Jual Pompa Oil Heater KSB

Jual pompa thermal oil heater KSB

pompa thermal oil KSB

Pompa boiler oil ( thermal Oil heater) merupan jantung dari mesin boiler oil diamana sistem dari boiler oil sendiri menggunakan sistem sirkulasi dengan media oli temperatur panas sesuai kebutuhan yang di tentukan, pompa transfer di dalam boiler oil juga perlu di perhatikan kualitas dan ukuran yang sudah sesuai kebutuhan boiler oil tersebut, perlu di perhatikan untuk pemilihan kapasitas flow pompa dan head jarak yang ingin di tempuh harus sesuai ukuran.

Sering kita jumpai di dunia industri boiler oil banyak terjadi crak pipa bocor yang di sebabkan oprasi boiler 24 jam menggunakan temperatur tinggi dan perawatan pengoprasian kurang di perhatikan, salah satu perawatan yang perlu di perhatikan dari mesin boiler oil ( thermal oil heater) , media oli sesuai kualitas yang di butuhkan, kecepatan arus dorong dari pompa transfer harus sesuai, pipa tube di cleaning dalam 6 bulan  sekali atau mak 1 tahun sekali.

kami juga menyediakan pompa boiler oil ( thermal oil heter ) mrek KSB , dimana pompa KSB mempunyai kualitas di dunia indutri salah satunya pompa untuk media oli temperatur tinggi mencakup hingga 350 derajat dan flow 600m3/h, pompa KSB sendiri di produksi di jerman dan sudah terbukti kulitas uji kerjanya di berbagai industri di seluruh dunia.

 

Pompa oli termal KSB Etanorm SYT

Pompa Boiler oil ( thermal oil Hetaer) KSB Etanorm SYT / pompa oli termal mineral dan sintetis. Kehandalan dan efisiensi energi menjadikan pompa ini pilihan yang populer. KSB telah mengembangkan lebih lanjut dan secara teknis mengoptimalkan pompa minyak termalnya. Salah satu hasilnya: Etanorm SYT, pompa standar yang sangat andal untuk EN 733, yang memenuhi tuntutan terberat dalam menangani oli termal sintetis dan menekan biaya pengoperasian.

Kehandalan pengoperasian maksimum dan efisiensi energi tinggi Pompa Etanorm SYT mempertahankan pengoperasian yang handal terlepas dari tekanan uap tinggi fluida, sebagian besar fraksi dengan titik didih rendah, atau kecenderungan merambat.

Fitur pompa:

  • Kontur ventilasi yang sangat efektif memastikan ventilasi yang optimal.
  • Gasket terbatas
  • Desain penutup pelepasan yang diperkuat dan penghalang panas yang dioptimalkan. Ini berarti lebih sedikit panas yang ditransfer ke braket bantalan.
  • Segel mekanis ganda untuk pengoperasian yang andal dengan semua oli termal
  • Bantalan biasa karbon anti sita yang dilumasi oleh cairan yang ditangani
  • Bantalan bola dalam alur yang diperkuat dengan isian gemuk khusus untuk masa pakai yang lama
    Kontur poros yang dioptimalkan memastikan pembuangan kebocoran yang andal.

Efisiensi energi tertinggi dijamin :

  • Sistem hidrolik yang dioptimalkan menghasilkan efisiensi tinggi
  • Impeller dipangkas agar sesuai dengan duty point yang ditentukan
  • Operasi kecepatan variabel dikombinasikan dengan motor IE2 standar

Mudah diservis, banyak variannya
Pompa minyak termal sangat mudah diservis karena:

  • Cincin aus casing yang bisa diganti
  • Braket bantalan yang mudah dibongkar
  • Etanorm SYT juga tersedia dengan segel mekanis ganda dan bantalan SiC untuk mencapai keandalan pengoperasian yang lebih tinggi.

