JUAL BURNER DUAL FUEL (FBR- ITALIA)

Burner FBR Dual Fuel (lesensi Italia)

Burner FBR sendiri merupakan burner lesensi italia yang di produksi di bebrpa negara mengikuti standar negera manufaktur, Burner FBR Oil dan gasDual Fuel merupakan burner yang umum digunakan pada beberapa industri mesin boiler dan oven. Kemajuan teknologi membuat perkembangan yang sangat cepat pada peralatan mesin di Industri. Beragam jenis industri tak sedikit kita jumpai, mesin pemanas seperti boiler, driyer, dan oven. Dimana semua jenis mesin tersebut menggunakan burner sebagai sumber api. Burner tersebut menggunakan bahan bakar ganda yaitu gas, LPG, PGN, CNG dan minyak solar (light Oil). Karena alasan tersebut mendorong kami juga untuk menjadi Supplier mesin Burner FBR Gas dan solar, kami jual burner FBR dengan tipe K3/2 sampai K550/M yang sudah bekerja sama dengan distributor FBR Indonesia dimana selain pengadaan burner kami juga menerima jasa instalasi dan service segala jenis burner termasuk burner FBR.

Burner FBR K190 M- K250 M
Burner FBR K190 M- K250 M

Burner Dual Fuel yaitu pembakar bahan bakar ganda gas/minyak ringan dua tahap progresif (api rendah) atau modulasi (PID sepenuhnya modulasi) jika dilengkapi dengan penambahan kit modulasi opsional dan probe. Mereka disusun oleh: kipas pada tekanan tinggi dan kepala pembakaran dengan penyesuaian pada efisiensi tinggi dan tinggi stabilitas api.

Dimensi keseluruhan yang ringkas dan disposisi komponen yang dirasionalisasi dengan aksesibilitas yang difasilitasi untuk operasi pengaturan dan pemeliharaan. Adopsi komponen logam yang kuat membuat burner tahan lama juga dalam kondisi tugas berat. Bahan bakar GAS tersedia dalam versi METHANE (gas alam) atau L.P.G. (untuk menentukan pada pesanan) berdasarkan permintaan versi spesifik untuk gas kota, gas batubara atau biogas.

Gastrain burner benar-benar dirakit dan diuji; lengkap dari kelas katup kerja A, kelas katup pengaman A, pembuktian katup sistem, sakelar tekanan gas minimum – penstabil filter. Burner dilengkapi dengan nozzle, sakelar pemilihan bahan bakar, flange, gasket untuk pemasangan pada boiler, selang fleksibel, filter saluran.\

 

Spesifikasi dan tipe Burner FBR Dual Fuel

Adapun beberpa tipe burner FBR dual fuel sebagai berikut:

Burner Dual Fuel FBR K 3/2 :

Thermal power min : 55/100-200 Mcal/h
Thermal power min : 63.9/116-232 kW
Gas flow G20 (NATURAL GAS) : 6.4/11.7-23.4 Nm³/h
Gas flow G31 (L.P.G.) : 2.5/4.5-9 Nm³/h
LIGHT-OIL flow min. : 5.5/10-20 kg/h

Burner Dual Fuel FBR K 4/2:

Thermal power min : 100/200-450 Mcal/h
Thermal power min : 116/232-523 kW
Gas flow G20 (NATURAL GAS) : 11.7/23.4-52.6 Nm³/h
Gas flow G31 (L.P.G.) : 4.5/9-20.3 Nm³/h
LIGHT-OIL flow min : 10/20-45 kg/h

Burner Dual Fuel FBR K 5/2:

Thermal power min : 116/350-650 Mcal/h
Thermal power min : 135/406-754 kW
Gas flow G20 (NATURAL GAS) : 13.5/41-76 Nm³/h
Gas flow G31 (L.P.G.) : 5.2/15.7-29.3 Nm³/h
LIGHT-OIL flow min : 11.6/35-65 kg/h

Burner Dual Fuel FBR K 6/2:

