Jual Burner Rotary Asphalt Mixing Plant (AMP)
Asphalt Mixing Plant (AMP) merupakan rangkaian mesin dan peralatan yang digunakan untuk memproduksi campuran aspal panas (hot mix asphalt) sebagai material perkerasan jalan. Dalam proses produksinya, agregat perlu melalui tahapan pengeringan dan pemanasan sebelum dicampurkan dengan material lainnya sesuai desain campuran.
Salah satu komponen penting pada Asphalt Mixing Plant adalah burner rotary dryer. Burner berfungsi menghasilkan energi panas untuk proses pengeringan dan pemanasan agregat di dalam drum dryer hingga mencapai kondisi temperatur yang dibutuhkan sebelum masuk ke proses pencampuran.
Fungsi Burner pada Asphalt Mixing Plant
Pada sistem AMP, burner dipasang pada bagian rotary dryer atau drying drum. Burner menghasilkan nyala api dan aliran gas panas yang digunakan untuk mengurangi kadar air sekaligus meningkatkan temperatur agregat.
Secara sederhana prosesnya adalah:
Cold Aggregate → Rotary Dryer → Burner Heating → Hot Aggregate → Mixing Process → Hot Mix Asphalt
Kinerja burner sangat berpengaruh terhadap kestabilan temperatur agregat, kapasitas produksi AMP, konsumsi bahan bakar, dan kualitas proses pembakaran.
Burner Rotary Dryer untuk AMP
Pemilihan burner Asphalt Mixing Plant tidak dapat hanya berdasarkan diameter drum. Kapasitas burner perlu dihitung berdasarkan kondisi aktual mesin, antara lain:
- Kapasitas produksi AMP dalam ton/jam
- Kadar air awal agregat
- Target kadar air setelah pengeringan
- Temperatur awal material
- Target temperatur agregat
- Diameter dan panjang rotary dryer
- Jenis dan nilai kalor bahan bakar
- Airflow dan kapasitas exhaust/ID fan
- Heat loss pada rotary drum
- Sistem kontrol temperatur
- Kondisi combustion chamber
Semakin tinggi kadar air agregat dan kapasitas produksi, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk proses evaporasi air dan pemanasan material.
Pilihan Bahan Bakar Burner AMP
Burner rotary dryer dapat dirancang menggunakan beberapa jenis bahan bakar sesuai ketersediaan energi di lokasi Asphalt Mixing Plant, seperti:
Gas Burner
- Natural Gas / PGN
- CNG
- LNG
- LPG
Oil Burner
- Minyak solar / diesel
- Fuel oil sesuai desain burner
Dual Fuel Burner
- Gas + oil/diesel
Penggunaan dual fuel burner dapat memberikan fleksibilitas bagi operator AMP untuk menggunakan dua alternatif bahan bakar sesuai ketersediaan dan biaya energi.
Sistem Kontrol Burner
Untuk aplikasi Asphalt Mixing Plant, burner dapat menggunakan sistem ON/OFF, two-stage, progressive, maupun modulating, tergantung kapasitas dan kebutuhan kontrol proses.
Pada kapasitas AMP yang besar, burner dengan sistem modulating memberikan kemampuan pengaturan firing rate sehingga output panas dapat mengikuti kebutuhan aktual rotary dryer.
Sistem burner dapat diintegrasikan dengan:
- Temperature controller
- Flame detector
- Ignition system
- Gas valve train atau fuel oil system
- Air pressure switch
- Fuel pressure monitoring
- Burner management/control
- Alarm dan safety interlock
- Actuator/servomotor
- Control panel
- VFD sesuai kebutuhan sistem
Pentingnya Menentukan Kapasitas Burner AMP
Burner yang terlalu kecil dapat menyebabkan rotary dryer membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai temperatur, kapasitas produksi menurun, atau temperatur agregat tidak mencapai target.
Sebaliknya, burner yang terlalu besar tanpa sistem kontrol yang tepat dapat menyebabkan kontrol temperatur menjadi kurang stabil.
Karena itu, sebelum menentukan kapasitas burner rotary Asphalt Mixing Plant, sebaiknya tersedia data:
Kapasitas AMP (ton/jam) + Moisture agregat (%) + Temperatur inlet + Temperatur outlet + Diameter drum + Panjang drum + Jenis bahan bakar.
Dari data tersebut dapat dilakukan perhitungan heat load dalam kcal/jam atau kW sebagai dasar menentukan kapasitas dan firing range burner.
Jual Burner Asphalt Mixing Plant
PT Indira Mitra Boiler menyediakan burner untuk kebutuhan Asphalt Mixing Plant, rotary dryer, drying drum, oven, furnace, boiler, dan thermal oil heater dengan pilihan bahan bakar gas, solar/oil, maupun dual fuel.
