Jual Gas Burner Oven Roti

Jual Gas Burner Oven Roti – Burner Gas untuk Oven Bakery dan Industri

Jual gas burner oven roti untuk kebutuhan bakery, industri makanan, dan berbagai aplikasi oven pemanas. Gas burner digunakan sebagai sumber panas untuk menghasilkan temperatur yang stabil, efisien, dan mudah dikontrol selama proses pemanggangan roti, pastry, cake, cookies, biskuit, dan produk makanan lainnya.

PT Indira Mitra Boiler melalui Bejo Burner menyediakan berbagai pilihan gas burner untuk oven roti dengan pilihan bahan bakar LPG, Natural Gas (NG), CNG, maupun LNG. Kapasitas burner dapat disesuaikan dengan ukuran oven, temperatur kerja, kapasitas produksi, serta kebutuhan proses pemanasan.

Gas Burner Oven Roti

Pada sistem oven bakery, burner berfungsi menghasilkan energi panas melalui proses pembakaran gas. Panas yang dihasilkan kemudian disalurkan ke ruang oven secara langsung maupun melalui sistem heat exchanger, tergantung desain oven.

Penggunaan gas burner pada oven roti memberikan keuntungan karena pembakaran dapat dikontrol dengan lebih mudah. Sistem kontrol temperatur dapat mengatur burner agar bekerja sesuai kebutuhan panas oven.

Saat temperatur oven mencapai set point, burner dapat mengurangi kapasitas atau berhenti sementara. Ketika temperatur turun, burner kembali bekerja untuk mempertahankan temperatur yang telah ditentukan.

Dengan sistem tersebut, temperatur oven dapat dijaga lebih stabil sehingga membantu menghasilkan kualitas produk yang lebih konsisten.

Bejo Burner Gas Oven Bakery terpasang pada rotary rack oven untuk industri roti dan bakery dengan sistem pembakaran LPG efisien

Jenis Gas Burner untuk Oven Bakery

Pemilihan burner harus disesuaikan dengan sistem oven. Beberapa jenis kontrol burner yang umum digunakan antara lain:

1. Gas Burner ON/OFF

Burner bekerja dengan sistem hidup dan mati berdasarkan kebutuhan temperatur.

Sistem ini relatif sederhana dan banyak digunakan pada oven dengan kapasitas kecil hingga menengah. Thermostat atau temperature controller memberikan perintah kepada burner berdasarkan temperatur ruang oven.

2. Gas Burner Two Stage

Burner memiliki dua tingkat kapasitas pembakaran, misalnya kapasitas rendah dan kapasitas tinggi.

Pada saat membutuhkan panas besar, burner bekerja pada kapasitas maksimum. Setelah temperatur mendekati set point, burner dapat berpindah ke kapasitas rendah.

Sistem two stage dapat memberikan kontrol temperatur yang lebih baik dibandingkan sistem ON/OFF.

3. Gas Burner Modulating

Gas burner modulating dapat mengatur kapasitas api secara bertahap sesuai kebutuhan panas.

Sistem ini sangat cocok untuk oven industri yang membutuhkan kestabilan temperatur dan perubahan beban panas yang dinamis.

Keunggulan burner modulating antara lain:

  • Kontrol temperatur lebih presisi
  • Kapasitas api dapat mengikuti kebutuhan panas
  • Mengurangi siklus start-stop
  • Potensi penghematan konsumsi bahan bakar
  • Cocok untuk oven produksi kontinu

Bahan Bakar Gas yang Digunakan pada Burner Oven

Gas burner oven roti dan bakery dapat dikonfigurasi menggunakan beberapa jenis bahan bakar gas, tergantung ketersediaan energi di lokasi, kapasitas oven, tekanan gas, dan kebutuhan panas proses.

Jenis bahan bakar yang umum digunakan antara lain LPG, Natural Gas (NG), CNG, dan LNG. Setiap bahan bakar memiliki karakteristik berbeda sehingga burner, gas train, regulator, valve, dan sistem kontrol harus disesuaikan dengan jenis gas yang digunakan.

LPG – Liquefied Petroleum Gas untuk Gas Burner

(Liquefied Petroleum Gas) merupakan salah satu bahan bakar yang banyak digunakan untuk gas burner oven roti, oven bakery, boiler, dryer, furnace, restoran, dan berbagai peralatan pemanas industri. LPG dapat digunakan pada burner dengan berbagai kapasitas, mulai dari aplikasi kecil hingga kebutuhan industri, selama sistem supply gas dan konfigurasi burner sesuai dengan kebutuhan panas equipment.

Pada aplikasi bakery,  burner dapat digunakan untuk oven roti, rotary rack oven, deck oven, convection oven, oven kue, oven cookies, oven pizza, dan berbagai jenis oven makanan lainnya.

Keunggulan LPG sebagai Bahan Bakar Gas Burner

LPG menjadi salah satu pilihan bahan bakar yang fleksibel karena dapat digunakan pada berbagai aplikasi pemanasan. Beberapa keunggulannya antara lain:

  • Dapat digunakan pada berbagai jenis gas burner
  • Cocok untuk oven bakery skala kecil hingga industri
  • Dapat digunakan pada lokasi yang belum memiliki jaringan Natural Gas
  • Supply LPG dapat menggunakan tabung maupun bulk LPG tank
  • Aliran gas dapat dikontrol menggunakan automatic gas valve
  • Dapat diintegrasikan dengan temperature controller dan control panel
  • Cocok untuk sistem burner ON/OFF, two-stage, maupun modulating, sesuai model burner

LPG Burner untuk Oven Bakery

Pada oven roti berbahan bakar LPG, burner berfungsi menghasilkan panas yang digunakan untuk proses pemanggangan. Kapasitas burner harus disesuaikan dengan heat load oven, temperatur kerja, kapasitas produksi, heat loss, airflow, dan sistem exhaust.

Burner yang terlalu kecil dapat menyebabkan oven membutuhkan waktu heating-up lebih lama. Sebaliknya, burner yang terlalu besar tanpa kontrol yang sesuai dapat menyebabkan temperatur lebih sulit dikendalikan.

Karena itu, pemilihan kapasitas LPG burner sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan panas aktual oven, bukan hanya berdasarkan ukuran ruang oven.

Sistem Supply LPG untuk Burner

Untuk instalasi dengan konsumsi LPG tinggi, kapasitas supply harus dihitung berdasarkan kebutuhan burner dan lama operasi.

Beberapa komponen yang dapat digunakan dalam sistem LPG burner antara lain:

  • LPG storage atau tabung
  • Regulator
  • Gas filter
  • Pressure gauge
  • Gas pressure switch
  • Automatic gas valve
  • Safety shut-off valve
  • Gas train
  • Flame safeguard
  • Gas burner

Tekanan dan flow LPG harus tetap mencukupi ketika burner bekerja pada kapasitas maksimum. Kapasitas regulator, diameter pipa, gas train, dan sumber LPG perlu disesuaikan agar tidak terjadi penurunan tekanan yang dapat mengganggu kinerja burner.

Jual LPG Gas Burner untuk Oven dan Industri

Bejo Burner menyediakan LPG gas burner untuk berbagai aplikasi oven roti, oven bakery, boiler, dryer, furnace, thermal oil heater, hot air generator, dan industrial heating system.

Tersedia berbagai pilihan kapasitas dan sistem kontrol yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan equipment.

Untuk mendapatkan rekomendasi LPG burner yang tepat, kirimkan kapasitas oven/equipment, temperatur kerja, kapasitas produksi, jenis burner existing, tekanan LPG, serta foto nameplate dan instalasi gas.

Dengan data tersebut, kapasitas burner dan konfigurasi gas train LPG dapat dianalisis agar sesuai dengan kebutuhan proses pemanasan.

Sistem Gas Train LPG untuk Gas Burner

Pada instalasi LPG gas burner, gas tidak sebaiknya dialirkan langsung dari sumber LPG menuju burner. Sistem membutuhkan rangkaian gas train yang berfungsi untuk mengatur tekanan, mengontrol aliran gas, dan mendukung keselamatan proses pembakaran.

Konfigurasi gas train harus disesuaikan dengan kapasitas burner, tekanan supply LPG, kebutuhan flow gas, dan desain equipment seperti oven, boiler, dryer, furnace, maupun thermal oil heater.

Komponen Gas Train LPG

Secara umum, sistem dapat terdiri dari beberapa komponen berikut:

  • LPG Regulator – menurunkan dan mengatur tekanan LPG sesuai kebutuhan burner.
  • Gas Filter – membantu menyaring kotoran atau partikel dari jalur gas.
  • Pressure Gauge – menampilkan tekanan pada sistem gas.
  • Gas Pressure Switch – memonitor kondisi tekanan gas dan memberikan sinyal apabila tekanan berada di luar batas yang ditentukan.
  • Automatic Gas Valve – mengatur pembukaan dan penutupan aliran gas secara otomatis.
  • Safety Shut-Off Valve – membantu menghentikan supply gas ketika terjadi kondisi abnormal.
  • Gas Train – rangkaian komponen pengaturan dan keselamatan sebelum gas masuk ke burner.
  • Gas Burner – mencampurkan gas dengan udara pembakaran dan menghasilkan panas.
  • Flame Safeguard – memonitor keberadaan api dan membantu menghentikan supply gas apabila flame gagal terbentuk atau padam.

Pentingnya Tekanan dan Flow LPG

Tekanan gas yang masuk ke burner harus berada dalam rentang yang sesuai dengan spesifikasi burner. Selain tekanan, kapasitas flow LPG juga harus mencukupi kebutuhan burner.

Sebagai contoh, burner berkapasitas besar membutuhkan supply LPG yang lebih tinggi dibandingkan burner kapasitas kecil. Apabila regulator, pipa, atau gas train terlalu kecil, pressure drop dapat terjadi ketika burner bekerja pada kapasitas tinggi.

Karena itu, pemilihan sistem gas tidak cukup hanya berdasarkan ukuran koneksi burner. Regulator, valve, pipa, gas train, dan sumber LPG harus dihitung sebagai satu sistem.

Natural Gas (NG) untuk Gas Burner

 merupakan salah satu bahan bakar yang banyak digunakan pada sistem pemanasan industri karena dapat disuplai secara kontinu melalui jaringan distribusi gas.

  • Gas burner oven bakery
  • Boiler
  • Furnace
  • Dryer
  • Thermal oil heater
  • Hot air generator
  • Industrial oven
  • Process heating

Pada industri dengan operasi rutin dan konsumsi gas cukup tinggi, Natural Gas dapat menjadi pilihan apabila tersedia jaringan gas dengan tekanan dan kapasitas flow yang mencukupi.

Sistem Gas Train Natural Gas

Sama seperti LPG, instalasi Natural Gas burner membutuhkan sistem pengaturan dan keselamatan sebelum gas masuk ke burner.

Konfigurasi dapat meliputi:

Gas Supply → Filter → Regulator → Pressure Switch → Automatic Gas Valve → Safety Valve → Burner

Susunan aktual dapat berbeda tergantung desain burner, tekanan supply, standar instalasi, dan kebutuhan equipment.

Parameter yang Perlu Diperiksa

Sebelum memasang NG gas burner, beberapa data penting perlu diperiksa:

  1. Tekanan Natural Gas supply
  2. Kapasitas flow gas
  3. Diameter pipa gas
  4. Panjang jalur pipa
  5. Heat load equipment
  6. Kapasitas burner
  7. Combustion chamber
  8. Airflow pembakaran
  9. Sistem exhaust
  10. Konfigurasi gas train

Tekanan gas yang tersedia harus mencukupi kebutuhan burner setelah memperhitungkan pressure drop pada regulator, filter, valve, gas train, dan jaringan pipa.

