Pengertian Mesin Pemanas Thermal Oil
Thermal oil heater adalah Penukar panas digunakan dalam transfer energi termal oil dari satu sistem ke sistem lainnya ketika transfer panas langsung tidak memungkinkan. Dalam kebanyakan skenario seperti ini, penukar panas menggunakan fluida yang berfungsi untuk mentransfer panas dari sumber ke lokasi yang berbeda.
Tetapi hari ini, penggunaan minyak sebagai fluida termal menjadi semakin umum. Pemanas oli tidak mengalami masalah dengan tekanan tinggi atau korosi yang diciptakan oleh uap. Mereka juga dapat digunakan dalam berbagai aplikasi di berbagai industri, termasuk minyak dan gas, air dan air limbah, dan proses pemanasan.
Sistem transfer panas minyak panas yang sangat fleksibel memungkinkan efisiensi yang sangat tinggi. Bahkan, untuk aplikasi pemulihan panas limbah, perangkat ini dapat melihat nilai efisiensi di atas 90% – secara signifikan lebih tinggi daripada sistem pemanas berbasis uap.
Cara Kerja Mesin thermal Oil Fluid
Thermal oil heater beroperasi dengan prinsip yang sama dengan mesin boiler uap dan hot water boiler. Proses desain pemanas minyak panas dimulai dengan identifikasi pengaturan yang paling tepat untuk sistem proses yang diberikan. Komponen dengan kekuatan yang cukup kemudian dipilih, dan pemanas dibangun.
Saat membuat perangkat ini, penting bahwa fluida kerja (minyak panas) mempertahankan suhu antara titik nyala minyak oil dan titik api. Kondisi lain yang kondusif untuk kerusakan mekanis, seperti kebocoran, harus dihindari. Penting juga untuk memastikan bahwa fluida kerja benar-benar terkandung dan tidak terkena uap air atau sinar matahari langsung.
Pemanas Thermal oil heater dapat berfungsi sebagai solusi yang efektif jika semua tindakan pencegahan ini diambil. Seperti dibahas sebelumnya, perangkat ini mendapatkan panas dari sumber, membawa energi panas dalam minyak yang dipompa melalui pipa, dan kemudian mentransfer energi itu ke cairan sekunder.
Perbedaan Thermal Oil Vertikal dengan Horizontal
Tidak ada perbedaan fungsional antara instalasi pemanas vertikal dan horizontal. Dalam kedua kasus, panas dipindahkan dari fluida kerja (minyak termal oil) ke fluida sekunder. Pilihan konfigurasi vertikal atau horizontal terutama didasarkan pada tata letak pabrik dan batasan ruang tertentu.
Secara umum, sistem transfer pemanas minyak panas horisontal memungkinkan untuk akses yang lebih baik ke perangkat untuk operasi pemeliharaan, tetapi mereka juga mengambil lebih banyak ruang lantai. Pemanas vertikal membutuhkan ruang lebih sedikit tetapi dapat menimbulkan tantangan aksesibilitas.
Sepesifikasi Thermal oil Horizontal 100 Mcal :
Thermal oil heater Cap : 100.000 kcal/h (116 kW) | |||||||||
| Thermal Capacity | 100.000 | Kcal/h | |||||||
| Efficiency at 100 % of the load | 85-+5 | % | |||||||
| Max.thermal fluid temperature | 250 | °C | |||||||
| Length | 1.700 | mm | |||||||
| Height | 900 | mm | |||||||
| Inlet flange | 40./16 | DN/PN | |||||||
| Outlet flange | 40./16 | DN/PN | |||||||
| Fuel Diesel Inlet | 1″ | DN/PN | |||||||
| Liquid fuel inlet | 1/2″ | DN/PN | |||||||
| Boiler empty weight | 900 | ton | |||||||
| Consumption Gas LPG | 4.4 | kg/h | |||||||
| Sirkulasi Pump Charateristics ,Flow rate | 20 | m³/h | |||||||
| Pump Head | 40 | m | |||||||
| Panel Box (Schneider IP66) | 1 | Lot | |||||||
| Instalasi total electric power | 5,5 | KW | |||||||
| Expantion tank 300 liter | 1 | Ea | |||||||
| Storage oil Tank ( sump tank) 300 liter | 1 | set | |||||||
| Stack (Cerobong) diameter Ø 200 x 3 Meter | 3 | Meter | |||||||
| GAS Burner Stock.FBR/baltur/ Riello, Italy | 1 | Set | |||||||
| Fuel tang disesl oil 300 liter | 1 | set | |||||||
Studi Kasus Perbedaan Thermal Oil Heater Vertikal dan Horizontal
Latar Belakang
Sebuah pabrik sedang merencanakan instalasi thermal oil heater untuk memenuhi kebutuhan pemanasan proses. Dari sisi fungsi, baik konfigurasi vertikal maupun horizontal sama-sama digunakan untuk memanaskan thermal oil yang kemudian disirkulasikan menuju equipment proses seperti reactor, tank, heat exchanger, dryer, atau mesin produksi lainnya.
