Penyedia Burner Riello Press G bhan Bakar Solar
Distributor Burner Riello di indonesia juga menyediakan Burner Riello berbagai type dan kapasitang yang di perlukan dengan bhan bakar solar, kami juga menyedikan sprepart.a dan melayani penjualan kebutuhan burner di sluruh indonesia. Berikut untuk burner riello press G bhan bkar solar.
Pengertian Burner Riello Press G

erangkaian pembakar mencakup berbagai tembak dari 107 ke 1660 kW dan mereka telah dirancang untuk digunakan di sipil instalasi dimensi rata-rata, seperti area bangunan dan kelompok apartemen besar atau untuk digunakan dalam aplikasi industri, seperti tanaman kecil atau sedang. Operasi adalah dua tahap; pembakar dilengkapi dengan kotak kontrol keamanan burner berbasis mikroprosesor yang persediaan indikasi operasi dan diagnosis kesalahan sebab. Kepala pembakaran, yang dapat diatur atas dasar output yang dibutuhkan, memungkinkan kinerja optimal memastikan pembakaran yang baik dan mengurangi konsumsi bahan bakar. Utama Fitur dari pembakar ini adalah keandalannya karena sederhana dan konstruksi yang kuat, yang memungkinkan operasi tanpa intervensi pemeliharaan khusus. Pemeliharaan sederhana dicapai dengan sistem slide bar, yang memungkinkan akses mudah ke semua komponen penting dari kepala pembakaran. Semua komponen listrik mudah diakses hanya dengan turun dari panel perlindungan, sehingga menjamin intervensi cepat dan sederhana, Ada pun type dari burner riello type press G sebagai berikut :
Riello PRESS G Light Oil Burner
merupakan seri two-stage light oil burner yang dirancang untuk aplikasi boiler dan sistem pemanasan komersial maupun industri. Riello mencantumkan rentang keseluruhan seri ini dari 107 hingga 1.660 kW, dengan model PRESS GW, PRESS 1G, PRESS 2G, PRESS 3G, dan PRESS 4G.
| Model | Kapasitas |
|---|---|
| PRESS GW | 107/178 – 356 kW |
| PRESS 1G | 130/190 – 534 kW |
| PRESS 2G | 214/356 – 712 kW |
| PRESS 3G | 273/534 – 1.168 kW |
| PRESS 4G | 415/830 – 1.660 kW |
Data firing range tersebut tercantum dalam dokumentasi teknis Riello dan menggunakan kondisi pengujian yang mengacu pada EN267.
1. PRESS GW
PRESS GW mempunyai firing range:
107/178 – 356 kW
atau sekitar:
92/153 – 306 Mcal/h
Dengan kapasitas tersebut, PRESS GW dapat dipertimbangkan untuk boiler dan sistem heating dengan kebutuhan thermal relatif kecil sampai menengah.
Model ini merupakan bagian dari seri PRESS G yang menggunakan konsep two-stage operation.
2. PRESS 1G
PRESS 1G memiliki firing range:
130/190 – 534 kW
atau sekitar:
112/163 – 459 Mcal/h.
Model ini dapat digunakan untuk aplikasi seperti:
- Hot water boiler
- Steam boiler
- Thermal oil system
- Industrial heating
3. PRESS 2G
PRESS 2G mempunyai kapasitas:
214/356 – 712 kW
atau sekitar:
184/306 – 612 Mcal/h.
Model ini berada pada kelas kapasitas menengah dan dapat digunakan pada boiler atau sistem heating dengan kebutuhan heat input hingga sekitar 700 kW.
4. PRESS 3G
PRESS 3G mempunyai firing range:
273/534 – 1.168 kW
atau sekitar:
235/459 – 1.004 Mcal/h.
Model ini dapat menjadi kandidat untuk kebutuhan heat input sekitar 500 kW hingga 1 MW.
Untuk pemilihan final tetap perlu diperiksa:
- Boiler back pressure
- Combustion chamber
- Flame dimension
- Fuel pressure
- Required heat load
5. PRESS 4G
PRESS 4G merupakan model terbesar dalam seri PRESS G yang Anda cantumkan.
Firing range:
415/830 – 1.660 kW
atau sekitar:
357/714 – 1.428 Mcal/h.
PRESS 4G dapat dipertimbangkan untuk aplikasi industrial heating dengan kebutuhan heat input hingga sekitar 1,66 MW.
Sistem Two Stage
Salah satu karakteristik utama PRESS G adalah operasi two stage. Riello menjelaskan bahwa seri ini menggunakan burner safety control berbasis mikroprosesor yang memberikan indikasi status operasi dan diagnosis penyebab fault.
Secara sederhana, burner mempunyai:
Stage 1 – Low Fire
Burner bekerja pada tingkat firing yang lebih rendah.
Stage 2 – High Fire
Burner meningkatkan firing ketika kebutuhan panas meningkat.
Dengan konsep tersebut, burner tidak harus selalu bekerja pada kapasitas maksimum.
Combustion Head Adjustable
PRESS G memiliki combustion head yang dapat disetel berdasarkan output yang diperlukan.
