Jual Burner Riello Press 4 G- Solar
Burner ialah sebuah alat yang berfungsi untuk memberikan sumber panas ke suatu mesin atau proses, dengan berkembangnya teknologi dan industri di indonesia suatu proses pembakaran atau pemanasan mesin dengan temperatur tinggi sperti sistem boiler burner sudah memberikan solusi baik untuk kesetabilan dan kecagihan dalam proses pembakaranya, burner meberikan hasil pembakaran dengan sistem otomatis dan simpel serta mampu mencakup pembakaran sekala besar dari sistem pembakaran yang safty dan aman, salah satunya burner riello madein italia yang sudah banyak di oprasikan di beberapa industri .

Burner riello press 4 G adalah salah satu burner keluaran tipe tertinggi dari press G series yang di ikuti dari tipe di bawahnya press Gw, press 2 G, dan press 3 G. dari semua tipe press G sendiri memiliki pembakaran dengan bahan bakar solar yang beroprasi two stage atau 2 nozzle serta mencakup jarak tembak 415/830 ÷ 1660 kW,yang dapat diatur berdasarkan kebutuhan output, memungkinkan kinerja optimal memastikan pembakaran yang baik dan mengurangi konsumsi bahan bakar. Fitur utama dari burner ini adalah keandalannya karena konstruksinya yang sederhana dan kuat, yang memungkinkan pengoperasian tanpa intervensi pemeliharaan tertentu.
Perawatan yang disederhanakan dicapai dengan sistem bilah geser, yang memungkinkan akses mudah ke semua komponen penting dari kepala pembakaran. Semua komponen kelistrikan dengan mudah hanya dapat diakses dengan turun dari panel pelindung, sehingga menjamin yang cepat dan sederhana intervensi pada komponen.
Spesifikasi data Burner
Seri Burner : Riello Press 4G ( Two Stage/ Dua Nozzle Pembakaran )
Jenis Bahan Bakar Burner : Solar/ Light Oil
Rentang Output Burner : 415-1660 kW/ 415.000 kcal – 1.660.000 kcal
Rentang keluaran : 415-1660 kW
Tinggi : 590 mm
Lebar : 675 mm
Kedalaman : 426 mm
Panjang Keseluruhan : 1265 mm
Konsumsi bahan bakar : 35-140 kg per jam ( dapat di setting sesuai kebutuhan )
Persediaan listrik : Fase tunggal, 230V ~ 50Hz
Cataloge Riello Press 4 G

Burner Operation Mode
Dengan operasi dua tahap, file Pembakar PRESS 4G bisa mengikuti beban suhu yang diminta oleh sistem. Rasio modulasi 2: 1 tercapai, berkat “dua nozel” teknik; udaranya disesuaikan dengan posisi ram hidrolik. Pada operasi dua tahap, burner secara bertahap menyesuaikan keluaran ke tingkat yang diminta, dengan memvariasikan antara dua tingkat yang telah ditentukan sebelumnya
Semua burner seri PRESS 4G dilengkapi dengan panel kontrol mikroprosesor baru untuk pengawasan selama operasi terputus-putus. Untuk membantu pekerjaan commissioning dan pemeliharaan, ada dua elemen utama: Tombol reset penguncian adalah elemen operasi pusat untuk mengatur ulang kontrol burner dan untuk mengaktifkan / menonaktifkan fungsi diagnostik. LED multi-warna adalah elemen indikasi utama untuk diagnosis dan antarmuka visual diagnosa. Kedua elemen tersebut terletak di bawah penutup transparan tombol reset penguncian, seperti yang ditunjukkan di bawah ini.
Aplikasikan Burner riello :
Selain burner yang memiliki sistem pembakaran 2 tahap dan menggunakan bahan bakar solar burner ini bisa di gunakan di berbagai aplikasi di antaranya sebagai berikut:
Mesin Tanki Pemanas Asphalt
Tungku Furnace revactory
Peleburan Timah
Mesin hot water Boiler
Mesin Thermal Oil heater
Mesin Rotary Dryer
Incinerator pembakaran sampah
Oven pengering produk
Pemanasan direct dan non direct
Studi Kasus Two Stage Oil Burner untuk Boiler, Furnace & Thermal Oil Heater
Two stage oil burner merupakan burner berbahan bakar light oil atau diesel yang memiliki dua tingkat firing untuk menyesuaikan heat input dengan kebutuhan proses. Sistem ini banyak digunakan pada steam boiler, hot water boiler, thermal oil heater, furnace, oven, dryer, dan industrial heating system.
Berbeda dengan one stage burner yang bekerja pada satu firing rate utama, two stage burner memiliki low fire dan high fire. Sistem ini dapat membantu mengurangi frekuensi burner ON/OFF ketika kebutuhan panas berubah-ubah.
1 – Two Stage Oil Burner pada Steam Boiler
Sebuah perusahaan memiliki steam boiler yang menggunakan diesel/light oil sebagai bahan bakar. Boiler tidak selalu bekerja pada beban maksimum karena kebutuhan steam berubah mengikuti proses produksi.
