Jual Thermal oil heater cap. 600.000 Kcal

Thermal oil boiler adalah mesin penghantar panas dengan sistem kerja sirkulasi menggunakan oli transfer yang di tampung di dalam coil heater dengan sumber panas yang di hasilkan dari pembekaran burner. minyak terhmal bersikulasi dari dorongan pompa boiler kemudian di tranfer ke suatu proses atau sistem mesin lain yang membutuhkan panas, thermal oil ini juga merupakn mesin boiler oil yang efesien di gunakan untuk beberpa kebutuhan industri di indonesia tergantung aplikasi yang di gunakan Tidak seperti ketel uap boiler, proses pemanasan ini tidak terlalu menekan sistem.
Kami selaku perusahaan manufatur boiler oil heater juga menyedikan thermal oil untuk mendukung proses sistem yang membutuhkan panas di beberpa mesin industri global, adapun kebutuhan umum banyak di minati para pelaku usaha indutri yaitu thermal oil heater kapasitas 600.000 kcal/h dimana mesin ini memiliki desain silinder horizontal maupun vertikal dengan pemilihan jenis bahan bakar Gas LPG, CNG, PGN, light oil-solar, residu/ oli bekas, dan biomasa, bisa menyesuaikan. dari desain thermal oil kami mampu mengasilkan pnas 30- 350 drjat dengan teknan rendah dan biaya pengoprsian minim.
Bagian utama Thermal oil heater
Coil Pemanas (Heating Coil) – Berfungsi sebagai media oli yang dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran. Coil pemanas terbuat dari Seamless Boiler Tube yang diroll secara continuous. Setiap sambungan las diperiksa dengan teliti dengan Radiography Test dan Test tekanan akhir mempergunakan tekanan sampai 30 bar. Oli mengalir didalam coil dengan kecepatan yang dirancang secara cermat untuk menghindarkan overheating yang dapat mengakibatkan kerusakan coil akibat terbentuknya arang.
Kompor Burner – Ini merupakan komponen penga butan bahan bakar, bahan bakar akan menyemprotkan penghantar kesuksesan proses pembakaran dan pada saat bersamaan. Ignition memercikkan api listrik yang akan mengakibatkan
terbakarnya bahan bakar.
Pompa oli Sirkulasi – Circulating Pump adalah bagian terpenting dari sistem thermal oil heater karena akan menentukan kelancaran thermal oil heater sistem.
Tangki Ekspansi (Expansion Tank) – Sifat fisika Thermal Oil adalah volume nya akan meningkat ketika dipanaskan. Fenomena ini harus dipertimbangkan ketika merancang system thermal oil. Sistem thermal oil yang dirancang dengan baik harus memiliki tangki ekspansi yang ukuranya cukup untuk menampung penambahan volume dari sistem.
Minyak Oli HTO – Pemilihan Oli HTO minyak heat tranfer oil juga salah satu bagian penting dalam thermal oil berfungsi untuk media pelumas atau sumber pengahantar panas dengan kapasitas temperatur hingga 350 drjat
Panel Kontrol boiler – Control panel listrik fungsi yang paling utama ialah sebagai sumber distribusi listrik dan sebagai pengontrol utama dari semua komponen unit thermal oil heater
Spesifikasi data teknis
Thermal Oil Heater mrek IDM kami salah satu mesin termal yang di produksi oleh pt indira mitra boiler merupakan mesin pemanas Terbaik di Indonesia dalam pembuatan boiler minyak/Oli termal. Pengetahuan yang luas tentang teknologi ini dan kepercayaan kami pada inovasi telah memungkinkan kami untuk mengembangkan desain kami sendiri, yang mempertimbangkan semua parameter teknis penting, serta menawarkan pengaturan vertikal yang merupakan alternatif yang sangat valid untuk konfigurasi horizontal konvensional di Indonesia, ada pun spesifikasi data teknis thermal oil IDM sebagai berikt.

Thermal Oil Heater 600.000 Kcal/Jam – Spesifikasi dan Data Teknis
merupakan sistem pemanas industri yang menggunakan thermal fluid atau thermal oil sebagai media penghantar panas. Sistem ini dirancang untuk aplikasi proses yang membutuhkan temperatur tinggi secara stabil, seperti pemanasan CPO, cooking oil, asphalt, resin, chemical processing, heat exchanger, dryer, dan berbagai proses industri lainnya.