Pemilihan burner dapat disesuaikan dengan kapasitas existing AMP maupun kebutuhan replacement atau modifikasi burner lama.
Untuk mendapatkan rekomendasi burner yang tepat, informasikan kapasitas produksi AMP, ukuran rotary dryer, kadar air agregat, temperatur kerja, bahan bakar yang digunakan, serta data burner existing. Data tersebut dapat digunakan sebagai dasar engineering untuk menentukan kapasitas burner yang sesuai.

Burner Pengering (Dryer) Industri AMP
Rotary drayer aplikasi asphalt mixing plant merupakan alat pengering bahan matrial yang berbentuk silinder dengan ukuran dimensi tertentu berdasarkan kapasitas maksimum produksi yang direncanakan per jamnya, untuk pemanasnya menggunakan dryer yang di bakar menggunakan burner. Alat pengering ini memiliki dua pasang bantalan rol putar, serta silinder . pengering ini dalam proses pengeringan agregatnya bergerak berputar, melalui roda gigi sekeliling silinder yang dihubungkan dengan motor listrik.
Di bagian dalam dinding silinder pengering ini dilas ruang yang terbuat dari pelat baja cekung atau biasa disebut lifting flights. Ruang ini ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat mengangkat agregat yang sedang dikeringkan ke atas dan sekaligus menjatuhkannya sehingga agregat yang jatuh tersebut dapat membentuk tirai. Pemanasan agregat di dalam silinder pengering (dryer) dilaksanakan dengan memakai alat penyembur api atau burner yang ditempatkan di muka ujung silinder pengering (dryer) tempat agregat panas keluar basanya burner untuk rotary drayer asphat mixing plant menggunakan light oil solar atau oli bekas.
Sistem kerja burner Untuk Asphalt Mixing Plant ( AMP)
Burner light oil dengan tekanan yang cukup bahan solar disemprotkan melalui nozzle pada burner ke dalam silinder pengering. Untuk kesempurnaan pengapian serta untuk mengatur jauh dekatnya semburan api dari burner tersebut, diperlukan tambahan tekanan udara yang diperoleh dari blower yang dipasang menyatu dengan burner. Penambahan tekanan solar serta tekanan angin dari blower tersebut akan menambahkan jumlah bahan bakar yang dikonsumsi dan jelas akan menambah kalori yang dihasilkan, serta menambah jauh jangkauan semburan apinya, sehingga dapat menambah panas agregat dan mempercepat penurunan kadar air agregat. Penyetelan api dari penyembur api atau burner ini tidak diperbolehkan terlalu tinggi sebab akan mempengaruhi karakteristik dari agregatnya, yaitu agregat menjadi rapuh dan pecah karena terlalu panas.
Untuk melindungi panas dari api pada penyembur api (burner) ini, maka disekeliling nozzle dipasang dinding pelindung yang terbuat dari batu tahan api. Bentuk tirai dari agregat yang jatuh tersebut memberikan efisiensi dalam pemanasan dan pengeringan agregat secara merata. Alat pengering atau dryer ditempatkan dengan posisi miring, untuk memberikan kesempatan kepada agregat dingin yang dituangkan ke dalam pengering (dryer) dari ujung yang satu (yang letaknya lebih tinggi), dapat keluar lagi dari ujung yang lainnya (yang letaknya lebih rendah) setelah melalui proses pemanasan dan pengeringan selama waktu tertentu.

Struktur pengering rotary dryer
Besar sudut kemiringan letak silinder pengering ini sudah ditentukan oleh pabrik berdasarkan rencana desain kapasitas produksi dan rencana desain mutu produksi yang ingin dihasilkan. Makin besar sudut kemiringan (lebih besar dari sudut kemiringan yang telah ditentukan pabrik), akan mengakibatkan agregat yang masuk akan cepat keluar lagi, sehingga agregat dingin mengalami pemanasan yang pendek. Akibatnya adalah agregat yang keluar temperaturnya masih rendah serta kadar airnya masih cukup tinggi.
Sebaliknya apabila kemiringannya lebih rendah, maka agregat terlalu lama dalam silinder yang berakibat temperatur agregat terlalu tinggi, namun kapasitas per jamnya rendah, sehingga silinder akan cepat penuh diisi agregat dingin. Kemiringan silinder pengering atau dryer rata-rata berkisar antara 30- 50 drjat. Kapasitas temperatur alat pengering dryer adalah sampai Temperatur 1000C, agregat hasil pengeringan tidak boleh fluktuasi 175 oC (+ 5 oC) dari temperatur pengeringnya yang ditargetkan.
Jenis burner untuk Drayer Asphalt mixing plant
Burner yang di gunakan untuk aplikasi peraspalan biasanya menggunakan bahan bakar minyak solar dimna solar merupakan bahan yang mudah di dapat dan harga bisa lebih kompetitif di bandingkan natural gas, ada pun jenis burner yang biasanya di gunakan untuk AMP 800 membutuhkan kalori panas hingga 4000 kw yang cocok dengan burner riello press 450 T/G series.
Tipe Riello PRESS T / G mencakup jarak tembak dari 830 hingga 5340 kW. Tersedia dalam 4 model yang berbeda, burner ini sangat cocok untuk dipadukan boiler ruang bertekanan. Untuk karakteristiknya, mereka menemukan aplikasi di pabrik sipil besar untuk pemanas rumah atau di aplikasi industri di mana beban termal berulang dan dapat diprediksi. Sistem eksklusif ram hidraulik, dengan 3 posisi yang dapat disetel, mengatur bukaan damper, memungkinkan aliran udara dalam kaitannya dengan keluaran yang diperlukan, dengan cara ini stabilitas nyala dioptimalkan di setiap titik kerja, dengan regulasi mikro tersedia. Pembakar dilengkapi dengan panel kontrol mikroprosesor yang memberikan indikasi operasi dan diagnosis penyebab kesalahan.

Riello Press 140 T/G 380/830 ÷ 1660 kW
Riello Press 200 T/G 557/1186 ÷ 2372 kW
Riello Press 300 T/G 712/1779 ÷ 3560 kW
Riello Press 450 T/G 890/2670 ÷ 5340 kW
Spesifikasi dan Perlengkapan Riello PRESS T/G
Riello PRESS T/G merupakan monoblock forced draught oil burner dengan sistem operasi tiga tahap (three-stage) dan pengoperasian otomatis. Burner ini dirancang untuk menghasilkan pembakaran bahan bakar minyak dengan suplai udara dan bahan bakar yang dikontrol sesuai tahapan firing rate.
Seri PRESS T/G dapat dipertimbangkan untuk berbagai aplikasi pemanasan industri, termasuk boiler, furnace, oven, dryer, serta sebagai burner pada rotary dryer Asphalt Mixing Plant (AMP) setelah kapasitas, combustion chamber, back pressure, dan kondisi proses diverifikasi.
Sistem Pembakaran
Sistem pembakaran PRESS T/G terdiri dari:
- Sirkuit hisap udara yang dilengkapi material peredam suara.
- Kipas dengan forward-curved blades untuk menghasilkan suplai udara pembakaran.
- Air damper untuk mengatur jumlah udara pembakaran.
- Sistem pengaturan air damper menggunakan three-stage hydraulic ram.
- Motor burner bekerja pada sekitar 2.850 rpm, 400 V, 3 phase + neutral, 50 Hz.
- Combustion head dapat disetel berdasarkan kapasitas pembakaran yang dibutuhkan.
Combustion Head
Bagian kepala pembakaran dilengkapi dengan:
- Stainless steel end cone yang tahan terhadap temperatur tinggi dan korosi.
- Ignition electrode untuk proses penyalaan.
- Flame stability/diffuser disc untuk membantu menjaga kestabilan nyala api.
Pengaturan combustion head perlu disesuaikan dengan firing rate dan karakteristik ruang bakar agar diperoleh pencampuran udara dan bahan bakar yang baik.
Fuel Oil Pump
Burner menggunakan gear pump untuk menyuplai bahan bakar minyak pada tekanan yang dibutuhkan sistem pembakaran.
Pompa dilengkapi dengan:
- Pressure regulator.
- Connection untuk pemasangan pressure gauge.
- Connection untuk vacuum gauge/vacuometer.
- Internal bypass untuk konfigurasi sistem suplai bahan bakar yang sesuai.
- Fuel delivery system menuju nozzle burner.
Kondisi tekanan bahan bakar harus mengikuti spesifikasi burner dan ukuran nozzle yang digunakan.
Oil Valve System
PRESS T/G menggunakan sistem katup bahan bakar yang mengontrol suplai minyak berdasarkan tahapan operasi burner.
Sistem terdiri dari oil safety valve serta katup pengiriman bahan bakar yang bekerja mengikuti sequence tiga tahap pembakaran.
Dengan sistem ini, kapasitas burner dapat berubah secara bertahap mengikuti kebutuhan panas.
Flame Detection
Burner dilengkapi photocell flame detector untuk mendeteksi keberadaan nyala api.
Apabila flame gagal terbentuk saat ignition atau hilang ketika burner sedang beroperasi, burner control akan menjalankan sequence keselamatan sesuai sistem kontrol yang digunakan.
Burner Control
PRESS T/G dilengkapi microprocessor-based flame control panel dengan fungsi diagnostik.
Sistem kontrol burner mengatur tahapan penting seperti:
Start → Pre-purge → Ignition → Flame Detection → Firing Stage → Normal Operation → Safety Lockout
Burner juga dilengkapi:
- Burner ON/OFF switch.
- Flame inspection window.
- Sliding bars untuk mempermudah pemasangan dan maintenance.
- Radio interference protection filter.
- Electrical protection IP40.
Three-Stage Burner
Salah satu karakteristik utama Riello PRESS T/G adalah sistem pembakaran tiga tahap.
Secara sederhana:
Stage 1 → Low Firing Rate
Stage 2 → Medium Firing Rate
Stage 3 → High Firing Rate
Sistem ini memungkinkan burner meningkatkan atau menurunkan kapasitas pembakaran secara bertahap sesuai kebutuhan panas proses.
Pada aplikasi rotary dryer Asphalt Mixing Plant, pengaturan firing rate membantu operator mempertahankan temperatur proses ketika kapasitas material atau kadar air agregat mengalami perubahan.
Standar dan Referensi
PRESS T/G dirancang mengacu pada standar dan directive yang berlaku pada generasi produk tersebut, termasuk:
- EN 267 – forced draught burners untuk liquid fuel.
- Electromagnetic compatibility directive.
- Low-voltage directive.
- Machinery directive.
- Efficiency requirements yang relevan.
Catatan: Beberapa nomor EC Directive pada dokumentasi PRESS T/G merupakan referensi regulasi pada saat produk/dokumen diterbitkan dan sebagian telah digantikan oleh regulasi yang lebih baru. Untuk proyek yang mensyaratkan sertifikasi tertentu, gunakan declaration of conformity dan manual resmi sesuai model serta tahun produksi burner yang ditawarkan.
Peralatan Standar
Peralatan standar dapat mencakup:
- 2 flexible hoses untuk koneksi fuel oil.
- 2 nipples untuk sambungan pompa.
- Cable glands untuk sambungan listrik.
- Sekrup pemasangan burner flange.
- Gasket flange.
- Instruction manual untuk instalasi, pengoperasian, dan maintenance.
- Spare parts catalogue.
- Nozzle burner.
- Sliding-bar extensions pada konfigurasi/model tertentu.
- Diffuser disc pada model tertentu.
- Starter pada konfigurasi tertentu.
Kelengkapan aktual perlu dikonfirmasi berdasarkan model PRESS T/G dan scope supply yang ditawarkan.
Aksesori Opsional
Beberapa aksesori dapat dipesan secara terpisah, antara lain:
- Oil burner nozzle.
- Spacer kit.
- Sound-proofing box.
- Burner support.
- PC interface kit.
Riello PRESS T/G untuk Rotary Asphalt Mixing Plant
Pada Asphalt Mixing Plant (AMP), burner berfungsi menghasilkan energi panas untuk proses pengeringan dan pemanasan agregat di dalam rotary dryer atau drying drum.
Secara umum prosesnya:
Cold Aggregate → Rotary Dryer → Burner → Drying & Heating → Hot Aggregate → Mixing Process
Untuk menentukan model PRESS T/G yang sesuai, kapasitas burner sebaiknya tidak dipilih hanya berdasarkan ukuran rotary drum.
Beberapa data penting yang perlu dihitung adalah:
- Kapasitas produksi AMP dalam ton/jam.
- Initial moisture content agregat.
- Target moisture setelah drying.
- Temperatur awal agregat.
- Target temperatur agregat.
- Diameter rotary dryer.
- Panjang rotary dryer.
- Airflow combustion dan exhaust.
- Furnace/dryer back pressure.
- Jenis dan nilai kalor bahan bakar.
- Efisiensi proses pengeringan.
Dari data tersebut dapat dihitung kebutuhan heat load rotary dryer dalam kW atau kcal/jam, kemudian dibandingkan dengan firing range model burner.
Jual Burner Rotary Asphalt Mixing Plant
PT Indira Mitra Boiler menyediakan burner untuk kebutuhan Rotary Asphalt Mixing Plant (AMP), rotary dryer, furnace, oven, boiler, dan berbagai mesin pemanas industri.
Untuk aplikasi AMP, tersedia pilihan oil burner, gas burner, dan dual fuel burner dengan kapasitas yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan proses.
Untuk menentukan burner rotary dryer yang tepat, informasikan:
Kapasitas AMP (ton/jam) + ukuran drum + kadar air agregat + temperatur target + jenis bahan bakar + data burner existing.
Data tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk menghitung kebutuhan panas dan menentukan kapasitas burner Asphalt Mixing Plant yang sesuai.
PT Indira Mitra Boiler
Office: (021) 352 95874
WhatsApp: +62 813-8866-6204 (Ratman Bejo)
www.indiramitraboiler.co.id
www.burner.co.id
info@indira.co.id
idmratman@gmail.com
Workshop: Tangerang – Indonesia
https://www.youtube.com/@Bejoburnerindonesia