LPG atau Natural Gas untuk Burner?

Pemilihan antara LPG dan Natural Gas bergantung pada kondisi lokasi dan kebutuhan operasi.

LPG lebih fleksibel untuk lokasi yang belum memiliki jaringan Natural Gas karena supply dapat menggunakan tabung atau bulk tank.

Sementara itu, Natural Gas dapat menjadi pilihan untuk industri yang memiliki jaringan gas dengan supply kontinu dan kapasitas flow yang mencukupi.

Keduanya dapat digunakan untuk oven bakery, boiler, furnace, dryer, thermal oil heater, dan industrial heating, dengan catatan burner dan sistem gas train harus dikonfigurasi sesuai jenis bahan bakar dan tekanan supply.

Bejo Burner – LPG & Natural Gas Burner

Bejo Burner menyediakan LPG burner dan Natural Gas burner untuk kebutuhan oven, bakery, boiler, dryer, furnace, thermal oil heater, hot air generator, dan berbagai aplikasi pemanasan industri.

Kami juga dapat membantu penggantian burner existing, retrofit burner, pemasangan gas train, modifikasi sistem kontrol, commissioning, setting combustion, dan service burner.

Untuk menentukan kapasitas dan konfigurasi yang sesuai, siapkan kapasitas burner, heat load equipment, jenis gas, tekanan gas supply, kapasitas flow, serta foto burner dan gas train existing.

Keunggulan Natural Gas untuk Burner

Penggunaan Natural Gas burner memberikan fleksibilitas untuk berbagai aplikasi thermal, terutama pada fasilitas industri yang sudah memiliki jaringan gas.

Natural Gas dapat digunakan pada:

  • Oven roti
  • Bakery oven
  • Industrial oven
  • Steam boiler
  • Hot water boiler
  • Thermal oil heater
  • Dryer
  • Furnace
  • Hot air generator

Namun, burner harus dipilih berdasarkan tekanan dan kapasitas flow Natural Gas yang tersedia di lokasi.

Data yang Perlu Diperiksa Sebelum Memilih NG Burner

Sebelum memasang atau mengganti Natural Gas burner, beberapa parameter penting perlu diperiksa, antara lain:

  1. Tekanan gas supply
  2. Kapasitas flow gas
  3. Diameter dan panjang pipa gas
  4. Kapasitas burner
  5. Jenis dan spesifikasi gas
  6. Stabilitas tekanan selama operasi
  7. Kapasitas gas train
  8. Kebutuhan sistem keselamatan
  9. Combustion chamber
  10. Kapasitas airflow dan exhaust

Pengecekan tersebut penting karena burner dengan kapasitas besar membutuhkan supply gas yang cukup. Jika tekanan atau flow gas tidak memenuhi kebutuhan burner, kapasitas pembakaran dapat tidak tercapai.

LPG atau Natural Gas, Mana yang Lebih Cocok?

Pemilihan bahan bakar sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga gas, tetapi juga mempertimbangkan kondisi fasilitas.

LPG dapat menjadi pilihan ketika lokasi tidak memiliki jaringan Natural Gas dan membutuhkan sistem supply yang fleksibel.

Sementara itu, Natural Gas dapat menjadi pilihan apabila jaringan gas tersedia dengan tekanan dan kapasitas flow yang mencukupi untuk kebutuhan burner.

Keduanya dapat digunakan untuk oven bakery, boiler, dryer, furnace, dan berbagai aplikasi pemanasan, selama burner dan sistem gas train dikonfigurasi sesuai karakteristik bahan bakarnya.

Bejo Burner – LPG dan Natural Gas Burner

Bejo Burner menyediakan LPG burner dan Natural Gas burner untuk berbagai aplikasi oven, bakery, boiler, dryer, furnace, thermal oil heater, dan proses pemanasan industri.

Burner dapat dikonfigurasi dengan gas train, regulator, automatic gas valve, pressure switch, flame safeguard, temperature controller, control panel, serta sistem two-stage atau modulating sesuai kebutuhan.

Untuk mendapatkan rekomendasi burner yang tepat, kirimkan kapasitas heat load, temperatur kerja, jenis equipment, jenis gas, tekanan gas supply, kapasitas flow gas, serta foto burner existing.

Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan kapasitas burner, gas train, dan konfigurasi sistem pembakaran yang sesuai dengan kebutuhan instalasi.

CNG – Compressed Natural Gas

Natural Gas yang dikompresi sehingga dapat disimpan dan didistribusikan menggunakan sistem transportasi tertentu.

CNG dapat digunakan pada lokasi yang belum memiliki jaringan pipa Natural Gas.

Untuk aplikasi oven bakery, sistem CNG membutuhkan pengaturan tekanan sebelum gas masuk ke burner. Karena tekanan dari supply CNG dapat berbeda dengan tekanan kerja burner, diperlukan pressure regulating system yang sesuai.

Sistem instalasi dapat mencakup:

  • CNG storage
  • Pressure regulator
  • Gas filter
  • Pressure gauge
  • Safety valve
  • Gas pressure switch
  • Gas train
  • Automatic gas valve
  • Gas burner

LNG (Liquefied Natural Gas)

LNG (Liquefied Natural Gas) merupakan Natural Gas yang telah didinginkan hingga temperatur sangat rendah sehingga berubah menjadi bentuk cair. Proses pencairan ini membuat volume LNG jauh lebih kecil dibandingkan Natural Gas dalam bentuk gas, sehingga lebih mudah disimpan dan didistribusikan menggunakan sistem transportasi khusus.

Dalam industri, LNG dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk berbagai peralatan thermal yang membutuhkan suplai gas secara kontinu, seperti oven bakery, industrial oven, dryer, furnace, boiler, thermal oil heater, hot air generator, dan proses pemanasan industri lainnya.

Cara Kerja LNG pada Gas Burner

LNG tidak langsung dialirkan ke burner dalam bentuk cair. Sebelum digunakan sebagai bahan bakar burner, LNG yang berada di dalam storage tank harus melalui proses vaporisasi untuk mengubahnya kembali menjadi gas.

Secara sederhana, sistem bekerja dengan alur:

LNG Storage Tank → Vaporizer → Pressure Regulation → Gas Train → Gas Burner → Combustion Chamber

Setelah LNG berubah menjadi gas, tekanan kemudian diatur sesuai kebutuhan burner. Gas selanjutnya melewati gas train sebelum masuk ke burner untuk proses pembakaran.

Komponen Sistem LNG Burner

Instalasi LNG burner membutuhkan beberapa komponen pendukung agar supply bahan bakar dapat berjalan stabil dan aman.

Komponen utama dapat meliputi:

  • LNG Storage Tank – tempat penyimpanan LNG.
  • LNG Vaporizer – mengubah LNG cair menjadi gas.
  • Pressure Regulator – mengatur tekanan gas sesuai kebutuhan sistem.
  • Gas Filter – membantu menyaring kotoran pada jalur gas.
  • Gas Pressure Switch – memonitor tekanan gas.
  • Automatic Gas Valve – mengatur buka-tutup aliran gas.
  • Safety Shut-Off Valve – memberikan perlindungan apabila terjadi kondisi abnormal.
  • Gas Train – rangkaian komponen pengaturan dan keselamatan gas.
  • Gas Burner – menghasilkan api dan energi panas untuk proses pembakaran.

Kapasitas Vaporizer Harus Sesuai dengan Burner

Salah satu hal penting dalam sistem LNG burner adalah pemilihan kapasitas vaporizer.

Vaporizer harus mampu menyediakan gas pada flow rate yang dibutuhkan burner, termasuk ketika burner bekerja mendekati kapasitas maksimum.

Sebagai contoh, apabila burner membutuhkan konsumsi gas yang tinggi tetapi kapasitas vaporizer terlalu kecil, tekanan dan flow gas dapat mengalami penurunan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan burner tidak mampu mencapai kapasitas pembakaran yang dibutuhkan.

Karena itu, kapasitas:

LNG Storage → Vaporizer → Gas Train → Burner

harus dihitung sebagai satu kesatuan sistem.

Keunggulan Menggunakan LNG sebagai Bahan Bakar Burner

Penggunaan LNG dapat menjadi alternatif bagi industri yang membutuhkan konsumsi gas cukup besar tetapi tidak memiliki akses langsung ke jaringan Natural Gas.

Beberapa pertimbangan penggunaan LNG antara lain:

  • Dapat digunakan untuk operasi industri dengan kebutuhan gas besar
  • Dapat disimpan dalam storage tank
  • Tidak bergantung langsung pada jaringan pipa Natural Gas
  • Cocok untuk berbagai aplikasi thermal
  • Dapat digunakan pada burner dengan kapasitas kecil hingga besar sesuai desain sistem

Namun, penggunaan LNG membutuhkan infrastruktur yang lebih lengkap dibandingkan LPG atau Natural Gas biasa karena terdapat storage tank, vaporizer, pressure regulating system, dan sistem keselamatan khusus.

Aplikasi LNG Burner

LNG burner dapat digunakan pada berbagai aplikasi industri, antara lain:

  • LNG burner untuk boiler
  • LNG burner untuk oven roti
  • LNG burner untuk bakery oven
  • LNG burner untuk industrial oven
  • LNG burner untuk dryer
  • LNG burner untuk furnace
  • LNG burner untuk thermal oil heater
  • LNG burner untuk hot air generator
  • LNG burner untuk proses heating

Kapasitas burner harus ditentukan berdasarkan kebutuhan panas equipment, temperatur operasi, heat loss, efisiensi sistem, dan kondisi combustion chamber.

Jual LNG Burner untuk Industri

Bejo Burner menyediakan solusi gas burner LNG untuk berbagai aplikasi boiler, oven, dryer, furnace, thermal oil heater, dan proses pemanasan industri.

Pemilihan burner LNG tidak hanya berdasarkan kapasitas kW. Sistem juga harus mempertimbangkan tekanan gas, flow rate, kapasitas vaporizer, gas train, combustion chamber, airflow, exhaust, dan sistem kontrol.

Untuk mendapatkan rekomendasi LNG burner yang sesuai, kirimkan data equipment seperti kapasitas panas, temperatur kerja, kapasitas produksi, jenis aplikasi, kapasitas LNG supply, tekanan gas setelah vaporizer, serta spesifikasi burner existing.

Dengan data tersebut, kapasitas burner dan kebutuhan sistem LNG dapat dihitung agar sesuai dengan kebutuhan operasi industri.

Perbandingan LPG, NG, CNG dan LNG

Jenis GasAplikasi UmumKeterangan
LPGBakery, oven, restoran, industriFleksibel dan mudah diaplikasikan
Natural GasIndustri dengan jaringan gasSupply kontinu dari jaringan
CNGIndustri tanpa jaringan pipa gasGas dikirim dalam bentuk compressed gas
LNGIndustri dengan konsumsi gas besarMembutuhkan storage dan vaporizer

Pemilihan Burner Berdasarkan Jenis Gas

Satu burner tidak selalu dapat langsung digunakan untuk semua jenis gas tanpa konfigurasi yang sesuai.

