JUAL RIELLO PRESS 4G (BURNER SOLAR)

Jual Burner Riello Press 4 G- Solar

Burner ialah sebuah alat yang berfungsi untuk memberikan sumber panas ke suatu mesin atau proses, dengan berkembangnya teknologi dan industri di indonesia suatu proses pembakaran atau pemanasan mesin dengan temperatur tinggi sperti sistem boiler burner sudah memberikan solusi baik untuk kesetabilan dan kecagihan dalam proses pembakaranya, burner meberikan hasil pembakaran dengan sistem otomatis dan simpel serta mampu mencakup pembakaran sekala besar dari sistem pembakaran yang safty dan aman, salah satunya burner riello madein italia yang sudah banyak di oprasikan di beberapa industri .

RIELLO PRESS 3 G

Burner riello press 4 G adalah salah satu burner keluaran tipe tertinggi dari press G series yang di ikuti dari tipe di bawahnya press Gw, press 2 G, dan press 3 G. dari semua tipe press G sendiri memiliki pembakaran dengan bahan bakar solar yang beroprasi two stage atau 2 nozzle serta mencakup jarak tembak 415/830 ÷ 1660 kW,yang dapat diatur berdasarkan kebutuhan output, memungkinkan kinerja optimal memastikan pembakaran yang baik dan mengurangi konsumsi bahan bakar. Fitur utama dari burner ini adalah keandalannya karena konstruksinya yang sederhana dan kuat, yang memungkinkan pengoperasian tanpa intervensi pemeliharaan tertentu.

Perawatan yang disederhanakan dicapai dengan sistem bilah geser, yang memungkinkan akses mudah ke semua komponen penting dari kepala pembakaran. Semua komponen kelistrikan dengan mudah hanya dapat diakses dengan turun dari panel pelindung, sehingga menjamin yang cepat dan sederhana intervensi pada komponen.

Spesifikasi data Burner

Seri Burner                                          : Riello Press 4G ( Two Stage/ Dua Nozzle Pembakaran )
Jenis Bahan Bakar Burner               : Solar/ Light Oil
Rentang Output Burner                    : 415-1660 kW/ 415.000 kcal – 1.660.000 kcal
Rentang keluaran                               : 415-1660 kW
Tinggi                                                    : 590 mm
Lebar                                                     : 675 mm
Kedalaman                                           : 426 mm
Panjang Keseluruhan                        : 1265 mm
Konsumsi bahan bakar                     : 35-140 kg per jam ( dapat di setting sesuai kebutuhan )
Persediaan listrik                               : Fase tunggal, 230V ~ 50Hz

Cataloge Riello Press 4 G

Burner riello press 4 G

Fitur dan Komponen Pendukung Oil Burner Two Stage

Monoblock forced draught oil burner two stage merupakan burner minyak dengan sistem pembakaran otomatis yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran stabil dan pengaturan kapasitas sesuai kebutuhan proses. Burner jenis ini dapat digunakan pada steam boiler, hot water boiler, thermal oil heater, furnace, oven, dryer, dan industrial heating system.

Burner terdiri dari sistem air supply, combustion head, fuel pump, fuel valve, flame detector, burner control, dan sistem ignition yang bekerja secara terintegrasi.

Komponen Utama Burner

1. Air Suction Circuit

Air suction circuit merupakan jalur masuk udara pembakaran menuju fan.

Bagian ini dilengkapi sound-proofing material untuk membantu mengurangi tingkat kebisingan selama burner beroperasi.

Udara pembakaran kemudian diarahkan menuju fan untuk menghasilkan tekanan dan volume udara yang diperlukan dalam proses combustion.

2. High Performance Fan

Burner menggunakan fan dengan forward-curved blades yang dirancang untuk menghasilkan tekanan dan suplai udara pembakaran yang sesuai.

Fan berfungsi menyediakan udara yang dibutuhkan untuk proses pembakaran fuel.

Kinerja fan sangat penting karena rasio antara fuel dan combustion air akan memengaruhi kualitas pembakaran, flame stability, dan combustion efficiency.

3. Air Damper

Air damper digunakan untuk mengatur jumlah udara yang masuk ke combustion system.

Pengaturan air damper harus disesuaikan dengan firing rate burner agar diperoleh combustion yang baik.

Konsep dasarnya:

Fuel Flow + Air Flow → Proper Combustion → Heat Output

4. Hydraulic Ram

Hydraulic ram digunakan untuk mengontrol posisi air damper.

