat digunakan sebagai Heat Transfer Oil.
HTO dirancang dengan karakteristik yang berbeda untuk aplikasi transfer panas.
2. Mengabaikan Temperatur Film
Operator sering hanya melihat temperatur pada thermometer outlet.
Padahal temperatur film di permukaan heating coil dapat jauh lebih tinggi.
3. Sirkulasi Terlalu Rendah
Flow thermal oil yang rendah dapat meningkatkan temperatur film dan mempercepat degradasi oli.
4. Expansion Tank Tidak Sesuai
Expansion system harus diperhatikan karena volume thermal oil berubah ketika temperatur meningkat.
5. Tidak Melakukan Oil Analysis
Tanpa analisis berkala, operator sulit mengetahui kondisi aktual thermal oil.
Rekomendasi Maintenance HTO
Agar Thermal Oil Heater bekerja optimal, pemeriksaan dapat dilakukan secara berkala.
Daily Check
- Temperatur supply oil
- Temperatur return oil
- Pressure
- Flow
- Expansion tank
- Burner
- Pump
- Kebocoran
Monthly Check
- Filter
- Pump condition
- Burner combustion
- Control system
- Expansion system
- Insulation
Periodic Oil Analysis
Lakukan analisis thermal oil secara berkala sesuai kondisi operasi dan rekomendasi supplier/manufacturer.
Hasil analisis menjadi dasar untuk menentukan apakah HTO masih layak digunakan.
Kesimpulan Studi Kasus HTO PanaOIL
Heat Transfer Oil merupakan komponen penting dalam sistem Thermal Oil Heater. Kualitas HTO berpengaruh terhadap proses perpindahan panas, stabilitas temperatur, efisiensi thermal, dan keandalan sistem.
Dalam memilih PanaOIL Heat Transfer Oil atau produk HTO lainnya, pengguna sebaiknya melakukan studi berdasarkan kondisi aktual sistem, bukan hanya membandingkan harga.
Parameter seperti temperatur operasi, temperatur film, viscosity, thermal stability, oxidation stability, flash point, oil analysis, dan rekomendasi manufacturer perlu menjadi dasar pemilihan.
PT Indira Mitra Boiler / Tokomesinku dapat membantu menyediakan kebutuhan HTO PanaOIL sekaligus memberikan konsultasi berdasarkan aplikasi Thermal Oil Heater, kapasitas heater, temperatur operasi, dan kebutuhan proses industri.
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