Thermal oil dipanaskan di dalam coil heater menggunakan burner. Selanjutnya, circulation pump mengalirkan thermal oil panas menuju mesin atau peralatan yang membutuhkan panas. Setelah panas ditransfer ke proses, thermal oil kembali ke heater untuk dipanaskan kembali.
Spesifikasi Thermal Oil Heater 600.000 Kcal/Jam
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Kapasitas Thermal Oil Heater | 600.000 Kcal/jam |
| Model | Horizontal |
| Coil Pipe | Benteler Jerman / Setara |
| Design Pressure | 10 barg |
| Insulation | Rock Wool #100 |
| Efisiensi pada 100% Load | 88% |
| Maximum Thermal Fluid Temperature | 350°C |
| Panjang | 1.620 mm |
| Lebar | 1.380 mm |
| Tinggi | 2.700 mm |
| Inlet Flange | DN80 PN16 |
| Outlet Flange | DN80 PN16 |
| Drain Flange | DN20 |
| Fuel Inlet Light Oil | 1½” |
| Liquid Fuel Inlet | ½” |
| Thermal Oil Volume | ±179 liter |
| Berat Kosong | ±1,85 ton |
| Konsumsi Light Oil | ±60 kg/jam |
| Konsumsi Natural Gas | ±75 Nm³/jam |
| Circulation Pump Flow | ±40 m³/jam |
| Total Electrical Power | ±7,5 kW |
| Expansion Tank | 400 liter |
| Sump Tank | 400 liter |
| Control Panel | Schneider IP66 / Setara |
| Chimney | Ø380 mm × 6 meter |
| Burner | Riello / FBR / Baltur Italy |
| Oil Circulation Pump | KSB Germany / Setara |
Catatan: Data teknis aktual dapat disesuaikan dengan desain proyek, jenis thermal oil, bahan bakar, temperatur operasi, dan konfigurasi sistem.
Coil Thermal Oil Benteler
Salah satu komponen utama thermal oil heater adalah coil atau heating coil. Pada unit ini digunakan pipa coil Benteler Germany atau setara, sesuai spesifikasi desain.
Coil berfungsi sebagai media perpindahan panas dari gas hasil pembakaran menuju thermal oil. Oleh karena itu, material dan ketebalan coil harus disesuaikan dengan tekanan, temperatur, flow thermal oil, dan design temperature.
Temperatur Operasi hingga 350°C
Thermal Oil Heater IDM dirancang untuk aplikasi dengan maximum thermal fluid temperature hingga 350°C, sesuai jenis thermal oil dan desain sistem.
Untuk aplikasi industri, temperatur operasi dapat dipilih sesuai kebutuhan proses. Misalnya:
- 150°C untuk heating process tertentu
- 180–200°C untuk berbagai proses oil heating
- 250°C untuk proses temperatur menengah-tinggi
- 300°C untuk aplikasi high-temperature heating
- Hingga 350°C untuk aplikasi yang sesuai dengan spesifikasi thermal fluid
Namun, 350°C merupakan batas maksimum desain yang harus dikonfirmasi terhadap jenis thermal oil yang digunakan. Temperatur bulk, film temperature, dan batas operasi thermal oil harus diperhatikan.
Circulation Pump Thermal Oil
Thermal oil heater menggunakan circulation pump untuk mengalirkan thermal oil dari heater menuju heat user dan kembali lagi ke heater.
Spesifikasi yang dicantumkan:
Flow rate: ±40 m³/jam
Sistem menggunakan 2 unit circulation pump lengkap dengan skid, dengan pilihan:
- KSB Germany / Setara
- Motor Elektrim / Setara
Penggunaan dua pompa dapat dikonfigurasikan sebagai duty dan standby, sehingga kontinuitas sistem dapat lebih terjaga apabila salah satu pompa membutuhkan maintenance.
Expansion Tank dan Sump Tank
Sistem thermal oil menggunakan expansion tank untuk mengakomodasi perubahan volume thermal oil akibat perubahan temperatur.