Etanorm SYT | Shaft Unit| Impeller out| Impeller In|      Impeller dia Max-Min |      Speed Limit Mak-Min

040-025-160 25 6,0 45,2 169 130 3600 800
040-025-200 25 6,0 45,2 209 160 3600 800
050-032-125.1 25 6,6 52,4 139 104 3600 800
050-032-160 25 8,5 60,6 174 136 3600 800
050-032-160.1 25 5,7 52,7 170 136 4400 800
050-032-200 25 7,0 62,9 209 170 3700 800
050-032-200.1 25 5,6 54,0 204 170 3800 800
050-032-250 25 7,5 62,6 261 209 3600 800
065-040-160 25 13,0 70,0 174 128 4400 800
065-040-200 25 9,4 69,4 209 165 3700 800
065-040-250 25 8,4 74,1 260 200 3600 800
065-040-315 35 7,5 75,3 326 260 2300 800
065-050-160 25 16,9 86,9 174 128 4400 800
065-050-200 25 13,8 83,1 219 170 3600 800
065-050-250 25 10,5 84,0 260 215 3600 800
065-050-315 35 10,0 87,0 323 265 2400 800
080-065-160 25 21,0 92,0 174 132 3900 800
080-065-200 25 17,0 99,7 219 175 3600 800
080-065-250 35 15,1 101,0 260 215 3600 800
080-065-315 35 13,7 108,2 320 260 1900 800
100-080-160 25 31,6 124,0 174 138 3600 800
100-080-200 35 24,5 115,0 219 180 3600 800
100-080-250 35 19,0 115,0 269 215 3600 800
100-080-315 35 18,7 115,6 334 269 1900 800
125-100-160 35 37,6 135,0 185 162 3600 800
125-100-200 35 32,5 142,0 219 179 3600 800
125-100-250 35 27,0 145,0 269 210 3600 800
125-100-315 35 23,0 142,0 334 270 1900 800
150-125-200 35 40,7 159,0 224 182 3600 800
150-125-250 35 37,0 162,4 269 218 2000 800
150-125-315 55 30,9 162,0 334 270 1900 800
150-125-400 55 25,9 162,4 419 330 1800 800
200-150-315 55 39,7 191,5 334 264 1800 800
200-150-400 55 33,0 191,4 419 330 1800 800

Pompa Oli Termal KSB Etanorm SYT – Studi Kasus dan Studi Banding

 oli termal KSB Etanorm SYT merupakan pompa sentrifugal horizontal yang dirancang untuk aplikasi heat transfer system, khususnya sebagai pompa sirkulasi thermal oil pada berbagai proses industri. Pompa ini menggunakan konstruksi single-stage volute casing dan desain back pull-out, yang memberikan kemudahan dalam proses inspeksi, perawatan, serta penggantian komponen tanpa harus membongkar casing dari sistem perpipaan.

KSB Etanorm SYT dapat digunakan untuk sirkulasi mineral  oil maupun synthetic pada aplikasi dengan temperatur tinggi. Berdasarkan data teknis KSB, seri ini dirancang untuk temperatur fluida hingga 350°C, dengan kapasitas maksimum sekitar 754 m³/h, head maksimum sekitar 102 m, dan tekanan kerja maksimum hingga 16 bar, tergantung pada ukuran, model, material, dan konfigurasi pompa.

Dalam sistem Thermal Oil Heater, pompa memiliki peranan penting untuk menjaga sirkulasi thermal oil dari heater menuju peralatan proses dan kemudian kembali ke heater. Stabilitas flow dan pressure sangat menentukan kemampuan sistem dalam mempertahankan temperatur proses secara konsisten.

Karena thermal oil bekerja pada temperatur tinggi, pemilihan pompa tidak cukup hanya berdasarkan kapasitas aliran. Engineer perlu mempertimbangkan flow rate, pump head, temperatur operasi, jenis thermal oil, density, viscosity, vapour pressure, NPSH, mechanical seal, pressure rating, serta kondisi operasi kontinu.