Perbedaan jenis gas dapat memengaruhi:

  • Nilai kalor
  • Tekanan kerja
  • Flow rate
  • Ukuran orifice/nozzle
  • Rasio udara dan gas
  • Kapasitas gas train
  • Setting combustion

Karena itu, gas burner LPG, Natural Gas, CNG, dan LNG perlu dikonfigurasi berdasarkan spesifikasi bahan bakar dan kondisi supply di lokasi.

Bejo Burner untuk LPG, NG, CNG dan LNG

Bejo Burner menyediakan gas burner untuk berbagai aplikasi oven roti, oven bakery, industrial oven, dryer, boiler, thermal oil heater, hot air generator, dan furnace.

Burner dapat dikonfigurasi untuk:

  • LPG
  • Natural Gas
  • CNG
  • LNG

Untuk mendapatkan rekomendasi burner yang sesuai, kirimkan jenis gas, tekanan gas, kapasitas oven, temperatur kerja, kapasitas produksi, serta foto burner atau oven existing.

Data tersebut diperlukan untuk menentukan kapasitas burner, konfigurasi gas train, sistem kontrol, dan kebutuhan supply gas secara lebih tepat.

Keunggulan Menggunakan Gas Burner pada Oven Roti

Penggunaan burner gas memberikan beberapa keuntungan untuk proses produksi bakery.

Temperatur Lebih Stabil

Dengan menggunakan temperature controller dan sistem kontrol burner, temperatur oven dapat dipertahankan sesuai set point.

Pembakaran Lebih Bersih

Gas merupakan bahan bakar yang menghasilkan pembakaran relatif bersih apabila rasio udara dan gas diatur dengan benar.

Hal ini penting terutama pada aplikasi oven makanan yang membutuhkan sistem pemanasan yang terkontrol.

Kontrol Api Mudah

Kapasitas pembakaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan oven. Untuk sistem industri, burner dapat menggunakan kontrol two stage atau modulating.

Otomatisasi

Gas burner dapat diintegrasikan dengan:

  • Temperature controller
  • Thermocouple
  • PLC
  • HMI
  • Flame safeguard
  • Gas pressure switch
  • Safety valve
  • Automatic gas valve

Dengan sistem tersebut, pengoperasian oven dapat dibuat lebih otomatis dan aman.

Komponen Gas Train Oven

Selain burner, instalasi oven gas membutuhkan sistem gas train yang sesuai dengan jenis gas dan tekanan supply.

Komponen gas train dapat meliputi:

  • Manual gas valve
  • Gas filter
  • Gas pressure regulator
  • Gas pressure switch
  • Automatic gas valve
  • Safety shut-off valve
  • Gas governor
  • Test point
  • Flexible gas connection
  • Burner control system

Pemilihan komponen harus mempertimbangkan kapasitas burner, tekanan gas masuk, tekanan gas kerja, jenis gas, dan standar keselamatan instalasi.

Sistem Kontrol Gas Burner Oven

Untuk aplikasi bakery, sistem kontrol merupakan bagian penting dari instalasi burner.

Temperature sensor membaca temperatur aktual di dalam oven. Sinyal tersebut diteruskan ke temperature controller yang kemudian memberikan perintah kepada burner.

Secara sederhana, sistem bekerja sebagai berikut:

Temperature Sensor → Temperature Controller → Burner Controller → Gas Valve & Burner → Pemanasan Oven

Apabila temperatur oven lebih rendah dari set point, burner meningkatkan atau mengaktifkan pembakaran.

Ketika temperatur telah mencapai set point, burner mengurangi kapasitas atau berhenti sesuai jenis sistem kontrol yang digunakan.

Cara Menentukan Kapasitas Gas Burner Oven

Kapasitas burner tidak sebaiknya ditentukan hanya berdasarkan ukuran fisik oven. Perhitungan harus mempertimbangkan kebutuhan panas keseluruhan.

Beberapa data yang diperlukan antara lain:

1. Dimensi oven

Panjang × lebar × tinggi ruang pemanasan.

2. Temperatur kerja

Contohnya oven bekerja pada temperatur 180°C, 200°C, 250°C atau temperatur lainnya.

3. Temperatur awal

Temperatur awal oven sebelum proses pemanasan.

4. Kapasitas produksi

Berapa kilogram produk yang dipanggang setiap jam.

5. Waktu heating

Berapa lama oven diharapkan mencapai temperatur kerja.

6. Insulasi oven

Kualitas insulasi sangat mempengaruhi heat loss.

7. Sistem sirkulasi

Oven dapat menggunakan blower atau sistem sirkulasi udara panas untuk meratakan temperatur.

8. Jenis bahan bakar

LPG, NG, CNG atau LNG memiliki karakteristik dan kebutuhan tekanan yang berbeda.

Contoh Perhitungan Sederhana

Misalnya sebuah oven bakery membutuhkan panas sekitar 200 kW untuk mempertahankan temperatur operasi.

Kapasitas burner tidak harus dipilih tepat 200 kW karena perlu mempertimbangkan heat loss, proses heating awal, dan kondisi operasi.

Sebagai contoh, apabila diberikan safety margin sekitar 15–20%, maka burner dapat dipertimbangkan pada kisaran:

200 kW × 1,2 = 240 kW

Sehingga burner dengan kapasitas maksimum sekitar 240 kW dapat menjadi salah satu titik awal pemilihan.

Namun, angka tersebut tetap harus diverifikasi berdasarkan desain oven, temperatur, airflow, insulasi, dan kapasitas produksi.

Gas Burner untuk Berbagai Jenis Oven

Gas burner dapat digunakan untuk berbagai aplikasi pemanasan, antara lain:

  • Oven roti
  • Bakery oven
  • Rotary oven
  • Deck oven
  • Tunnel oven
  • Rack oven
  • Convection oven
  • Industrial food oven
  • Oven cookies
  • Oven biscuit
  • Oven cake
  • Oven pastry
  • Oven pizza
  • Oven pengering makanan
  • Oven pemanas industri

Untuk setiap aplikasi, desain burner dan sistem distribusi panas dapat berbeda.

Burner Direct Firing dan Indirect Heating

Pada oven tertentu, api burner dapat digunakan secara direct firing, yaitu panas hasil pembakaran langsung masuk ke ruang pemanasan.

Sementara itu, pada sistem indirect heating, gas burner memanaskan heat exchanger terlebih dahulu. Udara panas kemudian dialirkan menuju ruang oven.

Pemilihan direct atau indirect heating harus disesuaikan dengan produk, konstruksi oven, kebutuhan kebersihan proses, dan desain sistem pemanasan.

Mengapa Pemilihan Burner Harus Tepat?

Burner yang terlalu kecil dapat menyebabkan oven sulit mencapai temperatur kerja dan waktu heating menjadi lebih lama.

Sebaliknya, burner yang terlalu besar dapat menyebabkan:

  • Temperatur terlalu cepat naik
  • Kontrol temperatur lebih sulit
  • Burner sering mengalami cycling
  • Konsumsi bahan bakar tidak optimal
  • Distribusi panas tidak sesuai desain oven

Karena itu, pemilihan burner harus berdasarkan heat load oven, bukan hanya berdasarkan ukuran ruang oven.

Bejo Burner untuk Oven Roti

Bejo Burner menyediakan solusi gas burner untuk berbagai kebutuhan oven bakery dan pemanasan industri.

Burner dapat dikonfigurasi berdasarkan:

  • Kapasitas panas
  • Jenis bahan bakar
  • Tekanan gas
  • Sistem kontrol
  • Temperatur kerja
  • Jenis oven
  • Kebutuhan otomatisasi

Untuk aplikasi industri, burner dapat dilengkapi dengan sistem flame safeguard, gas train, pressure switch, automatic valve, temperature controller, panel kontrol, dan sistem modulating sesuai kebutuhan.

Konsultasi dan Pemilihan Burner Oven

Sebelum membeli gas burner oven roti, sebaiknya data teknis oven dikumpulkan terlebih dahulu agar kapasitas burner dapat ditentukan secara tepat.

Data yang dapat dikirimkan kepada tim engineering antara lain:

  • Ukuran oven
  • Kapasitas produksi kg/jam
  • Temperatur kerja
  • Temperatur maksimum
  • Jenis produk
  • Jenis gas
  • Tekanan gas tersedia
  • Sistem pemanasan existing
  • Foto burner lama
  • Foto nameplate oven
  • Foto ruang bakar atau combustion chamber

Dari data tersebut, kebutuhan panas dapat dianalisis untuk menentukan kapasitas gas burner, tipe burner, gas train, sistem kontrol, dan konfigurasi instalasi.

Jual Gas Burner Oven Roti dan Bakery

Bagi perusahaan yang membutuhkan jual gas burner oven roti, Bejo Burner menyediakan pilihan burner untuk aplikasi bakery dan oven industri dengan kapasitas yang dapat disesuaikan.

Kami juga dapat membantu kebutuhan penggantian burner lama, konversi burner dari diesel ke gas, instalasi gas train, modifikasi sistem kontrol, commissioning, serta service burner.

Hubungi PT Indira Mitra Boiler – Bejo Burner untuk konsultasi kebutuhan gas burner oven roti.

Kirimkan spesifikasi oven dan jenis bahan bakar yang tersedia agar kami dapat membantu menentukan kapasitas burner yang sesuai dengan kebutuhan produksi Anda.

Jual Burner Riello R40 Series & FBR GAS X Series

Jual burner Riello R40 Series dan FBR GAS X Series untuk berbagai kebutuhan pemanasan industri, boiler, oven bakery, hot air generator, dryer, thermal oil heater, dan aplikasi combustion lainnya. Tersedia berbagai pilihan kapasitas mulai dari sekitar 11 kW hingga 349 kW sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan heat load mesin.

Pemilihan burner yang tepat sangat penting untuk mendapatkan proses pembakaran yang stabil, efisien, dan mudah dikontrol. Selain kapasitas burner, pemilihan juga perlu mempertimbangkan jenis bahan bakar, tekanan bahan bakar, combustion chamber, sistem kontrol, airflow, serta aplikasi pemanasan.

Burner Riello R40 Series

Riello R40 Series merupakan salah satu pilihan burner dengan berbagai kapasitas untuk aplikasi pemanasan skala kecil hingga menengah.

Seri ini tersedia dalam beberapa model dengan rentang kapasitas berbeda sehingga pengguna dapat memilih burner berdasarkan kebutuhan thermal equipment.

Daftar Kapasitas Riello R40

ModelKapasitas
Riello R40 FS311–35 kW
Riello R40 FS523–58 kW
Riello R40 FS846–93 kW
Riello R40 FS1042–116 kW
Riello R40 FS1581–175 kW
Riello R40 FS2081–220 kW

Dengan rentang tersebut, burner Riello R40 dapat digunakan pada berbagai kebutuhan pemanasan yang membutuhkan kapasitas thermal dari puluhan hingga lebih dari 200 kW.

Riello R40 FS3

Riello R40 FS3 memiliki kapasitas sekitar 11–35 kW.

Model ini dapat digunakan untuk aplikasi pemanasan dengan kebutuhan thermal relatif kecil, tergantung desain combustion chamber dan sistem equipment.

Aplikasi dapat meliputi:

  • Small heating system
  • Small boiler
  • Oven
  • Hot air generator
  • Pemanas proses
  • Equipment thermal skala kecil

Riello R40 FS5

Riello R40 FS5 memiliki kapasitas sekitar 23–58 kW.

Kapasitas tersebut dapat digunakan untuk berbagai aplikasi pemanasan skala kecil hingga menengah.

Pemilihan final tetap harus berdasarkan heat load equipment dan spesifikasi ruang bakar.

