Jual Controller Siemens RMG & RMO Berkualitas untuk Burner Industri

Control Box burner ialah komponen yang berfungsi untuk mengontrol smua sistem burner, startup burner, operasi, dan shutdown yang yeng lebih aman di oprasikan untuk burner dan boiler. lebih singkatnya control burner ini bekerja untuk memantau dan mengontrol pembakar utama, menggunakan pemindai api untuk mendeteksi dan membedakan antara api utama dan penyalaan. Kami selaku penyedia burner dan boiler juga menyediakan beberpai macam control burner dengan merek simens RMG 88 dan RMO 88. akan lebih jelas sedikit kita bahas terait kontrol burner berikut.
Pada dasarnya kontrol burner dirancang untuk penyalaan dan pengawasan burner satu atau banyak tahap dalam operasi intermiten. dan kali ini kita bahas untuk dua jenis control burner simens RMG dan RMO yang memiliki kegunaan berbeda. apa yg membedakan dua tipe control burner somens ini :
Controller Simens RMO … untuk di aplikasikan di pembakaran burner bahan bakar minyak ( Light Oil)
– Pembakar minyak draft paksa ke EN 267
– Kontrol pembakar untuk digunakan dengan pembakar minyak atomisasi desain monoblok ke EN 230
Saat menembakkan minyak, nyala api kuning diawasi dengan detektor fotoresistif QRB1B. dan nyala api biru dengan detektor api biru QRC. Saat menyala gas, nyala diawasi dengan probe ionisasi atau detektor nyala QRA. (dengan unit tambahan AGQ2.A27) .
Siemens Burner Control Box RMO88.53 & RMG88.62
Data Teknis dan Spesifikasi Controller Burner Siemens
Siemens Burner Control Box seri RMO88.53 dan RMG88.62 merupakan burner management system berbasis mikrokontroler (Microprocessor-Based Burner Control) yang dirancang untuk mengontrol, mengawasi, dan mengamankan proses pembakaran pada burner gas maupun burner minyak (solar/light oil). Controller ini digunakan pada burner industri seperti Riello, FBR, Bentone, Ecoflam, Baltur, dan berbagai burner OEM lainnya yang bekerja secara intermittent operation.
Dengan sistem pengawasan nyala api (flame supervision) yang canggih, controller Siemens mampu mendeteksi kegagalan penyalaan, kehilangan api, tekanan udara, hingga gangguan tegangan listrik secara otomatis sehingga meningkatkan keselamatan operasi burner.
Tipe Controller Siemens
| Model | Supply Voltage | Aplikasi |
|---|---|---|
| Siemens RMO88.53A1 | AC 220–240 V (+10% / -15%) | Oil Burner |
| Siemens RMO88.53A2 | AC 220–240 V (+10% / -15%) | Oil Burner |
| Siemens RMO/PP88.53A | AC 220–240 V (+10% / -15%) | Oil Burner dengan Preheater |
| Siemens RMG88.62A1 | AC 220–240 V (+10% / -15%) | Gas Burner |
| Siemens RMG88.62A2 | AC 220–240 V (+10% / -15%) | Gas Burner |
| Siemens RMG/M88.62A2 | AC 220–240 V (+10% / -15%) | Gas Burner Modulating |
Data Teknis
| Parameter | Specification |
|---|---|
| Operating Voltage | AC 220–240 V (+10% / -15%) |
| Frequency | 50 / 60 Hz |
| Power Consumption | ±20 VA |
| Mounting Position | Bebas (Optional) |
| Weight | ±260 gram |
| Protection Class | Class I |
| Degree of Protection | IP20 (minimum IP40 saat dipasang di panel) |
| Housing Material | Heat Resistant Flame Retardant Plastic |
| Maximum Fixing Screw Torque | 0.8 Nm |
Panjang Kabel Maksimum
| Komponen | Maksimum |
|---|---|
| Thermostat | 20 Meter |
| Oil Preheater | 20 Meter |
| Gas Pressure Switch | 20 Meter |
| Remote Reset | 20 Meter |
| Air Pressure Switch | 1 Meter |
| CPI (Continuous Pilot Ignition) | 1 Meter |
| Flame Detector Cable | 1 Meter |
Proteksi Tegangan Rendah (Undervoltage Protection)
Controller Siemens secara otomatis menghentikan operasi burner apabila tegangan listrik turun di bawah batas aman.
| Model | Switch-Off Voltage |
|---|---|
| RMO88.53A2 | ±165 VAC |
| RMG88.62A2 | ±165 VAC |
| RMO/PP88.53A | ±165 VAC |
| RMG/M88.62A2 | ±165 VAC |
| RMO88.53A1 | ±65 VAC |
| RMG88.62A1 | ±65 VAC |
Konstruksi Controller
Rumah (housing) controller dibuat dari plastik tahan benturan, tahan panas, dan tahan api (Flame Retardant Engineering Plastic) sehingga mampu bekerja pada lingkungan industri dengan temperatur tinggi.