Oleh karena itu, KSB Etanorm SYT dapat menjadi salah satu pilihan untuk proyek Thermal Oil Heater, heat exchanger, industrial dryer, oven, Asphalt Mixing Plant, food processing, chemical processing, serta berbagai aplikasi industri yang membutuhkan sistem pemanasan tidak langsung dan sirkulasi fluida panas.

Dalam artikel ini akan dibahas studi kasus dan studi banding KSB Etanorm SYT, termasuk prinsip pemilihan pompa, kebutuhan flow dan head, kondisi temperatur thermal oil, pertimbangan mechanical seal, serta perbandingannya dengan pompa thermal oil lainnya.

Catatan: Nilai 350°C, 754 m³/h, 102 m, dan 16 bar merupakan batas maksimum yang tercantum untuk seri/configurasi produk tertentu. Nilai tersebut tidak berarti satu model pompa dapat mencapai seluruh batas maksimum secara bersamaan. Pemilihan aktual harus berdasarkan duty point dan kurva performa model pompa yang dipilih.

Aplikasi KSB Etanorm SYT pada Sistem Thermal Oil

Pada sistem Thermal Oil Heater, pompa memiliki fungsi utama untuk menjaga sirkulasi thermal oil secara kontinu dari heater menuju peralatan proses dan kemudian kembali ke heater.

Sirkulasi umumnya berlangsung dengan pola:

Thermal Oil Heater → Hot Oil Header → Heat Exchanger / Process Equipment → Return Header → Thermal Oil Heater

Pompa harus mampu mempertahankan flow dan pressure sesuai kebutuhan proses, terutama ketika sistem bekerja pada temperatur tinggi dan beroperasi secara kontinu.

Etanorm SYT dapat dipertimbangkan untuk berbagai aplikasi, antara lain:

  • Thermal Oil Heater
  • Heat exchanger
  • Industrial dryer
  • Industrial oven
  • Asphalt Mixing Plant
  • Food processing
  • Chemical processing
  • Textile processing
  • Wood processing
  • Rubber processing
  • Pemanasan tangki dan vessel
  • Sistem heat transfer industri

Mengapa Pompa Thermal Oil Tidak Sama dengan Pompa Air Biasa?

Sistem thermal oil mempunyai karakteristik operasi yang berbeda dengan sistem air.

Pada temperatur tinggi, karakteristik thermal oil seperti viskositas, density dan vapour pressure akan berubah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi hydraulic performance pompa dan kebutuhan NPSH.

Oleh karena itu, pemilihan pompa harus mempertimbangkan:

  1. Flow rate
  2. Pump head
  3. Temperatur thermal oil
  4. Jenis thermal oil
  5. Density
  6. Viscosity
  7. Vapour pressure
  8. NPSH available
  9. Mechanical seal
  10. Pressure dan temperature rating

Kesalahan memilih pompa hanya berdasarkan kapasitas flow dapat menyebabkan pompa bekerja tidak pada titik operasi yang optimal.

Studi Kasus: Thermal Oil Heater Industri

Sebagai contoh, sebuah industri membutuhkan sistem pemanas tidak langsung dengan kondisi desain:

ParameterNilai Contoh
SistemThermal Oil Heater
Heat load1.000.000 kcal/h
Temperatur supply280°C
Temperatur return250°C
ΔT30°C
FluidaSynthetic thermal oil
OperasiContinuous
PompaThermal oil centrifugal pump

Berdasarkan heat load dan karakteristik thermal oil, kebutuhan flow kemudian dihitung untuk menentukan design point pompa.

Setelah flow diperoleh, engineer harus menghitung total pressure loss pada:

Piping + Elbow + Valve + Heater Coil + Heat Exchanger + Equipment

Hasil perhitungan tersebut menghasilkan kebutuhan flow dan head, yang kemudian digunakan untuk memilih ukuran Etanorm SYT yang sesuai.

Dengan demikian, pemilihan pompa dilakukan berdasarkan:

Heat Load → Thermal Oil Flow → Pressure Loss → Pump Head → NPSH → Pump Selection

Studi Banding

Dalam proyek thermal oil, KSB Etanorm SYT sebaiknya dibandingkan dengan pompa thermal oil lainnya berdasarkan duty point yang sama.