Thermal power min : 172/500-1000 Mcal/h
Thermal power min : 200/581-1162 kW
Gas flow G20 (NATURAL GAS) : 20/58.4-117 Nm³/h
Gas flow G31 (L.P.G.) : 7.8/22.6-45.2 Nm³/h
LIGHT-OIL flow min : 17.2/50-100 kg/h

Burner Dual Fuel FBR K 7/2:

Thermal power min : 258/774-1500 Mcal/h
Thermal power min : 300/900-1744 kW
Gas flow G20 (NATURAL GAS) : 30/90.5-175 Nm³/h
Gas flow G31 (L.P.G.) : 11.7/35-67.9 Nm³/h
LIGHT-OIL flow min : 24/70-130 kg/h

Burner Dual Fuel FBR K 190/M:

Thermal power min : 300/900-2060 Mcal/h
Thermal power min : 349/1046-2395 kW
Gas flow G20 (NATURAL GAS) : 35/105-241 Nm³/h
Gas flow G31 (L.P.G.) : 14/41-93 Nm³/h
LIGHT-OIL flow min : 30/90-206 kg/h

Burner Dual Fuel FBR K 250/M:

Thermal power min : 400/1000-2500 Mcal/h
Thermal power min : 465/1163-2907 kW
Gas flow G20 (NATURAL GAS) : 47/117-292 Nm³/h
Gas flow G31 (L.P.G.) : 18/45-113 Nm³/h
LIGHT-OIL flow min : 40/100-250 kg/h

Burner Dual Fuel FBR K 350/M:

Thermal power min : 400/1200-3500 Mcal/h
Thermal power min : 465/1395-4070 kW
Gas flow G20 (NATURAL GAS) : 47/140-409 Nm³/h
Gas flow G31 (L.P.G.) : 18/54-158 Nm³/h
LIGHT-OIL flow min : 40/120-350 kg/h

Burner Dual Fuel FBR K 450/M:

Thermal power min : 500/1600-4500 Mcal/h
Thermal power min : 581/1860-5232 kW
Gas flow G20 (NATURAL GAS) : 58/187-526 Nm³/h
Gas flow G31 (L.P.G.) : 22/72-203 Nm³/h
LIGHT-OIL flow min : 50/160-450 kg/h

Burner Dual Fuel FBR K 550/M:

Thermal power min : 600/2000-5500 Mcal/h
Thermal power min : 698/2325-6395 kW
Gas flow G20 (NATURAL GAS) : 70/235-647 Nm³/h
Gas flow G31 (L.P.G.) : 27/91-250 Nm³/h
LIGHT-OIL flow min : 60/200-550 kg/h

Pembakar bahan bakar ganda untuk gas dan oli ringan dua tahap progresif (api rendah) atau modulasi (PID sepenuhnya modulasi) jika dilengkapi dengan tambahan kit modulasi opsional dan probe.

Fitur dan Peralatan Burner FBR Dual Fule

Burner FBR Dual Fuel

Konstruksi dan Fitur Burner Dual Fuel FBR

Burner Dual Fuel FBR merupakan pembakar berbahan bakar gas dan minyak ringan dengan sistem operasi dua tahap progresif pada api rendah. Burner dapat dioperasikan secara modulasi penuh dengan kontrol PID apabila dilengkapi kit modulasi dan probe temperatur atau tekanan yang sesuai.

Dengan sistem modulasi, burner dapat mengatur kapasitas pembakaran secara otomatis dari nilai minimum hingga maksimum berdasarkan kebutuhan panas aktual. Konfigurasi ini sesuai untuk boiler, thermal oil heater, furnace, dan reaktor refinery yang membutuhkan kestabilan temperatur.

Kipas Pembakaran Bertekanan Tinggi

Burner dilengkapi kipas pembakaran bertekanan tinggi untuk menyuplai udara menuju kepala pembakaran. Kipas dirancang agar mampu mengatasi hambatan atau tekanan balik di dalam ruang bakar.

