Jual Burner, Spare Part Burner, Ignition Transformer, Fuel Pump & Flame Controller Bejo Burner menyediakan berbagai kebutuhan burner, burner spare part, ignition transformer, fuel pump, gas valve, flame controller, flame detector, burner motor, dan komponen combustion system untuk boiler, oven, dryer, furnace, thermal oil heater, hot air generator, dan berbagai peralatan pemanasan industri.
Ketersediaan komponen yang tepat sangat penting karena burner merupakan sistem yang terdiri dari beberapa bagian yang saling berhubungan. Kerusakan pada ignition transformer, fuel pump, flame controller, gas valve, motor, photocell, UV detector, nozzle, atau control box dapat menyebabkan burner gagal start, flame failure, pembakaran tidak stabil, hingga equipment tidak dapat beroperasi.
Karena itu, penggantian spare part sebaiknya tidak hanya berdasarkan bentuk fisik komponen, tetapi juga berdasarkan model, voltage, kapasitas, wiring, pressure, fuel type, dan spesifikasi burner existing .
Servo Siemens SQM dan SQN Sesuai Model Burner merupakan perangkat yang menghasilkan energi panas melalui proses pembakaran bahan bakar. Burner dapat menggunakan berbagai jenis bahan bakar seperti Natural Gas, LPG, CNG, LNG, diesel/light oil, heavy oil , atau kombinasi dua jenis bahan bakar pada sistem dual fuel.
Bejo Burner menyediakan berbagai tipe burner untuk kebutuhan:
Steam boiler Hot water boiler Thermal oil heater Oven roti Bakery oven Industrial oven Dryer Furnace Hot air generator Process heater Asphalt heating Tank heating Food processing equipment Pemilihan burner harus disesuaikan dengan heat load, kapasitas equipment, jenis bahan bakar, tekanan bahan bakar, combustion chamber, furnace back pressure, dan sistem kontrol .
FBR Gas Burner merupakan pilihan burner gas untuk berbagai aplikasi pemanasan. Tersedia konfigurasi single stage, two stage, progressive, hingga modulating sesuai kebutuhan proses.
FBR Gas Burner Single Stage Burner single stage bekerja dengan satu tingkat kapasitas pembakaran. Sistem ini relatif sederhana dan dapat digunakan pada equipment yang tidak membutuhkan pengaturan heat input secara bertahap.
Aplikasinya dapat meliputi:
Boiler kecil Oven Hot air generator Heating equipment Small industrial process Pada burner two stage , kapasitas pembakaran dapat bekerja dalam dua tingkat. Sistem ini memungkinkan burner menyesuaikan heat input lebih baik dibandingkan sistem single stage.
Cocok untuk:
Steam boiler Hot water boiler Oven bakery Industrial oven Dryer Furnace Untuk aplikasi dengan kebutuhan temperatur yang lebih presisi, burner progressive atau modulating dapat digunakan.
Kapasitas api dapat disesuaikan mengikuti kebutuhan panas sehingga burner tidak selalu bekerja pada kapasitas maksimum.
Sistem ini sangat berguna pada proses yang membutuhkan:
Temperatur stabil Heat input yang berubah-ubah Kontrol proses lebih presisi Efisiensi operasi Pengurangan cycling burner Untuk industri yang membutuhkan fleksibilitas bahan bakar, tersedia dual fuel burner gas/light oil .
Burner dual fuel memungkinkan equipment menggunakan dua sumber bahan bakar sesuai kebutuhan instalasi. Contohnya:
Natural Gas + Diesel
atau
LPG + Light Oil
Konfigurasi dual fuel dapat menjadi solusi ketika supply gas tidak selalu tersedia atau perusahaan membutuhkan alternatif bahan bakar untuk kondisi tertentu.
Beberapa manfaat sistem dual fuel antara lain:
Fleksibilitas bahan bakar Memiliki backup fuel Dapat digunakan pada fasilitas dengan supply gas tidak stabil Cocok untuk industrial boiler Dapat digunakan pada proses heating yang membutuhkan kontinuitas operasi Pemilihan burner dual fuel harus mempertimbangkan kapasitas masing-masing bahan bakar serta sistem fuel train yang digunakan.
FBR Light Oil Burner digunakan untuk pembakaran bahan bakar cair seperti diesel atau light oil.