Parameter utama yang dibandingkan meliputi:

ParameterKSB Etanorm SYTPompa Thermal Oil Lain
Aplikasi thermal oilYaTergantung model
TemperaturHingga 350°C*Tergantung model
FlowHingga 754 m³/h*Tergantung model
HeadHingga 102 m*Tergantung model
Working pressureHingga 16 bar*Tergantung model
Mechanical sealSingle / DoubleTergantung model
Back pull-outYaTergantung desain
Variable speedDapat dikombinasikanTergantung model
ATEXKonfigurasi tertentuTergantung model

*Nilai maksimum produk; bukan berarti satu model dapat mencapai seluruh nilai maksimum tersebut secara bersamaan. Pemilihan aktual harus berdasarkan kurva performa dan duty point model yang dipilih.

 

1. Fungsi Pompa Etanorm SYT pada Thermal Oil Heater

Dalam sistem Thermal Oil Heater, pompa merupakan salah satu komponen utama karena berfungsi menjaga sirkulasi minyak termal dari heater menuju peralatan proses dan kembali lagi ke heater.

Sistem secara umum dapat digambarkan sebagai:

Thermal Oil Heater → Hot Oil Header → Heat Exchanger/Process Equipment → Return Header → Thermal Oil Heater

Pompa Etanorm SYT ditempatkan pada bagian sirkulasi untuk memastikan debit dan tekanan aliran tetap sesuai kebutuhan proses.

Aplikasi dapat ditemukan pada:

  • Thermal Oil Heater
  • Heat exchanger
  • Hot water circulation
  • Dryer
  • Oven industri
  • Asphalt Mixing Plant
  • Food processing
  • Chemical processing
  • Textile machinery
  • Wood processing
  • Rubber processing
  • Sistem pemanas tangki dan proses produksi

KSB sendiri menyebut heat transfer systems dan hot water circulation sebagai aplikasi utama Etanorm SYT.

2. Studi Kasus: Thermal Oil Heater untuk Industri Pengolahan

Kondisi Proses

Sebagai contoh studi kasus, sebuah pabrik membutuhkan sistem pemanas tidak langsung untuk proses produksi dengan kondisi:

ParameterContoh Desain
Jenis sistemThermal Oil Heater
Kapasitas heater1.000.000 kcal/h
Temperatur supply280°C
Temperatur return250°C
ΔT thermal oil30°C
FluidaSynthetic thermal oil
OperasiContinuous
Sistem pompaCentrifugal thermal oil pump

Pada aplikasi seperti ini, pompa tidak hanya harus mampu menghasilkan debit, tetapi juga harus mampu bekerja secara stabil pada temperatur thermal oil yang tinggi.

Perkiraan kebutuhan aliran

Secara sederhana:

Q = P / (ρ × Cp × ΔT)

Dengan asumsi karakteristik thermal oil pada temperatur operasi tertentu:

  • Beban panas = 1.000.000 kcal/h
  • ΔT = 30°C
  • Cp thermal oil ≈ 0,60 kcal/kg°C
  • Density thermal oil ≈ 750 kg/m³

Maka kebutuhan aliran berada pada kisaran 70–75 m³/h.

Angka tersebut kemudian digunakan sebagai design flow awal. Pemilihan pompa final tetap harus berdasarkan kurva performa pompa, temperatur aktual, jenis thermal oil, pressure drop sistem, NPSH dan kondisi instalasi.

3. Mengapa Etanorm SYT Sesuai untuk Aplikasi Ini?

Salah satu tantangan terbesar pada thermal oil pump adalah temperatur fluida yang tinggi.

Etanorm SYT memang dikembangkan untuk menangani mineral dan synthetic thermal oils sampai temperatur maksimum 350°C. KSB juga menyediakan konfigurasi mechanical seal yang ditujukan untuk meningkatkan keandalan pada aplikasi thermal oil.