Pasokan udara yang stabil diperlukan untuk:

  • Membentuk campuran udara dan bahan bakar
  • Menjaga kestabilan nyala api
  • Mendukung proses pembakaran
  • Menyesuaikan kapasitas burner
  • Mengatasi back pressure ruang bakar

Kepala Pembakaran

Kepala pembakaran dapat disetel berdasarkan kapasitas dan karakteristik ruang bakar. Komponen ini dirancang untuk menghasilkan performa tinggi serta kestabilan nyala pada berbagai tingkat pembebanan.

Kepala pembakaran dilengkapi dengan:

  • Blast tube berbahan baja
  • Flame disc atau cakram stabilisasi api
  • Sistem penyetelan kepala pembakaran
  • Komponen pencampur udara dan bahan bakar

Penyetelan kepala pembakaran harus disesuaikan dengan kapasitas burner, tekanan ruang bakar, panjang furnace, dan karakter flame yang dibutuhkan.

Flange dan Gasket Isolasi

Burner dilengkapi flange dan gasket isolasi untuk pemasangan pada boiler, furnace, thermal oil heater, atau reaktor refinery.

Gasket berfungsi membantu:

  • Menutup sambungan burner dan ruang bakar
  • Mengurangi kebocoran gas panas
  • Mengurangi perpindahan panas menuju body burner
  • Menyesuaikan pemasangan dengan burner mounting plate

Ukuran counter flange harus disesuaikan dengan diameter blast tube dan pola lubang pemasangan burner.

Catu Daya Tiga Fase

Burner menggunakan catu daya listrik tiga fase untuk mengoperasikan:

  • Motor combustion air fan
  • Motor pompa minyak ringan
  • Servomotor
  • Ignition system
  • Flame control
  • Panel kontrol burner
  • Perangkat keselamatan

Tegangan dan frekuensi listrik harus disesuaikan dengan spesifikasi burner sebelum instalasi.

Sakelar Tekanan Udara Pengaman

Air pressure switch memantau tekanan udara pembakaran yang dihasilkan oleh kipas. Jika kipas gagal bekerja atau tekanan udara berada di bawah nilai minimum, sistem akan menghentikan burner dalam kondisi lockout.

Perangkat ini mencegah bahan bakar masuk ketika udara pembakaran tidak mencukupi.

Beberapa penyebab air pressure switch aktif antara lain:

  • Motor kipas berhenti
  • Putaran kipas terlalu rendah
  • Air damper gagal membuka
  • Jalur udara tersumbat
  • Pressure switch rusak
  • Selang impuls tekanan bocor
  • Tekanan ruang bakar terlalu tinggi

Gas Train dengan Sistem Pembuktian Katup

Pada mode bahan bakar gas, burner dilengkapi gas train yang terdiri dari:

  • Katup pengaman kelas A
  • Katup pengatur kelas A
  • Sistem pembuktian katup
  • Pressure regulator
  • Gas filter
  • Minimum gas pressure switch
  • Maximum gas pressure switch
  • Sambungan dan perangkat pengukuran tekanan

Valve proving system memeriksa kebocoran pada katup pengaman sebelum burner menerima izin untuk melakukan penyalaan.

Probe UV untuk Deteksi Nyala Api

Burner menggunakan UV flame detector untuk mendeteksi keberadaan nyala api. Probe UV membaca radiasi ultraviolet yang dihasilkan oleh flame.

Apabila api tidak terbentuk selama ignition atau hilang ketika burner beroperasi, flame control akan:

  1. Menghentikan suplai bahan bakar
  2. Menutup safety shut-off valve
  3. Menghentikan sequence pembakaran
  4. Mengaktifkan alarm atau lockout

Probe UV perlu dipasang pada posisi yang mempunyai pandangan langsung terhadap area nyala api, tetapi tetap terlindung dari temperatur berlebihan.

Tingkat Perlindungan IP40

Peralatan listrik burner mempunyai tingkat perlindungan IP40. Perlindungan ini menunjukkan bahwa enclosure memberikan perlindungan terhadap masuknya benda padat berukuran tertentu, tetapi tidak dirancang sebagai perlindungan utama terhadap air.

