Jual Riello R40 G10- G20

Burner Riello dengan seri R40 G10- G20s merupakan burner pabrikan itali dan mencakup pemasaran di seluruh dunia slah satunya indonesia, burner tipe ini memiliki kapasitas kalori 100.000 Kcal hingga 200.000 kcal dimana dengan kapasitas tersebut mampu membanyu sistem bembakaran suatu proses pemanasan sperti steam boiler 200 kg, thermal oil 100.000 kcal mesin incinerator, mesin oven dan mesin lain sesuai kapasitas kalori burner.
Kami perushaan PT indira mitra boiler salah satu agaen riello di indonesia yang menyedikan segala jenis dan type burner riello dengan kualitas dan keaslian barang yang terjamin, dimna produk riello yang kami suplai populasinya sangat berkambang dimana dari hasil kerja burner riello yang mereka gunakan sangat produktif dan membantu mempermudah pekerjaan mereka. selain itu kami juga memberikan solusi kosultasi perhitungan kebutuhan sesuai kebutuhan maupun custemer service trobel shoting terkait burner yang mereka oparasikan, adapun burner riello yang kita suplai paling di minati custemer untuk keperluan industri mereka tipe G10- G20 s dengan spesifikasi sebgai berikut.
Spesifikasi Riello R40 G10-G20 S

Seri Riello G10- G20S dari pembakar minyak ringan satu tahap, adalah rangkaian produk yang dikembangkan untuk menanggapi setiap permintaan untuk pemanas rumah. Seri Riello G10-G20 tersedia dalam dua model yang berbeda, dengan keluaran mulai dari 46.000 kkal hingga 200.000 Kkal.
-Merek Riello (asal Itali)
-Seri R40 G10- G20 S
-Kalori 100.000- 200.000 Kkal
-Bhan Bkar Solar (Minyak Ringan)
-Pembakaran 1 thap (Satu tahap)
-Konsumsi Bhan bakar 4-20 Kg/jam
-Elatrik daya 0,17- 0,33 kw
Semua model menggunakan komponen yang sama yang dirancang oleh Riello untuk seri Riello G10- G20 S. Itu tingkat kualitas tinggi menjamin kerja yang aman. Dalam mengembangkan pembakar ini, perhatian khusus diberikan untuk mengurangi, menambah kemudahan pemasangan dan penyesuaian, untuk mendapatkan ukuran seminimal mungkin agar sesuai dengan jenis apa pun ketel yang tersedia di pasaran. Semua model disetujui oleh EN 267 Standar Eropa dan sesuai dengan Eropa Arahan untuk EMC, Koneksi Rendah, Mesin dan Efisiensi Boiler.
Aplikasi Burner Riello R40 G10–G20S untuk Boiler dan Industri
Burner Riello R40 G10–G20S merupakan seri one-stage light oil burner yang digunakan untuk menghasilkan panas dari bahan bakar light oil/diesel. Seri Riello 40 G memiliki rentang kapasitas 12–240 kW, dengan model G10, G20, dan G20S masing-masing berada pada kapasitas 54–120 kW, 95–213 kW, dan 95–240 kW.
Riello merancang seri 40 G dengan perhatian pada kemudahan instalasi dan adjustment, ukuran yang ringkas, serta pengurangan kebisingan. Seri ini juga mengacu pada EN 267 untuk liquid-fuel burners.
Kapasitas Burner Riello R40 G10–G20S
| Model | Heat Output | Perkiraan kcal/h |
|---|---|---|
| R40 G10 | 54–120 kW | ±46.400–103.200 kcal/h |
| R40 G20 | 95–213 kW | ±81.700–183.200 kcal/h |
| R40 G20S | 95–240 kW | ±81.700–206.400 kcal/h |
Konversi menggunakan pendekatan 1 kW ≈ 860 kcal/h. Data teknis Riello juga mencantumkan konsumsi light oil sekitar 4,5–10 kg/h untuk G10, 8–18 kg/h untuk G20, dan 8–20 kg/h untuk G20S pada rentang firing masing-masing.