Spesifikasi:
- Volume: 400 liter
- Width: 1.390 mm
- Length: 1.450 mm
- Inlet & Outlet: DN80
Selain expansion tank, sistem dilengkapi sump tank 400 liter sesuai konfigurasi instalasi.
Expansion tank merupakan komponen penting karena thermal oil mengalami pemuaian ketika temperatur meningkat. Oleh karena itu, volume expansion tank harus dihitung berdasarkan volume total thermal oil dalam sistem dan karakteristik thermal fluid.
Burner Thermal Oil Heater
Thermal Oil Heater 600.000 Kcal/jam dapat menggunakan burner dari:
- Riello
- FBR
- Baltur
- Setara
Konfigurasi burner:
Press 2G Burner
Fuel:
Light Oil / Solar
Kapasitas burner yang dicantumkan:
214/356 – 712 kW
Burner berfungsi menghasilkan energi panas untuk memanaskan thermal oil melalui heating coil. Sistem burner dapat dilengkapi dengan kontrol otomatis untuk mengatur firing sesuai kebutuhan temperatur proses.
Konsumsi Bahan Bakar
Berdasarkan data teknis unit:
Light Oil 100% Load: ±60 kg/jam
Natural Gas 100% Load: ±75 Nm³/jam
Konsumsi aktual dapat berubah berdasarkan:
- Beban thermal oil heater
- Temperatur return oil
- Temperatur target
- Efisiensi pembakaran
- Kualitas bahan bakar
- Kondisi burner
- Temperatur lingkungan
- Kondisi insulation
Karena itu, angka konsumsi bahan bakar tersebut sebaiknya dipahami sebagai data desain atau referensi unit, bukan angka konsumsi tetap pada seluruh kondisi operasi.
Control Panel Thermal Oil Heater
Thermal Oil Heater dilengkapi control panel Schneider IP66 atau setara untuk mengontrol dan memonitor sistem.
Panel dapat mengatur berbagai fungsi, seperti:
- Burner control
- Temperature control
- Pump control
- Safety interlock
- Alarm
- High temperature protection
- Differential pressure monitoring
- Level monitoring
- Emergency stop
Dengan sistem kontrol tersebut, temperatur thermal oil dapat dijaga sesuai set point proses.
Chimney / Cerobong
Sistem dilengkapi chimney dengan spesifikasi:
Diameter: Ø380 mm
Tinggi: 6 meter
Ketebalan: 6 mm
Cerobong berfungsi mengalirkan gas hasil pembakaran dari furnace menuju atmosfer.
Ukuran chimney tetap perlu diverifikasi berdasarkan kapasitas burner, temperatur gas buang, pressure drop, draft, dan persyaratan emisi yang berlaku.
Accessories Thermal Oil Heater
Paket Thermal Oil Heater 600.000 Kcal/jam dapat dilengkapi dengan:
- Base frame UNP 150
- Fuel tank 400 liter
- Storage tank 400 liter
- Chimney 6 meter
- Piping thermal oil
- Instrumentasi
- 8 pcs Globe Valve DN80 PN16
- 2 pcs Strainer DN80 PN16
- Pressure Gauge Wika / Setara 4″
- Temperature Gauge 0–300°C
- 4 pcs Ball Valve 1½”
- 3 pcs Tubular Level Glass
- Level Oil Switch Expansion Tank
- Differential Pressure Switch
- Thermocouple / PT100
- Control Panel Schneider / Setara
Konfigurasi accessories dapat berubah sesuai kebutuhan proyek dan layout instalasi.
Aplikasi Thermal Oil Heater 600.000 Kcal/Jam
Thermal Oil Heater 600.000 Kcal/jam dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pemanasan industri, antara lain:
1. Pemanasan CPO dan Cooking Oil
Thermal oil dapat digunakan untuk menjaga temperatur minyak pada tangki maupun proses produksi.
2. Asphalt Heating
Thermal oil dapat digunakan sebagai media pemanas untuk asphalt tank, asphalt storage, dan proses yang membutuhkan temperatur tinggi.