Komponen ini memungkinkan posisi damper berubah mengikuti kebutuhan operasi burner, khususnya pada sistem two stage operation.

Dengan pengaturan udara yang sesuai, burner dapat menyesuaikan combustion air dengan firing rate.

5. Starting Motor

Motor digunakan untuk menggerakkan fan dan sistem burner.

Spesifikasi electrical motor harus disesuaikan dengan model burner. Konfigurasi dapat menggunakan sistem three-phase 400 V dengan neutral atau konfigurasi electrical lainnya sesuai spesifikasi unit.

Tegangan dan wiring aktual harus selalu mengacu pada nameplate burner dan wiring diagram model yang digunakan.

6. Combustion Head

Combustion head merupakan bagian penting yang menentukan karakteristik flame di dalam combustion chamber.

Posisi combustion head dapat disesuaikan berdasarkan required output burner.

Komponen combustion head antara lain:

Stainless Steel End Cone

End cone menggunakan material stainless steel yang memiliki ketahanan terhadap korosi dan temperatur tinggi.

Ignition Electrodes

Ignition electrode menghasilkan percikan listrik untuk menyalakan campuran fuel dan udara pada saat ignition sequence.

Flame Stability Disk

Flame stability disk membantu mempertahankan kestabilan flame di area combustion head.

Kombinasi antara air flow, fuel spray, ignition, dan flame stability sangat menentukan kualitas pembakaran.

7. Fan Pressure Test Point

Burner dilengkapi fan pressure test point yang dapat digunakan teknisi untuk melakukan pengukuran tekanan udara dari fan.

Data ini berguna saat:

  • Commissioning
  • Burner adjustment
  • Troubleshooting
  • Combustion tuning
  • Preventive maintenance

8. High Pressure Fuel Pump

Sistem fuel menggunakan gear pump untuk menyediakan bahan bakar bertekanan menuju burner.

Pump dilengkapi dengan:

  • Fuel filter
  • Pressure regulator
  • Pressure gauge connection
  • Vacuometer connection
  • Internal bypass untuk single-pipe installation

Fuel pressure harus disesuaikan dengan spesifikasi burner dan nozzle yang digunakan.

9. Fuel Filter

Fuel filter berfungsi menyaring kotoran dari bahan bakar sebelum masuk ke sistem fuel injection.

Filter yang bersih membantu menjaga:

  • Fuel flow
  • Nozzle performance
  • Pump performance
  • Flame stability

Kondisi filter perlu diperiksa secara berkala, terutama apabila kualitas fuel kurang baik.

10. Pressure Regulator

Pressure regulator berfungsi menjaga tekanan fuel pada kondisi yang sesuai dengan kebutuhan burner.

Tekanan fuel yang tidak sesuai dapat menyebabkan perubahan pada:

  • Fuel flow
  • Atomization
  • Flame shape
  • Heat output
  • Combustion stability

11. Vacuometer Connection

Koneksi vacuometer digunakan untuk memeriksa kondisi suction pada fuel pump.

Pengukuran vacuum dapat membantu teknisi mengetahui kemungkinan masalah pada:

Fuel Tank → Fuel Line → Filter → Pump

Misalnya filter tersumbat atau fuel line mengalami restriction.

12. Internal Bypass

Internal bypass tersedia untuk konfigurasi single-pipe fuel installation sesuai desain sistem.

Konfigurasi fuel line harus mengikuti wiring/piping diagram dan instruksi teknis burner yang digunakan.

13. Oil Valve Unit

Valve unit dilengkapi dua delivery oil valves pada output circuit.

Pada burner two-stage, pengaturan fuel delivery dilakukan berdasarkan firing stage sehingga burner dapat beroperasi pada kapasitas yang berbeda sesuai kebutuhan heat load.

Contoh sederhana:

Stage 1 → Low Fire

Stage 2 → High Fire

Sistem ini berbeda dengan fully modulating burner yang dapat mengatur firing rate secara kontinu.

14. Photocell Flame Detection

Photocell digunakan untuk mendeteksi keberadaan flame.

Setelah ignition, burner control memeriksa apakah flame telah terbentuk.

Jika flame tidak terbentuk atau hilang selama operasi, burner control akan menjalankan fungsi safety sesuai sequence sistem.

Ignition → Flame Detection → Normal Operation

Jika flame failure:

Flame Failure → Safety Shutdown / Lockout

15. Microprocessor-Based Flame Control Panel

Burner dilengkapi microprocessor-based flame control panel yang mengatur sequence operasi burner.