Tersedia konfigurasi:
Single stage Two stage Three stage Progressive Modulating Burner light oil banyak digunakan pada:
Steam boiler Hot water boiler Thermal oil heater Furnace Oven Dryer Hot air generator Untuk burner oil, komponen seperti fuel pump, nozzle, ignition transformer, ignition electrode, flame controller, dan photocell merupakan bagian penting dari sistem pembakaran.
Selain burner lengkap, Bejo Burner menyediakan berbagai spare part burner untuk kebutuhan maintenance dan replacement.
Komponen burner yang tersedia dapat meliputi:
Ignition transformer Fuel pump Burner motor Gas valve Gas solenoid valve Flame controller Flame detector Photocell UV detector Ignition electrode Nozzle Control box Servo motor Actuator Pressure switch Gas filter Pump coupling Burner fan component Penggantian spare part harus dilakukan dengan memperhatikan part number dan spesifikasi komponen .
Ignition transformer berfungsi menghasilkan tegangan tinggi untuk menghasilkan percikan listrik pada ignition electrode.
Percikan tersebut digunakan untuk menyalakan campuran bahan bakar dan udara pada saat sequence start burner.
Beberapa produk ignition transformer yang dapat ditemukan dalam sistem burner antara lain:
Contoh produk:
Allanson 1092-F Allanson T92 120V Allanson 2357U Contoh:
Brahma T11/M 110V Brahma T11/M 220V Contoh:
Cofi TRE 820 Cofi TRG1020C Cofi TRG1230/4 Cofi TRK2-30 PVD Contoh:
Sudick Ignition Transformer 1020 Ignition transformer yang mengalami masalah dapat menyebabkan:
Burner tidak menghasilkan spark Burner gagal ignition Flame tidak terbentuk Burner masuk lockout Start sequence berhenti pada tahap ignition Namun, kondisi tersebut juga dapat disebabkan oleh ignition electrode, kabel ignition, controller, fuel supply, gas valve, nozzle, atau sistem flame detection . Karena itu, pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh.
Pada oil burner , fuel pump berfungsi menyediakan bahan bakar dengan tekanan yang diperlukan untuk proses atomisasi melalui nozzle.
Beberapa seri Suntec Fuel Pump yang umum digunakan pada sistem burner antara lain:
Suntec A2VA-7142 Suntec A2YA-7916 Suntec AN67A Suntec AN67C 1336-6P Suntec AS47A Suntec AS47C 1538-6P Suntec E6NA Suntec TA-5C 3010.7 Pemilihan fuel pump harus memperhatikan kapasitas, pressure setting, rotation, shaft configuration, fuel type, dan spesifikasi burner .
Fuel pump yang mengalami kerusakan dapat menyebabkan:
Tekanan fuel tidak stabil Burner sulit start Flame tidak stabil Kapasitas burner turun Nozzle tidak mendapatkan tekanan yang cukup Burner mengalami flame failure Pemeriksaan tekanan fuel menggunakan pressure gauge sangat penting sebelum mengganti pump.
Pada gas burner , gas valve berfungsi mengatur aliran bahan bakar menuju burner.
Salah satu komponen yang digunakan pada gas train adalah ELEKTROGAS Gas Solenoid Valve .
Contoh komponen:
ELEKTROGAS Coil VMR2 RP 3/4 ELEKTROGAS Gas Solenoid Valve VMR3-5 Gas valve harus dipilih berdasarkan:
Jenis gas Tekanan kerja Flow rate Diameter connection Voltage coil Temperatur Kapasitas burner Sistem gas juga harus dilengkapi dengan komponen keselamatan yang sesuai dengan desain instalasi.
Burner Motor – Motor Fan Blower untuk Gas dan Oil Burner Burner motor merupakan salah satu komponen utama pada burner yang berfungsi menggerakkan fan atau blower untuk menyediakan udara pembakaran (combustion air ). Udara tersebut diperlukan agar bahan bakar dapat bercampur dengan oksigen dalam jumlah yang sesuai sehingga proses pembakaran berlangsung stabil.
Pada forced draught burner , motor menggerakkan impeller fan untuk menghasilkan aliran udara dengan tekanan tertentu. Karena itu, kondisi burner motor berpengaruh langsung terhadap airflow, flame stability, combustion quality, dan kapasitas burner .
Bejo Burner menyediakan berbagai pilihan burner motor untuk kebutuhan replacement dan maintenance burner, termasuk motor Baite, Beckett, dan Simel.