Riello R40 FS8

Riello R40 FS8 memiliki rentang kapasitas sekitar 46–93 kW.

Burner ini dapat menjadi pilihan untuk aplikasi yang membutuhkan kapasitas panas lebih besar dibandingkan FS3 dan FS5.

Aplikasi dapat mencakup oven, boiler kecil, hot air generator, dan proses heating lainnya.

Riello R40 FS10

Riello R40 FS10 memiliki kapasitas sekitar 42–116 kW.

Model ini dapat digunakan untuk kebutuhan thermal yang berada pada kisaran puluhan hingga lebih dari 100 kW.

Riello R40 FS15

Riello R40 FS15 memiliki kapasitas sekitar 81–175 kW.

Burner dengan kapasitas ini dapat digunakan pada berbagai aplikasi industri yang membutuhkan heat input lebih besar, termasuk sistem pemanasan proses dan equipment thermal.

Riello R40 FS20

Riello R40 FS20 memiliki kapasitas sekitar 81–220 kW.

Model ini merupakan salah satu pilihan berkapasitas besar dalam keluarga R40 dan dapat digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan heat input hingga sekitar 220 kW.

Burner FBR GAS X Series

Selain Riello R40, tersedia juga FBR GAS X Series untuk kebutuhan gas burner dengan berbagai pilihan kapasitas.

FBR GAS X Series tersedia mulai dari kapasitas sekitar 11,6 kW hingga 349 kW, sehingga dapat digunakan untuk berbagai aplikasi pemanasan dari skala kecil hingga industri.

Daftar Kapasitas FBR GAS X

ModelKapasitas
FBR GAS X0CE11,6–34,3 kW
FBR GAS X1CE23,2–58,1 kW
FBR GAS X2CE40,7–93 kW
FBR GAS X3CE69,8–174 kW
FBR GAS X4CE116–232 kW
FBR GAS X5CE151–349 kW

FBR GAS X Series – Pilihan Gas Burner 11,6–349 kW

FBR GAS X Series tersedia dalam beberapa model dengan rentang kapasitas mulai dari 11,6 kW hingga 349 kW. Variasi kapasitas tersebut memberikan fleksibilitas dalam memilih gas burner berdasarkan kebutuhan panas aktual pada oven, boiler, dryer, hot air generator, furnace, dan berbagai equipment thermal lainnya.

Pemilihan model tidak hanya berdasarkan kapasitas maksimum burner, tetapi juga perlu mempertimbangkan heat load, temperatur kerja, jenis gas, tekanan gas, combustion chamber, airflow, dan sistem kontrol.

FBR GAS X0CE – 11,6–34,3 kW

FBR GAS X0CE memiliki rentang kapasitas sekitar 11,6–34,3 kW dan cocok untuk aplikasi dengan kebutuhan panas relatif rendah.

Model ini dapat dipertimbangkan untuk:

  • Oven roti kapasitas kecil
  • Oven bakery
  • Pemanas udara
  • Small hot air generator
  • Boiler kapasitas kecil
  • Heating equipment
  • Proses pemanasan skala kecil

Untuk mendapatkan hasil pembakaran yang optimal, kapasitas burner perlu disesuaikan dengan heat load equipment.

FBR GAS X1CE – 23,2–58,1 kW

FBR GAS X1CE memiliki kapasitas sekitar 23,2–58,1 kW.

Rentang kapasitas ini dapat digunakan untuk kebutuhan thermal skala kecil hingga menengah, termasuk berbagai aplikasi oven dan proses pemanasan.

X1CE dapat menjadi pilihan ketika kebutuhan panas equipment berada di atas kapasitas X0CE namun masih berada dalam rentang kapasitas hingga sekitar 58 kW.

FBR GAS X2CE – 40,7–93 kW

FBR GAS X2CE memiliki rentang kapasitas sekitar 40,7–93 kW.

Dengan kapasitas maksimum sekitar 93 kW, model ini dapat digunakan untuk berbagai aplikasi heating dengan kebutuhan panas menengah.

Contoh aplikasinya meliputi:

  • Bakery oven
  • Industrial oven
  • Dryer
  • Hot air generator
  • Boiler kecil
  • Heating system
  • Process heater

Pemilihan akhir tetap harus mempertimbangkan desain combustion chamber dan kebutuhan airflow.

FBR GAS X3CE – 69,8–174 kW

FBR GAS X3CE memiliki kapasitas sekitar 69,8–174 kW.

Model ini ditujukan untuk aplikasi dengan kebutuhan heat input lebih besar dan dapat digunakan pada berbagai equipment thermal industri.

Aplikasi yang dapat menggunakan kapasitas tersebut antara lain:

  • Oven industri
  • Bakery oven kapasitas besar
  • Dryer
  • Hot air generator
  • Boiler
  • Furnace
  • Process heating

Untuk aplikasi industri, sistem burner dapat dikombinasikan dengan gas train, flame safeguard, pressure switch, automatic gas valve, dan temperature controller sesuai kebutuhan.

FBR GAS X4CE – 116–232 kW

FBR GAS X4CE memiliki kapasitas sekitar 116–232 kW.

Model ini dapat digunakan pada equipment yang membutuhkan heat input hingga sekitar 232 kW.

Beberapa aplikasinya meliputi:

  • Industrial bakery oven
  • Large drying system
  • Industrial oven
  • Hot air generator
  • Boiler
  • Furnace
  • Process heating equipment

Pada kapasitas ini, pemeriksaan gas pressure dan gas flow menjadi semakin penting agar supply bahan bakar mampu memenuhi kebutuhan burner saat beroperasi pada kapasitas tinggi.

FBR GAS X5CE – 151–349 kW

FBR GAS X5CE memiliki rentang kapasitas sekitar 151–349 kW dan merupakan salah satu model dengan kapasitas terbesar dalam FBR GAS X Series.

Burner ini dapat digunakan untuk equipment dengan kebutuhan panas hingga sekitar 349 kW, seperti:

  • Industrial oven
  • Large bakery oven
  • Dryer
  • Furnace
  • Hot air generator
  • Boiler
  • Thermal process equipment

Untuk burner dengan kapasitas besar, sistem supply gas harus diperhitungkan secara menyeluruh, termasuk regulator, diameter pipa, gas train, tekanan gas, flow rate, combustion air, dan exhaust.

Tabel FBR GAS X Series

ModelKapasitasKategori
FBR GAS X0CE11,6–34,3 kWSmall
FBR GAS X1CE23,2–58,1 kWSmall–Medium
FBR GAS X2CE40,7–93 kWMedium
FBR GAS X3CE69,8–174 kWMedium–Large
FBR GAS X4CE116–232 kWLarge
FBR GAS X5CE151–349 kWLarge

Cara Menentukan Model FBR GAS X yang Tepat

Jangan memilih burner hanya berdasarkan kapasitas maksimum. Misalnya equipment membutuhkan 150 kW, maka perlu dilihat juga rentang operasi burner, bukan hanya mencari burner yang memiliki kapasitas maksimum di atas 150 kW.

Data yang sebaiknya disiapkan:

  • Kebutuhan panas/heat load
  • Temperatur kerja
  • Kapasitas produksi
  • Jenis equipment
  • Jenis gas: LPG, NG, CNG atau LNG
  • Tekanan gas
  • Kapasitas flow gas
  • Ukuran combustion chamber
  • Airflow combustion
  • Sistem exhaust
  • Sistem kontrol existing

Dengan data tersebut, pemilihan FBR GAS X0CE hingga X5CE dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan aktual equipment.

Jual FBR GAS X Series

Bejo Burner menyediakan pilihan FBR GAS X Series untuk berbagai kebutuhan gas burner oven, burner boiler, burner dryer, burner furnace, hot air generator, dan industrial heating.

Tersedia pilihan kapasitas FBR GAS X0CE 11,6–34,3 kW hingga FBR GAS X5CE 151–349 kW.

Kami juga dapat membantu kebutuhan penggantian burner existing, retrofit burner, instalasi gas train, setting combustion, commissioning, service, dan modifikasi sistem kontrol burner sesuai kondisi equipment.

Kirimkan foto nameplate equipment, kapasitas mesin, temperatur kerja, jenis gas, tekanan gas, serta foto burner existing untuk mendapatkan rekomendasi model dan kapasitas burner yang sesuai.

Aplikasi Burner Riello dan FBR GAS X

Burner dengan kapasitas yang sesuai dapat digunakan pada berbagai aplikasi thermal.

1. Burner untuk Boiler

Gas burner dapat digunakan pada boiler yang menggunakan Natural Gas atau LPG sebagai bahan bakar.

Kapasitas burner harus disesuaikan dengan kapasitas steam boiler, tekanan kerja, efisiensi boiler, dan heat transfer surface.

2. Burner untuk Oven Roti

Gas burner oven roti digunakan untuk menghasilkan panas pada bakery oven, rotary rack oven, deck oven, convection oven, dan berbagai oven makanan.

Untuk aplikasi bakery, selain kapasitas burner perlu diperhatikan sistem sirkulasi udara panas dan distribusi temperatur.

3. Burner untuk Industrial Oven

Gas burner dapat digunakan untuk industrial oven yang membutuhkan temperatur stabil dan heat input tertentu.

Aplikasi dapat meliputi:

  • Powder coating oven
  • Painting oven
  • Drying oven
  • Curing oven
  • Heating oven
  • Food processing oven

4. Burner untuk Hot Air Generator

Burner dapat digunakan sebagai sumber panas pada hot air generator untuk menghasilkan udara panas bagi proses produksi.

5. Burner untuk Dryer

Gas burner dapat digunakan pada sistem dryer untuk menghasilkan udara panas yang diperlukan dalam proses pengeringan.

6. Burner untuk Thermal Oil Heater

Pada thermal oil heater, burner digunakan untuk menghasilkan panas pada furnace sehingga thermal oil dapat mencapai temperatur operasi yang dibutuhkan.

Bagaimana Memilih Kapasitas Burner?

Kapasitas burner tidak sebaiknya dipilih hanya berdasarkan ukuran mesin.

Beberapa parameter yang perlu diperhatikan:

  • Heat load equipment
  • Temperatur kerja
  • Temperatur maksimum
  • Kapasitas produksi
  • Waktu heating-up
  • Heat loss
  • Efisiensi sistem
  • Jenis bahan bakar
  • Tekanan gas
  • Combustion chamber
  • Airflow
  • Exhaust
  • Sistem kontrol

Sebagai contoh, apabila kebutuhan panas equipment adalah 200 kW, burner tidak selalu harus dipilih tepat 200 kW.

Dengan safety margin tertentu, burner dapat dipilih pada kapasitas maksimum yang sedikit lebih tinggi, misalnya sekitar 230–240 kW, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan combustion chamber dan sistem equipment.

Konversi Kapasitas Burner kW ke kcal/jam

Dalam industri boiler dan heating equipment, kapasitas burner sering dinyatakan dalam kW maupun kcal/jam.

Konversi yang umum digunakan:

1 kW ≈ 860 kcal/jam

Contohnya:

100 kW × 860 = 86.000 kcal/jam

Sedangkan:

200 kW × 860 = 172.000 kcal/jam

Dan:

349 kW × 860 = ±300.140 kcal/jam

Perhitungan tersebut dapat digunakan sebagai konversi kapasitas thermal burner. Kapasitas aktual yang dapat dimanfaatkan equipment tetap dipengaruhi oleh efisiensi boiler, oven, furnace, heat exchanger, atau sistem pemanasan yang digunakan.

