Thermal Oil boiler 2.000.000 kcal
Boiler oil 2.000.000 kcal/h merupakan mesin thermal fluid digunakan untuk membawa energi pada aplikasi pemanasan, industri processing dan juga pendinginan mesin industri. Thermal oil paling sesuai digunakan pada aplikasi bersuhu tinggi di mana kondisi operasi paling optimal berada di antara 150ºC sampai 350ºC. Pada suhu ini, pemanasan dengan menggunakan Thermal oil / thermal fluid akan memiliki efisiensi paling tinggi jika dibandingkan dengan metode pemanasan lain seperti menggunakan steam (uap), elektrik atau direct fired.
Pada saat ini kami mengembangkan MesinThermal Oil Heater/Boiler dengan Kapasitas standar 2.000.000 Kcal/ 2.000 Mcal, sudah banyak kemajuan signifikan dalam teknologi thermal oil. Thermal oil yang sekarang jauh lebih stabil pada suhu tinggi, tidak beracun dan dapat mencapai suhu yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan pembuat thermal oil yang meneliti dan mengembangkan teknologi thermal oil ini sebagai salah satu bidang bisnis mereka.
Aplikasi Thermal oil 2.000 Mcal
Cairan yang digunakan untuk media perpindahan panas secara umum disebut sebagai Thermal fluid. Kelebihan thermal oil adalah mempunyai titik uap / boiling point yang lebih tinggi yaitu berkisar pada suhu 300 – 400 ºC tergantung dengan jenis thermal oil nya. Selama kondisi operasional berada di bawah titik uap nya tidak akan terjadi perubahan fase pada thermal oil tersebut. Oleh karena itu sistem thermal oil dapat bekerja pada tekanan rendah untuk menghasilkan suhu tinggi yang diinginkan.
Berikut adalah beberapa contoh penggunaan Thermal oil dalam berbagai macam industri:
• Pabrik Industri farmasi
• Pengolahan plastik & karet
• Tekstil dan garmen
• Pengolahan minuman/makanan
• Produksi Minyak dan Gas Bumi
• Pengolahan playwood
• Pabrik kosmetik
• Pengolahan kertas, kardus dan turunannya
• Industri marine/kapal
• Pengolahan logam/besi
• Perhotelan dll
Spesifikasi Produk Thermal Oil Heater 2.000.000 kcal/h
Thermal Oil Heater kapasitas 2.000 Mcal/h (2.000.000 kcal/h) dirancang untuk kebutuhan pemanasan industri dengan kapasitas besar dan temperatur operasi hingga 290°C. Sistem menggunakan heat transfer oil (thermal oil) sebagai media pembawa panas dan dilengkapi dengan heating coil, circulation pump, burner gas, expansion tank, control panel, serta sistem keselamatan.
Data Teknis
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Thermal Capacity | 2.000 Mcal/h |
| Quantity | 1 Unit |
| Heating Coil Pipe | Ø76,1 × 3,2 mm – SA-192 |
| Design Temperature | 300°C |
| Maximum Thermal Fluid Temperature | 290°C |
| Coil Test Pressure | 12 barg |
| ΔT Outlet – Inlet | 32°C |
| Length TOH Only | 5.000 mm |
| Diameter TOH Only | 2.180 mm |
| Height TOH Only | 2.640 mm |
| Thermal Oil Inlet Flange | DN150 |
| Thermal Oil Outlet Flange | DN150 |
| Empty Weight | ±10.000 kg* |
| Circulation Pump Flow Rate | 180 m³/h |
| Pump Head | Maks. 60 m |
| Power Consumption | ±60 kW* |
| Insulation & Cladding | Stainless Steel |
| Pressure Gauge with Switch | 1 Unit |
| Control Panel | Schneider – 1 Unit |
| Temperature Controller | Autonics – 3 Units |
| Circulation Pump | KSB Etanorm SYT Series – 1 Unit |
| Burner | Riello – Italy – Gas Burner |
| Expansion Tank | Mild Steel 6 mm – 2.000 L |
| Collecting Tank | Mild Steel 6 mm – 2.000 L |
| Chimney | Ø485 × 6 mm × 9 m |
* Catatan: berat kosong dan power consumption perlu dikonfirmasi kembali berdasarkan final engineering drawing, konfigurasi pump, burner, motor, dan accessories.
Catatan Penting Mengenai Data Spesifikasi
Ada dua hal yang sebaiknya diperiksa sebelum spesifikasi ini dipublikasikan sebagai datasheet final.
1. Konsumsi diesel 240 L/h
Pada data sebelumnya terdapat konsumsi diesel 240 L/h pada load 85%, tetapi pada unit 2.000 Mcal/h ini tertulis:
Burner Gas – Riello Italia
Jika unit ini memang menggunakan gas burner, konsumsi bahan bakar sebaiknya dinyatakan dalam Nm³/h, bukan L/h. Konsumsi aktual harus dihitung berdasarkan jenis gas dan nilai kalor bahan bakarnya.
2. Circulation flow 180 m³/h
Untuk kapasitas 2.000.000 kcal/h dengan ΔT 32°C, flow thermal oil perlu diverifikasi kembali terhadap specific heat thermal oil pada temperatur operasi. Jadi angka 180 m³/h sebaiknya dipastikan melalui hydraulic dan thermal calculation sebelum menjadi data final.
Konfigurasi Sistem
Secara umum, aliran panas pada Thermal Oil Heater 2.000.000 kcal/h adalah:
Gas Burner → Furnace → Heating Coil → Thermal Oil → Circulation Pump → Process Equipment → Return → Heating Coil
Sementara itu, expansion tank 2.000 liter digunakan untuk mengakomodasi perubahan volume thermal oil akibat kenaikan temperatur. Collecting tank 2.000 liter dapat digunakan sebagai bagian dari sistem drain, recovery, atau maintenance thermal oil sesuai konfigurasi instalasi.
Dengan kapasitas 2.000 Mcal/h, unit ini cocok untuk aplikasi industri yang membutuhkan suplai panas besar dan kontinu, seperti reactor, heat exchanger, oven, fryer, pemanasan tangki, reboiler, pengolahan makanan, industri kimia, plywood, tekstil, plastik, karet, dan proses manufaktur lainnya.
Komponen Penting

Pemilihan Heating Coil ( Pipa Coil di Dalam Mesin Thermal Oil Heater )
Pemilihan Burner ( Rangkaian Mesin Pembakar di dalam ruang bakar )
Penentuan Pompa ( Pompa Sirkulasi untuk media Oil Heater )
Pemilihan Expansion tank ( Tanki Penampungan oli dari line Produksi )
Pemilihan Thermal fluid ( Kapasitas dan Density Oil Heater )
Keuntungan Thermal Oil Boiler
Thermal Oil Heater atau boiler minyak termal menggunakan heat transfer oil (HTO) sebagai media pembawa panas. Sistem ini dapat menghasilkan temperatur tinggi dalam fase cair tanpa harus menggunakan tekanan steam setinggi boiler air untuk mencapai temperatur proses yang sama.
Beberapa keuntungan utama sistem thermal oil antara lain:
1. Temperatur Operasi Tinggi pada Tekanan Relatif Rendah
Thermal oil dapat digunakan pada temperatur tinggi, bahkan hingga sekitar 300–400°C untuk jenis fluida tertentu, selama temperatur bulk dan film temperature masih berada dalam batas yang ditentukan oleh produsen thermal oil.
Keunggulan ini memungkinkan thermal oil digunakan untuk proses yang membutuhkan temperatur tinggi tanpa harus menghasilkan steam bertekanan sangat tinggi.
2. Risiko Korosi dan Kerak Lebih Rendah
Berbeda dengan sistem berbasis air, thermal oil tidak mengalami masalah korosi, scaling, dan pembentukan kerak mineral akibat kualitas air dengan cara yang sama seperti boiler air.
Hal ini dapat membantu mengurangi permasalahan deposit pada heating coil dan menjaga performa perpindahan panas.
Namun, thermal oil tetap membutuhkan monitoring kondisi fluida, karena thermal oil dapat mengalami oksidasi, degradasi, dan pembentukan deposit apabila temperatur operasi tidak sesuai.
3. Tidak Membutuhkan Air Boiler sebagai Media Pemanas
Pada sistem thermal oil, fluida yang bersirkulasi adalah heat transfer oil, bukan air.
Karena itu, sistem tidak membutuhkan pengolahan air boiler seperti pada steam boiler untuk fungsi perpindahan panas utama. Hal ini dapat mengurangi kebutuhan terhadap make-up water, chemical treatment, blowdown, dan peralatan steam-related.
4. Sistem Tekanan Lebih Rendah
Sistem thermal oil umumnya beroperasi pada tekanan yang lebih rendah dibandingkan steam boiler yang harus menghasilkan steam pada tekanan tertentu untuk mendapatkan temperatur proses.
Meskipun demikian, thermal oil heater tetap merupakan peralatan industri yang membutuhkan sistem keselamatan, pressure protection, temperature protection, flow monitoring, burner safety, dan prosedur operasi yang benar.
5. Maintenance Relatif Sederhana
Sistem thermal oil tidak memiliki permasalahan steam trap, condensate return, dan blowdown seperti yang terdapat pada sistem steam.
Maintenance lebih difokuskan pada:
- Kondisi thermal oil
- Heating coil
- Circulation pump
- Burner
- Expansion tank
- Control system
- Valve dan piping
- Insulation
- Safety system
6. Distribusi Panas Fleksibel
Satu thermal oil heater dapat digunakan untuk memasok panas ke beberapa heat-consuming equipment melalui sistem piping dan temperature control.
Contohnya:
Thermal Oil Heater → Header →
- Reactor
- Tank
- Heat exchanger
- Oven
- Fryer
- Reboiler
Masing-masing peralatan dapat memiliki kebutuhan temperatur yang berbeda selama seluruh sistem dirancang sesuai batas temperatur dan kapasitas thermal oil.