Control panel menjalankan fungsi seperti:

  • Burner start
  • Pre-purge
  • Ignition
  • Fuel valve control
  • Flame monitoring
  • Safety shutdown
  • Lockout
  • Diagnostic function

Fungsi diagnostic membantu teknisi melakukan troubleshooting ketika burner mengalami fault.

16. Slide Bars

Slide bars membantu proses pemasangan dan maintenance burner.

Dengan sistem ini, burner dapat ditarik atau digeser dari boiler/furnace mounting position sehingga akses menuju combustion head menjadi lebih mudah.

Hal ini sangat membantu saat melakukan:

  • Nozzle replacement
  • Electrode adjustment
  • Combustion head cleaning
  • Photocell inspection
  • Burner maintenance

17. Radio Interference Protection Filter

Burner dilengkapi protection filter against radio interference untuk membantu mengurangi gangguan elektromagnetik yang dapat terjadi pada sistem electrical burner.

18. IP44 Electrical Protection

Burner memiliki tingkat perlindungan electrical IP44 sesuai konfigurasi unit.

Perlindungan ini berkaitan dengan proteksi enclosure terhadap benda asing dan air sesuai klasifikasi IP.

Standard dan Compliance

Dokumentasi burner mencantumkan kesesuaian terhadap berbagai directive dan standard, termasuk:

  • 89/336/EEC – Electromagnetic Compatibility
  • 73/23/EEC – Low Voltage
  • 92/42/EEC – Performance
  • 98/37/EEC – Machinery
  • EN 267 – Liquid Fuel Burners

Untuk produk yang diproduksi atau dijual saat ini, status sertifikasi dan standar aktual harus diperiksa berdasarkan model, tahun produksi, dan Declaration of Conformity unit.

Standard Equipment

Paket standar burner dapat mencakup:

  • 2 flexible pipes untuk koneksi oil supply
  • 2 gasket untuk flexible pipes
  • 2 nipples untuk koneksi ke pump
  • 4 fixing screws untuk burner flange
  • 1 thermal screen
  • Instruction handbook untuk installation, operation dan maintenance
  • Spare parts catalogue

Kelengkapan aktual harus dikonfirmasi berdasarkan model burner dan paket supply.

Optional Accessories

Beberapa accessories dapat dipesan secara terpisah sesuai kebutuhan instalasi.

Oil Nozzles

Nozzle menentukan pola dan kapasitas spray fuel. Pemilihan nozzle harus sesuai dengan burner output, fuel pressure, dan combustion chamber.

Head Extension Kit

Digunakan apabila diperlukan penyesuaian panjang combustion head terhadap furnace atau boiler.

Head Length Reduction Kit

Digunakan untuk konfigurasi tertentu apabila combustion head perlu disesuaikan dengan kedalaman combustion chamber.

Sound-Proofing Box

Sound-proofing box digunakan untuk membantu mengurangi noise dari burner selama operasi.

Degassing Unit

Degassing unit dapat digunakan untuk membantu menghilangkan udara dari fuel system.

Tersedia konfigurasi dengan atau tanpa filter sesuai kebutuhan sistem.

Air Damper Complete Closure Kit

Accessory ini digunakan untuk konfigurasi tertentu pada air damper, khususnya terkait penutupan jalur udara saat burner tidak beroperasi.

PC Interface Kit

PC interface kit digunakan untuk kebutuhan diagnosis atau komunikasi dengan burner control system apabila didukung oleh model control yang digunakan.

Cara Kerja Burner Two Stage

Secara sederhana, burner two stage bekerja melalui dua tingkat firing:

Call for Heat

Fan Start

Pre-Purge

Ignition

Stage 1 – Low Fire

Flame Detection

Stage 2 – High Fire

Normal Operation

Ketika kebutuhan panas berkurang, burner dapat kembali ke Stage 1 sebelum akhirnya shutdown sesuai signal temperature atau pressure controller.

Keuntungan sistem two-stage adalah burner tidak selalu bekerja pada kapasitas maksimum ketika heat load proses sedang rendah.

Aplikasi Burner Oil Two Stage

Burner jenis ini dapat digunakan pada:

  • Steam boiler
  • Hot water boiler
  • Thermal oil heater
  • Industrial furnace
  • Industrial oven
  • Dryer
  • Process heater
  • Heating chamber
  • Industrial heating system

Untuk boiler, pemilihan kapasitas burner harus mempertimbangkan steam capacity, boiler efficiency, operating pressure, combustion chamber, dan fuel consumption.