Fungsi Burner Motor Pada sistem burner, alur sederhananya adalah:
Burner Motor → Fan/Blower → Combustion Air → Mixing dengan Fuel → Flame
Ketika burner menerima perintah start, motor akan bekerja sesuai sequence controller. Fan kemudian menghasilkan udara pembakaran untuk proses pre-purge dan pembakaran.
Motor harus mampu bekerja sesuai kebutuhan blower. Jika motor memiliki performa yang tidak sesuai, airflow burner dapat berubah dan menyebabkan proses pembakaran tidak optimal.
Fungsi utama burner motor: Menggerakkan combustion fan Menyediakan udara pembakaran Mendukung proses pre-purge Menjaga kestabilan flame Mendukung forced draught combustion Membantu mencapai kapasitas pembakaran burner Burner Motor untuk Gas Burner Pada gas burner , motor menggerakkan blower yang menyediakan udara untuk mencampur Natural Gas, LPG, CNG, atau gas lainnya dengan udara pembakaran.
Contohnya pada gas burner oven bakery , motor harus mampu menyediakan airflow yang sesuai dengan heat input burner dan desain combustion chamber.
Apabila airflow terlalu rendah, dapat terjadi kondisi kurang udara . Sebaliknya, udara berlebih juga dapat meningkatkan kehilangan panas melalui exhaust.
Karena itu, burner motor tidak dapat dipilih hanya berdasarkan ukuran fisik motor.
Burner Motor untuk Oil Burner Pada oil burner , motor juga berfungsi menggerakkan combustion fan. Sistem bekerja bersama komponen lain seperti:
Fuel pump Nozzle Ignition transformer Ignition electrode Flame detector Burner controller Air damper Dalam proses start, motor biasanya menjalankan fan untuk melakukan pre-purge sebelum bahan bakar diberikan ke combustion chamber.
jenis Burner Motor dan Cara Memilih Motor Pengganti Burner motor merupakan komponen penting pada sistem burner karena berfungsi menggerakkan fan atau blower combustion air . Motor harus memiliki spesifikasi yang sesuai dengan burner dan fan assembly agar airflow, tekanan udara, dan proses pembakaran tetap stabil.
Untuk kebutuhan replacement burner motor , jangan memilih motor hanya berdasarkan nilai kW. Spesifikasi seperti voltage, frequency, RPM, shaft, mounting, rotation, dan fan coupling juga harus diperiksa.
Jenis Burner Motor yang Tersedia Beberapa burner motor yang dapat digunakan sebagai replacement atau spare part antara lain:
Baite Burner Motor Baite Burner Motor digunakan pada burner Baite dan konfigurasi burner tertentu.
Sebelum penggantian, spesifikasi motor harus dicocokkan dengan blower existing, terutama:
Power Voltage Frequency RPM Shaft Mounting Rotation Fan coupling Baite Motor 0.375 kW Baite Motor 0.375 kW memiliki daya sekitar 0,375 kW dan dapat digunakan pada konfigurasi burner tertentu.
Meskipun nilai dayanya sama, motor replacement tetap harus diperiksa berdasarkan ukuran fisik dan karakteristik mekanisnya.
Cara Memilih Burner Motor Pengganti Penggantian motor burner harus berdasarkan spesifikasi teknis , bukan hanya berdasarkan merek atau kapasitas kW.
1. Power Motor Periksa daya motor existing, misalnya:
0,25 kW → 0,375 kW → 0,55 kW → 0,75 kW → 1,1 kW
Daya harus sesuai dengan beban fan dan kebutuhan sistem combustion air.
Motor dengan kW lebih besar tidak otomatis menjadi pengganti yang lebih baik karena karakteristik RPM, shaft, fan, dan electrical system juga harus sesuai.
2. Voltage Periksa tegangan pada nameplate motor.
Contohnya:
110–120 V 220–240 V 380–400 V Voltage motor harus sesuai dengan sistem kelistrikan burner.
3. Frequency Periksa apakah motor dirancang untuk:
Untuk instalasi di Indonesia, sistem kelistrikan umumnya menggunakan 50 Hz , tetapi spesifikasi aktual tetap harus mengikuti nameplate motor dan desain burner.
4. RPM RPM sangat penting karena berhubungan dengan putaran fan.
Motor dengan daya sama tetapi RPM berbeda dapat menghasilkan karakteristik airflow dan tekanan blower yang berbeda.