Perbedaan utama bukan pada fungsi dasar, tetapi pada layout, kebutuhan ruang, akses maintenance, dan kondisi instalasi.
Studi Kasus 1 – Pabrik dengan Ruang Terbatas
Sebuah pabrik makanan memiliki area boiler room yang sempit, tetapi tinggi bangunan masih cukup.
Dalam kondisi ini, thermal oil heater vertikal lebih cocok dipertimbangkan karena membutuhkan footprint lantai yang lebih kecil.
Keuntungan Konfigurasi Vertikal
- Menghemat area lantai.
- Cocok untuk ruang instalasi yang sempit.
- Mempermudah penempatan unit jika layout memanjang secara vertikal.
- Dapat menjadi solusi pada pabrik existing yang memiliki keterbatasan ruang.
Tantangan
Akses ke bagian atas heater, burner, instrumentasi, atau komponen tertentu dapat membutuhkan platform, tangga, atau area kerja tambahan.
Karena itu, desain layout tetap harus menyediakan ruang inspeksi dan maintenance yang aman.
Studi Kasus 2 – Pabrik dengan Area Luas
Sebuah pabrik kimia memiliki area utility yang cukup luas dan memprioritaskan kemudahan maintenance.
Pada kondisi ini, thermal oil heater horizontal dapat lebih sesuai.
Keuntungan Konfigurasi Horizontal
- Akses ke burner, coil, instrument, dan bagian heater relatif lebih mudah.
- Maintenance dapat dilakukan dari level lantai pada banyak konfigurasi.
- Cocok untuk fasilitas yang memiliki ruang instalasi luas.
- Penggantian atau pemeriksaan komponen tertentu dapat lebih praktis.
Tantangan
Konfigurasi horizontal membutuhkan luas lantai lebih besar dibandingkan tipe vertikal.
Pada pabrik dengan keterbatasan area, kebutuhan footprint ini dapat menjadi kendala.
Perbandingan Studi Kasus
| Parameter | Vertikal | Horizontal |
|---|---|---|
| Fungsi pemanasan | Sama | Sama |
| Kebutuhan ruang lantai | Lebih kecil | Lebih besar |
| Kebutuhan ruang vertikal | Lebih tinggi | Lebih rendah |
| Akses maintenance | Bisa lebih menantang | Umumnya lebih mudah |
| Cocok untuk area sempit | Ya | Kurang ideal |
| Cocok untuk area luas | Ya | Ya |
| Layout | Kompak | Memanjang |
| Pertimbangan utama | Space saving | Maintenance access |
Contoh Keputusan Engineering
Misalnya dua pabrik memiliki kebutuhan panas yang sama, yaitu sekitar 1.000.000 kcal/jam.
Pabrik A memiliki area instalasi hanya 3 × 4 meter tetapi tersedia tinggi bangunan yang cukup. Konfigurasi vertikal dapat menjadi pilihan yang lebih praktis.
Pabrik B memiliki area utility yang luas dan membutuhkan akses maintenance rutin tanpa platform tambahan. Konfigurasi horizontal dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman.
Dalam kedua kasus, kapasitas heater tetap harus ditentukan berdasarkan kebutuhan panas proses. Orientasi unit tidak secara otomatis menentukan kapasitas atau performa.
Faktor Lain yang Harus Dipertimbangkan
Selain ruang dan maintenance, pemilihan konfigurasi juga harus memperhatikan:
- Posisi burner
- Akses coil dan refractory
- Jalur flue gas
- Posisi chimney
- Routing thermal oil piping
- Lokasi circulation pump
- Expansion tank
- Control panel
- Foundation
- Akses lifting dan overhaul
- Ventilasi ruang
- Jarak keselamatan
- Persyaratan manufacturer
Kesimpulan
Thermal oil heater vertikal dan horizontal pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yaitu memanaskan thermal oil untuk kebutuhan proses industri.
Pemilihan tipe vertikal lebih cocok untuk fasilitas yang memiliki keterbatasan luas lantai, sedangkan tipe horizontal umumnya lebih menguntungkan jika akses maintenance dan kemudahan inspeksi menjadi prioritas.
Keputusan akhir sebaiknya dibuat berdasarkan layout pabrik, kebutuhan panas, ruang tersedia, akses maintenance, sistem piping, serta rekomendasi manufacturer.
Info Contak Marketing.
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