7. Investasi Sistem Dapat Kompetitif
Untuk aplikasi tertentu, thermal oil dapat memberikan biaya investasi dan operasional yang kompetitif karena sistem tidak membutuhkan beberapa peralatan steam seperti steam trap, condensate return system, boiler water treatment, dan blowdown system.
Namun, keekonomian harus dihitung berdasarkan kapasitas, temperatur, jenis bahan bakar, jam operasi, harga energi, dan kebutuhan peralatan pendukung.
Perbandingan Thermal Oil Heater vs Steam Boiler
| Parameter | Thermal Oil Heater | Steam Boiler |
|---|---|---|
| Media pemanas | Thermal Oil | Air/Steam |
| Temperatur tinggi | Sangat sesuai | Memerlukan tekanan steam lebih tinggi |
| Tekanan operasi | Relatif rendah | Lebih tinggi |
| Water Treatment | Tidak diperlukan untuk media utama | Diperlukan |
| Blowdown | Tidak seperti boiler steam | Diperlukan |
| Steam Trap | Tidak diperlukan | Diperlukan |
| Condensate Return | Tidak diperlukan | Diperlukan |
| Risiko Scaling dari air | Rendah | Perlu dikendalikan |
| Korosi akibat air | Lebih rendah | Perlu dikendalikan |
| Distribusi panas | Fleksibel | Sangat baik untuk aplikasi steam |
| Maintenance | Relatif sederhana | Lebih banyak komponen steam |
| Operator & K3 | Tetap diperlukan sesuai regulasi | Tetap diperlukan sesuai regulasi |
| Aplikasi temperatur tinggi | Sangat baik | Dapat membutuhkan tekanan tinggi |
| Cocok untuk | Heating process | Heating & steam process |
Studi Kasus: Thermal Oil Heater vs Steam Boiler
Sebagai contoh, sebuah pabrik membutuhkan 1.000.000 kcal/h panas proses untuk pemanasan reactor atau minyak proses.
Jika menggunakan thermal oil, kebutuhan panas dapat disuplai melalui Thermal Oil Heater 1.000.000 kcal/h. Thermal oil dipanaskan di heating coil kemudian disirkulasikan menggunakan circulation pump menuju reactor atau heat exchanger.
Sementara itu, apabila menggunakan steam boiler, sistem harus menghasilkan steam dengan tekanan yang sesuai dengan temperatur proses. Steam kemudian dikirim ke heat exchanger atau jacket reactor dan kondensat dikembalikan ke sistem.
Sistem Thermal Oil
Burner → Heating Coil → Thermal Oil → Circulation Pump → Reactor/Heat Exchanger → Return → Heater
Sistem Steam
Burner → Boiler → Steam → Steam Header → Reactor/Heat Exchanger → Condensate → Return → Boiler
Perbedaan utama terdapat pada media transfer panas dan sistem pendukungnya.
Untuk proses yang membutuhkan temperatur tinggi secara kontinu, thermal oil sering memberikan sistem yang lebih sederhana. Sebaliknya, jika pabrik sudah membutuhkan steam untuk banyak proses lain, steam boiler dapat menjadi pilihan yang lebih ekonomis dan praktis.
Kapan Memilih Thermal Oil dan Kapan Memilih Steam?
Pilih Thermal Oil Heater jika:
- Membutuhkan temperatur proses tinggi.
- Tidak membutuhkan steam sebagai bagian dari proses.
- Membutuhkan pemanasan tidak langsung.
- Membutuhkan sirkulasi panas ke beberapa equipment.
- Ingin mengurangi sistem water treatment.
- Tidak membutuhkan steam trap dan condensate return.
- Membutuhkan kontrol temperatur yang stabil.
Pilih Steam Boiler jika:
- Proses memang membutuhkan steam secara langsung.
- Steam digunakan untuk sterilization.
- Steam digunakan untuk humidification.
- Banyak equipment sudah menggunakan steam jacket.
- Pabrik telah memiliki sistem steam header dan condensate return.
- Steam juga digunakan untuk proses lain seperti turbine atau utility.
Kesimpulan
Thermal Oil Heater bukan selalu pengganti steam boiler, tetapi merupakan alternatif yang sangat menarik untuk proses industri yang membutuhkan panas temperatur tinggi tanpa membutuhkan steam sebagai media pemanas.
Keuntungan utamanya adalah temperatur tinggi pada tekanan relatif rendah, tidak membutuhkan boiler water treatment untuk media utama, tidak membutuhkan steam trap dan condensate return, serta distribusi panas yang fleksibel.
Namun, pemilihan thermal oil atau steam tetap harus dilakukan berdasarkan kebutuhan temperatur, kapasitas panas, jenis proses, jam operasi, harga bahan bakar, investasi awal, biaya maintenance, serta persyaratan K3 dan regulasi yang berlaku.
Untuk aplikasi seperti reactor, oven, fryer, pemanasan tangki, reboiler, crude oil heating, industri makanan, kimia, plywood, tekstil, plastik, dan karet, Thermal Oil Heater dapat menjadi solusi yang sangat efektif ketika proses membutuhkan panas tinggi dan stabil.
Kontak kami :
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