Di dalam unit controller terdapat:
- Mikrokontroler (Microprocessor) untuk mengendalikan seluruh urutan operasi burner.
- Electronic Flame Amplifier untuk memperkuat sinyal pendeteksi nyala api.
- Relay Output untuk mengontrol motor burner, ignition transformer, katup bahan bakar, dan peralatan pendukung lainnya.
- Lockout Reset Button dengan indikator LED tiga warna.
- Socket Interface OCI400 untuk koneksi ke perangkat diagnostik Siemens.
- Hingga 15 terminal koneksi ke base Riello.
- Sekrup pengunci tengah untuk pemasangan yang aman pada base controller.
Sistem Deteksi Api
Controller Siemens mendukung dua metode pendeteksian nyala api:
Gas Burner
Menggunakan Ionization Probe yang mendeteksi arus ionisasi dari nyala api gas. Apabila api padam, controller akan segera menghentikan suplai gas dan masuk ke mode Lockout.
Oil Burner
Menggunakan Photoresistive Flame Detector atau Photocell yang mendeteksi intensitas cahaya dari api pembakaran minyak (solar).
Fungsi Pengamanan
Controller Siemens memiliki berbagai fitur keselamatan, antara lain:
- Automatic Pre-Purge
- Flame Failure Protection
- Air Pressure Switch Monitoring
- Gas Pressure Switch Monitoring
- Ignition Safety Time Monitoring
- Lockout Protection
- Undervoltage Protection
- False Flame Detection
- Automatic Burner Shutdown
- Manual Reset setelah Lockout
- Self Diagnostic System
Lampu Indikator LED
Controller dilengkapi LED tiga warna yang memudahkan teknisi mengetahui status burner.
| Warna LED | Status |
|---|---|
| Hijau | Burner beroperasi normal |
| Kuning | Proses start-up atau ignition sequence |
| Merah | Lockout / Terjadi gangguan sistem |
Melalui adaptor OCI400, teknisi dapat melakukan pembacaan kode kesalahan (fault code) sehingga proses troubleshooting menjadi lebih cepat dan akurat.
Kompatibilitas
Controller Siemens RMO88.53 dan RMG88.62 banyak digunakan pada berbagai merek burner industri, antara lain:
- Riello Burner
- FBR Burner
- Ecoflam Burner
- Bentone Burner
- Baltur Burner
- Oilon Burner
- Weishaupt Burner (OEM tertentu)
- BEJO Burner
- Burner OEM lainnya yang menggunakan basis (base) Riello.
Keunggulan Siemens RMO88 & RMG88
- Teknologi mikrokontroler generasi terbaru.
- Tingkat keamanan pembakaran yang tinggi.
- Diagnostik kesalahan melalui LED dan OCI400.
- Kompatibel dengan burner gas maupun burner solar.
- Perlindungan terhadap kehilangan api dan tegangan rendah.
- Instalasi mudah menggunakan basis Riello standar.
- Komponen berkualitas tinggi dengan umur pakai panjang.
- Banyak digunakan pada boiler uap, thermal oil heater, hot water boiler, furnace, oven industri, rotary dryer, incinerator, dan berbagai aplikasi pembakaran industri.
Controller Siemens seri RMO88.53 dan RMG88.62 menjadi salah satu pilihan utama untuk sistem kontrol burner karena menggabungkan keandalan, keselamatan, kemudahan diagnosis, dan kompatibilitas yang luas dengan berbagai jenis burner industri.
Tipe Controll

Daftar berikut menunjukkan padanan (replacement/cross reference) antara Siemens RMO/RMG series dengan Siemens LMO series yang merupakan generasi terbaru. Seri LMO banyak digunakan sebagai pengganti karena memiliki fungsi yang setara dengan peningkatan pada sistem diagnostik dan keandalan.