1 – Riello G10 untuk Steam Boiler
Misalnya sebuah industri membutuhkan boiler dengan kebutuhan heat input sekitar 90 kW.
R40 G10 memiliki firing range 54–120 kW, sehingga secara rentang dapat dipertimbangkan untuk aplikasi tersebut.
Konfigurasi sederhananya:
Fuel Tank
↓
Fuel Filter
↓
Fuel Pump
↓
Riello R40 G10
↓
Combustion Chamber
↓
Steam Boiler
Pada aplikasi boiler, kapasitas burner harus dihitung berdasarkan required heat input, efisiensi boiler, operating pressure, dan heat loss.
Catatan penting
Jika angka kapasitas boiler yang disebut adalah output steam, bukan heat input burner, maka kapasitas burner tidak dapat ditentukan langsung dari angka tersebut. Efisiensi boiler harus diperhitungkan.
2 – Riello G10 untuk Thermal Oil Heater 100.000 kcal/h
Misalnya thermal oil heater membutuhkan sekitar:
100.000 kcal/h
Konversi:
100.000 ÷ 860 ≈ 116,3 kW
R40 G10 memiliki maksimum sekitar 120 kW, sehingga kapasitasnya sangat dekat dengan kebutuhan tersebut.
Namun, kondisi ini perlu diperiksa lebih lanjut karena burner bekerja mendekati kapasitas maksimum.
Untuk thermal oil heater, perlu diperiksa:
- Heat load aktual
- Thermal oil flow
- Operating temperature
- Combustion chamber
- Flame length
- Heat transfer surface
- Fuel pressure
- Exhaust system
Jadi, R40 G10 dapat menjadi kandidat, tetapi engineering check tetap diperlukan sebelum menentukan unit final.
3 – Riello G20 untuk Hot Water Boiler 200 kW
Misalnya sebuah hot water boiler membutuhkan heat input sekitar 180 kW.
R40 G20 mempunyai range 95–213 kW, sehingga secara kapasitas dapat dipertimbangkan.
Perkiraan maksimum:
213 × 860 = ±183.200 kcal/h
Untuk kebutuhan 180 kW, burner berada dekat dengan kapasitas maksimumnya.
Jika 200 kW merupakan output boiler, bukan burner input, maka kebutuhan burner bisa lebih tinggi setelah memperhitungkan efisiensi boiler. Dalam kondisi tersebut, G20 mungkin tidak lagi memiliki margin yang cukup.
Ini menunjukkan pentingnya membedakan:
Boiler Output ≠ Burner Heat Input
4 – Riello G20S untuk Industrial Oven
Sebuah industrial oven membutuhkan heat input sekitar 200 kW.
R40 G20S memiliki range 95–240 kW, sehingga secara firing range lebih sesuai dibandingkan G20 apabila kebutuhan aktual berada di sekitar 200 kW.
Sistem:
Diesel Tank
↓
Filter
↓
Fuel Pump
↓
R40 G20S
↓
Combustion Chamber
↓
Hot Air / Oven
↓
Product
Pada oven, burner harus disesuaikan dengan:
- Oven volume
- Required temperature
- Product load
- Heat loss
- Air circulation
- Exhaust volume
5 – Burner untuk Pengeringan
Pada proses pengeringan, kebutuhan burner bergantung pada jumlah moisture yang harus diuapkan.
Secara sederhana:
Wet Material → Hot Air → Moisture Evaporation → Dry Product
Jika kebutuhan panas hanya sekitar 100 kW, R40 G10 dapat dipertimbangkan.
Jika kebutuhan mendekati 200 kW, R40 G20 atau G20S dapat dievaluasi.
Namun, untuk dryer dengan kapasitas besar, kebutuhan heat load dapat melebihi kemampuan R40 G series sehingga perlu menggunakan burner dengan kapasitas lebih tinggi.
6 – Riello Burner pada Incinerator
Burner light oil dapat digunakan pada incinerator sebagai auxiliary burner untuk membantu proses start-up atau mempertahankan temperatur pembakaran.
Namun, aplikasi incinerator membutuhkan perhitungan yang lebih spesifik.
Data yang diperlukan antara lain:
- Kapasitas waste
- Moisture content
- Heating value waste
- Required combustion temperature
- Combustion chamber volume
- Heat loss
- Residence time
- Auxiliary fuel requirement
Karena itu, R40 G10–G20S tidak otomatis cocok untuk semua incinerator. Kapasitas burner harus dihitung berdasarkan heat load aktual.
7 – Penggantian Burner Lama
Pada industri, R40 G10–G20S dapat dipertimbangkan untuk burner replacement apabila burner existing mengalami kerusakan atau sudah sulit mendapatkan komponen.
Sebelum replacement, teknisi perlu memeriksa:
Existing Burner
↓
Heat Load
↓
Combustion Chamber
↓
Fuel Pressure
↓
Burner Mounting
↓
Electrical Supply
↓
Chimney / Exhaust
Burner pengganti tidak boleh dipilih hanya berdasarkan diameter flange atau ukuran fisik burner.
Mengapa Riello R40 G Series Banyak Digunakan?
Riello menyebut seri R40 G dikembangkan dengan perhatian pada kemudahan instalasi dan adjustment, dimensi yang ringkas, dan pengurangan noise. Seluruh model menggunakan komponen yang dirancang untuk seri tersebut dan burner diuji sebelum meninggalkan pabrik.
Beberapa pertimbangan penggunaannya:
- One-stage operation
- Ukuran relatif compact
- Installation dan adjustment relatif sederhana
- Komponen seri yang terintegrasi
- Automatic burner operation
- Flame safety control
- Cocok untuk light oil
- Mengacu pada EN 267
- Tersedia beberapa pilihan kapasitas
Pemilihan Riello R40 G10, G20 atau G20S
Pemilihan Burner Riello R40 G10, G20, dan G20S harus berdasarkan kebutuhan heat input aktual dan operating range equipment. Kapasitas maksimum burner bukan satu-satunya parameter yang perlu diperhatikan.
Kebutuhan Heat Load ±80–100 kW
→ Riello R40 G10
R40 G10 memiliki range sekitar 54–120 kW, sehingga dapat dipertimbangkan untuk equipment dengan kebutuhan panas sekitar 80–100 kW.
Contoh aplikasi:
- Small steam boiler
- Thermal oil heater
- Hot water boiler
- Industrial oven
- Dryer
Kebutuhan Heat Load ±120–180 kW
→ Riello R40 G20
R40 G20 memiliki range sekitar 95–213 kW dan dapat dipertimbangkan untuk aplikasi dengan heat input sekitar 120–180 kW.
Contoh aplikasi:
- Medium hot water boiler
- Industrial oven
- Process heater
- Small furnace
- Thermal oil heater
Kebutuhan Heat Load ±180–220 kW
→ Riello R40 G20S
R40 G20S memiliki range sekitar 95–240 kW, sehingga dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan heat input yang mendekati 200 kW.
Model ini memberikan kapasitas maksimum lebih tinggi dibandingkan G20.
Jangan Hanya Melihat Kapasitas Maksimum
Pemilihan burner tidak cukup dengan melihat:
“Kebutuhan 200 kW → pilih burner maksimum 240 kW.”
Minimum firing rate juga harus diperiksa.
Contohnya, jika equipment hanya membutuhkan 80 kW, penggunaan G20S dengan kapasitas maksimum 240 kW belum tentu menjadi pilihan yang tepat meskipun secara maksimum terlihat mencukupi.
Burner yang terlalu besar dibandingkan heat load dapat menyebabkan:
Oversizing → Frequent ON/OFF Cycling → Short Cycling → Kontrol Temperatur Kurang Stabil
Karena itu, idealnya heat load berada dalam operating range burner, bukan hanya berada di bawah kapasitas maksimum.