Beberapa fitur pentingnya meliputi:

A. Heat Barrier

Konstruksi pompa dirancang untuk mengurangi perpindahan panas dari fluida menuju bearing bracket.

Hal ini penting karena bearing dan mechanical seal merupakan komponen yang sensitif terhadap temperatur tinggi.

B. Mechanical Seal

Etanorm SYT tersedia dengan single maupun double mechanical seal. Untuk aplikasi thermal oil yang membutuhkan tingkat keamanan lebih tinggi, konfigurasi double mechanical seal dapat dipertimbangkan sesuai kondisi proses.

C. Back Pull-Out Design

Desain back pull-out memungkinkan bagian rotating assembly dapat dilepas untuk maintenance tanpa harus membongkar casing dari piping.

Hal ini sangat membantu pada instalasi industri karena dapat mengurangi waktu maintenance.

D. Closed Radial Impeller

Pompa menggunakan closed radial impeller dengan bentuk vane yang dirancang untuk menghasilkan karakteristik hydraulic performance yang sesuai dengan kebutuhan sistem.

E. Variable Speed

Etanorm SYT dapat dikombinasikan dengan sistem PumpDrive untuk pengaturan kecepatan pompa. Variable-speed operation dapat digunakan untuk menyesuaikan debit dengan kebutuhan proses sehingga pompa tidak selalu bekerja pada kondisi maksimum.

4. Studi Kasus Perbandingan Sistem Fixed Speed dan Variable Speed

Misalnya kebutuhan proses berubah antara:

60 m³/h – 75 m³/h

Jika pompa menggunakan fixed speed, pompa akan cenderung bekerja pada satu titik operasi dan pengaturan debit dilakukan menggunakan valve.

Pada sistem variable speed, putaran pompa dapat disesuaikan dengan kebutuhan aktual proses.

Fixed Speed

Pompa → Valve → Process

Kelebihan:

  • Sistem sederhana
  • Investasi awal relatif lebih mudah
  • Kontrol konvensional

Kekurangan:

  • Potensi throttling loss
  • Pompa dapat bekerja di luar titik efisiensi terbaik
  • Konsumsi energi dapat lebih tinggi pada beban parsial

Variable Speed

Pompa + VFD/PumpDrive → Process

Kelebihan:

  • Debit dapat disesuaikan dengan kebutuhan
  • Potensi penghematan energi
  • Kontrol proses lebih fleksibel
  • Mengurangi kebutuhan throttling pada kondisi tertentu

KSB juga menyediakan Etanorm SYT dengan sistem PumpDrive variable speed dan motor dengan kelas efisiensi tinggi pada konfigurasi tertentu.

5. Studi Banding Pompa Thermal Oil

Pemilihan pompa tidak sebaiknya hanya berdasarkan merek. Perbandingan harus dilakukan berdasarkan duty point, temperatur, pressure, jenis thermal oil, NPSH, material, mechanical seal dan kebutuhan maintenance.

ParameterKSB Etanorm SYTPompa Centrifugal StandarPompa Thermal Oil Ekonomis
Aplikasi thermal oilSangat sesuaiTergantung desainSesuai model
Temperatur tinggiHingga 350°CPerlu verifikasiPerlu verifikasi
Max flowHingga 754 m³/hTergantung modelTergantung model
Max headHingga 102 mTergantung modelTergantung model
Max working pressure16 barTergantung modelTergantung model
Mechanical seal khususTersediaTergantung modelTergantung model
Back pull-outYaTidak selaluTergantung model
Variable speedDapat dikombinasikanDapat ditambahkanTergantung model
MaintenanceRelatif mudahBervariasiBervariasi
Aplikasi industri kontinuSangat cocokTergantung spesifikasiTergantung kualitas

Data maksimum Etanorm SYT di atas mengacu pada data KSB; angka maksimum tersebut bukan berarti setiap ukuran pompa dapat bekerja pada flow, head, tekanan dan temperatur maksimum secara bersamaan. Pemilihan harus dilakukan berdasarkan kurva dan duty point model yang sebenarnya.