Pengaturan combustion head penting karena karakteristik flame harus disesuaikan dengan:
- Burner output
- Combustion chamber
- Furnace pressure
- Flame length
- Flame diameter
- Combustion air
Riello menyebut pengaturan combustion head ini sebagai salah satu fitur yang membantu memperoleh pembakaran yang baik dan mengurangi konsumsi fuel.
Microprocessor Burner Control
PRESS G menggunakan microprocessor-based burner safety control box.
Sistem ini menyediakan informasi mengenai:
- Burner operating status
- Safety sequence
- Fault condition
- Diagnosis penyebab gangguan
Fitur ini membantu teknisi melakukan troubleshooting dan maintenance dengan lebih sistematis.
Slide Bar System
Salah satu keunggulan desain PRESS G adalah slide bar system.
Sistem ini memungkinkan akses lebih mudah ke komponen penting pada combustion head ketika melakukan maintenance.
Pekerjaan yang dapat dipermudah antara lain:
- Pemeriksaan nozzle
- Cleaning combustion head
- Pemeriksaan ignition electrode
- Pemeriksaan flame detector
- Pemeriksaan flame stabilisation components
Riello juga menyebut bahwa komponen listrik dapat diakses dengan melepas protective panel.
Fuel System
PRESS G merupakan light oil burner. Dokumentasi teknis Riello mencantumkan penggunaan dua nozzle dengan return line pada seri ini.
Sistem fuel membutuhkan komponen pendukung seperti:
- Fuel tank
- Oil filter
- Oil pump
- Fuel piping
- Flexible hose
- Pressure control
- Nozzle
- Oil safety valve
Fuel pressure dan nozzle harus disesuaikan dengan firing rate yang dibutuhkan.
Aplikasi Riello PRESS G
Riello mencantumkan aplikasi standar PRESS G pada:
- Water boiler
- Steam boiler
- Diathermic oil boiler
Seri ini dirancang untuk instalasi komersial dan aplikasi industri kecil sampai menengah.
Dalam praktik industrial heating, pemilihan burner tetap harus disesuaikan dengan karakteristik equipment.
Studi Kasus PRESS 3G
Misalnya sebuah boiler membutuhkan heat input sekitar:
800 kW
PRESS 3G memiliki firing range:
273/534 – 1.168 kW
Secara kapasitas, PRESS 3G dapat menjadi salah satu kandidat.
Namun teknisi masih harus memeriksa:
Heat Load
Boiler Back Pressure
Combustion Chamber
Flame Dimension
Fuel Pressure
Operating Profile
Jika kebutuhan boiler sering berada pada partial load, minimum firing rate juga harus diperhatikan.
PRESS 4G
Misalnya kebutuhan thermal equipment:
1.400 kW
PRESS 4G mempunyai maksimum:
1.660 kW
Sehingga model ini dapat menjadi kandidat dengan margin kapasitas sekitar 260 kW.
Tetapi margin tersebut tidak otomatis berarti PRESS 4G pasti cocok. Perlu dilakukan pemeriksaan furnace pressure, flame geometry, fuel supply dan combustion chamber.
PRESS G untuk Boiler
Dalam pemilihan burner boiler, jangan hanya melihat kapasitas maksimum.
Contohnya:
Boiler membutuhkan 1.000 kW
Beberapa parameter yang harus diperiksa:
- Minimum firing rate
- Maximum firing rate
- Boiler back pressure
- Fuel pressure
- Combustion chamber
- Flame length
- Fuel consumption
- Operating hours
Burner yang terlalu besar dapat menyebabkan operasi pada kondisi yang tidak optimal, sedangkan burner yang terlalu kecil tidak mampu memenuhi heat load boiler.
Kesimpulan
Riello PRESS G adalah seri two-stage light oil burner dengan rentang kapasitas 107–1.660 kW. Seri ini terdiri dari PRESS GW, PRESS 1G, PRESS 2G, PRESS 3G, dan PRESS 4G.
Keunggulan utama yang dapat menjadi pertimbangan adalah:
- Two-stage operation
- Microprocessor burner control
- Adjustable combustion head
- Slide bar system
- Compact dan robust construction
- Akses maintenance yang relatif mudah
Untuk menentukan model yang tepat, lakukan evaluasi terhadap heat load, firing range, fuel pressure, combustion chamber, boiler back pressure, flame geometry, fuel consumption dan operating profile.
PT Indira Mitra Boiler dapat membantu kebutuhan Riello PRESS GW, PRESS 1G, PRESS 2G, PRESS 3G, PRESS 4G, nozzle, spare part, instalasi, commissioning, combustion adjustment, maintenance dan service light oil burner.
Pengaturan Pembakaran Burner
Instalasi, start up dan pemeliharaan harus dilakukan oleh personel yang berkualifikasi dan terampil. Semua operasi harus dilakukan sesuai dengan buku pegangan teknis yang disertakan oleh burner riello.
- Semua pembakar memiliki bilah geser, untuk pemasangan yang lebih mudah dan pemeliharaan.