Rumus Dasar
Jika kebutuhan equipment diketahui dalam kcal/h:
Burner Input (kW) = Heat Load (kcal/h) ÷ 860
Contoh:
100.000 kcal/h ÷ 860 = ±116 kW
Maka R40 G10 dengan maksimum sekitar 120 kW berada sangat dekat dengan kebutuhan tersebut. Namun, tetap perlu diperiksa apakah operating condition, efficiency equipment, dan minimum firing rate sesuai.
Panduan Sederhana
| Heat Input | Burner yang Dipertimbangkan |
|---|---|
| ±80–100 kW | R40 G10 |
| ±120–180 kW | R40 G20 |
| ±180–220 kW | R40 G20S |
Catatan: Tabel ini merupakan panduan awal, bukan final burner sizing. Pemilihan akhir harus mempertimbangkan heat load, efficiency boiler/heater, minimum–maximum firing rate, fuel pressure, combustion chamber, dan operating temperature.
Kesimpulan
Untuk memilih Riello R40 G10, G20, atau G20S, prinsip yang lebih tepat adalah:
Heat Load → Burner Input → Operating Range → Minimum Fire → Maximum Fire → Equipment Compatibility
Dengan pendekatan tersebut, burner dapat bekerja lebih sesuai dengan kebutuhan proses dan risiko short cycling akibat oversizing dapat dikurangi.
R40 G10–G20S untuk Industri Manufaktur
Untuk industri manufaktur, R40 G10–G20S dapat dipertimbangkan pada equipment dengan kebutuhan panas relatif kecil hingga menengah, misalnya:
- Steam boiler
- Hot water boiler
- Thermal oil heater
- Industrial oven
- Dryer
- Furnace kecil
- Process heater
- Heating chamber
- Auxiliary incinerator burner
Riello sendiri memosisikan R40 G sebagai one-stage light oil burner range dengan output sampai 240 kW.
Kesimpulan
Burner Riello R40 G10–G20S cocok untuk berbagai aplikasi pemanasan dengan kebutuhan heat input sekitar 54–240 kW, tergantung model.
Contoh:
G10 → 54–120 kW
G20 → 95–213 kW
G20S → 95–240 kW
Untuk menentukan burner yang tepat, gunakan:
Heat Load → Boiler/Heater Efficiency → Required Burner Input → Firing Range → Combustion Chamber → Fuel Pressure
Dengan cara tersebut, pemilihan Riello G10, G20, atau G20S menjadi lebih tepat dan tidak hanya berdasarkan kapasitas maksimum.
Perawatan Burner riello R40 G10- G20S
Perlu kita ketahuai semua mesin di industri tentu ada masa peremajaan atau usia pengopasian yang nantinya akan menganggu produksi atau mesin lain jika tidak segera kita tangani, begitupun untuk burner riello ini penting untuk kita merawat dan mengopasikan burner dengan benar sesuai instruksi buku panduan dan manufactur, untuk menjaga proses pengoprasian burner dan masa usia burner, beberpa perwatan yang perlu diperhatikan untuk burner riello ini ada.
-Sebelum mengoprasikan burner pastikan operator burner mengusai sistem penoprasian
-Mengopasikan burner sesuai kapasitas dan kebutuhan proses atau mesin
-Burner tidak di anjurkan dalam ruangan untuk tidak terkena udara atau panas berlebih karna memiliki komponen berhubungan dengan listrik (electrik)
-Stelah burner beropasi perhatikan fungsi dan kerja burner maksimal dan cek kembali stelah burner mati (of)
-Pengecekan burner stiap burner akan di oparsikan kembali
-Pengecekan dan bersihkan (cleaning) komponen per 3-6 bulan sekali
-Sedikan suku cadang komponen burner
-Jika burner mengalami trobel hubungi penyedia burner atau diskusikan dengan tim ahli di bidangnya
sekilas pemabahasn terkait burner riello G10- G20 s, jika ada kebutuhan atau pertanyaan terkait burner mrek riello atau merek lain bisa hubungi kami kontak di bawah ini :
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