3. Chemical Processing
Pada industri kimia, thermal oil dapat digunakan untuk memberikan panas secara tidak langsung melalui heat exchanger atau heating coil.
4. Resin dan Adhesive
Thermal oil dapat digunakan pada proses pemanasan resin, adhesive, dan material lainnya yang membutuhkan kontrol temperatur.
5. Dryer dan Heating Process
Sistem thermal oil juga dapat dihubungkan dengan heat exchanger untuk menghasilkan hot air yang digunakan pada proses drying.
Keunggulan Thermal Oil Heater
Beberapa keunggulan sistem thermal oil heater dibandingkan sistem pemanas tertentu adalah:
- Dapat digunakan pada temperatur tinggi.
- Menggunakan sistem sirkulasi thermal fluid.
- Tidak membutuhkan produksi steam.
- Cocok untuk proses pemanasan kontinu.
- Dapat menggunakan burner otomatis.
- Dapat menggunakan berbagai jenis bahan bakar.
- Heat user dapat ditempatkan pada lokasi berbeda dari heater.
- Temperatur proses dapat dikontrol melalui sistem kontrol.
Namun, pemilihan thermal oil heater tetap harus berdasarkan heat load aktual. Tidak semua proses pemanasan otomatis lebih ekonomis menggunakan thermal oil.
Thermal Oil Heater vs Steam Boiler
| Parameter | Thermal Oil Heater | Steam Boiler |
|---|---|---|
| Media | Thermal Oil | Air / Steam |
| Fungsi utama | Heating Process | Produksi Steam |
| Temperatur tinggi | Sangat sesuai untuk aplikasi tertentu | Membutuhkan tekanan steam yang lebih tinggi |
| Water Treatment | Tidak seperti steam system | Sangat penting |
| Circulation Pump | Wajib | Feedwater Pump |
| Expansion Tank | Wajib | Tidak sama seperti thermal oil system |
| Steam Trap | Tidak digunakan pada loop thermal oil | Digunakan pada sistem steam |
| Aplikasi | Heating process | Steam process |
Jadi, thermal oil heater lebih tepat apabila proses membutuhkan panas dari thermal fluid, sedangkan steam boiler lebih sesuai apabila proses membutuhkan steam sebagai media pemanas atau bagian dari proses produksi.
Kesimpulan
Thermal Oil Heater IDM 600.000 Kcal/jam merupakan sistem pemanas industri dengan kapasitas 600.000 Kcal/jam, menggunakan heating coil, circulation pump, expansion tank, burner, control panel, dan sistem instrumentasi sebagai satu kesatuan sistem.
Dengan maximum thermal fluid temperature hingga 350°C, unit ini dapat dipertimbangkan untuk berbagai aplikasi temperatur tinggi seperti CPO, cooking oil, asphalt, resin, chemical processing, dryer, heat exchanger, dan proses pemanasan industri lainnya.
Pemilihan kapasitas 600.000 Kcal/jam tetap harus berdasarkan perhitungan heat load, temperatur awal dan target, heat loss, flow thermal oil, serta kebutuhan proses.
Bejo Thermal Oil Heater – PT Indira Mitra Boiler menyediakan solusi thermal oil heater 600.000 Kcal/jam dan kapasitas lainnya dengan pilihan burner gas, diesel/light oil, fuel oil, maupun bahan bakar lain sesuai kebutuhan proyek.
Aplikasi Thermal Oil heater
Thermal oil merupakan pemanas yang paling sering digunakan untuk berbagai aplikasi dan proses industri di mana suhu tinggi diperlukan, berikut adalah beberapa contoh penggunaan Thermal oil dalam berbagai macam industri:
• Industri Farmasi dan kimia
• Pergedungan dan Rumah sakit
• Pengolahan plastik & karet
• Tekstil dan Laundry
• Pengolahan Makanan
• Produksi Minyak dan Gas Bumi
• Proses Peengeriangan
• Industri kosmetik dan kecantikan
• Pengolahan kertas, kardus dan turunannya
• Industri Marine perkapalan
• Pembuatan bahan Bangunan
• Pengolahan logam dan baja
• Industri Aspalt Mixing plant (AMP)
• Pengolahan CPO minyak dan aplikasi lain

Pada masa sekarang ini, selama thermal oil heater dirancang dengan benar oleh produsen yang berpengalaman dan diikuti dengan pemilihan thermal oil yang tepat serta dipelihara dengan baik maka sistem thermal oil akan lebih aman digunakan dibandingkan sistem steam / uap.
Keuntungan thermal oil IDM
Thermal Oil kami menawarkan Pilihan mesin Pemanas untuk memasukkan penggerak kecepatan yang dapat disesuaikan di pompa utama sistem fluida termal. Penggerak kecepatan yang dapat disesuaikan ini pada motor pompa fluida termal memungkinkan penghematan penting yang dihasilkan dalam konsumsi energi dan biaya ekonomi, karena konsumsi listrik terbesar dalam sistem fluida termal biasanya terjadi pada motor pompa utama.
VSD variable speed drive dapat mengurangi konsumsi energi hingga 60% dengan menyesuaikan kecepatan motor. Misalnya, pompa sentrifugal yang bekerja pada kecepatan 80% hanya mengonsumsi setengah energi dari pompa yang bekerja dengan daya penuh. variable speed drive juga memberikan keuntungan lain yaitu:
• Ini meningkatkan kontrol aliran dan tekanan.
• Memperbaiki faktor daya motor.
• Menghilangkan energi reaktif.
• Ini memungkinkan motor yang relatif besar untuk dihidupkan, menghindari sistem segitiga bintang.
• Mengurangi perawatan.
• Mengurangi getaran sistem seminimal mungkin.
Teknik lain yang diadopsi untuk efisiensi energi adalah penggunaan pembakar modulasi digital dengan kontrol oksigen kontinu. Dengan penyempurnaan ini, peningkatan efisiensi mencapai urutan 2%, dengan konsekuensi penghematan bahan bakar. Selain itu, sistem ini memungkinkan pengurangan emisi produk pembakaran dan keselamatan pengoperasian yang lebih baik.
Dengan pengontrol yang terkait, burner bertanggung jawab untuk pengaturan optimal jumlah bahan bakar dan udara untuk pembakaran. Ini adalah sistem yang menjaga proporsi oksigen seminimal mungkin, menjamin efisiensi optimal tanpa residu yang tidak terbakar dan pembakaran yang aman.
Sistem ini terdiri dari penganalisis oksigen kontinu yang ditempatkan di cerobong asap pemanas fluida termal. Probe O₂ ini secara konstan menginformasikan pengontrol pembakaran digital yang menjaga suplai oksigen ke burner serendah mungkin dalam tingkat keamanan.
Sistem manajemen burner mengoptimalkan campuran pengoksidasi bahan bakar. Tujuan dari sistem ini adalah untuk mengontrol pembakaran secara digital agar tetap dalam parameter yang optimal untuk mencapai efisiensi maksimum. sistem ini menetapkan posisi yang tepat dari motor servo burner.
Studi Kasus Thermal Oil Heater 600.000 Kcal/Jam
Thermal Oil Heater kapasitas 600.000 Kcal/jam dapat digunakan untuk berbagai proses industri yang membutuhkan panas secara kontinu dengan temperatur operasi yang relatif tinggi dan tekanan sistem yang lebih rendah dibandingkan sistem steam pada temperatur yang sama.
Sebagai contoh, thermal oil heater dapat digunakan pada proses pemanasan CPO, cooking oil, asphalt, resin, chemical process, drying, hot air generator, heat exchanger, dan mesin produksi lainnya.
Pada sistem ini, burner menghasilkan panas di dalam ruang bakar. Selanjutnya, panas ditransfer ke thermal oil yang bersirkulasi melalui coil heater menggunakan pompa sirkulasi.
Thermal oil yang telah mencapai temperatur kerja kemudian dialirkan menuju heat user atau mesin proses. Setelah memberikan panas, thermal oil kembali menuju heater untuk dipanaskan kembali.
Dengan sistem sirkulasi tertutup tersebut, panas dapat digunakan secara kontinu selama kebutuhan produksi berlangsung.
Contoh Studi Kasus: Pemanasan Tangki Produksi
Misalnya sebuah industri membutuhkan panas untuk mempertahankan temperatur tangki proses pada sekitar 150°C.