Contohnya, mengganti motor dengan RPM yang tidak sesuai dapat menyebabkan:
Airflow terlalu rendah Airflow terlalu tinggi Flame berubah Air pressure tidak sesuai Burner sulit melakukan ignition Combustion menjadi tidak optimal 5. Shaft Periksa:
Diameter shaft Panjang shaft Keyway Posisi shaft Shaft yang berbeda dapat membuat motor tidak dapat dipasangkan langsung dengan fan existing.
6. Mounting Periksa dimensi mounting motor, termasuk:
Jarak lubang baut Posisi baut Foot mounting Flange Dimensi body motor Motor yang spesifikasinya sama tetapi memiliki mounting berbeda belum tentu dapat dipasang secara langsung.
7. Rotation Arah putaran motor harus sesuai dengan desain fan.
Kesalahan arah putaran dapat menyebabkan airflow turun dan membuat burner tidak bekerja sesuai kapasitas desain.
8. Fan Coupling Motor harus kompatibel dengan fan, impeller, coupling, atau direct-drive assembly yang digunakan burner.
Tabel Pemeriksaan Burner Motor Parameter Yang Harus Diperiksa Power kW Voltage V Frequency Hz RPM Putaran motor Current Ampere Shaft Diameter & panjang Mounting Bolt pattern & dimensi Rotation CW / CCW sesuai desain Fan Tipe & ukuran Coupling Ukuran dan tipe Burner Model burner Blower Airflow & pressure
Mengapa RPM Burner Motor Penting? Motor burner tidak bekerja sendiri. Motor menggerakkan fan yang menghasilkan combustion air .
Secara sederhana:
Motor → Fan → Airflow → Fuel-Air Mixing → Flame
Perubahan RPM dapat mengubah performa fan. Oleh sebab itu, replacement motor harus mempertahankan karakteristik yang sesuai dengan burner.
Untuk burner yang menggunakan air damper, air pressure switch, atau sistem modulating , perubahan airflow juga dapat mempengaruhi setting combustion.
Contoh Kesalahan Replacement Motor Misalnya sebuah burner menggunakan:
Motor existing: 0,375 kW
Kemudian diganti dengan motor:
0,75 kW
Secara daya memang lebih besar. Namun jika motor baru mempunyai RPM, shaft, mounting, atau karakteristik fan yang berbeda, motor tersebut belum tentu cocok.
Akibatnya dapat terjadi:
Fan menghasilkan airflow berlebihan Flame berubah Air pressure switch bekerja tidak sesuai Combustion menjadi terlalu lean Temperatur furnace berubah Burner membutuhkan combustion tuning ulang Karena itu, replacement motor harus mengikuti spesifikasi burner dan fan , bukan sekadar mencari motor dengan kW lebih besar.
Setelah Burner Motor Diganti Setelah motor dipasang, lakukan pemeriksaan:
Arah putaran fan Kondisi vibration Suara bearing Arus motor Airflow Air pressure Flame stability Fuel-air ratio Burner sequence Safety interlock Untuk burner industri, combustion setting sebaiknya diverifikasi kembali setelah penggantian motor atau fan.
Jual Burner Motor Indonesia Bejo Burner menyediakan kebutuhan burner motor dan spare part fan blower untuk berbagai aplikasi burner gas, oil, dan dual fuel.
Beberapa model yang dapat menjadi referensi antara lain:
Baite Burner Motor Baite Motor 0.375 kW Beckett Burner Motor 22825U Simel Motor 3030-32 Simel Motor XS 3009-1F Simel Motor ZS 2197-32 Bejo Burner juga melayani replacement burner motor, service burner, troubleshooting, replacement fan/blower, burner retrofit, setting combustion, dan commissioning .
Konsultasi Burner Motor Replacement Jika ingin mencari motor pengganti, kirimkan foto nameplate motor existing, model burner, foto fan/blower, ukuran shaft, voltage, power, RPM, dan foto mounting .
Dengan data tersebut, motor dapat dicocokkan berdasarkan spesifikasi electrical dan mechanical , sehingga replacement lebih aman dan sesuai dengan burner existing.
4. RPM Motor Burner RPM (Revolutions Per Minute) menunjukkan jumlah putaran motor dalam satu menit. Pada burner, RPM sangat berpengaruh terhadap karakteristik putaran fan atau blower combustion air .
Motor dengan RPM berbeda dapat menghasilkan airflow dan pressure yang berbeda, sehingga tidak selalu dapat digunakan sebagai pengganti langsung meskipun memiliki daya kW yang sama.
Contohnya, motor dengan daya 0,375 kW belum tentu cocok menggantikan motor 0,375 kW lainnya apabila RPM, shaft, atau karakteristik fan berbeda.
5. Rotation atau Arah Putaran Rotation harus sesuai dengan arah putaran fan yang dirancang oleh manufacturer burner.
Jika arah putaran motor salah, fan tetap dapat berputar tetapi airflow dapat turun drastis .
Kondisi ini dapat menyebabkan:
Air pressure tidak mencapai setting Burner sulit melakukan ignition Flame tidak stabil Pembakaran tidak sempurna Burner mengalami lockout Karena itu, arah putaran harus diperiksa sebelum motor dioperasikan secara normal.
6. Shaft Motor Shaft merupakan bagian mekanis yang menghubungkan motor dengan fan, impeller, atau coupling .
Beberapa parameter yang perlu diperiksa:
Diameter shaft Panjang shaft Keyway Posisi shaft Jenis ujung shaft Shaft yang berbeda dapat menyebabkan motor tidak dapat dipasang pada fan existing meskipun power, voltage, dan RPM terlihat sesuai.
7. Mounting Motor Dimensi mounting juga harus diperiksa sebelum membeli burner motor replacement.
Beberapa jenis konstruksi mounting antara lain:
Foot mount Flange mount Bolt pattern Jarak antar lubang baut Posisi baut Dimensi body motor Motor dengan spesifikasi listrik yang sama belum tentu bisa dipasang apabila mounting dan dimensi mekanisnya berbeda .
8. Fan Coupling dan Impeller Motor harus kompatibel dengan fan coupling atau impeller yang digunakan burner.
Pada sistem tertentu, motor dapat terhubung langsung dengan fan, sedangkan pada sistem lainnya menggunakan coupling atau mekanisme penghubung tertentu.
Periksa:
Diameter coupling Panjang coupling Shaft connection Keyway Posisi impeller Clearance fan terhadap housing Setelah pemasangan, pastikan fan dapat berputar bebas tanpa gesekan.
Gejala Burner Motor Bermasalah Kerusakan burner motor dapat menyebabkan gangguan pada sistem combustion. Beberapa gejala yang umum ditemukan antara lain:
Burner tidak mau start Fan tidak berputar Motor hanya berdengung Motor cepat panas MCB atau overload sering trip Putaran motor tidak stabil Bearing mengeluarkan suara Fan bergetar Airflow burner menurun Flame menjadi tidak stabil Burner mengalami lockout Namun, gangguan airflow tidak selalu disebabkan oleh motor .
Jika airflow burner turun, pemeriksaan harus dilakukan terhadap seluruh sistem fan dan combustion air.
Komponen yang Perlu Diperiksa Urutan pemeriksaan dapat dilakukan dari:
Motor → Bearing → Fan → Impeller → Coupling → Air Damper → Air Pressure Switch → Wiring → Capacitor
Khusus motor yang menggunakan capacitor , kondisi capacitor juga perlu diperiksa karena capacitor yang lemah dapat menyebabkan motor sulit start, berdengung, atau kehilangan torsi.
Fan dan Impeller Periksa apakah impeller:
Kotor Penuh debu Rusak Tidak balance Bergesekan dengan housing Air Damper Pastikan damper tidak macet dan posisinya sesuai dengan setting burner.
Air Pressure Switch Pressure switch harus bekerja sesuai tekanan udara yang dihasilkan fan. Jika airflow tidak mencapai pressure yang diperlukan, burner dapat masuk kondisi safety lockout .
Wiring Periksa:
Terminal Kabel motor Contactor Overload Connector Grounding Hubungan Burner Motor dengan Flame Burner motor berhubungan langsung dengan kestabilan flame karena motor menyediakan tenaga untuk menghasilkan combustion air .
Alurnya:
Burner Motor → Fan/Impeller → Combustion Air → Fuel-Air Mixing → Flame
Karena itu, ketika mengganti burner motor, jangan hanya memastikan motor bisa berputar. Airflow dan kondisi combustion juga perlu diverifikasi setelah replacement.
Untuk burner industri, perubahan motor atau fan dapat memerlukan pengecekan ulang air pressure dan combustion setting agar burner kembali bekerja sesuai desain.
Interpump High Pressure Pump Selain komponen burner, tersedia pula berbagai high pressure pump untuk kebutuhan industrial cleaning dan pressure washing.
Contohnya:
Interpump TX12-100 Interpump W1550 Interpump W3521 Interpump W4-T41 Interpump W98 Interpump WS151 Interpump WS201 Tersedia juga pilihan Mazzoni High Pressure Pump dan Mazzoni Pump GM.
Pompa high pressure dapat digunakan untuk kebutuhan cleaning boiler, industrial washing, descaling equipment, cleaning heat exchanger, dan pressure washing sesuai spesifikasi pompa.
Cara Memilih Spare Part Burner yang Tepat Salah satu kesalahan umum dalam membeli spare part burner adalah memilih komponen hanya berdasarkan bentuk atau ukuran fisik .
Untuk mendapatkan spare part yang tepat, sebaiknya siapkan:
1. Merk Burner Contohnya:
FBR Riello Baite Beckett Siemens Seunghwa Bentone Ecoflam 2. Model Burner Contohnya:
FBR Gas X4CE
atau
Riello R40 FS20
3. Part Number Part number sangat membantu memastikan komponen pengganti memiliki spesifikasi yang sesuai.
4. Voltage Khusus komponen listrik, pastikan voltage sesuai, misalnya:
5. Foto Komponen Foto bagian depan, label, terminal, konektor, dan nameplate dapat membantu proses identifikasi.
6. Jenis Bahan Bakar Informasikan apakah burner menggunakan:
LPG Natural Gas CNG LNG Diesel Light Oil Heavy Oil Tabel Komponen Burner dan Fungsinya Komponen Fungsi Ignition Transformer Menghasilkan tegangan tinggi untuk ignition Ignition Electrode Menghasilkan percikan api Fuel Pump Menaikkan tekanan bahan bakar oil Gas Valve Mengatur aliran gas Gas Solenoid Valve Membuka/menutup aliran gas Flame Controller Mengatur sequence dan safety burner Photocell Mendeteksi flame UV Detector Mendeteksi flame menggunakan UV Burner Motor Menggerakkan fan/blower Nozzle Mengatomisasi bahan bakar cair Servo Motor/Actuator Mengatur posisi damper atau valve Pressure Switch Memonitor tekanan Control Box Mengatur sistem operasi burner
Spare Part Burner untuk Maintenance Melakukan preventive maintenance burner secara rutin dapat membantu mengurangi risiko burner mengalami downtime.
Beberapa komponen yang perlu diperiksa secara berkala antara lain:
Ignition electrode → nozzle → photocell → ignition transformer → fuel pump → gas valve → pressure switch → motor → fan → burner controller.
Untuk burner gas, pemeriksaan juga perlu mencakup kondisi gas train, filter, regulator, safety valve, pressure switch, dan flame safeguard .
Untuk burner oil, pemeriksaan lebih banyak berkaitan dengan fuel pump, nozzle, oil filter, fuel pressure, ignition system, dan flame detector .
Jual Spare Part Burner Indonesia Bejo Burner melayani kebutuhan jual burner dan spare part burner Indonesia untuk berbagai merk dan aplikasi industri.
Produk yang dapat ditangani meliputi:
Gas burner Oil burner Dual fuel burner Ignition transformer Burner motor Fuel pump Gas valve Solenoid valve Burner controller Flame detector Photocell UV detector Ignition electrode Nozzle Servo motor Actuator Gas train components Selain penjualan komponen, Bejo Burner juga melayani service burner, troubleshooting, replacement spare part, retrofit burner, setting combustion, commissioning, dan maintenance burner .
Konsultasi Spare Part Burner Jika Anda tidak mengetahui nama atau tipe spare part yang dibutuhkan, cukup kirimkan:
Foto burner + foto label/nameplate + foto spare part + model burner + jenis bahan bakar.
Tim dapat membantu melakukan identifikasi awal untuk menentukan komponen pengganti yang sesuai .
Untuk komponen seperti fuel pump, ignition transformer, flame controller, gas valve, motor, photocell, dan UV detector , sebaiknya jangan mengganti berdasarkan bentuk saja. Model, voltage, kapasitas, wiring, pressure, dan fungsi komponen harus diverifikasi terlebih dahulu agar kompatibel dengan burner existing.