Karena itu, burner sebaiknya dipasang di lokasi yang:

  • Terlindung dari hujan
  • Tidak terkena semprotan air
  • Mempunyai ventilasi yang baik
  • Tidak mengalami kelembapan berlebihan
  • Memiliki temperatur lingkungan sesuai spesifikasi

Jika burner dipasang di luar ruangan, diperlukan weatherproof enclosure atau burner house yang sesuai.

Katup Gas Bulat yang Dikendalikan Servomotor

Aliran bahan bakar gas dikontrol menggunakan katup gas bulat yang digerakkan oleh servomotor. Sistem ini memungkinkan pembukaan gas disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas burner.

Ketika start, katup bergerak secara progresif untuk menghasilkan penyalaan yang lebih halus. Setelah itu, katup dapat bergerak menuju posisi kapasitas yang diperlukan oleh sistem kontrol.

Pengatur Tekanan Minyak Ringan

Pada mode light oil, tekanan bahan bakar dikendalikan menggunakan oil pressure regulator yang digerakkan oleh servomotor.

Perubahan posisi regulator membantu mengatur:

  • Tekanan bahan bakar
  • Debit light oil
  • Kapasitas pembakaran
  • Transisi low fire menuju high fire
  • Penyesuaian kapasitas saat modulasi

Pengaturan tekanan harus dilakukan bersama dengan penyetelan udara pembakaran agar rasio udara dan bahan bakar tetap sesuai.

Servomotor Sistem Pembakaran

Burner menggunakan servomotor untuk mengendalikan:

  • Air damper
  • Katup gas bulat
  • Pengatur tekanan light oil

Pergerakan komponen tersebut harus dikalibrasi agar suplai udara dan bahan bakar tetap seimbang pada seluruh rentang kapasitas.

Pada sistem modulasi, servomotor menerima perintah dari burner controller atau modulation controller berdasarkan sinyal temperatur maupun tekanan.

Air Damper dengan Penutupan Total

Air damper dapat menutup secara penuh ketika burner tidak beroperasi. Penutupan ini membantu mengurangi aliran udara dingin yang melewati ruang bakar saat burner idle.

Fungsi tersebut dapat membantu:

  • Mengurangi pendinginan boiler
  • Mengurangi kehilangan panas melalui cerobong
  • Mempertahankan temperatur ruang bakar
  • Mengurangi kebutuhan energi saat burner menyala kembali
  • Meningkatkan efisiensi operasi

Kemudahan Ekstraksi Kepala Pembakaran

Konstruksi burner memungkinkan kepala pembakaran dikeluarkan untuk pemeriksaan dan perawatan tanpa harus menurunkan seluruh burner dari boiler atau furnace.

Desain ini mempermudah pekerjaan:

  • Pemeriksaan blast tube
  • Pembersihan flame disc
  • Pemeriksaan ignition electrode
  • Pemeriksaan pilot burner
  • Pembersihan nozzle
  • Pemeriksaan komponen pencampur
  • Penyetelan kepala pembakaran

Maximum Gas Pressure Switch

Maximum gas pressure switch menghentikan burner dalam kondisi lockout apabila tekanan gas melebihi nilai set point.

Tekanan gas terlalu tinggi dapat menyebabkan:

  • Debit gas berlebihan
  • Overfiring
  • Flame terlalu besar
  • Pembakaran tidak stabil
  • Risiko kerusakan pada gas valve
  • Temperatur ruang bakar berlebihan

Set point harus ditentukan berdasarkan tekanan kerja gas train dan batas tekanan burner.

Maximum Light-Oil Pressure Switch

Burner juga dilengkapi maximum light-oil pressure switch pada jalur pengembalian bahan bakar. Perangkat ini menghentikan burner apabila tekanan light oil pada return line melebihi nilai set point.