6. Studi Banding Berdasarkan Jenis Aplikasi

A. Thermal Oil Heater Industri

Pilihan: KSB Etanorm SYT

Sangat menarik untuk aplikasi yang membutuhkan:

  • operasi kontinu,
  • temperatur thermal oil tinggi,
  • keandalan mechanical seal,
  • maintenance yang terencana,
  • dan kontrol debit yang stabil.

B. Sistem Pemanas Kapasitas Kecil

Untuk sistem kecil dengan temperatur dan flow rendah, pompa thermal oil yang lebih sederhana dapat menjadi pilihan ekonomis.

Dalam kasus ini, menggunakan pompa dengan kapasitas terlalu besar dapat menyebabkan biaya investasi dan konsumsi listrik yang tidak diperlukan.

C. Sistem Kapasitas Besar

Untuk sistem dengan flow tinggi, pemilihan harus dilakukan berdasarkan:

Flow + Head + Temperature + NPSH + Thermal Oil Properties

Etanorm SYT mempunyai rentang maksimum hingga 754 m³/h dan 102 m head, sehingga tersedia konfigurasi untuk berbagai kebutuhan industri, tetapi model aktual tetap harus dipilih berdasarkan titik kerja sistem.

7. Perbandingan dengan Pompa Air Biasa

Salah satu kesalahan dalam desain thermal oil system adalah menggunakan pompa centrifugal standar yang sebenarnya tidak dirancang untuk temperatur thermal oil.

Pompa air biasa dapat memiliki batas temperatur yang jauh lebih rendah. Selain itu, mechanical seal, bearing arrangement, cooling arrangement dan heat transfer pada shaft area harus diperhitungkan untuk aplikasi thermal oil.

Karena itu:

Pompa air biasa ≠ otomatis cocok untuk thermal oil.

Untuk thermal oil, pompa harus diperiksa terhadap:

  1. Temperatur operasi.
  2. Jenis thermal oil.
  3. Vapour pressure.
  4. Viskositas.
  5. Density.
  6. NPSH available.
  7. Mechanical seal.
  8. Material wetted parts.
  9. Bearing temperature.
  10. Pressure dan flow requirement.

8. Studi Kasus: Masalah Pompa Thermal Oil

Misalnya sebuah thermal oil heater beroperasi pada:

280°C supply / 250°C return

Tetapi operator menemukan:

  • mechanical seal sering bocor,
  • bearing cepat panas,
  • flow thermal oil turun,
  • pompa bergetar,
  • temperatur proses tidak stabil.

Masalah tidak selalu berasal dari pompa.

Beberapa kemungkinan penyebab adalah:

1. NPSH Tidak Mencukupi

Temperatur thermal oil yang tinggi dapat meningkatkan vapour pressure. Jika kondisi suction tidak memenuhi kebutuhan pompa, risiko cavitation meningkat.

2. Pompa Tidak Beroperasi pada Duty Point yang Tepat

Pompa yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat bekerja jauh dari Best Efficiency Point.

3. Mechanical Seal Tidak Sesuai

Mechanical seal harus dipilih berdasarkan temperatur dan karakteristik thermal oil.

4. Sistem Piping Kurang Tepat

Diameter suction yang terlalu kecil, terlalu banyak elbow, valve atau restriction dapat meningkatkan pressure loss.

5. Thermal Oil Sudah Terdegradasi

Thermal oil yang sudah mengalami degradation dapat mengalami perubahan sifat fisik dan kimia sehingga memengaruhi performa sistem.

9. Keunggulan KSB Etanorm SYT untuk Proyek Thermal Oil

KSB Etanorm SYT merupakan pompa sentrifugal yang dikembangkan untuk aplikasi heat transfer system, termasuk sistem sirkulasi thermal oil pada industri. Pemilihan pompa untuk aplikasi ini harus mempertimbangkan temperatur fluida, kapasitas aliran, head, tekanan kerja, karakteristik thermal oil, NPSH, serta kebutuhan operasi kontinu.