Riello R40 atau FBR GAS X, Mana yang Dipilih?

Keduanya memiliki beberapa pilihan kapasitas yang saling berdekatan. Karena itu, pemilihan burner sebaiknya tidak hanya berdasarkan merek.

Hal yang lebih penting adalah:

Heat Load → Kapasitas Burner → Combustion Chamber → Airflow → Gas Pressure → Gas Train → Control System

Jika kebutuhan panas berada pada kapasitas yang sama, pemilihan dapat dilakukan berdasarkan:

  • Kesesuaian mounting
  • Rentang kapasitas
  • Jenis gas
  • Tekanan gas
  • Sistem kontrol
  • Ketersediaan spare part
  • Kemudahan service
  • Harga
  • Kebutuhan aplikasi

Jual Burner Riello R40 dan FBR GAS X

Bejo Burner menyediakan berbagai pilihan Riello R40 Series dan FBR GAS X Series untuk kebutuhan boiler, oven, dryer, hot air generator, thermal oil heater, dan aplikasi pemanasan industri lainnya.

Pilihan kapasitas tersedia mulai dari:

Riello R40: ±11–220 kW

hingga:

FBR GAS X: ±11,6–349 kW

Kami juga dapat membantu kebutuhan penggantian burner existing, burner retrofit, gas train, instalasi burner, setting combustion, commissioning, service, dan penggantian spare part burner.

Untuk menentukan model yang sesuai, kirimkan data equipment seperti:

  • Kapasitas boiler/oven/furnace
  • Heat load
  • Temperatur kerja
  • Jenis bahan bakar
  • Tekanan gas
  • Foto burner existing
  • Foto nameplate equipment
  • Dimensi combustion chamber
  • Kapasitas airflow apabila tersedia

Dengan data tersebut, pemilihan Riello R40 atau FBR GAS X dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan thermal dan kondisi instalasi sebenarnya.

Fungsi dan Kegunaan Gas Burner pada Oven Roti

Kualitas roti tidak hanya ditentukan oleh resep dan bahan baku, tetapi juga oleh proses pemanggangan. Temperatur oven, distribusi panas, waktu pemanggangan, kelembapan, dan kestabilan api burner dapat memengaruhi warna, tekstur, volume, serta tingkat kematangan produk.

Pada oven gas untuk roti dan bakery, gas burner berfungsi sebagai sumber panas utama. Burner menghasilkan energi panas yang kemudian didistribusikan ke ruang oven melalui sistem pemanasan yang sesuai dengan desain mesin.

Untuk mendapatkan hasil pemanggangan yang konsisten, sistem pemanasan harus mampu menjaga temperatur oven tetap stabil.

Pemanasan Atas dan Bawah pada Oven Roti

Beberapa jenis gas deck oven menggunakan sistem pemanasan dari bagian atas dan bawah ruang pemanggangan.

Konfigurasi tersebut memungkinkan panas didistribusikan ke bagian atas dan bawah produk sehingga proses pemanggangan dapat berlangsung lebih merata.

Pengaturan panas atas dan bawah dapat membantu menghasilkan:

  • Warna permukaan roti yang lebih merata
  • Bagian bawah roti matang dengan baik
  • Struktur roti lebih konsisten
  • Proses pemanggangan lebih terkendali
  • Penyesuaian temperatur berdasarkan jenis produk

Namun, kemampuan pemanasan atas dan bawah bukan hanya ditentukan oleh burner. Desain ruang bakar, posisi burner, refractory, heat distribution, airflow, dan konstruksi oven juga berpengaruh terhadap hasil akhir.

Perbedaan Oven Konvensional dan Gas Deck Oven

Pada oven konvensional sederhana, sumber panas dapat berasal dari kompor atau burner dengan distribusi panas yang terbatas. Jika desain ruang pemanas kurang baik, temperatur di beberapa bagian oven dapat menjadi tidak merata.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan sebagian produk lebih cepat matang sementara bagian lainnya membutuhkan waktu lebih lama.

Pada gas deck oven, sistem pemanasan dirancang agar distribusi panas dapat dikontrol dengan lebih baik. Burner, ruang bakar, insulasi, dan sistem kontrol temperatur bekerja sebagai satu kesatuan.

Untuk aplikasi bakery, konfigurasi burner dapat menggunakan sistem ON/OFF, two-stage, atau modulating, tergantung kapasitas dan kebutuhan kontrol temperatur.

Sistem Kontrol Gas Burner Oven

Gas burner modern dapat dilengkapi dengan sistem kontrol otomatis untuk menjaga temperatur oven.

Secara umum, sistem bekerja dengan alur:

Temperature Sensor → Temperature Controller → Burner Control → Gas Valve → Burner → Oven

Temperature sensor membaca temperatur aktual di dalam oven. Controller kemudian membandingkan temperatur tersebut dengan set point.

Apabila temperatur turun, burner akan bekerja untuk menambah panas. Ketika temperatur telah mencapai set point, burner dapat mengurangi kapasitas atau berhenti sesuai sistem kontrol yang digunakan.

Dengan sistem tersebut, temperatur oven dapat dipertahankan lebih stabil selama proses produksi.

Komponen Gas Burner Oven

Gas burner oven roti biasanya tidak berdiri sendiri. Sistem pembakaran membutuhkan beberapa komponen pendukung agar burner dapat bekerja secara aman dan stabil.

Komponen dapat meliputi:

  • Gas burner
  • Gas train
  • Gas regulator
  • Gas filter
  • Automatic gas valve
  • Gas pressure switch
  • Flame detector
  • Flame safeguard
  • Ignition transformer
  • Temperature controller
  • Thermocouple
  • Control panel

Konfigurasi komponen disesuaikan dengan kapasitas burner, jenis gas, tekanan gas, dan desain oven.

Gas Burner untuk LPG, Natural Gas, CNG dan LNG

Bejo Burner dapat menyediakan konfigurasi burner untuk berbagai bahan bakar gas.

LPG

LPG banyak digunakan pada oven bakery karena mudah diaplikasikan pada berbagai kapasitas oven.

Natural Gas

Natural Gas dapat digunakan pada lokasi yang memiliki jaringan gas. Burner harus disesuaikan dengan tekanan dan spesifikasi gas supply.

CNG

CNG dapat digunakan sebagai alternatif pada lokasi yang tidak memiliki jaringan Natural Gas.

LNG

LNG dapat digunakan untuk kebutuhan industri dengan konsumsi gas yang besar dengan sistem supply dan vaporisasi yang sesuai.

Keunggulan Gas Burner pada Oven Bakery

Penggunaan gas burner yang tepat dapat memberikan beberapa keuntungan pada proses produksi bakery.

Temperatur Lebih Stabil

Dengan temperature controller dan sensor yang sesuai, temperatur oven dapat dikontrol berdasarkan set point.

Pemanasan Lebih Cepat

Burner dengan kapasitas yang sesuai dapat memberikan heat input yang cukup untuk proses heating-up dan recovery temperature oven.

Konsumsi Gas Dapat Dikontrol

Sistem burner dan gas train dapat mengatur supply gas sesuai kebutuhan pembakaran. Pada burner modulating, kapasitas api dapat disesuaikan dengan heat demand oven.

Otomatisasi

Burner dapat diintegrasikan dengan control panel, PLC, HMI, thermostat, timer, dan berbagai sistem safety.

Lebih Mudah Disesuaikan

Kapasitas burner dapat dipilih berdasarkan kebutuhan heat load oven, sehingga sistem dapat digunakan untuk berbagai ukuran dan kapasitas produksi.

Kapasitas Gas Deck Oven

Gas deck oven tersedia dalam berbagai ukuran dan kapasitas produksi. Namun, kapasitas oven tidak secara langsung menentukan kapasitas burner.

Sebagai contoh, dua oven dengan ukuran ruang yang sama dapat membutuhkan kapasitas burner berbeda apabila:

  • Temperatur kerja berbeda
  • Insulasi berbeda
  • Kapasitas produksi berbeda
  • Sistem airflow berbeda
  • Waktu heating-up berbeda
  • Sistem exhaust berbeda

Karena itu, pemilihan burner harus berdasarkan heat load oven.

Peran Insulasi pada Oven Roti

Insulasi merupakan bagian penting dalam sistem oven. Material seperti rockwool atau glasswool dapat digunakan untuk mengurangi perpindahan panas dari ruang oven ke lingkungan.

Insulasi yang baik membantu mempertahankan temperatur oven dan mengurangi heat loss.

Jika insulasi sudah rusak atau terlalu tipis, burner harus bekerja lebih lama untuk mempertahankan temperatur. Akibatnya, konsumsi bahan bakar dapat meningkat.

Bejo Burner untuk Gas Deck Oven dan Bakery Oven

Bejo Burner menyediakan gas burner untuk berbagai aplikasi gas deck oven, rotary rack oven, convection oven, tunnel oven, bakery oven, oven kue, dan oven industri makanan.

Burner dapat dikonfigurasi menggunakan:

  • LPG
  • Natural Gas
  • CNG
  • LNG

Sistem juga dapat dilengkapi dengan gas train, flame safeguard, automatic gas valve, pressure switch, temperature controller, control panel, dan sistem modulating sesuai kebutuhan.

Bejo Burner juga dapat membantu kebutuhan penggantian burner existing, retrofit burner, modifikasi sistem kontrol, instalasi gas train, commissioning, dan service burner oven.

Untuk menentukan kapasitas burner yang tepat, kirimkan ukuran oven, kapasitas produksi, temperatur kerja, jenis gas, tekanan gas, foto nameplate, dan foto burner existing.

Dari data tersebut, kebutuhan panas oven dapat dianalisis untuk menentukan kapasitas dan tipe gas burner yang sesuai dengan aplikasi bakery Anda.

Aplikasi Gas Burner pada Oven Roti dan Kue

Dalam proses produksi roti dan bakery, oven dan sistem pemanas memiliki peran penting dalam menentukan kualitas produk akhir. Temperatur, waktu pemanggangan, distribusi panas, dan kestabilan suhu harus dikontrol agar roti matang secara merata dengan warna, tekstur, dan tingkat kematangan yang sesuai.

Pada oven yang menggunakan bahan bakar gas, gas burner oven roti menjadi salah satu komponen utama yang menghasilkan energi panas untuk proses pemanggangan.

Temperatur Pemanggangan Roti

Temperatur dan waktu pemanggangan berbeda-beda tergantung jenis roti, ukuran adonan, formulasi bahan, serta desain oven.

Pada tahap akhir pemanggangan, temperatur bagian dalam roti umumnya dapat mencapai sekitar 92–95°C, tergantung jenis produk dan metode pemanggangan yang digunakan.

Selain temperatur inti, pembentukan kerak atau crust juga dipengaruhi oleh kondisi permukaan adonan, kelembapan oven, sirkulasi udara panas, dan proses pembentukan uap pada tahap awal pemanggangan.

Karena itu, sistem pemanasan oven tidak hanya harus mampu menghasilkan temperatur tinggi, tetapi juga harus mampu menjaga distribusi panas dan temperatur secara stabil.

Waktu Pemanggangan

Waktu pemanggangan tidak sama untuk setiap jenis produk bakery.

Roti dengan ukuran kecil dapat membutuhkan waktu pemanggangan yang relatif singkat, sedangkan roti dengan ukuran lebih besar atau produk dengan kandungan air yang tinggi membutuhkan waktu lebih lama.

Beberapa faktor yang memengaruhi waktu pemanggangan antara lain:

  • Jenis roti
  • Berat adonan
  • Ukuran produk
  • Temperatur oven
  • Kelembapan ruang oven
  • Kecepatan sirkulasi udara
  • Jenis oven
  • Kapasitas burner

Karena setiap produk memiliki karakteristik berbeda, pengaturan temperatur dan waktu harus disesuaikan dengan resep serta proses produksi.

Pengaruh Pemanggangan terhadap Berat Roti

Selama proses pemanggangan, sebagian air dalam adonan akan menguap. Kondisi tersebut menyebabkan berat produk setelah keluar dari oven menjadi lebih rendah dibandingkan berat adonan sebelum dipanggang.

Besarnya penurunan berat dipengaruhi oleh:

  • Kandungan air adonan
  • Temperatur pemanggangan
  • Lama pemanggangan
  • Ukuran produk
  • Jenis roti
  • Kelembapan ruang oven

Pengendalian temperatur dan waktu pemanggangan yang konsisten penting untuk menjaga yield produksi dan kualitas produk.

Peran Gas Burner dalam Bisnis Bakery

Pada industri bakery, penggunaan gas burner oven dapat membantu meningkatkan efisiensi dan konsistensi proses produksi.

Burner menghasilkan panas yang kemudian digunakan oleh sistem oven. Panas dapat didistribusikan secara langsung atau melalui sistem sirkulasi udara panas dan heat exchanger, tergantung desain oven.

Dengan sistem kontrol yang tepat, burner dapat bekerja mengikuti kebutuhan temperatur oven.

1. Kontrol Temperatur Otomatis

Gas burner dapat dikombinasikan dengan temperature controller dan thermocouple.

Sensor membaca temperatur oven dan controller memberikan perintah kepada burner. Ketika temperatur turun dari set point, burner bekerja untuk mengembalikan temperatur ke kondisi yang diinginkan.

Sistem ini membantu menjaga temperatur oven lebih stabil selama proses pemanggangan.

2. Pengaturan Konsumsi Gas

Penggunaan gas dapat dikontrol melalui sistem burner dan gas train.

Pada aplikasi tertentu, burner dapat menggunakan sistem ON/OFF, two-stage, atau modulating.

Untuk oven yang membutuhkan kontrol panas lebih presisi, sistem modulating dapat mengatur kapasitas api sesuai kebutuhan sehingga burner tidak selalu bekerja pada kapasitas maksimum.

3. Pengaturan Waktu Pemanggangan

Kontrol burner dapat dikombinasikan dengan timer atau PLC pada sistem oven.

Operator dapat menentukan waktu pemanggangan sesuai jenis produk. Setelah waktu proses tercapai, sistem dapat memberikan alarm atau menjalankan sequence yang telah ditentukan.

Pengaturan waktu yang konsisten membantu menjaga kualitas produk dari satu batch ke batch berikutnya.

4. Distribusi Panas Lebih Merata

Selain kapasitas burner, distribusi panas sangat menentukan hasil pemanggangan.

Oven yang menggunakan blower atau sistem sirkulasi udara panas harus memiliki airflow yang sesuai agar panas dapat tersebar secara merata ke seluruh ruang oven.

Burner yang tepat harus dipasangkan dengan sistem combustion chamber, blower, ducting, dan exhaust yang sesuai.

5. Insulasi Oven Mengurangi Heat Loss

Dinding oven umumnya menggunakan material insulasi seperti rockwool atau glasswool untuk mengurangi perpindahan panas ke lingkungan.

Insulasi yang baik membantu mempertahankan temperatur di dalam oven dan mengurangi heat loss.

Dengan demikian, panas yang dihasilkan burner dapat digunakan secara lebih efektif untuk proses pemanggangan.

Gas Burner dan Sistem Keselamatan Oven

Gas burner tidak hanya membutuhkan sumber gas dan sistem pengapian. Untuk aplikasi oven bakery, sistem keselamatan juga perlu diperhatikan.

Konfigurasi dapat dilengkapi dengan:

  • Flame safeguard
  • Flame detector
  • Gas pressure switch
  • Automatic gas valve
  • Gas regulator
  • Gas filter
  • Safety shut-off valve
  • Temperature controller
  • Emergency stop
  • Control panel

Komponen tersebut berfungsi membantu memastikan proses pembakaran berlangsung sesuai sequence dan burner dapat dihentikan apabila terjadi kondisi abnormal.

Aplikasi Gas Burner untuk Berbagai Oven Bakery

Gas burner dapat digunakan pada berbagai jenis oven, seperti:

  • Oven roti
  • Bakery oven
  • Rotary rack oven
  • Deck oven
  • Convection oven
  • Tunnel oven
  • Rotary oven
  • Oven cookies
  • Oven biscuit
  • Oven cake
  • Oven pastry
  • Oven pizza
  • Industrial food oven

Setiap aplikasi membutuhkan konfigurasi burner yang berbeda. Oleh karena itu, kapasitas burner sebaiknya ditentukan berdasarkan heat load oven, bukan hanya berdasarkan ukuran fisik ruang pemanggangan.

Bejo Burner untuk Oven Roti dan Kue

Bejo Burner menyediakan gas burner untuk kebutuhan oven roti, oven bakery, dan oven industri dengan pilihan bahan bakar LPG, Natural Gas, CNG, maupun LNG.

Burner dapat dikonfigurasi berdasarkan kebutuhan kapasitas panas dan sistem kontrol oven, termasuk:

  • Gas burner ON/OFF
  • Gas burner two-stage
  • Gas burner modulating
  • Gas train
  • Flame safeguard
  • Automatic gas valve
  • Gas pressure switch
  • Temperature controller
  • Control panel

Untuk penggantian burner existing, kapasitas burner dapat dievaluasi berdasarkan ukuran oven, temperatur kerja, kapasitas produksi, jenis gas, tekanan gas, airflow blower, sistem exhaust, serta foto burner yang digunakan saat ini.

Dengan pemilihan burner dan sistem kontrol yang tepat, oven dapat bekerja dengan temperatur yang lebih stabil, proses pemanggangan lebih konsisten, dan penggunaan energi dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan produksi bakery.

Peluang Usaha dengan Mesin Oven Roti dan Gas Burner

Bisnis roti, bakery, kue kering, pastry, dan makanan panggang terus berkembang karena produk bakery memiliki pasar yang luas. Kondisi ini membuka peluang bagi pelaku usaha, mulai dari usaha rumahan, UMKM, hingga industri bakery skala besar.

Untuk meningkatkan kapasitas produksi, penggunaan mesin oven roti menjadi salah satu investasi penting. Oven membantu proses pemanggangan berlangsung lebih cepat, temperatur lebih stabil, dan hasil produk lebih konsisten dibandingkan pemanggangan secara manual.

Salah satu komponen penting pada oven berbahan bakar gas adalah gas burner oven roti. Burner berfungsi menghasilkan panas yang kemudian digunakan untuk mencapai dan mempertahankan temperatur pemanggangan sesuai kebutuhan produk.

Keuntungan Menggunakan Oven Roti

Penggunaan oven yang dilengkapi sistem pemanasan dan kontrol temperatur yang baik memberikan beberapa keuntungan bagi usaha bakery, antara lain:

  • Mempercepat proses pemanggangan
  • Temperatur oven lebih mudah dikontrol
  • Hasil pemanggangan lebih merata
  • Kapasitas produksi dapat ditingkatkan
  • Mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual
  • Penggunaan bahan bakar dapat dikontrol
  • Mendukung proses produksi yang lebih konsisten

Untuk usaha bakery yang menggunakan LPG, Natural Gas, CNG, atau LNG, gas burner dapat menjadi sumber panas utama oven.

Gas Burner untuk Mesin Oven Roti

Pada oven roti modern, burner gas dapat dikombinasikan dengan temperature controller, thermostat, gas train, flame safeguard, pressure switch, dan automatic gas valve untuk menghasilkan sistem pemanasan yang lebih otomatis.

Burner juga tersedia dalam beberapa sistem kontrol, seperti ON/OFF, two-stage, dan modulating. Pemilihan sistem tersebut disesuaikan dengan kapasitas oven, kebutuhan temperatur, kapasitas produksi, serta karakteristik proses pemanggangan.

Dengan sistem burner yang tepat, temperatur oven dapat dijaga lebih stabil sehingga membantu menghasilkan roti dan produk bakery dengan kualitas yang lebih konsisten.

Peluang Mengembangkan Usaha Bakery

Investasi pada mesin oven dan sistem burner yang tepat dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi. Ketika permintaan meningkat, kapasitas oven yang lebih besar memungkinkan proses produksi dilakukan dalam jumlah lebih banyak tanpa harus menambah waktu kerja secara berlebihan.

Oleh karena itu, sebelum membeli mesin oven roti, penting untuk mempertimbangkan kapasitas produksi, ukuran oven, temperatur kerja, jenis bahan bakar, konsumsi gas, sistem sirkulasi udara, dan kapasitas gas burner.

Dengan perencanaan yang tepat, mesin oven bukan hanya menjadi peralatan produksi, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha bakery dari skala kecil hingga industri.

Tipe, Keunggulan dan Jenis Gas Burner untuk Oven Roti dan Kue

Gas Burner untuk Oven Roti dan Bakery

Gas burner oven roti merupakan perangkat pembakaran yang berfungsi menghasilkan panas untuk proses pemanggangan roti, kue, pastry, cookies, dan berbagai produk bakery. Burner menjadi salah satu komponen penting pada oven karena kualitas dan kestabilan pembakaran sangat berpengaruh terhadap temperatur ruang oven.

Berbeda dengan oven sederhana yang menggunakan sumber panas manual, oven gas dengan burner otomatis dapat mengatur pembakaran berdasarkan kebutuhan temperatur. Dengan bantuan temperature controller, burner dapat bekerja secara otomatis untuk mempertahankan suhu oven sesuai set point.

Pemilihan burner yang tepat sangat penting, terutama untuk usaha bakery yang membutuhkan hasil pemanggangan konsisten dan kapasitas produksi tinggi.

Jenis Gas Burner Oven Roti

Gas burner untuk oven bakery tersedia dalam berbagai tipe. Pemilihannya harus disesuaikan dengan kapasitas oven, jenis bahan bakar, temperatur kerja, dan sistem pemanasan.

1. Gas Burner ON/OFF

Tipe ON/OFF merupakan sistem burner yang paling sederhana. Burner bekerja pada kapasitas tertentu dan akan menyala atau mati berdasarkan perintah dari temperature controller.

Tipe ini cocok untuk berbagai oven roti skala kecil hingga menengah yang tidak membutuhkan pengaturan kapasitas api secara bertahap.

2. Gas Burner Two Stage

Burner two stage memiliki dua tingkat kapasitas pembakaran, yaitu kapasitas tinggi dan rendah.

Saat temperatur oven masih jauh dari set point, burner bekerja pada kapasitas tinggi. Ketika temperatur mendekati set point, burner berpindah ke kapasitas rendah.

Sistem ini dapat membantu mengurangi fluktuasi temperatur dibandingkan burner ON/OFF biasa.

3. Gas Burner Modulating

Gas burner modulating dapat mengatur kapasitas pembakaran secara bertahap sesuai kebutuhan panas oven.

Tipe ini cocok untuk oven bakery industri, tunnel oven, rotary oven, dan aplikasi produksi kontinu yang membutuhkan kontrol temperatur lebih presisi.

Keunggulan burner modulating antara lain:

  • Temperatur lebih stabil
  • Kapasitas api mengikuti kebutuhan panas
  • Mengurangi start-stop burner
  • Membantu mengoptimalkan konsumsi gas
  • Cocok untuk oven berkapasitas besar

Jenis Bahan Bakar Gas

Gas burner oven roti dapat dikonfigurasi menggunakan beberapa jenis bahan bakar.

LPG Burner

LPG burner banyak digunakan pada usaha bakery karena LPG relatif mudah diperoleh dan dapat digunakan untuk berbagai kapasitas oven.

Natural Gas Burner

Natural Gas atau NG dapat digunakan pada industri yang memiliki jaringan gas. Burner harus disesuaikan dengan tekanan dan spesifikasi gas yang tersedia.

CNG Burner

CNG dapat menjadi alternatif bagi lokasi yang tidak memiliki jaringan Natural Gas. Sistem burner harus dilengkapi dengan pengaturan tekanan dan gas train yang sesuai.

LNG Burner

LNG dapat digunakan untuk kebutuhan industri dengan konsumsi gas yang besar. Instalasi membutuhkan sistem supply dan vaporisasi yang sesuai dengan kebutuhan burner.

Keunggulan Oven Roti Menggunakan Gas Burner

Penggunaan gas burner pada oven memberikan beberapa keuntungan untuk proses produksi bakery.

Pemanasan Cepat

Burner gas dapat menghasilkan heat input yang besar sehingga oven dapat mencapai temperatur kerja dengan lebih cepat, tergantung kapasitas burner dan desain oven.

Temperatur Mudah Dikontrol

Dengan temperature controller dan sistem kontrol burner, temperatur oven dapat dipertahankan sesuai kebutuhan proses.

Pembakaran Lebih Bersih

Gas dapat menghasilkan pembakaran yang relatif bersih apabila burner, rasio udara-gas, dan sistem pembakaran dirancang dengan benar.

Dapat Diotomatisasi

Gas burner dapat diintegrasikan dengan sistem otomatis seperti:

  • Temperature controller
  • Thermocouple
  • Flame safeguard
  • Gas pressure switch
  • Automatic gas valve
  • Control panel
  • PLC
  • HMI

Dengan sistem tersebut, proses pemanasan oven dapat berjalan lebih otomatis dan aman.

Jenis Oven yang Menggunakan Gas Burner

Gas burner dapat digunakan pada berbagai jenis oven bakery dan oven industri, antara lain:

  • Oven roti
  • Bakery oven
  • Rotary rack oven
  • Deck oven
  • Tunnel oven
  • Convection oven
  • Rotary oven
  • Oven cookies
  • Oven biscuit
  • Oven cake
  • Oven pastry
  • Oven pizza
  • Industrial food oven
  • Food drying oven

Setiap jenis oven mempunyai karakteristik heat load dan sistem distribusi panas yang berbeda sehingga kapasitas burner tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan ukuran ruang oven.

Keunggulan Menggunakan Bejo Burner

Bejo Burner menyediakan gas burner untuk berbagai aplikasi oven roti, bakery, dan pemanasan industri.

Burner dapat disesuaikan dengan:

  • Kapasitas panas oven
  • Jenis bahan bakar
  • Tekanan gas
  • Temperatur kerja
  • Kapasitas produksi
  • Sistem sirkulasi udara
  • Sistem kontrol
  • Desain combustion chamber

Untuk kebutuhan industri, burner dapat dilengkapi dengan gas train, flame safeguard, pressure switch, automatic gas valve, temperature controller, control panel, dan sistem modulating.

Bagaimana Memilih Gas Burner Oven Roti?

Sebelum membeli burner, beberapa data oven perlu diperiksa terlebih dahulu, seperti:

  1. Ukuran ruang oven
  2. Temperatur kerja
  3. Temperatur maksimum
  4. Kapasitas produksi kg/jam
  5. Waktu heating-up
  6. Jenis produk
  7. Kualitas insulasi
  8. Kapasitas blower dan airflow
  9. Sistem exhaust
  10. Jenis dan tekanan bahan bakar gas

Data tersebut diperlukan untuk menentukan heat load oven dan kapasitas burner yang sesuai.

Burner yang terlalu kecil dapat membuat oven sulit mencapai temperatur kerja. Sebaliknya, burner yang terlalu besar dapat menyebabkan temperatur sulit dikontrol dan burner terlalu sering melakukan cycling.

Karena itu, kapasitas burner sebaiknya ditentukan berdasarkan kebutuhan panas aktual oven, bukan hanya berdasarkan ukuran fisik oven.

TIPE DAN MODEL GAS BURNER OVEN ROTI

Dalam memilih gas burner oven roti, kapasitas burner harus disesuaikan dengan kebutuhan panas oven dan kapasitas produksi. Setiap oven memiliki kebutuhan heat load yang berbeda, sehingga burner untuk oven kecil tidak selalu cocok digunakan pada oven bakery berkapasitas besar.

Bejo Burner menyediakan berbagai pilihan gas burner untuk oven roti dan kue yang dapat digunakan pada aplikasi bakery skala kecil, menengah, hingga industri.

1. Gas Burner Kapasitas Kecil

Untuk usaha bakery rumahan atau produksi skala kecil, burner dengan kapasitas rendah dapat menjadi pilihan yang sesuai.

Burner digunakan untuk memanaskan oven dengan kapasitas terbatas dan dapat menggunakan sistem kontrol ON/OFF berdasarkan temperatur oven.

Aplikasi yang umum antara lain:

  • Oven roti kecil
  • Oven kue
  • Oven pastry
  • Oven cookies
  • Oven pizza
  • Bakery rumahan

Pemilihan kapasitas tetap harus disesuaikan dengan ukuran oven dan temperatur kerja.

2. Gas Burner Kapasitas Menengah

Untuk bakery dengan kapasitas produksi lebih besar, diperlukan burner dengan heat input yang lebih tinggi.

Burner kapasitas menengah dapat digunakan pada:

  • Rotary rack oven
  • Convection oven
  • Bakery oven
  • Deck oven
  • Industrial food oven

Untuk aplikasi seperti ini, burner dapat menggunakan sistem ON/OFF maupun two stage, tergantung kebutuhan kontrol temperatur.

3. Gas Burner Kapasitas Besar

Untuk industri bakery dengan produksi tinggi, gas burner membutuhkan kapasitas panas yang lebih besar serta sistem kontrol yang lebih lengkap.

Burner dapat digunakan untuk:

  • Tunnel oven
  • Industrial bakery oven
  • Continuous oven
  • Large rotary oven
  • Food processing oven

Pada aplikasi industri, modulating gas burner dapat menjadi pilihan karena kapasitas api dapat disesuaikan dengan kebutuhan panas oven secara bertahap.

Sistem Burner Berdasarkan Kontrol Api

Selain berdasarkan kapasitas, gas burner juga dapat dibedakan berdasarkan sistem pengaturan api.

ON/OFF Burner
Burner bekerja dengan prinsip menyala dan mati berdasarkan temperatur yang telah ditentukan.

Two Stage Burner
Burner memiliki dua tingkat kapasitas api, yaitu kapasitas tinggi dan rendah. Sistem ini membantu mengurangi fluktuasi temperatur oven.

Modulating Burner
Kapasitas burner dapat diatur secara bertahap sesuai kebutuhan panas. Sistem ini sangat sesuai untuk oven industri yang membutuhkan kontrol temperatur lebih stabil.

Pemilihan Burner Berdasarkan Jenis Oven

Jenis oven juga menjadi pertimbangan dalam menentukan burner. Oven dengan sistem direct firing memiliki konfigurasi berbeda dengan oven yang menggunakan indirect heating atau heat exchanger.

Pada oven dengan sirkulasi udara panas, kapasitas burner juga harus disesuaikan dengan airflow blower agar panas dapat didistribusikan secara merata ke seluruh ruang oven.

Oleh karena itu, sebelum menentukan model burner, perlu diketahui:

  • Dimensi oven
  • Kapasitas produksi
  • Temperatur kerja
  • Temperatur maksimum
  • Waktu heating-up
  • Jenis produk
  • Sistem sirkulasi udara
  • Kapasitas blower
  • Sistem exhaust
  • Jenis bahan bakar
  • Tekanan gas

Gas Burner LPG, Natural Gas, CNG dan LNG

Bejo Burner dapat menyediakan konfigurasi burner untuk berbagai jenis bahan bakar gas, seperti:

  • LPG
  • Natural Gas (NG)
  • CNG
  • LNG

Setiap jenis gas mempunyai karakteristik tekanan dan nilai kalor yang berbeda. Karena itu, burner, gas train, regulator, valve, dan nozzle/orifice harus dipilih sesuai spesifikasi bahan bakar yang digunakan.

Konsultasi dan Pemilihan Gas Burner Oven

Jika Anda sedang mencari gas burner oven roti atau burner pengganti oven bakery, jangan hanya menentukan berdasarkan ukuran oven.

Kirimkan foto oven, nameplate, ukuran ruang oven, kapasitas produksi kg/jam, temperatur kerja, jenis gas, tekanan gas, serta foto burner existing.

Tim Bejo Burner dapat membantu melakukan estimasi kapasitas heat load dan kapasitas burner sehingga pemilihan burner lebih sesuai dengan kebutuhan oven dan proses produksi bakery.

Studi Kasus: Penggantian Burner Oven Bakery dari LPG

Sebuah perusahaan bakery menggunakan rotary rack oven untuk proses pemanggangan roti. Oven menggunakan bahan bakar LPG dan membutuhkan penggantian burner karena burner existing sudah tidak bekerja optimal.

Data oven yang diketahui:

ParameterData
Jenis ovenRotary Rack Oven
ProdukRoti dan bakery
Bahan bakarLPG
Temperatur kerja180–220°C
Temperatur awal±30°C
Kapasitas produksi±100–150 kg/jam
Sistem pemanasanHot air circulation
Kontrol temperaturAutomatic
Sistem burnerGas burner

Berdasarkan kondisi operasi tersebut, kebutuhan burner perlu dihitung dengan mempertimbangkan beberapa beban panas.

1. Beban Panas Produk

Produk yang masuk ke oven masih memiliki temperatur relatif rendah sehingga membutuhkan energi untuk menaikkan temperatur produk sampai temperatur pemanggangan.

Secara sederhana:

Q = m × Cp × ΔT

Keterangan:

  • Q = kebutuhan panas
  • m = massa produk
  • Cp = specific heat produk
  • ΔT = perubahan temperatur

Misalnya kapasitas produk adalah 120 kg/jam, dengan temperatur produk dari 30°C menjadi sekitar 100°C selama proses awal pemanasan.

Maka kebutuhan panas produk menjadi salah satu komponen utama dalam menentukan heat load burner.

Namun, perhitungan ini belum mencakup kehilangan panas oven dan kebutuhan pemanasan ruang oven.

2. Heat Loss dari Oven

Selain memanaskan produk, burner juga harus mengganti panas yang hilang melalui:

  • Dinding oven
  • Pintu oven
  • Celah dan sambungan
  • Exhaust
  • Sistem ventilasi
  • Udara yang keluar dari oven
  • Perpindahan panas ke lingkungan

Semakin baik kualitas insulasi oven, semakin kecil heat loss yang harus ditanggung burner.

Sebaliknya, oven dengan insulasi yang sudah rusak atau tipis membutuhkan kapasitas burner lebih besar untuk mempertahankan temperatur.

3. Kebutuhan Panas untuk Heating Up

Pada saat oven pertama kali dinyalakan, burner membutuhkan kapasitas yang lebih besar untuk menaikkan temperatur ruang oven dari temperatur lingkungan menuju temperatur kerja.