Kesimpulan

Monoblock forced draught oil burner two stage merupakan sistem pembakaran yang terdiri dari berbagai komponen yang bekerja secara terintegrasi, mulai dari fan, air damper, hydraulic ram, combustion head, fuel pump, filter, oil valves, photocell, hingga microprocessor-based flame control panel.

Kombinasi komponen tersebut memungkinkan burner melakukan automatic ignition, flame supervision, two-stage firing, combustion air control, dan safety shutdown.

Untuk mendapatkan performa optimal, burner harus dilakukan installation, commissioning, combustion adjustment, dan preventive maintenance sesuai spesifikasi model.

Burner Operation Mode

Dengan operasi dua tahap, file Pembakar PRESS 4G bisa mengikuti beban suhu yang diminta oleh sistem. Rasio modulasi 2: 1 tercapai, berkat “dua nozel” teknik; udaranya disesuaikan dengan posisi ram hidrolik. Pada operasi dua tahap, burner secara bertahap menyesuaikan keluaran ke tingkat yang diminta, dengan memvariasikan antara dua tingkat yang telah ditentukan sebelumnya

Semua burner seri PRESS 4G dilengkapi dengan panel kontrol mikroprosesor baru untuk pengawasan selama operasi terputus-putus. Untuk membantu pekerjaan commissioning dan pemeliharaan, ada dua elemen utama: Tombol reset penguncian adalah elemen operasi pusat untuk mengatur ulang kontrol burner dan untuk mengaktifkan / menonaktifkan fungsi diagnostik. LED multi-warna adalah elemen indikasi utama untuk diagnosis dan antarmuka visual diagnosa. Kedua elemen tersebut terletak di bawah penutup transparan tombol reset penguncian, seperti yang ditunjukkan di bawah ini.

Aplikasikan Burner riello :

Selain  burner yang memiliki sistem pembakaran 2 tahap dan menggunakan bahan bakar solar burner ini bisa di gunakan di berbagai aplikasi di antaranya sebagai berikut:

Mesin Tanki Pemanas Asphalt
Tungku Furnace revactory
Peleburan Timah
Mesin hot water  Boiler
Mesin Thermal Oil heater
Mesin Rotary Dryer
Incinerator pembakaran sampah
Oven pengering produk
Pemanasan direct dan non direct

 

Studi Kasus Two Stage Oil Burner untuk Boiler, Furnace & Thermal Oil Heater

Two stage oil burner merupakan burner berbahan bakar light oil atau diesel yang memiliki dua tingkat firing untuk menyesuaikan heat input dengan kebutuhan proses. Sistem ini banyak digunakan pada steam boiler, hot water boiler, thermal oil heater, furnace, oven, dryer, dan industrial heating system.

Berbeda dengan one stage burner yang bekerja pada satu firing rate utama, two stage burner memiliki low fire dan high fire. Sistem ini dapat membantu mengurangi frekuensi burner ON/OFF ketika kebutuhan panas berubah-ubah.

1 – Two Stage Oil Burner pada Steam Boiler

Sebuah perusahaan memiliki steam boiler yang menggunakan diesel/light oil sebagai bahan bakar. Boiler tidak selalu bekerja pada beban maksimum karena kebutuhan steam berubah mengikuti proses produksi.

Misalnya:

Maximum Heat Load: 800 kW

Pada kondisi produksi rendah, kebutuhan panas hanya sekitar:

400 kW

Jika menggunakan burner satu tahap berkapasitas 800 kW, burner cenderung bekerja dengan pola:

ON 100% → OFF → ON 100% → OFF

Pola tersebut dapat menyebabkan frekuensi cycling lebih tinggi.

Dengan two stage oil burner, sistem dapat bekerja:

Stage 1 → ±400 kW
Stage 2 → ±800 kW

Sehingga burner dapat mengikuti perubahan kebutuhan panas dengan lebih baik.

Sistem Instalasi

Fuel Tank

Fuel Filter

Fuel Pump

Two Stage Oil Burner

Combustion Chamber

Steam Boiler

Burner control kemudian mengatur sequence ignition, flame supervision, dan perpindahan firing stage.