Beberapa keunggulan utama Etanorm SYT untuk proyek Thermal Oil Heater antara lain:

✔ Dirancang untuk Heat Transfer Systems

Etanorm SYT dirancang untuk aplikasi heat transfer dan dapat digunakan dalam sistem sirkulasi fluida panas. Hal ini membuatnya sesuai untuk sistem Thermal Oil Heater, heat exchanger, dryer, oven industri, dan berbagai proses pemanasan tidak langsung.

✔ Dapat Digunakan untuk Mineral dan Synthetic Thermal Oil

Pompa ini dapat digunakan untuk mineral thermal oil maupun synthetic thermal oil, dengan pemilihan material dan mechanical seal yang harus disesuaikan dengan karakteristik fluida serta temperatur operasi.

✔ Temperatur Fluida hingga 350°C

Etanorm SYT dirancang untuk aplikasi dengan temperatur fluida yang tinggi, dengan batas maksimum yang dapat mencapai 350°C, tergantung konfigurasi dan kondisi operasi.

Kemampuan temperatur tinggi ini menjadi salah satu pertimbangan penting dalam sistem Thermal Oil Heater karena temperatur kerja thermal oil umumnya jauh lebih tinggi dibandingkan sistem sirkulasi air biasa.

✔ Kapasitas Aliran hingga 754 m³/h

Untuk kebutuhan industri dengan kapasitas sirkulasi besar, Etanorm SYT tersedia dalam berbagai ukuran dengan kapasitas maksimum yang mencapai sekitar 754 m³/h.

Namun, angka tersebut merupakan kapasitas maksimum produk, bukan berarti setiap model dapat bekerja pada flow tersebut. Pemilihan model harus berdasarkan duty point aktual proyek.

✔ Head hingga 102 Meter

Etanorm SYT memiliki rentang performa yang dapat mencapai sekitar 102 meter head.

Head pompa harus dipilih berdasarkan total pressure loss pada sistem, termasuk:

  • Piping
  • Elbow
  • Valve
  • Heat exchanger
  • Heater coil
  • Control valve
  • Equipment proses
  • Perbedaan elevasi

Dengan demikian, pompa tidak boleh dipilih hanya berdasarkan kapasitas flow.

✔ Working Pressure hingga 16 Bar

Untuk aplikasi industri, tekanan kerja merupakan parameter penting dalam menentukan konstruksi pompa dan sistem piping.

Etanorm SYT memiliki maximum working pressure hingga 16 bar, tergantung konfigurasi dan kondisi operasi.

Tekanan aktual sistem tetap harus diperiksa terhadap tekanan desain seluruh komponen, termasuk flange, valve, piping, heater, heat exchanger dan expansion tank.

✔ Pilihan Single atau Double Mechanical Seal

Etanorm SYT tersedia dengan pilihan single mechanical seal maupun double mechanical seal.

Mechanical seal merupakan komponen yang sangat penting pada thermal oil pump karena harus bekerja pada temperatur tinggi dan berhubungan langsung dengan fluida proses.

Pemilihan seal harus mempertimbangkan:

  • Temperatur thermal oil
  • Jenis thermal oil
  • Tekanan sistem
  • Viskositas
  • Chemical compatibility
  • Kondisi operasi
  • Persyaratan keselamatan

Untuk aplikasi tertentu yang membutuhkan tingkat keamanan lebih tinggi, konfigurasi double mechanical seal dapat dipertimbangkan.

✔ Back Pull-Out Design

Salah satu keuntungan dari konstruksi back pull-out adalah rotating assembly dapat dikeluarkan untuk keperluan pemeriksaan dan maintenance tanpa harus melepas casing pompa dari sistem piping.

Hal ini dapat membantu:

mengurangi waktu maintenance → mengurangi downtime → meningkatkan availability sistem.

Fitur ini sangat berguna pada industri yang membutuhkan operasi Thermal Oil Heater secara kontinu.