Misalnya:

Temperatur awal = 30°C

Temperatur kerja = 200°C

Maka:

ΔT = 200 – 30 = 170°C

Beban heating-up ini hanya terjadi pada fase pemanasan awal, tetapi harus diperhitungkan ketika menentukan kapasitas maksimum burner.

4. Estimasi Heat Load

Sebagai contoh engineering, setelah memperhitungkan kebutuhan pemanasan produk, heating-up oven, heat loss, exhaust, dan faktor operasi, diperoleh estimasi:

Heat Load Oven ≈ 180–200 kW

Maka burner tidak disarankan dipilih tepat pada angka 180–200 kW tanpa mempertimbangkan kondisi operasi.

Dengan safety margin sekitar 15–20%, dapat digunakan:

200 kW × 1,20 = 240 kW

Sehingga burner dengan kapasitas maksimum sekitar:

±240 kW

dapat menjadi salah satu kandidat awal.

Pemilihan final tetap harus diverifikasi berdasarkan konstruksi combustion chamber, airflow blower, tekanan LPG, diameter burner mounting, temperatur kerja, dan sistem kontrol oven.

Contoh Konversi Kapasitas Burner ke kcal/jam

Untuk kebutuhan industri bakery, kapasitas burner terkadang dinyatakan dalam kW dan kcal/jam.

Konversi yang umum digunakan:

1 kW ≈ 860 kcal/jam

Jika burner memiliki kapasitas:

240 kW

maka:

240 × 860 = 206.400 kcal/jam

Jadi burner 240 kW memiliki kapasitas panas sekitar:

206.400 kcal/jam

Nilai tersebut merupakan kapasitas input thermal burner. Efisiensi aktual sistem pemanasan tetap dipengaruhi oleh desain combustion chamber, heat exchanger, airflow, insulasi, dan sistem exhaust.

Bagaimana Jika Burner Existing Terlalu Kecil?

Salah satu masalah yang sering ditemukan pada oven bakery adalah burner memiliki kapasitas terlalu kecil dibandingkan kebutuhan panas oven.

Gejalanya antara lain:

  • Oven membutuhkan waktu lama untuk mencapai temperatur
  • Temperatur sulit mencapai set point
  • Burner bekerja terus-menerus
  • Temperatur turun ketika produk dimasukkan
  • Recovery temperature lambat
  • Kapasitas produksi tidak dapat ditingkatkan
  • Konsumsi gas menjadi tidak optimal

Dalam kondisi tersebut, mengganti burner dengan kapasitas yang sesuai dapat meningkatkan kemampuan heating dan recovery oven.

Namun, peningkatan kapasitas burner harus tetap memperhatikan kapasitas blower, combustion chamber, gas train, exhaust, dan sistem kontrol.

Bagaimana Jika Burner Terlalu Besar?

Burner yang terlalu besar juga tidak selalu lebih baik.

Jika kapasitas burner jauh melebihi kebutuhan oven, dapat terjadi:

  • Temperatur naik terlalu cepat
  • Kontrol temperatur menjadi sulit
  • Burner sering start-stop
  • Temperatur ruang oven tidak merata
  • Beban gas train meningkat
  • Risiko overheating pada bagian tertentu
  • Efisiensi sistem dapat menurun

Karena itu, targetnya bukan memilih burner sebesar mungkin, tetapi memilih burner yang sesuai dengan heat load dan karakteristik oven.

Untuk aplikasi bakery, sistem two stage atau modulating burner dapat menjadi pilihan ketika oven membutuhkan pengaturan kapasitas panas yang lebih fleksibel.

Studi Kasus Penggantian Burner pada Rotary Rack Oven

Pada aplikasi rotary rack oven, burner biasanya bekerja bersama sistem blower atau sirkulasi udara panas.

Aliran panas harus didistribusikan secara merata ke seluruh area oven agar produk yang berada pada posisi berbeda tetap mendapatkan proses pemanggangan yang konsisten.

Konfigurasi sederhananya:

Gas Supply → Gas Train → Gas Burner → Combustion Chamber → Hot Air → Blower/Circulation → Oven Chamber → Exhaust

Pada sistem seperti ini, kapasitas burner harus disesuaikan dengan kapasitas airflow.

Jika burner diperbesar tetapi airflow tidak mencukupi, panas tidak dapat didistribusikan secara optimal.

Karena itu, sebelum mengganti burner, perlu dilakukan pengecekan:

  • Kapasitas blower
  • Airflow
  • Tekanan gas
  • Diameter gas pipe
  • Gas train
  • Burner mounting
  • Combustion chamber
  • Exhaust
  • Temperature sensor
  • Control panel
  • Safety interlock

Direct Firing atau Indirect Heating?

Untuk oven bakery, konfigurasi pemanasan harus disesuaikan dengan desain oven dan kebutuhan produk.

Direct Firing

Pada sistem direct firing, panas hasil pembakaran digunakan langsung untuk memanaskan udara di ruang oven.

Keuntungannya adalah konstruksi relatif sederhana dan perpindahan panas dapat berlangsung secara langsung.

Namun, desain sistem harus memastikan bahwa konfigurasi pembakaran sesuai dengan kebutuhan proses makanan.

Indirect Heating

Pada sistem indirect heating, burner memanaskan heat exchanger terlebih dahulu. Udara panas kemudian dialirkan ke ruang oven.

Konfigurasi ini dapat digunakan ketika proses membutuhkan pemisahan antara gas hasil pembakaran dan udara pemanas produk.

Pemilihan sistem harus mempertimbangkan jenis produk, temperatur kerja, desain oven, standar proses, dan kebutuhan kebersihan.

Rekomendasi Pemilihan Gas Burner Oven Bakery

Berdasarkan studi kasus di atas, kapasitas burner sebaiknya ditentukan melalui beberapa tahapan:

1. Hitung heat load oven

2. Hitung kebutuhan heating-up

3. Hitung kebutuhan panas produk

4. Hitung heat loss dan exhaust

5. Tambahkan safety margin

6. Cocokkan dengan kapasitas blower dan combustion chamber

7. Tentukan gas train dan tekanan gas

8. Pilih sistem kontrol ON/OFF, two stage atau modulating

Dengan metode tersebut, pemilihan burner menjadi lebih terukur dan tidak hanya berdasarkan perkiraan ukuran oven.

Bejo Burner – Gas Burner untuk Oven Roti dan Bakery

Bejo Burner menyediakan gas burner untuk oven roti dan oven bakery dengan berbagai kapasitas dan konfigurasi sesuai kebutuhan pemanasan. Burner dapat digunakan untuk aplikasi rotary rack oven, deck oven, tunnel oven, convection oven, industrial bakery oven, oven cookies, oven biscuit, oven cake, oven pastry, dan berbagai oven makanan lainnya.

Gas burner dapat digunakan sebagai pengganti burner existing maupun untuk instalasi pada oven bakery baru. Kapasitas burner ditentukan berdasarkan kebutuhan panas oven, kapasitas produksi, temperatur kerja, sistem sirkulasi udara, dan jenis bahan bakar yang tersedia.

Pilihan Bahan Bakar Gas

Gas burner Bejo dapat dikonfigurasi sesuai jenis bahan bakar yang digunakan pada lokasi instalasi, antara lain:

  • LPG
  • Natural Gas (NG)
  • CNG
  • LNG

Pemilihan burner dan gas train harus disesuaikan dengan tekanan gas supply, kapasitas konsumsi gas, jenis gas, serta kebutuhan thermal oven.

Sistem Kontrol Burner Oven

Untuk mendapatkan temperatur oven yang stabil, gas burner dapat dilengkapi dengan berbagai sistem kontrol sesuai kebutuhan aplikasi.

Konfigurasi dapat meliputi:

  • Gas train
  • Flame safeguard
  • Gas pressure switch
  • Automatic gas valve
  • Gas regulator
  • Temperature controller
  • Thermocouple
  • Control panel
  • Ignition system
  • Flame detector
  • Two-stage control
  • Modulating control

Untuk oven dengan kebutuhan temperatur yang lebih presisi, sistem modulating gas burner dapat digunakan agar kapasitas api dapat mengikuti kebutuhan panas oven secara bertahap.

Jasa Penggantian Burner Oven Bakery

Bejo Burner juga melayani penggantian burner oven bakery atau retrofit burner dari sistem lama ke gas burner yang lebih sesuai.

Penggantian burner dapat dilakukan pada oven yang sebelumnya menggunakan:

  • Burner LPG
  • Burner Natural Gas
  • Burner diesel
  • Burner minyak
  • Burner dengan sistem kontrol lama
  • Burner yang sudah tidak tersedia spare part-nya

Sebelum menentukan burner pengganti, perlu dilakukan pengecekan terhadap combustion chamber, burner mounting, airflow blower, gas pressure, gas train, exhaust, temperature controller, dan sistem safety oven.

Konsultasi Kapasitas Gas Burner Oven

Jika Anda ingin membeli atau mengganti gas burner oven roti, kami dapat membantu melakukan estimasi kapasitas berdasarkan data oven existing.

Silakan kirimkan:

  1. Foto nameplate oven
  2. Dimensi oven
  3. Kapasitas produksi dalam kg/jam
  4. Temperatur kerja oven
  5. Jenis produk yang dipanggang
  6. Jenis bahan bakar gas
  7. Tekanan gas yang tersedia
  8. Foto burner existing
  9. Foto combustion chamber
  10. Foto control panel apabila tersedia

Dari data tersebut, kapasitas burner dapat dianalisis untuk menentukan kW burner, tipe burner, gas train, sistem kontrol, dan konfigurasi instalasi yang sesuai.

Jual Gas Burner Oven Roti

Butuh gas burner untuk oven roti, oven bakery, rotary rack oven, atau industrial oven?

Bejo Burner – PT Indira Mitra Boiler siap membantu kebutuhan gas burner, LPG burner, burner Natural Gas, CNG burner, penggantian burner, retrofit burner, gas train, dan sistem kontrol oven.

Hubungi kami dan kirimkan data oven Anda untuk mendapatkan rekomendasi kapasitas gas burner yang sesuai dengan kebutuhan pemanasan oven.

Pemilihan gas burner oven roti harus disesuaikan dengan kebutuhan panas aktual dan karakteristik oven. Menentukan kapasitas burner hanya berdasarkan ukuran ruang oven belum cukup untuk mendapatkan hasil pemanasan yang optimal.

Perhitungan kapasitas burner perlu mempertimbangkan kapasitas produksi, temperatur kerja, waktu pemanasan (heating-up time), heat loss, airflow, kualitas insulasi, sistem exhaust, jenis bahan bakar, serta sistem kontrol temperatur.

Dengan menggunakan gas burner oven bakery yang memiliki kapasitas dan sistem kontrol sesuai kebutuhan, proses pemanasan dapat berlangsung lebih cepat dan temperatur oven lebih stabil. Hal ini membantu menjaga konsistensi hasil pemanggangan, efisiensi penggunaan bahan bakar, dan kelancaran proses produksi bakery.

Untuk mendapatkan rekomendasi kapasitas Bejo Burner yang tepat, data seperti ukuran oven, kapasitas produksi, temperatur kerja, jenis gas, tekanan gas, serta foto burner existing dapat digunakan sebagai dasar evaluasi.

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

PT Indira Mitra Boiler


https://hargaboiler.co.id
https://boilermarine.co.id

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

Scroll to Top