- Setelah mengebor pelat ketel, menggunakan paking yang disediakan sebagai templat, bongkar tabung ledakan dari -pembakar dan pasang ke boiler.
- Pasang kembali casing burner ke bilah geser.
- Pasang nozel, pilih ini berdasarkan output boiler maksimum dan mengikuti diagram termasuk dalam buku pegangan instruksi burner.
- Periksa posisi elektroda.
- Tutup pembakar, geser ke atas ke flensa, pertahankan sedikit dinaikkan untuk menghindari gesekan cakram stabilitas api terhadap tabung ledakan.
- Sesuaikan kepala pembakaran
Pengaturan Koneksi Listrik dan Fuel System Riello PRESS G
Pada proses instalasi Riello PRESS G Light Oil Burner, koneksi fuel system dan electrical system harus dilakukan dengan benar sebelum burner dioperasikan. Instalasi, commissioning, dan adjustment sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang kompeten serta mengikuti instruction manual dan wiring diagram sesuai model burner.
1. Koneksi Sistem Pasokan Bahan Bakar
Burner disiapkan untuk terhubung dengan dua jalur fuel supply, yaitu:
- Fuel suction line
- Fuel return line
Ujung flexible hose kemudian dihubungkan ke jalur suction dan return menggunakan nipple atau fitting yang sesuai dengan perlengkapan burner.
Pastikan:
- Arah suction dan return tidak tertukar.
- Flexible hose terpasang dengan baik.
- Tidak terdapat kebocoran fuel.
- Filter fuel dalam kondisi bersih.
- Diameter piping sesuai kebutuhan fuel flow.
- Fuel tank memiliki suplai yang cukup.
Untuk sistem light oil, kondisi fuel supply sangat berpengaruh terhadap kestabilan flame dan atomisasi pada nozzle.
2. Koneksi Listrik Burner
Sambungan listrik harus dilakukan berdasarkan wiring diagram yang disediakan untuk model burner yang digunakan.
Sebelum memberikan tegangan, periksa:
- Supply voltage
- Frequency
- Phase
- Grounding
- Burner control circuit
- Thermostat atau temperature controller
- Safety interlock
- Fuel pump motor
- Burner control box
Jangan menentukan sambungan hanya berdasarkan warna kabel. Wiring diagram model burner merupakan acuan utama.
Pastikan grounding terpasang dengan benar sebelum burner dioperasikan.
3. Priming Fuel Pump
Setelah fuel piping terhubung, pompa bahan bakar perlu dilakukan priming untuk memastikan jalur fuel telah terisi.
Priming dilakukan sesuai prosedur pada instruction manual.
Tujuannya adalah mengeluarkan udara dari fuel line sehingga pompa dapat memperoleh suplai bahan bakar secara stabil.
Selama proses ini teknisi harus memperhatikan:
- Fuel pressure
- Kondisi suction line
- Return line
- Kebocoran fuel
- Kondisi filter
- Suara dan kondisi pompa
Jangan mengoperasikan pompa dalam kondisi yang dapat menyebabkan dry running.
4. Pemeriksaan Fuel Pump Pressure
Pada saat start-up, tekanan fuel pump perlu diperiksa.
Pemeriksaan dilakukan pada kondisi:
Minimum Firing
Periksa apakah tekanan fuel berada dalam kondisi yang sesuai dengan konfigurasi burner.
Maximum Firing
Periksa kembali tekanan fuel ketika burner bekerja pada kapasitas yang lebih tinggi.
Tekanan aktual harus mengikuti setting dan technical data model burner.
Jangan menggunakan satu angka tekanan secara umum untuk seluruh model PRESS G karena konfigurasi nozzle, fuel system dan firing rate dapat berbeda.
5. Pemeriksaan Kualitas Pembakaran
Setelah burner menyala, kualitas pembakaran harus diperiksa.
Parameter yang dapat diperiksa menggunakan combustion analyzer antara lain:
- O₂
- CO
- CO₂
- Flue gas temperature
- Excess air
- Smoke
- Flame stability
Tujuannya adalah memastikan bahan bakar terbakar dengan baik dan tidak menghasilkan excess air atau incomplete combustion yang berlebihan.
6. Jika Pembakaran Tidak Sempurna
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi unburned fuel, smoke, atau CO tinggi, beberapa komponen yang perlu diperiksa antara lain:
Fuel System
- Fuel pressure
- Fuel filter
- Fuel pump
- Nozzle
- Fuel temperature
- Suction line
Combustion Air
- Fan
- Air damper
- Airflow
- Air pressure
Combustion Head
- Posisi combustion head
- Flame stabilisation
- Nozzle position
- Ignition electrode
Adjustment harus dilakukan secara bertahap sambil memantau hasil combustion analysis.
7. Excess Air Terlalu Tinggi
Sebaliknya, apabila excess air terlalu tinggi, sebagian energi panas dapat terbawa bersama flue gas.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan:
- Flue gas temperature meningkat
- Heat loss meningkat
- Thermal efficiency menurun
Karena itu, pengaturan fuel-air ratio harus dilakukan berdasarkan hasil combustion test dan batas operasi yang direkomendasikan pabrikan.