✔ Dapat Dikombinasikan dengan Variable-Speed Drive

Etanorm SYT dapat dikombinasikan dengan sistem variable-speed drive untuk menyesuaikan putaran pompa dengan kebutuhan proses.

Pada sistem thermal oil, kebutuhan flow tidak selalu konstan. Pada kondisi tertentu, kebutuhan panas dapat turun sehingga flow yang dibutuhkan juga dapat berubah.

Dengan variable speed, pompa dapat disesuaikan terhadap kebutuhan aktual sehingga sistem dapat bekerja lebih fleksibel.

Konsep sederhananya:

Beban panas naik → kebutuhan sirkulasi meningkat → putaran pompa dinaikkan

Beban panas turun → kebutuhan sirkulasi berkurang → putaran pompa diturunkan

Pengaturan ini dapat membantu meningkatkan efisiensi operasi dibandingkan sistem yang selalu menjalankan pompa pada putaran maksimum dan mengontrol flow hanya menggunakan valve.

✔ Tersedia untuk Konfigurasi ATEX

Untuk instalasi yang berada pada area dengan potensi atmosfer eksplosif, tersedia konfigurasi yang dapat disesuaikan dengan persyaratan ATEX, tergantung pemilihan pompa, motor dan konfigurasi keseluruhan.

Hal ini menjadi pertimbangan penting pada industri seperti:

  • Chemical plant
  • Petrochemical
  • Solvent processing
  • Oil & gas
  • Paint industry
  • Asphalt processing
  • Industri dengan bahan mudah terbakar

Pemilihan konfigurasi ATEX harus dilakukan berdasarkan zona area, klasifikasi gas/debu, temperatur, motor, dan persyaratan keselamatan instalasi.

Ringkasan Keunggulan

ParameterKSB Etanorm SYT
AplikasiHeat transfer / Thermal Oil
FluidaMineral & synthetic thermal oil
Temperatur maksimumHingga 350°C
Kapasitas maksimumHingga ±754 m³/h
Head maksimumHingga ±102 m
Working pressureHingga 16 bar
Mechanical sealSingle / Double
KonstruksiBack pull-out
Variable speedDapat dikombinasikan
ATEXTersedia konfigurasi tertentu

10. Kesimpulan Studi Kasus dan Studi Banding

Dari studi kasus di atas dapat disimpulkan bahwa KSB Etanorm SYT bukan sekadar pompa centrifugal biasa, tetapi merupakan salah satu pilihan yang memang ditujukan untuk sistem heat transfer dan thermal oil circulation.

Untuk proyek Thermal Oil Heater, pemilihan pompa harus dimulai dari kebutuhan proses:

Heat Load → Thermal Oil Flow → Pressure Drop → Pump Head → NPSH → Temperature → Mechanical Seal → Motor Power

Setelah itu barulah dilakukan pemilihan model pompa.

Pada sistem industri yang beroperasi secara kontinu dan menggunakan thermal oil temperatur tinggi, penggunaan pompa yang memang dirancang untuk aplikasi tersebut dapat memberikan keuntungan dari sisi keandalan, keselamatan operasi, maintenance dan fleksibilitas sistem.

Namun, keputusan akhir tidak boleh hanya berdasarkan merek. KSB Etanorm SYT harus dibandingkan dengan pompa thermal oil lain berdasarkan duty point yang sama, sehingga perbandingan menjadi adil dan teknis.

Dengan demikian, prinsip pemilihan yang benar adalah: bukan mencari pompa yang paling besar, tetapi mencari pompa yang paling tepat terhadap kebutuhan sistem.

 

 

Workshop
Kawasan Pergudangan Laksana Business Park, Jalan Laksana 6 Blok F 09, Desa laksana Kec. Pakuhaji, Kab. Tangerang, Banten- 15570

PT Indira Mitra Boiler
Ratman Bejo
☎️081388666204

My Website
https://indira.co.id

Email: info@indira.co.id
Email: idmratman@gmail.com

https://www.youtube.com/@Ratman_Bejo/videos

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top