Tekanan return terlalu tinggi dapat disebabkan oleh:

  • Return line tersumbat
  • Valve return tertutup
  • Fuel regulator bermasalah
  • Viskositas bahan bakar terlalu tinggi
  • Filter tersumbat
  • Kesalahan pengaturan tekanan

Motor Khusus Pompa Light Oil

Pompa light oil digerakkan oleh motor tersendiri. Sistem ini menyediakan aliran dan tekanan bahan bakar yang dibutuhkan selama operasi menggunakan minyak ringan.

Motor dan pompa harus diperiksa terhadap:

  • Kapasitas aliran
  • Tekanan kerja
  • Arah putaran
  • Temperatur bahan bakar
  • Viskositas maksimum
  • Kondisi suction
  • Sistem return

Pemilih Bahan Bakar OIL–GAS

Burner dilengkapi selector switch manual “OIL–GAS” untuk menentukan bahan bakar yang akan digunakan.

Selector tersebut memungkinkan operator memilih:

  • Mode gas
  • Mode minyak ringan

Pemindahan bahan bakar harus mengikuti petunjuk pengoperasian. Operator tidak boleh mengubah posisi selector secara sembarangan ketika burner sedang menyala, kecuali sistem memang dirancang untuk perubahan bahan bakar saat beroperasi.

Pilot Ignition untuk Bahan Bakar Gas

Pada mode gas, burner menggunakan pilot ignition untuk membentuk api awal sebelum katup gas utama dibuka.

Urutan umumnya adalah:

  1. Pemeriksaan interlock
  2. Pre-purge ruang bakar
  3. Ignition transformer aktif
  4. Pilot gas valve membuka
  5. Pilot flame terbentuk
  6. Probe UV mengonfirmasi api
  7. Main gas valve membuka
  8. Burner bergerak menuju kapasitas operasi

Jika pilot flame tidak terdeteksi, burner akan menghentikan penyalaan dan masuk kondisi lockout.

Sistem Dua Tahap Progresif

Dalam konfigurasi standar, burner bekerja menggunakan sistem dua tahap progresif. Output pembakaran dapat bergerak dari low fire menuju high fire secara bertahap.

Sistem ini membantu mengurangi:

  • Thermal shock
  • Lonjakan temperatur
  • Perubahan tekanan mendadak
  • Konsumsi bahan bakar akibat start-stop berulang
  • Beban mekanis pada komponen burner

Untuk reaktor refinery, sistem progresif membantu mengatur laju pemanasan agar tidak terlalu cepat.

Sistem Modulasi Penuh dengan PID

Burner dapat diubah menjadi full modulating burner dengan menambahkan modulation kit dan probe opsional.

Sistem modulasi memungkinkan burner menghasilkan kapasitas panas di antara nilai minimum dan maksimum berdasarkan permintaan beban sesaat.

Sinyal kontrol dapat berasal dari:

  • Temperature transmitter
  • Pressure transmitter
  • Temperature probe
  • Pressure probe
  • PLC
  • Process controller

Controller PID membandingkan nilai aktual dengan set point. Berdasarkan selisih tersebut, controller mengatur posisi servomotor udara dan bahan bakar.

Pada aplikasi reaktor refinery, sistem modulasi dapat digunakan untuk mengendalikan:

  • Temperatur oli dalam reaktor
  • Temperatur vapor outlet
  • Temperatur furnace
  • Tekanan reaktor
  • Laju pembentukan uap
  • Stabilitas proses distilasi

Keuntungan Modulasi untuk Reaktor Refinery

Burner modulasi penuh lebih sesuai untuk reaktor refinery karena kebutuhan panas berubah selama satu siklus produksi.

Pada awal proses, burner membutuhkan output lebih besar untuk heat-up. Saat kandungan air mulai menguap, output perlu disesuaikan agar tekanan tidak meningkat terlalu cepat. Ketika proses distilasi berlangsung, burner harus mengikuti kemampuan kondensor dan target debit distilat.

Keuntungan sistem modulasi meliputi:

  • Temperatur proses lebih stabil
  • Tekanan reaktor lebih mudah dikendalikan
  • Overshoot temperatur berkurang
  • Laju distilasi dapat disesuaikan
  • Konsumsi bahan bakar lebih terkendali
  • Frekuensi start-stop berkurang
  • Thermal stress pada reaktor lebih rendah
  • Pembentukan coke akibat hot spot dapat dikurangi
  • Burner dapat mengikuti perubahan beban proses

Untuk reaktor refinery oli bekas 56 ton, konfigurasi dual fuel full modulating dengan kontrol PID lebih direkomendasikan dibandingkan operasi ON-OFF atau dua tahap biasa, terutama jika proses berlangsung selama puluhan jam.

Peralatan Standar :

• Selang fleksibel untuk sambungan;
• Filter garis;
• paking Isomart;
• Nosel;
• Flange dengan gasket isolasi;
• Papan nama pembakar;
• Garansi;
• Buku pegangan instruksi untuk instalasi, penggunaan dan pemeliharaan.

Peralatan tambahan :
• Kit modulasi daya untuk suhu;
• Kit modulasi daya untuk tekanan;
• Pemeriksaan suhu 0 °C-400 °C (PT 100 a 0° C);
• Pemeriksaan suhu 0°C-1200°C (penguji K);
• Probe tekanan 0-3 bar, 0-6 bar. 0-16 bar, 0-20 bar, 0-30 bar;
• Perlindungan kebisingan;
• Kopling anti getaran;
• Menangani keran gas

 

Studi Kasus Pemilihan Burner Dual Fuel FBR untuk Reaktor Refinery Oli Bekas 56 Ton

Pada studi kasus ini, reaktor refinery digunakan untuk memanaskan 56.000 kg oli bekas dari temperatur awal 30°C menuju temperatur proses 350°C. Burner yang dipertimbangkan adalah Burner Dual Fuel FBR dengan pilihan bahan bakar natural gas dan light oil.

Data perhitungan

ParameterNilai
Massa oli bekas56.000 kg
Suhu awal30°C
Suhu target350°C
Kenaikan suhu320°C
Kalor jenis oli2,1 kJ/kg·°C
Efisiensi panas keseluruhan70%
Allowance body dan pipa15%
Margin desain20%
Waktu heat-up90 jam

Perlu dicatat bahwa 90 jam sama dengan 3 hari 18 jam. Jika proses tepat tiga hari penuh, waktu yang digunakan adalah 72 jam.

Perhitungan Kebutuhan Panas Reaktor

Energi panas sensibel dihitung menggunakan:

Konversi ke kWh:

Penambahan allowance 15%

Koreksi efisiensi 70%

Penambahan margin desain 20%

Kapasitas Burner untuk Heat-Up 90 Jam

Secara matematis, burner membutuhkan kapasitas rata-rata sekitar 229 kW untuk menaikkan temperatur 56 ton oli dari 30°C menuju 350°C selama 90 jam.

Namun, angka ini baru mencakup kebutuhan heat-up atau pemanasan sensibel. Beban panas penguapan air dan distilasi minyak belum dihitung secara final.

Perbandingan FBR K 3/2 dan K 4/2

Pilihan 1: FBR K 3/2

Spesifikasi kapasitas:

Kapasitas maksimum FBR K 3/2 adalah 232 kW, sedangkan kebutuhan perhitungan mencapai 229 kW.

Cadangan kapasitas:

Persentase cadangan:

Dengan demikian, FBR K 3/2 secara angka berada sedikit di atas kebutuhan heat-up, tetapi cadangannya hanya sekitar 1,3%.

Kesimpulan FBR K 3/2

FBR K 3/2 tidak direkomendasikan sebagai pilihan utama karena:

  • Kapasitas maksimum hampir sama dengan kebutuhan
  • Burner harus bekerja mendekati 100%
  • Tidak ada cadangan memadai untuk perubahan kualitas bahan
  • Tidak ada kapasitas tambahan untuk penguapan air
  • Tidak ada kapasitas tambahan untuk distilasi
  • Waktu heat-up berisiko lebih lama
  • Kerugian panas aktual dapat lebih besar dari asumsi

FBR K 3/2 hanya dapat dipertimbangkan jika kebutuhan panas aktual terbukti lebih rendah melalui pengujian dan proses tidak membutuhkan debit distilat tinggi.