Misalnya:
Maximum Heat Load: 800 kW
Pada kondisi produksi rendah, kebutuhan panas hanya sekitar:
400 kW
Jika menggunakan burner satu tahap berkapasitas 800 kW, burner cenderung bekerja dengan pola:
ON 100% → OFF → ON 100% → OFF
Pola tersebut dapat menyebabkan frekuensi cycling lebih tinggi.
Dengan two stage oil burner, sistem dapat bekerja:
Stage 1 → ±400 kW
Stage 2 → ±800 kW
Sehingga burner dapat mengikuti perubahan kebutuhan panas dengan lebih baik.
Sistem Instalasi
Fuel Tank
↓
Fuel Filter
↓
Fuel Pump
↓
Two Stage Oil Burner
↓
Combustion Chamber
↓
Steam Boiler
Burner control kemudian mengatur sequence ignition, flame supervision, dan perpindahan firing stage.
2 – Two Stage Burner untuk Thermal Oil Heater
Sebuah thermal oil heater membutuhkan heat input maksimum sekitar:
1.000 kW
Namun pada kondisi normal, proses hanya membutuhkan sekitar:
500–600 kW
Two stage burner dapat digunakan dengan konsep:
Low Fire → ±500 kW
High Fire → ±1.000 kW
Ketika temperatur thermal oil masih rendah, burner bekerja pada firing stage yang lebih tinggi.
Setelah temperatur mendekati set point, burner dapat turun ke Stage 1.
Contoh sequence:
Thermal Oil Temperature Low
↓
Burner Start
↓
Ignition
↓
Stage 1
↓
Heat Demand Increases
↓
Stage 2
↓
Temperature Approaches Set Point
↓
Stage 1
↓
Set Point Reached
↓
Burner Stop
Sistem aktual tetap bergantung pada desain temperature controller dan burner control.
3 – Two Stage Oil Burner untuk Industrial Oven
Sebuah industrial oven membutuhkan temperatur proses 180°C.
Pada saat awal start-up, oven membutuhkan heat input besar karena temperatur chamber masih rendah.
Burner dapat bekerja pada Stage 2 untuk mempercepat proses pemanasan.
Setelah temperatur mendekati set point, burner dapat berpindah ke Stage 1 untuk mempertahankan temperatur.
Kondisi Start-Up
Oven 30°C → 180°C
Heat demand tinggi.
→ Stage 2
Kondisi Holding
Oven ±180°C
Heat loss lebih kecil.
→ Stage 1
Dengan demikian, burner tidak harus terus bekerja pada firing maksimum selama proses holding.
4 – Two Stage Burner untuk Furnace
Pada furnace, pemilihan burner harus memperhatikan combustion chamber volume, flame length, flame diameter, refractory, furnace pressure, dan heat distribution.
Misalnya furnace membutuhkan:
Required Heat Input = 1.500 kW
Burner dipilih dengan kapasitas maksimum sekitar:
1.500–1.700 kW
Dengan two-stage operation:
Stage 1 → Low Fire
Stage 2 → High Fire
Pada saat furnace masih dingin, burner dapat bekerja pada high fire untuk mempercepat heating-up.
Ketika furnace telah mendekati temperatur operasi, burner dapat bekerja pada firing rate yang lebih rendah sesuai control sequence.
5 – Replacement One Stage menjadi Two Stage
Salah satu kasus yang sering terjadi pada equipment existing adalah perusahaan ingin mengganti burner one stage dengan two stage oil burner.
Misalnya burner lama:
One Stage – 600 kW
Kebutuhan proses:
300–600 kW
Dengan two stage burner, sistem dapat dikonfigurasi untuk:
Stage 1 → ±300 kW
Stage 2 → ±600 kW
Namun, replacement tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan kapasitas.
Sebelum penggantian perlu dilakukan pemeriksaan:
- Boiler/furnace heat load
- Combustion chamber
- Burner mounting flange
- Fuel pressure
- Fuel line
- Nozzle
- Combustion air
- Chimney
- Electrical supply
- Burner control
- Flame detector
- Safety interlock
6 – Masalah Flame Tidak Stabil
Dalam sebuah sistem oil burner, operator menemukan flame tidak stabil dan burner beberapa kali mengalami lockout.
Setelah pemeriksaan, beberapa kemungkinan penyebab ditemukan:
Fuel Filter Kotor
↓
Fuel Flow Menurun
↓
Atomization Tidak Optimal
↓
Flame Tidak Stabil
Selain itu, nozzle yang kotor atau tekanan fuel yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan masalah pembakaran.
Solusi maintenance dapat meliputi:
- Cleaning/replacement fuel filter
- Pemeriksaan nozzle
- Pemeriksaan fuel pressure
- Pemeriksaan ignition electrode
- Pemeriksaan photocell
- Pemeriksaan combustion head
- Pemeriksaan combustion air
- Combustion analysis
Setelah burner diperbaiki, teknisi perlu melakukan commissioning dan combustion tuning.