2 – Two Stage Burner untuk Thermal Oil Heater

Sebuah thermal oil heater membutuhkan heat input maksimum sekitar:

1.000 kW

Namun pada kondisi normal, proses hanya membutuhkan sekitar:

500–600 kW

Two stage burner dapat digunakan dengan konsep:

Low Fire → ±500 kW

High Fire → ±1.000 kW

Ketika temperatur thermal oil masih rendah, burner bekerja pada firing stage yang lebih tinggi.

Setelah temperatur mendekati set point, burner dapat turun ke Stage 1.

Contoh sequence:

Thermal Oil Temperature Low

Burner Start

Ignition

Stage 1

Heat Demand Increases

Stage 2

Temperature Approaches Set Point

Stage 1

Set Point Reached

Burner Stop

Sistem aktual tetap bergantung pada desain temperature controller dan burner control.

3 – Two Stage Oil Burner untuk Industrial Oven

Sebuah industrial oven membutuhkan temperatur proses 180°C.

Pada saat awal start-up, oven membutuhkan heat input besar karena temperatur chamber masih rendah.

Burner dapat bekerja pada Stage 2 untuk mempercepat proses pemanasan.

Setelah temperatur mendekati set point, burner dapat berpindah ke Stage 1 untuk mempertahankan temperatur.

Kondisi Start-Up

Oven 30°C → 180°C

Heat demand tinggi.

Stage 2

Kondisi Holding

Oven ±180°C

Heat loss lebih kecil.

Stage 1

Dengan demikian, burner tidak harus terus bekerja pada firing maksimum selama proses holding.

4 – Two Stage Burner untuk Furnace

Pada furnace, pemilihan burner harus memperhatikan combustion chamber volume, flame length, flame diameter, refractory, furnace pressure, dan heat distribution.

Misalnya furnace membutuhkan:

Required Heat Input = 1.500 kW

Burner dipilih dengan kapasitas maksimum sekitar:

1.500–1.700 kW

Dengan two-stage operation:

Stage 1 → Low Fire

Stage 2 → High Fire

Pada saat furnace masih dingin, burner dapat bekerja pada high fire untuk mempercepat heating-up.

Ketika furnace telah mendekati temperatur operasi, burner dapat bekerja pada firing rate yang lebih rendah sesuai control sequence.

5 – Replacement One Stage menjadi Two Stage

Salah satu kasus yang sering terjadi pada equipment existing adalah perusahaan ingin mengganti burner one stage dengan two stage oil burner.

Misalnya burner lama:

One Stage – 600 kW

Kebutuhan proses:

300–600 kW

Dengan two stage burner, sistem dapat dikonfigurasi untuk:

Stage 1 → ±300 kW

Stage 2 → ±600 kW

Namun, replacement tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan kapasitas.

Sebelum penggantian perlu dilakukan pemeriksaan:

  • Boiler/furnace heat load
  • Combustion chamber
  • Burner mounting flange
  • Fuel pressure
  • Fuel line
  • Nozzle
  • Combustion air
  • Chimney
  • Electrical supply
  • Burner control
  • Flame detector
  • Safety interlock

6 – Masalah Flame Tidak Stabil

Dalam sebuah sistem oil burner, operator menemukan flame tidak stabil dan burner beberapa kali mengalami lockout.

Setelah pemeriksaan, beberapa kemungkinan penyebab ditemukan:

Fuel Filter Kotor

Fuel Flow Menurun

Atomization Tidak Optimal

Flame Tidak Stabil

Selain itu, nozzle yang kotor atau tekanan fuel yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan masalah pembakaran.

Solusi maintenance dapat meliputi:

  • Cleaning/replacement fuel filter
  • Pemeriksaan nozzle
  • Pemeriksaan fuel pressure
  • Pemeriksaan ignition electrode
  • Pemeriksaan photocell
  • Pemeriksaan combustion head
  • Pemeriksaan combustion air
  • Combustion analysis

Setelah burner diperbaiki, teknisi perlu melakukan commissioning dan combustion tuning.

7 – Pemeriksaan Photocell Flame Detection

Photocell merupakan salah satu komponen penting dalam sistem flame supervision oil burner.

Saat ignition:

Fuel + Air → Ignition → Flame

Photocell harus mendeteksi flame.

Jika flame tidak terdeteksi:

Flame Failure → Burner Control → Fuel Valve Close → Lockout

Dalam troubleshooting, photocell perlu diperiksa dari:

  • Kondisi sensor
  • Posisi sensor
  • Kebersihan sensor
  • Kabel
  • Connector
  • Burner control
  • Kondisi flame

Photocell yang kotor dapat menyebabkan burner control tidak menerima sinyal flame dengan baik.