Pilihan 2: FBR K 4/2

Spesifikasi kapasitas:

FBR K 4/2 mempunyai kapasitas maksimum 523 kW.

Cadangan terhadap kebutuhan heat-up:

Rasio penggunaan kapasitas:

Pada beban rata-rata 229 kW, burner bekerja pada sekitar 44% dari kapasitas maksimum.

Kesimpulan FBR K 4/2

FBR K 4/2 lebih sesuai untuk studi kasus ini karena:

  • Kapasitas maksimum 523 kW
  • Mempunyai cadangan panas
  • Tidak harus terus bekerja pada kapasitas maksimum
  • Lebih mampu menghadapi kehilangan panas aktual
  • Mempunyai ruang untuk sebagian beban penguapan
  • Lebih fleksibel terhadap perubahan waktu produksi
  • Dapat menggunakan natural gas atau light oil

Dengan demikian, rekomendasi awalnya adalah:

Perbandingan Pemilihan Burner

ModelRentang kapasitasKebutuhan 90 jamEvaluasi
FBR K 3/263,9/116–232 kW229 kWTerlalu dekat kapasitas maksimum
FBR K 4/2116/232–523 kW229 kWDirekomendasikan untuk kajian awal
FBR K 5/2135/406–754 kW229 kWTerlalu besar untuk heat-up 90 jam
FBR K 6/2200/581–1.162 kW229 kWMinimum firing perlu diperiksa
FBR K 7/2300/900–1.744 kW229 kWTerlalu besar untuk beban ini

FBR K 5/2 atau lebih besar baru dipertimbangkan apabila proses distilasi membutuhkan panas tambahan yang tinggi atau waktu heat-up dipersingkat.

Estimasi Konsumsi Natural Gas

Berdasarkan data FBR, konsumsi G20 mempunyai hubungan sekitar:

Untuk kebutuhan 229 kW:

Dibulatkan untuk kondisi operasi:

Total natural gas selama 90 jam

Dengan allowance operasional, kebutuhan dapat diperkirakan sekitar:

Estimasi Konsumsi LPG

Berdasarkan spesifikasi FBR K 4/2:

  • Kapasitas maksimum: 523 kW
  • Konsumsi LPG maksimum: 20,3 Nm³/jam

Konsumsi LPG pada beban 229 kW:

Total LPG selama 90 jam

Untuk perhitungan biaya, data suplai LPG sebaiknya dikonversi menjadi kilogram berdasarkan komposisi serta kondisi referensi gas dari pemasok.

Estimasi Konsumsi Light Oil

Berdasarkan spesifikasi FBR K 4/2:

  • Kapasitas maksimum: 523 kW
  • Konsumsi light oil maksimum: 45 kg/jam

Konsumsi pada beban 229 kW:

Jika densitas light oil diasumsikan 0,85 kg/liter:

Total light oil selama 90 jam

Konversi menjadi liter:


Ringkasan Konsumsi Bahan Bakar

Bahan bakarKonsumsi per jamTotal 90 jam
Natural gas G20±22,9 Nm³/jam±2.061 Nm³
LPG G31±8,9 Nm³/jam±801 Nm³
Light oil±19,7 kg/jam±1.773 kg
Light oil dalam volume±23,2 liter/jam±2.086 liter

Nilai tersebut merupakan perkiraan berdasarkan kebutuhan panas rata-rata 229 kW. Konsumsi aktual mengikuti setting burner, nilai kalor bahan bakar, efisiensi furnace, dan beban distilasi.

Jika Proses Hanya Tiga Hari atau 72 Jam

Jika yang dimaksud tiga hari penuh:

Kapasitas burner:

FBR K 3/2 tidak mencukupi karena kapasitas maksimumnya hanya 232 kW. FBR K 4/2 tetap menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Estimasi konsumsi pada beban 286 kW:

Bahan bakarPerkiraan konsumsi per jam
Natural gas±28,6 Nm³/jam
LPG±11,1 Nm³/jam
Light oil±24,6 kg/jam
Light oil±28,9 liter/jam

Total energi batch tetap sama. Durasi yang lebih pendek membuat konsumsi per jam meningkat, tetapi total konsumsi teoritis tidak berubah secara signifikan.

Jika FBR K 4/2 Dioperasikan pada Kapasitas Maksimum

Pada kapasitas maksimum 523 kW, konsumsi bahan bakarnya adalah:

Bahan bakarKonsumsi maksimum
Natural gas G2052,6 Nm³/jam
LPG G3120,3 Nm³/jam
Light oil45 kg/jam

Perkiraan waktu heat-up pada kapasitas maksimum:

Angka tersebut merupakan perhitungan energi rata-rata. Burner tidak sebaiknya terus dijalankan pada kapasitas maksimum sampai temperatur 350°C karena temperatur dan laju penguapan harus dikendalikan.

Apakah FBR Dual Fuel Dapat Membakar Waste Oil?

Spesifikasi yang diberikan menyebutkan bahan bakar:

  • Natural gas
  • LPG
  • Light oil

Karena itu, FBR K 4/2 tidak boleh langsung dinyatakan dapat menggunakan waste oil. Waste oil umumnya mempunyai viskositas, kotoran, dan kandungan air lebih tinggi dibandingkan light oil.

Jika akan menggunakan waste oil, diperlukan konfirmasi tertulis dari produsen mengenai:

  • Rentang viskositas yang diizinkan
  • Maksimum kandungan air
  • Maksimum kandungan padatan
  • Jenis nozzle
  • Tekanan atomisasi
  • Kebutuhan compressed air atau steam
  • Temperatur preheating
  • Spesifikasi filter
  • Material pompa dan seal
  • Pengaruh terhadap garansi

Apabila produsen hanya mengizinkan light oil, burner sebaiknya tetap menggunakan diesel atau light oil sebagai bahan bakar cair. Untuk waste oil, gunakan burner khusus heavy oil/waste oil yang dilengkapi fuel heater dan sistem atomisasi sesuai.

Keuntungan Dual Fuel untuk Reaktor Refinery

Burner dual fuel memberikan fleksibilitas karena sistem dapat menggunakan gas sebagai bahan bakar utama dan light oil sebagai bahan bakar cadangan.

Keuntungannya meliputi:

  • Produksi tidak langsung berhenti saat suplai gas terganggu
  • Gas dapat digunakan untuk pembakaran yang lebih bersih
  • Light oil dapat digunakan sebagai backup
  • Commissioning dapat dilakukan dengan bahan bakar yang tersedia
  • Sistem lebih fleksibel menghadapi perubahan harga bahan bakar
  • Proses start-up dapat menggunakan bahan bakar yang lebih stabil

Perpindahan bahan bakar harus mengikuti sequence burner dan tidak dilakukan sembarangan saat burner sedang beroperasi.

Kesimpulan Studi Kasus

Untuk memanaskan 56.000 kg oli bekas dari 30°C menuju 350°C selama 90 jam, kebutuhan burner berdasarkan panas sensibel, allowance, efisiensi, dan margin desain adalah sekitar:

FBR K 3/2 mempunyai kapasitas maksimum 232 kW sehingga terlalu dekat dengan kebutuhan dan tidak menyediakan cadangan yang memadai.

Pilihan yang lebih aman untuk kajian awal adalah:

Estimasi konsumsi rata-rata:

  • Natural gas: ±22,9 Nm³/jam
  • LPG: ±8,9 Nm³/jam
  • Light oil: ±19,7 kg/jam
  • Light oil berdasarkan densitas 0,85 kg/liter: ±23,2 liter/jam

Burner K 4/2 masih harus diverifikasi terhadap ukuran furnace, panjang flame, back pressure, minimum firing rate, dan beban distilasi aktual. Kapasitas final belum boleh ditetapkan sebelum debit distilat dan kandungan air bahan baku diketahui.

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

PT Indira Mitra Boiler


https://hargaboiler.co.id

HERO IMB

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top