7 – Pemeriksaan Photocell Flame Detection
Photocell merupakan salah satu komponen penting dalam sistem flame supervision oil burner.
Saat ignition:
Fuel + Air → Ignition → Flame
Photocell harus mendeteksi flame.
Jika flame tidak terdeteksi:
Flame Failure → Burner Control → Fuel Valve Close → Lockout
Dalam troubleshooting, photocell perlu diperiksa dari:
- Kondisi sensor
- Posisi sensor
- Kebersihan sensor
- Kabel
- Connector
- Burner control
- Kondisi flame
Photocell yang kotor dapat menyebabkan burner control tidak menerima sinyal flame dengan baik.
8 – Fuel Pump dan Pressure Regulation
Pada oil burner, fuel pump bertugas menyediakan fuel dengan tekanan yang sesuai menuju nozzle.
Contoh sistem:
Fuel Tank
↓
Filter
↓
Gear Pump
↓
Pressure Regulator
↓
Oil Valve
↓
Nozzle
↓
Flame
Jika fuel pressure terlalu rendah, atomization dapat menjadi tidak optimal.
Jika pressure terlalu tinggi, fuel flow dapat melebihi kondisi yang direncanakan.
Karena itu, fuel pressure harus disesuaikan dengan spesifikasi burner dan nozzle.
9 – Air Damper dan Combustion Adjustment
Burner tidak hanya membutuhkan fuel, tetapi juga membutuhkan combustion air yang tepat.
Jika udara terlalu sedikit:
Incomplete Combustion → CO meningkat → Soot → Efficiency turun
Jika udara terlalu banyak:
Excess Air tinggi → Heat Loss melalui Chimney meningkat
Karena itu, teknisi perlu melakukan combustion adjustment dengan mengatur air damper dan fuel sesuai firing rate.
Untuk verifikasi, combustion analyzer dapat digunakan untuk mengukur:
- O₂
- CO₂
- CO
- Flue gas temperature
- Excess air
10 – Preventive Maintenance
Preventive maintenance sangat penting untuk menjaga performa two stage oil burner.
Pemeriksaan Harian
- Flame condition
- Burner sound
- Fuel pressure
- Lockout/alarm
- Operating temperature
Pemeriksaan Berkala
- Fuel filter
- Nozzle
- Ignition electrode
- Photocell
- Fan
- Air damper
- Combustion head
- Fuel pump
- Electrical connection
Combustion Tuning
Setelah maintenance, lakukan pengecekan combustion untuk memastikan burner bekerja dengan kondisi yang sesuai.
Keuntungan Two Stage Oil Burner
Berdasarkan studi kasus tersebut, two stage burner memiliki beberapa keuntungan:
1. Dua Tingkat Firing
Burner dapat bekerja pada low fire dan high fire.
2. Lebih Fleksibel terhadap Perubahan Heat Load
Ketika kebutuhan panas berubah, burner tidak selalu harus bekerja pada kapasitas maksimum.
3. Heating-Up Lebih Cepat
Pada kondisi start-up dengan heat demand tinggi, burner dapat menggunakan Stage 2.
4. Holding Temperature Lebih Stabil
Setelah temperatur mendekati set point, burner dapat menggunakan firing stage yang lebih rendah sesuai sistem kontrol.
5. Maintenance Relatif Mudah
Komponen seperti nozzle, filter, photocell, electrode, pump dan combustion head dapat diperiksa secara berkala.
One Stage vs Two Stage Oil Burner
| Parameter | One Stage | Two Stage |
|---|---|---|
| Firing rate | 1 tingkat | 2 tingkat |
| Low fire | Tidak | Ya |
| High fire | Ya | Ya |
| Kontrol heat load | Sederhana | Lebih fleksibel |
| Start-up heating | Normal | Dapat lebih cepat |
| Holding temperature | ON/OFF | Low/High stage |
| Sistem kontrol | Lebih sederhana | Lebih kompleks |
| Aplikasi | Heat load relatif stabil | Heat load berubah-ubah |
Kesimpulan Studi Kasus
Two stage oil burner cocok dipertimbangkan ketika kebutuhan panas equipment berubah antara kondisi rendah dan tinggi.
Pada steam boiler, thermal oil heater, furnace, oven, dan process heater, sistem two stage dapat memberikan fleksibilitas lebih baik dibandingkan one stage burner.
Namun, pemilihan burner tetap harus berdasarkan:
Heat Load → Burner Capacity → Firing Range → Fuel Pressure → Combustion Chamber → Air Supply → Control System
Selain itu, commissioning dan combustion tuning sangat penting untuk memastikan burner bekerja dengan aman, stabil, dan efisien.
Demikan sekilas pembahasan mengenai burner riello bahan bakar solar, semoga artikel ini bermanfaat. jika ada pertanyaan atau kebutuhan burner kami selaku perusahaan indira mitra boiler juga melayani pembelian unit baru maupun jasa service burner anda dengan pelayanan service yang baik. info lebih lanjut bisa hubungi kontak di bawah ini.
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