8 – Fuel Pump dan Pressure Regulation

Pada oil burner, fuel pump bertugas menyediakan fuel dengan tekanan yang sesuai menuju nozzle.

Contoh sistem:

Fuel Tank

Filter

Gear Pump

Pressure Regulator

Oil Valve

Nozzle

Flame

Jika fuel pressure terlalu rendah, atomization dapat menjadi tidak optimal.

Jika pressure terlalu tinggi, fuel flow dapat melebihi kondisi yang direncanakan.

Karena itu, fuel pressure harus disesuaikan dengan spesifikasi burner dan nozzle.

9 – Air Damper dan Combustion Adjustment

Burner tidak hanya membutuhkan fuel, tetapi juga membutuhkan combustion air yang tepat.

Jika udara terlalu sedikit:

Incomplete Combustion → CO meningkat → Soot → Efficiency turun

Jika udara terlalu banyak:

Excess Air tinggi → Heat Loss melalui Chimney meningkat

Karena itu, teknisi perlu melakukan combustion adjustment dengan mengatur air damper dan fuel sesuai firing rate.

Untuk verifikasi, combustion analyzer dapat digunakan untuk mengukur:

  • O₂
  • CO₂
  • CO
  • Flue gas temperature
  • Excess air

10 – Preventive Maintenance

Preventive maintenance sangat penting untuk menjaga performa two stage oil burner.

Pemeriksaan Harian

  • Flame condition
  • Burner sound
  • Fuel pressure
  • Lockout/alarm
  • Operating temperature

Pemeriksaan Berkala

  • Fuel filter
  • Nozzle
  • Ignition electrode
  • Photocell
  • Fan
  • Air damper
  • Combustion head
  • Fuel pump
  • Electrical connection

Combustion Tuning

Setelah maintenance, lakukan pengecekan combustion untuk memastikan burner bekerja dengan kondisi yang sesuai.

Keuntungan Two Stage Oil Burner

Berdasarkan studi kasus tersebut, two stage burner memiliki beberapa keuntungan:

1. Dua Tingkat Firing

Burner dapat bekerja pada low fire dan high fire.

2. Lebih Fleksibel terhadap Perubahan Heat Load

Ketika kebutuhan panas berubah, burner tidak selalu harus bekerja pada kapasitas maksimum.

3. Heating-Up Lebih Cepat

Pada kondisi start-up dengan heat demand tinggi, burner dapat menggunakan Stage 2.

4. Holding Temperature Lebih Stabil

Setelah temperatur mendekati set point, burner dapat menggunakan firing stage yang lebih rendah sesuai sistem kontrol.

5. Maintenance Relatif Mudah

Komponen seperti nozzle, filter, photocell, electrode, pump dan combustion head dapat diperiksa secara berkala.

One Stage vs Two Stage Oil Burner

ParameterOne StageTwo Stage
Firing rate1 tingkat2 tingkat
Low fireTidakYa
High fireYaYa
Kontrol heat loadSederhanaLebih fleksibel
Start-up heatingNormalDapat lebih cepat
Holding temperatureON/OFFLow/High stage
Sistem kontrolLebih sederhanaLebih kompleks
AplikasiHeat load relatif stabilHeat load berubah-ubah

Kesimpulan Studi Kasus

Two stage oil burner cocok dipertimbangkan ketika kebutuhan panas equipment berubah antara kondisi rendah dan tinggi.

Pada steam boiler, thermal oil heater, furnace, oven, dan process heater, sistem two stage dapat memberikan fleksibilitas lebih baik dibandingkan one stage burner.

Namun, pemilihan burner tetap harus berdasarkan:

Heat Load → Burner Capacity → Firing Range → Fuel Pressure → Combustion Chamber → Air Supply → Control System

Selain itu, commissioning dan combustion tuning sangat penting untuk memastikan burner bekerja dengan aman, stabil, dan efisien.

Demikan sekilas pembahasan mengenai burner riello bahan bakar solar, semoga artikel ini bermanfaat. jika ada pertanyaan atau kebutuhan burner kami selaku perusahaan indira mitra boiler juga melayani pembelian unit baru maupun jasa service burner anda dengan pelayanan service yang baik. info lebih lanjut bisa hubungi kontak di bawah ini.

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

PT Indira Mitra Boiler


https://hargaboiler.co.id

HERO IMB

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top