JUAL BURNER CONTROL BRAHMA

JUAL BURNER CONTROL BRAHMA

Box Controller atau control burner adalah sperangkat alat yang berfungsi untuk mengendalikan startup maupun sutdown oprasi burner dan boiler satu atau lebih dengan aman. seacara garis besar alat yang bekerja memantau dan mendeteksi pembakaran utama dengan pemindai api penyalaan maupun api utama pada burner. aplikasi yang di kendalikan biasanya untuk pembakaran gas dan solar dengan pengopasian mencakup one stage ( 1 api ), two stage (2 api ), three stage ( 3 api), dan Modulating.

Burner control Brahma

Kisaran sistem kontrol pembakar gas elektronik ini memiliki telah dirancang khusus untuk bantuan atmosfer dan kipas pembakar untuk operasi intermiten (sistem untuk operasi nonpermanen ). Semua kontrol ini dilengkapi dengan penguncian non-volatile, yang berarti restart dari safety shut-down kondisi hanya dapat dicapai dengan reset manual sistem. Unit kontrol pembakar otomatis dari seri ini cocok untuk:

Control Box Brahma (control burner)

-Kettel uap boiler
-Hot water boiler
-Thermal oil heater
-pemabakaran incinerator
-Pembakaran burner Kompact
-Burner solar dan gas
-pancaran pemanas
-pemanas air

Karakteristik teknis dan manufaktur mereka dan berbagai model membuat mereka cocok juga untuk otomatisasi oven, kompor, kompor dan, lebih umum, untuk peralatan pembakaran gas yang dilengkapi dengan pembakar atmosfer.

Type Control Box Brahma CM, SM dan MM

Beberapa tipe Brahma Burner Control Box EUROBOX Series yang digunakan untuk sistem kontrol dan pengamanan gas burner antara lain:

  • Brahma CM 191 / CM191N – single-flame, terutama untuk atmospheric burner tanpa fan.
  • Brahma SM 191 / SM191N – single-flame atmospheric burner dan memiliki auxiliary contact.
  • Brahma SM 192 / SM192N – konfigurasi dual-flame untuk atmospheric burner.
  • Brahma CM 381 / CM381N – single-flame untuk fan-assisted burner.
  • Brahma CM 391 / CM391N – single-flame untuk fan-assisted burner.
  • Brahma SM 152 / SM152N – dual-flame atmospheric burner.
  • Brahma SM 592 / SM592N – dual-flame atmospheric burner, dilengkapi auxiliary contact dan mendukung external ignition device.
  • Brahma MM 191 / MM191N – single-flame atmospheric burner dengan konfigurasi single electrode.
  • Brahma MM 192 / MM192N – dual-flame atmospheric burner dengan konfigurasi single electrode.

Control box ini berfungsi mengatur sequence penyalaan burner, ignition, pembukaan gas valve, flame detection, hingga melakukan safety lockout ketika nyala api tidak terbentuk atau hilang saat burner beroperasi. Seri tersebut menggunakan ionization flame detection; dokumen EUROBOX juga mencantumkan suplai standar 230 V 50/60 Hz, opsi 110/120 V, temperatur operasi −20°C hingga +60°C, serta IP40 setelah terpasang pada socket yang sesuai.

Catatan penting untuk penjualan spare part: jangan menentukan pengganti control box hanya berdasarkan kode CM/SM/MM. Periksa kode lengkap pada label—misalnya CM191N.2—beserta TW/TS, tegangan, socket/base, wiring, jenis flame detection, dan sequence burner sebelum melakukan replacement. Ini penting karena varian dalam satu keluarga control box dapat memiliki konfigurasi yang berbed

Fitur Control Brahma

a.)  Sertifikasi tipe (CE Reg. N° 63AQ0625) di sesuai dengan Petunjuk Peralatan Gas 90/396 dan 93/68;
b.) sesuai dengan EN298 (standar Eropa untuk sistem kontrol pembakar gas otomatis);
c.) Pemantauan api oleh properti perbaikan dari api: ionisasi;
d.) dua kontak pengaman independen secara seri pada gas keluaran katup;
e.) kehidupan pelayanan listrik di max. memuat >250.000
f.) fasilitas reset bawaan atau jarak jauh;
g.) perangkat pengapian bawaan sepenuhnya dari desain solid state dan efisiensi tinggi;
h.) kontak tambahan untuk penyalaan daya rendah atau katup gas utama kontrol untuk sistem percontohan intermiten (kontak ini tidak diisolasi dari tegangan suplai utama dengan diperkuat isolasi, oleh karena itu kontak relai tidak cocok untuk memasok sirkuit SELV
i.) Keselamatan Tegangan Rendah Ekstra, mis. 24V);
j.) koneksi dan perlengkapan yang berbeda.

JUAL BOILER LAUNDRY DAN INDUSTRI GARMEN

Technical Data Control Box Brahma CM, SM dan MM

Brahma Control Box seri CM, SM dan MM merupakan perangkat kontrol otomatis untuk burner yang mengatur sequence penyalaan, ignition, pembukaan gas valve, flame detection, serta safety lockout ketika terjadi kegagalan nyala api.

Power Supply dan Kondisi Operasi

ParameterSpesifikasi
Power Supply230 V AC, 50/60 Hz
Optional Power Supply110/120 V AC, 50/60 Hz – berdasarkan permintaan
Operating Temperature-20°C hingga +60°C
Maximum Humidity95% pada 40°C
Protection – NG SocketIP40 setelah instalasi
Protection – P/R SocketIP00

Timing / Sequence Burner

Waktu operasi control box ditentukan berdasarkan tipe dan kode yang tercantum pada label produk.

  • Purge/Waiting Time (TW): 1,5–40 detik
  • TW khusus SM152N: 3–40 detik
  • Safety Time at Start-up (TS): 3–60 detik
  • Response time saat flame failure: ±1 detik

Nilai waktu yang tercantum pada label merupakan nilai yang dijamin oleh manufacturer. Waktu aktual dapat memiliki toleransi tertentu. Waiting atau pre-purge time dapat berlangsung lebih lama, sedangkan safety time dapat lebih pendek dibandingkan nilai nominalnya.

Power Consumption

Saat Start-up:

  • Atmospheric burner: 10 VA
  • Fan-assisted burner: 12 VA

Selama operasi:

  • Atmospheric burner: 7 VA
  • Fan-assisted burner: 9 VA

Maximum Contact Rating – Imax

Output / KomponenMaximum Rating
Thermostat4 A – cos φ 0,4
EV10,5 A – cos φ 0,4
EV20,5 A – cos φ 0,4
EVG0,5 A – cos φ 0,4
Fan1 A – cos φ 0,4
Lockout Signal0,5 A – cos φ = 1
Auxiliary Contact0,5 A – cos φ 0,4
External Ignition Device1,5 A – cos φ 0,2

Maximum cable length untuk external components: 1 meter.

Fuse Protection

  • Internal Fuse: 5 A slow-blow
  • External Fuse: 3,15 A fast-blow

Pemilihan fuse yang sesuai penting untuk memberikan perlindungan terhadap rangkaian elektronik dan komponen control box burner.

Flame Monitoring – Ionization

Sistem flame detection Brahma menggunakan prinsip flame rectification atau ionization untuk memastikan keberadaan nyala api selama burner beroperasi.

Spesifikasi flame monitoring:

ParameterSpesifikasi
Minimum Ionization Current0,5 µA
Optional Minimum Current1,2 µA
Recommended Ionization Current3–5 × minimum current
Maximum Detection Cable Length1 m
Minimum Insulation Resistance≥50 MΩ
Maximum Stray Electrode Capacitance≤1 nF
Maximum Short-Circuit Current<200 µA AC
Maximum Ionization Current – 230 V/50 Hz8 µA DC

Perangkat flame detection memanfaatkan sifat rektifikasi nyala api. Oleh karena itu, pekerjaan pemeriksaan pada ionization electrode dan wiring harus dilakukan dalam kondisi sumber listrik telah diputus.

Ignition System

Pada tipe yang dilengkapi sistem ignition sesuai konfigurasinya, spesifikasi ignition adalah:

  • Ignition Voltage: 8 kV dengan beban 30 pF
  • Spark Repetition Rate: 25 Hz
  • Maximum Ignition Cable Length: 2 meter
  • Recommended Spark Gap: 2–4 mm
  • Power Consumption: 2,5 VA
  • Spark Energy: 15 mJ

Pengaturan Ignition Electrode

Jarak antara ujung ignition electrode yang direkomendasikan adalah 2–4 mm, namun posisi electrode terhadap burner head, nozzle, dan diffuser tetap harus mengikuti drawing atau manual burner yang digunakan.

Pengaturan electrode yang tepat membantu menghasilkan percikan yang stabil sehingga campuran gas dan udara dapat menyala pada saat ignition sequence berlangsung.

Berat Control Box

Berat control box berbeda berdasarkan jenis socket yang digunakan:

  • Dengan P atau R Socket: ±220 gram
  • Dengan NG atau MG Socket: ±275 gram

Special Application

Untuk kebutuhan aplikasi khusus, konfigurasi control box dapat tersedia berdasarkan permintaan, termasuk penyesuaian pada:

  • Timing sequence
  • Spark repetition rate
  • Minimum ionization current
  • Operating cycle

Karena terdapat berbagai versi Brahma CM, SM dan MM, pemilihan control box pengganti harus berdasarkan kode lengkap pada nameplate, bukan hanya berdasarkan bentuk fisik control box.

Sebelum melakukan replacement, periksa model, supply voltage, TW, TS, socket/base, wiring diagram, ignition system, flame detection, serta konfigurasi gas valve agar control box pengganti sesuai dengan sistem burner.

Petunjuk Instalasi Control Box Brahma CM, SM dan MM

Pemasangan Brahma Control Box seri CM, SM dan MM harus dilakukan dengan benar karena perangkat ini merupakan bagian dari sistem kontrol dan keselamatan burner. Control box mengatur proses ignition, flame detection, gas valve, serta melakukan safety lockout apabila kondisi pembakaran tidak sesuai.

Penghentian Operasi Setiap 24 Jam

Untuk sistem yang dirancang sebagai non-permanent operation, penghentian regulasi harus dilakukan setidaknya satu kali setiap 24 jam.

Penghentian ini memungkinkan control box melakukan siklus pemeriksaan kembali terhadap fungsi sistem ketika burner melakukan proses start berikutnya.

Ketentuan ini penting terutama pada sistem burner yang beroperasi dalam waktu panjang atau secara terus-menerus.

Keselamatan Saat Pemasangan

Sistem ignition dan flame control merupakan bagian dari safety system burner. Oleh karena itu, pemasangan, penggantian, dan pemeriksaan harus dilakukan oleh personel yang memahami sistem kontrol pembakaran.

Perhatikan ketentuan berikut:

  • Jangan membuka, memodifikasi, atau merusak control box.
  • Hubungkan atau lepaskan control box hanya setelah sumber listrik dimatikan.
  • Pastikan tidak terdapat tegangan pada socket sebelum melakukan pemasangan atau pelepasan unit.
  • Control box dapat dipasang pada berbagai posisi sesuai konfigurasi equipment.
  • Hindarkan control box dari tetesan air, kelembapan berlebih, dan kondisi lingkungan yang dapat merusak komponen elektronik.
  • Pastikan koneksi terminal dan socket terpasang dengan benar sebelum burner dioperasikan.

Modifikasi atau kerusakan produk akibat penggunaan yang tidak sesuai dapat menyebabkan jaminan atau tanggung jawab manufacturer tidak berlaku, sesuai ketentuan produsen.

Kondisi Lingkungan Instalasi

Untuk membantu mempertahankan umur pemakaian control box, pemasangan sebaiknya dilakukan pada area dengan:

  • Ventilasi yang memadai.
  • Temperatur lingkungan sesuai operating range.
  • Kelembapan sesuai spesifikasi.
  • Perlindungan dari air.
  • Perlindungan terhadap debu dan kontaminasi sesuai kebutuhan instalasi.
  • Kondisi panel yang tidak mengalami panas berlebihan.

Operating temperature control box berada pada kisaran -20°C hingga +60°C, dengan maksimum kelembapan sesuai technical data produk.

Pemeriksaan Sebelum Mengganti Control Box

Sebelum memasang Brahma Control Box replacement, jangan menentukan pengganti hanya berdasarkan bentuk fisik unit.

Periksa terlebih dahulu:

Type → Product Code → Supply Voltage → TW → TS → Socket → Wiring Diagram → Ignition → Flame Detection

Kode seperti CM191, SM191, SM192, CM381, CM391, SM152, SM592, MM191 dan MM192 dapat memiliki konfigurasi serta timing yang berbeda.

Kesalahan pemilihan control box berpotensi menyebabkan sequence burner tidak sesuai, ignition gagal, gas valve tidak bekerja sebagaimana mestinya, atau burner mengalami lockout.

Perlindungan IP00

Control box atau socket dengan klasifikasi IP00 tidak memberikan perlindungan yang memadai terhadap kontak langsung dengan bagian listrik.

Oleh karena itu, perangkat dengan klasifikasi IP00 harus dipasang di dalam equipment, enclosure, atau control panel yang memberikan perlindungan minimum IP20 terhadap risiko sengatan listrik, sesuai persyaratan aplikasinya.

Setelah Instalasi

Setelah pemasangan atau penggantian control box, lakukan pemeriksaan fungsi keselamatan sebelum burner digunakan untuk operasi normal.

Pemeriksaan mencakup:

Power Supply → Ignition → Gas Valve Sequence → Flame Detection → Ionization Current → Flame Failure Response → Safety Lockout → Reset Function

Khusus pengujian flame failure, sistem harus mampu menghentikan suplai bahan bakar dan masuk ke kondisi keselamatan sesuai sequence serta safety time control box.

Dengan pemasangan dan pengujian yang benar, Brahma CM, SM dan MM Control Box dapat menjalankan fungsi ignition, flame monitoring, dan burner safety control sesuai desain sistem pembakaran.

Instalasi Listrik

Menghormati standar nasional dan Eropa yang berlaku tentang keselamatan listrik (mis. EN 60335- 1/EN 50165). Hubungkan langsung dan netral dengan benar. Ketidakpatuhan terhadap polaritas hidup-netral dapat menyebabkan situasi berbahaya, seperti
perangkat perlindungan dan keselamatan internal dan eksternal mungkin menjadi tidak efektif jika kabel koneksi dari termostat dan katup harus kehilangan insulasi.

Selain itu, ketidakpatuhan terhadap polaritas hidup-netral menyebabkan lockout pada akhir waktu keselamatan saat start-up. Sebelum memulai sistem, periksa kabel dengan hati-hati. Salah kabel dapat merusak unit dan membahayakan keselamatan alat.

Pastikan bahwa terminal pembumian sistem kontrol, the bingkai logam dari pembakar dan bumi dari pasokan listrik berada terhubung dengan baik. Hindari menempatkan kabel deteksi dekat dengan daya atau pengapian kabel.

Gunakan kabel dan elektroda pendeteksi tahan panas, dan buat yakin bahwa mereka terisolasi dengan baik ke bumi dan terlindung dari kemungkinan kelembaban atau air secara umum. Jaga kabel pengapian sependek dan selurus mungkin dan letakkan jauh dari konduktor lain untuk mengurangi emisi interferensi elektromagnetik (panjang maks <2m dan tegangan isolasi> 25kV).

Berikut studi banding Brahma Burner Control berdasarkan konfigurasi yang Anda berikan:

ModelBurner TypeFlameFanElectrode / IgnitionAuxiliary ContactKarakteristik Utama
CM 191 / CM191NAtmosphericSingleTidakStandardKontrol dasar untuk atmospheric burner
SM 191 / SM191NAtmosphericSingleTidakStandardYaMirip CM191 dengan tambahan auxiliary contact
SM 192 / SM192NAtmosphericDualTidakStandardUntuk sistem atmospheric dual-flame
CM 381 / CM381NFan-assistedSingleYaStandardDirancang untuk burner dengan bantuan fan
CM 391 / CM391NFan-assistedSingleYaStandardAlternatif single-flame untuk fan-assisted burner
SM 152 / SM152NAtmosphericDualTidakStandardDual-flame atmospheric burner
SM 592 / SM592NAtmosphericDualTidakExternal ignition supportedYaLebih lengkap untuk aplikasi dual-flame
MM 191 / MM191NAtmosphericSingleTidakSingle electrodeIgnition dan flame detection dengan konfigurasi single electrode
MM 192 / MM192NAtmosphericDualTidakSingle electrodeDual-flame dengan konfigurasi single electrode

Perbandingan berdasarkan aplikasi

Untuk atmospheric burner single-flame: CM191 merupakan pilihan dasar. SM191 lebih sesuai jika sistem membutuhkan auxiliary contact, sedangkan MM191 menjadi pilihan ketika burner menggunakan single-electrode configuration.

Untuk atmospheric burner dual-flame: SM192 dan SM152 ditujukan untuk konfigurasi dual-flame standar. SM592 menawarkan fungsi lebih lengkap karena memiliki auxiliary contact dan dukungan external ignition device. MM192 lebih spesifik untuk dual-flame dengan single electrode.

Untuk fan-assisted burner: CM381 dan CM391 menjadi kandidat utama karena keduanya ditujukan untuk burner yang menggunakan fan. Pemilihan di antara keduanya sebaiknya ditentukan dari operating sequence, safety time, pre-purge, wiring, flame detection method, dan electrical specification.

Kesimpulan studi banding

Secara fungsi, keluarga CM cocok untuk kebutuhan kontrol burner yang relatif standar, keluarga SM menyediakan variasi fungsi seperti dual-flame dan auxiliary contact, sedangkan keluarga MM menonjol pada penggunaan single-electrode system.

Untuk menentukan model yang benar-benar ekuivalen atau sebagai pengganti (replacement), jangan hanya berdasarkan single/dual-flame. Parameter seperti supply voltage, ignition sequence, safety time, flame sensor, pin/wiring diagram, reset mechanism, fan control, dan approval keselamatan juga harus dibandingkan

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

PT Indira Mitra Boiler


https://hargaboiler.co.id

HERO IMB

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top