Dengan menggunakan Thermal Oil Heater 600.000 Kcal/jam, sistem dapat dirancang dengan:
- Thermal oil heater: 600.000 Kcal/jam
- Burner: Gas / Diesel / Fuel Oil sesuai kebutuhan
- Thermal oil pump: Disesuaikan dengan flow dan pressure drop sistem
- Expansion tank: Disesuaikan dengan volume thermal oil
- Heat exchanger atau heating coil: Sesuai kebutuhan proses
- Operating temperature: Misalnya 150°C
- Return temperature: Disesuaikan dengan karakteristik proses
Thermal oil dipanaskan di heater kemudian dipompa menuju heating coil atau heat exchanger. Setelah panas ditransfer ke produk, thermal oil kembali menuju heater.
Dengan demikian, sistem dapat mempertahankan temperatur proses secara lebih stabil.
Studi Kasus Pemanasan CPO
Salah satu aplikasi thermal oil heater adalah pemanasan Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit.
Misalnya terdapat tangki CPO yang membutuhkan pemanasan dari temperatur awal 30°C menuju 100°C.
Kebutuhan panas dapat dihitung menggunakan rumus:
Q = m × Cp × ΔT
Dengan:
- m = massa CPO
- Cp = specific heat CPO
- ΔT = kenaikan temperatur
Sebagai contoh, untuk 4.500 kg CPO, dengan asumsi Cp sekitar 0,5 Kcal/kg°C dan kenaikan temperatur 70°C:
Q = 4.500 × 0,5 × 70
Q = 157.500 Kcal
Perhitungan tersebut merupakan kebutuhan energi teoritis untuk menaikkan temperatur produk. Dalam aplikasi nyata, kapasitas heater harus memperhitungkan heat loss, insulation, waktu pemanasan, temperatur lingkungan, efisiensi sistem, dan kebutuhan pemanasan kontinu.
Karena itu, kapasitas 600.000 Kcal/jam tidak berarti seluruh energi tersebut otomatis diterima oleh produk. Kapasitas aktual yang dapat digunakan bergantung pada desain dan efisiensi keseluruhan sistem.
Studi Banding Thermal Oil Heater dan Steam Boiler
Thermal Oil Heater dan Steam Boiler sama-sama digunakan untuk menyediakan energi panas, tetapi prinsip kerjanya berbeda.
| Parameter | Thermal Oil Heater | Steam Boiler |
|---|---|---|
| Media penghantar panas | Thermal oil | Air/steam |
| Sistem | Sirkulasi thermal oil | Produksi steam |
| Tekanan | Relatif rendah pada temperatur tinggi | Mengikuti tekanan steam |
| Temperatur | Dapat mencapai temperatur tinggi sesuai thermal oil | Bergantung pada tekanan steam |
| Kebutuhan water treatment | Relatif rendah | Penting |
| Steam trap | Tidak diperlukan pada loop thermal oil | Diperlukan pada sistem steam |
| Expansion tank | Diperlukan | Tidak seperti sistem thermal oil |
| Circulation pump | Wajib | Feedwater pump diperlukan |
| Aplikasi | Heating process | Steam process |
Kapan Thermal Oil Heater Lebih Cocok?
Thermal Oil Heater dapat menjadi pilihan ketika proses membutuhkan temperatur tinggi secara kontinu tetapi tidak membutuhkan steam sebagai media pemanas.
Contohnya:
- Pemanasan CPO
- Cooking oil
- Asphalt
- Resin
- Chemical process
- Dryer
- Heat exchanger
- Hot air generator
- Food processing
- Textile processing
Sementara itu, steam boiler lebih cocok apabila proses produksi memang membutuhkan steam secara langsung, misalnya untuk sterilization, steaming, humidification, atau proses produksi yang menggunakan steam sebagai media.
Studi Banding Bahan Bakar
Thermal Oil Heater 600.000 Kcal/jam juga dapat dikonfigurasikan dengan beberapa jenis bahan bakar sesuai desain burner dan kebutuhan proyek.
Gas
Natural Gas, LPG, CNG, atau gas jaringan dapat digunakan apabila tersedia infrastruktur gas.