Cross Reference Siemens Burner Control Box
| Model Lama | Model Pengganti (Current Model) | Aplikasi |
|---|---|---|
| RMO88.53A1 | LMO88.530A1RL | Oil Burner |
| RMO88.53A2 | LMO88.530A2RL | Oil Burner |
| RMO/PP88.53A1 | LMO88.531A1RL | Oil Burner dengan Oil Preheater |
| RMG88.62A1 | LMO88.620A1RL | Gas Burner |
| RMG88.62A2 | LMO88.620A2RL | Gas Burner |
| RMG/M88.62A2 | LMO88.621A2RL | Gas Burner Modulating |
Perbedaan Seri RMO/RMG dan LMO
| Parameter | RMO / RMG | LMO Series |
|---|---|---|
| Status Produk | Generasi Lama | Generasi Terbaru |
| Teknologi | Microprocessor | Microprocessor Generasi Baru |
| Diagnostik LED | Ya | Ya (lebih lengkap) |
| Kompatibilitas Base | Riello Base 2061506 / 2221314 | Sama (plug and play pada aplikasi yang sesuai) |
| Flame Supervision | Ionisasi / Photocell | Ionisasi / Photocell |
| Undervoltage Protection | Ya | Ya |
| Remote Reset | Ya | Ya |
| Interface OCI400 | Ya | Ya |
| Keandalan | Sangat Baik | Lebih Tinggi |
Keterangan Model
LMO88.530A1RL
- Pengganti RMO88.53A1
- Digunakan untuk Oil Burner (Light Oil Burner)
- Sistem operasi intermittent
- Menggunakan photocell flame detector
LMO88.530A2RL
- Pengganti RMO88.53A2
- Untuk burner solar/light oil
- Memiliki fungsi pengamanan pembakaran otomatis
LMO88.531A1RL
- Pengganti RMO/PP88.53A1
- Mendukung oil preheater
- Cocok untuk burner dengan pemanas bahan bakar sebelum penyalaan
LMO88.620A1RL
- Pengganti RMG88.62A1
- Digunakan pada gas burner
- Menggunakan sistem deteksi api dengan ionization probe
LMO88.620A2RL
- Pengganti RMG88.62A2
- Untuk gas burner satu atau dua tahap (One Stage / Two Stage)
- Dilengkapi flame supervision dan safety lockout
LMO88.621A2RL
- Pengganti RMG/M88.62A2
- Dirancang untuk gas burner modulating
- Mendukung kontrol pembakaran yang lebih presisi dan efisien
Keunggulan LMO Series
- Pengganti resmi seri RMO dan RMG.
- Kompatibel dengan banyak burner industri seperti Riello, FBR, Ecoflam, Bentone, Baltur, Oilon, dan berbagai burner OEM.
- Diagnostik gangguan lebih mudah melalui indikator LED dan antarmuka OCI400.
- Perlindungan lengkap terhadap kegagalan nyala api (Flame Failure), tegangan rendah (Undervoltage), tekanan udara, dan tekanan gas.
- Desain plug and play pada aplikasi yang menggunakan basis (base) Riello yang kompatibel.
- Keandalan tinggi untuk aplikasi Steam Boiler, Thermal Oil Heater (TOH), Hot Water Boiler, Furnace, Oven Industri, Rotary Dryer, Incinerator, Asphalt Mixing Plant (AMP), dan berbagai sistem pembakaran industri lainnya.
Catatan: Sebelum mengganti controller, pastikan nomor model, tipe burner, wiring, base/socket (misalnya Riello 2061506 atau 2221314), jenis detektor api (ionization probe atau photocell), serta urutan program (sequence timing) sesuai dengan unit asli agar penggantian berjalan aman dan tidak memerlukan modifikasi sistem kontrol.
Fitur Aplikasi RMG RMO
Control RMO pembakaran minyak
– Kontak untuk memanaskan minyak terlebih dahulu
– Pemantauan waktu untuk pemanasan awal minyak
– Batasan jumlah pengulangan
Control RMG pemabakaran Gas
– Pemantauan tekanan udara dengan pemeriksaan fungsional sakelar tekanan udara selama startup dan operasi
Fitur Umum
– Deteksi under voltage
– Reset jarak jauh listrik
– Urutan program yang akurat dan dapat direproduksi berkat penanganan sinyal digital
– Operasi intermiten yang terkontrol setelah 24 jam operasi terus menerus
– Tampilan multiwarna dari status dan pesan kesalahan
Pengoprasian
• Amati panjang kabel detektor yang diizinkan
• Selalu jalankan kabel pengapian tegangan tinggi secara terpisah sambil mengamati yang terbesar kemungkinan jarak ke unit dan kabel lainnya
• Pasang sakelar, sekering, pembumian, dll., sesuai dengan peraturan setempat
• Pastikan bahwa peringkat arus maksimum yang diizinkan tidak akan terlampaui
• Jangan memasukkan tegangan listrik eksternal ke output kontrol unit. Saat menguji perangkat yang dikendalikan oleh kontrol burner (katup bahan bakar, dll.), kontrol burner tidak boleh terhubung
• Konduktor fase dan netral tidak boleh dipertukarkan
Pedoman Instalasi Probe Ionisasi dan Pemeriksaan Keselamatan Siemens Burner Controller
Agar sistem Siemens Burner Control Box (RMO88, RMG88, LMO88 Series) dapat mendeteksi nyala api secara akurat dan bebas gangguan, pemasangan probe ionisasi serta instalasi kelistrikan harus mengikuti standar yang direkomendasikan oleh Siemens.
Persyaratan Instalasi Probe Ionisasi
1. Gunakan Kabel Detektor yang Pendek
Untuk memperoleh sinyal ionisasi yang stabil dan bebas gangguan:
- Panjang kabel probe ionisasi tidak boleh melebihi 1 meter.
- Semakin pendek kabel, semakin baik kualitas sinyal yang diterima burner controller.
2. Pisahkan Kabel Probe dari Kabel Daya
Kabel probe ionisasi tidak boleh dipasang bersamaan dengan kabel listrik lainnya, terutama:
- Kabel motor burner
- Kabel transformator ignition
- Kabel solenoid valve
- Kabel power 220 VAC
Hal ini bertujuan untuk mencegah:
- Gangguan elektromagnetik (EMI)
- Induksi tegangan
- Pembacaan sinyal api yang tidak stabil
Rekomendasi: gunakan jalur kabel (conduit) yang terpisah khusus untuk kabel detektor api.
3. Perhatikan Kapasitansi Kabel
Kapasitansi kabel yang terlalu tinggi akan mengurangi besar sinyal ionisasi.
Akibatnya:
- Burner sulit mendeteksi nyala api.
- Burner dapat mengalami Lockout meskipun api sebenarnya menyala.
4. Gunakan Panjang Kabel Sesuai Spesifikasi
Ikuti batas maksimum panjang kabel yang telah ditentukan oleh Siemens.
Untuk probe ionisasi:
Maksimum 1 meter
Resistansi Isolasi
Probe ionisasi harus memiliki kualitas isolasi yang baik.
Persyaratan minimum:
≥ 50 MΩ (Mega Ohm)
diukur antara:
- Probe ionisasi
- Ground (burner body)
Dampak Isolasi Buruk
Apabila dudukan (holder) probe kotor oleh:
- Debu
- Karbon
- Oli
- Uap air
maka resistansi isolasi akan turun sehingga terjadi:
- Arus bocor (Leakage Current)
- Pembacaan sinyal api yang salah
- Lockout palsu (False Flame Failure)
Karena itu probe harus selalu dijaga tetap bersih.
Grounding Burner
Burner wajib memiliki sistem pembumian (grounding) yang baik.
Catatan penting:
Grounding boiler saja tidak cukup.
Burner harus dihubungkan langsung ke sistem grounding sesuai standar instalasi kelistrikan yang berlaku.
Ground yang baik akan menghasilkan:
- Sinyal ionisasi stabil
- Deteksi api akurat
- Mengurangi gangguan listrik
Perhatikan Polaritas Listrik
Pastikan hubungan:
- Line (L)
- Neutral (N)
tidak terbalik.
Controller Siemens mampu mendeteksi kesalahan polaritas.
Jika polaritas salah, controller akan:
- menghentikan proses penyalaan,
- masuk ke kondisi Safety Lockout.
Perlindungan terhadap Sengatan Listrik
Probe ionisasi bekerja pada tegangan tinggi selama proses ignition.
Karena itu:
- Probe harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak dapat disentuh operator.
- Gunakan isolator keramik yang masih baik.
- Pastikan tidak ada bagian logam terbuka yang bertegangan.
Posisi Probe Ionisasi
Posisi pemasangan probe sangat menentukan keberhasilan deteksi api.
Probe harus dipasang sehingga:
- berada langsung di dalam nyala api yang stabil,
- tidak terkena percikan api ignition transformer secara langsung,
- tidak terlalu dekat dengan elektroda ignition.
Hal ini bertujuan untuk menghindari:
- beban listrik berlebih pada probe,
- gangguan pembacaan arus ionisasi,
- kerusakan probe.
Sistem dengan Netral Tidak Dibumikan
Pada sistem kelistrikan yang menggunakan:
Ungrounded Neutral System
dan memakai deteksi ionisasi,
maka:
Terminal 6 harus dihubungkan ke ground burner.
Hal ini diperlukan agar rangkaian ionisasi memiliki referensi pembumian yang benar.
Pemeriksaan Sebelum Commissioning
Sebelum burner dijalankan pertama kali, lakukan pemeriksaan berikut:
- Seluruh kabel telah terpasang sesuai wiring diagram.
- Tidak ada kabel yang longgar atau rusak.
- Polaritas listrik benar.
- Grounding burner baik.
- Probe ionisasi bersih.
- Jarak elektroda ignition sesuai spesifikasi.
- Kabel probe tidak berdekatan dengan kabel tegangan tinggi.
- Flame detector terpasang dengan benar.
- Semua terminal dikencangkan sesuai torsi yang direkomendasikan.
Pemeriksaan Keselamatan Saat Commissioning
Sebelum burner dinyatakan siap beroperasi, lakukan pengujian berikut:
| Pemeriksaan | Tujuan |
|---|---|
| Uji Flame Failure | Memastikan burner berhenti otomatis saat api padam. |
| Uji Air Pressure Switch | Memastikan burner tidak menyala tanpa aliran udara yang cukup. |
| Uji Gas Pressure Switch | Memastikan burner berhenti saat tekanan gas tidak sesuai. |
| Uji Ignition Sequence | Memastikan urutan start-up bekerja sesuai program. |
| Uji Safety Lockout | Memastikan controller masuk ke mode lockout saat terjadi kegagalan pembakaran. |
| Uji Flame Detection | Memastikan probe ionisasi mendeteksi api secara akurat. |
| Uji Undervoltage Protection | Memastikan burner berhenti saat tegangan turun di bawah batas aman. |
| Uji Reset Function | Memastikan burner hanya dapat dioperasikan kembali setelah dilakukan reset secara manual. |
Rekomendasi Praktik Terbaik
Untuk menjaga keandalan sistem pembakaran, disarankan:
- Membersihkan probe ionisasi secara berkala.
- Memeriksa resistansi isolasi saat perawatan rutin.
- Memastikan grounding burner selalu dalam kondisi baik.
- Mengganti kabel probe apabila isolasi mulai rusak atau retak.
- Melakukan pengujian fungsi keselamatan setiap selesai pekerjaan servis atau penggantian komponen.
- Menggunakan suku cadang asli Siemens atau komponen yang memiliki spesifikasi setara agar sistem burner tetap aman, andal, dan sesuai dengan standar operasi industri.
Pemeriksaan Keamanan (Safety Check) Siemens Burner Controller
Sebelum burner dioperasikan secara normal maupun setelah dilakukan perawatan, seluruh fungsi keselamatan (Safety Function Test) harus diuji untuk memastikan burner dapat beroperasi dengan aman sesuai standar Siemens.
a. Pengujian Penyalaan Tanpa Deteksi Api
Kondisi Pengujian
Lakukan start burner dengan salah satu kondisi berikut:
- Detektor api (photocell) ditutup sehingga tidak dapat mendeteksi cahaya api.
- Probe ionisasi dilepas atau dibuat rangkaian terbuka (Open Circuit).
Hasil yang Diharapkan
✅ Burner harus masuk ke kondisi Lockout setelah waktu keselamatan penyalaan (Safety Time) berakhir.
Tujuan
Pengujian ini memastikan controller tidak akan membuka katup bahan bakar secara terus-menerus apabila api gagal terbentuk.
b. Pengujian Cahaya Asing (False Flame Test)
(Berlaku untuk Oil Burner dengan Photocell)
Kondisi Pengujian
Sebelum burner dinyalakan:
- Arahkan sumber cahaya eksternal (misalnya senter atau lampu) ke photocell.
Hasil yang Diharapkan
Controller harus:
- Lockout dalam waktu maksimum 25 detik, atau
- Lockout langsung selama tahap pre-purge, apabila cahaya terdeteksi sebelum proses penyalaan.
Tujuan
Mencegah burner salah menganggap terdapat nyala api akibat cahaya luar sehingga sistem tetap aman.
c. Simulasi Kehilangan Api (Flame Failure Test)
Kondisi Pengujian
Saat burner telah beroperasi normal:
- Tutup photocell sehingga tidak lagi mendeteksi nyala api, atau
- Putuskan suplai gas sehingga api padam.
Hasil yang Diharapkan
Oil Burner
- Controller melakukan satu kali percobaan penyalaan ulang (Recycle).
- Jika api tetap tidak terbentuk, burner masuk ke Lockout.
Gas Burner
- Controller langsung menutup katup gas.
- Burner segera masuk ke kondisi Lockout tanpa melakukan restart otomatis.
Tujuan
Memastikan bahan bakar langsung dihentikan ketika nyala api hilang sehingga tidak terjadi akumulasi gas atau minyak bakar di ruang bakar.
d. Pengujian Air Pressure Switch Saat Start-Up
(Khusus Gas Burner)
Kondisi Pengujian
Sebelum burner dinyalakan:
- Simulasikan Air Pressure Switch dalam kondisi aktif (tertutup) sebelum kipas menghasilkan tekanan udara yang benar.
Hasil yang Diharapkan
Controller harus:
- mendeteksi kondisi abnormal,
- menghentikan urutan start-up,
- masuk ke kondisi Lockout setelah waktu tunggu (Waiting Time) berakhir.
Tujuan
Memastikan Air Pressure Switch bekerja dengan benar dan tidak mengalami kontak lengket (stuck contact) yang dapat membahayakan proses pembakaran.
e. Simulasi Kehilangan Tekanan Udara
(Khusus Gas Burner)
Kondisi Pengujian
Saat burner sedang beroperasi:
- Lepaskan selang pressure switch, atau
- Turunkan tekanan udara hingga Air Pressure Switch membuka.
Hasil yang Diharapkan
Controller harus:
- segera menutup katup gas,
- menghentikan proses pembakaran,
- masuk ke kondisi Immediate Lockout.
Tujuan
Mencegah pembakaran berlangsung tanpa suplai udara yang memadai, yang dapat menyebabkan pembakaran tidak sempurna, pembentukan karbon, atau akumulasi gas yang berbahaya.
Ringkasan Pemeriksaan Keamanan
| No. | Pengujian | Kondisi | Hasil yang Diharapkan |
|---|---|---|---|
| 1 | Flame Detector Gelap / Probe Ionisasi Terbuka | Start burner tanpa deteksi api | Lockout setelah waktu keselamatan berakhir |
| 2 | False Flame Test (Oil Burner) | Photocell terkena cahaya luar | Lockout ≤ 25 detik atau saat pre-purge |
| 3 | Flame Failure Test | Api dipadamkan saat operasi | Oil: Recycle lalu Lockout jika gagal menyala kembali. Gas: Lockout langsung |
| 4 | Air Pressure Switch Test | Air Pressure Switch aktif sebelum waktunya | Lockout setelah waktu tunggu |
| 5 | Loss of Air Pressure Test | Tekanan udara hilang saat operasi | Immediate Lockout |
Penting
Seluruh pengujian keselamatan di atas harus dilakukan:
- Sebelum commissioning awal.
- Setelah penggantian burner controller.
- Setelah penggantian flame detector atau probe ionisasi.
- Setelah penggantian Air Pressure Switch atau Gas Pressure Switch.
- Setelah pekerjaan servis atau overhaul burner.
- Sebagai bagian dari preventive maintenance berkala.
Pengujian ini memastikan seluruh sistem proteksi burner Siemens berfungsi sesuai desain, sehingga risiko kegagalan penyalaan, kebocoran bahan bakar, ledakan ruang bakar (furnace explosion), dan kerusakan peralatan dapat diminimalkan.
Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570
PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204
My Website
https://indira.co.id
https://hargaboiler.co.id
Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com
https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos
