JUAL BURNER RIELLO P140-P200-P300-P450 T/G

JUAL RIELLO P140-P200-P300-P450 T/G

Burner Riello P450 T.G

Burner riello tipe riello press T/G adalah burner yang di produksi negera itali dan di gunakan untuk aplikasi international salah satunya industri indonesia banyak menggunakan burner riello tipe ini, riello P450 T/G biasanya di gunakan untuk boiler, rotary drayer, incinertaor dan industri AMP. kami perusahaan Indira Mitra Boiler merupakan perusahaan manufactur boiler juga menyediakan burner riello berbagai tipe dan kapasitas dengan harga kompetitif dan kualitas produk origin itali.

Seri burner PRESS T/G mencakup jarak tembak dari 830 hingga 5340 kW. Tersedia dalam 4 model berbeda, pembakar ini sangat cocok untuk dipadukan boiler ruang bertekanan. Untuk karakteristiknya, mereka menemukan aplikasi di pabrik sipil besar untuk pemanas rumah tangga atau di aplikasi industri di mana beban termal berulang dan dapat diprediksi. Sistem eksklusif ram hidrolik, dengan 3 posisi yang dapat disesuaikan, mengatur bukaan damper, memungkinkan saluran udara dalam kaitannya dengan keluaran yang diperlukan: dengan cara ini stabilitas api dioptimalkan di setiap titik kerja, dengan pengaturan mikro tersedia. Pembakar dilengkapi dengan panel kontrol mikroprosesor yang memasok indikasi operasi dan diagnosis penyebab kesalahan.

Spesifikasi Riello T/G

Burner series P 140- 450 T/G memiliki fitur dan kapasitas yang cukup besar dan kompact, burner ini juga memiiki pengoprasian trhee stage yang berarti tiga apa dengan 3 nozel kluaran bahan bakar, ada pun bebrpa spesifikasi lainya dari burner seri ini sebagai berikut.

Tipe burner : Riello P140 TG, P200 T/G, P300 T/G, P450 T/G

Heat Output : 80/830÷1660 KW- 890/2670÷5340 KW
Heat Output : 327/714÷1428 Mcal/h- 765/2296÷4592
Fuel Output : 32/70÷140 Kg/h- 75/225÷450 kg/h

Pump type : Suntec J7CC, TA3, TA5
Tekanan : 190 Kg/h (20 bar)- 525 kg/h (20 bar)
Fuel Temperatur max : 50 °C

Electrical supply : 3N/50/400~(±10%) 3/50/230~(±10%) Ph/Hz/V
Auxiliary electrical supply: 1/50/230 (±10%) Ph/Hz/V

Control Box : Type RMO

Total electrical power : 4,5 – 18 Kw
Auxiliary electrical power : 1,5 – 3 kw

Protection level : IP 40

Fan motor electrical power : 3-15 kw
Rated fan motor current : 8/13,5 – 29/50,2 A
Fan motor start up current : 51/86- 167/291 A
Fan motor protection level : IP 55

Ignition trasformer : (V1 – V2= 230 V – 2×6 kV ), ( l1-l2 – 2,3 A – 35 mA)

Operation : Intermittent (at least one stop every 24 h)

Sound pressure : 86,5- 90 dBA

Karena Perusahaan terus-menerus terlibat dalam peningkatan produksi, fitur estetika dan dimensi, maka data teknis, peralatan dan aksesori dapat diubah.

Aplikasi Burner Riello Solar Press T/G

Riello P 450 T/G

urner Riello PRESS T/G merupakan three-stage light oil burner yang dirancang untuk aplikasi pemanasan dengan kebutuhan heat input besar. Seri ini tersedia dalam beberapa model, mulai dari P 140 T/G hingga P 450 T/G, dengan kapasitas sekitar 830–5.340 kW. Riello menyebut seri ini sangat sesuai untuk pressurized chamber boiler serta aplikasi industri dengan beban termal yang repetitif dan dapat diprediksi.

1. Pengoperasian Steam Boiler

Salah satu aplikasi utama Riello PRESS T/G adalah pada steam boiler dengan kebutuhan kapasitas panas besar.

Burner memasok heat input ke combustion chamber boiler untuk menghasilkan steam sesuai kebutuhan proses produksi.

Contoh sistem:

Fuel Tank

Fuel Filter

Fuel Pump

Riello PRESS T/G

Combustion Chamber

Steam Boiler

Steam Process

Penggunaan three-stage burner memungkinkan firing rate disesuaikan melalui beberapa tingkat operasi sehingga lebih sesuai untuk beban boiler yang berubah dibandingkan burner satu tahap.

2. Thermal Oil Heater

Riello PRESS T/G juga dapat dipertimbangkan untuk aplikasi thermal oil heater dengan heat load besar.

Pada sistem ini, burner menghasilkan panas pada combustion chamber, kemudian panas ditransfer melalui coil atau heat-transfer surface menuju thermal oil.

Riello Burner → Combustion Chamber → Thermal Oil Coil → Thermal Oil → Process

Untuk aplikasi thermal oil heater, pemilihan burner harus memperhatikan:

  • Heat load
  • Temperatur thermal oil
  • Heat transfer surface
  • Combustion chamber
  • Flame length
  • Fuel pressure
  • Combustion air
  • Exhaust system

3. Hot Water Boiler

Burner light oil dapat digunakan pada hot water boiler untuk menghasilkan air panas bagi kebutuhan proses maupun heating system.

Pada aplikasi berkapasitas besar, pemilihan burner harus memperhitungkan required heat input, boiler efficiency dan operating temperature.

4. Industrial Furnace

Industrial furnace merupakan salah satu aplikasi yang membutuhkan perhatian khusus terhadap flame geometry.

Untuk furnace, burner tidak hanya harus memiliki kapasitas yang cukup, tetapi flame harus sesuai dengan:

  • Furnace volume
  • Flame length
  • Flame diameter
  • Furnace pressure
  • Refractory
  • Required temperature

Burner yang terlalu besar atau flame yang tidak sesuai dapat menyebabkan flame impingement pada refractory atau material proses.

5. Industrial Oven dan Dryer

Pada industrial oven dan dryer, kebutuhan panas dapat berubah sesuai kapasitas produksi dan kondisi material.

Riello PRESS T/G dapat digunakan pada aplikasi yang membutuhkan heat input tinggi, dengan pemilihan firing range berdasarkan kebutuhan proses.

6. Asphalt Mixing Plant

Burner oil juga digunakan pada aplikasi asphalt mixing plant, khususnya pada proses pemanasan agregat.

Sistem pembakaran biasanya:

Fuel → Burner → Combustion Chamber → Hot Gas → Aggregate Dryer

Pada aplikasi ini, burner harus dipilih berdasarkan kapasitas produksi, kadar air material, temperatur hot gas dan heat loss sistem dryer.

7. Incinerator

Burner berbahan bakar oil dapat digunakan sebagai auxiliary burner pada incinerator untuk membantu proses start-up atau mempertahankan temperatur pembakaran.

Namun, kebutuhan burner incinerator harus dihitung berdasarkan:

  • Waste load
  • Moisture content
  • Required combustion temperature
  • Residence time
  • Combustion chamber
  • Heat loss
  • Auxiliary fuel requirement

Karena itu, kapasitas burner tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan ukuran incinerator.

8. Industri Kelapa Sawit

Pada industri kelapa sawit, burner berbahan bakar liquid fuel dapat digunakan pada berbagai proses pemanasan tertentu, tergantung desain plant.

Aplikasi dapat mencakup:

  • Heating system
  • Thermal oil heater
  • Hot water system
  • Process heater
  • Dryer

Pemilihan burner harus disesuaikan dengan heat load dan sistem fuel yang tersedia.

Kapasitas Riello PRESS T/G

Riello mencantumkan empat model utama PRESS T/G:

ModelHeat Output
P 140 T/G830–1.660 kW
P 200 T/G1.186–2.372 kW
P 300 T/G1.779–3.560 kW
P 450 T/G2.670–5.340 kW

Data tersebut berasal dari dokumentasi Riello untuk seri PRESS T/G.

Dengan pendekatan 1 kW ≈ 860 kcal/h, P 450 T/G pada kapasitas maksimum 5.340 kW setara sekitar 4,59 juta kcal/h.

Sistem Pengaturan Udara

Salah satu karakteristik PRESS T/G adalah penggunaan hydraulic ram dengan tiga posisi adjustable untuk mengatur pembukaan air damper sesuai kebutuhan output.

Dengan pengaturan tersebut, suplai udara dapat disesuaikan dengan firing rate sehingga membantu menjaga flame stability pada berbagai working point. Riello juga mencantumkan microprocessor-based burner safety control box dengan indikasi operasi dan diagnosis penyebab fault.

Kesimpulan

Riello PRESS T/G lebih tepat diposisikan sebagai large-capacity three-stage light oil burner untuk aplikasi seperti steam boiler, thermal oil heater, hot water boiler, furnace, industrial oven, dryer, dan industrial heating system.

Untuk aplikasi Indonesia, istilah “burner Riello solar” sering digunakan untuk merujuk pada burner berbahan bakar solar/light oil. Namun dalam artikel teknis, penggunaan istilah “Riello PRESS T/G Light Oil Burner” akan lebih akurat dan lebih kuat untuk SEO.

PT Indira Mitra Boiler menyediakan kebutuhan Riello oil burner, burner spare part, service, commissioning, dan konsultasi sistem pembakaran untuk boiler dan industrial heating system. Untuk pemilihan unit, sebaiknya siapkan heat load, kapasitas equipment, jenis fuel, fuel pressure, combustion chamber, dan operating temperature

Keuntungan Burner riello series Press T/G

Pada dasarnya berner dari beberpa mrek memiliki fungsi utama yang sama, dimana alat yang bekerja untuk mengeluarkan panas pembakaran dari pengabutan bahan bakar yang kemudian hasil panas pembakaran di oprasikan di beberapa proses aplikasi, namun untuk berner riello yang kita sediakan memiliki keuntungan dari burner pada umunya, beberapa keuntungan burner riello press T/G di antaranya :

-Mrek yang di produksi di itali (eropa)

-Fitur dan body yang simpel dan mudah di oprasikan

-Memiliki banyak varian tipe dan kapasitas

-Suku cadang yang mudah di cari

-Memiliki manual part list dan buku pengopasian lengkap

-Harga yang relatif terjangkau

-After service pelayanan yang baik

-Aplikasi industri dan home banyak menggunakan

Dari beberpa keuntungan yang di miliki burner riello tentu bisa menjadi pertimbangan untuk kita yang masih mencari burner baru atau burner peremajaan mengganti burner lama, burner riello memiliki kualitas yang baik dan harga investasi mesin lebih terjangkau.

 

Studi Kasus Riello PRESS T/G Solar Burner untuk Aplikasi Industri

Riello PRESS T/G merupakan three-stage light oil burner yang dirancang untuk aplikasi pemanasan dengan kebutuhan heat input besar. Seri ini dapat digunakan pada steam boiler, thermal oil heater, hot water boiler, industrial furnace, oven, dryer, serta aplikasi industri lainnya yang membutuhkan pembakaran light oil/diesel.

Riello PRESS T/G memiliki beberapa model dengan kapasitas sekitar 830–5.340 kW, sehingga pemilihan model dapat disesuaikan dengan kebutuhan heat load equipment.

Kapasitas Riello PRESS T/G

ModelKapasitas
P 140 T/G830–1.660 kW
P 200 T/G1.186–2.372 kW
P 300 T/G1.779–3.560 kW
P 450 T/G2.670–5.340 kW

Sebagai pendekatan, 1 kW ≈ 860 kcal/h.

Dengan demikian:

  • P 140 T/G maksimum ≈ 1,43 juta kcal/h
  • P 200 T/G maksimum ≈ 2,04 juta kcal/h
  • P 300 T/G maksimum ≈ 3,06 juta kcal/h
  • P 450 T/G maksimum ≈ 4,59 juta kcal/h

Nilai aktual heat input tetap bergantung pada operating point burner dan kondisi sistem.

1 – Riello P 140 T/G untuk Steam Boiler

Sebuah steam boiler membutuhkan heat input sekitar 1.200 kW.

Dari pilihan PRESS T/G, P 140 T/G memiliki range hingga sekitar 1.660 kW, sehingga secara kapasitas dapat dipertimbangkan.

Sistem

Solar Tank

Fuel Filter

Fuel Pump

Riello P 140 T/G

Combustion Chamber

Steam Boiler

Pada saat kebutuhan steam tinggi, burner dapat bekerja pada firing stage yang lebih tinggi.

Ketika kebutuhan steam turun, burner dapat bekerja pada stage yang lebih rendah sesuai sistem kontrol.

2 – Riello P 200 T/G untuk Boiler 2 MW

Sebuah industrial boiler membutuhkan heat input sekitar:

2.000 kW

Riello P 200 T/G memiliki kapasitas hingga sekitar 2.372 kW.

Perkiraan maksimum:

2.372 × 860 = ±2.040.000 kcal/h

Model ini dapat dipertimbangkan apabila kebutuhan heat input aktual berada dalam operating range burner.

Namun, perhitungan harus memperhatikan boiler efficiency.

Jika kebutuhan 2.000 kW merupakan output boiler, bukan burner input, maka kebutuhan input burner akan lebih besar.

Contoh dengan efisiensi 85%:

Burner Input = 2.000 ÷ 0,85

2.353 kW

Dalam kondisi tersebut, P 200 T/G berada sangat dekat dengan kapasitas maksimum sehingga perlu dilakukan pemeriksaan engineering lebih lanjut.

3 – Riello P 300 T/G untuk Thermal Oil Heater

Sebuah thermal oil heater membutuhkan heat input sekitar 2.500 kW.

Riello P 300 T/G memiliki range sekitar 1.779–3.560 kW.

Kapasitas maksimum:

3.560 × 860 = ±3.062.000 kcal/h

Sistem

Fuel Tank

Filter

Fuel Pump

Riello P 300 T/G

Combustion Chamber

Thermal Oil Coil

Process

Untuk aplikasi thermal oil heater, selain kapasitas burner perlu diperiksa:

  • Coil design
  • Heat transfer area
  • Flame length
  • Combustion chamber
  • Thermal oil flow
  • Operating temperature
  • Exhaust temperature

4 – Riello P 450 T/G untuk Industrial Furnace

Sebuah furnace membutuhkan heat input sekitar 4.000 kW.

Riello P 450 T/G memiliki kapasitas hingga sekitar 5.340 kW.

Perkiraan maksimum:

5.340 × 860 = ±4.592.000 kcal/h

Burner dapat dipertimbangkan untuk aplikasi furnace dengan kebutuhan panas besar.

Namun, pada furnace, flame geometry sangat penting.

Sebelum pemasangan harus diperiksa:

Furnace Volume → Flame Length → Flame Diameter → Refractory → Furnace Pressure

Burner yang terlalu besar atau flame yang tidak sesuai dapat menyebabkan flame impingement terhadap refractory atau material proses.

5 – Riello PRESS T/G untuk Asphalt Mixing Plant

Pada asphalt mixing plant, burner digunakan untuk menghasilkan hot gas yang digunakan dalam proses pengeringan dan pemanasan agregat.

Sistem sederhana:

Light Oil Tank

Fuel Pump

Riello PRESS T/G

Dryer Drum

Hot Gas

Aggregate

Kebutuhan burner dipengaruhi oleh:

  • Kapasitas produksi agregat
  • Moisture content
  • Target temperature
  • Ambient temperature
  • Heat loss
  • Dryer efficiency

Misalnya kapasitas produksi meningkat dari 50 ton/h menjadi 80 ton/h, kebutuhan heat input juga dapat meningkat.

Karena itu, sizing burner harus berdasarkan heat load aktual, bukan hanya kapasitas drum.

6 – Riello PRESS T/G untuk Industrial Dryer

Pada rotary dryer, burner digunakan untuk menghasilkan udara panas untuk menguapkan moisture dari material.

Contoh:

Wet Material → Dryer → Hot Air → Moisture Evaporation → Dry Product

Kebutuhan panas dipengaruhi oleh:

Moisture Evaporation + Sensible Heat + Heat Loss

Misalnya dryer membutuhkan:

3.000.000 kcal/h

Konversi:

3.000.000 ÷ 860 ≈ 3.488 kW

Maka burner harus mempunyai kapasitas sekitar 3.488 kW input sebelum mempertimbangkan margin dan kondisi aktual.

Dalam contoh tersebut, Riello P 300 T/G dengan maksimum sekitar 3.560 kW berada sangat dekat dengan kebutuhan dan harus dievaluasi secara engineering.

Jika diperlukan margin lebih besar, model yang lebih tinggi dapat dipertimbangkan.

 7 – Three Stage Operation

Keunggulan utama PRESS T/G adalah penggunaan three-stage operation.

Contoh:

Stage 1 → Low Fire

Stage 2 → Intermediate Fire

Stage 3 → High Fire

Pada kondisi start-up, kebutuhan panas biasanya tinggi sehingga burner dapat menuju firing stage yang lebih tinggi.

Ketika temperatur mendekati set point, burner dapat berpindah ke stage yang lebih rendah sesuai kontrol.

Konsep ini dapat membantu menyesuaikan firing rate dengan perubahan heat demand.

8 – Troubleshooting Flame Tidak Stabil

Dalam sebuah aplikasi industrial boiler, operator menemukan flame tidak stabil pada firing stage tertentu.

Pemeriksaan dilakukan pada:

  1. Fuel pressure
  2. Fuel filter
  3. Nozzle
  4. Combustion head
  5. Air damper
  6. Fan pressure
  7. Flame detector
  8. Ignition system
  9. Fuel quality

Contoh masalah:

Fuel Filter Kotor

Fuel Flow Menurun

Atomization Tidak Optimal

Flame Tidak Stabil

Atau:

Air Setting Tidak Sesuai

Excess Air Terlalu Tinggi/Rendah

Combustion Tidak Optimal

Setelah maintenance, dilakukan combustion analysis untuk memastikan pembakaran kembali sesuai kondisi yang dipersyaratkan.

9 – Maintenance Riello PRESS T/G

Preventive maintenance diperlukan untuk menjaga performa burner.

Komponen yang diperiksa antara lain:

  • Oil nozzle
  • Fuel pump
  • Fuel filter
  • Pressure regulator
  • Oil valve
  • Ignition electrode
  • Flame detector
  • Combustion head
  • Fan
  • Air damper
  • Hydraulic ram
  • Burner control
  • Electrical connection

Setelah maintenance, burner perlu dilakukan testing dan commissioning.

Parameter combustion dapat diperiksa menggunakan combustion analyzer:

  • O₂
  • CO₂
  • CO
  • Flue gas temperature
  • Excess air

10 – Pemilihan Model PRESS T/G

Contoh kebutuhan heat input:

Required Heat InputModel yang Dipertimbangkan
1.000 kWP 140 T/G
1.500 kWP 140 T/G / P 200 T/G
2.000 kWP 200 T/G
2.500 kWP 300 T/G
3.000 kWP 300 T/G
4.000 kWP 450 T/G
5.000 kWP 450 T/G

Tabel tersebut hanya merupakan contoh awal pemilihan berdasarkan heat input. Model final harus mempertimbangkan minimum firing rate, maximum firing rate, combustion chamber, fuel pressure dan kondisi equipment.

Kesimpulan Studi Kasus

Riello PRESS T/G Solar Burner cocok dipertimbangkan untuk aplikasi dengan kebutuhan heat input besar dan perubahan beban yang dapat diprediksi.

Aplikasinya meliputi:

  • Steam boiler
  • Thermal oil heater
  • Hot water boiler
  • Industrial furnace
  • Industrial oven
  • Rotary dryer
  • Asphalt mixing plant
  • Process heater

Pemilihan burner sebaiknya dilakukan dengan urutan:

Heat Load → Equipment Efficiency → Burner Input → Firing Range → Combustion Chamber → Fuel System → Combustion Air

Dengan pendekatan tersebut, pemilihan Riello P 140 T/G, P 200 T/G, P 300 T/G atau P 450 T/G dapat dilakukan secara lebih tepat.

Untuk info lebih lanjut terkait diskusi burner bisa hubungi kontak kami di bawah ini :

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

PT Indira Mitra Boiler


https://hargaboiler.co.id
https://boilermarine.co.id

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top