Kelebihannya antara lain pembakaran relatif bersih, kontrol burner mudah, dan sistem dapat dibuat otomatis.
Diesel / Light Oil
Diesel atau light oil dapat menjadi pilihan ketika jaringan gas belum tersedia.
Sistem burner dapat menggunakan automatic ignition dan sistem kontrol untuk mengatur pembakaran sesuai kebutuhan panas.
Fuel Oil / Residu
Untuk industri dengan kebutuhan energi besar dan memiliki akses terhadap fuel oil, sistem thermal oil heater dapat dikonfigurasikan dengan burner yang sesuai.
Namun, sistem bahan bakar perlu memperhatikan viscosity, heating fuel, filtration, pumping system, dan maintenance.
Biomass
Untuk lokasi yang memiliki limbah biomassa, thermal oil heater juga dapat dirancang menggunakan bahan bakar biomassa sesuai desain furnace dan sistem pembakaran.
Pemilihan bahan bakar sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga per kilogram. Nilai kalor, ketersediaan, moisture, sistem feeding, emisi, maintenance, dan biaya operasi juga perlu dihitung.
Kelebihan Thermal Oil Heater 600.000 Kcal/Jam
Beberapa keuntungan sistem thermal oil heater antara lain:
- Dapat digunakan untuk proses pemanasan temperatur tinggi.
- Tidak membutuhkan produksi steam.
- Sistem thermal oil menggunakan sirkulasi tertutup.
- Tekanan sistem dapat lebih rendah dibandingkan steam untuk temperatur tertentu.
- Dapat digunakan untuk berbagai aplikasi heat process.
- Dapat dikombinasikan dengan burner otomatis.
- Dapat menggunakan beberapa pilihan bahan bakar.
- Cocok untuk proses pemanasan kontinu.
- Dapat dihubungkan dengan heat exchanger atau heating coil.
Namun, pemilihan thermal oil juga harus memperhatikan jenis thermal oil, temperatur film, temperatur bulk, flow rate, expansion tank, circulation pump, dan sistem keselamatan.
Kesimpulan Studi Kasus dan Studi Banding
Thermal Oil Heater 600.000 Kcal/jam merupakan salah satu solusi pemanasan industri untuk proses yang membutuhkan panas secara kontinu dengan temperatur kerja yang relatif tinggi.
Berbeda dengan steam boiler, thermal oil heater tidak menghasilkan steam. Panas ditransfer melalui thermal oil yang bersirkulasi dari heater menuju heat user dan kembali lagi ke heater.
Dalam aplikasi seperti CPO, cooking oil, asphalt, resin, chemical process, dryer, heat exchanger, dan hot air generator, thermal oil heater dapat menjadi pilihan apabila proses membutuhkan temperatur tinggi tanpa menggunakan steam sebagai media pemanas.
Namun, kapasitas 600.000 Kcal/jam sebaiknya tidak langsung ditentukan hanya berdasarkan kapasitas mesin. Perhitungan harus mempertimbangkan heat load, temperatur awal, temperatur target, flow thermal oil, heat loss, insulation, waktu pemanasan, dan pola operasi produksi.
Dengan demikian, pemilihan Thermal Oil Heater 600.000 Kcal/jam harus berdasarkan kebutuhan panas aktual sehingga sistem dapat bekerja secara aman, stabil, dan efisien.
Bejo Thermal Oil Heater – PT Indira Mitra Boiler menyediakan solusi thermal oil heater dengan berbagai pilihan kapasitas, temperatur operasi, konstruksi, dan bahan bakar sesuai kebutuhan proses industri.
Demikian terkait pembahasan thermal oil heater IDM , dengan desaign yang ideal, kuat dan terpercaya. kami akan terus berinofasi dengan mengikuti pasar Industri di Indonesia juga selalu meberikan After service yang terbaik. info lebih lanjut untuk pertanyaan atau kebutuhan lain bisa hubungi kontak di bawah ini
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Office: (021) 352 95874
WhatsApp: +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
www.indiramitraboiler.co.id
www.burner.co.id
info@indira.co.id
idmratman@gmail.com
Workshop: Tangerang – Indonesia
https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia
